Berita BorneoTribun: Xiaomi 17 hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Xiaomi 17. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Xiaomi 17. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2026

Xiaomi 17 Ultra Resmi Diuji: Kamera Leica Zoom Jadi Raja Baru, Tapi Ada Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Beli

Xiaomi 17 Ultra Resmi Diuji: Kamera Leica Zoom Jadi Raja Baru, Tapi Ada Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Beli
Xiaomi 17 Ultra Resmi Diuji: Kamera Leica Zoom Jadi Raja Baru, Tapi Ada Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Beli.

JAKARTA - Baru keluar dari kotak, Xiaomi 17 Ultra langsung bikin dunia smartphone panas. Bukan cuma karena namanya besar, tapi karena ponsel ini datang membawa “paket lengkap” yang sulit ditandingi: kamera Leica super canggih, layar mewah, performa buas, dan desain premium. Tapi… apakah benar ini HP Android terbaik saat ini? Yuk, kita bahas dengan bahasa yang santai tapi tetap tajam.

Kesan Awal: Flagship Rasa Sultan dari Xiaomi

Xiaomi 17 Ultra benar-benar terasa seperti ponsel kelas atas dari segala sisi. Bezel layar super tipis bikin tampilannya kelihatan modern dan mahal. Layarnya pakai panel OLED yang sangat terang, tajam, dan nyaman buat nonton atau main game lama-lama.

Dari sisi performa, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 memberikan tenaga yang kencang untuk apa pun: gaming berat, multitasking, sampai editing foto dan video. Ditambah lagi, sistem speaker-nya termasuk yang terbaik di kelas smartphone saat ini—suara kencang, jernih, dan terasa “hidup”.

Kamera Leica: Inilah Alasan Utama Xiaomi 17 Ultra Dibicarakan

Nah, bagian ini yang paling bikin heboh.
Xiaomi kembali menggandeng Leica, dan hasilnya bukan main-main.

  • Sensor utama 1 inci dengan dynamic range luar biasa

  • Detail foto sangat tajam, bahkan di kondisi cahaya sulit

  • Zoom optik Leica APO yang bikin foto jarak jauh tetap bersih dan stabil

Secara kualitas, kamera Xiaomi 17 Ultra berani menantang Galaxy S25 Ultra dan iPhone 17 Pro. Bahkan di banyak kondisi, hasil fotonya terlihat lebih “hidup” dan dramatis.

Meski begitu, dalam perbandingan tipis, Vivo X300 Pro masih sedikit unggul di beberapa skenario fotografi. Artinya? Xiaomi 17 Ultra ada di level elite, bukan sekadar “kamera bagus”.

Catatan Kecil: Hampir Sempurna, Tapi Belum 100%

Meski nyaris tanpa cela, tetap ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan:

  • Software kamera masih perlu polesan, terutama soal reproduksi warna

  • Belum ada sistem analisis otomatis foto seperti teknologi LUMO di Oppo X9 Pro

  • Saat dipaksa kerja ekstrem, performa chip tetap bisa mengalami throttling, meski masih tergolong wajar di kelas flagship

Soal pengisian daya, di atas kertas 90 watt terdengar cepat. Tapi dalam penggunaan sehari-hari, beberapa kompetitor ternyata bisa mengisi baterai lebih ngebut.

Harga Xiaomi 17 Ultra: Mahal, Tapi Masuk Akal?

Di China, Xiaomi 17 Ultra dijual mulai 7.000 yuan, atau sekitar Rp15,7 jutaan.

Untuk versi impor, harganya berada di kisaran €860 atau sekitar Rp14,9 jutaan, tergantung penjual.
Peluncuran global diperkirakan terjadi di Mobile World Congress (MWC) bulan Maret, meski Xiaomi belum mengonfirmasi secara resmi.

⚠️ Catatan penting:
Versi global kemungkinan akan memiliki fitur lebih sedikit dibanding versi China, meskipun harganya justru lebih mahal. Ini jadi pertimbangan serius sebelum membeli.

Kesimpulan: Siapa yang Cocok Beli Xiaomi 17 Ultra?

Xiaomi 17 Ultra adalah smartphone flagship super lengkap yang unggul di hampir semua aspek, terutama kamera. Cocok buat kamu yang:

✅ Mengutamakan kualitas kamera kelas profesional
✅ Ingin performa cepat tanpa kompromi
✅ Cari HP Android premium yang beda dari yang lain

Tapi kalau kamu tipe pengguna yang mengejar charging super cepat atau ingin software kamera yang benar-benar “matang”, ada baiknya menunggu update berikutnya atau membandingkan dengan rival sekelas.

👉 Singkatnya: Xiaomi 17 Ultra bukan cuma ponsel mahal—ini adalah pernyataan serius Xiaomi di kelas flagship.

Selasa, 30 September 2025

Xiaomi 17 Predicted to Struggle Against iPhone 17 in China

Xiaomi 17 series unveiled in China in September 2025
Xiaomi 17 series unveiled in China in September 2025.

