Berita BorneoTribun hari ini

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

BANNER - Geser keatas untuk melanjutkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Sabtu, 02 Mei 2026

Parah !!! Lagi lagi Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Kecamatan Menyuke

Terduga Pelaku Pengedar Narkoba
 di Menyuke Berinisial A
LANDAK - Satuan Reserse Narkoba Polres Landak berhasil menangkap pengedar  narkotika jenis shabu di jalan Gang Goang, Dusun Benteng, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, pada hari Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Bermula dari adanya informasi masyarakat yang diterima oleh Satresnarkoba Polres Landak, terkait adanya orang yang diduga  menjual narkotika jenis shabu di Dusun Benteng, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.

Kemudian informasi tersebut langsung di tindaklanjuti oleh Satresnarkoba Polres Landak. Setelah penyelidikan maksimal dan memastikan keberadaan terduga pelaku, petugas kemudian bergerak melakukan penindakan.

Terduga pelaku berinisial A sedang mengendarai sepeda Motor di jalan Gang Goang, Dusun Benteng, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, dan di hentikan di tepi jalan oleh petugas kemudian terduga pelaku langsung ditangkap.

Selanjutnya, petugas menghubungi aparat desa dan kecamatan untuk menyaksikan pengeledahan Badan dan pakaian, terhadap terduga pelaku di temukan Barang bukti disaku celana sebelah kanan 1 (satu) buah plastik klip transparan berisikan 4 (empat) buah plastik tranparan berisi Kristal diduga Narkotika jenis shabu.

Kemudian, 1 (satu) buah plastik klip transparan berisikan 2 (dua) buah plastik tranparan berisi Kristal diduga Narkotika jenis shabu. Selanjutnya disaku celana sebelah kiri ditemukan 2 (dua) buah plastik klip transparan  berisi Kristal diduga Narkotika jenis shabu di dalam lipatan uang Rp.2.000.-

Rumah milik terduga pelaku juga dilakukan pengeledahan, dan ditemukan di dalam kamar terduga pelaku  tepatnya dalam kotak Senter warna putih 1 (satu) buah plastik kosong berisikan 2 (dua) buah plastik klip transparan berisi Kristal diduga Narkotika jenis shabu.

Satu buah alat hisap yang terbuat dari botol kaca, 1 (satu) unit timbangan warna hitam  dan 3 (tiga) sendok  warna putih yang terbuat dari potongan pipet. Setelah itu terduga pelaku A serta  Barang Bukti dibawa ke Polres Landak untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kasat Resnarkoba Polres Landak IPTU Yulianus Van Chanel. TK, S.I.P, membenarkan  telah melakukan penangkapan terhadap  terduga pelaku berinisial A pengedar Narkotika jenis Shabu di jalan Gang Goang Dusun Benteng Desa Darit Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak.

dengan barang bukti diduga narkotika jenis shabu yang di temukan saat pengeledahan badan dan pakaian serta pengeledahan rumah terduga pelaku total berat bruto sebanyak 4,55 (empat koma lima lima) gram.

Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara pihak kepolisian dengan masyarakat yang aktif memberikan informasi terkait peredaran narkotika di wilayahnya.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas peran masyarakat yang telah memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Tanpa dukungan masyarakat, pengungkapan kasus seperti ini tentu akan lebih sulit dilakukan. Kami juga menegaskan bahwa Polres Landak akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya demi menjaga generasi muda dari bahaya narkoba,” ujar Kasat Resnarkoba

Lebih lanjut, Kasat Resnarkoba Polres Landak menyampaikan bahwa saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Landak untuk kepentingan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sat Resnarkoba juga masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

(RED)

Donor Darah HUT ke-27 Harian Berkat, Puluhan Peserta Ikut Sumbang Stok Darah di Pontianak

Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
P0NTIANAK - Harian Berita Khatulistiwa atau HARIAN BERKAT menyelenggarakan kegiatan donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT, Sabtu 2 Mei 2026, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27. Kegiatan yang diikuti puluhan peserta ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga 13.00 WIB.

Donor darah mengusung tema “Setetes Darah Anda Selamatkan Semua Jiwa” dan dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak.

Ketua Panitia Donor Darah HARIAN BERKAT, Marupek, S.Sos, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan media dalam membantu sesama yang membutuhkan darah.
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
“Donor darah yang dilaksanakan ini adalah bentuk kepedulian kami dalam rangka HUT HARIAN BERKAT ke-27. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, donor darah merupakan perbuatan terpuji dan mulia karena dapat membantu keselamatan jiwa orang lain. 

Marupek juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para peserta yang mendonorkan darah secara sukarela.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan peserta donor darah yang telah berpartisipasi secara sukarela. Kebutuhan darah di waktu tertentu cukup tinggi, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu mencukupi stok darah,” katanya.

Sementara itu Kapolresta Pontianak Kombes. Pol. Endang Tri Puwanto, S.IK, M.Si melalui Kasi Dokkes AKP Lijana Tajudin, mengapresiasi pelaksanaan donor darah yang digelar HARIAN BERKAT. 
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Ia menilai kegiatan tersebut sangat bagus memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah.

“Aksi donor ini sangat baik karena membantu masyarakat yang membutuhkan darah, sekaligus mendukung ketersediaan stok darah di PMI Kota Pontianak,” ujarnya usai menghadiri kegiatan dan turut mendonorkan darah.

Lijana juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

Adapun peserta donor darah berasal dari berbagai instansi, di antaranya Polresta Pontianak, Polres Kubu Raya, Kompi Kavaleri XII/MDC, Satbrimob Polda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, Airud, Ajendam XII/Tanjungpura, Paldam XII/Tanjungpura, serta masyarakat Kota Pontianak. ***

Salut dengan Warga Kita, di Tanah Suci pun Mereka Praktik Nipu

Salut dengan Warga Kita, di Tanah Suci pun Mereka Praktik Nipu
Salut dengan Warga Kita, di Tanah Suci pun Mereka Praktik Nipu.
Budaya Indonesia, korupsi. Cuma, belum didaftarkan sebagai warisan tak benda ke Unesco saja. Nah, bakal ada budaya baru dari orang kita, nipu atau tukang tipu. Saking suhu-nya, di tanah sucipun mereka praktik nipu. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Budaya genre baru kali ini, penipuan religi edisi premium, setting langsung di Tanah Suci. Bukan di gang sempit, bukan di ruko pinggir jalan. Ini di Mekkah, wak. Mekkah! Tempat orang nangis minta ampun, kita malah ada yang nangis… karena saldo amblas.

Tanggal 28 April, tiga WNI, yakni YJJ, JAR, AG ditangkap polisi Arab Saudi. Lalu berkembang jadi tujuh orang. Ini bukan sinetron, tapi plotnya lebih dramatis dari sinetron azab. Mereka jual paket haji ilegal lewat medsos. Paketnya bukan kaleng-kaleng. Tanpa antre, hotel dekat Masjidil Haram, transportasi VIP, sertifikat resmi. Lengkap. Tinggal tambah bonus “garansi masuk surga” mungkin makin laris.

Yang bikin tepuk jidat, dua orang pakai seragam petugas haji Indonesia. Gagah, rapi, meyakinkan. Aura-auranya kayak bisa manggil pesawat pakai peluit. Orang lihat langsung percaya. Padahal itu seragam… cuma kostum. Kayak cosplay, tapi temanya dosa.

Harga? Dibikin miring sampai akal sehat ikut jongkok. Orang-orang yang sudah lama nunggu antrean resmi, tiba-tiba lihat jalan pintas. Pikiran langsung berbisik, “Ini mungkin rezeki.” Padahal itu bukan rezeki, itu jebakan Batman versi syariah.

Pelakunya bukan orang baru di sana. Mereka mukimin di Mekkah. Ada yang terdaftar sebagai tenaga pendukung PPIH. Ini bukan pemain amatir. Ini sudah level orang dalam tapi niatnya di luar orbit. Mereka cetak kartu Nusuk palsu, bikin stempel abal-abal, dan melayani transfer dengan penuh dedikasi. Dedikasi menguras rekening orang.

