Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label UMKM Kalsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM Kalsel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2026

UMKM Tanah Laut Tembus Nasional, Dian Rahmat Trianto Sabet Penghargaan Bergengsi

Dian Rahmat Trianto meraih Woman’s Inspiration Awards 2026 atas peran besar dalam pengembangan UMKM Tanah Laut hingga mampu bersaing di pasar nasional.
Dian Rahmat Trianto meraih Woman’s Inspiration Awards 2026 atas peran besar dalam pengembangan UMKM Tanah Laut hingga mampu bersaing di pasar nasional.

Pelaihari Jadi Sorotan, Kepemimpinan Dian Rahmat Trianto Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional

Tanah Laut, Kalsel – Peran kepemimpinan perempuan dalam mendorong ekonomi daerah kembali mendapat pengakuan nasional. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Laut, Dian Rahmat Trianto, meraih penghargaan Woman’s Inspiration Awards 2026 pada kategori Woman’s Business Leadership.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, dalam acara yang berlangsung di Convention Hall iNews Tower. Apresiasi diberikan atas kontribusi nyata dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kerajinan daerah.

Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan aktif yang dijalankan Dian Rahmat Trianto dalam membina pelaku UMKM di Tanah Laut. Berbagai program seperti pelatihan keterampilan, kurasi produk, hingga digitalisasi pemasaran menjadi strategi utama untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.

Dian Rahmat Trianto menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif para perajin dan pelaku usaha di daerah.

“Penghargaan ini menjadi milik seluruh pelaku UMKM Tanah Laut. Upaya bersama akan terus diperkuat agar produk lokal semakin kompetitif di pasar nasional,” ujar Dian Rahmat Trianto di Pelaihari.

Dorongan terhadap UMKM tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memperluas akses pasar. Transformasi digital menjadi salah satu kunci penting dalam menjangkau konsumen lebih luas sekaligus meningkatkan nilai jual produk kerajinan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Fauzi, menyoroti pentingnya kontribusi perempuan dalam pembangunan nasional. Arifah Fauzi menekankan bahwa perubahan besar sering berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan. Kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan perubahan nyata di masa depan,” kata Arifah Fauzi.

Woman’s Inspiration Awards 2026 sendiri merupakan ajang penghargaan bagi perempuan Indonesia yang dinilai berhasil memberikan dampak signifikan di berbagai sektor, mulai dari bisnis, sosial, pemerintahan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak perempuan untuk terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

FAQ

1. Apa itu Woman’s Inspiration Awards 2026?
Ajang penghargaan nasional yang diberikan kepada perempuan Indonesia atas kontribusi di bidang bisnis, sosial, pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat.

2. Mengapa Dian Rahmat Trianto mendapat penghargaan?
Karena peran aktif dalam membina UMKM melalui pelatihan, kurasi produk, dan digitalisasi pemasaran.

3. Apa dampak program Dekranasda Tanah Laut?
Meningkatkan kualitas produk kerajinan dan memperluas akses pasar hingga tingkat nasional.

4. Mengapa UMKM penting bagi ekonomi daerah?
UMKM menjadi sektor utama penggerak ekonomi lokal dan penyerap tenaga kerja.

5. Apa harapan pemerintah daerah setelah penghargaan ini?
Mendorong lebih banyak perempuan berperan aktif dalam pengembangan ekonomi daerah.

Kamis, 16 April 2026

UMKM Tasbih Kayu Kaukah Dibina Bea Cukai Banjarmasin Siap Go Internasional

Bea Cukai Banjarmasin mendampingi UMKM tasbih kayu kaukah agar siap ekspor. Edukasi kepabeanan membuka peluang produk lokal menembus pasar global. (Gambar ilustrasi)
Bea Cukai Banjarmasin mendampingi UMKM tasbih kayu kaukah agar siap ekspor. Edukasi kepabeanan membuka peluang produk lokal menembus pasar global. (Gambar ilustrasi)

BANJARMASIN — Kantor Bea Cukai Banjarmasin terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya perajin tasbih berbahan kayu kaukah, agar mampu menembus pasar ekspor dan bersaing di pasar internasional.

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PCK) III Kantor Bea Cukai Banjarmasin, M Ruslieyadi, menyampaikan bahwa kayu kaukah memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama jika diolah menjadi produk tasbih yang memiliki nilai seni dan spiritual tinggi.

“Kayu kaukah ini dikenal menjadi olahan tasbih yang potensinya besar untuk bisa ekspor,” kata M Ruslieyadi di Banjarmasin, Rabu.

