Iklan Tutup X

Rabu, 01 Oktober 2025

KLH gelar pelatihan teknisi RAC untuk lindungi lapisan Ozon

Ikuti kami:
Google
Pontianak - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi teknisi pendingin udara dan sistem tata udara (Refrigeration and Air Conditioning/RAC) di Provinsi Kalimantan Barat.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ozon Sedunia 2025 yang jatuh pada 16 September lalu. Pelatihan bertujuan membekali para teknisi dengan keterampilan ramah lingkungan dalam memperbaiki maupun merawat peralatan pendingin seperti kulkas dan AC," kata Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH, Ary Sudijanto, di Pontianak, Kamis.

Dia mengatakan teknisi RAC memiliki peran strategis dalam mencegah kebocoran senyawa perusak ozon yang berpotensi menipiskan lapisan pelindung bumi.

"Para teknisi RAC adalah pasukan garda depan, karena pelepasan senyawa perusak ozon terutama terjadi saat kegiatan servis atau perbaikan alat pendingin. Mereka inilah yang berperan besar menjaga agar bahan perusak ozon tidak lepas ke atmosfer," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, KLH juga menyerahkan peralatan servis ramah lingkungan secara simbolis kepada enam teknisi RAC di Kalbar. Bantuan ini merupakan bagian dari 76 set peralatan yang telah dibagikan secara nasional dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 1.250 unit pada 2030.

Ary menegaskan, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keahlian teknisi, tetapi juga mengangkat martabat profesi mereka.

"Kami ingin mengangkat level para teknisi RAC, bahwa mereka tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga punya peran menyelamatkan dunia. Pekerjaan mereka berkontribusi langsung terhadap perlindungan lapisan ozon," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Kalimantan, Fitri Harwati, menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat untuk mendukung pengendalian bahan perusak ozon.

"Kita harus hemat energi dan memilih produk ramah lingkungan. Pola konsumsi berkelanjutan dan penerapan green mobility seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi publik adalah langkah nyata untuk menurunkan emisi," tuturnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Ganda Yulianto Butar Butar, menambahkan pihaknya menyambut baik pelatihan ini dan berharap para teknisi bersertifikat dapat berperan aktif hingga ke tingkat rumah tangga.

"Harapannya, para montir bersertifikat bisa membantu masyarakat dalam servis AC ramah lingkungan dan mengurangi pelepasan senyawa perusak ozon. Ini tanggung jawab kita bersama untuk generasi mendatang," kata dia.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA
Google Logo Follow
Ariffannur Romadon
Ariffannur Romadon
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.