Iklan Tutup X

Jumat, 25 Juni 2021

Kelangkaan Oksigen Medis Jateng-DIY Dijanjikan Teratasi

Ikuti kami:
Google
Kelangkaan Oksigen Medis Jateng-DIY Dijanjikan Teratasi
Ilustrasi image google.

BORNEOTRIBUN.COM - Oksigen menjadi pendukung penting dalam perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit. 

Pemerintah berkomitmen menjaga pasokannya di tengah lonjakan kasus saat ini, belajar dari pengalaman India.

Awal pekan ini pasokan oksigen medis di Jawa Tengah dan Yogyakarta sempat terganggu. 

Langkah cepat telah diambil dan dijanjikan akhir pekan ini persoalan teratasi. Kebutuhan oksigen memang meningkat drastis untuk perawatan pasien COVID-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat menyinggung persoalan ini dalam keterangan resminya, Jumat (25/6). 

Dia mengatakan, persoalan kekurangan pasokan gas medis untuk rumah sakit di Jawa Tengah adalah karena terganggunya aliran listrik dari PLN. 

Masalah listrik merembet ke gangguan produksi, tepat ketika kebutuhan oksigen medis melonjak akibat COVID-19.

“Kita sudah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan suplai listriknya konsisten, untuk seluruh pabrik oksigen yang ada di Jawa, agar mereka bisa berproduksi penuh dan tidak terganggu operasionalnya,” kata Budi Gunadi.

Di Jawa ada sembilan pabrik oksigen, masing-masing empat di Jawa Barat dan Jawa Timur, serta satu pabrik di Jawa Tengah. 

Sekitar tujuh puluh lima persen oksigen dari sembilan pabrik ini dikonsumsi oleh industri dan sisanya oleh rumah sakit. 

Menurut Budi Gunadi, sektor industri telah bersedia mengalihkan oksigen jatah mereka, jika sektor medis membutuhkan.

Oleh: VOA
Google Logo Follow
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.