Di laci mereka ditemukan duit pecahan kecil: Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000. Kayak celengan bocor yang dikumpulin pakai vacuum cleaner. Total sitaan sekitar Rp460 juta. Lumayan buat modal… menyesal seumur hidup.

Korban? Ya orang-orang yang niatnya suci. Yang ingin mendekatkan diri ke Tuhan. Tapi langkahnya dipotong oleh manusia yang lebih dulu “dekat” ke dompet mereka. Ini yang bikin dada sesak. Ibadah paling sakral dijadikan ladang paling banal.

Ini bukan pertama kali, wak. Ini sudah kayak agenda tahunan. Tinggal tunggu undangan resmi. “Festival Haji Abal-Abal Nusantara 2026—Tema: Iman Dijual, Logika Ditinggal.”

Sementara itu, jutaan orang Indonesia antre resmi bertahun-tahun. Ada yang daftar masih kuat angkat galon, berangkat sudah minta diangkatin galon. Tapi mereka sabar. Karena tahu, jalan ke sana memang bukan sprint, tapi maraton.

Di sisi lain, ada yang tergoda shortcut. “Bang, bisa cepat?” Dijawab, “Bisa, asal cepat juga kirim bukti transfer.”
Hasilnya? Ya jelas. Ditangkap. Duit hilang. Ibadah batal. Nama bangsa ikut terseret kayak sandal putus di pasar becek.

Ente bayangin, wak. Di Mekkah, polisi Saudi harus gerebek hotel gara-gara ulah WNI. Mereka buka laptop, isinya chat korban semua. Lihat seragam petugas palsu kita, mungkin mereka mikir, “Ini delegasi resmi atau rombongan prank internasional?”

KJRI Jeddah sibuk. Kemenhaj ancam pecat dan blacklist. Polisi bikin satgas. Semua bergerak cepat. Tapi sumber masalahnya? Ya… kita lagi, kita lagi. Kayak lagu lama yang diputar terus, tapi nadanya makin fals.

Akhirnya kita harus bilang, dengan nada setengah kagum setengah pengen ketawa pahit. Salut dengan warga kita. Di Tanah Suci pun mereka tetap konsisten, berkarya dalam bidang yang… tidak perlu kita banggakan.

Malu? Ada. Tapi tipis. Tipis banget. Kayak ucapan Rismon soal ijazah.

Tinggal kita pilih, mau jadi yang sabar antre menuju ibadah,
atau jadi headline berita dengan judul yang… memalukan satu negara.

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa SPARKA di Kantor Gubernur

Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa SPARKA di Kantor Gubernur
Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa SPARKA di Kantor Gubernur.
Polresta Pontianak — Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K. M.Si. memimpin langsung apel kesiapan pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen SPARKA di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (1/5).

Apel pengamanan yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam rangka mengamankan jalannya aksi agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan apel turut dihadiri oleh Kabagops Polresta Pontianak Kompol Joko Sutriyatno, S.H. Kapolsek Pontianak Selatan, akp Inayatun Nurhasanaj S.H
 serta seluruh personel yang telah tersprint dalam tugas pengamanan aksi. Dalam arahannya, Kapolresta menekankan pentingnya profesionalisme, humanisme, serta pendekatan persuasif kepada massa aksi.

“Kita hadir untuk memberikan pengamanan dan menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, namun tetap dengan mengedepankan ketertiban umum,” tegas Kapolresta

Selain itu, seluruh personel diingatkan untuk menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, serta selalu menjaga komunikasi yang baik dengan koordinator lapangan dari pihak massa aksi.

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh SPARKA tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional atau Hari Buruh Internasional, dengan membawa sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan pekerja dan isu sosial lainnya di Kalimantan Barat.

Dengan pengamanan yang terkoordinasi, diharapkan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar maupun stabilitas keamanan di Kota Pontianak. (Sumber: Humas Polresta Pontianak)

Hardiknas 2026, Pendidikan Kalbar Tunjukkan Kemajuan Nyata

Hardiknas 2026, Pendidikan Kalbar Tunjukkan Kemajuan Nyata
Hardiknas 2026, Pendidikan Kalbar Tunjukkan Kemajuan Nyata. 
Pontianak – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi ajang refleksi atas perkembangan sektor pendidikan di Kalimantan Barat. Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatat sejumlah indikator yang menunjukkan tren peningkatan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data tahun 2025, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kalbar mencapai 8,07 tahun, meningkat dari 7,78 tahun pada 2024. Sementara itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) juga mengalami kenaikan menjadi 12,69 tahun. Peningkatan ini menjadi sinyal bahwa semakin banyak masyarakat yang mampu mengakses pendidikan hingga jenjang menengah.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, menyebut bahwa capaian ini tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan di berbagai wilayah.

“Untuk mencapai itu tentu kita perlu akses, kita perlu guru, kita perlu sekolah-sekolah yang dibangun, kita perlu buku-buku yang dibelanjakan, dan masih banyak lainnya, nah itu juga yang berusaha kita bangun,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, perbaikan sarana pendidikan terus dilakukan. Sepanjang 2025, sebanyak 26 SMA telah direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp36,16 miliar.

Selain peningkatan infrastruktur, Pemprov Kalbar juga berfokus pada penanganan angka putus sekolah melalui program Retrieval yang mengacu pada Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 88 Tahun 2021. Program ini memberikan bantuan hingga Rp2 juta per bulan bagi siswa yang kembali melanjutkan pendidikan.

Menurut Syarif Faisal, data penerima bantuan diperoleh dari sekolah dan diverifikasi secara ketat agar tepat sasaran. “Agar stimulus ini tepat sasaran kita dari Disdikbud meminta data ini dari satuan pendidikan yang nantinya juga akan di verifikasi oleh bidang PSMK maupun pengawas sekolah,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup biaya sekolah, tetapi juga kebutuhan penunjang seperti perlengkapan belajar, transportasi, hingga kebutuhan harian siswa. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi hambatan ekonomi yang sering menjadi penyebab utama anak putus sekolah.

“Tentu kita berharap dengan adanya program ini dapat mengurangi angka putus sekolah di Kalbar,” tambahnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah optimistis kualitas sumber daya manusia di Kalbar akan terus meningkat. Momentum Hardiknas pun menjadi pengingat penting bahwa pemerataan akses dan keberlanjutan pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah.

Fadli Zon Dorong Pencarian Kapal Flor De La Mar Dengan Teknologi

Kemenbud dan ASUCH berkolaborasi mencari kapal Flor De La Mar di Selat Malaka dengan teknologi modern, berpotensi jadi museum maritim dunia.
Kemenbud dan ASUCH berkolaborasi mencari kapal Flor De La Mar di Selat Malaka dengan teknologi modern, berpotensi jadi museum maritim dunia.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mulai mengarahkan fokus baru pada pelestarian warisan budaya bawah laut dengan membuka peluang kolaborasi internasional. Kementerian Kebudayaan menggandeng Association for Saving of Underwater Cultural Heritage untuk menelusuri jejak sejarah yang hilang di dasar laut, termasuk kapal legendaris Flor de la Mar.

Langkah ini ditandai dengan pertemuan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Ketua ASUCH Nikolaus Graf Sandizell. Diskusi tersebut menyoroti peluang riset bersama, terutama dalam pencarian bangkai kapal Flor de la Mar yang diyakini tenggelam di kawasan Selat Malaka.

Fadli Zon menegaskan bahwa pencarian kapal bersejarah tersebut tidak bisa dilakukan secara konvensional. Pemerintah berencana memanfaatkan teknologi penginderaan jarak jauh dan pemetaan bawah laut untuk mempersempit lokasi pencarian.

Flor de la Mar dikenal sebagai kapal Portugis sarat muatan berharga sebelum karam pada abad ke-16. Nilai historis dan ekonominya menjadikan kapal ini sebagai salah satu target utama eksplorasi arkeologi maritim dunia.

Menurut Fadli Zon, jika bangkai kapal berhasil ditemukan dan diangkat, Flor de la Mar berpotensi menjadi pusat perhatian dalam pengembangan museum maritim bertaraf internasional.

Keberadaan artefak kapal tersebut diyakini mampu:

  • menarik wisatawan mancanegara,

  • memperkuat ekonomi berbasis budaya,

  • sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah maritim Indonesia.

