Berita BorneoTribun: Daerah hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2026

Cekcok Berujung Motor Dibawa Kabur, Pelaku Diamankan di Pontianak

Foto: Barang bukti penggelapan motor yang berhasil diamankan bersama pelaku di pontianak timur

SEKADAU - Seorang perempuan di Sekadau jadi korban penggelapan motor setelah cekcok dengan calon suaminya. Motor Honda Beat miliknya dibawa kabur dan digadaikan di Pontianak Timur.

Pelaku, S (31), diamankan polisi di Pontianak Timur setelah korban melapor. Motor dan STNK-nya disita sebagai barang bukti.

Peristiwa ini dialami korban berinisial M (40), warga Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, saat terlibat pertengkaran dengan calon suaminya, S (31), pada Sabtu (28/3/2026) dini hari.

Pada Senin (6/4) sekitar pukul 19.00 WIB, pelaku dan barang bukti berhasil ditemukan di wilayah Pontianak Timur. Pelaku kemudian diamankan tanpa perlawanan dan dibawa ke Mapolres Sekadau untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku dijerat Pasal 486 KUHP tentang penggelapan," kata Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin. 

Masyarakat diimbau waspada dan tidak mudah percayakan barang berharga kepada orang lain.

Senin, 06 April 2026

Transparan dan Akuntabel, 231 Peserta Ikuti Seleksi Awal Penerimaan Polri di Polres Kubu Raya

Foto: Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. turun langsung dalam proses penerimaan Polri tahap pemeriksaan administrasi 

KUBU RAYA - Proses penerimaan anggota Polri di Polres Kubu Raya memasuki tahap pemeriksaan administrasi pada Senin (6/4). Sebanyak 231 peserta tercatat mengikuti tahapan awal ini dengan penuh antusias.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa pemeriksaan administrasi dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kelengkapan dan keabsahan data peserta. 

Dalam pelaksanaannya, pihaknya juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta pengawas internal dan eksternal.

“Pelaksanaan hari ini adalah pemeriksaan administrasi. Kami melibatkan Disdukcapil dan pengawas eksternal untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” ujarnya.

Dari total 231 peserta yang mendaftar, nantinya akan diseleksi berdasarkan kelengkapan administrasi. Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Kapolres menjelaskan, setelah tahap administrasi di tingkat Polres, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat Panitia Daerah (Panda) Polda Kalimantan Barat. Tahapan tersebut meliputi tes akademik, psikotes, serta tes jasmani.

“Untuk tahapan selanjutnya akan dilaksanakan di Polda Kalimantan Barat. Di Polres, kami fokus pada pemeriksaan administrasi dan verifikasi data peserta,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri dilakukan secara profesional dan transparan. Para peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi setiap tahapan seleksi yang akan dilaksanakan.

Wabup Sanggau Pastikan Korban Kecelakaan Bus Damri Dapat Penanganan Maksimal

Foto: Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H, kunjungi RSUD M.Th. Djaman Sanggau

SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H, kunjungi RSUD M.Th. Djaman Sanggau untuk memastikan korban kecelakaan bus Damri di Desa Penyeladi di turunan Penyeladi, Kecamatan Kapuas yang terjadi pada Minggu (5/4/26) mendapat penanganan medis maksimal.

Pada kunjungannya, Wabup juga berkoordinasi dengan Direktur RSUD untuk mengerahkan sumber daya tenaga medis. Langkah strategis disiapkan, antara lain mobilisasi dukungan tenaga medis dari 15 kecamatan dan penyediaan armada cadangan ambulans.

"Apresiasi tinggi kepada tenaga medis dan petugas lapangan. Kepada keluarga korban, kami sampaikan simpati mendalam," kata Wabup. 

Pemerintah daerah akan pantau terus kondisi korban dan pastikan penanganan optimal.

Rumah Bu Eli Nyaris Roboh, Bupati Kubu Raya Turun Tangan Pastikan Dibangun Rumah Yang Layak Huni

Foto: Bupati Sujiwo Kunjungi Rumah Keluarga Disabilitas di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Tangis haru menyelimuti kediaman Bu Eli, warga Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, saat rumahnya yang nyaris roboh mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah. Kunjungan Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos menjadi secercah harapan baru bagi keluarga tersebut, Minggu (5/4/2026).

Dalam suasana penuh haru, Bu Eli tak kuasa menahan air mata saat mendengar langsung kepastian bahwa rumahnya akan segera dibangun kembali agar layak huni. 

“Terimakasih Pak Bupati, terimakasih ya Allah, Engkau mendengarkan doa-doa kami,” ucapnya lirih.

Kondisi Bu Eli semakin memprihatinkan. Ia tinggal bersebelahan dengan kedua orang tuanya yang juga hidup dalam keterbatasan. Sang ayah diketahui mengalami kelumpuhan, sementara ibunya menderita cacat netra. 

Potret kondisi rumah milik Bu Eli di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

Tak hanya itu, dua saudaranya juga mengalami gangguan jiwa. Situasi tersebut membuat Bu Eli dan keluarganya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki ataupun membangun rumah yang layak huni.

Kehadiran Bupati bersama rombongan merupakan bentuk respons cepat atas laporan kondisi rumah warga yang memprihatinkan. 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah dan Moch. Darwis, serta sejumlah pejabat daerah lainnya, di antaranya Kepala Dinas PUPR Kubu Raya Supratmansyah, Kepala Dinas Pertanian Agus Siswandi, Kepala Dinas Perikanan Yoga P, Camat Sungai Kakap Junaidi, Kepala Desa Sungai Itik, serta RT dan RW setempat.