Xiaomi officially launched its flagship Xiaomi 17 series in China on September 25, 2025. However, things might not go as smoothly as planned. 

Renowned analyst Ming-Chi Kuo predicts that sales of the new lineup could fall short compared to last year’s Xiaomi 15 series. 

He estimates shipments will reach only around 8 million units—about 20% lower than the original 10 million target. 

The main reasons behind this decline are weak demand for the standard model and growing competition from Apple’s iPhone 17.

Kuo explained that Xiaomi initially expected the standard model to contribute around 50–55% of sales. In reality, it only accounts for 15–20%. 

Even though the Xiaomi 17 Pro and 17 Pro Max versions are receiving extra orders, they aren’t enough to offset the drop. 

“The biggest problem lies in the standard model’s much lower-than-expected sales. This could drag the overall performance of the 17 series below its predecessor,” Kuo noted in his analysis.

The situation is further complicated by Apple’s aggressive push with the iPhone 17, which now comes with a 120Hz display on the base model. 

This feature makes it far more appealing to consumers, especially younger buyers who value smoother visuals. As a result, many shoppers are choosing Apple over Xiaomi. 

“The iPhone 17 is putting significant pressure on Xiaomi in the premium market. With Xiaomi’s market share at only about 15% in this segment, competition is heating up,” Kuo added.

If sales fail to pick up during China’s Golden Week holiday (October 1–7), which is typically a shopping peak, Xiaomi may have no choice but to slash prices to stimulate demand. 

While discounts could help clear inventory, they also risk cutting into profit margins and impacting the company’s financial performance in the next quarter.

For now, Kuo’s forecast mainly concerns the Chinese market, but the ripple effect could spread globally. 

If Xiaomi loses its footing in its home market, its position in the international premium smartphone space could also weaken. 

For consumers, this might translate to big discounts on the Xiaomi 17 series. 

But for Xiaomi, it’s a wake-up call to rethink its strategy and push harder in a highly competitive market.

Xiaomi 17 Terancam Gagal Bersaing dengan iPhone 17 di Pasar China

Tampilan Xiaomi 17 series yang dirilis di China pada September 2025
Tampilan Xiaomi 17 series yang dirilis di China pada September 2025.

JAKARTA - Xiaomi resmi merilis seri smartphone flagship terbarunya, Xiaomi 17, di Tiongkok pada 25 September 2025. 

Namun, kabar kurang menyenangkan datang dari analis ternama Ming-Chi Kuo yang memprediksi penjualan seri ini bisa lebih rendah dibanding pendahulunya, Xiaomi 15. 

Menurut catatannya, pengapalan Xiaomi 17 kemungkinan hanya akan mencapai sekitar 8 juta unit, atau 20% lebih sedikit dari target awal yang dipatok 10 juta unit. 

Penyebab utama diperkirakan adalah rendahnya minat konsumen terhadap model standar dan meningkatnya dominasi iPhone 17 di pasar.

Kuo menjelaskan, awalnya Xiaomi berharap model standar bisa menyumbang 50–55% penjualan. Namun kenyataannya, kontribusinya hanya 15–20%. 

Kondisi ini sulit ditutupi meski varian Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max mendapat tambahan permintaan. 

“Masalah terbesar adalah penjualan model standar yang jauh di bawah ekspektasi. Hal ini membuat keseluruhan kinerja seri 17 berpotensi lebih buruk dari seri sebelumnya,” ujar Kuo dalam analisanya.

Situasi Xiaomi makin rumit dengan kehadiran iPhone 17, yang di tahun ini hadir dengan layar 120Hz pada model dasarnya.

Fitur itu membuat iPhone lebih menarik di mata konsumen, terutama kalangan muda yang mengutamakan pengalaman visual. Tak heran jika banyak calon pembeli akhirnya beralih ke produk Apple. 

“iPhone 17 berhasil memukul posisi Xiaomi di segmen premium. Dengan pangsa pasar Xiaomi yang hanya sekitar 15% di kategori ini, persaingan semakin ketat,” tambah Kuo.

Jika tren penjualan tak membaik, terutama di masa Golden Week (1–7 Oktober) yang biasanya menjadi puncak belanja masyarakat Tiongkok, Xiaomi kemungkinan besar harus memangkas harga untuk menarik minat pasar. Strategi diskon dianggap sebagai langkah cepat agar stok tak menumpuk. 

Namun, pemangkasan harga berpotensi memangkas margin keuntungan, yang bisa memengaruhi laporan keuangan perusahaan pada kuartal berikutnya.

Meski prediksi ini masih terbatas pada pasar domestik Tiongkok, dampaknya bisa meluas. Jika Xiaomi gagal menjaga momentum di pasar terbesar mereka, posisi global perusahaan di segmen premium juga bisa ikut goyah. 

Bagi konsumen, potensi diskon besar-besaran pada seri Xiaomi 17 mungkin jadi kabar baik, tapi bagi Xiaomi, ini sinyal alarm keras yang harus segera direspons dengan strategi lebih agresif.