Fadli Zon juga menilai penemuan ini dapat memperkuat narasi kedaulatan Indonesia atas warisan budaya bawah laut.

Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan Kementerian Kebudayaan. Sejumlah lembaga turut disiapkan untuk mendukung proyek ini, di antaranya:

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan,

  • Badan Riset dan Inovasi Nasional,

  • Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Pendekatan lintas sektor ini diperlukan untuk memastikan aspek ilmiah, regulasi, hingga potensi investasi dapat berjalan selaras.

Selain eksplorasi, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek hukum dan pelestarian. Kajian ilmiah serta penyusunan regulasi terkait cagar budaya bawah air menjadi bagian penting dari kerja sama ini.

Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengidentifikasi dan melindungi objek-objek bersejarah yang tersebar di perairan Indonesia.

Nikolaus Graf Sandizell menyambut positif kerja sama ini. ASUCH berharap kolaborasi tidak hanya berfokus pada eksplorasi, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan, pelatihan, dan pengalaman arkeologi bawah laut.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam bidang arkeologi maritim.

FAQ

1. Apa itu Flor de la Mar?
Flor de la Mar adalah kapal Portugis abad ke-16 yang tenggelam di Selat Malaka dan dikenal membawa muatan berharga.

2. Mengapa kapal ini penting?
Nilai sejarah dan potensi ekonominya sangat tinggi, termasuk sebagai objek wisata dan penelitian arkeologi.

3. Teknologi apa yang digunakan untuk pencarian?
Teknologi penginderaan jarak jauh dan pemetaan bawah laut digunakan untuk menemukan lokasi kapal secara akurat.

4. Siapa saja yang terlibat dalam proyek ini?
Selain Kementerian Kebudayaan, ada KKP, BRIN, BKPM, dan mitra internasional ASUCH.

5. Apa manfaat jika kapal ditemukan?
Dapat menjadi museum maritim, meningkatkan pariwisata, serta memperkuat identitas sejarah Indonesia.

Dapur MBG Tak Sekadar Masak, Limbah Disulap Jadi Energi dan Pupuk

APPMBGI mengolah limbah dapur MBG menjadi bioavtur dan kompos untuk mendukung ekonomi sirkular, ketahanan pangan, dan energi nasional.
APPMBGI mengolah limbah dapur MBG menjadi bioavtur dan kompos untuk mendukung ekonomi sirkular, ketahanan pangan, dan energi nasional.

Jakarta — Upaya menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diarahkan ke pengelolaan limbah yang lebih bernilai. Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia menegaskan komitmen membangun sistem dapur berbasis zero waste dengan mengolah sisa produksi menjadi kompos dan bioavtur.

Ketua Umum Abdul Rivai Ras menyampaikan bahwa pendekatan ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan program nasional tersebut. Fokus tidak hanya pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memastikan limbah dapur tidak menjadi beban lingkungan maupun anggaran negara.

Abdul Rivai Ras menilai Program MBG sebagai investasi jangka panjang untuk generasi masa depan. Karena itu, setiap dapur MBG diarahkan menjadi unit produktif yang mampu menghasilkan nilai tambah dari sisa produksi.

Dengan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah, potensi limbah yang dihasilkan dinilai cukup besar. Dua jenis limbah utama yang menjadi perhatian adalah minyak jelantah dan sampah organik dari bahan makanan.

Minyak jelantah akan dikumpulkan secara terstruktur untuk kemudian diolah menjadi bioavtur, bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Sementara itu, sisa bahan makanan akan dimanfaatkan sebagai kompos yang dapat mendukung sektor pertanian.

Langkah ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi beban pengelolaan sampah, serta memberdayakan pelaku UMKM di sekitar dapur MBG.

Dalam implementasinya, APPMBGI menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait dan PT Pertamina (Persero), guna memastikan proses pengolahan limbah memenuhi standar keamanan, kualitas, dan kelestarian lingkungan.

Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa pengelolaan limbah bukan program sementara, melainkan bagian dari ekosistem jangka panjang MBG. Model ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus ketahanan energi nasional.

Transformasi limbah dapur menjadi energi dan pupuk disebut sebagai langkah strategis yang menghubungkan sektor pangan, lingkungan, dan energi dalam satu sistem terpadu.

FAQ

1. Apa itu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk masyarakat, khususnya pelajar, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

2. Apa peran APPMBGI dalam program ini?
APPMBGI bertanggung jawab dalam pengelolaan dapur MBG, termasuk inovasi pengolahan limbah agar lebih berkelanjutan.

3. Limbah apa saja yang diolah dalam program ini?
Minyak jelantah diolah menjadi bioavtur, sedangkan sampah organik dijadikan kompos.

4. Apa manfaat pengolahan limbah ini?
Mengurangi pencemaran lingkungan, menciptakan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendukung energi alternatif.

5. Siapa saja yang terlibat dalam kolaborasi ini?
Selain APPMBGI, terdapat kementerian terkait dan PT Pertamina (Persero) dalam pengembangan teknologi dan standar pengolahan.

Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga Di Barito Utara Terungkap

Polisi ungkap kronologi dan motif pembunuhan satu keluarga di Barito Utara. Konflik lahan jadi pemicu utama tragedi yang menewaskan lima orang. (Foto Ilustrasi)
Polisi ungkap kronologi dan motif pembunuhan satu keluarga di Barito Utara. Konflik lahan jadi pemicu utama tragedi yang menewaskan lima orang. (Foto Ilustrasi)

Muara Teweh — Kepolisian Resor Barito Utara mengungkap secara rinci latar belakang serta kronologi kasus pembunuhan satu keluarga yang mengguncang wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Peristiwa ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan puncak dari konflik panjang yang gagal diselesaikan melalui jalur damai.

Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Ricky Hermawan, menjelaskan bahwa akar persoalan berasal dari sengketa lahan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Upaya mediasi sebenarnya telah dilakukan berulang kali, baik di tingkat desa maupun kepolisian, namun tidak menghasilkan kesepakatan permanen.

Konflik tersebut mencapai titik kritis setelah muncul dugaan penghinaan terhadap orang tua dari salah satu pihak. Situasi ini memperkeruh hubungan keluarga yang sebelumnya sudah tegang, hingga akhirnya berujung pada aksi kekerasan fatal.

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Minggu, 19 April, sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah rumah di kawasan Jalan Hauling HPH PT Timber Dana Kilometer 95. Dalam kejadian tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu CU (51), NA (41), Normilah alias Ono (58), TW (19), dan seorang anak berusia tiga tahun berinisial MD. Satu korban lainnya, AL (40), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan.

Polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni VS (46), LK (60), SH (37), dan SP alias MN (45). Keempat tersangka diketahui memiliki hubungan keluarga, yang semakin memperumit dinamika konflik.

Dalam proses penyidikan, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian yang digunakan saat kejadian serta satu bilah mandau berukir khas Dayak. Selain itu, ditemukan pula kompor gas, tabung LPG 3 kilogram, serta sisa abu yang mengindikasikan adanya upaya pembakaran di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan, para tersangka dijerat dengan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana yang ancamannya meliputi hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Selain itu, dikenakan pula Pasal 458 ayat (1) KUHP dengan ancaman hingga 15 tahun penjara, serta Pasal 20 huruf c KUHP terkait penyertaan dalam tindak pidana.

AKP Ricky Hermawan menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional hingga tuntas. Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan konflik melalui kekerasan, melainkan melalui jalur hukum yang berlaku.

Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan di Polres Barito Utara dan proses hukum masih terus berjalan.

FAQ

1. Apa motif utama pembunuhan ini?
Motif utama adalah konflik sengketa lahan yang sudah berlangsung lama dan tidak terselesaikan.