Di lokasi, rombongan meninjau langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan parah dan berdialog dengan Bu Eli untuk mengetahui kebutuhan mendesak yang diperlukan. Pemerintah daerah memastikan akan segera mengambil langkah konkret agar Bu Eli dan keluarganya dapat kembali tinggal di rumah yang aman dan layak.

Bupati H. Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap kondisi warganya yang mengalami kesulitan.

“Kami hadir untuk memastikan warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk selalu berada di tengah masyarakat,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran pemerintah di tengah warga yang mengalami musibah menjadi bukti nyata bahwa negara hadir memberikan perlindungan dan harapan bagi masyarakatnya. (Tim Liputan)

Polres Tanah Laut Bersama Warga Perbaiki Akses Jembatan Desa Kunyit

Polres Tanah Laut bersama warga memperbaiki jembatan Desa Kunyit untuk meningkatkan akses dan keselamatan transportasi masyarakat.
Polres Tanah Laut bersama warga memperbaiki jembatan Desa Kunyit untuk meningkatkan akses dan keselamatan transportasi masyarakat.

Tanah Laut – Aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran kepolisian. Polres Tanah Laut bersama warga melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan dan perbaikan jembatan di RT 02 dan RT 05 Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin.

Kegiatan ini bukan sekadar perbaikan fisik, tapi juga jadi bukti kuat kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur desa agar tetap layak dan aman digunakan.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga turut membantu kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung membantu masyarakat, termasuk dalam perbaikan fasilitas umum seperti jembatan ini,” ujarnya di Pelaihari.

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas warga sehari-hari. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan bisa menghambat mobilitas masyarakat, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Polres Tanah Laut turun langsung ke lapangan bersama warga. Mereka bahu-membahu membersihkan area sekitar jembatan serta memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan.

Kapolsek Pelaihari, H. Benny W Wardhani, juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan, di mana masyarakat dan aparat bisa bekerja bahu-membahu untuk kepentingan bersama,” katanya.

Tak hanya itu, dukungan teknis juga datang dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Tanah Laut. Kehadiran mereka memastikan proses perbaikan dilakukan secara optimal dan hasilnya lebih tahan lama.

Kepala Desa Kunyit pun menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polri dan instansi terkait dalam membantu memperbaiki jembatan yang selama ini menjadi akses utama warga.

“Kami sangat terbantu, karena jembatan ini merupakan jalur utama masyarakat untuk beraktivitas,” ujarnya.

Perbaikan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi desa. Akses yang lancar menjadi faktor penting dalam distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan program pembangunan nasional dalam memperkuat infrastruktur pedesaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

FAQ

1. Kenapa jembatan Desa Kunyit diperbaiki?
Karena jembatan tersebut merupakan akses utama warga yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan.

2. Siapa saja yang terlibat dalam perbaikan?
Polres Tanah Laut, Polsek Pelaihari, warga setempat, serta dukungan teknis dari Dinas PUPR.

3. Apa manfaat dari perbaikan jembatan ini?
Meningkatkan keselamatan, memperlancar mobilitas, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

4. Di mana lokasi kegiatan ini berlangsung?
Di RT 02 dan RT 05 Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut.

5. Apakah kegiatan ini bagian dari program pemerintah?
Ya, kegiatan ini mendukung program pembangunan infrastruktur pedesaan nasional.

128 Tenaga Kerja Terampil Dicetak BLK HSU Untuk Tekan Pengangguran

BLK HSU cetak 128 tenaga kerja terampil melalui pelatihan 8 kejuruan untuk menekan pengangguran dan dorong kemandirian masyarakat.
BLK HSU cetak 128 tenaga kerja terampil melalui pelatihan 8 kejuruan untuk menekan pengangguran dan dorong kemandirian masyarakat. (Ilustrasi)

HSU, Kalsel - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Lewat Balai Latihan Kerja (BLK), sebanyak 128 peserta berhasil dibekali keterampilan kerja berbasis kompetensi yang siap diterapkan di dunia industri maupun usaha mandiri.

Kepala BLK HSU, A. Humaidi, menyampaikan bahwa program pelatihan kali ini menghadirkan delapan bidang kejuruan yang dirancang sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.

“Terdapat delapan kejuruan yang tersedia bagi masyarakat pada periode pelatihan ini,” ujarnya di Amuntai, Minggu.

Delapan Kejuruan Siap Pakai

Adapun bidang keterampilan yang diberikan meliputi:

  • Desain grafis

  • Teknik listrik

  • Pengelasan

  • Menjahit

  • Furniture

  • Tata boga

  • Otomotif mobil

  • Otomotif motor

Setiap kejuruan diikuti oleh 16 peserta, sehingga total mencapai 128 orang yang mendapatkan pelatihan intensif.

Pelatihan Intensif 30 Hari, 8 Jam Per Hari

Program pelatihan berlangsung selama 30 hari dengan durasi pembelajaran hingga delapan jam setiap hari. Pola ini dirancang agar peserta benar-benar menguasai keterampilan secara praktis, bukan hanya teori.

