Berita BorneoTribun: Dadan Hindayana hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan
Tampilkan postingan dengan label Dadan Hindayana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dadan Hindayana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2026

62 Juta Anak Sudah Terima MBG, Target 82,9 Juta Terima Manfaat

Pemerintah menargetkan 82,9 juta anak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Program ini dinilai penting untuk kesehatan anak dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah menargetkan 82,9 juta anak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Program ini dinilai penting untuk kesehatan anak dan pertumbuhan ekonomi daerah.

PADANG — Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target menjangkau 82,9 juta anak Indonesia pada 2026. Upaya ini menandai perluasan besar layanan gizi nasional yang dinilai strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebutkan jumlah penerima manfaat MBG terus bertambah sejak program diluncurkan pada awal 2025. Hingga saat ini, sekitar 62 juta anak telah mendapatkan manfaat dari program tersebut.

Menurut Dadan, perluasan cakupan MBG bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi bagian dari investasi jangka panjang negara dalam meningkatkan kesehatan dan produktivitas generasi muda.

“Program ini menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, sehingga di masa depan mereka mampu berkontribusi secara maksimal terhadap pembangunan,” ujarnya di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2026).

Program MBG merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah memandang pemenuhan gizi anak sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi produktif dan berdaya saing.

Dadan menilai keberhasilan program MBG berkaitan erat dengan berbagai aspek pembangunan, mulai dari pencegahan tengkes (stunting) hingga peningkatan kualitas tenaga kerja di masa mendatang.

Ia menambahkan bahwa dampak program ini tidak hanya terasa dalam jangka pendek, tetapi juga akan berpengaruh pada tingkat kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Seiring peningkatan jumlah penerima manfaat, BGN menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar teknis dalam penyelenggaraan layanan gizi. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta memastikan kelengkapan fasilitas serta dokumen pendukung.

Beberapa syarat utama yang harus dipenuhi antara lain keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kedua komponen tersebut dinilai penting untuk menjamin keamanan pangan yang diberikan kepada anak-anak.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa peningkatan jumlah penerima tidak mengorbankan kualitas makanan dan keamanan kesehatan.

Di tingkat daerah, implementasi MBG juga mulai menunjukkan dampak ekonomi. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa pelaksanaan program tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan, tetapi menyasar seluruh daerah di provinsi tersebut.

Ia berharap program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memperhatikan kualitas rasa agar anak-anak lebih antusias mengonsumsinya.

Berdasarkan data BGN, terdapat 402 unit SPPG di Sumatera Barat, dengan 70 unit berada di Kota Padang. Dengan jumlah tersebut, diperkirakan terjadi perputaran dana sekitar Rp400 miliar untuk memenuhi kebutuhan penyediaan makanan bergizi di wilayah tersebut.

Selain meningkatkan kualitas gizi anak, perputaran dana tersebut juga dinilai berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor pangan dan jasa distribusi.

FAQ

Apa itu program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program MBG adalah inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi kepada anak-anak Indonesia guna meningkatkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Berapa target penerima MBG pada 2026?
Pemerintah menargetkan sebanyak 82,9 juta anak menjadi penerima manfaat MBG.

Berapa jumlah penerima MBG saat ini?
Sekitar 62 juta anak telah menerima manfaat program hingga saat ini.

Apa manfaat utama program MBG?
Program ini bertujuan mencegah stunting, meningkatkan kesehatan anak, serta mendukung produktivitas generasi di masa depan.

Apa dampak ekonomi dari program MBG di daerah?
Di Sumatera Barat saja, program ini diperkirakan mendorong perputaran dana hingga Rp400 miliar, yang berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.