Berita BorneoTribun hari ini

CSS/JS FIT

Kode Recentpost Grid

BANNER - Geser keatas untuk melanjutkan

Selasa, 28 April 2026

Pemprov Kalbar Anggarkan Rp 24 Miliar untuk Dua Ruas Jalan Strategis di Sintang Tahun Ini

Kepala Dinas PUPR Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen. Foto: Dok. Ist
Kepala Dinas PUPR Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen. Foto: Dok. Ist
Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan terus mendorong pembangunan infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026. Salah satu fokus utama diarahkan ke wilayah pedalaman dan daerah dengan akses terbatas, termasuk dua ruas jalan strategis di Kabupaten Sintang, yakni Nanga Mau–Tebidah dan Tebidah–Bunyau.

Melalui Dinas PUPR Kalimantan Barat, pemerintah menyiapkan total anggaran sebesar Rp 24 miliar untuk peningkatan dua ruas jalan tersebut. Masing-masing paket pekerjaan memperoleh pagu anggaran Rp12 miliar dan saat ini telah memasuki tahap persiapan tender fisik.

Kepala Dinas PUPR Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan penanganan ruas Nanga Mau–Tebidah direncanakan sepanjang 1,14 kilometer dengan prioritas pada titik jalan yang mengalami kerusakan berat.

“Iya kita memiliki rencana penangan efektif untuk ruas jalan Nanga Mau-Tebidah itu sepanjang 1,14 kilometer dan kita fokuskan pada kerusakan berat,” ujarnya.

Sementara itu, ruas Tebidah–Bunyau juga akan ditangani dengan panjang efektif 1,14 kilometer. Fokus pengerjaan tetap diarahkan pada segmen jalan rusak parah agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas harian dan distribusi hasil usaha warga.

Menurut Iskandar, pola pembangunan dilakukan secara bertahap melalui skema fungsional tersebar, yakni memperbaiki titik-titik kerusakan paling parah terlebih dahulu agar akses masyarakat dapat segera terbantu.

“Kita memastikan bahwa pembangunan ini segera berprogres pada 2026, dengan fokus kita pada pembangunan jalan yang berat atau rusak parah, meskipun mungkin kecil tapi kita bertahap melakukan perbaikan, dengan skema tersebut,” tambahnya.

Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam pemerataan pembangunan hingga kawasan pedalaman. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, perbaikan dua ruas jalan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sintang.

Kasus Cabul Anak Di Sekadau Bertambah, Korban Kedua Keponakan Pelaku Usia 10 Tahun

Foto: Ilustrasi Kasus Pencabulan Anak Di Sekadau, Kalimantan Barat 

SEKADAU - Kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak yang menjerat RY (42) di Kabupaten Sekadau memasuki babak baru. Setelah sebelumnya terungkap korban adalah anak kandungnya sendiri, kini polisi menemukan satu korban lain yang merupakan keponakan pelaku dan masih berusia 10 tahun.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono membenarkan adanya perkembangan tersebut. Temuan ini merupakan hasil pengembangan penyidikan Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau.

“Iya, benar. Ini merupakan pengembangan kasus yang dilakukan Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau,” ujar AKP Triyono di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2026).

AKP Triyono menjelaskan, laporan terkait korban kedua diterima SPKT Polres Sekadau pada Senin (27/4/2026), setelah orang tua korban memperoleh informasi mengenai dugaan peristiwa yang dialami anaknya.

Dari keterangan awal, korban menyampaikan kepada ibunya bahwa pelaku diduga telah beberapa kali melakukan perbuatan cabul terhadap dirinya. Peristiwa terakhir disebut terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026, di rumah pelaku di Kecamatan Sekadau Hilir. Pelaku diketahui merupakan paman korban sendiri.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau segera memeriksa korban dan sejumlah saksi. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sekadau untuk memastikan perlindungan dan pendampingan korban.

“Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi serta berkoordinasi dengan Dinsos dan DP3A Kabupaten Sekadau untuk proses pendampingan korban,” ungkap AKP Triyono.

Dalam perkara ini, RY dijerat Pasal 473 ayat (4) jo. Pasal 473 ayat (1) atau Pasal 473 ayat (2) huruf b dan/atau Pasal 415 huruf b Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

AKP Triyono menegaskan, RY sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Sekadau dalam kasus serupa dengan korban anak kandungnya sendiri. Tersangka diamankan pada Selasa (14/4/2026) malam di Dusun Sungai Langer, Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

“Jadi, saat ini terdapat dua korban, yakni anak kandung dan keponakan tersangka yang keduanya masih di bawah umur. Karena itu, kasus ini menjadi perhatian serius kami, baik dalam proses penanganan hukum terhadap tersangka maupun dalam upaya perlindungan dan pendampingan korban, khususnya pemulihan psikologis melalui koordinasi dengan instansi terkait,” pungkasnya. (Red/Rh)

Polres Landak Ringkus Tiga Pengedar Sabu Di Ngabang, Salah Satu Residivis

Foto: Tersangka pengedar beserta barang bukti narkotika jenis sabu di Kecamatan Ngabang 

LANDAK - Satuan Reserse Narkoba Polres Landak menangkap tiga pengedar narkotika jenis sabu di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran sabu di Dusun Hilir Tengah II, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satresnarkoba Polres Landak langsung melakukan penyelidikan di lokasi.