2. Berapa jumlah korban dalam kasus ini?
Lima orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.

3. Siapa saja tersangka yang ditangkap?
VS (46), LK (60), SH (37), dan SP alias MN (45).

4. Apa barang bukti yang ditemukan polisi?
Mandau, pakaian pelaku, kompor gas, tabung LPG, dan sisa pembakaran.

5. Apa ancaman hukuman bagi para tersangka?
Hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

Polisi Kotim Gagalkan Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Polisi Kotim gagalkan penyelewengan 160 karung pupuk subsidi. Tersangka gunakan identitas kelompok tani, ancaman hukuman hingga 6 tahun penjara. (Foto ilustrasi)
Polisi Kotim gagalkan penyelewengan 160 karung pupuk subsidi. Tersangka gunakan identitas kelompok tani, ancaman hukuman hingga 6 tahun penjara. (Foto ilustrasi)

SAMPIT – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim), Kalimantan Tengah, mengungkap dugaan praktik penyelewengan pupuk bersubsidi yang berpotensi merugikan sektor pertanian. Sebanyak 160 karung pupuk berhasil diamankan dari sebuah truk yang diduga akan disalurkan tidak sesuai peruntukan.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima oleh Polsek Jaya Karya. Informasi tersebut kemudian dikembangkan hingga berujung pada penetapan seorang tersangka berinisial B (47).

AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyebutkan bahwa kasus ini masuk dalam kategori tindak pidana ekonomi yang menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, terutama terkait distribusi pupuk bersubsidi yang diawasi ketat oleh pemerintah.

Dalam penyelidikan, tersangka B diduga memanfaatkan identitas kelompok tani untuk memperoleh pupuk subsidi, lalu menjualnya kepada pihak yang tidak berhak. Praktik tersebut bertujuan mendapatkan keuntungan dari selisih harga antara pupuk subsidi dan non-subsidi.

Pengungkapan kasus berawal pada Senin malam (6/4), saat petugas menerima laporan adanya truk mencurigakan di wilayah Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit. Setelah dilakukan pemantauan, polisi menghentikan truk berwarna hijau bernomor polisi KH 8067 FH.

Saat pemeriksaan, ditemukan dua jenis pupuk bersubsidi, yakni Urea dan NPK Phonska. Sopir truk tidak mampu menunjukkan dokumen resmi terkait pengangkutan pupuk tersebut, sehingga langsung diamankan bersama barang bukti.

Barang Bukti Capai Rp14,56 Juta

Dari hasil penindakan, aparat menyita:

  • 80 karung pupuk Urea (sekitar 4 ton) senilai Rp7,2 juta

  • 80 karung pupuk NPK Phonska (sekitar 4 ton) senilai Rp7,36 juta

Total nilai barang bukti mencapai sekitar Rp14,56 juta. Selain itu, satu unit truk dan alat komunikasi yang digunakan dalam aktivitas tersebut turut diamankan.

Saat ini seluruh barang bukti berada di Polres Kotim sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

AKBP Resky Maulana Zulkarnain menegaskan bahwa tersangka dijerat dengan Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, bersama aturan turunan terkait distribusi pupuk bersubsidi.

Ancaman hukuman maksimal dalam kasus ini mencapai 6 tahun penjara.

AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengingatkan bahwa pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi kelompok tani yang berhak dan tidak boleh diperjualbelikan secara bebas.

Distribusi pupuk bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional, sehingga penyalahgunaannya akan ditindak tegas.

FAQ

1. Apa itu pupuk bersubsidi?
Pupuk bersubsidi adalah pupuk yang mendapatkan bantuan harga dari pemerintah untuk mendukung petani dalam meningkatkan produksi.

2. Mengapa penyelewengan pupuk subsidi menjadi masalah serius?
Karena dapat merugikan petani yang berhak dan mengganggu program ketahanan pangan nasional.

3. Berapa jumlah pupuk yang diamankan dalam kasus ini?
Sebanyak 160 karung atau sekitar 8 ton pupuk.

4. Apa hukuman bagi pelaku penyelewengan pupuk subsidi?
Ancaman maksimal hingga 6 tahun penjara sesuai Undang-Undang Perdagangan.

5. Bagaimana cara mencegah penyelewengan pupuk subsidi?
Dengan pengawasan ketat distribusi, pelaporan masyarakat, dan penegakan hukum yang konsisten.

Fakta Baru Kasus Pembantaian Keluarga Di Barito Utara, Tersangka Bertambah

Polisi menangkap Mano, tersangka keempat pembunuhan satu keluarga di Barito Utara. Kasus diduga dipicu sengketa lahan, lima korban meninggal dunia. (Ilustrasi)
Polisi menangkap Mano, tersangka keempat pembunuhan satu keluarga di Barito Utara. Kasus diduga dipicu sengketa lahan, lima korban meninggal dunia. (Ilustrasi)

Muara Teweh, Kalteng — Kepolisian Resor Barito Utara, Kalimantan Tengah, berhasil menangkap tersangka keempat berinisial S alias Mano (45) dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur. Penangkapan ini memperjelas peran masing-masing pelaku dalam peristiwa yang menewaskan lima orang tersebut.

Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Ricky Hermansyan menyampaikan, Mano ditangkap pada Selasa (28/4) sekitar pukul 16.00 WITA setelah buron selama sembilan hari. Operasi penangkapan melibatkan kerja sama dengan Polsek Kongbeng dan Polres Kutai Timur.

Menurut Ricky Hermansyan, Mano ditemukan saat bersembunyi di sebuah pondok kosong di kawasan belukar Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur. Dari hasil pemeriksaan awal, Mano mengakui keterlibatan langsung dalam pembunuhan tiga korban. Sementara itu, tersangka lain berinisial F diduga menghabisi satu korban.

“Untuk satu korban lainnya, yakni anak berusia tiga tahun, penyidik masih mendalami siapa pelaku yang bertanggung jawab,” ujar Ricky Hermansyan.

Polisi mengungkap bahwa para korban dibunuh menggunakan senjata tajam. Senjata api sempat digunakan dengan cara ditembakkan ke udara. Senjata api rakitan diduga telah dibuang ke sungai, sementara senjata tajam jenis mandau sudah diamankan dan dinyatakan sesuai dengan hasil autopsi korban.

Data kepolisian juga mencatat adanya konflik sebelumnya antara Mano dan salah satu korban, Ono. Pada 2025, Mano pernah menampar Ono dan kasus tersebut diproses sebagai tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Muara Teweh.

Sebelumnya, polisi telah menangkap tiga tersangka lain berinisial VN, LK, dan SA. LK diketahui pernah menjabat sebagai kepala desa di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. LK dan SA merupakan pasangan suami-istri, sementara VN memiliki hubungan keluarga dengan SA.

Penyelidikan sementara menunjukkan motif pembunuhan berkaitan dengan sengketa lahan. Lokasi konflik berada di kawasan hutan dekat jalan perusahaan HPH PT Timber Dana, Kilometer 95, yang terletak di perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4) sekitar pukul 16.30 WIB. Satu keluarga yang terdiri dari enam orang menjadi korban serangan brutal.

Lima orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50). Sementara satu korban lainnya, Alfian (40), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh.

Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh peran pelaku serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

FAQ

Apa motif pembunuhan satu keluarga di Barito Utara?
Motif sementara terkait sengketa lahan di kawasan hutan dekat jalan perusahaan HPH.

Berapa jumlah pelaku yang sudah ditangkap?
Empat orang telah ditangkap, termasuk tersangka terakhir berinisial S alias Mano.

Siapa saja korban dalam peristiwa ini?
Lima korban meninggal dunia, termasuk anak-anak, dan satu korban luka berat masih dirawat.

Apa senjata yang digunakan pelaku?
Pelaku menggunakan senjata tajam jenis mandau dan senjata api rakitan.

Apakah kasus ini sudah selesai?
Belum, penyidik masih mendalami peran pelaku dan kemungkinan keterlibatan lainnya.

Hibah Lahan 10 Hektare Dorong Percepatan Lapas Baru di Bulungan

Hibah lahan 10 hektare dari Kesultanan Bulungan dorong percepatan pembangunan lapas baru untuk mengatasi over kapasitas di Kaltara.
Hibah lahan 10 hektare dari Kesultanan Bulungan dorong percepatan pembangunan lapas baru untuk mengatasi over kapasitas di Kaltara.

TANJUNG SELOR – Kebutuhan mendesak pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas) baru di Kalimantan Utara mulai menemukan titik terang. Lembaga Adat Kesultanan Bulungan menyatakan komitmen konkret dengan menyiapkan hibah lahan seluas 10 hektare di Kabupaten Bulungan.

