Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Mei 2026

China Telecom Resmikan Kabel Bawah Laut Asia Link Cable Sepanjang 6.200 Km

China Telecom meresmikan kabel bawah laut Asia Link Cable sepanjang 6.200 km yang menghubungkan China dan Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 325 Tbit/s.
China Telecom meresmikan kabel bawah laut Asia Link Cable sepanjang 6.200 km yang menghubungkan China dan Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 325 Tbit/s.

JAKARTA - China Telecom resmi mengoperasikan kabel bawah laut Asia Link Cable (ALC) sepanjang 6.200 kilometer yang mendarat di Stasiun Kabel Chung Hom Kok, Hong Kong. Proyek yang diumumkan baru-baru ini itu menjadi kabel bawah laut dengan kapasitas terbesar di jalur Hong Kong–Singapura.

ALC dipimpin dan dibangun oleh China Telecom sebagai investor terbesar. Proyek ini juga menandai stasiun pendaratan kabel pertama perusahaan di luar wilayah daratan China.

Kabel bawah laut tersebut memiliki total kapasitas lebih dari 325 Tbit/s, dengan masing-masing pasangan serat optik mampu membawa hingga 26 Tbit/s data.

Jaringan ALC menghubungkan sejumlah negara di Asia, yakni China, Singapura, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina. Infrastruktur baru ini juga menambah lebih dari 100 Tbit/s bandwidth internasional bagi China Telecom.

Salah satu dampak penting proyek ini adalah memberikan koneksi internasional bawah laut langsung pertama bagi Hainan. Selama bertahun-tahun, wilayah itu menghadapi keterbatasan bandwidth untuk konektivitas global.

Dengan kapasitas besar tersebut, ALC disebut akan memperkuat layanan komputasi awan, aliran data kecerdasan buatan (AI), hingga perdagangan digital lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

China Telecom menyebut Asia Link Cable menjadi bagian penting dalam penguatan konektivitas digital regional Asia. Jalur baru ini dipadukan dengan rute kabel lainnya untuk memperkuat tulang punggung digital independen Asia.

Proyek tersebut juga dinilai mendukung pengembangan infrastruktur digital dalam kerangka Belt and Road Initiative milik China.

Kehadiran ALC diperkirakan akan meningkatkan kapasitas lalu lintas data regional di tengah pertumbuhan layanan cloud dan AI yang terus meningkat di Asia.

Selain memperluas konektivitas internasional, proyek ini memperkuat posisi Asia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital global dengan jalur transmisi data yang lebih cepat dan stabil.

CEO Rosatom Sebut IAEA Tak Responsif terhadap Situasi di PLTN Zaporozhye

Rosatom menuduh IAEA mengabaikan serangan drone Ukraina ke PLTN Zaporozhye setelah insiden terbaru terjadi dekat Unit Reaktor 1 dan wilayah Energodar.
Rosatom menuduh IAEA mengabaikan serangan drone Ukraina ke PLTN Zaporozhye setelah insiden terbaru terjadi dekat Unit Reaktor 1 dan wilayah Energodar.

MOSKOW — CEO perusahaan energi nuklir Rusia Rosatom, Alexey Likhachev, Sabtu, menuduh Sekretariat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengabaikan serangan harian Ukraina terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye serta infrastruktur sipil di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Likhachev di Moskow di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di sekitar fasilitas nuklir terbesar di Eropa tersebut.

Menurut Likhachev, IAEA hanya mengeluarkan pernyataan umum terkait ancaman drone yang terbang di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Ukraina, tanpa menyoroti serangan yang diklaim terjadi di area PLTN Zaporozhye.

“Sekretariat IAEA secara efektif mengabaikan serangan harian Ukraina terhadap ZNPP, infrastruktur sipil, dan pembunuhan warga Rusia oleh pasukan Ukraina,” kata Likhachev.

Ia menyebut isu eskalasi di sekitar PLTN Zaporozhye akan menjadi agenda utama dalam konsultasi mendatang dengan pimpinan IAEA yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli.

Likhachev juga menyoroti kondisi pasokan listrik di fasilitas tersebut. Menurut dia, selama lebih dari dua bulan terakhir, PLTN Zaporozhye hanya menerima suplai dari satu jalur listrik, padahal sebelumnya menggunakan dua jalur utama.

Situasi itu, kata dia, beberapa kali menyebabkan pemadaman total sehingga pembangkit harus mengandalkan generator diesel darurat untuk menjaga operasional sistem penting.

Dalam pernyataannya, Likhachev juga mengungkap adanya serangan drone terbaru di area pembangkit.

Ia mengatakan sebuah drone kamikaze Ukraina menghantam jaringan pipa yang berada di sepanjang ruang turbin PLTN Zaporozhye sebelum jatuh di dekat Unit Reaktor 1 tanpa meledak.

Selain itu, dua stasiun pengisian bahan bakar di kota Energodar dilaporkan terkena serangan drone dan tidak dapat beroperasi.

“Drone menargetkan truk dan bus, yang secara efektif menghambat pengiriman makanan dan barang kebutuhan pokok,” ujar Likhachev.

Ia menambahkan kondisi tersebut memicu kepanikan di kalangan warga dan membuat aktivitas normal di Energodar terganggu.

“Orang-orang takut meninggalkan rumah mereka. Taktik intimidasi ini juga ditujukan kepada pegawai ZNPP dan secara langsung merusak keamanan nuklir fasilitas tersebut,” katanya.

PLTN Zaporozhye beberapa kali menjadi sorotan internasional sejak konflik Rusia-Ukraina berlangsung. Fasilitas itu berada di wilayah yang dikuasai Rusia dan terus menjadi titik sensitif terkait keamanan nuklir di kawasan konflik.

Rusia Buka Jalur Kontainer Langsung ke Tanzania, Perluas Perdagangan Afrika

Rusia memperluas perdagangan di Afrika lewat jalur kontainer baru menuju Tanzania melalui pelabuhan Dar es Salaam untuk memperkuat ekspor dan konektivitas regional.
Rusia memperluas perdagangan di Afrika lewat jalur kontainer baru menuju Tanzania melalui pelabuhan Dar es Salaam untuk memperkuat ekspor dan konektivitas regional.

RUSIA - Perusahaan transportasi dan logistik Rusia, FESCO (Far-Eastern Shipping Company), menyelesaikan pengiriman perdana ke Dar es Salaam, Tanzania, melalui jalur kontainer baru yang menghubungkan Rusia dengan pasar Afrika Timur. 

Pengiriman dilakukan dari pelabuhan Novorossiysk melalui pelabuhan Nhava Sheva di India dengan waktu tempuh sekitar 45 hari.

Muatan pertama dalam jalur baru tersebut berisi suku cadang industri dan produk plastik. Rute ini menjadi bagian dari upaya Rusia memperluas akses perdagangan ke Afrika di tengah perubahan rantai logistik global.

FESCO menilai koridor baru itu membuka peluang distribusi barang Rusia ke sejumlah negara di kawasan Afrika Timur dan Tengah. Dar es Salaam saat ini menjadi salah satu pusat logistik dengan pertumbuhan tercepat di Afrika Timur.

Pelabuhan tersebut memiliki konektivitas strategis ke Zambia, Rwanda, Burundi, Uganda, hingga Republik Demokratik Kongo. Posisi itu membuat Tanzania semakin penting dalam jalur perdagangan regional.

Selain ekspor dari Rusia, FESCO juga menargetkan arus perdagangan dua arah. Perusahaan berencana membawa produk ekspor Tanzania seperti teh, kopi, dan hasil pertanian lainnya ke pasar Rusia.

Pemerintah Tanzania sendiri beberapa tahun terakhir meningkatkan investasi untuk memperluas kapasitas pelabuhan dan infrastruktur logistik. Langkah itu dilakukan seiring meningkatnya permintaan pasar konsumen di kawasan Afrika Timur.

Pengembangan jalur baru ini juga mencerminkan strategi Rusia membangun koridor perdagangan alternatif di Afrika dan negara-negara Global South, di tengah fragmentasi rantai logistik yang selama ini banyak dikendalikan negara Barat.

Putin dan Presiden UEA Bahas Konflik Timur Tengah dan Ukraina Lewat Sambungan Telepon

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara via telepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed membahas kerja sama bilateral, konflik Ukraina, dan situasi Timur Tengah.
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara via telepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed membahas kerja sama bilateral, konflik Ukraina, dan situasi Timur Tengah.

MOSKOW — Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada Sabtu, menurut pernyataan resmi Kremlin.

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan kerja sama bilateral Rusia dan UEA, termasuk hubungan politik serta perdagangan dan ekonomi yang disebut terus berkembang positif.

Kremlin menyatakan Putin dan Mohammed bin Zayed sepakat untuk melanjutkan komunikasi aktif serta memperkuat hubungan kedua negara di berbagai sektor strategis.

Selain kerja sama bilateral, pembicaraan juga menyinggung konflik Ukraina. Putin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah UEA atas bantuan rutin yang diberikan dalam penyelesaian isu-isu kemanusiaan terkait perang di Ukraina.

“Vladimir Putin berterima kasih kepada pihak Emirat atas bantuan reguler mereka dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan yang berkaitan dengan konflik Ukraina,” demikian pernyataan Kremlin.

Kedua pemimpin turut membahas situasi di Timur Tengah, termasuk perkembangan di sekitar Iran yang belakangan menjadi perhatian internasional.

Menurut Kremlin, Rusia dan UEA menekankan pentingnya melanjutkan proses politik dan diplomatik guna mencapai kesepakatan damai yang kompromistis dengan tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh negara di kawasan.

Percakapan ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian global terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan upaya diplomatik sejumlah negara untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas.

Israel Konfirmasi Pemimpin Militer Hamas Izz al-Din al-Haddad Tewas

IDF mengonfirmasi kepala sayap militer Hamas di Gaza, Izz al-Din al-Haddad, tewas dalam operasi militer Israel yang melibatkan intelijen dan Angkatan Udara.
IDF mengonfirmasi kepala sayap militer Hamas di Gaza, Izz al-Din al-Haddad, tewas dalam operasi militer Israel yang melibatkan intelijen dan Angkatan Udara.

TEL AVIV — Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) pada Sabtu mengonfirmasi telah menewaskan kepala sayap militer Hamas di Jalur Gaza, Izz al-Din al-Haddad, dalam operasi militer yang melibatkan Komando Selatan, intelijen militer, Angkatan Udara Israel, dan badan keamanan Israel (ISA).

Dalam pernyataan resminya, IDF menyebut operasi tersebut sebagai pencapaian operasional signifikan di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.

“Dalam setiap percakapan saya dengan para sandera yang kembali, nama teroris utama Izz al-Din al-Haddad selalu muncul berulang kali. Hari ini kami berhasil melenyapkannya,” demikian pernyataan IDF.

Menurut militer Israel, Al-Haddad merupakan salah satu tokoh yang disebut terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober lalu. Ia juga memimpin sayap militer Hamas setelah kematian pemimpin sebelumnya di Gaza, Muhammad Sinwar.

IDF menyatakan Al-Haddad belakangan berupaya membangun kembali kemampuan militer Hamas serta merencanakan serangan terhadap warga sipil Israel dan personel militer Israel.

Konfirmasi ini menjadi perkembangan terbaru dalam operasi militer Israel di Gaza yang masih terus berlangsung sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Hamas terkait klaim tersebut.

Selasa, 12 Mei 2026

Trump Nilai Peluang Damai dengan Iran Masih Terbuka

Trump menyatakan solusi diplomatik dengan Iran masih mungkin tercapai meski menilai gencatan senjata saat ini sangat lemah dan rawan gagal.
Trump menyatakan solusi diplomatik dengan Iran masih mungkin tercapai meski menilai gencatan senjata saat ini sangat lemah dan rawan gagal.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Senin di White House bahwa penyelesaian diplomatik konflik dengan Iran masih sangat mungkin dicapai, meski situasi gencatan senjata saat ini dinilai semakin rapuh.

Saat ditanya wartawan apakah jalur diplomasi masih memungkinkan atau situasi sudah mengarah pada opsi militer, Trump menjawab singkat bahwa peluang penyelesaian damai tetap terbuka.

“Saya pikir itu sangat mungkin,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Namun, Trump menilai kondisi gencatan senjata dengan Iran berada dalam titik terlemah sejauh ini. Ia bahkan menyebut peluang gencatan senjata bertahan hanya sekitar 1 persen.

“Gencatan senjata itu sangat lemah. Saya menyebutnya yang paling lemah saat ini,” ujarnya.

Trump juga menyinggung surat terbaru yang dikirim Iran kepada Amerika Serikat. Menurut dia, Teheran tidak memberikan komitmen tegas untuk menghentikan pengembangan maupun pembangunan senjata nuklir.

Ia mengatakan Iran sebelumnya sempat menyetujui sejumlah poin terkait uranium yang diperkaya, tetapi kemudian menarik kembali sikap tersebut dalam dokumen resmi.

“Mereka setuju dengan kami, lalu mereka menariknya kembali,” kata Trump.

Trump menambahkan pemerintah AS menginginkan jaminan jangka panjang bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Namun hingga kini, menurut dia, belum ada kesepakatan final yang dapat dicapai kedua pihak.

Pernyataan terbaru Trump muncul di tengah masih tingginya ketegangan terkait program nuklir Iran dan upaya diplomasi yang terus berlangsung antara Washington dan Teheran.

Trump Disebut Masih Optimistis soal Damai Rusia-Ukraina Meski Izin Minyak Rusia Diperpanjang

AS memperpanjang izin pembelian minyak Rusia meski sebelumnya disebut akan dihentikan. Ukraina menilai langkah itu menjadi sinyal melemahnya dukungan Washington.
AS memperpanjang izin pembelian minyak Rusia meski sebelumnya disebut akan dihentikan. Ukraina menilai langkah itu menjadi sinyal melemahnya dukungan Washington.

Pejabat Ukraina menilai keputusan Amerika Serikat memperpanjang izin pembelian minyak Rusia menjadi sinyal melemahnya dukungan Washington terhadap Kyiv. Laporan itu disampaikan The New York Times pada Senin di Washington, mengutip sejumlah pejabat Ukraina.

Menurut laporan tersebut, delegasi Ukraina sempat mendatangi Washington pada akhir April untuk meminta pemerintah AS tidak memperpanjang waiver atau izin khusus terkait transaksi minyak Rusia.

Dalam pertemuan itu, pejabat Ukraina mengaku mendapat sinyal bahwa pemerintah AS tidak berencana memperpanjang izin tersebut. Namun, kebijakan itu akhirnya tetap diperpanjang.

Perizinan tersebut sebelumnya dikeluarkan Departemen Keuangan AS pada 17 April. Lisensi umum itu mengizinkan penjualan minyak Rusia yang sudah dimuat ke kapal hingga 16 Mei.

Pada 25 April, Menteri Keuangan AS Scott Bessent sempat menyatakan Washington tidak akan memperpanjang waiver untuk minyak dan produk petroleum Rusia maupun Iran.

Saat dimintai tanggapan oleh The New York Times, Gedung Putih menyatakan Presiden AS Donald Trump masih optimistis tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

“Trump tetap optimistis mengenai kemungkinan tercapainya perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina,” tulis laporan tersebut mengutip respons Gedung Putih.

Keputusan memperpanjang izin transaksi minyak Rusia muncul di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Di sisi lain, langkah Washington memicu kekhawatiran di Kyiv mengenai arah dukungan AS terhadap Ukraina ke depan.

Trump Sebut AS Akan Hadapi Kepemimpinan Iran Saat Ini Sampai Deal Tercapai

Trump menyatakan AS akan tetap berurusan dengan pemerintah Iran saat ini hingga tercapai kesepakatan damai, di tengah ketegangan Selat Hormuz dan negosiasi yang belum tuntas.
Trump menyatakan AS akan tetap berurusan dengan pemerintah Iran saat ini hingga tercapai kesepakatan damai, di tengah ketegangan Selat Hormuz dan negosiasi yang belum tuntas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin di Washington menyatakan akan tetap berurusan dengan kepemimpinan Iran saat ini hingga tercapai kesepakatan damai antara kedua negara.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan pemerintahannya masih membuka jalur diplomasi dengan Teheran meski sebelumnya muncul spekulasi soal kemungkinan pergantian rezim di Iran.

“Saya akan berurusan dengan mereka sampai mereka membuat kesepakatan,” kata Trump saat ditanya apakah AS masih bisa bekerja sama dengan pemerintahan Iran yang sekarang.

Trump juga mengklaim para negosiator Iran mengatakan kepada dirinya bahwa Amerika Serikat perlu membantu membersihkan “debu nuklir” dari fasilitas Iran yang hancur akibat serangan sebelumnya. Menurut Trump, Iran disebut tidak memiliki teknologi untuk melakukan proses tersebut sendiri.

Ketegangan antara Washington dan Teheran sebelumnya berdampak besar terhadap jalur perdagangan energi global. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sempat nyaris terhenti, memicu kenaikan harga bahan bakar dunia karena kawasan itu menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia.

Pada 3 Mei lalu, Trump mengumumkan Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan ingin keluar dari wilayah tersebut. Namun dua hari kemudian, ia memutuskan menunda operasi itu sementara waktu guna memberi ruang bagi proses perundingan damai dengan Iran.

Konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan itu menyebabkan kerusakan fasilitas dan korban sipil.

Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April. Meski pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan keputusan final, Trump memperpanjang penghentian sementara permusuhan untuk memberi kesempatan kepada Iran menyusun proposal baru yang lebih terpadu.

Putin Tegaskan Undangan untuk Trump ke Moskow Masih Berlaku

Putin menegaskan undangan kepada Donald Trump untuk berkunjung ke Moskow masih berlaku. Kremlin juga menyinggung usulan Gerhard Schroeder dalam dialog Rusia-Uni Eropa.
Putin menegaskan undangan kepada Donald Trump untuk berkunjung ke Moskow masih berlaku. Kremlin juga menyinggung usulan Gerhard Schroeder dalam dialog Rusia-Uni Eropa.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin di Moskow menegaskan undangan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk berkunjung ke Moskow masih tetap berlaku.

Peskov mengatakan Putin akan dengan senang hati menyambut Trump apabila kunjungan tersebut terealisasi. Pernyataan itu disampaikan di tengah perhatian internasional terhadap hubungan Rusia dan Amerika Serikat.

Dalam keterangannya kepada media, Peskov menepis anggapan bahwa undangan tersebut sudah tidak relevan.

“Ya, tentu saja. Saya tidak ragu Presiden Rusia akan senang menyambut mitranya di Moskow,” kata Peskov.

Selain membahas hubungan dengan AS, Kremlin juga menyinggung komunikasi Rusia dengan Uni Eropa terkait usulan penunjukan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder sebagai negosiator utama dalam dialog Rusia-Uni Eropa.

Menurut Peskov, hingga kini Moskow belum menerima tanggapan resmi dari pihak Uni Eropa mengenai usulan tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyebut Schroeder sebagai figur yang ia nilai cocok untuk mewakili Uni Eropa dalam pembicaraan dengan Rusia. Namun, Putin juga menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan negara-negara Eropa.

Putin mengatakan Eropa sebaiknya memilih sosok yang dipercaya dan tidak pernah melontarkan pernyataan ofensif terhadap Rusia.

Peskov menyebut komentar Putin soal Schroeder memicu perdebatan besar di Eropa.

“Putin ditanya siapa yang lebih ia sukai, dan ia menjawab Schroeder karena mengenal politisi itu dengan baik, yang kini telah pensiun,” ujar Peskov.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada media Rusia dan dilaporkan Sputnik.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Uni Eropa terkait usulan Rusia mengenai Schroeder maupun kemungkinan perkembangan baru hubungan diplomatik Moskow dengan Washington.

Pernyataan Kremlin ini muncul saat hubungan Rusia dengan negara-negara Barat masih berada dalam fase sensitif akibat berbagai isu geopolitik yang terus berkembang.

Uni Eropa Hapus Nama Smotrich dan Ben-Gvir dari Daftar Sanksi Pemukim Israel

Uni Eropa menghapus nama Smotrich dan Ben-Gvir dari daftar calon sanksi terkait kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat demi mendapat dukungan mayoritas anggota UE.
Uni Eropa menghapus nama Smotrich dan Ben-Gvir dari daftar calon sanksi terkait kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat demi mendapat dukungan mayoritas anggota UE.

Uni Eropa dilaporkan mencoret nama Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dari daftar calon sanksi terkait kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat. Langkah itu dilaporkan media Barat pada Senin waktu setempat, mengutip pejabat senior Uni Eropa.

Negara-negara anggota Uni Eropa saat ini tengah menyusun kesepakatan politik untuk menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu yang diduga terlibat dalam kekerasan pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Dalam proposal awal, nama Smotrich dan Ben-Gvir sempat dimasukkan ke dalam daftar. Namun, keduanya kemudian dihapus agar rencana sanksi mendapat dukungan lebih luas dari negara anggota Uni Eropa.

Laporan tersebut menyebutkan, keputusan itu memungkinkan proposal sanksi memperoleh dukungan dari 26 dari total 27 negara anggota Uni Eropa.

Sebelumnya pada September 2025, media Barat melaporkan Komisi Eropa mempertimbangkan sanksi terhadap dua politikus sayap kanan Israel tersebut.

Pada 10 Juni 2025, Inggris, Australia, Kanada, Norwegia, dan Selandia Baru telah lebih dulu menjatuhkan sanksi kepada Smotrich dan Ben-Gvir atas tuduhan menghasut kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan para menteri luar negeri Uni Eropa berencana mengambil keputusan politik untuk pertama kalinya terkait pemberian sanksi terhadap pemukim Israel yang melakukan kekerasan dalam pertemuan pada Senin.

Pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat selama ini menjadi salah satu isu utama dalam konflik Israel-Palestina dan kerap dipandang komunitas internasional sebagai hambatan bagi proses perdamaian.

Meski nama Smotrich dan Ben-Gvir dihapus dari daftar, Uni Eropa tetap melanjutkan pembahasan sanksi terhadap individu lain yang terkait kekerasan pemukim di Tepi Barat.

Keputusan politik yang tengah dibahas menunjukkan meningkatnya tekanan internasional terhadap situasi keamanan dan aktivitas permukiman Israel di wilayah Palestina.

PBB Respons Ancaman AS ke Kuba, Guterres: Tidak Ada Jalan Militer

Antonio Guterres menanggapi ancaman Amerika Serikat terhadap Kuba dengan menegaskan konflik tidak bisa diselesaikan melalui jalur militer.
Antonio Guterres menanggapi ancaman Amerika Serikat terhadap Kuba dengan menegaskan konflik tidak bisa diselesaikan melalui jalur militer.

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menegaskan tidak ada solusi militer untuk situasi di Cuba di tengah meningkatnya ketegangan dengan United States, Senin, di markas United Nations, New York.

Pernyataan itu disampaikan Guterres setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan “menangani” Kuba pada Minggu waktu setempat.

Laporan CNN kemudian menyebut penerbangan pengintaian militer AS di sekitar pesisir Kuba meningkat signifikan sejak Februari.

Menanggapi situasi tersebut, Guterres meminta agar penyelesaian dilakukan melalui jalur damai dan diplomasi.

“Kami percaya tidak ada solusi, tidak ada solusi militer, yang bisa diterapkan untuk Kuba,” kata Guterres kepada wartawan.

Pernyataan Sekjen PBB itu muncul di tengah perhatian internasional terhadap meningkatnya ketegangan antara Washington dan Havana dalam beberapa bulan terakhir.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pemerintah AS maupun Kuba terkait pernyataan terbaru tersebut.

Skandal Mantan Jaksa ICC Picu Kritik soal Intervensi Politik Global

Skandal mantan jaksa ICC Luis Moreno Ocampo memicu kritik terhadap independensi Pengadilan Kriminal Internasional yang dinilai rentan tekanan politik global.
Skandal mantan jaksa ICC Luis Moreno Ocampo memicu kritik terhadap independensi Pengadilan Kriminal Internasional yang dinilai rentan tekanan politik global.

Skandal yang melibatkan mantan jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Luis Moreno Ocampo, kembali memicu kritik terhadap independensi lembaga tersebut. Aktivis politik Lebanon Hani Suleiman menilai ICC kini rentan terhadap tekanan politik dan gagal menjalankan prinsip keadilan internasional.

Dalam wawancara dengan Sputnik, Suleiman mengatakan berbagai kasus korupsi yang menyeret mantan pejabat ICC menunjukkan lembaga itu telah berubah menjadi instrumen tekanan politik dan pemerasan internasional.

Menurut dia, ICC tidak lagi mampu menegakkan keadilan secara objektif karena lemahnya standar hukum yang transparan. Ia juga menyoroti dugaan korupsi di internal ICC dan institusi hukum Eropa, serta adanya tekanan eksternal yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Suleiman menilai salah satu contoh nyata terlihat dari perlakuan ICC terhadap negara-negara Afrika. Ia menyebut kawasan tersebut kerap menjadi sasaran rivalitas internasional karena memiliki potensi ekonomi besar.

“Institusi yang dibentuk setelah Perang Dunia II berdasarkan hukum dan konvensi internasional secara efektif telah dibongkar demi kepentingan keputusan yang dipromosikan di bawah pengaruh Amerika Serikat,” kata Suleiman.

Kritik terhadap ICC sebelumnya juga kerap muncul dari sejumlah negara Afrika yang menilai lembaga tersebut lebih banyak menargetkan pemimpin dan konflik di kawasan Afrika dibanding wilayah lain.

Pernyataan Suleiman menambah daftar kritik terhadap kredibilitas lembaga internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan perdebatan soal independensi hukum internasional.

Moskow Catat 23.802 Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Pasukan Ukraina

Rusia mengklaim Ukraina melanggar gencatan senjata hingga 23.802 kali selama periode truce Hari Kemenangan, termasuk serangan drone dan artileri.
Rusia mengklaim Ukraina melanggar gencatan senjata hingga 23.802 kali selama periode truce Hari Kemenangan, termasuk serangan drone dan artileri.

MOSKOW — Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin menyatakan pasukan Ukraina telah melanggar gencatan senjata sebanyak 23.802 kali selama periode penghentian sementara operasi militer yang diberlakukan Rusia dalam peringatan Hari Kemenangan ke-81 pada 8 Mei.

Dalam pernyataannya, kementerian menyebut seluruh pasukan Rusia di zona operasi militer khusus tetap mematuhi gencatan senjata dan bertahan di posisi masing-masing sesuai instruksi Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Meski demikian, Rusia menuduh pasukan Ukraina tetap melancarkan serangan menggunakan drone dan tembakan artileri ke posisi tentara Rusia selama masa truce berlangsung.

“Selama periode gencatan senjata di zona operasi militer khusus, tercatat total 23.802 pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Ukraina,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut data yang dirilis Moskow, pasukan Ukraina melakukan 12 upaya serangan serta 767 kali penembakan menggunakan peluncur roket ganda, artileri, dan mortir.

Selain itu, Rusia juga mengklaim terjadi 6.905 serangan drone yang diarahkan ke posisi mereka.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tentaranya merespons serangan tersebut dengan tindakan “secara simetris”, termasuk membalas tembakan ke posisi artileri, mortir, pusat komando, hingga lokasi peluncuran drone milik Ukraina.

Rusia juga melaporkan kerugian di pihak Ukraina dalam berbagai sektor pertempuran. Moskow mengklaim lebih dari 320 tentara Ukraina tewas dalam pertempuran melawan kelompok tempur Vostok.

Sementara itu, lebih dari 305 personel Ukraina disebut tewas akibat operasi kelompok tempur Tsentr. Rusia juga mengklaim 90 tentara Ukraina tewas di sektor Sever, lebih dari 90 di wilayah Zapad, lebih dari 70 di sektor Yug, serta hingga 45 personel di area Dnepr.

Pernyataan ini disampaikan di tengah konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda mereda, meski beberapa kali upaya penghentian sementara pertempuran diumumkan kedua pihak.

China Siap Perkuat Kerja Sama dengan Rusia di Berbagai Bidang

China menyatakan siap memperkuat kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang dan mendorong sistem tata kelola global yang lebih adil di tengah dinamika dunia.
China menyatakan siap memperkuat kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang dan mendorong sistem tata kelola global yang lebih adil di tengah dinamika dunia.

China menyatakan siap memperkuat kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang pada Senin di Beijing. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, di tengah situasi global yang disebut penuh perubahan dan ketidakpastian.

Guo mengatakan Beijing akan terus menjaga semangat hubungan bertetangga yang kuat, koordinasi strategis menyeluruh, serta kerja sama yang saling menguntungkan dengan Moskow.

“China bersedia terus menjunjung semangat hubungan bertetangga yang tidak tergoyahkan, koordinasi strategis komprehensif, dan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Rusia,” kata Guo dalam konferensi pers.

Ia menambahkan China juga ingin terus memperkuat kolaborasi di berbagai sektor sekaligus mendorong terciptanya sistem tata kelola global yang lebih adil dan rasional.

Menurut Guo, hubungan China dan Rusia tetap berada pada tingkat perkembangan yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu dinilai memberi stabilitas di tengah situasi dunia yang terus berubah.

“Di bawah kepemimpinan strategis Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, hubungan China-Rusia mempertahankan perkembangan tingkat tinggi dan membawa stabilitas signifikan bagi dunia yang penuh perubahan dan ketidakpastian,” ujarnya.

Pernyataan tersebut kembali menegaskan eratnya hubungan strategis Beijing dan Moskow, terutama di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global dan perubahan tatanan internasional.

Biaya Operasi Militer AS terhadap Iran Tembus US$77 Miliar dalam 71 Hari

Biaya operasi militer AS terhadap Iran menembus US$77 miliar pada hari ke-71 konflik, menurut Iran War Cost Tracker di tengah perpanjangan gencatan senjata.
Biaya operasi militer AS terhadap Iran menembus US$77 miliar pada hari ke-71 konflik, menurut Iran War Cost Tracker di tengah perpanjangan gencatan senjata.

WASHINGTON — Biaya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran telah melampaui US$77 miliar hingga hari ke-71 konflik, menurut data terbaru dari portal Iran War Cost Tracker yang diperbarui secara real time.

Portal tersebut menghitung pengeluaran untuk mempertahankan personel militer, kapal perang yang dikerahkan ke kawasan, serta berbagai kebutuhan operasional lain selama konflik berlangsung.

Metode perhitungan mengacu pada laporan Pentagon kepada Kongres AS yang menyebut enam hari pertama operasi menelan biaya sekitar US$11,3 miliar. Setelah itu, biaya diperkirakan mencapai sekitar US$1 miliar per hari.

Pada akhir April, Under Secretary of Defense (Comptroller)/Chief Financial Officer AS, Jules Hurst, mengatakan kepada anggota House Armed Services Committee bahwa biaya konflik dengan Iran berada di kisaran US$25 miliar.

Namun sehari kemudian, sejumlah media AS mengutip sumber yang menyebut angka tersebut belum memasukkan biaya pemulihan fasilitas militer Amerika dan penggantian peralatan yang rusak. Berdasarkan laporan media, total biaya sebenarnya disebut hampir dua kali lebih besar.

Konflik memanas sejak 28 Februari ketika AS dan Israel mulai melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Pada 8 April, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan baru, tetapi hingga kini belum ada laporan mengenai dimulainya kembali serangan militer.

Meski demikian, AS disebut mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Gencatan senjata pun diperpanjang di tengah situasi yang masih tegang di kawasan.

Trump Akan Kunjungi China 13-15 Mei, Fokus pada Hubungan AS-China dan Perdamaian Dunia

Xi Jinping dan Donald Trump akan membahas hubungan bilateral, perdamaian global, dan kerja sama China-AS dalam kunjungan Trump ke Beijing pada 13-15 Mei.
Xi Jinping dan Donald Trump akan membahas hubungan bilateral, perdamaian global, dan kerja sama China-AS dalam kunjungan Trump ke Beijing pada 13-15 Mei.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan membahas hubungan bilateral serta isu perdamaian dan pembangunan global dalam kunjungan kenegaraan Trump ke China pada 13-15 Mei. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun di Beijing, Senin.

Guo mengatakan Xi dan Trump akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam terkait hubungan China-AS dan berbagai isu internasional.

“Presiden Xi Jinping akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan Presiden Donald Trump mengenai isu penting terkait hubungan China-AS, serta perdamaian dan pembangunan dunia,” kata Guo dalam konferensi pers.

Pemerintah China juga menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan Amerika Serikat sambil menyelesaikan perbedaan yang ada di antara kedua negara.

Menurut Guo, langkah tersebut diharapkan dapat menghadirkan stabilitas dan kepastian yang lebih besar bagi situasi global.

Kunjungan Trump ke China berlangsung di tengah dinamika hubungan kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir diwarnai isu perdagangan, geopolitik, dan persaingan pengaruh global.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya mengonfirmasi Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China mulai 13 hingga 15 Mei.

Senin, 11 Mei 2026

China Masuk KTT Xi-Trump dengan Keunggulan Strategis Rare Earth

China memasuki KTT Xi-Trump dengan posisi kuat berkat dominasi rare earth global yang menjadi bahan penting industri teknologi, kendaraan listrik, dan pertahanan.
China memasuki KTT Xi-Trump dengan posisi kuat berkat dominasi rare earth global yang menjadi bahan penting industri teknologi, kendaraan listrik, dan pertahanan.

Borneotribun - China memasuki pertemuan puncak antara Presiden Xi Jinping dan Donald Trump pada 2025 dengan posisi tawar yang dinilai lebih kuat, terutama karena dominasi Beijing dalam rantai pasok rare earth global yang menjadi bahan penting industri teknologi, kendaraan listrik, hingga pertahanan.

Keunggulan itu disebut mengubah dinamika negosiasi perdagangan antara China dan Amerika Serikat di tengah ketegangan tarif dan pembatasan ekspor yang masih berlangsung.

Saat ini, China menguasai sekitar 69 persen produksi tambang rare earth dunia. Negara itu juga mendominasi sekitar 90 persen proses pemurnian dan produksi magnet permanen yang dibutuhkan untuk perangkat elektronik, kendaraan listrik, dan sistem militer.

Sejak 2025, pemerintah China telah menerapkan pembatasan ekspor dalam dua gelombang. Kebijakan itu mencakup kontrol terhadap produk yang mengandung material asal China meski hanya sebesar 0,1 persen, sebagai langkah menutup celah penghindaran aturan.

Di sisi lain, Beijing disebut tidak terlalu terpengaruh oleh tarif baru dari Amerika Serikat. China menilai penguasaan rare earth menjadi jaminan strategis yang dapat memberi tekanan nyata terhadap AS jika konflik perdagangan kembali meningkat.

Kesepakatan gencatan dagang yang dicapai pada 2025 memang sempat menangguhkan sebagian pembatasan selama satu tahun. Namun, sejumlah kebijakan penting berpotensi kembali diberlakukan apabila negosiasi antara kedua negara gagal mencapai titik temu.

Laporan South China Morning Post menyebut China memandang dominasi rare earth sebagai alat tekanan ekonomi yang efektif terhadap Amerika Serikat dalam persaingan perdagangan dan teknologi kedua negara.

Hingga kini, Amerika Serikat masih belum memiliki rantai pasok alternatif yang dinilai mampu menyaingi kapasitas China dalam sektor rare earth.

Kondisi itu membuat posisi Beijing dianggap lebih siap menghadapi tekanan dagang menjelang pertemuan Xi dan Trump, terutama di tengah tingginya kebutuhan global terhadap material strategis tersebut.

Industri Migas Dunia Diperkirakan Kucurkan Tambahan US$300 Miliar Akibat Konflik Timur Tengah

Konflik Timur Tengah dan perang di Iran diperkirakan memicu tambahan investasi minyak global hingga US$300 miliar dalam lima tahun ke depan.
Konflik Timur Tengah dan perang di Iran diperkirakan memicu tambahan investasi minyak global hingga US$300 miliar dalam lima tahun ke depan.

Borneotribun - Konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran, diperkirakan akan memicu lonjakan investasi minyak global hingga US$300 miliar dalam lima tahun ke depan. Prediksi itu disampaikan Managing Partner Kasatkin Consulting, Dmitry Kasatkin, dalam wawancara dengan Sputnik.

Kasatkin mengatakan tambahan investasi tersebut setara dengan kenaikan sekitar 10 persen dibanding proyeksi sebelum konflik terjadi. Menurutnya, ketegangan geopolitik di kawasan mendorong perusahaan energi meningkatkan belanja di sektor hulu migas.

“Tambahan investasi hulu yang terkait dengan konflik diperkirakan mencapai sekitar US$300 miliar dalam lima tahun ke depan,” kata Kasatkin.

Dalam jangka pendek, perang di Iran dinilai mengganggu operasional energi di kawasan Timur Tengah. Risiko terhadap pekerja, distribusi pasokan, logistik, hingga biaya asuransi meningkat seiring memanasnya situasi keamanan.

Namun dalam jangka menengah, kenaikan harga minyak diperkirakan akan mendorong perusahaan energi memperbesar investasi untuk pengeboran, perawatan sumur, dan peningkatan produksi.

Kasatkin memperkirakan sebagian besar tambahan investasi, sekitar US$185 miliar, akan mengalir ke kawasan Teluk Persia. Meski begitu, wilayah produsen minyak lain juga berpotensi mendapatkan dampak positif dari meningkatnya kebutuhan produksi energi global.

Proyek dengan hasil cepat seperti pengeboran shale di Amerika Serikat, hydraulic fracturing, perbaikan sumur, serta pengembangan peralatan bawah tanah diprediksi menjadi sektor yang paling diuntungkan.

Meski permintaan jasa migas diperkirakan meningkat, Kasatkin mengingatkan keuntungan perusahaan kontraktor belum tentu ikut melonjak. Kenaikan biaya peralatan, bahan bakar, asuransi, hingga utang dapat menekan margin industri jasa ladang minyak.

Ia juga menilai tekanan terhadap sektor jasa migas berpotensi memperlambat pertumbuhan produksi minyak global mulai 2026.

Serangan Baru AS ke Iran Disebut Upaya Tekan Kesepakatan Sesuai Kepentingan Washington

Serangan terbaru AS ke Iran disebut sebagai upaya menekan Teheran agar menyetujui kesepakatan sesuai kepentingan Washington di tengah memanasnya konflik di Selat Hormuz.
Serangan terbaru AS ke Iran disebut sebagai upaya menekan Teheran agar menyetujui kesepakatan sesuai kepentingan Washington di tengah memanasnya konflik di Selat Hormuz.

AMERIKA SERIKAT - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada 7-8 Mei di kawasan Selat Hormuz. Pengamat politik Timur Tengah, Farhad Ibragimov, menilai langkah Washington bertujuan menekan Iran agar segera menyepakati perjanjian yang menguntungkan AS.

Dalam wawancaranya kepada Sputnik, Ibragimov mengatakan pemerintahan AS saat ini fokus mempercepat tercapainya kesepakatan dengan Teheran melalui tekanan militer dan politik.

Menurut dia, rangkaian serangan terbaru yang dilakukan AS terhadap Iran menjadi bagian dari strategi tersebut. Meski begitu, ia meragukan peluang terciptanya perdamaian jangka panjang antara kedua negara.

“Saya tidak percaya itu akan terjadi. Pada kenyataannya, peluang untuk menandatangani perjanjian yang benar-benar berarti masih sangat tidak pasti. Bahkan jika kesepakatan damai tercapai, kemungkinan besar akan dilanggar setelah beberapa waktu,” ujar Ibragimov.

Ia juga menyinggung agenda Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 13-15 Mei. Menurutnya, Trump berharap isu Timur Tengah dapat diselesaikan lebih dulu agar Washington memiliki posisi tawar lebih kuat saat berhadapan dengan Beijing.

Ketegangan terbaru pecah setelah Iran menuding militer AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran yang bergerak dari perairan pesisir menuju Selat Hormuz.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap kapal militer AS di wilayah timur Selat Hormuz dan selatan Chabahar. Iran mengklaim serangan tersebut menimbulkan kerusakan signifikan pada armada militer AS.

Situasi ini kembali menambah ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, terutama di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.

Sabtu, 09 Mei 2026

Konflik AS-Iran Memanas, Selat Hormuz Kacau dan Harga Minyak Dunia Bergejolak

Konflik AS dan Iran di Selat Hormuz kembali memanas setelah Project Freedom diluncurkan. Harga minyak dunia ikut bergejolak sepanjang pekan. (Foto ilustrasi)
Konflik AS dan Iran di Selat Hormuz kembali memanas setelah Project Freedom diluncurkan. Harga minyak dunia ikut bergejolak sepanjang pekan. (Foto ilustrasi)

Teheran, Iran - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengguncang kawasan Timur Tengah dalam sepekan terakhir. Situasi yang sempat terlihat mereda berubah drastis setelah Washington meluncurkan operasi baru bernama “Project Freedom” di Selat Hormuz.

Langkah tersebut langsung memicu reaksi keras dari Teheran. Serangkaian ancaman militer, aksi saling serang, hingga perang pernyataan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pejabat Iran membuat pasar energi global ikut terguncang.

Harga minyak dunia bahkan bergerak liar sepanjang pekan akibat kekhawatiran terganggunya jalur distribusi energi internasional di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.

Awal Mei Dibuka Dengan Gencatan Senjata Rapuh

Memasuki awal Mei 2026, kondisi di kawasan Teluk sebenarnya masih berada dalam fase gencatan senjata. Pemerintahan Donald Trump sempat menyebut permusuhan dengan Iran telah dihentikan sementara.

Di tengah situasi tersebut, Iran dikabarkan mengirim proposal perdamaian baru melalui Pakistan untuk diteruskan kepada Washington. Namun Donald Trump menilai pembicaraan belum menghasilkan titik temu.

“Pembicaraan masih berlangsung, tetapi belum ada kesepakatan,” kata Donald Trump.

Di saat bersamaan, Pentagon mengumumkan rencana penarikan 5.000 tentara Amerika Serikat dari Jerman. Sementara itu, harga bahan bakar di Amerika melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Trump Sebut Penyitaan Kapal Iran Sangat Menguntungkan

Situasi mulai berubah pada 2 Mei 2026. Donald Trump memicu kontroversi setelah memuji operasi penyitaan kapal Iran oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dalam pidato kampanye di Florida, Donald Trump secara terbuka menyebut operasi tersebut sebagai bisnis yang menguntungkan karena Amerika Serikat berhasil mengambil alih muatan minyak Iran.

“Kami mengambil alih kapal dan minyaknya. Itu bisnis yang sangat menguntungkan,” ujar Donald Trump.

Meski ketegangan meningkat, harga minyak Brent sempat turun menjadi sekitar Rp1,8 juta per barel dari sebelumnya sekitar Rp2 juta per barel dengan asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS.

Project Freedom Jadi Pemicu Eskalasi Baru

Ketika negosiasi dianggap mandek, Donald Trump mengumumkan peluncuran “Project Freedom” pada 3 Mei 2026.

Operasi tersebut diklaim bertujuan membuka akses kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz akibat blokade Iran. Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menegaskan misi utama operasi itu adalah memandu kapal keluar dari kawasan konflik.

Namun Iran menilai langkah Washington sebagai bentuk pelanggaran gencatan senjata.

Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memperingatkan bahwa keterlibatan militer Amerika Serikat di Selat Hormuz dapat memicu bentrokan yang lebih luas.

Bentrokan Militer Mulai Terjadi

Operasi “Project Freedom” langsung diwarnai insiden bersenjata sehari setelah dimulai.

Militer Amerika Serikat mengklaim berhasil menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat drone dan rudal jelajah. Iran membantah laporan tersebut.

Di waktu yang sama, Uni Emirat Arab melaporkan serangan rudal dan drone kembali terjadi setelah situasi sempat tenang selama beberapa minggu.

Donald Trump kemudian melontarkan ancaman keras kepada Iran.

“Pasukan Iran akan dihancurkan jika menyerang kapal Amerika Serikat,” tegas Donald Trump.

Ketegangan tersebut mendorong harga minyak Brent kembali naik menjadi sekitar Rp1,84 juta per barel.

Amerika Serikat Mendadak Hentikan Operasi

Pada 5 Mei 2026, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan jalur Selat Hormuz telah berhasil diamankan.

Pete Hegseth juga menyindir Iran dengan mengatakan Teheran tidak lagi mengendalikan jalur perairan tersebut.

Namun hanya beberapa jam setelah pernyataan itu, Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan penghentian sementara “Project Freedom”.

Donald Trump menyebut penghentian dilakukan demi membuka ruang negosiasi damai setelah muncul perkembangan positif antara Washington dan Teheran.

Keputusan tersebut langsung memicu penurunan harga minyak dunia menjadi sekitar Rp1,76 juta per barel.

Ancaman Pengeboman Kembali Muncul

Harapan damai sempat muncul pada 6 Mei 2026 ketika laporan menyebut Amerika Serikat dan Iran hampir menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik.

Meski demikian, Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras melalui media sosial Truth Social.

Donald Trump menyatakan operasi militer besar Amerika Serikat akan dihentikan jika Iran menerima kesepakatan. Namun jika negosiasi gagal, Washington mengancam akan melanjutkan pengeboman dengan intensitas lebih besar.

“Jika tidak ada kesepakatan, pengeboman akan dimulai lagi dengan intensitas lebih tinggi,” tulis Donald Trump.

Tidak lama setelah pernyataan tersebut, militer Amerika Serikat dilaporkan menembaki kapal tanker berbendera Iran.

Arab Saudi Disebut Tekan Washington

Faktor baru muncul pada 7 Mei 2026 setelah laporan diplomatik menyebut Arab Saudi tidak menyetujui operasi “Project Freedom”.

Riyadh bahkan disebut mengancam akan menutup pangkalan udara dan wilayah udaranya bagi pesawat militer Amerika Serikat.

Donald Trump dilaporkan sempat mencoba membujuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melalui sambungan telepon, namun upaya tersebut disebut belum membuahkan hasil.

Di tengah situasi diplomatik yang rumit, bentrokan bersenjata antara pasukan Amerika Serikat dan Iran kembali terjadi di Selat Hormuz.

Meski demikian, Donald Trump tetap menilai konflik tersebut belum berkembang menjadi perang besar.

“Gencatan senjata masih berlaku,” kata Donald Trump dalam wawancara dengan ABC News.

Harga minyak Brent akhirnya bertahan di kisaran Rp1,63 juta per barel setelah pasar menunggu arah negosiasi berikutnya.

FAQ

Apa Itu Project Freedom?

Project Freedom adalah operasi Amerika Serikat untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz yang disebut terganggu akibat blokade Iran.

Mengapa Selat Hormuz Sangat Penting?

Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan tersebut dapat memengaruhi harga energi global.

Mengapa Harga Minyak Dunia Naik?

Harga minyak naik karena pasar khawatir konflik AS dan Iran mengganggu distribusi minyak internasional.

Apa Sikap Iran Terhadap Operasi AS?

Iran menilai keterlibatan militer Amerika Serikat di Selat Hormuz sebagai bentuk pelanggaran dan ancaman terhadap kedaulatan kawasan.

Apa Dampak Konflik Ini Bagi Dunia?

Konflik berpotensi memicu kenaikan harga energi, gangguan perdagangan internasional, hingga ketidakstabilan geopolitik global.