Iklan Tutup X

Senin, 08 Juni 2026

Sebaran Dapur MBG di Kayong Utara Tak Merata, Baru Layani 48.597 Orang, Belum Semua Kantongi SLHS

Ikuti kami:
Google
Salah satu SPPG yang aktif beroperasi di Kayong Utara. 

Kayong Utara  - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kayong Utara sejauh ini terus berjalan meski belum menjangkau pada daerah sulit dan belum semua kantongi Sertifikat Laik Higienis (SLHS). 

Berdasarkan data, saat ini sebanyak 15  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kayong Utara yang sudah beroperasi melayani 48.597 penerima manfaat (PM) mulai dari siswa SD hingga SMA/SMK dan kelompok 3 B (ibu Menyusui, ibu Hamil dan Balita).

Secara tekhnis, dapur-dapur yang terus beroperasi mendistribusikan makanan ini telah memiliki alat Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL). Tetapi belum semuanya mempunyai Sertifikat SLHS.

Padahal, Pemerintah sebenarnya mewajibkan SPPG memiliki Sertifikat SLHS. Aturan ini ditetapkan pasca banyak anak yang mengalami keracunan makanan massal setelah menyantap menu MBG di sekolah.

Koordinator Wilayah program MBG Kayong Utara Adi Afrianto mengakui beberapa dapur yang sekarang aktif beroperasi masih dalam tahap mengurus sertifikat SLHS di dinas kesehatan 

"Untuk sertifikat SLHS, semua SPPG di daerah kita sudah mengajukan dan prosesnya di Dinkes, memang ada sebagian yang belum keluar," ujar Adi Afrianto dihubungi Borneotribun Senin malam (07/06/2026).

Sementara untuk daerah sulit seperti di kecamatan Kepuluan Karimata dan desa Matan Jaya serta desa Lubuk Batu di kecamatan Simpang Hilir, Adi mengatakan, nantinya penerima manfaat wilayah itu akan di layani oleh dapur 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang saat ini sedang proses persiapan. 

"Wilayah sulit di kecamatan Kepulauan dan di desa Lubuk Batu dan desa Matan Jaya, nanti dapur 3 T yang beroperasi," kata Adi. 

Dari total penerima manfaat yang telah dicover oleh seluruh SPPG ini terbagi dalam dua jenis yakni kelompok siswa sebanyak 40.715 orang dan kelompok 3B sebanyak 7.882 orang. 

Berikut ini sebaran SPPG di Kayong Utara berdasarkan kecamatan dan desa.

Kecamatan Sukadana : 4 SPPG 

  • Desa Sutera 576 (3B) 1,974 murid
  • Desa Simpang Tiga 316 (3B) 2.024 murid
  • Desa Pangkalan Button 466 (3B) 2 404 murid
  • Desa Harapan Muliia 649 (3B) 1.463 murid 

Kecamatan Simpang Hilir :  4 SPPG 

  • Desa Medan Jaya 481 (3B) 1.783 murid
  • Desa Rantau Panjang 482 (3B) 1.572 murid
  • Desa Teluk Melano 307 (3B) 1.450 murid
  • Desa Padu Banjar 472 (3B) 1.711 murid 

Kecamatan Teluk Batang : 3 SPPG 

  • Desa Mas Bangun 458 (3B) 1.744 murid.
  • Desa Teluk Batang 321 (3B) 1.624 murid.
  • Desa Teluk Batang Selatan 942 (3B) 1.728 murid
Kecamatan Seponti : 2 SPPG.
  • Desa Podorukun 339 (3B) 1.182 murid 
  • Desa Seponti 662 (3B) 1.564 murid

Kecamatan Palau Maya : 2 SPPG.

  • Desa Satai Lestari 846 (3B) 1.876 murid.
  • Desa Dusun Besar (565 (3B 1.523 murid 

Untuk diketahui sertifikat SLHS adalah langkah awal guna menjamin keamanan pangan guna mencegah potensi keracunan makanan sehingga program ini berjalan baik. (jdn)

Google Logo Follow
Muzahidin
Muzahidin
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.