Model pelatihan berbasis kompetensi ini juga mengacu pada standar dunia kerja, sehingga lulusan memiliki nilai tambah saat melamar pekerjaan.

Akses Inklusif untuk Disabilitas

Yang menarik, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok disabilitas. “Ini menjadi komitmen kami memberikan kesempatan bagi disabilitas untuk bisa bekerja dan mandiri,” tegas Humaidi.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ketenagakerjaan di HSU bersifat inklusif dan merata.

Dapat Sertifikat, Siap Masuk Dunia Kerja

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi.

Sertifikat ini dapat digunakan sebagai dokumen pendukung saat melamar pekerjaan atau membuka usaha sendiri.

Humaidi berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. “Setelah dinyatakan lulus, mereka mendapatkan sertifikat sebagai bekal penting untuk memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Dorong Kemandirian dan Kurangi Pengangguran

Program ini menjadi salah satu strategi konkret pemerintah daerah dalam:

  • Mengurangi angka pengangguran

  • Meningkatkan keterampilan masyarakat

  • Mendorong wirausaha mandiri

Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Berapa jumlah peserta pelatihan BLK HSU?
Sebanyak 128 peserta mengikuti pelatihan.

2. Berapa lama durasi pelatihan?
Pelatihan berlangsung selama 30 hari dengan 8 jam per hari.

3. Apa saja kejuruan yang tersedia?
Ada 8 kejuruan, termasuk desain grafis, listrik, las, menjahit, hingga otomotif.

4. Apakah disabilitas bisa ikut pelatihan?
Ya, program ini juga membuka akses bagi peserta disabilitas.

5. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Ya, peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat resmi.

Minggu, 05 April 2026

Halal Bihalal PPP Kalbar, Kader Sekadau Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi

Foto: Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) asal kabupaten sekadau, (tengah) H. Abang Nasir, S.A.P., anggota DPRD Kabupaten Sekadau 

PONTIANAK - Keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kalimantan Barat gelar Halal Bihalal pada Minggu, 5 April 2026, menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai.

Perwakilan dari Kabupaten Sekadau turut hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satu kader PPP Sekadau, H. Abang Nasir, S.A.P., menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kebersamaan dan soliditas partai di tingkat daerah maupun provinsi.

“Dari Kabupaten Sekadau, kami hadir sebanyak tiga orang kader, termasuk salah satunya anggota dewan. Tujuan utama kami adalah bersilaturahmi serta mempererat hubungan dan menyatukan kembali kekuatan PPP di Kalimantan Barat,” ujar Abang Nasir.

Menurutnya, kegiatan Halal Bihalal ini juga menjadi ajang untuk membangun kembali kekompakan kader serta menyamakan visi ke depan dalam menghadapi berbagai agenda partai.

Ia berharap, ke depan PPP dapat semakin solid dan mampu meraih hasil yang sesuai dengan harapan bersama. Selain itu, pihaknya juga berencana merangkul kembali kader-kader lama serta membuka peluang bagi kader baru untuk bergabung.

“Insyaallah ke depan, jika ada momentum besar, kader lama akan kita rangkul kembali dan kita juga akan mencari serta membina kader-kader baru,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PPP diharapkan mampu memperkuat persatuan dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika politik di Kalimantan Barat. (JM)

Bus DAMRI Kecelakaan di Penyeladi Sanggau, Ada Korban Jiwa

Foto: Bus DAMRI mengalami kecelakaan di tanjakan Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026)

SANGGAU - Telah terjadi kecelakaan maut Bus DAMRI di tikungan turunan/tanjakan Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Sanggau pada Minggu (5/4/2026).

Bus DAMRI berangkat dari Sintang tujuan Pontianak tersebut mengangkut sebanyak 31 penumpang.

Berdasarkan informasi dilapangan, pasca kecelakaan tersebut 1 (satu) penumpang dinyatakan meninggal ditempat, 1 (satu) orang mengalami putus tangan, dan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Dilihat dari posisinya, Bus tersebut baru saja menuruni tanjakan Penyeladi dan sebagian badan bus mengarah ke sungai Kapuas.

Polisi sudah melakukan identifikasi terkait kronologi kejadian, dan sampai berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Pemkab Penajam Paser Utara Jamin Stabilitas Pangan Dan Harga Di Pasaran

Stok pangan di Penajam Paser Utara dipastikan aman oleh Pemkab. Persediaan beras, gula, hingga minyak goreng mencukupi jelang hari besar keagamaan.
Stok pangan di Penajam Paser Utara dipastikan aman oleh Pemkab. Persediaan beras, gula, hingga minyak goreng mencukupi jelang hari besar keagamaan.

Stok Pangan Penajam Paser Utara Aman, Pemkab Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

KALTIM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyampaikan bahwa ketahanan persediaan bahan pangan secara umum masih terkendali dan tidak mengalami kekurangan yang signifikan.

“Ketahanan persediaan bahan pangan secara umum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Sabtu.

Distribusi Jadi Kunci Stabilitas Harga

Pemkab PPU terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi bahan pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti lonjakan permintaan.

Menurut Tohar, kelancaran distribusi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Dengan distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga yang memberatkan.

Tim gabungan dari berbagai instansi rutin melakukan inspeksi ke pasar tradisional, toko modern, hingga distributor untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau kelangkaan barang.

Kolaborasi Antar Dinas Diperkuat

Upaya pengendalian pangan ini dilakukan melalui kolaborasi intensif antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) PPU.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Data Stok Pangan Terbaru

Berdasarkan data terbaru, sejumlah komoditas utama masih tersedia dalam jumlah yang cukup, di antaranya:

  • Beras medium sekitar 1.500 ton

  • Beras premium sekitar 300 ton

  • Gula sekitar 14 ton

  • Minyak goreng sekitar 1.000 liter (dengan tambahan pasokan hingga 80.000 liter)

Ketersediaan ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat, termasuk menghadapi momentum hari besar.

Pasokan Luar Daerah Masih Aman

Untuk beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan kentang, pasokan masih didatangkan dari luar daerah. Meski begitu, kondisi stok saat ini tetap aman dan terkendali.

Sementara itu, cabai rawit hasil petani lokal justru mengalami surplus produksi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar tanpa ketergantungan pasokan dari luar.

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten PPU menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga melalui pengawasan berkelanjutan serta koordinasi lintas sektor.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memastikan keamanan distribusi pangan di seluruh wilayah.

FAQ

1. Apakah stok pangan di Penajam Paser Utara aman?
Ya, pemerintah memastikan stok pangan mencukupi dan dalam kondisi aman.

2. Komoditas apa saja yang tersedia cukup?
Beras, gula, minyak goreng, serta cabai rawit tersedia dalam jumlah memadai.

3. Apakah ada kenaikan harga jelang hari besar?
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga melalui pengawasan distribusi.

4. Dari mana pasokan bawang dan kentang berasal?
Sebagian masih didatangkan dari luar daerah.

5. Apa peran TPID dalam hal ini?
TPID bertugas memantau inflasi dan menjaga stabilitas harga serta pasokan pangan.

Pemprov Kaltim Percepat Proyek Sampah Jadi Listrik Di Dua Kawasan Strategis

Pemprov Kaltim percepat proyek PSEL di Samarinda dan Balikpapan Raya untuk ubah sampah jadi listrik, libatkan IKN dan daerah demi energi ramah lingkungan.
Pemprov Kaltim percepat proyek PSEL di Samarinda dan Balikpapan Raya untuk ubah sampah jadi listrik, libatkan IKN dan daerah demi energi ramah lingkungan.

Balikpapan - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) makin serius menggarap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PSEL) di dua kawasan besar: Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Langkah ini bukan sekadar wacana. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Joko Istanto, memastikan saat ini pemerintah tengah mempercepat penyusunan skema kerja sama agar proyek bisa segera berjalan tanpa hambatan.

“Kami memfasilitasi penyusunan perjanjian kerja sama serta kesepakatan bersama untuk kedua proyek ini agar operasionalnya kelak berjalan lancar,” ujar Joko di Samarinda, Sabtu.

Tindak Lanjut Rapat Tingkat Kementerian

Percepatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi terbatas di tingkat kementerian yang fokus pada pengelolaan limbah berbasis energi terbarukan. Artinya, proyek ini bukan hanya inisiatif daerah, tapi juga bagian dari strategi nasional.

Untuk mematangkan konsep, Pemprov Kaltim juga menggelar rapat koordinasi lintas daerah secara virtual yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kota.

Beberapa instansi yang ikut terlibat antara lain:

  • Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda

  • DLHK Kabupaten Kutai Kartanegara

Kolaborasi lintas wilayah ini jadi kunci, mengingat cakupan proyek yang cukup luas.

Dua Zona Besar: Samarinda Raya & Balikpapan Raya

Proyek PSEL ini dibagi menjadi dua zona utama:

1. Samarinda Raya

Mencakup:

  • Kota Samarinda

  • Sebagian wilayah Kutai Kartanegara:
    Anggana, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Muara Badak, dan Marang Kayu

2. Balikpapan Raya

Meliputi:

  • Kota Balikpapan

  • Kawasan Ibu Kota Nusantara

  • Wilayah pesisir Kutai Kartanegara:
    Samboja, Samboja Barat, dan Muara Jawa

Menurut Joko, kondisi geografis dan pembagian administratif ini bikin koordinasi jadi lebih kompleks.

“Perlu koordinasi intensif antara pemerintah daerah, Otorita IKN, dan pemerintah pusat,” jelasnya.

Solusi Lingkungan Sekaligus Energi Baru

Proyek ini diharapkan bisa jadi solusi dua masalah sekaligus:

  1. Mengurangi penumpukan sampah

  2. Menghasilkan energi listrik dari sumber terbarukan

Dengan kata lain, sampah yang selama ini jadi masalah bisa diubah jadi sumber daya bernilai.

Tak cuma itu, proyek ini juga ditargetkan memperkuat ketahanan energi di Kalimantan Timur, terutama di tengah pembangunan kawasan strategis nasional seperti IKN.

Target: Lingkungan Bersih & Energi Berkelanjutan

Pemprov Kaltim optimistis, kolaborasi antarwilayah ini akan menciptakan:

  • Lingkungan yang lebih bersih

  • Sistem pengelolaan sampah modern

  • Sumber listrik alternatif yang ramah lingkungan

Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini bisa jadi model pengelolaan sampah berbasis energi di Indonesia.

FAQ

1. Apa itu PSEL?
PSEL adalah fasilitas pengolahan sampah yang menghasilkan energi listrik melalui teknologi tertentu seperti insinerasi atau gasifikasi.

