Iklan Tutup X

Kamis, 11 Desember 2025

Kementerian Kebudayaan berupaya melestarikan cerita-cerita Indonesia

Ikuti kami:
Google
Jakarta - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo menyampaikan bahwa Program House of Indonesiana merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan untuk melestarikan cerita-cerita dari Indonesia melalui sinema.

"Kita punya kekuatan cerita yang begitu banyak, yang diwariskan turun-temurun dari nenek moyang kita. Tujuan kita mempelajari animasi dan dokumenter adalah agar cerita-cerita itu kekal abadi, lestari, dan diceritakan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Kamis.

House of Indonesiana merupakan program peningkatan kapasitas sineas muda yang dilaksanakan oleh Kementerian Kebudayaan RI bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea serta Korea Creative Content Agency (KOCCA).

Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Syaifullah mengatakan bahwa program itu tidak hanya memberikan pelatihan teknis kepada talenta-talenta muda Indonesia. 

"Talenta muda Indonesia tidak hanya mendapat pelatihan teknis, tapi juga penguatan rasa percaya diri untuk bersaing di kancah global," katanya.

"Seperti yang kita tahu bahwa industri kreatif Korea Selatan telah menjadi kekuatan budaya dunia melalui gelombang Hallyu. Kini, dengan semangat yang sama, kita ingin menjadikan Indonesia sebagai nama yang dikenal dunia melalui film, musik, dan seni," ia menjelaskan.

Syaifullah mengatakan bahwa pelaksanaan program House of Indonesiana dapat mendukung upaya pemajuan industri perfilman Indonesia.

Talenta muda Indonesia yang menjadi peserta program kolaborasi antarnegara itu diharapkan bisa menjadi agen budaya yang menyampaikan cerita-cerita Nusantara kepada khalayak yang lebih luas.

"Kepada para peserta Training Center, animator, dan seluruh kru yang terlibat, kalian adalah garda terdepan kebudayaan Indonesia di era digital," kata Syaifullah.

"Karya kalian adalah bukti bahwa cerita lokal memiliki keistimewaannya tersendiri. Kita menyampaikan pesan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan alam, tapi juga kaya akan nilai-nilai luhur yang relevan dengan dunia," ia menambahkan.

Dua karya peserta Training Center House of Indonesiana, film animasi "Banyu" dan film dokumenter "Octopus Hunter", sudah ditayangkan.

Syaifullah menyebut kedua karya itu sebagai narasi visual yang lahir dari proses pendampingan, pelatihan, dan pertukaran ide antara sineas muda Indonesia dengan para ahli dari KOCCA.

Pewarta : Sinta Ambarwati/ANTARA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Follow
Ariffannur Romadon
Ariffannur Romadon
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.