Iklan Tutup X

Rabu, 01 Juli 2026

Perkuat Ketahanan Masyarakat, Lembaga Gemawan Gelar Dialog Dorong Pembangunan Responsif Gender dan Adaptif Iklim di Kubu Raya

Ikuti kami:
Google
Foto: FGD Memperkuat Ketahanan Masyarakat Melalui Pembangunan yang Responsif Gender dan Adaptif terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Kubu Raya

SUNGAI RAYA - Lembaga Gemawan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Memperkuat Ketahanan Masyarakat Melalui Pembangunan yang Responsif Gender dan Adaptif terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Kubu Raya”, Senin 29 Juni 2026 lalu di Ruang Rapat Bappeda Litbang Kubu Raya.

Kegiatan menghadirkan OPD, akademisi, dan kelompok perempuan petani dampingan Gemawan. Kubu Raya dinilai rentan iklim karena bentang pesisir mangrove hingga lahan gambut luas. Perubahan musim, banjir, dan kekeringan berdampak pada pertanian. Perempuan petani disebut paling rentan akibat minim akses informasi iklim dan pengambilan keputusan.

Hermawansyah dari Gemawan menyampaikan FGD ini langkah awal mengenalkan Program Perempuan Petani KUAT, Kepemimpinan, Usaha, Agroekologi dan Teknologi. Program mendorong perempuan marginal menjadi aktor utama pembangunan, bukan hanya di domestik.

“Kami pakai pendekatan 3R: Rekognisi, Representasi, Redistribusi. Ada pengakuan peran perempuan petani, ruang terlibat keputusan, dan akses adil ke sumber daya dan informasi iklim,” jelas Wawan.

FGD dibuka Kepala Bappeda Litbang Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, S.STP., M.A. Ia menyoroti indikator ketenagakerjaan perempuan di desa. Banyak kerja produktif perempuan masih masuk domestik, padahal beban ganda rumah dan lahan besar bagi ekonomi keluarga.

“Partisipasi perempuan usia 15 tahun ke atas di angkatan kerja formal Kubu Raya rendah karena dominasi domestik. Padahal kerja mereka ganda. FGD ini momentum menguatkan peran ekonomi mereka,” ungkap Rini.

Rini berharap lahir data riil dan masukan untuk disinergikan ke program OPD. “Program Gemawan diharapkan terintegrasi kebijakan daerah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Rahmawati dari Gemawan memaparkan urgensi informasi iklim inklusif. Data musim tanam, cuaca, hingga potensi karhutla belum menjangkau perempuan pedesaan. 

Diskusi berlangsung interaktif. Setiap OPD memaparkan program dan peluang kolaborasi lintas sektor demi komitmen bersama memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. (Izhar)


Google Logo Follow
Hermanto
Hermanto
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.