![]() |
| Dinas PU Ketapang Masih Mengkaji Kelanjutan Proyek Rp 15 M, Review Ulang Atau Geser. |
Ketapang, Borneo Tribun – Kepala dinas Pekerjaan Umum Ketapang Deneri mengatakan bahwa pihaknya mengusulkan dua opsi terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jembatan rangka baja di desa Priangan kecamatan Jelai Hulu Ketapang.
Dijelaskanya, pertama adalah melakukan kaji ulang atau review dokumen administrasi terhadap calon pelaksana yang sudah ditentukan oleh kelompok kerja LPSE Ketapang. Kedua, menggeser anggaran pada tahun 2026 dengan pertimbangan waktu pekerjaan ditambah dengan kondisi cuaca yang tak menentu.
Keterangan tersebut disampaikannya seusai memimpin rapat audiensi warga desa Priangan di kantornya pada Senin ini (29/09/2025) yang meminta dinas PU untuk segera melaksanakan proyek senilai Rp 15 miliiar tersebut.
"Kami menilai lebih baik pekerjaan ditawarkan kembali pada Januari 2026 agar waktu pelaksanaan lebih panjang. Kalau dipaksakan tahun ini, kemungkinan capaian pekerjaan paling besar hanya 30 persen," jelas Deneri, Senin (29/09/2025).
Untuk lebih mantap, Deneri menyebut, anggaran Rp15 miliar itu tidak cukup untuk menyelesaikan jembatan hingga tahap akhir. Sehingga perlu ditambahkan agar bisa berfungsi maksimal.
"Masih dibutuhkan tambahan sekitar Rp5 miliar agar jembatan bisa difungsikan sepenuhnya," ujarnya.
Proyek bernilai Rp15 miliar itu telah selesai proses lelang dan pemenang tender sudah diumumkan. Namun, hingga akhir September 2025, belum ada tanda-tanda pelaksanaan di lapangan.
"Kami ingin kepastian. Dana ada, tender sudah selesai. Jangan sampai pekerjaan ini hilang begitu saja di akhir tahun anggaran," ujar Yohanes Brand tokoh masyarakat Jelai Hulu saat audiensi di kantor PU, Senin ini.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan itu sudah melewati lima tahap pekerjaan, tetapi belum juga rampung. Padahal, jembatan Periangan menjadi akses penting yang menghubungkan delapan desa dan jalur terdekat menuju Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
"Aksi ini murni aspirasi masyarakat. Tidak ada kepentingan politik atau pihak tertentu yang menunggangi. Kami hanya ingin ada kejelasan, bahkan jika harus tender ulang sekalipun," katanya.
Reporter: Muzahidin
