Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juli 2026

Bupati Sujiwo Lepas Peserta Tour De Singkawang HUT Ke-68 Kodam XII/Tanjungpura

Foto: Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos. secara resmi melepas peserta Tour de Singkawang dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kodam XII/Tanjungpura

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos. secara resmi melepas peserta Tour de Singkawang dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kodam XII/Tanjungpura, Sabtu 25 Juli 2026. Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera start yang disambut smoke cannon dan kembang api, menambah semarak suasana di garis keberangkatan.

Sebelum melepas peserta, Bupati Sujiwo memimpin doa agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar serta seluruh peserta diberikan kemudahan, perlindungan, dan keselamatan hingga kembali ke daerah masing-masing.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saya resmi melepas kegiatan ini," ujar Sujiwo yang disambut tepuk tangan para peserta dan tamu undangan.

Sujiwo mengatakan, penyelenggaraan Tour de Singkawang merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Ia menyebut tingkat hunian hotel meningkat, usaha kuliner ramai dikunjungi, serta berbagai sektor usaha masyarakat ikut merasakan manfaat dari kehadiran peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kodam XII/Tanjungpura atas penyelenggaraan Tour de Singkawang dalam rangka HUT ke-68 Kodam. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kubu Raya. Hotel penuh, kuliner ramai, dan perekonomian masyarakat ikut bergerak," katanya.

Bupati Sujiwo mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Pangdam XII/Tanjungpura agar Tour de Singkawang dapat dijadikan agenda tahunan setiap peringatan HUT Kodam XII/Tanjungpura. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, lanjutnya, siap memberikan dukungan yang lebih maksimal pada pelaksanaan tahun berikutnya.

"Insyaallah tahun depan kami akan memberikan dukungan yang lebih maksimal sehingga kegiatan ini dapat lebih besar lagi. Kami juga berharap peserta tidak hanya berasal dari Kalimantan Barat, tetapi dari berbagai provinsi di Indonesia," ujarnya.

Tour de Singkawang menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-68 Kodam XII/Tanjungpura yang bertujuan memperkuat sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, pemerintah daerah di Kalimantan Barat, serta masyarakat melalui olahraga bersepeda. Selain menjadi ajang silaturahmi dan pembinaan olahraga, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong promosi pariwisata dan menggerakkan roda perekonomian daerah. (Tim/Jm)

Editor: R. Hermanto


Prajurit Yon Parako 466 Pasgat Bantu Padamkan Karhutla di Dusun Sidomulyo Kubu Raya

Foto: Sejumlah prajurit Yon Parako 466 Pasgat diterjunkan langsung ke lokasi untuk membantu memadamkan kobaran api yang melahap area vegetasi kering di Dusun Sidomulyo, Obyek Darat, Kelurahan Limbung, Kecamatan Sungai Raya

KUBU RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Kabupaten Kubu Raya. Sejumlah prajurit Yon Parako 466 Pasgat diterjunkan langsung ke lokasi untuk membantu memadamkan kobaran api yang melahap area vegetasi kering di Dusun Sidomulyo, Obyek Darat, Kelurahan Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kalimantan Barat, Sabtu 25 Juli 2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tim gabungan yang didominasi personel TNI dan BNPB tampak bahu-membahu melakukan pemadaman. Asap putih tebal masih terlihat mengepul dari balik pepohonan, menandakan masih adanya titik api di area tersebut.

Para prajurit Yon Parako 466 Pasgat bekerja secara terkoordinasi dengan bantuan Babinsa dan personel BNPB. Sebagian personel memegang dan mengarahkan nosel selang untuk menyemprotkan air langsung ke sumber api di tengah semak belukar yang terbakar. Personel lainnya membantu menarik dan memastikan kelancaran aliran air melalui selang yang terbentang panjang melintasi area hangus.

Beberapa petugas juga melakukan pemantauan dan koordinasi di sekitar truk pemadam guna memastikan pasokan air dan strategi pemadaman berjalan efektif.

"Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan. Fokus utama kami adalah memastikan api benar-benar padam, mencegah munculnya titik api baru, melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kabut asap," ujar Letda Pas Dhevan Harvi Saputra, S.Tr. (Han).

Hingga berita ini diturunkan, tim masih bersiaga dan melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi membesar kembali. (Jm)

Editor: R. Hermanto


Jumat, 24 Juli 2026

Percantik Gerbang Kubu Raya, Bupati Sujiwo Siapkan Penataan Bundaran Angkasa Pura

Foto: Bupati Sujiwo Tinjau Bundaran Angkasa Pura

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus berupaya mempercantik kawasan strategis sebagai wajah daerah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Bundaran Angkasa Pura di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, yang diproyeksikan menjadi ikon baru di kawasan Jalan Arteri Supadio.

Untuk memastikan rencana penataan berjalan sesuai konsep, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos. meninjau langsung kondisi Bundaran Angkasa Pura pada Kamis 23 Juli 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sujiwo menegaskan bahwa Bundaran Angkasa Pura memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di jalur utama menuju Bandara Supadio sekaligus menjadi salah satu pintu gerbang masuk ke Kabupaten Kubu Raya.

"Bundaran Angkasa Pura akan kita tata menjadi kawasan yang lebih representatif, indah, dan nyaman. Ini bukan sekadar mempercantik bundaran, tetapi juga menghadirkan wajah baru Kubu Raya yang memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun tamu yang datang," ujar Sujiwo.

Penataan kawasan direncanakan melalui pembenahan lanskap, penambahan ruang terbuka hijau, serta pemasangan lampu hias yang akan memperkuat estetika kawasan, terutama pada malam hari. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait agar proses penataan dapat berjalan secara terpadu.

Menurut Sujiwo, pembangunan kawasan yang tertata dengan baik akan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari sisi keindahan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kenyamanan pengguna jalan dan mendukung aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Selain itu, keberadaan kawasan yang menarik diyakini dapat menjadi daya tarik baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha yang berada di sepanjang koridor Jalan Arteri Supadio. 

"Harapan kita, kawasan ini nantinya menjadi salah satu landmark Kubu Raya yang membanggakan. Penataan ini juga diharapkan mampu memperkuat citra daerah sebagai gerbang masuk Kabupaten Kubu Raya yang modern, tertata, dan ramah bagi siapa saja yang melintas," tambahnya.

Melalui penataan Bundaran Angkasa Pura, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang publik yang lebih berkualitas sekaligus mendukung pembangunan kawasan perkotaan yang berkelanjutan, nyaman, dan memiliki nilai estetika tinggi. (Tim)

Editor: R. Hermanto 


Kamis, 23 Juli 2026

30 Mahasiswa IAIN Pontianak Mulai KKL di Desa Sejegi, Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat dan Pemerintah Desa

Foto: 30 Mahasiswa IAIN Pontianak Mulai KKL di Desa Sejegi

MEMPAWAH Sebanyak 30 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi memulai pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, pada Rabu 22 Juli 2026. Program pengabdian kepada masyarakat tersebut diawali dengan seremoni penerimaan yang dihadiri Kepala Desa Sejegi Herry Gustaman, perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinkamtibmas Desa Sejegi serta seluruh peserta KKL.

Pelaksanaan KKL ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun kolaborasi bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. Selama 40 hari ke depan, para mahasiswa akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga melalui berbagai kegiatan pendampingan, pemberdayaan, serta program sosial yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program, para mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang. Kelompok pertama ditempatkan di Dusun Galaherang, sedangkan kelompok kedua menjalankan kegiatan di Dusun Bemban. Pembagian lokasi ini bertujuan agar setiap kelompok dapat lebih fokus memahami kondisi sosial masyarakat serta menjalankan program kerja yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan di masing-masing dusun.

Perwakilan mahasiswa KKL IAIN Pontianak, Sahendra, selaku Ketua Kelompok Sejegi 1 yang mewakili seluruh peserta, menyampaikan bahwa KKL merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari kehidupan masyarakat sekaligus mengasah kemandirian dan tanggung jawab sosial.

"Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi kami untuk belajar langsung, berlatih bersikap mandiri, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Sejegi," ujarnya.

Ia menambahkan, selama masa pengabdian seluruh mahasiswa akan berupaya menjalankan berbagai program yang tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

"Selama 40 hari ke depan, kami akan berupaya semaksimal mungkin membantu program dan kebutuhan desa melalui kegiatan pendampingan, pengabdian, maupun pelaksanaan program kerja yang telah disusun bersama. Kami menyadari bahwa keberhasilan KKL bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat serta terbangunnya kerja sama yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan seluruh warga," tutup Sahendra. (Izhar)

Editor: R. Hermanto


Kejati Kalbar dan PT Pelindo Perpanjang Kerjasama Penanganan Masalah Hukum Bidang Datun

Foto: Penandatanganan perpanjangan kerjasama penanganan masalah hukum bidang Datun antara Kejati Kalbar dan PT Pelindo 

PONTIANAK - Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan menandatangani Perpanjangan Perjanjian Kerjasama (PKS/MoU) dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional Kalimantan Barat mengenai Penanganan Masalah Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kamis 23 Juli 2026, bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Kalbar Faizal Banu, S.H., M.Hum., beserta jajaran Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejati Kalimantan Barat. Dari pihak PT Pelindo turut hadir General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Kalbar Yanto beserta jajaran.

