Berita BorneoTribun: Wisata Budaya hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2026

Pesta Adat Lom Plai 2026 Di Kaltim, Tradisi Dayak Wehea Tetap Eksis

Pesta Adat Lom Plai 2026 di Kaltim jadi bukti kuat pelestarian budaya Dayak Wehea, lengkap dengan rangkaian ritual unik dan masuk kalender KEN 2026.
Pesta Adat Lom Plai 2026 di Kaltim jadi bukti kuat pelestarian budaya Dayak Wehea, lengkap dengan rangkaian ritual unik dan masuk kalender KEN 2026.

KUTAI TIMUR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal. Salah satunya lewat penyelenggaraan Pesta Adat Lom Plai 2026 yang digelar di Desa Nehas Liah Bing, Kabupaten Kutai Timur.

Acara ini bukan sekadar seremoni biasa. Lebih dari itu, Lom Plai jadi simbol kuat bagaimana masyarakat Dayak Wehea tetap menjaga identitas budaya mereka di tengah gempuran modernisasi.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa tradisi ini punya makna mendalam bagi masyarakat setempat.

“Pesta adat Lom Plai bukan hanya bentuk rasa syukur atas hasil panen, tapi juga bukti nyata keteguhan masyarakat Dayak Wehea dalam menjaga budaya,” ujarnya saat dikonfirmasi di Samarinda, Senin.

Yang bikin makin menarik, rangkaian acara Lom Plai 2026 ini juga masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Artinya, event ini punya daya tarik nasional bahkan berpotensi mendunia.

Rangkaian Ritual Sarat Makna

Tradisi Lom Plai dimulai sejak 23 Maret lewat prosesi sakral Ngesea Egung atau pemukulan gong sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian acara.

Setelah itu, masyarakat adat menjalankan ritual Laq Pesyai dengan berjalan bersama menuju hulu Sungai Wehea. Tujuannya? Mengambil hasil hutan seperti buah dan rotan yang nantinya dipakai dalam upacara adat.

Ritual berlanjut dengan Naq Pesyai Duq Min dan Wet Min, yang jadi simbol penegasan batas wilayah hulu dan hilir kampung menggunakan anyaman rotan.

Keunikan budaya Dayak Wehea juga terlihat dalam ritual Ngelwung Pan. Di sini, perempuan adat menjalankan prosesi spiritual tertutup di bawah rumah keturunan Hepui.

Masuk bulan April, suasana makin terasa. Warga mulai membangun pondok darurat di pinggir sungai lewat tradisi Naq Jengea sebagai persiapan menuju puncak acara.

Puncak Acara Penuh Atraksi Budaya

Momen paling ditunggu tentu saja Bob Jengea atau puncak perayaan. Di sini, berbagai atraksi budaya ditampilkan, mulai dari pawai adat, tarian Hudoq, hingga aksi perang-perangan di atas sungai yang dikenal dengan Seksiang.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan ritual Embos Epaq Plai pada 29 April 2026. Ritual ini dipercaya sebagai proses pembersihan kampung dari hal-hal buruk sekaligus doa untuk musim tanam berikutnya.

Ririn berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat terus terjaga agar tradisi ini tetap lestari.

“Kami ingin tradisi ini terus hidup sebagai warisan budaya bangsa,” katanya.

Potensi Besar Wisata Budaya

Dengan masuknya Lom Plai ke dalam KEN 2026, peluang untuk menarik wisatawan semakin besar. Event ini bukan cuma soal budaya, tapi juga jadi pintu masuk untuk mengenalkan kekayaan lokal Kalimantan Timur ke dunia luar.

Buat kamu yang suka wisata budaya, Lom Plai jelas jadi salah satu event yang wajib masuk wishlist tahun ini.

FAQ

1. Apa itu Pesta Adat Lom Plai?
Pesta adat tahunan masyarakat Dayak Wehea sebagai bentuk syukur panen sekaligus pelestarian budaya.