2. Kenapa proyek ini penting?
Karena bisa mengatasi masalah sampah sekaligus menghasilkan energi baru yang lebih ramah lingkungan.

3. Kapan proyek ini mulai dibangun?
Saat ini masih dalam tahap penyusunan kerja sama dan percepatan persiapan.

4. Apakah proyek ini melibatkan IKN?
Ya, khususnya dalam kawasan Balikpapan Raya yang mencakup wilayah IKN.

5. Apa dampaknya bagi masyarakat?
Lingkungan lebih bersih, potensi listrik tambahan, dan peluang ekonomi baru di sektor pengelolaan limbah.

Distan Kalbar Ajak Semua Elemen Termasuk Pesantren Galakkan Pertanian

Foto: Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Herti Herawati, MMA

KUBU RAYA – Salah satu persoalan mendasar dalam sektor pertanian di Kalimantan Barat saat ini adalah minimnya minat Calon Petani (CP), meskipun ketersediaan lahan masih cukup luas dan potensial untuk digarap.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Herti Herawati, MMA, saat menghadiri kegiatan halal bihalal penggiat pertanian di Pondok Pesantren Minum Islam dengan tema “Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negeriku”.

Menurut Herti, ketidakseimbangan antara ketersediaan lahan dan jumlah petani aktif menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan produksi pertanian di daerah.

“Lahan kita masih tersedia, bahkan cukup luas. Namun, tantangan kita saat ini adalah kurangnya minat calon petani untuk mengelola lahan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, komoditas hortikultura seperti cabai juga menjadi perhatian khusus, mengingat perannya sebagai salah satu penyumbang inflasi di daerah. 

Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas strategis, menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan.

“Cabai merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi. Maka dari itu, pengembangan budidaya cabai ini juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan untuk masyarakat,” jelasnya.

Sebagai upaya mengatasi persoalan minimnya minat petani, Dinas TPH Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam mengembangkan sektor pertanian.

Tidak hanya masyarakat umum, kalangan lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren juga didorong untuk ambil bagian.

Menurut Herti, pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan santri di bidang pertanian.

“Kami mengajak semua pihak, termasuk pondok pesantren, untuk mulai menggalakkan pertanian. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga membangun kemandirian dan keterampilan,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat siap menyediakan berbagai bantuan, termasuk penyediaan bibit tanaman bagi pihak-pihak yang siap mengembangkan usaha pertanian.

“Kami siap memfasilitasi, salah satunya dengan menyiapkan bibit. Harapannya, ini bisa mendorong minat masyarakat untuk kembali bertani,” tegasnya.

Dengan sinergi seluruh elemen, diharapkan sektor pertanian di Kalimantan Barat dapat terus berkembang, mampu menekan laju inflasi, serta menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. 

Residivis Curanmor dan Pembobol Rumah Dibekuk di Landak

Foto: Tersangka diamankan beserta barang bukti kejahatan 

LANDAK - Polisi menangkap M, residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian handphone, dan pembobolan rumah di Kabupaten Landak. Pelaku diamankan setelah polisi menyelidiki laporan pencurian HP di tempat cucian motor di Jelimpo.

Berawal dari Laporan Pencurian HP di Tempat Cucian Motor. Kasus ini terungkap setelah adanya laporan tindak pidana pencurian yang menimpa dua korban, yakni Irpandi dan Adzidane Eka Saputra, di sebuah tempat pencucian motor sekaligus warung milik Irpandi, yang berlokasi di Dusun Tubang Raeng, RT 001/RW 001, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak.

M diduga terlibat dalam beberapa kasus, termasuk pembobolan rumah di Senakin. Barang bukti seperti HP, printer, dan kipas angin disita.

"Pelaku residivis, kami masih dalami kemungkinan TKP lain," kata Kasat Reskrim AKP Kuswiyanto.

Polisi berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa;

- 1 unit HP OPPO A12

- 1 unit HP Infinix Note 40 Pro 5G

- Uang tunai Rp200.000 yang disimpan di dalam casing handphone

- 1 buah helm merek J5

- 1 unit HP Infinix Smart 9 milik korban lainnya.

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp7.400.000 dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Polisi imbau masyarakat waspada dan laporkan hal mencurigakan.

Sabtu, 04 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis di Kayong Utara Terhenti, Korwil Dituding Lalaikan Tugas

Foto: Dian Saputra, Tokoh Muda Kayong Utara, Mantan Ketua BEM Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) sekaligus Mantan Ketua Forum Mahasiswa Simpang Hilir (Formasi)

KAYONG UTARA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kayong Utara terhenti akibat penutupan empat titik dapur produksi. Korwil MBG setempat dituding melakukan kelalaian manajerial.

Dian Saputra, tokoh muda Kayong Utara, yang merupakan Mantan Ketua BEM Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) sekaligus Mantan Ketua Forum Mahasiswa Simpang Hilir (Formasi) mengkritik keras penutupan ini. 

Menurutnya, penutupan ini dinilai sebagai langkah mundur dalam upaya pemenuhan gizi siswa, mengingat program ini merupakan prioritas strategis untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah.

"Ini bukti ketidaksiapan dan kelalaian Korwil. Mereka harusnya jadi jembatan solusi, bukan malah menghentikan program," katanya.

Dian juga mempertanyakan mekanisme penentuan titik dapur, pembangunan gedung, dan pengelolaan dapur yang diduga dimonopoli oknum pengusaha dan anggota dewan.