Setelah memastikan keberadaan terduga pelaku, petugas melakukan penindakan. Dua terduga pelaku berinisial R dan G diamankan saat mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox warna merah di Gang Bahtera, Dusun Hilir Tengah II.

Saat digeledah, dari R ditemukan satu plastik klip transparan berisi kristal diduga sabu seberat bruto 1,06 gram di saku celana kanan. Di saku jaket kanan ditemukan satu plastik klip kosong dan satu sendok dari potongan pipet putih. Di saku jaket kiri ditemukan satu plastik klip berisi kantong klip kosong. Sementara dari G diamankan satu unit handphone Vivo Y16 warna Stellar Black dari tangan kiri.

Dari hasil pengembangan, keduanya mengaku memperoleh sabu dari terduga pelaku berinisial EI di Dusun Pulau Bendu, Desa Hilir Tengah. Petugas kemudian bergerak menangkap EI dan menggeledah rumah serta badannya. Ditemukan barang bukti sabu seberat bruto 0,45 gram.

Ketiga terduga pelaku R, G, dan EI beserta barang bukti langsung dibawa ke Polres Landak untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. melalui Kasat Resnarkoba Polres Landak IPTU Yulianus Van Chanel TK, S.I.P. membenarkan penangkapan tersebut.

"Benar telah melakukan penangkapan terhadap tiga terduga pelaku pengedar sabu di Dusun Hilir Tengah II dan Dusun Pulau Bendu. Terduga pelaku EI adalah residivis kasus narkotika yang pernah ditangani Satresnarkoba Polres Landak," jelas Yulianus, Selasa (28/4/2026).

Ia mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi. “Tanpa dukungan masyarakat, pengungkapan kasus seperti ini tentu akan lebih sulit. Kami juga menegaskan Polres Landak akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya demi menjaga generasi muda dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasat Resnarkoba menyampaikan pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.

Polres Landak juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan sekitar. "Terutama aparat desa kiranya tidak sungkan bila kami minta didampingi saat lakukan penggeledahan karena itu yang diamanahkan undang-undang," tegasnya.

Dukungan masyarakat dinilai sangat penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.

Tangkap Pengedar Shabu di Ngabang, Satresnarkoba Berhasil Amankan Sejumlah Barang Bukti

Terduga Pelaku Pengedar Narkoba di Ngabang (27/4/2026) (Dok. Satresnarkoba)

LANDAK - Satuan Reserse Narkoba Polres Landak berhasil menangkap pengedar narkotika jenis shabu di Dusun Hilir Tengah II, Desa HilirTengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.30 WIB.

Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang diterima oleh Satresnarkoba Polres Landak terkait adanya orang yang diduga menyimpan dan mengedarkan narkotika jenis shabu di Dusun Hilir Tengah II Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satresnarkoba Polres Landak langsung melakukan penyelidikan di lokasi, setelah melakukan penyelidikan maksimal dan memastikan keberadaan terduga pelaku, petugas kemudian bergerak melakukan penindakan serta penangkapan kepada terduga pelaku berinisial R dan G yang sedang mengendarai sepeda Motor Yamaha Aerox warna merah di jalan Gg. Bahtera dan di hentikan oleh perugas.

Satresnarkoba kemudian memerikasa kedua terduga tersebut, saat dilakukan pengeledahan terhadap terduga R ditemukan tepatnya disaku celana sebelah kanan satu buah plastik klip transparan berisi Kristal diduga Narkotika jenis shabu berat bruto 1,06 (satu koma nol enam) gram.

Selanjutanya, ditemukan dalam saku jaket sebelah kanan satu buah plastik klip transparan kosong dan satu buah sendok terbuat dari potongan pipet warna putih, disisi lain ditemukan lagi didalam saku jaket sebelah kiri satu buah plastik klip transparan berisikan kantong klip kosong.

Sedangkan terhadap terduga G ditemukan tepatnya ditangan sebelah kiri 1 (satu) unit handphone merk VIVO Y16 warna Stellar Black. Kemudian hasil pengembangan informasi dari kedua terduga pelaku diketahui bahwa memperoleh Narkotika jenis Shabu tersebut dari terduga pelaku berinisial EI di Dusun pulau Bendu Desa hilir tengah Kecamatan Ngabang.

Mengetahui informasi tersebut Satresnarkoba bergegas untuk melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku EI dan ditemukan barang bukti Narkotika jenis shabu dengan berat bruto 0,45 (nol koma empat lima) gram saat melakukan pengeledahan di rumah dan tubuh terduga pelaku.

Saat ini terduga pelaku R, G dan EI serta Barang Bukti dibawa ke Polres Landak untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kasat Resnarkoba Polres Landak IPTU Yulianus Van Chanel. TK, S.I.P, menjelaskan bahwa benar telah melakukan penangkapan terhadap tiga orang terduga pelaku berinisial R, G dan EI pengedar Narkotika jenis Shabu di Dusun Hilir Tengah II dan di Dusun Pulau Bendu Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak tersebut.

Terduga pelaku EI adalah resedivis kasus Narkotika yang pernah ditangani oleh Sat Resnarkoba Polres Landak. Menurutnya, penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara pihak kepolisian dengan masyarakat yang aktif memberikan informasi terkait peredaran narkotika di wilayahnya.

“Kami mengapresiasi peran masyarakat yang telah memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Tanpa dukungan masyarakat, pengungkapan kasus seperti ini tentu akan lebih sulit dilakukan. Kami juga menegaskan bahwa Polres Landak akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya demi menjaga generasi muda dari bahaya narkoba,” ujar Kasat Resnarkoba

Ia juga menyampaikan, bahwa saat ini para tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Landak untuk kepentingan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sat Resnarkoba juga masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

Polres Landak mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan sekitarnya terutama aparat desa kiranya tidak sungkan bilamana kami minta didampingi saat lakukan pengeledahan karena itu yang diamanahkan undang-undang. Dukungan masyarakat dinilai sangat penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.

(RED)

Senin, 27 April 2026

Wagub Kalbar Buka Perayaan Naik Dango ke- 41, Balalak Dilaksanakan Juni 2026, Kabupaten Landak Jadi Tuan Rumah Naik Dango Tahun 2027

Foto : Pembukaan Perayaan Naik Dango ke-41di Desa Linga,Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Acara naik dango di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Mempawah, Landak dan Kubu Raya Tahun 2026 saat ini sedang di gelar. Naik Dango ke -41 tersebut berlangsung di Rumah Adat Betang, Desa Linga, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, 25 April - 28 April.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan saat menghadiri sekaligus membuka perayaan puncak Naik Dango ke-41 mengapresiasi pelaksanaan Naik Dango ke-41 yang dinilainya berlangsung meriah dan menjadi simbol kebersamaan antardaerah.

“Saya ingin mengucapkan selamat. Ini adalah acara Naik Dango yang paling meriah. Dilakukan oleh Pemkab Kubu Raya, Mempawah dan Landak menjadi satu. Ini sangat menarik,” ujarnya saat membuka perayaan Naik Dango, Senin 27 April 2026.

Ia menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti Naik Dango sangat penting untuk terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat. Menurutnya, masyarakat tidak boleh melupakan budaya maupun adat istiadat leluhur.

“Budaya harus terus kita lestarikan agar tidak tertelan zaman, masyarakat jangan melupakan budayanya, masyarakat jangan melupakan adatnya,” katanya.

Krisantus juga mengimbau seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian acara berlangsung, mengingat tingginya antusiasme masyarakat yang diperkirakan memadati lokasi kegiatan.

Balala di Tiga Kabupaten Dilaksanakan Bulan Juni 

Balala"k merupakan Ritual adat Dayak Kanayant sesudah masa panen, dan akan memulai kembali aktivitas bahuma/berladang, dengan tujuan untuk membersihkan situasi alam semesta,agar aktivitas pertanian mendapatkan hasil yang maksimal. Hal tersebut juga untuk memohon kepada Jubata (Tuhan Yesus) agar terhindar dari musibah dan wabah penyakit.

Dari hasil Bahump (Kesepakatan Musyawarah Adat) yang di laksanakan Minggu, 26 April 2026 di Rumah Adat Desa Lingga, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya yang di hadiri oleh Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Landak, Heri Saman, Ketua DAD Kabupaten Mempawah, Adrianus, Ketua DAD Kubu Raya, Markus Nalian dan seluruh Ketua DAD Kecamatan dari tiga Kabupaten.

 Pelaksanaan Ritual Adat Balala'k atau Pantang Nagari di Kabupaten Landak, Mempawah dan Kubu Raya akan dilaksanakan mulai Jumat, 5 Juni 2026 pukul 18.00 WIB tutup saka dan Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 18.00 WIB buka saka. 

Perlu diketahui, Pelaksanaan Ritual Balala/Pantang Nagari merupakan ritual adat Dayak sub suku Kanayatn sesudah masa panen, selanjutnya akan  memulai kembali kegiatan bahuma atau berladang. 

Hal tersebut bertujuan untuk membersihkan situasi alam semesta agar aktivitas pertanian mendapatkan hasil yang maksimal. Pelaksanaan ritual di wilayah masyarakat adat Dayak disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat dan tata cara di Binua masing-masing.

