Pesawat Antariksa Blue Ghost Kirim Video Menakjubkan dari Sisi Jauh Bulan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Senin, 24 Februari 2025

Pesawat Antariksa Blue Ghost Kirim Video Menakjubkan dari Sisi Jauh Bulan

Ikuti kami:
Google
Pesawat Antariksa Blue Ghost Kirim Video Menakjubkan dari Sisi Jauh Bulan
Pesawat Antariksa Blue Ghost Kirim Video Menakjubkan dari Sisi Jauh Bulan.
JAKARTA - Pesawat antariksa Blue Ghost, yang dikembangkan oleh Firefly Aerospace dalam program NASA Commercial Lunar Payload Services (CLPS), baru saja mengirimkan rekaman video spektakuler dari sisi jauh Bulan. 

Saat ini, Blue Ghost sedang menjalani serangkaian manuver untuk menurunkan orbitnya sebelum melakukan pendaratan di area Mare Crisium (Laut Krisis) pada 2 Maret 2025.

Menurut pernyataan dari Firefly Aerospace, manuver terbaru yang dilakukan berlangsung selama 3 menit 18 detik dan berhasil mengubah orbit Blue Ghost dari bentuk elips memanjang menjadi lebih rendah. 

Setelah manuver ini, pesawat berhasil merekam sisi jauh Bulan dari ketinggian sekitar 120 km, memberikan pandangan yang luar biasa dari wilayah yang jarang terekam.

Blue Ghost membawa sepuluh instrumen sains dan teknologi dari NASA. Dalam misinya, para ilmuwan akan meneliti berbagai aspek Bulan, termasuk:
  • Aliran panas dari dalam Bulan.
  • Interaksi antara material yang dikeluarkan dari pesawat dengan permukaan Bulan.
  • Medan listrik dan magnetik di kerak Bulan.
  • Observasi sinar-X terhadap magnetosfer Bumi.

Selain itu, ada juga eksperimen teknologi yang akan menguji sistem pengambilan sampel tanah Bulan, komputer tahan radiasi, serta metode perlindungan dari debu menggunakan teknologi elektrodinamika.

Salah satu peristiwa paling dinantikan dalam misi ini adalah perekaman gerhana matahari total pada 14 Maret 2025. 

Pada saat itu, Bumi akan menutupi Matahari dari perspektif Bulan, menciptakan pemandangan unik yang jarang disaksikan. 

Dua hari kemudian, pada 16 Maret, Blue Ghost juga akan merekam proses Matahari terbenam di cakrawala Bulan untuk meneliti efek cahaya yang disebabkan oleh debu bulan yang melayang, fenomena yang pertama kali diamati oleh astronot Eugene Cernan selama misi Apollo 17.

Para ilmuwan menduga bahwa debu bermuatan ini bisa menjadi ancaman bagi peralatan dan kesehatan astronot di masa depan, sehingga penelitian ini menjadi sangat penting.

Saat ini, Blue Ghost masih terus menurunkan orbitnya dan mengalami kehilangan sinyal secara berkala saat melintasi sisi jauh Bulan. 

Dalam beberapa hari ke depan, tim Firefly Aerospace akan melakukan manuver akhir sebelum pendaratan bersejarah yang akan menjadi langkah penting dalam persiapan eksplorasi Bulan di masa depan.

Dengan keberhasilan misi ini, Firefly Aerospace dan NASA semakin dekat dengan impian eksplorasi lebih jauh ke luar angkasa, membuka jalan bagi misi berawak ke Bulan dan mungkin bahkan ke Mars suatu hari nanti.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.