2. Di mana Lom Plai 2026 digelar?
Di Desa Nehas Liah Bing, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

3. Kapan puncak acara Lom Plai 2026?
Berlangsung hingga puncaknya di bulan April 2026, dengan penutupan pada 29 April.

4. Apa saja daya tarik utama Lom Plai?
Ritual adat, tarian Hudoq, pawai budaya, dan atraksi perang di sungai (Seksiang).

5. Apakah Lom Plai masuk event nasional?
Ya, termasuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Rabu, 04 Maret 2026

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi

Singkawang Kukuhkan Status Kota Toleransi Lewat Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Singkawang Kukuhkan Status Kota Toleransi Lewat Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026

Singkawang, Kalbar -- Singkawang kembali menegaskan reputasinya sebagai kota toleransi di Indonesia melalui perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Festival Cap Go Meh 2026 yang digelar meriah di pusat Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3/2026). 

Ribuan warga serta sejumlah pejabat tinggi negara hadir menyaksikan pembukaan yang ditandai dengan pemukulan Loku sebagai simbol dimulainya rangkaian perayaan budaya terbesar di Kalimantan Barat.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Sebanyak 722 peserta ambil bagian dalam arak-arakan budaya, mulai dari parade naga, barongsai, Tatung, hingga kendaraan hias yang memenuhi ruas jalan utama kota. Kehadiran wisatawan domestik dan mancanegara semakin menguatkan posisi Singkawang sebagai destinasi unggulan pariwisata budaya nasional.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Duta Besar

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Perayaan ini turut dihadiri Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok dan Duta Besar Seychelles untuk Indonesia.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa kehadiran para tokoh nasional mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Makna Simbol Kuda Api di Tahun 2577 Kongzili

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengajak masyarakat memaknai simbol Kuda Api yang menaungi tahun ini. Kuda melambangkan kerja keras, ketangguhan, dan kecepatan, sementara api mencerminkan energi, keberanian, serta semangat menghadapi tantangan zaman.

Momentum ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Lampion Imlek yang menerangi malam kota berpadu dengan suasana ibadah Ramadan, menghadirkan harmoni yang memperlihatkan wajah toleransi Kalimantan Barat.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Menurutnya, perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan dan membangun daerah yang lebih maju serta sejahtera.

Parade Tatung dan Warisan Budaya Dunia

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Puncak Festival Cap Go Meh Singkawang ditandai dengan parade Tatung, tradisi spiritual yang telah diwariskan lintas generasi. Ritual ini menjadi daya tarik utama wisatawan sekaligus simbol keberanian dan keyakinan budaya masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat.

Festival Cap Go Meh Singkawang kini telah masuk dalam program Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menegaskan perannya sebagai agenda nasional yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Harmoni Sosial Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]
Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar pergantian tahun lunar, tetapi refleksi sejarah panjang Singkawang sebagai ruang perjumpaan budaya sejak abad ke-18.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid dalam membuka ruang pengakuan Hari Raya Imlek sebagai bagian dari identitas nasional.

Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono menyebut Singkawang sebagai etalase keberagaman Indonesia yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global saat ini.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat infrastruktur strategis dan konektivitas antarwilayah guna mendukung sektor pariwisata serta menarik investasi. Harmoni sosial dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Perayaan bertema Harmoni Imlek Nusantara ini diharapkan semakin mengukuhkan Singkawang sebagai kota modern yang tetap berakar kuat pada nilai budaya dan toleransi.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]
Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

FAQ Seputar Imlek 2577 dan Cap Go Meh Singkawang 2026

1. Kapan perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh digelar di Singkawang?
Perayaan berlangsung pada 3 Maret 2026 dengan rangkaian acara budaya hingga puncak parade Tatung.

2. Apa daya tarik utama Cap Go Meh Singkawang?
Parade Tatung, arak-arakan naga dan barongsai, serta kendaraan hias yang melibatkan ratusan peserta.