"Dalam waktu dekat saya bersama tokoh tokoh masyarakat juga akan melayangkan surat secara resmi kepada Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara untuk melaksanakan Audensi agar permasalahan permasalahan MBG di Kabupaten Kayong Utara dapat di Klarifikasi dari Pihak Satgas dan Korwil sehingga Publik mendapatkan Informasi secara Utuh," ujarnya.

Masyarakat juga mendesak audit kinerja Korwil dan instansi terkait agar program MBG kembali berjalan. Hingga kini, Korwil belum beri keterangan resmi.

"Kami tidak ingin hak-hak siswa di Kayong Utara terabaikan hanya karena masalah koordinasi yang buruk. Perlu ada evaluasi total terhadap kinerja Korwil agar kejadian serupa tidak terulang," tukasnya. (Izhar)

Kubu Raya Geger, Wanita Ditemukan Gantung Diri di Rumah Kontrakan

Foto: Polisi dan warga evakuasi jenazah wanita gantung diri di rumah kontrakan di Desa Limbung, Sungai Raya

KUBU RAYA - Warga Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya digegerkan dengan penemuan seorang wanita berinisial AI (25) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah rumah kontrakan pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui setelah warga sekitar merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah kontrakannya.

Kejadian ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian dari Polsek Sungai Raya yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto melalui Kasubsie Penmas Aiptu Ade menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sementara, korban sempat terlibat pertengkaran dengan suaminya pada pagi hari sebelum kejadian.

“Dari hasil keterangan yang kami himpun, korban diduga sebelumnya bertengkar dengan suaminya. Bahkan, pada pagi hari, korban sempat mengusir suaminya keluar dari rumah kontrakan tersebut,” ungkap Ade, Sabtu(4/4/2026).

Lebih lanjut, Ade menambahkan bahwa setelah peristiwa tersebut, korban diketahui berada seorang diri di dalam rumah hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada sore hari.

“Petugas telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini, meskipun dugaan sementara mengarah pada bunuh diri,” jelasnya.

Sementara itu, jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan medis (visum). Namun, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

“Jenazah korban saat ini telah diambil oleh pihak keluarga dari rumah sakit untuk selanjutnya dilakukan prosesi pemakaman,” tutup Ade. (Tim)

Berbekal Pengalaman di IPSI, Zulkarnaen Bidik Kursi Ketua KONI Kubu Raya

Foto: Zulkarnaen menyerahkan berkas pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum KONI Kubu Raya pada Jumat (3/4/2026)

KUBU RAYA - Bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2030, Zulkarnaen, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan anggaran demi mendukung program kerja KONI serta pembinaan atlet di daerah.

Dengan dukungan kuat dari sejumlah cabang olahraga (cabor), Zulkarnaen menyatakan bahwa salah satu prioritas utamanya adalah memastikan ketersediaan anggaran yang memadai agar program pembinaan dan peningkatan prestasi atlet dapat berjalan optimal.

“Ke depan, kita akan berupaya memperjuangkan tambahan anggaran untuk KONI agar seluruh program kerja bisa terlaksana dengan maksimal,” ujarnya saat menyerahkan berkas pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum KONI Kubu Raya pada hari Jumat (3/4/2026).

Ia menilai, dukungan anggaran yang cukup akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, hingga keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan.

Selain itu, Zulkarnaen juga menegaskan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada atlet-atlet berprestasi di Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, penghargaan dan perhatian tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar atlet terus meningkatkan capaian mereka.

“Atlet berprestasi harus mendapatkan atensi lebih, baik dari sisi pembinaan, kesejahteraan, maupun penghargaan atas prestasi yang telah diraih,” tegasnya.

Zulkarnaen bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia diketahui telah dua periode menjabat sebagai Ketua cabang olahraga Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kubu Raya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan atlet serta dinamika pembinaan olahraga di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara KONI dan Pemerintah Daerah. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kemajuan olahraga di Kubu Raya secara berkelanjutan.

“KONI tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan pemerintah daerah agar program yang dirancang bisa sejalan dengan visi pembangunan daerah,” tambahnya.

Zulkarnaen berharap, dengan dukungan semua pihak, olahraga di Kabupaten Kubu Raya dapat berkembang lebih pesat dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (Tim Liputan)

Jumat, 03 April 2026

Malam Tak Lagi Tenang, Warga Tanjung Durian Geram Aktivitas Ponton Diduga Abaikan Keluhan

Foto: Ibu Lina dan Ibu Razemah, Warga Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu

KUBU RAYA - Warga Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu, yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau, mengungkapkan keresahan mereka terhadap aktivitas ponton penyedot pasir yang beroperasi di dekat permukiman.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Ibu Lina dan Ibu Razemah kepada awak media saat berkunjung ke Dusun Tanjung Durian pada Jumat sore (3/4/2026). Mereka menuturkan bahwa aktivitas ponton, terutama pada malam hari, menimbulkan kebisingan yang sangat mengganggu waktu istirahat warga.

“Kalau malam hari sangat ribut, suara mesin ponton itu dekat sekali dengan rumah kami,” ujar Ibu Lina.

Ibu Razemah juga mengungkapkan kekhawatiran warga terhadap dampak aktivitas tersebut, mengingat lokasi ponton yang beroperasi berada tidak jauh dari permukiman masyarakat.

