Iklan Tutup X

Sabtu, 28 Maret 2020

Keutungan Belipat dari Longyam Ala Petambak Madusari Cilacap

Ikuti kami:
Google
BORNEOTRIBUN --- Ayam dan ikan, sama-sama komoditas penting bagi petani. Biasanya, keduanya dipelihara terpisah. Tetapi, di Madusari, Wanareja, Cilacap, petambak mulai menerapkan budidaya Longyam alias balong ayam.

Longyam adalah sebuah cara untuk mengoptimalkan kosongnya lahan atas kolam. Sebaliknya, dengan kolam, kolong kandang ayam akan lebih produktif.

Terbukti, penggabungan peternakan ikan dan budidaya ikan ini membuat petambak lebih untung. Salah satunya adalah Hizi Firmansyah, petambak muda di Madusari.

Hizi mengatakan longyam adalah upaya intensifikasi lahan kolam yang digabungkan dengan peternakan. Sisi atas kolam dibangun kandang ayam petelur, adapun bawahnya adalah kolam pembesaran ikan.


Menurut dia, dengan model budidaya ini, lahan bisa dimanfaatkan lebih maksimal. Keuntungan lain dari budidaya longyam ini adalah suhu kandang rendah. Ikan juga mendapat tambahan makanan dari sisa pakan ayam yang terjatuh ke kolam.

"Lebih menguntungkan," katanya, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, di atas permukaan kolam dibangun tiang penyangga yang terbuat dari cor. Selanjutnya, di atas cor dibangun kandang ayam dengan kayu dan bambu. Ayam dipelihara dengan sistem kandang batre atau tunggal.

"Ayamnya jadi lebih produktif karena tidak banyak bergerak," ujarnya.

Google Logo Follow
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.