Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Ujian Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ujian Sekolah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2026

Sebanyak 3.935 Siswa SD Di Palangka Raya Ikuti TKA 2026 Dalam Empat Gelombang

Sebanyak 3.935 siswa SD di Palangka Raya mengikuti TKA 2026 yang digelar dalam empat gelombang untuk mengukur capaian akademik sebelum melanjutkan ke jenjang SMP. (ilustrasi)
Sebanyak 3.935 siswa SD di Palangka Raya mengikuti TKA 2026 yang digelar dalam empat gelombang untuk mengukur capaian akademik sebelum melanjutkan ke jenjang SMP. (ilustrasi)

Palangka Raya — Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat sebanyak 3.935 siswa sekolah dasar (SD) akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah kota.

Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026, dengan sistem pembagian menjadi empat gelombang guna memastikan proses ujian berjalan tertib dan sesuai kapasitas masing-masing sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rachmad Winarso, menjelaskan pembagian jadwal menjadi beberapa gelombang dilakukan untuk menyesuaikan ketersediaan perangkat serta jumlah peserta di setiap satuan pendidikan.

Menurutnya, seluruh sekolah dasar di Kota Palangka Raya ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Data Dinas Pendidikan menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini melibatkan 122 sekolah dasar, baik negeri maupun swasta. Seluruh peserta merupakan siswa kelas VI yang akan segera menyelesaikan pendidikan di tingkat SD.

Dengan jumlah peserta yang cukup besar, pengaturan jadwal bertahap dinilai menjadi langkah strategis agar pelaksanaan ujian tetap kondusif dan terorganisasi.

TKA sendiri bertujuan untuk mengukur capaian akademik siswa pada sejumlah mata pelajaran inti sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebagai bagian dari persiapan, seluruh sekolah di Palangka Raya telah melaksanakan gladi bersih sebelum ujian utama dimulai.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis maupun administratif, termasuk penggunaan perangkat ujian serta kesiapan peserta.

Dengan adanya simulasi sebelumnya, diharapkan pelaksanaan ujian dapat berlangsung tanpa hambatan yang berarti.

Dalam pelaksanaan TKA tahun ini, peserta akan mengikuti ujian pada dua mata pelajaran utama, yakni:

  • Bahasa Indonesia

  • Matematika

Setiap mata pelajaran dikerjakan dalam waktu terpisah, sehingga siswa hanya mengerjakan satu mata pelajaran per hari. Dengan skema tersebut, seluruh rangkaian TKA bagi setiap peserta berlangsung selama dua hari.

Selain ujian akademik, kegiatan ini juga terhubung dengan program asesmen nasional.

Para siswa turut diminta mengisi survei karakter dan survei lingkungan belajar sebagai bagian dari upaya evaluasi pendidikan secara menyeluruh.

Hasil TKA nantinya akan ditampilkan dalam bentuk nilai dan kategori capaian yang menunjukkan tingkat penguasaan materi siswa.

Setiap peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian ujian akan memperoleh sertifikat hasil TKA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan. Pencetakan sertifikat dilakukan oleh masing-masing sekolah.

Nilai yang diperoleh siswa dapat dimanfaatkan sebagai salah satu persyaratan dalam penerimaan murid baru (PMB) jenjang SMP atau MTs, khususnya melalui jalur prestasi.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya berharap pelaksanaan TKA tingkat SD tahun 2026 dapat berjalan tertib hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Para siswa juga diimbau untuk mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan, serta tetap percaya diri saat mengerjakan soal ujian.

Dengan kesiapan yang matang, diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh hasil optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Senin, 08 Mei 2023

Bangunan Sekolah Ambruk, Anak Nelayan Gelar Ujian Sekolah di Alam Terbuka

Siswa/i SDN 6 Kuala Sidang Mengikuti Ujian Di Luar Kelas.
Medan, Sumut - Sebanyak 10 siswa kelas 6 Sekolah Dasar Kuala Sidang ikut melaksanakan Ujian Sekolah, Senin (8/5/2023). 

Dari jumlah tersebut, lima siswa di antaranya merupakan siswa SD marjinal, Teluk Gedung yang menginduk ke SD Kuala Sidang.

Meski digelar diluar ruangan kelas, anak-anak tampak semangat mengikuti ujian sekolah sebagai syarat utama mengakhiri jenjang pendidikan mereka di sekolah dasar.

"Dengan terpaksa pelaksanaan ujian kita gelar diluar ruangan kelas, karena kondisi bangunan sekolah mau ambruk anak,” kata Yuharlis dan Ernawati yang mengajar belasan tahun masih berstatus honorer, Senin (8/5/2023).

Diketahui, awal Ramadan kemarin anak-anak mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 terpaksa diliburkan sekolah karena kondisi bangunan dikhawatirkan mengancam keselamatan anak-anak.

“Iya, awal Ramadan anak-anak sudah diliburkan karena bangunan sekolah mau ambruk. Dan, pihak pemerintah kabupaten Mesuji terkesan lepas tangan dengan alasan wilayah berada di kabupaten Tulang Bawang. Kalau sudah tahu demikian, mengapa Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji tidak menyerahkan administrative sekolah ini sejak dulu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Tulang ?. Akibatnya anak-anak dan kami sebagai dewan guru menjadi korban,” ujar Ernawati dan Yuharlis.

Mereka berharap agar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji segera merealisasikan pernyataannya seperti yang disampaikannya melalui sejumalah media.

“Semoga Pak Kadis Pendidikan Kabupaten Mesuji dapat menjembati pemindahan aset sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulang Bawang, agar berbagai masalah kami mulai dari pengangkatan P3K, sarana prasarana sekolah dan lainnya ada harapan dapat terwujud,” harap mereka.     

Ditambahkan Ernawati dan Yuharlis, beberapa bulan terakhir, mereka terpaksa berhutang alat tulis dan kebutuhan hidup sehari-hari di warung setempat karena Dana BOS tahap 1 tahun 2023 belum juga cair.

“Iya, Dana BOS nya belum cair. Hutang di warung makin menumpuk lantaran Dana BOS tahap 2 tahun 2022 lalu hingga kini belum masuk ke rekening, padahal kalau dilihat di website sudah status salur. Aneh kan… hingga kini belum masuk ke rekening !. Kami mohon Bapak Presiden dapat membantu kami, kok sudah 6 bulan status salur tapi belum juga masuk ke rekening sekolah,” Tukas keduanya.

(Rizky Zulianda/RH)