Iklan Tutup X

Rabu, 19 Mei 2021

Jumlah Kasus COVID-19 di India Telah Lampaui 25Juta

Ikuti kami:
Google
Jumlah Kasus COVID-19 di India Telah Lampaui 25Juta
Petugas menarik tandu yang membawa korban yang meninggal karena COVID-19 ke kamar mayat di Ahmedabad, India, 8 Mei 2021. (REUTERS / Amit Dave)

BorneoTribun Internasional -- Total kasus COVID-19 di India telah melampaui 25 juta pada hari Selasa (18/5), sementara siklon kuat merumitkan krisis kesehatan di salah satu negara bagian di mana penyakit itu menyebar dengan sangat cepat.

Tes COVID-19 telah dilakukan terhadap 200 ribu orang yang mengungsi dari kawasan-kawasan pesisir di negara bagian Gujarat sebelum siklon menghantam pada hari Senin malam, dan upaya-upaya sedang dilakukan untuk membatasi penyebaran wabah.

“Masker telah diberikan kepada orang-orang yang pindah ke tempat-tempat penampungan,” kata Sandip Sagale, seorang pejabat tinggi di Ahmedabad, kota utama di Gujarat. Berbagai upaya juga dilakukan untuk menjaga jarak.

Sementara itu para dokter di Tokyo menyerukan pembatalan Olimpiade.

Sebuah organisasi medis terkemuka menyatakan mendukung seruan untuk membatalkan Olimpiade Tokyo dengan mengatakan rumah sakit telah kewalahan sementara negara itu berjuang melawan lonjakan kasus, kurang dari tiga bulan sebelum dimulainya Olimpiade.

Asosiasi Praktisi Medis Tokyo yang mewakili sekitar 6.000 dokter mengatakan rumah sakit di kota itu “telah sangat sibuk dan hampir tidak memiliki kapasitas cadangan.”

“Kami meminta dengan sangat agar pihak berwenang meyakinkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) bahwa penyelenggaraan Olimpiade sangat sulit dan agar mengambil keputusan untuk membatalkan pesta olah raga ini,” kata asosiasi itu dalam surat terbuka bertanggal 14 Mei kepada PM Yoshihide Suga yang baru diposting di situs webnya hari Senin (17/5).

Sementara itu Taiwan, Selasa (18/5) menyatakan seluruh sekolah akan tutup hingga akhir pekan depan, mengubah kelas menjadi berlangsung daring, sementara pulau itu menangani lonjakan kasus COVID-19, meskipun laju penambahan telah melambat sedikit.

Taiwan telah mencatat hampir 1.000 kasus yang terjangkit di dalam negeri sepanjang pekan lalu. Hal ini memicu pembatasan baru di ibu kota, Taipei, dan mengejutkan warga yang telah terbiasa hidup dengan situasi mendekati normal.

Pulau itu telah melaporkan total 2.260 kasus sejak pandemi berawal. [uh/ab]

Oleh: VOA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Follow
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.