“Kami merasa tidak nyaman dan khawatir. Aktivitasnya dekat sekali dengan rumah warga,” katanya.

Menurut keterangan warga, upaya penyampaian aspirasi sebenarnya telah dilakukan. Masyarakat bahkan disebut telah dua kali menggelar aksi demonstrasi kepada pihak perusahaan.

Namun hingga saat ini, tidak ada respon yang positif dari pelaku usaha. Kondisi ini membuat warga semakin geram, karena aktivitas ponton masih terus berlangsung tanpa adanya perubahan yang dirasakan di lapangan.

Masyarakat berharap pihak perusahaan dapat lebih memperhatikan dampak operasional terhadap lingkungan dan kenyamanan warga, khususnya terkait kebisingan pada malam hari. 

Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah, baik Kabupaten Kubu Raya maupun Kabupaten Sanggau, untuk turun tangan mengingat lokasi aktivitas berada di wilayah perbatasan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga Dusun Tanjung Durian.

Pengusaha Nakal, Wabup Sukiryanto dan Inspektorat Akan Tindak Tegas Pelanggaran Retribusi Pasir

Foto: Wakil Bupati Kuburaya, Sukiryanto melakukan monitoring aktivitas penambangan dan distribusi pasir di Pulau Jambu, Jumat (3/4/2026)

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama tim Satgas melakukan monitoring aktivitas penambangan dan distribusi pasir di wilayah Pulau Jambu, Jumat (3/4/2026). Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan dugaan pelanggaran terkait kewajiban retribusi serta dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat.

Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, mengungkapkan bahwa dari 46 perusahaan yang memiliki izin, hingga tahun 2025 hanya 11 perusahaan yang masih aktif membayar retribusi.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah PT Pasir Kalimantan yang diduga belum pernah menyetorkan retribusi ke Kabupaten Kubu Raya selama satu tahun beroperasi.

“Ini menjadi temuan kami. Aktivitas pengangkutan pasir sangat besar, bahkan mencapai ratusan ton per bulan, namun kontribusi ke daerah belum ada. Ini tentu merugikan daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan Permendagri Nomor 17 Tahun 2020, batas wilayah sungai berada di tengah aliran sungai, sehingga jika aktivitas penambangan dilakukan di wilayah perbatasan, maka kewajiban retribusi harus dibayarkan ke dua daerah, yakni Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kubu Raya juga berencana membentuk pos cek poin di wilayah Pulau Jambu guna memantau keluar-masuknya angkutan pasir serta memastikan transparansi pembayaran retribusi.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Kubu Raya, H.Y. Hardito, Ak., M.M., menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan audit dan investigasi terhadap perusahaan yang diduga belum memenuhi kewajiban.

“Informasi sementara menunjukkan adanya aktivitas pertambangan yang diduga belum memberikan kontribusi kepada daerah. Ini akan kami dalami melalui audit dan investigasi. Jika terbukti ada pelanggaran, tentu bisa masuk ranah pidana,” tegas Hardito.

Ia menambahkan, potensi pendapatan daerah yang tidak masuk akibat aktivitas tersebut dapat merugikan keuangan daerah dan membuka kemungkinan adanya oknum yang mengambil keuntungan secara tidak sah.

“Kalau ini dibiarkan, daerah bisa dirugikan. Maka harus ada ketegasan agar potensi daerah benar-benar masuk dan dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat setempat mengeluhkan dampak langsung dari aktivitas penambangan, mulai dari ancaman longsor hingga kebisingan yang terjadi terutama pada malam hari.

Kepala Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu, Supardi, menyampaikan bahwa aktivitas ponton yang beroperasi dekat permukiman warga menimbulkan kekhawatiran.

“Kami khawatir dampaknya ke rumah warga karena lokasi penambangan dekat dengan pemukiman. Selain itu, kebisingan pada malam hari sangat mengganggu. Kami berharap perusahaan lebih memperhatikan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut masih belum menikmati aliran listrik, sehingga berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah mereka.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan akan menindaklanjuti seluruh temuan ini secara serius melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan pemerintah provinsi dan kabupaten terkait.

“Ini masih dugaan awal yang akan kami analisa dan hitung lebih lanjut. Namun jika terbukti, tentu akan ada sanksi tegas sesuai aturan. Ini demi keadilan bagi masyarakat dan daerah,” tutup Sukiryanto. (JM)

Wabup Kabupaten Kubu Raya Sukiryanto Bertolak Menuju Gunung Tamang

Foto: Wakil Bupati Kuburaya, Sukiryanto beserta rombongan bertolak menuju kawasan Gunung Tamang jalur Speed Boat 

KUBU RAYA - Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, dijadwalkan turut serta dalam rombongan perjalanan menuju Kawasan Gunung Tamang pada Jumat (3/4/2026).

Rombongan akan terlebih dahulu berkumpul di Dermaga Sungai Durian sebagai titik kumpul sebelum bertolak menggunakan speed boat menuju lokasi tujuan.

Keikutsertaan Wakil Bupati Kubu Raya dalam agenda tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap kawasan Gunung Tamang yang memiliki potensi untuk dikembangkan, baik dari sisi pariwisata maupun sektor lainnya.

Perjalanan ini selain sebagai ajang kebersamaan juga dimungkinkan untuk peninjauan langsung kondisi lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait agenda rinci dalam kegiatan tersebut. Namun, diharapkan kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah setempat. 