Kabupaten Landak Jadi Tuan Rumah Naik Dango ke-42 tahun 2027

Kabupaten Landak kembali menjadi tuan rumah naik dango yang ke-42 tahun 2027 mendatang, setelah melalui pola putaran naik dango 1:1:1. Sebelumnya pada tahun 2023, kabupaten landak juga pernah menjadi tuan rumah gelaran naik dango yang ke -38. Pada saat itu kegiatan yang di laksanakan berjalan aman dan lancar sampai penutupan. 

Upacara adat Naik Dango adalah ritual adat yang dilaksanakan oleh suku Dayak di Kalimantan Barat, Naik Dango erat kaitannya dengan ritual doa yang digelar oleh suku Dayak kepada Sang pencipta yang disebut sebagai Jubata (Tuhan Yesus), yang memberikan berkah melimpah melalui hasil panen padi yang menjadi lambang kemakmuran.

Suku Dayak percaya bahwa dengan memanjatkan rasa syukur dan doa ketika Naik Dango, maka akan membuat hasil panen semakin melimpah di musim yang akan datang. Selain itu acara doa ini juga dipercaya untuk menangkal bencana sekaligus gangguan hama di sawah.


(RED)

Sorotan Publik Beralih ke Marsha Aruan Saat El Rumi Resmi Menikah dengan Syifa Hadju

Marsha Aruan jadi sorotan saat El Rumi menikah dengan Syifa Hadju. Liburan Marsha Aruan di Maldives memicu spekulasi warganet. (Gambar Ilustrasi Edit AI)
Marsha Aruan jadi sorotan saat El Rumi menikah dengan Syifa Hadju. Liburan Marsha Aruan di Maldives memicu spekulasi warganet. (Gambar Ilustrasi Edit AI)

JAKARTA - Kabar pernikahan El Rumi dengan Syifa Hadju menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan publik pada akhir pekan. Prosesi sakral tersebut digelar di Hotel Raffles Jakarta pada Minggu, 26 April 2026, dalam suasana yang penuh kebahagiaan dan perhatian publik.

Di tengah kabar bahagia tersebut, nama Marsha Aruan justru ikut menjadi bahan perbincangan. Perhatian warganet mengarah kepada aktivitas Marsha Aruan yang diketahui sedang menikmati waktu liburan di Maldives pada waktu yang berdekatan dengan hari pernikahan mantan kekasih tersebut.

Melalui akun Instagram pribadi @aruanmarsha, Marsha Aruan membagikan sejumlah potret saat menikmati liburan di Maldives. Beberapa unggahan memperlihatkan Marsha Aruan duduk santai di tepi pantai, menikmati suasana laut, hingga melakukan aktivitas snorkeling.

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet. Banyak komentar yang mengaitkan momen liburan tersebut dengan pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju.

Sejumlah komentar warganet memunculkan spekulasi bahwa perjalanan liburan tersebut berkaitan dengan kondisi emosional pasca hubungan lama yang pernah terjalin dengan El Rumi. Namun, tidak sedikit pula warganet yang memberikan dukungan dan melihat liburan tersebut sebagai bagian dari upaya menikmati hidup secara positif.

Dalam beberapa foto yang dibagikan, terlihat seorang pria berada di dekat Marsha Aruan. Sosok tersebut belum dijelaskan identitasnya oleh Marsha Aruan, namun kehadiran pria tersebut memicu rasa penasaran di kalangan pengikut media sosial.

Spekulasi mengenai hubungan Marsha Aruan dengan pria tersebut terus berkembang di ruang komentar. Sebagian warganet menilai kehadiran sosok pria tersebut dapat menjadi tanda bahwa Marsha Aruan telah membuka lembaran baru dalam kehidupan pribadi.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Marsha Aruan terkait identitas pria tersebut maupun tujuan utama perjalanan liburan tersebut.

Sebagai informasi, Marsha Aruan dan El Rumi pernah menjalin hubungan dalam waktu yang cukup panjang. Hubungan tersebut dimulai sekitar tahun 2014 dan berlangsung selama kurang lebih lima hingga enam tahun.

Selama menjalin hubungan, pasangan tersebut dikenal sering membagikan momen kebersamaan di media sosial. Hubungan tersebut berakhir pada akhir tahun 2019.

Meski hubungan asmara telah berakhir, hubungan baik antara Marsha Aruan dan keluarga El Rumi diketahui tetap terjaga hingga saat ini. Sementara itu, El Rumi kini memasuki babak baru kehidupan setelah resmi menikah dengan Syifa Hadju.

FAQ

1. Kapan El Rumi menikah dengan Syifa Hadju?
El Rumi menikah dengan Syifa Hadju pada Minggu, 26 April 2026 di Hotel Raffles Jakarta.

2. Di mana Marsha Aruan berada saat pernikahan El Rumi berlangsung?
Marsha Aruan diketahui sedang menikmati liburan di Maldives berdasarkan unggahan di media sosial.

3. Apakah Marsha Aruan menghadiri pernikahan El Rumi?
Tidak ada informasi resmi yang menyebutkan kehadiran Marsha Aruan dalam acara tersebut.

4. Siapa pria yang terlihat bersama Marsha Aruan di Maldives?
Identitas pria tersebut belum dijelaskan secara resmi oleh Marsha Aruan.

5. Berapa lama hubungan Marsha Aruan dan El Rumi berlangsung?
Hubungan Marsha Aruan dan El Rumi berlangsung sekitar lima hingga enam tahun sejak 2014 hingga berakhir pada 2019.

Film Terakhir Thalapathy Vijay Jana Nayagan Tayang Global 8 Mei 2026

Film Jana Nayagan yang dibintangi Thalapathy Vijay akhirnya mendapat tanggal rilis global pada 8 Mei 2026 setelah melewati proses sensor yang panjang.
Film Jana Nayagan yang dibintangi Thalapathy Vijay akhirnya mendapat tanggal rilis global pada 8 Mei 2026 setelah melewati proses sensor yang panjang.

JAKARTA - Setelah melalui proses panjang terkait perizinan sensor, film Jana Nayagan yang dibintangi aktor India Thalapathy Vijay akhirnya mendapatkan kepastian jadwal tayang global. Film bergenre aksi politik tersebut dijadwalkan hadir di bioskop pada 8 Mei 2026 di berbagai negara.

Kepastian tanggal rilis ini menjadi kabar penting bagi industri perfilman Tamil, mengingat proyek tersebut sempat mengalami sejumlah kendala administratif yang menyebabkan jadwal penayangan sebelumnya tertunda.

Film Jana Nayagan sebelumnya direncanakan tayang pada momen Pongal 2026, salah satu periode emas perfilman India. Namun, rencana tersebut batal setelah film harus menjalani proses panjang dengan otoritas sensor film.

Setelah tahapan tersebut rampung, produser dari KVN Productions akhirnya mengunci tanggal baru untuk penayangan global pada Mei 2026. Pengumuman resmi dari pihak produksi diperkirakan akan dirilis dalam waktu dekat untuk memperkuat kepastian jadwal tersebut.

Di tengah proses menuju rilis, film tersebut juga menghadapi tantangan lain setelah versi film dilaporkan sempat bocor di internet beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pendapatan awal film, meski popularitas Thalapathy Vijay diperkirakan tetap menjadi faktor kuat yang menarik minat penonton.

Jana Nayagan menjadi proyek yang mendapat perhatian luas karena disebut sebagai film terakhir Thalapathy Vijay sebelum fokus pada kegiatan lain di luar dunia film.

Faktor tersebut diyakini akan mendorong antusiasme tinggi dari penggemar, terutama pada hari-hari awal penayangan. Apabila film memperoleh respons positif dari penonton, peluang mencetak rekor pendapatan di wilayah Tamil Nadu terbuka cukup besar.

Selain faktor popularitas aktor utama, momentum perilisan juga berdekatan dengan hasil pemilihan umum di wilayah tersebut. Situasi politik yang melibatkan Thalapathy Vijay dan partai yang berkaitan dapat turut memengaruhi persepsi publik terhadap film tersebut.

Deretan Pemeran dan Alur Cerita

Film Jana Nayagan disutradarai oleh H. Vinoth, yang dikenal dengan karya bergenre aksi dan drama. Dalam film ini, Thalapathy Vijay dikabarkan memerankan karakter mantan polisi yang terlibat dalam konflik politik dan sosial.

Peran antagonis utama dipercayakan kepada aktor Bobby Deol, sementara aktris Pooja Hegde memerankan tokoh perempuan utama.

Selain tiga nama tersebut, film ini juga melibatkan sejumlah aktor ternama lain, di antaranya:

  • Mamitha Baiju

  • Gautham Vasudev Menon

  • Prakash Raj

  • Priyamani

  • Narain

Kehadiran sejumlah aktor berpengalaman tersebut memperkuat ekspektasi publik terhadap kualitas cerita dan produksi film.

Rekor Pemesanan Awal yang Sempat Tercapai

Sebelum penundaan jadwal sebelumnya, film Jana Nayagan dilaporkan mencatat angka pemesanan tiket awal yang mencapai lebih dari Rs 100 crore secara global.

Jika dikonversikan dengan kurs perkiraan 1 Rupee ≈ Rp190, maka nilai tersebut setara sekitar Rp19 miliar. Angka ini menunjukkan tingkat minat tinggi dari penonton bahkan sebelum film resmi dirilis.

Dengan latar belakang produksi besar, bintang papan atas, serta momentum film terakhir, Jana Nayagan diproyeksikan menjadi salah satu film yang paling dinantikan pada 2026.

FAQ

Kapan film Jana Nayagan tayang di bioskop?
Film Jana Nayagan dijadwalkan tayang secara global pada 8 Mei 2026.

Siapa sutradara film Jana Nayagan?
Film Jana Nayagan disutradarai oleh H. Vinoth.

Apakah Jana Nayagan merupakan film terakhir Thalapathy Vijay?
Jana Nayagan disebut sebagai proyek film terakhir Thalapathy Vijay sebelum fokus pada kegiatan lain.

Siapa pemeran utama selain Thalapathy Vijay?
Pemeran utama lainnya meliputi Bobby Deol sebagai antagonis dan Pooja Hegde sebagai pemeran perempuan utama.

Mengapa jadwal rilis Jana Nayagan sempat tertunda?
Penundaan terjadi karena proses panjang terkait persetujuan dari lembaga sensor film.

Sebastianus Darwis Tekankan Digitalisasi Dan Kolaborasi Di HUT Ke-27 Bengkayang

HUT ke-27 Bengkayang dimanfaatkan Bupati Sebastianus Darwis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pembangunan daerah mandiri dan berdaya saing.
HUT ke-27 Bengkayang dimanfaatkan Bupati Sebastianus Darwis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pembangunan daerah mandiri dan berdaya saing.

BENGKAYANG - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Pemerintah Kabupaten Bengkayang dimanfaatkan sebagai ruang refleksi terhadap perjalanan pembangunan sekaligus penegasan arah kebijakan masa depan daerah.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menekankan pentingnya memperkuat kerja sama lintas sektor guna memastikan pembangunan berjalan konsisten menuju daerah yang mandiri dan berdaya saing.

Momentum peringatan HUT ke-27 Pemkab Bengkayang tahun 2026 berlangsung dengan kehadiran unsur pemerintah provinsi, kepala daerah se-Kalimantan Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur masyarakat.

Menurut Sebastianus Darwis, hari jadi daerah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi waktu penting untuk meninjau capaian pembangunan serta memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memajukan daerah.

Sebastianus Darwis menyampaikan bahwa perjalanan pembangunan Bengkayang merupakan kelanjutan dari perjuangan para pendiri daerah yang telah membangun fondasi pemerintahan hingga Bengkayang mampu berkembang seperti saat ini.

Tema peringatan HUT tahun ini, yaitu “Bengkayang Optimis dan Mandiri”, mencerminkan keyakinan pemerintah daerah terhadap masa depan pembangunan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Sebastianus Darwis menjelaskan bahwa optimisme tersebut didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan berbagai sektor strategis.

Kabupaten Bengkayang yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999 memiliki posisi penting sebagai daerah otonom dengan potensi sumber daya yang luas dan beragam.

Dalam periode pembangunan 2025–2029, pemerintah daerah mengusung visi “Sumber Daya Manusia Mantap Bengkayang Gemilang” sebagai fondasi dalam meningkatkan daya saing daerah.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menempatkan sejumlah sektor unggulan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Sebastianus Darwis menyebut sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan sebagai bidang prioritas yang terus diperkuat melalui berbagai program strategis.

Pengembangan sektor tersebut didukung oleh peningkatan mutu pendidikan, penguatan ekonomi lokal, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong pemanfaatan inovasi sebagai langkah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang usaha baru di tingkat lokal.

Transformasi digital menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bengkayang.

Sebastianus Darwis menilai digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas birokrasi.

Langkah digitalisasi diharapkan mampu mempercepat proses administrasi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.

Upaya tersebut juga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dari berbagai lapisan.

Sebastianus Darwis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan melalui kerja sama dan inovasi di berbagai bidang.

Dukungan dari tokoh masyarakat, pelaku usaha, aparatur sipil negara, serta insan pers dinilai memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Sebastianus Darwis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi nyata dalam kemajuan Kabupaten Bengkayang.

Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bengkayang diharapkan tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga menjadi pemicu semangat baru bagi masyarakat untuk terus berkarya.

Sebastianus Darwis berharap momentum tersebut mampu menumbuhkan inspirasi bagi generasi muda serta mendorong peningkatan prestasi di berbagai bidang.

Dengan semangat kolaborasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Bengkayang optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di masa mendatang.

FAQ

1. Apa tema HUT ke-27 Kabupaten Bengkayang tahun 2026?
Tema yang diusung adalah “Bengkayang Optimis dan Mandiri.”

2. Apa fokus utama pembangunan Bengkayang saat ini?
Fokus pembangunan meliputi sektor pertanian, perikanan, perdagangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

3. Mengapa digitalisasi penting bagi pemerintah daerah?
Digitalisasi membantu meningkatkan efisiensi layanan publik, transparansi birokrasi, dan daya saing daerah.

4. Apa visi pembangunan Bengkayang periode 2025–2029?
Visi pembangunan adalah “Sumber Daya Manusia Mantap Bengkayang Gemilang.”

5. Siapa yang menghadiri peringatan HUT ke-27 Bengkayang?
Acara dihadiri unsur pemerintah provinsi, kepala daerah se-Kalimantan Barat, Forkopimda, dan berbagai elemen masyarakat.

Oleh: Fran Asok

Naik Dango Ke-41 Di Kubu Raya Jadi Momen Bersejarah Pemersatu Dayak

Foto: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan dan Bupati kubu Raya H Sujiwo Memukul Gong Sebanyak Tujuh Kali Dalam Pembuka Naik Dango Ke-41 di Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyebut perayaan Naik Dango tahun ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Dayak di Kalbar. Hal itu disampaikan saat membuka Naik Dango ke-41 di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (27/4/2026).

Menurut Krisantus, penyelenggaraan Naik Dango kali ini memiliki makna istimewa karena mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat Dayak dalam satu ruang kebersamaan.

“Ini adalah perayaan Naik Dango yang sangat bersejarah. Tiga kabupaten bersatu dalam satu kegiatan adat yang sakral. Ini menunjukkan bahwa budaya kita tidak hanya dijaga, tetapi juga dirayakan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Naik Dango merupakan ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil kerja selama satu tahun, khususnya di bidang pertanian. Tradisi ini juga menjadi titik awal untuk memulai kembali aktivitas berladang dan bersawah menghadapi musim tanam berikutnya.

Dalam kesempatan itu, Krisantus mengajak masyarakat memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam kepercayaan Dayak dikenal sebagai Jubata, agar usaha ke depan diberi keberhasilan dan keberkahan.

“Kita berdoa kepada Jubata agar kerja-kerja kita ke depan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan panen yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan Naik Dango sebagai momentum pelestarian budaya di tengah arus globalisasi.

“Di era globalisasi ini, suku atau bangsa yang tidak melestarikan budayanya akan perlahan hilang ditelan zaman. Oleh karena itu, kita harus terus menjaga, mencintai, dan melestarikan adat istiadat kita,” tegasnya.

Momen Kebersamaan Pada Pembukaan Naik Dango ke-41 di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (27/4/2026)

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan budaya merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga seluruh elemen masyarakat. Ia mengapresiasi pelaksanaan Naik Dango ke-41 di Desa Lingga sebagai wujud nyata pelestarian budaya Dayak.

“Budaya ini sangat penting. Budaya adalah jati diri bangsa. Hari ini budaya masyarakat Dayak bukan hanya menjadi identitas masyarakat Dayak itu sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sujiwo mengingatkan, jika masyarakat adat tidak menjaga dan melestarikan budayanya, adat istiadat tersebut dapat hilang ditelan zaman.

“Oleh karena itu, sebagai bentuk jati diri bangsa, kita harus merawat, menjaga, dan melestarikan budaya semua etnis yang ada, baik di Kabupaten Kubu Raya maupun di Nusantara,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kubu Raya mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,22 miliar untuk Naik Dango ke-41. Rinciannya, Rp300 juta untuk pelaksanaan kegiatan dan Rp920 juta untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

Selain itu, Pemkab juga berencana mengembangkan kawasan Rumah Betang sebagai destinasi budaya unggulan dengan tetap mempertahankan nilai keasliannya.

“Kawasan ini memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Akan kita tata dan kembangkan tanpa menghilangkan keasliannya, sehingga bisa menjadi cagar budaya sekaligus destinasi wisata,” jelasnya.

Sujiwo juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk kembali menggelar Naik Dango di Kubu Raya pada 2029 mendatang. “Insya Allah tahun 2029 kita siap menggelar Naik Dango di Kubu Raya dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Ketua Panitia Naik Dango ke-41, Lorensius, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upacara adat masyarakat Dayak Kanayatn yang dilaksanakan di tiga kabupaten di Kalbar.

“Tradisi ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga wujud rasa syukur serta kebersamaan dalam menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal,” ujarnya.

Ia berterima kasih kepada pemerintah daerah dan para donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Diharapkan nilai-nilai adat Dayak Kanayatn semakin kuat, tetap lestari, dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu peserta, Yeheskiel Chandra, anggota kontingen dari Kecamatan Sebangki, mengaku bersyukur dapat berpartisipasi.

“Kami sangat bersyukur bisa hadir di sini. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun pada 25 sampai 28 April. Kami mengucapkan syukur atas hasil panen yang kami persembahkan kepada Jubata, serta berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” ujarnya.

Ia berharap Naik Dango terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat Dayak.

