Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Belanda, WHO Konfirmasi 11 Kasus dan 3 Kematian

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Scroll ke bawah untuk membaca berita
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Selasa, 12 Mei 2026

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Belanda, WHO Konfirmasi 11 Kasus dan 3 Kematian

Ikuti kami:
Google Google
WHO mengidentifikasi 11 kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian dan sembilan kasus strain Andes yang kini diawasi ketat. (Foto ilustrasi)
WHO mengidentifikasi 11 kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian dan sembilan kasus strain Andes yang kini diawasi ketat. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengidentifikasi 11 kasus hantavirus pada penumpang dan awak kapal pesiar Belanda MV Hondius saat kapal mendekati Cabo Verde pada awal Mei 2026. 

Dari total kasus tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sembilan kasus telah dikonfirmasi sebagai strain Andes.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pada Selasa (12/5).

WHO menerima laporan wabah hantavirus mematikan di atas kapal MV Hondius ketika kapal tersebut mendekati Cabo Verde pada awal Mei. 

Situasi itu memicu perhatian internasional karena melibatkan penumpang dan awak kapal dari berbagai negara.

Para penumpang kemudian turun di Tenerife, Spanyol, pada akhir pekan lalu untuk menjalani penanganan lanjutan dan pengawasan kesehatan.

Menurut WHO, seluruh kasus yang teridentifikasi berasal dari penumpang maupun kru kapal. 

Dari 11 kasus yang dilaporkan, sembilan telah dipastikan sebagai virus Andes, sementara dua lainnya masih berstatus kemungkinan besar terinfeksi strain yang sama.

Virus Andes diketahui sebagai salah satu jenis hantavirus yang dapat menyebabkan penyakit serius dan memiliki risiko penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu.

“Sejauh ini, ada 11 kasus dilaporkan, termasuk tiga kematian. Semua kasus berasal dari penumpang atau awak kapal. Sembilan di antaranya terkonfirmasi sebagai virus Andes, sementara dua lainnya kemungkinan besar,” kata Tedros dalam konferensi pers.

Tedros menegaskan seluruh kasus suspek maupun terkonfirmasi telah diisolasi dan berada di bawah pengawasan medis ketat guna menekan risiko penyebaran lebih lanjut.

“Rekomendasi WHO adalah mereka harus dipantau secara aktif di fasilitas karantina tertentu atau di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir, yakni 10 Mei, sehingga berakhir pada 21 Juni,” ujarnya.

WHO juga meminta siapa pun yang mulai menunjukkan gejala segera diisolasi untuk mencegah potensi penularan lanjutan.

Negara-negara tujuan repatriasi penumpang kini bertanggung jawab memantau kondisi kesehatan para penumpang dan awak kapal yang kembali ke wilayah masing-masing.

WHO meminta setiap negara melaporkan perkembangan kesehatan mereka secara sistematis sesuai regulasi kesehatan internasional yang berlaku.

Langkah pemantauan selama 42 hari dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran wabah lintas negara setelah para penumpang meninggalkan kapal pesiar tersebut.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Published: Pian
Google Logo Add on Google

Bagikan artikel ini

  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.