Kamis, 02 April 2026

Cegah Korupsi Sejak Dini, Pemkab Kubu Raya Perkuat Pengawasan Internal

Foto: Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, didampingi Sekretaris Daerah Yusran Anizam, memimpin rapat koordinasi pemantauan dan evaluasi pencegahan korupsi di Ruang Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (1/4/2026)


KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, didampingi Sekretaris Daerah Yusran Anizam, memimpin rapat koordinasi pemantauan dan evaluasi pencegahan korupsi dalam rangka perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kubu Raya.


Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (1/4/2026), dan dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah serta pejabat terkait.


Dalam arahannya, Wakil Bupati Sukiryanto menegaskan pentingnya komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mencegah praktik korupsi. Ia menyebut upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis melalui penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.


“Pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh perangkat daerah. Kita harus memastikan setiap program dan kegiatan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.


Sukiryanto juga menekankan perlunya evaluasi berkala terhadap berbagai indikator pencegahan korupsi, termasuk pengelolaan anggaran, pelayanan publik, serta pengadaan barang dan jasa.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Yusran Anizam menambahkan bahwa rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.


Ia mengatakan, melalui pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten, diharapkan potensi penyimpangan dapat diminimalisir sejak dini.


“Dengan tata kelola yang baik, kita tidak hanya mencegah korupsi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” jelasnya.


Rapat koordinasi tersebut juga membahas sejumlah langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan internal, peningkatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan publik.


Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (Tim Liputan)



Rabu, 01 April 2026

90 Kasus Karhutla Jadi Alarm, Penajam Siapkan Strategi Hadapi Kemarau

Penajam siaga hadapi kemarau 2026. BPBD petakan 128 titik rawan karhutla dan siapkan langkah antisipasi kebakaran hutan serta kekeringan.
Penajam siaga hadapi kemarau 2026. BPBD petakan 128 titik rawan karhutla dan siapkan langkah antisipasi kebakaran hutan serta kekeringan. (Gambar ilustrasi)

Penajam, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada April 2026, dengan puncaknya terjadi pada Agustus mendatang.

Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan karakteristik gambut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, menegaskan bahwa kondisi musim kemarau membuat lingkungan menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.

“Saat musim kemarau hutan, lahan dan permukiman mudah terbakar, terutama lahan gambut yang sangat sensitif terhadap api,” ujarnya, Rabu.

Kesiapan Personel Dan Peralatan Diperkuat

Menghadapi situasi tersebut, pemerintah daerah memastikan kesiapan maksimal, baik dari sisi personel maupun peralatan.

BPBD telah menyiapkan langkah strategis untuk:

  • Penanganan kebakaran hutan dan lahan

  • Antisipasi kebakaran permukiman warga

  • Penanganan dampak kekeringan, termasuk kekurangan air bersih

Langkah ini dinilai penting mengingat tren kebakaran yang masih cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Data Karhutla Jadi Alarm Serius

Berdasarkan data BPBD, sepanjang 2023 hingga 2025 tercatat:

  • 90 kasus karhutla

  • Total luas terbakar mencapai 208,35 hektare

Angka ini menjadi indikator kuat bahwa potensi kebakaran di wilayah PPU masih cukup tinggi dan perlu diantisipasi sejak dini.

128 Titik Rawan Sudah Dipetakan

Pemerintah daerah juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran.

Total terdapat:

  • 128 titik rawan karhutla

    • 78 lokasi di Kecamatan Penajam

    • 50 lokasi di Kecamatan Waru, Babulu, dan Sepaku

Selain itu, terdapat sekitar:

  • 1.400 hektare lahan gambut
    yang tersebar di kawasan pesisir, terutama di Kecamatan Penajam, serta sebagian di Waru dan Babulu.

Lahan gambut dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi karena mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Imbauan Tegas Untuk Masyarakat

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar lebih waspada selama musim kemarau, khususnya dalam aktivitas pembukaan lahan.

Warga diminta untuk:

  • Tidak membuka lahan dengan cara dibakar

  • Segera melaporkan jika terjadi kebakaran di sekitar lingkungan

Langkah cepat dari masyarakat dinilai sangat penting untuk mencegah api meluas dan menyebabkan kerugian yang lebih besar.

Kemarau Basah Tetap Berisiko

Meski BMKG memprediksi adanya kecenderungan “kemarau basah”, pemerintah tetap menegaskan bahwa risiko karhutla tidak bisa dianggap remeh.

Kombinasi suhu panas, angin kering, dan kondisi lahan tetap berpotensi memicu kebakaran jika tidak diantisipasi dengan baik.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Kapan musim kemarau 2026 dimulai?
Diprediksi mulai April 2026 dan mencapai puncak pada Agustus 2026.

2. Apa yang dimaksud kemarau basah?
Kemarau dengan curah hujan masih terjadi, namun tetap memiliki potensi kekeringan dan kebakaran.

3. Mengapa lahan gambut berbahaya saat kemarau?
Karena mudah terbakar dan api bisa menyebar di bawah permukaan tanah.

4. Berapa jumlah titik rawan karhutla di PPU?
Sebanyak 128 titik yang sudah dipetakan pemerintah.

5. Apa yang harus dilakukan masyarakat saat terjadi kebakaran?
Segera melapor ke pihak berwenang agar penanganan cepat dilakukan.