Perayaan Naik Dango ke-41 ini diharapkan terus menjadi warisan budaya yang lestari serta memperkuat persatuan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. (Jm)

Akhirnya Gubernur Kaltim Memecat Adiknya, Hijrah Mas'ud

Akhirnya Gubernur Kaltim Memecat Adiknya, Hijrah Mas'ud
Akhirnya Gubernur Kaltim Memecat Adiknya, Hijrah Mas'ud.
Kita update hasil demo rakyat Kaltim. Usai memaksa tujuh fraksi meneken Hak Angket, sorotan ditujukan pada adik kandung Gubernur Kaltim, Hijrah Mas’ud. Derasnya sorotan publik membuat Rudy Mas’ud memecat sang adik. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, resmi mencopot adiknya sendiri, Hijrah Mas'ud. Iya, adik kandung. Bukan adik kelas, bukan adik ideologi, tapi adik sedarah yang tadinya duduk manis di kursi Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP). Tim yang kalau ditimbang bisa kalah sama karung beras Bulog.

Tekanan rakyat Kaltim itu sekarang bukan lagi tekanan. Ini sudah kayak kompor gas bocor disulut korek, “whoosh!” meledak di mana-mana. Setelah sebelumnya tujuh fraksi DPRD dipaksa tanda tangan pakta integritas buat gulirin hak angket, kali ini targetnya langsung ke ring satu keluarga. Boom…27 April 2026, Hijrah resmi dicopot. Satu langkah kecil buat gubernur, tapi buat rakyat? Ini seperti nemu parkiran kosong di mall pas Lebaran, langka dan bikin haru.

Padahal belum lama ini si abang masih tampil bak pendekar konstitusi. Ia membela penunjukan adiknya sebagai “hak prerogatif suci nan sakral”. Bahkan dengan penuh percaya diri, beliau membandingkan kasus ini dengan Hashim Djojohadikusumo, adiknya Prabowo Subianto. Katanya, “sama dong.” Nah loh. Ini logika yang kalau dijual kiloan, mungkin laku di Pasar Segiri. Internal Gerindra Kaltim langsung manas. 

Tapi rakyat Kaltim bukan penonton pasif, pian. Mereka turun ke jalan di Aksi Kaltim Darurat 214, 21 April lalu. Ribuan massa, tiga tuntutan sakral, yakni audit kebijakan yang boros kayak belanja pakai kartu kredit orang lain, stop KKN plus politik dinasti, dan paksa DPRD kerja bener, bukan cuma jadi penonton VIP. Demo sempat ricuh, water cannon menyemprot kayak lagi nyuci truk tambang, kawat berduri dipasang kayak dekorasi konser metal. Tapi rakyat? Tetap berdiri. Ini bukan demo, ini audisi keberanian massal.

Hasilnya? Gubernur muncul dengan video minta maaf. Janji perbaikan tata kelola dilontarkan. Yang paling epik, deklarasi mulai sekarang tidak ada lagi keluarga Mas’ud yang duduk santai di jabatan eksekutif atau tim ahli berbayar APBD. Kalimatnya manis. Manisnya kayak teh botol dingin habis panas-panasan. Tapi rakyat sudah belajar, yang manis belum tentu sehat. Kecuali, Koptagul, ups.

Soalnya cerita belum tamat. Kakaknya, Hasanuddin Mas'ud, masih duduk gagah sebagai Ketua DPRD Kaltim. Daeng bayangkan! Satu keluarga pegang eksekutif, legislatif, dan entah cabang mana lagi, ini bukan lagi dinasti, ini sudah franchise politik. Tinggal buka cabang di kabupaten sebelah, dapat bonus kursi empuk.

Publik juga belum lupa daftar belanja yang bikin alis naik, mobil dinas Rp8,5 miliar (ini mobil apa, bisa nyetir sendiri sambil ngopi?), renovasi rumah jabatan Rp25 miliar (ini rumah atau resort?), dan anggaran tim ahli yang gemuk seperti dompet pejabat habis perjalanan dinas. Semua ini sekarang masuk radar tuntutan. Bongkar, audit, telanjangi sampai transparan kayak kaca jendela baru.

Rakyat Kaltim lagi nulis sejarah. Bukan pakai tinta, tapi pakai suara serak di jalanan, spanduk “Kaltim Darurat KKN”, dan tekad yang lebih keras dari beton proyek mangkrak. Meski gubernur sudah copot adiknya dan minta maaf atas analogi yang melayang terlalu jauh ke orbit presiden, publik tetap pasang mode waspada. Jangan sampai ini cuma episode filler. Reda sebentar, lalu balik lagi ke pola lama seperti sinetron yang kehabisan ide.

Jadi begini, Bumi Etam, terus gas. Hari ini satu adik tumbang, besok siapa lagi kalau masih nekat main dinasti. Karena satu hal sudah terbukti, kalau rakyat kompak, kursi empuk pun bisa goyang kayak odong-odong kena gempa. Rakyat menang? Belum final. Tapi setidaknya, scoreboard sudah mulai bergerak. Bola panas ada di DPRD Kaltim. Rakyat menanti janji hak angket.

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM