Iklan Tutup X

Kamis, 16 Januari 2025

Menteri Ekonomi Kreatif dukung pengembangan merek fesyen lokal

Ikuti kami:
Google
Menteri Ekonomi Kreatif dukung pengembangan merek fesyen lokal
Menteri Ekonomi Kreatif dukung pengembangan merek fesyen lokal. (ANTARA)
Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendukung upaya pengembangan merek fesyen lokal.

Saat mengunjungi toko Parabellum di Jakarta, Selasa (14/1), Riefky mengemukakan bahwa merek-merek fesyen lokal harus terus meningkatkan kualitas produk dan menunjukkan identitas.

"Tentu ini dibuktikan dari pemilihan warna, bahan, dan desain fesyen yang terus berkembang, sehingga kualitas desainer lokal terus meningkat dan menunjukkan identitasnya," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian.

Sekretaris Utama Kementerian Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati, yang mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif bersama Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, menyampaikan bahwa Parabellum punya potensi untuk mengembangkan usahanya ​​​​​​​sebagai produsen pakaian taktis.

"Tak hanya untuk militer, fesyen lokal ini juga bisa dipakai teman-teman sipil sehingga akan berkembang konsep fesyen military look yang punya segmen tersendiri dan terus berkembang ke depan," kata Dessy.

​​​​Parabellum sejak tahun 2020 hadir sebagai toko khusus perlengkapan taktis. Produknya semula banyak digunakan oleh kalangan militer, tetapi sekarang juga diminati oleh masyarakat umum.

"Spesifikasinya militer, bukan hanya sebatas style saja. Kami yakin bisa bersaing dengan brand-brand dari luar negeri karena standar komponen fesyen kami sudah internasional," kata Tommy selaku Direktur Kreatif Parabellum.

Pewarta : Fitra Ashari/ANTARA
Google Logo Follow
Ariffannur Romadon
Ariffannur Romadon
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.