Ketua Adat Kesultanan Bulungan, Datu Buyung Perkasa, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan respons atas kondisi lapas di wilayah Kaltara yang sudah tidak lagi ideal. Lapas Tarakan dan Lapas Nunukan saat ini mengalami kelebihan kapasitas yang cukup serius.

Datu Buyung Perkasa menyampaikan kesiapan tersebut dalam forum Diskusi Publik May Day 2026 di Tanjung Selor. Menurut Datu Buyung Perkasa, ketiadaan lapas di Kabupaten Bulungan sebagai daerah induk menjadi persoalan mendasar yang harus segera diatasi.

Kabupaten Bulungan hingga kini belum memiliki fasilitas pemasyarakatan sendiri, sementara daerah lain seperti Tarakan dan Nunukan sudah memiliki lapas meski dalam kondisi penuh sesak. Ketimpangan ini dinilai memperburuk distribusi penghuni lapas di Kaltara.

Datu Buyung Perkasa menegaskan bahwa lahan hibah tersebut siap digunakan kapan saja apabila pemerintah membutuhkan. Komitmen ini diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan yang selama ini terkendala.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menyambut positif tawaran tersebut. Zainal A. Paliwang menilai ketersediaan lahan yang memenuhi syarat menjadi kunci percepatan realisasi pembangunan lapas baru.

Zainal A. Paliwang mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan lahan, namun belum sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kondisi tersebut membuat rencana pembangunan belum bisa dijalankan.

Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mendorong percepatan proyek ini. Zainal A. Paliwang menegaskan bahwa persoalan over kapasitas di lapas Kaltara sudah berada pada tahap mendesak.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan membantu seluruh proses administrasi, termasuk sertifikasi lahan hibah sebelum diserahkan ke kementerian terkait.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan klasik kelebihan kapasitas lapas sekaligus memperkuat sistem pemasyarakatan di wilayah perbatasan Indonesia.

FAQ

1. Mengapa perlu membangun lapas baru di Bulungan?
Karena Lapas Tarakan dan Nunukan sudah mengalami over kapasitas, sementara Bulungan belum memiliki lapas.

2. Siapa yang menghibahkan lahan?
Lembaga Adat Kesultanan Bulungan melalui Ketua Adat Datu Buyung Perkasa.

3. Berapa luas lahan yang dihibahkan?
Seluas 10 hektare.

4. Apa kendala pembangunan sebelumnya?
Lahan yang disiapkan pemerintah belum memenuhi syarat dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

5. Apa langkah selanjutnya?
Pemprov Kaltara akan mengurus sertifikasi dan administrasi sebelum diserahkan ke pemerintah pusat.

Buruh Kaltara Minta PHI Segera Dibentuk, Dampak Tambang Jadi Sorotan

Desakan pembentukan PHI di Kaltara menguat pada May Day 2026, buruh soroti sulitnya akses hukum dan dampak transisi energi terhadap pekerja tambang.
Desakan pembentukan PHI di Kaltara menguat pada May Day 2026, buruh soroti sulitnya akses hukum dan dampak transisi energi terhadap pekerja tambang.

TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kalimantan Utara tidak hanya diwarnai seremonial, tetapi juga dorongan konkret terhadap perbaikan sistem penyelesaian sengketa ketenagakerjaan. Serikat pekerja dan buruh di wilayah tersebut kembali menegaskan urgensi pembentukan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kaltara.

Ketua DPC Federasi Pertambangan dan Energi KSBSI Kabupaten Malinau, Herlian, menyampaikan bahwa tuntutan ini bukan hal baru. Aspirasi serupa telah disuarakan sejak 2025 dan kembali ditegaskan pada momentum May Day tahun ini dalam forum diskusi publik bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Herlian menilai, kebutuhan PHI semakin mendesak seiring perubahan lanskap industri, khususnya sektor pertambangan yang tengah terdampak transisi energi. Kondisi tersebut berimbas langsung pada stabilitas kerja para buruh.

Di Kabupaten Malinau, Herlian mengungkapkan terdapat perusahaan tambang yang mengalami kebangkrutan, menyebabkan sekitar 200 pekerja menghadapi ketidakpastian nasib. Situasi ini memperkuat alasan perlunya lembaga peradilan khusus yang dapat diakses lebih dekat oleh pekerja.

Selama ini, setiap sengketa hubungan industrial di Kaltara harus diselesaikan melalui PHI di Samarinda, Kalimantan Timur. Jarak geografis serta biaya perjalanan menjadi hambatan signifikan bagi buruh untuk memperjuangkan haknya melalui jalur hukum.

Herlian menegaskan bahwa kondisi tersebut kerap membuat pekerja kesulitan mengakses keadilan. Oleh karena itu, pembentukan PHI di Kaltara dianggap sebagai solusi strategis untuk memangkas hambatan tersebut.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menyatakan bahwa upaya pembentukan PHI sebenarnya telah dimulai sejak 2022 melalui pengajuan resmi kepada Mahkamah Agung. Proses komunikasi juga terus dilakukan dengan Pengadilan Tinggi guna mempercepat realisasi.

Zainal A. Paliwang menekankan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi persoalan yang dihadapi buruh. Selain mendorong percepatan pembentukan PHI, pemerintah juga menyiapkan langkah sementara.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengalokasikan anggaran bantuan bagi buruh yang harus menjalani proses hukum di PHI Samarinda. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi dan akomodasi.

Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Kaltara, Jeferson Tarigan, menjelaskan bahwa proses pembentukan PHI sebelumnya terkendala pada klasifikasi pengadilan negeri di wilayah tersebut. Status pengadilan yang belum memenuhi syarat menjadi faktor utama penghambat.

Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah. Pengadilan negeri di Kaltara telah mengalami peningkatan kelas, sehingga membuka peluang untuk pembentukan PHI, termasuk dalam hal pemenuhan sumber daya hakim.

Jeferson Tarigan menyebutkan bahwa upaya pengajuan anggaran juga telah dilakukan, meskipun belum berhasil pada tahun sebelumnya. Harapan kini tertuju pada peluang realisasi di tahun anggaran berikutnya.

Dorongan dari serikat pekerja, dukungan pemerintah daerah, serta kesiapan institusi peradilan menjadi sinyal positif bagi pembentukan PHI di Kalimantan Utara. Kehadiran lembaga ini dinilai krusial untuk menjamin akses keadilan yang lebih merata bagi buruh, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis seperti Kaltara.

FAQ

1. Apa itu Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)?
PHI adalah lembaga peradilan khusus yang menangani sengketa antara pekerja dan pengusaha, seperti pemutusan hubungan kerja dan perselisihan hak.

2. Mengapa buruh di Kaltara membutuhkan PHI sendiri?
Karena selama ini penyelesaian sengketa harus dilakukan di Samarinda, yang memerlukan biaya dan waktu besar.

3. Apa dampak transisi energi terhadap buruh?
Transisi energi menyebabkan sejumlah perusahaan tambang mengalami penurunan bahkan kolaps, berdampak pada pemutusan kerja dan ketidakpastian tenaga kerja.

4. Apa langkah pemerintah saat ini?
Pemerintah mendorong pembentukan PHI sekaligus menyiapkan bantuan biaya bagi buruh yang harus berperkara di luar daerah.

5. Kapan PHI di Kaltara bisa terbentuk?
Belum ada kepastian, namun peluang semakin terbuka setelah peningkatan status pengadilan negeri dan dorongan anggaran baru.

Vaksin Dengue Efektif, Kasus DBD Di Kaltim Mulai Melandai

Vaksinasi dengue di Kaltim terbukti menekan kasus DBD sejak 2024, dengan tren penurunan di Samarinda, Balikpapan, dan Mahakam Ulu.
Vaksinasi dengue di Kaltim terbukti menekan kasus DBD sejak 2024, dengan tren penurunan di Samarinda, Balikpapan, dan Mahakam Ulu.

Samarinda — Program vaksinasi dengue yang dijalankan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mulai memperlihatkan hasil konkret dalam menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Sejak digulirkan pada 2024, intervensi ini berkontribusi terhadap penurunan kasus di beberapa wilayah prioritas.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa tren penurunan terlihat di sejumlah daerah seperti Balikpapan, Samarinda, dan Mahakam Ulu. Perluasan cakupan imunisasi dinilai menjadi faktor penting dalam meredam lonjakan kasus yang sebelumnya kerap terjadi secara siklik.

Menurut Jaya Mualimin, DBD selama ini menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat dengan pola peningkatan setiap tiga hingga lima tahun. Namun, setelah program vaksinasi diperluas, indikasi penurunan mulai terlihat secara bertahap.

Data dari Dinas Kesehatan juga menunjukkan bahwa ribuan siswa sekolah dasar yang telah menerima vaksin dengue tidak dilaporkan mengalami infeksi DBD. Temuan ini memperkuat indikasi efektivitas vaksin dalam kelompok usia tersebut.

Secara musiman, puncak penyebaran DBD di Kalimantan Timur biasanya terjadi antara November hingga Februari. Oleh karena itu, intervensi seperti vaksinasi dinilai penting untuk menekan risiko lonjakan kasus di periode rawan tersebut.

Selain penurunan kasus, angka kematian akibat infeksi nyamuk Aedes aegypti juga mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi indikator tambahan bahwa strategi penanganan yang diterapkan mulai berjalan efektif.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur terus memperkuat edukasi masyarakat dan memperluas kolaborasi lintas sektor guna memastikan cakupan vaksinasi semakin merata. Upaya ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan perlindungan optimal melalui imunisasi lengkap.

Berdasarkan data terbaru, tercatat 231 kasus kumulatif DBD di Kalimantan Timur, dengan jumlah tertinggi berada di Samarinda sebanyak 46 kasus. Pemerintah daerah menargetkan angka kematian dapat ditekan hingga di bawah 0,4 persen.

Untuk mencapai target tersebut, seluruh fasilitas kesehatan di tingkat kabupaten dan kota telah diminta mempercepat penanganan pasien, terutama bagi kasus yang memasuki fase kritis. Penguatan sistem rujukan medis menjadi bagian dari strategi utama dalam menekan risiko kematian akibat DBD.

FAQ

1. Apakah vaksin dengue efektif mencegah DBD?
Data Dinas Kesehatan Kaltim menunjukkan vaksin dengue efektif menekan kasus, terutama pada kelompok siswa yang telah divaksin.

2. Kapan puncak kasus DBD biasanya terjadi?
Puncak penularan umumnya terjadi pada November hingga Februari.

3. Berapa jumlah kasus DBD terbaru di Kaltim?
Tercatat 231 kasus kumulatif, dengan Samarinda sebagai wilayah tertinggi.

4. Siapa yang menjadi prioritas vaksinasi?
Saat ini program difokuskan pada anak usia sekolah, terutama siswa SD.

5. Apa target pemerintah terkait DBD?
Menekan angka kematian hingga di bawah 0,4 persen melalui vaksinasi dan penguatan layanan kesehatan.

Proyek PLTA Upper Cisokan Dilanda Longsor

Longsor di proyek PLTA Upper Cisokan Bandung Barat dipicu hujan lebat. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dan segera lakukan peninjauan lokasi. (Ilustrasi)
Longsor di proyek PLTA Upper Cisokan Bandung Barat dipicu hujan lebat. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dan segera lakukan peninjauan lokasi. (Ilustrasi)

Bandung Barat — Peristiwa longsor terjadi di kawasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan, Kabupaten Bandung Barat. Meski sempat memicu kekhawatiran, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabbudin, menegaskan bahwa hingga saat ini laporan resmi tidak mencatat adanya korban. Informasi tersebut diperoleh dari hasil koordinasi intensif dengan pihak Kecamatan Rongga.

Menurut Asep Sehabbudin, komunikasi dengan pemerintah kecamatan terus dilakukan guna memastikan kondisi lapangan tetap terkendali. Langkah lanjutan juga telah disiapkan dengan rencana peninjauan langsung ke lokasi longsor.

Peninjauan tersebut dijadwalkan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk aparat kecamatan serta pihak pengelola proyek. Tujuannya adalah untuk memetakan dampak longsor sekaligus mengantisipasi kemungkinan risiko lanjutan di area pembangunan.

Sementara itu, Camat Rongga, Asep Badrup, mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut diduga kuat menjadi pemicu longsor. Kejadian dilaporkan berlangsung sekitar pukul 02.00 dini hari.

Asep Badrup memastikan bahwa tidak adanya korban jiwa juga dipengaruhi oleh kondisi hari libur, sehingga aktivitas pekerja di lokasi proyek relatif minim saat kejadian berlangsung.

Longsor terjadi di area yang dikenal warga sebagai Bukit Pasir Datar. Lokasi tersebut berada di atas jalur terowongan air yang menjadi bagian penting dari sistem PLTA, khususnya untuk mengalirkan air dari turbin menuju reservoir.

Titik longsor disebut berada di area proyek tunnel, tepatnya di zona Tailrace Tunnel Outlet (TTO). Kawasan proyek PLTA Upper Cisokan sendiri terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, sekitar 50–60 kilometer dari pusat pemerintahan di Padalarang.

Hingga kini, pihak terkait masih terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan tidak ada potensi longsor susulan yang dapat mengganggu keselamatan maupun kelangsungan proyek.

FAQ

1. Apakah ada korban jiwa dalam longsor PLTA Upper Cisokan?
Tidak ada korban jiwa berdasarkan laporan resmi BPBD Bandung Barat.

2. Apa penyebab utama longsor?
Diduga dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sebelum kejadian.

3. Di mana lokasi tepat longsor terjadi?
Di area proyek tunnel, tepatnya di Tailrace Tunnel Outlet (TTO), Bukit Pasir Datar.

4. Kapan kejadian longsor terjadi?
Sekitar pukul 02.00 dini hari.

5. Apa langkah selanjutnya dari BPBD?
Melakukan peninjauan langsung dan pemetaan risiko untuk mencegah dampak lanjutan.

Jadwal Lengkap Timnas U-17 Indonesia Di Piala Asia U-17 2026 Grup B

Timnas U-17 Indonesia bersaing di Grup B Piala Asia U-17 2026 melawan Jepang, Qatar, dan China. Simak jadwal lengkap dan peluang lolos ke Piala Dunia U-17.
Timnas U-17 Indonesia bersaing di Grup B Piala Asia U-17 2026 melawan Jepang, Qatar, dan China. Simak jadwal lengkap dan peluang lolos ke Piala Dunia U-17.

JAKARTA - Timnas U-17 Indonesia bersiap menghadapi tantangan berat di Piala Asia U-17 2026 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi. Turnamen yang berlangsung pada 5–22 Mei ini menjadi panggung penting untuk mengukur perkembangan generasi muda sepak bola Indonesia sekaligus membuka peluang menuju Piala Dunia U-17 2026.

Skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tergabung di Grup B bersama tiga kekuatan Asia, yaitu Jepang, Qatar, dan China. Persaingan di grup ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kualitas lawan yang merata.

Laga pembuka Indonesia akan berlangsung pada Selasa, 5 Mei, menghadapi China pukul 23.30 WIB. Pertandingan ini menjadi krusial karena berpotensi menentukan arah perjalanan Garuda Muda di fase grup.

Setelah itu, Indonesia dijadwalkan menghadapi Qatar pada Sabtu, 9 Mei pukul 23.30 WIB. Qatar dikenal sebagai tim dengan pengembangan usia muda yang konsisten, sehingga laga ini diperkirakan menjadi ujian taktik dan mental.

Pertandingan terakhir fase grup akan mempertemukan Indonesia dengan Jepang pada Selasa, 12 Mei pukul 23.00 WIB. Jepang menjadi salah satu tim unggulan yang kerap tampil dominan di level usia muda Asia.

Sebanyak 23 pemain telah dibawa ke Jeddah sejak pekan lalu. Komposisi tim mencerminkan perpaduan pemain lokal dan diaspora. Tiga pemain diaspora yang memperkuat skuad adalah Mike Rajasa dari FC Utrecht, Noha Pohan dari NAC Breda, serta Mathew Baker dari Melbourne City.