Perpanjangan kerjasama ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara Kejaksaan sebagai Jaksa Pengacara Negara dengan PT Pelindo dalam penyelesaian permasalahan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara melalui pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, tindakan hukum lain, serta pendampingan hukum guna mendukung penerapan good corporate governance, melindungi aset negara, dan memberikan kepastian hukum bagi penyelenggaraan kegiatan usaha.

Kajati Kalbar menegaskan bahwa kerjasama ini bukan sekadar perpanjangan dokumen administratif, melainkan penguatan kolaborasi strategis dalam mendukung pembangunan nasional melalui tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

"Kejaksaan melalui fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara hadir sebagai mitra strategis BUMN untuk memastikan setiap kebijakan dan langkah yang diambil berjalan sesuai koridor hukum. Pendampingan hukum merupakan langkah preventif guna meminimalisasi potensi permasalahan hukum, sehingga pelayanan publik dan pembangunan dapat berlangsung secara optimal, efektif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Kajati Kalbar.

Sebagai pengelola pelabuhan yang memiliki peran strategis dalam menopang arus logistik dan perekonomian nasional, PT Pelindo memerlukan dukungan kepastian hukum agar setiap kebijakan dan aktivitas usaha berjalan secara legal, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik. Oleh karena itu, sinergi dengan Kejaksaan menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus menjaga dan menyelamatkan aset negara.

Melalui perpanjangan PKS ini, Kejati Kalimantan Barat dan PT Pelindo berkomitmen memperkuat koordinasi, mengedepankan langkah-langkah preventif dalam penyelesaian persoalan hukum, serta membangun budaya kepatuhan hukum di lingkungan perusahaan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya pelayanan kepelabuhanan yang semakin profesional, meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. (Tim)

Editor: R. Hermanto


Karhutla Ancam Sekolah dan Pemukiman di Kubu Raya, Kapolres Pimpin Penyekatan Api

Foto: Upaya penyekatan penyebaran api kebakaran tanah gambut di Jalan Parit Paeran, Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya sekitar belasan meter dari dinding SMA Negeri 4 Kabupaten Kubu Raya

KUBURAYA - Dari kejauhan, jelaga hitam membubung tinggi merobek langit sore Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bau sangit dari gambut yang mendidih merayap pelan, menusuk hidung dan membakar tenggorokan siapa saja yang melintas. Di atas tanah yang mengering itu, kebakaran lahan kembali terjadi, lahir dari perpaduan ketamakan, kelalaian, dan ketidakpedulian manusia.

Kemarin, kecemasan memuncak di Jalan Parit Paeran, Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Hanya berjarak belasan meter dari dinding SMA Negeri 4 Kabupaten Kubu Raya, lidah api menjalar cepat dan mengancam gedung sekolah tempat ratusan anak belajar. Kebakaran menghanguskan lahan seluas 3 hektar. 

Kapolres Kubu Raya turun langsung ke garis depan, bersama BNPB, relawan dan stakeholder terkait, memimpin aksi penyekatan bertarung melawan angin dan kepulan asap pekat demi memastikan api tak menyeberang ke lingkungan sekolah.

Tak jauh dari sana, pertempuran serupa terjadi di depan Perumahan Candramidi, Jalan Cendrawasih, RT 004/RW 002, Dusun 1 Sangkar Mas, Desa Rasau Jaya III. Kapolsek Rasau Jaya, Iptu Sihar Lumbantoruan, bahu-membahu bersama relawan Manggala Agni dan pemadam swasta. Dengan selang yang terus menyemburkan air ke perut gambut yang membara, mereka mengepung hamparan lahan seluas sekitar 6 hektar yang melalap vegetasi hingga berjarak sangat dekat dengan rumah warga.

