Iklan Tutup X

Rabu, 25 Maret 2020

Gula Pasir Langka, Satgas Pangan Gerbek Gudang Berisi Gula 160 Ton

Ikuti kami:
Google
Di Tengah Kelangkaan Gula Pasir, Ditemukan 160 Ton Gula Pasir Menumpuk di Gudang Distributor.[Tribunjabar/firman suryaman]

BORNEO TRIBUN --- Di tengah kelangkaan gula pasir di pasaran, Satgas Pangan Kota Tasikmalaya menemukan 160 ton gula pasir di sebuah gudang distributor bahan makanan di Jalan By Pass Ir H Djuanda, Kecamatan Mangkubumi, Sabtu (21/3/2020) siang.

Gula pasir yang menumpuk di gudang itu dikemas dalam beberapa kemasan, seperti kemasan karung dan kemasan eceran. Selain gula pasir tampak juga menumpuk tepung terigu.

Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, HM Firmansyah, yang memimpin sidak, menyatakan keprihatinannya atas temuan tumpukan gula pasir ratusan ton ditengah kelangkaan di pasaran.

Seperti kita ketahui bersama gula pasir saat ini kan langka. Bahkan harganya melebihi HET. Tapi di gudang ini ternyata menumpuk sampai 160 ton," kata Firmansyah.

Namun begitu, Firmansyah tidak bisa menyebut apakah keberadaan 160 ton gula pasir itu sebagai aksi penimbunan. Karena hal itu sudah masuh ranah petugas kepolisian.

"Saya hanya bisa meminta pemilik gula pasir itu agar segera mendistribusikan ke pasar-pasar agar stok kembali normal dan harga pun bisa normal kembali," ujar Firmansyah.

Harga gula pasir di pasaran saat ini, tambah Firmansyah, rata-rata Rp 15.000. Artinya ada yang menjual di bawah ada pula di atas Rp 15.000 per kg. Sementara HET gula pasir Kota Tasikmalaya sendiri Rp 12.500 per kg.

"Saya mengimbau para distributor kebutuhan pokok tidak memanfaatkan situasi saat ini dimana sedang mewabah virus corona yang berdampak pada berkurangnya impor bahan makanan. Kalau masih saja bisa dipidana," kata Firmansyah.(Tribun)
Google Logo Follow
Heri Yakop
Heri Yakop
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.