Mathew Baker menjadi sorotan karena memiliki pengalaman tampil di dua ajang besar sekaligus, yaitu Piala Asia U-17 dan Piala Dunia U-17 edisi sebelumnya. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan stabilitas di lini permainan Indonesia.

Selain itu, skuad ini juga diperkuat sejumlah pemain yang tampil di Kejuaraan ASEAN U-17 di Jawa Timur, seperti Noah Leo Duvert, Putu Ekayana, Zidane Raditya, Chico Jericho, dan Dava Yunna.

Dalam format turnamen, dua tim teratas dari masing-masing grup akan melaju ke perempat final sekaligus memastikan tiket ke Piala Dunia U-17 2026 di Qatar. Artinya, target realistis Indonesia adalah menembus dua besar Grup B.

Secara historis, Indonesia memiliki modal positif. Pada edisi sebelumnya, tim yang dilatih Nova Arianto berhasil mencapai perempat final Piala Asia U-17 2025 dan lolos ke Piala Dunia U-17 2025.

Saat itu, Indonesia tampil impresif di fase grup dengan menyapu bersih kemenangan atas Korea Selatan (1-0), Yaman (4-1), dan Afganistan (2-0). Namun, langkah Indonesia terhenti di perempat final setelah kalah 0-6 dari Korea Utara.

Dengan pengalaman tersebut, tekanan sekaligus harapan kini berada di pundak generasi baru. Konsistensi permainan dan efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia di turnamen ini.

Jadwal Timnas U-17 Indonesia di Piala Asia U-17 2026

  • Selasa, 5 Mei: Indonesia vs China (23.30 WIB)

  • Sabtu, 9 Mei: Indonesia vs Qatar (23.30 WIB)

  • Selasa, 12 Mei: Indonesia vs Jepang (23.00 WIB)

FAQ

1. Di mana Piala Asia U-17 2026 digelar?
Turnamen berlangsung di Jeddah, Arab Saudi.

2. Siapa pelatih Timnas U-17 Indonesia saat ini?
Tim dilatih oleh Kurniawan Dwi Yulianto.

3. Apa target realistis Indonesia di turnamen ini?
Target utama adalah lolos ke perempat final sekaligus mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026.

4. Siapa pemain diaspora di skuad Indonesia?
Mike Rajasa, Noha Pohan, dan Mathew Baker.

5. Kapan pertandingan pertama Indonesia?
Melawan China pada 5 Mei pukul 23.30 WIB.

Endang Tri Purwanto Gandeng Pemuda Pancasila Jaga Stabilitas Pontianak

Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto perkuat sinergi dengan Pemuda Pancasila untuk menjaga keamanan dan mendukung AVC 2026 di Pontianak.
Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto perkuat sinergi dengan Pemuda Pancasila untuk menjaga keamanan dan mendukung AVC 2026 di Pontianak.

PONTIANAK - Upaya menjaga stabilitas keamanan di Pontianak terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif. Endang Tri Purwanto memimpin audiensi bersama jajaran Pemuda Pancasila tingkat kota sebagai langkah strategis mempererat sinergi antara aparat dan organisasi masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (29/4/2026), dihadiri unsur kepolisian serta pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pontianak.

Dalam forum tersebut, Endang Tri Purwanto menegaskan bahwa peran organisasi kemasyarakatan sangat krusial dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Selain membahas penguatan sinergi, agenda juga menyoroti dukungan terhadap pelaksanaan Asian Volleyball Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–18 Mei 2026. Dalam konteks tersebut, aparat kepolisian menekankan pentingnya sterilisasi sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan berskala internasional tersebut.

Dari pihak organisasi, M. Firdaus menyampaikan komitmen untuk mendukung langkah pemerintah dan aparat keamanan. Dukungan tersebut mencakup partisipasi dalam kegiatan sosial, pembinaan generasi muda, serta keterlibatan dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Audiensi ini menjadi momentum konsolidasi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam membangun komunikasi yang lebih intensif. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta menciptakan suasana aman dan harmonis di Kota Pontianak.

FAQ

1. Apa tujuan audiensi antara Polresta Pontianak dan Pemuda Pancasila?
Untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

2. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Jajaran Polresta Pontianak dan pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak.

3. Apa kaitannya dengan AVC 2026?
Audiensi membahas dukungan pengamanan menjelang Asian Volleyball Championship 2026.

4. Mengapa peran ormas dianggap penting?
Karena ormas memiliki jaringan sosial yang luas untuk membantu menjaga stabilitas lingkungan.

5. Apa hasil yang diharapkan dari pertemuan ini?
Terbangunnya komunikasi yang kuat dan kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga keamanan kota.

Gegana Brimob Kalbar Ledakkan Granat Tua Di Landak

Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.
Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.

NGABANG - Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat melakukan pemusnahan granat tangan di area kebun sawit milik warga bernama Eko, yang berada di Dusun Pemantas, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Proses disposal berlangsung dengan pengamanan ketat guna menghindari risiko bagi masyarakat sekitar.

Granat tersebut sebelumnya ditemukan warga pada 15 Januari 2026 di Dusun Jatak, Desa Bagak. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Kegiatan pemusnahan dipimpin oleh AKP Sri Rubianto bersama dua personel Gegana Jibom Brimob Polda Kalbar. Proses tersebut turut disaksikan Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika beserta jajaran kepolisian setempat.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika menjelaskan bahwa granat tangan tersebut diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif dan berpotensi membahayakan.

Sebelum pelaksanaan disposal, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat dusun setempat. Langkah pengamanan area juga dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan warga selama proses berlangsung.

Iptu I Nyoman Astika juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak. Peran aktif warga dinilai penting untuk mencegah potensi bahaya yang tidak diinginkan.

Proses pemusnahan granat berjalan lancar tanpa kendala. Situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif hingga kegiatan selesai.

FAQ

Apa itu disposal granat?
Disposal granat adalah proses pemusnahan bahan peledak oleh tim khusus agar tidak membahayakan masyarakat.

Dari mana asal granat tersebut?
Granat diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif hingga ditemukan warga.

Apakah lokasi kejadian aman?
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh dan proses disposal berjalan aman tanpa insiden.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan benda mencurigakan?
Masyarakat diminta segera melapor ke kepolisian terdekat dan tidak menyentuh benda tersebut.

Siapa yang menangani pemusnahan granat?
Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat dipimpin AKP Sri Rubianto.

Haji 2026: Eddy Khairani Pastikan Layanan Lansia Berjalan Optimal

Layanan haji lansia di Embarkasi Banjarmasin jadi prioritas. Eddy Khairani memastikan proses berjalan optimal dari asrama hingga boarding pesawat.
Layanan haji lansia di Embarkasi Banjarmasin jadi prioritas. Eddy Khairani memastikan proses berjalan optimal dari asrama hingga boarding pesawat.

BANJARMASIN – Pelayanan bagi jamaah calon haji (JCH) kategori lansia, uzur, dan disabilitas menjadi perhatian utama pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Embarkasi Banjarmasin. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Selatan, Dr H Eddy Khairani, memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pemantauan dilakukan langsung oleh Eddy Khairani di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kota Banjarbaru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian layanan, mulai dari kedatangan jamaah di asrama hingga proses keberangkatan di bandara, berjalan optimal.

Eddy Khairani menegaskan bahwa sistem pelayanan untuk jamaah prioritas telah dirancang secara menyeluruh. Pengaturan waktu keberangkatan, alur naik bus, hingga proses boarding pesawat disusun agar lebih tertib dan memberikan kenyamanan.

Pendampingan intensif juga diberikan oleh petugas layanan khusus di setiap kelompok terbang (kloter). Kehadiran petugas dinilai krusial dalam membantu jamaah yang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dari sisi fisik maupun psikologis.

Menurut Eddy Khairani, kerja tim layanan khusus menunjukkan dedikasi tinggi. Petugas tetap menjalankan tugas meski harus menghadapi keterbatasan waktu istirahat demi memastikan jamaah prioritas mendapat pendampingan maksimal.

Selain aspek teknis, pendekatan humanis menjadi kunci dalam pelayanan. Eddy Khairani mengingatkan seluruh petugas untuk mengedepankan empati, mengingat kondisi jamaah lansia dan disabilitas membutuhkan perhatian lebih dari sekadar prosedur administratif.

Evaluasi langsung dari jamaah juga menjadi tolok ukur kualitas layanan. Sejumlah jamaah menyampaikan kenyamanan selama proses keberangkatan, yang menjadi indikator positif bagi penyelenggara.

Koordinasi lintas sektor turut menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional. Sinergi antara petugas layanan khusus, transportasi, dan kesehatan terus diperkuat agar pelayanan semakin optimal.

Pada musim haji 2026, Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan memberangkatkan 19 kloter jamaah calon haji dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, dengan total 6.822 orang.

FAQ

1. Apa fokus utama layanan haji di Embarkasi Banjarmasin 2026?
Fokus utama adalah pelayanan bagi jamaah lansia, uzur, dan disabilitas agar lebih nyaman dan aman.

2. Siapa yang memantau langsung layanan tersebut?
Dr H Eddy Khairani turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pelayanan.

3. Bagaimana sistem pelayanan untuk jamaah prioritas?
Diatur mulai dari jadwal keberangkatan, naik bus, hingga boarding pesawat secara tertib dan terstruktur.

4. Berapa jumlah jamaah yang diberangkatkan tahun ini?
Sebanyak 6.822 jamaah dalam 19 kloter dari Kalsel dan Kalteng.

5. Apa peran petugas layanan khusus?
Memberikan pendampingan penuh sejak di asrama hingga naik pesawat, terutama bagi jamaah prioritas.

UMKM Tanah Laut Tembus Nasional, Dian Rahmat Trianto Sabet Penghargaan Bergengsi

Dian Rahmat Trianto meraih Woman’s Inspiration Awards 2026 atas peran besar dalam pengembangan UMKM Tanah Laut hingga mampu bersaing di pasar nasional.
Dian Rahmat Trianto meraih Woman’s Inspiration Awards 2026 atas peran besar dalam pengembangan UMKM Tanah Laut hingga mampu bersaing di pasar nasional.

Pelaihari Jadi Sorotan, Kepemimpinan Dian Rahmat Trianto Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional

Tanah Laut, Kalsel – Peran kepemimpinan perempuan dalam mendorong ekonomi daerah kembali mendapat pengakuan nasional. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Laut, Dian Rahmat Trianto, meraih penghargaan Woman’s Inspiration Awards 2026 pada kategori Woman’s Business Leadership.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, dalam acara yang berlangsung di Convention Hall iNews Tower. Apresiasi diberikan atas kontribusi nyata dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kerajinan daerah.

Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan aktif yang dijalankan Dian Rahmat Trianto dalam membina pelaku UMKM di Tanah Laut. Berbagai program seperti pelatihan keterampilan, kurasi produk, hingga digitalisasi pemasaran menjadi strategi utama untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.

Dian Rahmat Trianto menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif para perajin dan pelaku usaha di daerah.

“Penghargaan ini menjadi milik seluruh pelaku UMKM Tanah Laut. Upaya bersama akan terus diperkuat agar produk lokal semakin kompetitif di pasar nasional,” ujar Dian Rahmat Trianto di Pelaihari.

Dorongan terhadap UMKM tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memperluas akses pasar. Transformasi digital menjadi salah satu kunci penting dalam menjangkau konsumen lebih luas sekaligus meningkatkan nilai jual produk kerajinan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Fauzi, menyoroti pentingnya kontribusi perempuan dalam pembangunan nasional. Arifah Fauzi menekankan bahwa perubahan besar sering berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan. Kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan perubahan nyata di masa depan,” kata Arifah Fauzi.

Woman’s Inspiration Awards 2026 sendiri merupakan ajang penghargaan bagi perempuan Indonesia yang dinilai berhasil memberikan dampak signifikan di berbagai sektor, mulai dari bisnis, sosial, pemerintahan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak perempuan untuk terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

FAQ

1. Apa itu Woman’s Inspiration Awards 2026?
Ajang penghargaan nasional yang diberikan kepada perempuan Indonesia atas kontribusi di bidang bisnis, sosial, pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat.

2. Mengapa Dian Rahmat Trianto mendapat penghargaan?
Karena peran aktif dalam membina UMKM melalui pelatihan, kurasi produk, dan digitalisasi pemasaran.

3. Apa dampak program Dekranasda Tanah Laut?
Meningkatkan kualitas produk kerajinan dan memperluas akses pasar hingga tingkat nasional.

4. Mengapa UMKM penting bagi ekonomi daerah?
UMKM menjadi sektor utama penggerak ekonomi lokal dan penyerap tenaga kerja.

5. Apa harapan pemerintah daerah setelah penghargaan ini?
Mendorong lebih banyak perempuan berperan aktif dalam pengembangan ekonomi daerah.

Jumat, 01 Mei 2026

Terseret Arus Saat Menjaring Udang, Nelayan Muara Badak Ditemukan Tewas

Nelayan Muara Badak M Rizal ditemukan meninggal setelah terseret arus saat menjaring udang. Tim SAR menemukan korban di hari kedua pencarian.
Nelayan Muara Badak M Rizal ditemukan meninggal setelah terseret arus saat menjaring udang. Tim SAR menemukan korban di hari kedua pencarian.

Muara Badak, Kaltim - Upaya pencarian nelayan yang hilang di perairan Muara Badak akhirnya membuahkan hasil. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menemukan M Rizal (33), warga Kecamatan Muara Badak, dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sungai.

Peristiwa bermula pada Kamis pagi (30/4/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. M Rizal bersama seorang rekan berangkat menjaring udang di area tambak milik sendiri di perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Namun saat beraktivitas, M Rizal diduga kehilangan kendali akibat kuatnya arus sungai. Arus yang deras menyeret tubuh M Rizal hingga hilang dari pantauan.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Balikpapan sekitar pukul 11.10 Wita. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan sejak hari pertama.

Pencarian Hari Kedua Berbuah Hasil

Operasi pencarian memasuki hari kedua pada Jumat (1/5/2026). Tim memulai kegiatan sejak pukul 07.00 Wita dengan melakukan briefing untuk menentukan strategi penyisiran.

Area pencarian difokuskan pada radius sekitar 2 nautical mile persegi dengan arah penyisiran mengikuti aliran sungai ke hilir.

Hasilnya, M Rizal ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal kejadian ke arah hilir. Lokasi penemuan berada pada koordinat 0°20'53.0"S dan 117°27'07.4"E.

Jenazah M Rizal kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.

Operasi SAR Ditutup, Tim Kembali Siaga

Setelah proses evakuasi selesai, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing. Operasi SAR resmi diusulkan ditutup, dan masing-masing tim kembali ke satuan untuk bersiaga.

Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkar Muara Badak, relawan dari Kukar dan Samarinda, keluarga korban, serta nelayan setempat.

Tantangan Berat Selama Pencarian

Selama proses pencarian, tim menghadapi berbagai kendala di lapangan. Gelombang dari muara cukup besar dan berbahaya. Selain itu, kawasan tersebut juga dikenal memiliki potensi ancaman dari hewan liar seperti buaya dan ular.

Meski demikian, operasi berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan.

Peralatan Lengkap Dikerahkan

Untuk mendukung pencarian, tim mengerahkan berbagai peralatan, termasuk rescue car, rubber boat Basarnas, perahu BPBD, speed boat TNI AL, serta armada milik warga dan nelayan.

Selain itu, digunakan pula perlengkapan SAR air, peralatan selam, alat komunikasi, dan perlengkapan medis guna memastikan operasi berjalan optimal.

FAQ

1. Siapa korban dalam kejadian ini?
Korban adalah M Rizal (33), warga Kecamatan Muara Badak.

2. Kapan kejadian terjadi?
Kejadian berlangsung pada Kamis pagi, 30 April 2026.

3. Di mana lokasi kejadian?
Di perairan Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

4. Kapan korban ditemukan?
Korban ditemukan pada hari kedua pencarian, Jumat (1 Mei 2026).

5. Apa penyebab korban terseret arus?
Diduga korban tidak mampu mengendalikan diri akibat kuatnya arus sungai.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.