Ikuti kami:
Pontianak - Perpustakaan Fitrah Berkah Insani (FBI) Kota Pontianak mewakili Kalimantan Barat untuk mengikuti Ajang Apresiasi Perpustakaan Terbaik 2025 setelah melalui penilaian lapangan Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Terbaik pada 2025.
"Alhamdulillah kami bersyukur atas penilaian ini dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Pontianak. Apapun hasil hari ini, yang terpenting adalah bagaimana dedikasi kita terus berkontribusi memajukan literasi di kota ini," kata Ketua Perpustakaan FBI, Annisa Maharani Nasran di Pontianak, Rabu.
Dia mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir, baik dalam bentuk peningkatan layanan maupun pelaksanaan lomba literasi bagi masyarakat.
Annisa memaparkan perjalanan perpustakaan yang berdiri sejak 2016 tersebut. Awalnya, masyarakat Kelurahan Sungai Jawi Dalam aktif menggelar berbagai kegiatan sosial, mulai dari pengajian hingga pertemuan warga. Melihat potensi tersebut, pemerintah kelurahan kemudian memutuskan untuk memindahkan perpustakaan ke tengah pemukiman masyarakat di Gang Selamat 1, RW 05, agar lebih mudah diakses publik.
"Di kawasan ini sudah ada bibit masyarakat yang aktif luar biasa, tempat berkumpul dan beraktivitas yang kini menjadi pusat literasi warga," tuturnya.
Hingga akhir 2024, perpustakaan FBI telah memiliki 5.785 koleksi buku dengan 800 anggota terdaftar, meningkat dari 789 pada tahun sebelumnya. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah kunjungan mencapai 15.402 orang, yang menurut Annisa, melonjak berkat dukungan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Perpustakaan Nasional RI.
"Berkat panggung TPBIS, perpustakaan FBI bahkan berhasil meraih juara tiga nasional dalam ajang penghargaan TPBIS. Ini pencapaian besar bagi kami," kata Anissa.
Selain koleksi fisik, perpustakaan FBI juga memiliki 132 judul e-book yang dapat diakses melalui server internal, serta 10 karya rekam digital yang kini dalam proses pendataan. Beragam program inovatif juga dijalankan untuk memperluas akses literasi, seperti SELASIH (Sepeda Literasi), RASA (Rumah Sahabat Anak), PEDULI (Pos Layanan Terpadu Prima), dan Galon Baca, yang memungkinkan masyarakat menikmati bahan bacaan di luar gedung perpustakaan.
"Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tapi juga pusat informasi dan edukasi bagi masyarakat," tuturnya.
Dari sisi fasilitas, perpustakaan FBI dilengkapi perpustakaan digital, tiga unit komputer, televisi, printer, jaringan internet dari Perpusnas, serta ruang belajar multifungsi dan papan pusat informasi bagi pengunjung. Melalui program FBI In Your Area, perpustakaan ini juga aktif menjangkau masyarakat dengan menghadirkan layanan literasi di area publik seperti Car Free Day (CFD).
Dalam pengelolaannya, perpustakaan FBI memberdayakan 15 tenaga pustakawan dari jenjang pendidikan S2 hingga SMP. Mereka mendapatkan pelatihan dan bimbingan teknis dari Dinas Perpustakaan guna memastikan kualitas layanan dan pengelolaan yang profesional.
"SMP pun bisa jadi tenaga perpustakaan, asal mau belajar dan dilatih. Kami di FBI sudah membuktikannya," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, memberikan apresiasi terhadap komitmen perpustakaan FBI dalam membangun pusat literasi yang inspiratif. Menurutnya, perpustakaan tersebut telah menunjukkan keunggulan baik dari segi pengelolaan maupun pemanfaatan teknologi digital.
"Perpustakaan FBI telah mengimplementasikan sistem digital dengan baik sehingga masyarakat dapat mengakses sumber belajar tanpa batasan waktu dan ruang. Ini langkah maju menghadapi tantangan era digital," kata Bahasan.
Ia berharap keberadaan perpustakaan FBI dapat menjadi contoh bagi lembaga literasi lainnya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan minat baca dan kesadaran literasi masyarakat.
"Semoga kegiatan ini tidak sekadar penilaian, tapi juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan semangat memperkuat budaya literasi di Pontianak. Kami berharap perpustakaan FBI terus menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dan menyosialisasikan berbagai program pemerintah," katanya.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA
REKOMENDASI KAMI
- Memuat artikel...