Pendampingan UMKM Dari Hulu Hingga Hilir

Dalam upaya memperkuat kesiapan UMKM, Bea Cukai Banjarmasin memberikan pendampingan menyeluruh yang mencakup seluruh proses ekspor, mulai dari tahap awal produksi hingga pengiriman barang ke negara tujuan.

Pendampingan tersebut difokuskan pada pemahaman tata laksana kepabeanan, sehingga para perajin tasbih kayu kaukah di Kalimantan Selatan memiliki bekal yang cukup untuk menjadi eksportir mandiri.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata bahwa peluang ekspor tidak hanya terbuka bagi perusahaan besar, tetapi juga bagi UMKM yang memiliki produk berkualitas dan memahami prosedur yang benar.

“Melalui asistensi ini, kami ingin membantah stigma bahwa ekspor itu hanya dapat dilakukan perusahaan besar,” ujar Ruslieyadi.

Edukasi Praktis, Bukan Sekadar Teori

Bea Cukai Banjarmasin tidak hanya memberikan materi teori, tetapi juga pendekatan praktis yang memudahkan pelaku usaha memahami proses ekspor secara sistematis.

Para perajin mendapatkan pemahaman tentang dokumen ekspor, prosedur administrasi, hingga cara kerja sistem kepabeanan secara menyeluruh.

Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMKM kini mengetahui secara detail dokumen yang harus disiapkan serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum mengekspor produk mereka.

“Jadi edukasi yang diberikan tidak sekadar teori di atas kertas, namun kami secara sistematis membedah seluruh tahapan prosedur ekspor agar mudah dipahami,” katanya.

Bangun Kepercayaan Diri UMKM Untuk Go Global

Langkah proaktif Bea Cukai Banjarmasin ini bertujuan meningkatkan kemandirian sekaligus rasa percaya diri para pelaku UMKM agar berani memanfaatkan peluang pasar global.

Selain itu, pendampingan ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing produk kerajinan lokal, khususnya tasbih kayu kaukah, di tengah persaingan produk internasional.

Dengan kualitas bahan alami dan proses pengerjaan yang unik, tasbih kayu kaukah dinilai memiliki daya tarik tersendiri di pasar luar negeri, terutama di negara-negara dengan permintaan tinggi terhadap produk bernilai spiritual dan kerajinan tangan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM ini hingga produk tasbih kaukah mereka sukses membelah lautan menuju negara tujuan,” kata Ruslieyadi.

Potensi Kayu Kaukah Jadi Komoditas Ekspor Unggulan

Kayu kaukah dikenal sebagai bahan baku yang memiliki nilai estetika tinggi dan aroma khas, sehingga sering dijadikan bahan utama dalam pembuatan tasbih.

Dengan meningkatnya minat pasar internasional terhadap produk kerajinan berbasis bahan alami, peluang ekspor tasbih kayu kaukah dari Kalimantan Selatan dinilai semakin terbuka lebar.

Jika didukung dengan pemahaman kepabeanan yang baik, UMKM lokal memiliki kesempatan besar untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.

Komitmen Berkelanjutan Untuk UMKM

Upaya yang dilakukan Bea Cukai Banjarmasin merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lebih banyak eksportir baru dari sektor UMKM, sekaligus memperkenalkan produk lokal Indonesia ke pasar global.

Langkah ini juga sejalan dengan program nasional untuk meningkatkan nilai ekspor nonmigas melalui penguatan produk kerajinan khas daerah.

FAQ

Apa itu kayu kaukah?
Kayu kaukah adalah jenis kayu yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan tasbih karena memiliki aroma khas dan nilai estetika tinggi.

Mengapa tasbih kayu kaukah berpotensi ekspor?
Karena produk ini memiliki nilai seni, keunikan bahan alami, serta permintaan yang stabil di pasar internasional.

Apa peran Bea Cukai dalam membantu UMKM?
Bea Cukai memberikan pendampingan terkait prosedur ekspor, dokumen kepabeanan, serta edukasi agar UMKM dapat menjadi eksportir mandiri.

Apakah UMKM bisa melakukan ekspor tanpa perusahaan besar?
Ya. Dengan pemahaman prosedur dan dokumen yang tepat, UMKM dapat mengekspor produk secara mandiri.

Apa manfaat pendampingan ekspor bagi UMKM?
Meningkatkan kemampuan ekspor, memperluas pasar, serta menambah potensi pendapatan usaha.