Iklan Tutup X

Selasa, 15 Desember 2020

AS Luncurkan Proyek Terkait Bendungan China di Sungai Mekong

Ikuti kami:
Google
Bendera kuning di pinggiran Sungai Mekong menandai lokasi yang diilih untuk konstruksi Luang Prabang dekat Desa Houaygno, Laos, 4 November 2019. (Zsombor Peter/VOA)

BorneoTribun - Sebuah proyek baru yang didanai AS menggunakan satelit untuk melacak tingkat air di bendungan-bendungan China di Sungai Mekong. Proyek yang diumumkan pada Senin (14/12) itu, menambah sengit persaingan negara-negara di Asia Tenggara.

Jalur air sepanjang 4.350 km, yang dijuluki "Lancang di China" itu telah menjadi fokus kompetisi. Jalur air itu mengalir ke selatan melewati Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam,

Beijing telah menolak penelitian AS itu, yang menyebut bendungan-bendungan China telah menahan air sehingga merugikan negara-negara di hilir, di mana 60 juta orang bergantung pada sungai itu untuk perikanan dan pertanian.

Monitor Bendungan Mekong sebagian didanai oleh Departemen Luar Negeri AS, menggunakan data dari satelit untuk melacak tingkat air dalam bendungan-bendungan di China dan negara lain.

Informasinya akan tersedia mendekati kondisi nyata di lapangan (real-time) mulai Selasa (15/12). [vm/pp]

Oleh: VOA Indonesia
Google Logo Follow
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.