Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Wireless Charging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wireless Charging. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2026

Tes 33 HP Terbaru Ungkap Fakta Mengejutkan, iPhone Kini Rajanya Fast Charging

CNET menguji 33 smartphone terbaru dan menobatkan iPhone 17 Pro sebagai HP dengan pengisian daya tercepat, sementara Galaxy S26 Ultra unggul di charging kabel.
CNET menguji 33 smartphone terbaru dan menobatkan iPhone 17 Pro sebagai HP dengan pengisian daya tercepat, sementara Galaxy S26 Ultra unggul di charging kabel.

JAKARTA - Kecepatan pengisian daya kini menjadi salah satu faktor utama saat orang memilih smartphone. Kamera memang tetap penting, begitu juga performa dan kualitas layar, tetapi banyak pengguna mulai melihat seberapa cepat ponsel bisa kembali penuh saat baterai hampir habis.

Hal itu terlihat dalam pengujian terbaru yang dilakukan CNET terhadap 33 smartphone modern. 

Hasilnya cukup menarik karena Apple berhasil mendominasi peringkat teratas, sementara Samsung menunjukkan kekuatannya di sektor pengisian kabel super cepat.

iPhone 17 Pro keluar sebagai pemenang utama dalam pengujian tersebut. Keunggulan perangkat ini bukan hanya soal angka, tetapi juga konsistensi dalam dua metode pengisian sekaligus, yakni kabel dan nirkabel.

Apple tampaknya mulai memanfaatkan kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak secara lebih efisien. 

Kapasitas baterai iPhone 17 Pro memang tidak sebesar sebagian rival Android, tetapi justru itu yang membuat proses pengisian berlangsung lebih cepat dan stabil.

Dalam pengujian wireless charging, iPhone 17 Pro mampu mencapai 55 persen hanya dalam 30 menit. 

Angka itu membuatnya unggul atas iPhone 17 Pro Max, iPhone 17, hingga Galaxy S26 Ultra.

Dominasi Apple juga terlihat dari daftar lima besar smartphone dengan charging tercepat yang hampir seluruhnya diisi lini iPhone terbaru. Ini menunjukkan strategi Apple mulai berubah. 

Jika sebelumnya perusahaan lebih fokus pada efisiensi daya, kini mereka juga serius mengejar pengalaman pengisian cepat yang praktis untuk pengguna harian.

Namun Samsung belum kehilangan taring.

Galaxy S26 Ultra justru menjadi raja dalam pengisian kabel. Smartphone flagship tersebut mampu mengisi baterai hingga 76 persen hanya dalam waktu setengah jam, angka yang masih sulit disaingi banyak kompetitor.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, kemampuan seperti ini jelas sangat penting. Dalam situasi sibuk, 20 hingga 30 menit charging sering kali menjadi penentu apakah ponsel bisa bertahan seharian atau tidak.

Yang menarik, hasil pengujian ini juga memperlihatkan perbedaan filosofi antara Apple dan Android.

Apple terlihat lebih fokus pada kestabilan dan efisiensi menyeluruh. Sementara beberapa vendor Android, termasuk Samsung dan brand China, cenderung mengejar angka charging setinggi mungkin lewat teknologi daya besar.

Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah Honor Magic 8 Pro. Smartphone ini mampu mencapai 61 persen dalam 30 menit melalui wireless charging 80W. Angka tersebut sebenarnya sangat impresif.

Namun CNET tidak memasukkan Honor ke daftar utama karena teknologi pengisian yang digunakan dianggap tidak sepenuhnya sebanding dengan standar umum perangkat lain. 

Meski begitu, performa tersebut tetap menunjukkan bagaimana vendor China terus mendorong batas teknologi baterai.

Persaingan fast charging saat ini memang semakin ketat. Dulu, fitur ini hanya dianggap pelengkap. 

Sekarang, kecepatan isi daya mulai menjadi nilai jual utama, terutama ketika pengguna semakin bergantung pada smartphone untuk bekerja, hiburan, hingga aktivitas harian.

Pengguna pun kini punya ekspektasi baru. Smartphone premium tidak cukup hanya punya kamera bagus atau chipset kencang. Mereka juga harus bisa mengisi daya dengan cepat, aman, dan konsisten.

Hasil pengujian CNET memperlihatkan bahwa Apple mulai serius menantang dominasi Android di sektor charging cepat. 

Di sisi lain, Samsung masih mempertahankan reputasinya sebagai salah satu pemain paling agresif dalam teknologi pengisian kabel.

Dengan perkembangan seperti ini, persaingan smartphone flagship ke depan kemungkinan tidak lagi hanya soal kamera AI atau performa gaming. 

Fast charging bisa menjadi arena pertarungan baru yang jauh lebih penting bagi pengguna sehari-hari.

Selasa, 12 Mei 2026

iPhone 15 dan Android Flagship Kini Bisa Cas Ponsel Lain, Ini Cara Menggunakannya

Reverse charging memungkinkan ponsel mengisi daya ponsel lain lewat USB-C atau nirkabel. Fitur ini kini tersedia di banyak Android flagship dan iPhone terbaru.
Reverse charging memungkinkan ponsel mengisi daya ponsel lain lewat USB-C atau nirkabel. Fitur ini kini tersedia di banyak Android flagship dan iPhone terbaru.

JAKARTA - Fitur mengisi daya ponsel menggunakan ponsel lain atau reverse charging kini semakin umum digunakan pada smartphone modern, terutama perangkat Android flagship dan beberapa ponsel kelas menengah dengan baterai besar. Teknologi ini memungkinkan ponsel bertindak seperti power bank melalui kabel USB-C maupun secara nirkabel.

Reverse charging bekerja dengan cara menyalurkan daya dari satu perangkat ke perangkat lain melalui koneksi USB-C. Saat dua smartphone yang mendukung fitur tersebut dihubungkan, sistem akan menentukan perangkat mana yang menjadi sumber daya melalui protokol USB Power Delivery.

Pada sebagian besar perangkat, opsi menerima atau mengirim daya akan muncul otomatis di menu pop-up atau pengaturan koneksi USB saat kabel terpasang.

Selain melalui kabel, beberapa smartphone flagship juga mendukung reverse charging nirkabel. Pengguna hanya perlu menempatkan ponsel pemberi daya dengan posisi layar menghadap bawah, lalu meletakkan perangkat penerima di atasnya dengan posisi saling menempel pada bagian belakang.

Namun, pengisian daya nirkabel dinilai jauh lebih lambat dibanding metode kabel. Kecepatannya rata-rata hanya sekitar 5 hingga 7,5 watt. Selain itu, ponsel donor juga kehilangan daya lebih besar dibanding jumlah energi yang diterima perangkat lain.

Dalam kondisi baterai yang relatif setara, daya yang hilang dari perangkat pemberi bisa mencapai 20–25 persen, sementara ponsel penerima biasanya hanya memperoleh tambahan sekitar 10 persen.

Sementara itu, reverse charging menggunakan kabel dinilai lebih efisien karena mampu berjalan pada daya 10 hingga 27 watt. Meski demikian, teknologi ini tetap belum mampu menandingi pengisian cepat langsung dari adaptor listrik modern yang kini bisa mencapai 45, 80, hingga 100 watt.

Laporan tersebut menyebut reverse charging kini sudah menjadi fitur umum pada banyak smartphone Android premium, bahkan mulai hadir di perangkat dengan harga lebih terjangkau yang memiliki kapasitas baterai besar.

Untuk perangkat Apple, fitur ini baru tersedia sejak kehadiran iPhone 15 dan iPhone 16 yang menggunakan port USB-C. Sebelumnya, iPhone belum mendukung reverse charging sama sekali.

Meski sudah bisa berbagi daya lewat kabel, Apple hingga kini masih belum menghadirkan fitur reverse charging nirkabel pada iPhone.

Kehadiran reverse charging membuat smartphone semakin fleksibel digunakan dalam situasi darurat, terutama ketika tidak tersedia adaptor atau power bank. Meski begitu, pengguna tetap disarankan menggunakan pengisian daya langsung dari adaptor listrik untuk efisiensi dan kecepatan yang lebih optimal.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Xiaomi Launches 10,000mAh Power Bank with Stand, Display, and Built-in Cable

Xiaomi Magnetic Power Bank Stand 10,000mAh with foldable stand and built-in cable
Xiaomi Magnetic Power Bank Stand 10,000mAh with foldable stand and built-in cable.

Xiaomi has officially launched the Magnetic Power Bank Stand with a 10,000mAh capacity in China on Friday (Aug 9, 2025). The device supports fast charging up to 33 watts via cable and up to 15 watts wirelessly, featuring an 80-degree foldable stand that lets users watch videos comfortably while charging.

Designed for iPhones with MagSafe starting from the iPhone 12 series (except the iPhone 16E), this power bank uses 17 built-in magnets to attach securely to the phone’s body. Xiaomi recommends using it without a case for the best results. It also comes with a built-in USB-C cable featuring an L-shaped connector, supporting 33-watt output and 30-watt input. Its wireless charging works with 5W, 7.5W, 10W, and 15W power levels, compatible with Qi-standard devices.

Another highlight is the small front display that shows the remaining battery level, charging status, and error indicators. Inside, it packs two 5,000mAh battery cells totaling 37Wh, capable of fully charging a Xiaomi 15 Pro or iPhone 16 Pro up to two times. This power bank can charge up to three devices simultaneously — two via cable and one wirelessly — and is compatible with devices from Xiaomi, Apple, Huawei, OnePlus, Oppo, and Vivo.

The product is available in four colors: blue, purple, brown, and gray. In China, it’s priced at 169 yuan (around $23). While there’s no official word on its global release, accessories with built-in stands and MagSafe support are expected to grow in popularity among flagship smartphone users.

Xiaomi Rilis Power Bank 10.000 mAh dengan Stand, Layar, dan Kabel Bawaan

Power bank Xiaomi Magnetic Power Bank Stand 10.000 mAh dengan stand lipat dan kabel bawaan
Power bank Xiaomi Magnetic Power Bank Stand 10.000 mAh dengan stand lipat dan kabel bawaan.

JAKARTA - Xiaomi resmi merilis Magnetic Power Bank Stand berkapasitas 10.000 mAh di China, Jumat (9/8/2025). Perangkat ini mendukung pengisian cepat hingga 33 watt lewat kabel dan hingga 15 watt secara nirkabel, dilengkapi stand lipat 80 derajat untuk memudahkan pengguna menonton video sambil mengisi daya.

Didesain untuk iPhone dengan MagSafe mulai seri iPhone 12 (kecuali iPhone 16E), power bank ini memakai 17 magnet bawaan agar menempel kuat di bodi ponsel. Xiaomi menyarankan penggunaan tanpa case untuk hasil terbaik. 

Tak hanya itu, produk ini juga membawa kabel USB-C bawaan dengan konektor L-shape, mendukung output 33 watt dan input 30 watt. 

Wireless charging-nya kompatibel dengan daya 5W, 7,5W, 10W, dan 15W sesuai standar Qi.

Fitur lain yang jadi sorotan adalah layar kecil di bagian depan untuk menampilkan sisa daya baterai, status pengisian, dan indikator error. 

Di dalamnya terpasang dua sel baterai 5.000 mAh yang totalnya setara 37 Wh, mampu mengisi penuh Xiaomi 15 Pro atau iPhone 16 Pro hingga dua kali. 

Power bank ini juga bisa mengisi tiga perangkat sekaligus dua lewat kabel dan satu secara nirkabel serta kompatibel dengan perangkat dari Xiaomi, Apple, Huawei, OnePlus, Oppo, hingga Vivo.

Xiaomi menawarkan produk ini dalam empat pilihan warna: biru, ungu, cokelat, dan abu-abu. Di China, harganya dibanderol 169 yuan atau sekitar Rp 360 ribu. 

Kehadiran perangkat ini menambah opsi power bank ringkas dengan fungsi ekstra untuk pengguna ponsel premium. 

Belum ada informasi resmi soal kapan produk ini akan masuk pasar global, namun tren aksesori dengan fungsi stand dan MagSafe diprediksi akan semakin populer di kalangan pengguna smartphone flagship.