Pemerintah Siapkan Kontrak Jangka Panjang Impor LPG Demi Stabilitas Energi

Sabtu, 14 Maret 2026

Pemerintah Siapkan Kontrak Jangka Panjang Impor LPG Demi Stabilitas Energi

Pemerintah menyiapkan kontrak jangka panjang impor LPG dari berbagai negara guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. (Gambar ilustrasi AI)
Pemerintah menyiapkan kontrak jangka panjang impor LPG dari berbagai negara guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. (Gambar ilustrasi AI)

Pemerintah Siapkan Kontrak Jangka Panjang Impor LPG untuk Jaga Pasokan Energi Nasional

JAKARTA -- Pemerintah Indonesia menyiapkan kontrak jangka panjang impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dengan sejumlah negara sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Menurut Bahlil, pemerintah mengambil langkah antisipatif agar distribusi LPG tetap terjaga meskipun terjadi perubahan sumber impor dari kawasan Timur Tengah.

Impor LPG Indonesia Didominasi Amerika Serikat

Berdasarkan data pemerintah, sekitar 70–75 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sementara sekitar 20 persen berasal dari kawasan Timur Tengah. Sisanya dipasok dari beberapa negara lain, termasuk Australia.

Pemerintah kini tengah memperluas sumber pasokan dengan memperkuat kontrak jangka panjang bersama sejumlah negara pemasok, termasuk Amerika Serikat dan mitra dagang lainnya.

“Dengan kondisi sekarang yang di Middle East, kita pecah lagi untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia untuk LPG,” ujar Bahlil.

Langkah diversifikasi pasokan ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu kawasan tertentu serta meminimalkan risiko gangguan distribusi energi.

Jadwal Kedatangan Kargo LPG Sudah Disiapkan

Selain menjalin kontrak jangka panjang, pemerintah juga telah menjadwalkan sejumlah kedatangan kargo LPG untuk memastikan pasokan tetap aman, khususnya menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Bahlil menyebutkan beberapa jadwal kedatangan kargo LPG yang telah dipastikan pemerintah.

  • Dua kargo LPG dijadwalkan masuk pada akhir pekan ini

  • Dua kargo berikutnya akan tiba pada 28 Maret

  • Satu kargo tambahan dijadwalkan tiba pada 4 April

  • Satu kargo lainnya akan masuk pada 8 April

Menurutnya, pemerintah akan terus memantau kondisi pasokan energi nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pasokan Solar Nasional Dipastikan Aman

Selain LPG, pemerintah juga memastikan ketersediaan solar nasional dalam kondisi aman karena kebutuhan saat ini dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Hal ini didukung oleh operasional proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Balikpapan, yang membantu meningkatkan kapasitas pengolahan bahan bakar di dalam negeri.

Dengan meningkatnya kapasitas kilang, ketergantungan Indonesia terhadap impor solar dapat ditekan secara bertahap.

Pemerintah Siapkan Alternatif Impor Minyak Mentah

Sementara itu, untuk kebutuhan minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah.

Pemerintah kini juga menyiapkan skema kerja sama jangka panjang dengan beberapa negara lain guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga.

Diversifikasi sumber impor tersebut dinilai penting untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik global yang dapat memengaruhi rantai pasok energi dunia.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap stabilitas pasokan energi nasional dapat terus terjaga sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar