Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Yordania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yordania. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2026

Rangnick Puji Peran Pemain Pengganti Saat Austria Tekuk Yordania 3-1 di Piala Dunia 2026

Ralf Rangnick memuji peran Marko Arnautovic dan para pemain pengganti setelah Austria mengalahkan Yordania 3-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di San Francisco.
Ralf Rangnick memuji peran Marko Arnautovic dan para pemain pengganti setelah Austria mengalahkan Yordania 3-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di San Francisco.

JAKARTA - Austria mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Yordania di San Francisco. Seusai pertandingan, pelatih Ralf Rangnick memuji kontribusi para pemain pengganti, terutama Marko Arnautovic, yang membantu timnya mengamankan tiga poin.

Austria unggul lebih dulu melalui gol Romano Schmid pada babak pertama. Namun, lima menit setelah jeda, Ali Olwan menyamakan kedudukan untuk Yordania dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Austria sempat mencetak gol yang kemudian dianulir. Tim asuhan Ralf Rangnick akhirnya kembali memimpin setelah Yazan Al Arab melakukan gol bunuh diri.

Marko Arnautovic, yang masuk pada awal babak kedua menggantikan Sasa Kalajdzic, memastikan kemenangan Austria lewat gol pada menit ke-102.

Kemenangan tersebut membuat Austria selalu menang dalam pertemuan pertama mereka di Piala Dunia melawan tim dari benua berbeda.

Pada usia 37 tahun 59 hari, Arnautovic juga menjadi pemain Austria tertua yang tampil di Piala Dunia. Ia tercatat sebagai pemain Eropa tertua keempat yang berhasil mencetak gol di turnamen tersebut, hanya berada di belakang Pepe, Cristiano Ronaldo, dan Gunnar Gren.

Yordania memberikan perlawanan ketat sepanjang pertandingan. Kedua tim sama-sama melepaskan 11 tembakan dan empat di antaranya mengarah ke gawang. Tim debutan Piala Dunia itu juga sempat membentur mistar gawang, meski hanya mencatat expected goals (xG) sebesar 0,5.

"Ini pertandingan yang sangat sulit. Yordania benar-benar membuat hidup kami rumit," kata Rangnick.

"Pergantian pemain sangat membantu kami. Mereka membawa kualitas tambahan dalam permainan. Marko sangat penting dan kehadiran fisiknya memberi pengaruh besar bagi tim."

Rangnick menjelaskan keputusan memasukkan Arnautovic saat turun minum dilakukan setelah Kalajdzic kesulitan menghadapi intensitas pertandingan.

Di kubu lawan, pelatih Yordania Jamal Sellami menilai hasil akhir tidak mencerminkan penampilan timnya.

"Saya rasa hasil pertandingan tidak mencerminkan usaha yang dilakukan tim Yordania. Tetapi saya bangga dengan penampilan mereka," ujar Sellami.

"Tidak banyak yang mengira kami akan bermain seberani itu dan mampu memanfaatkan peluang yang ada."

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Austria dalam persaingan fase grup Piala Dunia 2026. Sementara itu, meski gagal meraih poin pada laga debut mereka di turnamen tersebut, Yordania mendapat banyak hal positif dari penampilan kompetitif yang ditunjukkan melawan wakil Eropa itu.

Senin, 12 April 2021

Raja Abdullah, Pangeran Yordania Tampil Bersama Sejak Krisis di Istana

Raja Yordania Abdullah II dan Pangeran Hamzah tampil bersama mengunjungi sebuah mausoleum di mana nenek moyang mereka dimakamkan, Minggu (11/4).

BorneoTribun Internasional -- TV pemerintah Yordania, Minggu (11/4) menunjukkan, Raja Yordania Abdullah, tampil di depan umum bersama saudara tirinya Pangeran Hamzah. Ini merupakan penampilan bersama pertama mereka sejak krisis di istana yang melibatkan pangeran Hamzah mengguncang kerajaan itu.

Tayangan tersebut menunjukkan sekelompok bangsawan Yordania di sebuah mausoleum di mana nenek moyang mereka dimakamkan, pada peringatan 100 tahun berdirinya kerajaan itu.

Akun Twitter istana mempublikasikan foto kelompok tersebut di sebuah pemakaman dengan judul " Raja Abdullah II, Putra Mahkota HRH Al Hussein ... dan Hamzah bin Al Hussein ... mengunjungi makam mendiang Raja Abdullah I".

Semua memakai pakaian sipil, selain Hussein, pewaris takhta, yang mengenakan pakaian militer.

Yordania, Minggu memperingati 100 tahun kerajaan itu, sebuah negara yang miskin sumber daya di sebuah kawasan yang dilanda perang, namun krisis di istana dan pandemi virus corona membayangi perayaan tersebut.

Pemerintah menuduh Hamzah mantan putra mahkota yang disisihkan sebagai pewaris takhta dan digantikan oleh putra Abdullah, Hussein pada 2004 , terlibat dalam konspirasi untuk "mengacaukan keamanan kerajaan itu".

Sekurangnya 16 orang ditangkap.

Tetapi Abdullah, Rabu mengatakan bahwa Hamzah, yang telah menandatangani surat kesetiaannya kepada raja setelah dimediasi oleh seorang paman, aman di istananya di bawah "perlindungan" Abdullah.

Dalam pidatonya yang dibacakan atas nama Raja di televisi pemerintah, Raja Abdullah menambahkan "hasutan sejak awal telah diatasi".

Hamzah sebelumnya diangkat sebagai putra mahkota dan pewaris takhta pada 1999 sesuai dengan keinginan ayahnya, tetapi Abdullah mencabut gelar itu pada 2004 dan menunjuk putra tertuanya sendiri, Hussein menggantikan Hamzah.

Hamzah dalam pesan video yang diterbitkan oleh BBC pada 3 April mengklaim telah ditempatkan dalam tahanan rumah dan mengecam korupsi dan ketidakmampuan penguasa Yordania.

Menteri Luar Negeri Ayman Safadi kemudian menuduh sekelompok orang bersama pihak asing membuat Yordania tidak stabil, tetapi menolak untuk menyebut nama mereka.

Namun, setelah ada perundingan mediasi, Hamzah menyampaikan kesetiaannya kepada raja. [my/jm]

Oleh: VOA