Iklan Tutup X

Minggu, 17 Agustus 2025

Karya Henk Ngantung jadi saksi bisu sejarah dan diplomasi bangsa

Ikuti kami:
Google
Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti peran penting seniman sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Henk Ngantung, dalam sejarah perjuangan dan diplomasi bangsa.

Hal itu disampaikannya saat membuka pameran temporer “Tokoh Henk Ngantung, Seni dan Diplomasi di Rumah Bersejarah” di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Sabtu.

“Kita memperkenalkan seorang perupa yang terkenal karena sketsa-sketsanya, sketsa-sketsa Henk Ngantung dilakukan langsung di depan merekam peristiwa juga ekspresi-ekspresi dari tokoh-tokoh bangsa Indonesia ketika itu Soekarno, Hatta, Sjahrir masih banyak lagi tokoh-tokoh yang disketsa dan juga peristiwa bersejarah,” kata Menbud.

Pameran ini menampilkan puluhan karya Henk Ngantung yang menggambarkan berbagai momen penting sejarah Indonesia, termasuk lukisan ikonik berjudul Pemanah (The Archer) yang menjadi latar saat pembacaan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

"Ini bukan sekadar pameran seni. Ini adalah dokumentasi visual dari proses-proses diplomasi dan perjuangan bangsa. Henk Ngantung hadir di banyak peristiwa penting seperti Perundingan Linggarjati, Renville, hingga Kaliurang," ujar Fadli.

Henk, dikenal luas sebagai perupa yang mahir menangkap ekspresi dan suasana melalui sketsa langsung di lokasi. Tokoh-tokoh seperti Soekarno, Hatta, hingga Sutan Sjahrir pernah menjadi objeknya.

Selain itu, ia juga berperan dalam desain monumen-monumen penting Jakarta, termasuk Monumen Selamat Datang yang dibangun atas instruksi Presiden Soekarno.

“Sosok pahlawan bangsa tidak hanya mereka yang mengangkat senjata melawan penjajah, namun juga para seniman dan budayawan pada era kemerdekaan,” Fadli Zon menambahkan.

Pameran temporer “Tokoh Henk Ngantung, Seni dan Diplomasi di Rumah Bersejarah” yang dilaksanakan di Aula Museum Perumusan Naskah Proklamasi ini menampilkan koleksi dan juga narasi yang berkaitan dengan ketokohan Henk Ngantung yang cukup berjasa dalam bidang seni dan diplomasi di era kemerdekaan Indonesia.

Melalui pameran ini, Kementerian Kebudayaan ingin mengangkat kembali sosok Henk Ngantung yang karyanya tidak hanya merekam sejarah, tetapi juga menjadi bagian darinya.

Pewarta : Pamela Sakina/ANTARA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Follow
Ariffannur Romadon
Ariffannur Romadon
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.