Iklan Tutup X

Jumat, 22 Agustus 2025

Pemerintah perkuat ekosistem seni rupa lewat program strategis

Ikuti kami:
Google
Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan komitmen untuk memperkuat ekosistem seni rupa Indonesia melalui beberapa program strategis dan inklusif salah satunya adalah program Dana Indonesiana yang telah bergulir hingga belajar bersama maestro seni.

“Kompetisi seni rupa perlu digagas kembali dengan hadiah yang signifikan agar bisa memacu daya cipta perupa kita. Selain itu, teks dan dokumentasi sangat penting sebagai bagian dari sejarah seni rupa. Saya ingin ada upaya sistematis menghadirkan buku-buku yang merekam linimasa sejarah seni rupa, supaya tidak terputus,” ungkap Menbud dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.

“Ekspresi seni akan diprioritaskan melalui Dana Indonesiana. Bantuan ini akan menyasar terutama sanggar atau komunitas-komunitas yang selama ini belum pernah tersentuh. Oktober mendatang, pengajuan akan kembali dibuka,” jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) serta Belajar Bersama Maestro (BBM) memberi kesempatan bagi siswa dan masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan para seniman ternama.

Dalam kunjungan kerjanya ke Daerah Istimewa Yogyakarta, ia turut berdiskusi langsung dengan sejumlah seniman rupa yang aktif berkarya di kota budaya tersebut.

Dalam dialog yang dihadiri sejumlah perupa dan seniman, termasuk Ekwan Marianto, Meuz Prast, dan Didath Alwi selaku inisiator Kembang Jati Art House, Menbud Fadli menyampaikan kekagumannya terhadap komunitas-komunitas seni yang tumbuh di kota ini.

Kembang Jati Art House, menurutnya, menjadi contoh nyata bagaimana ruang kreatif dapat menjadi wadah tumbuh kembangnya seniman-seniman muda hingga seniman profesional mendapatkan panggung untuk memamerkan karyanya. Ruang ini bukan hanya menjadi tempat berpameran, tetapi juga tempat belajar, berdialog, dan membangun ekosistem seni rupa yang hidup.

Seniman juga menyoroti pentingnya pencatatan sejarah maestro seni rupa di tiap daerah agar local genius tidak hilang dari ingatan kolektif bangsa. 

Para seniman turut menyampaikan aspirasi khusus, seperti perlunya forum pameran untuk seniman berkebutuhan khusus, ruang kompetisi yang tidak membatasi usia, serta program keberlanjutan bagi seniman yang masih berjuang secara ekonomi.

Menteri Kebudayaan menanggapi dengan menekankan pentingnya inovasi, hingga promosi dalam ruang digital seperti media sosial.

Fadli menegaskan, pemerintah ke depan akan memberi ruang bagi karya-karya maestro maupun perupa baru untuk tampil di tingkat nasional hingga internasional, termasuk di ajang Venice Biennale.

Pewarta : Sinta Ambarwati/ANTARA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Follow
Ariffannur Romadon
Ariffannur Romadon
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.