3. Mengapa Singkawang disebut kota toleransi?
Karena masyarakat Tionghoa, Melayu, dan Dayak hidup berdampingan harmonis sejak ratusan tahun lalu.

4. Apakah acara ini berdampak pada ekonomi daerah?
Ya, festival ini mendorong pariwisata, UMKM, investasi, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]
Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Minggu, 01 Maret 2026

Pawai Lampion Singkawang 2026 Diikuti 79 Kelompok Warga dan Wisatawan Bersiap Padati Kota

79 Kelompok Ramaikan Pawai Lampion Singkawang, Imlek dan Cap Go Meh 2026 Makin Semarak
Sebanyak 79 kelompok meramaikan Pawai Lampion Singkawang dalam rangka Imlek dan Cap Go Meh 2026. Event budaya ini menjadi daya tarik wisata unggulan dengan rute pusat kota dan antusiasme tinggi.

79 Kelompok Ramaikan Pawai Lampion Singkawang, Imlek dan Cap Go Meh 2026 Makin Semarak

Singkawang, Kalbar – Sebanyak 79 kelompok dipastikan ambil bagian dalam Pawai Lampion yang digelar di Singkawang, Minggu malam, sebagai rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata unggulan yang selalu dinanti masyarakat dan wisatawan.

Pawai Lampion, Imlek Singkawang, Cap Go Meh 2026

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyampaikan bahwa puluhan peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD dan BUMN, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat umum.

Menurutnya, jumlah 79 kelompok masih bersifat sementara. Panitia tidak membatasi jumlah peserta sehingga kemungkinan besar angka tersebut masih akan bertambah menjelang pelaksanaan. Tingginya animo masyarakat menjadi bukti kuat bahwa tradisi ini tetap hidup dan terus berkembang.

Rute Pawai Lampion Singkawang 2026

Pawai dijadwalkan mulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan titik awal di depan Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus. Rombongan peserta akan melintasi sejumlah ruas jalan utama kota, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Niaga, Jalan Budi Utomo, Jalan Kurau, dan Jalan Setia Budi.

Setelah itu, arak-arakan akan kembali melewati Jalan Niaga dan Jalan Stasiun sebelum akhirnya finis di Gedung Happy Building dan Jalan GM Situt.

Rute ini dipilih karena berada di pusat kota dan menjadi kawasan strategis yang memudahkan masyarakat menyaksikan kemeriahan lampion warna-warni yang menghiasi malam perayaan.

Persiapan Teknis Hampir Rampung

Panitia memastikan seluruh persiapan teknis hampir selesai. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan panggung kehormatan di depan Kantor Wali Kota Singkawang. Panggung tersebut disiapkan khusus bagi tamu VVIP, VIP A, dan VIP B yang akan menyaksikan langsung jalannya pawai.

Dengan kesiapan yang telah mencapai 100 persen untuk panggung utama, panitia optimistis acara berjalan tertib dan lancar.

Antusiasme Masyarakat dan Daya Tarik Wisata

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang dikenal luas sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Bahkan, kota ini kerap dijuluki sebagai destinasi utama wisata budaya Tionghoa saat Cap Go Meh tiba.

Partisipasi 79 kelompok menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelajar, hingga komunitas. Tidak hanya sekadar pawai, acara ini menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kebersamaan masyarakat multietnis di Singkawang.

Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer budaya yang kental, Pawai Lampion bisa menjadi momen terbaik untuk berkunjung dan menikmati keindahan lampion, pertunjukan seni, serta semarak perayaan yang penuh warna.

FAQ Seputar Pawai Lampion Singkawang 2026

1. Kapan Pawai Lampion digelar?
Minggu malam, mulai sekitar pukul 20.00 WIB.

2. Berapa jumlah peserta yang ikut?
Sebanyak 79 kelompok dan masih berpotensi bertambah.

3. Dari mana saja peserta berasal?
OPD, BUMD, BUMN, pelajar, mahasiswa, dan berbagai komunitas masyarakat.

4. Di mana titik start dan finis pawai?
Start di depan Kantor Wali Kota Singkawang dan finis di Gedung Happy Building serta Jalan GM Situt.

5. Apakah acara ini terbuka untuk umum?
Ya, masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan langsung di sepanjang rute pawai.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop

Semarak 727 Tatung di Festival Cap Go Meh Singkawang Tahun Ini

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan
Sebanyak 727 tatung meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 di Kalimantan Barat. Perayaan budaya ini hadirkan pejabat nasional dan simbol toleransi di bulan Ramadhan.

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan

SINGKAWANG -- Sebanyak 727 tatung dipastikan ambil bagian dalam Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang digelar pada Selasa 3 Maret 2026. Perayaan budaya tahunan ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kategori dan akan dihadiri pejabat nasional hingga perwakilan luar negeri, menjadikannya salah satu agenda wisata budaya terbesar di Indonesia.

Festival Cap Go Meh, Tatung Singkawang, Wisata Budaya menjadi sorotan utama dalam perayaan tahun ini. Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyebutkan total 727 tatung telah terdaftar resmi untuk memeriahkan pawai budaya tersebut.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 523 tatung dengan tandu, 108 tanpa tandu, 75 miniatur, 15 jelangkung, tiga naga, dua barongsai, serta satu rombongan jalan kaki. Partisipasi tinggi ini menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah lama menjadi identitas Kota Singkawang.

Undangan untuk Pejabat Nasional dan Tamu Luar Negeri

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang, Mokhllis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyebarkan 736 undangan kepada tokoh nasional dan pejabat negara. Hingga saat ini, sebanyak 102 undangan telah dikonfirmasi kehadirannya.

Sejumlah tokoh penting yang diundang antara lain Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif.

Selain itu, turut diundang Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Maluku Utara, perwakilan BPK RI, serta Sekretaris BNPP RI. Festival ini juga dijadwalkan dihadiri Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia serta tokoh nasional Oesman Sapta Odang.

Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan hanya agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang tumbuh dari tradisi dan keberagaman masyarakat.

Menurutnya, momentum ini menjadi simbol nyata harmoni antar-umat beragama dan antar-etnis di Kota Singkawang. Tahun ini, perayaan terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Pemerintah daerah bersama panitia Imlek dan Cap Go Meh serta panitia Ramadhan Fair berkolaborasi menghias kota secara bersama-sama. Sinergi ini memperlihatkan bahwa toleransi dan kerukunan tetap terjaga di tengah perbedaan.

“Inilah yang dapat kita tunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah dan membanggakan,” ujar wali kota.

Dorong Promosi untuk Tingkatkan Wisata

Pemerintah Kota Singkawang juga mendorong penguatan promosi agar Festival Cap Go Meh semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan strategi promosi yang lebih masif, diharapkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara meningkat signifikan. Festival ini ditargetkan menjadi agenda budaya tahunan paling dinantikan serta memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.

Antusiasme ratusan tatung, dukungan pemerintah, dan kolaborasi lintas budaya menjadi daya tarik utama yang patut Anda saksikan langsung di Singkawang tahun ini.

FAQ Seputar Festival Cap Go Meh Singkawang 2026

1. Kapan Festival Cap Go Meh 2026 digelar?
Festival berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.

2. Berapa jumlah tatung yang ikut serta?
Sebanyak 727 tatung dari berbagai kategori dipastikan ambil bagian.

3. Apa makna Festival Cap Go Meh di Singkawang?
Festival ini merupakan simbol harmoni antar-etnis dan antar-umat beragama serta warisan budaya yang menjadi identitas Kota Singkawang.

4. Apakah ada tamu penting yang hadir?
Ya, sejumlah pejabat nasional dan perwakilan luar negeri dijadwalkan menghadiri acara ini.

5. Mengapa perayaan tahun ini istimewa?
Karena berlangsung bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, mencerminkan kuatnya toleransi di Singkawang.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop