Iklan Tutup X

Senin, 21 Juli 2025

Desain pada jenama internasional jadi momen produk lokal bisa mendunia

Ikuti kami:
Google
Desain pada jenama internasional jadi momen produk lokal bisa mendunia
Desain pada jenama internasional jadi momen produk lokal bisa mendunia. (ANTARA)
Jakarta - Ketua Nasional Indonesia Fashion Chamber Lenny Agustin mengatakan produk budaya lokal yang menjadi inspirasi desain jenama internasional bisa menjadi momentum ciri khas produk lokal menjadi lebih mendunia.

"Melihat sisi positifnya, memang citra dari produk lokal yang melaju ke dunia internasional tersebut jadi terkenal dan seharusnya bisa jadi momen untuk merek,d desainer dan UMKM lokal ikut mempromosikan dan menjual produk tersebut," kata Lenny kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Lenny menilai dalam kasus jenama internasional Prada yang terinspirasi membuat desain sandal dari ciri khas budaya lokal India, menurut dia sah saja karena inspirasi mode terutama desain etnik bisa datang dari mana saja. Tapi, menurut dia, akan lebih beretika jika jenama tersebut juga turut mengajak para perajin lokal untuk ikut mendesain produk tersebut.

"Tapi kalau desainnya sama persis dengan yang menjadi inspirasi, agak kurang etis, kalau mereka tidak melibatkan perajin dari etnik pemilik desain tersebut. Kalau meniru desain persis tanpa melibatkan masyarakat lokal pemilik desain tersebut tentu merugikan," kata desainer yang terkenal dengan modifikasi kebaya itu.

Desain produk lokal yang dipakai jenama internasional membuat produk tersebut bisa lebih dikenal oleh publik hingga luar negeri dan menjadi produk autentik jika didapatkan langsung dari negara asal produk tersebut.

Ketika budaya lokal sudah diangkat jenama internasional, menurut Lenny, perajin lokal mendapatkan tantangan untuk bisa menyesuaikan standar supaya pembeli merasa puas dengan kualitas yang sama baiknya dengan jenama internasional.

Dia juga mengatakan perlu ada kerja sama dari masyarakat untuk peduli terhadap produk lokal negaranya agar bisa mempromosikannya secara serentak sebagai identitas budaya dan tidak dengan mudah diklaim oleh negara lain.

"Diperlukan kepedulian yang tinggi dulu terhadap semua produk budaya yang dimiliki. Kemudian bersama-sama mengembangkannya baik dari sisi desain maupun teknologinya agar menjadi produk yang sesuai dengan perkembangan zaman," kata Lenny.

Pewarta : Fitra Ashari/ANTARA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Follow
Ariffannur Romadon
Ariffannur Romadon
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.