Bertarung Melawan Ketamakan dan Kelalaian

Bencana ini menyisakan nestapa yang berulang. Di saat ratusan personel gabungan dan relawan harus merelakan paru-paru mereka terisi jelaga demi memadamkan api, masih ada segelintir pihak yang demi keuntungan pribadi atau cara cepat membersihkan lahan, tega mengorbankan kesehatan ribuan jiwa.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade, mengecam keras kebiasaan buruk yang setiap tahun merenggut hak warga atas udara bersih.

"Dua lokasi di Sungai Raya dan Rasau Jaya sudah kami upayakan pemadaman, pendinginan serta penyekatan bersama BNPB, Manggala Agni, pemadam swasta, relawan dan stakeholder terkait. Secara visual api memang berhasil dipadamkan, tapi perut gambut masih menyimpan bara dan menyebarkan asap pekat," ujar Ade kepada awak media, Kamis 23 Juli 2026.

Ade menegaskan, pertempuran di lapangan mulai dari memotong jalur api, penyekatan, hingga pendinginan berjam-jam bukan sekadar pemenuhan kewajiban dinas. Langkah ini adalah bentuk kepedulian membentengi kehidupan warga dari ancaman bencana ekologis yang berulang.

"Setiap meter lahan yang kami siram adalah upaya menyelamatkan rumah warga dari kepungan api dan menjaga anak-anak kita agar tetap bisa menghirup udara segar. Kami minta ketidakpedulian ini dihentikan. Siapa pun yang sengaja bermain-main dengan api di atas tanah ini, akan kami tindak tegas tanpa kompromi," tegas Ade.

Hingga saat ini, para petugas masih bertahan di lokasi untuk menyisir sisa-sisa bara yang tersembunyi di kedalaman tanah, memastikan tidak ada lagi letupan api baru. (Tim)

Editor: R. Hermanto


Rabu, 22 Juli 2026

Karhutla Hanguskan 1 Hektare Lahan dan TPU di Teluk Bakung, Tim Gabungan Bertaruh Nyawa Padamkan Api

Foto: Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Asap pekat merayap pelan membawa bau sangit yang menusuk hidung di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa 21 Juli 2026. Di balik kepulan asap itu, tim gabungan dari Polsek Sungai Ambawang, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Lembaga Pengendalian Hutan Desa (LPHD) Teluk Bakung bertaruh nyawa demi menahan amuk si jago merah.

Lahan seluas kurang lebih 1 hektare hangus tak bersisa. Yang memilukan, api tidak hanya melalap semak belukar, tetapi juga menerobos dan membakar area Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. 

Tempat peristirahatan terakhir para leluhur kini lumat berjelaga. Lebih mengerikan lagi, lidah api hanya berjarak 3 kilometer dari pemukiman warga, ancaman nyata yang siap melahap rumah jika tidak segera ditangani.

Bertaruh Nyawa di Parit yang Mengering

Perjuangan tim di lapangan menghadapi tantangan besar. Saat api membesar dan melompat dari rumput kering ke pusara-pusara warga, pasokan air justru habis. Parit-parit di sekitar lokasi telah mengering kerontang.

Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Junaifi, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menggambarkan getirnya situasi di titik api.

"Tim gabungan berjibaku di tengah kepungan asap pekat dan hawa panas yang menyengat. Ketiadaan air karena parit mengering membuat anggota dan relawan harus memutar otak dan bekerja ekstra keras. Ini bukan sekadar memadamkan api, ini adalah upaya menyelamatkan pemukiman warga dan menghormati tempat peristirahatan terakhir saudara-saudara kita," ungkap Ade, Rabu 22 Juli 2026.

Meski api permukaan telah berhasil dipadamkan, tim masih bertahan di lokasi untuk memantau bara bawah tanah yang sewaktu-waktu bisa kembali menyala.

Ulah Oknum Tak Bertanggung Jawab: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Polres Kubu Raya menegaskan akan mengusut tuntas penyebab kebakaran ini. 

"Kami sedang bergerak melakukan penyelidikan mendalam. Kami akan mengusut tuntas apakah ada unsur kesengajaan dari oknum tak bertanggung jawab yang demi keuntungan pribadi atau kecerobohannya tega mengorbankan banyak orang," tegas Ade.

Membakar lahan hingga merusak pemakaman umum dan mengancam nyawa warga dinilai bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk kelakuan yang memicu keprihatinan publik.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api baru dan berhenti membuka lahan dengan cara membakar. (Tim/Jm)

Wagub Krisantus Ajak Masyarakat Dayak Batasi Konsumsi Alkohol Saat Gawai

Foto: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan Membuka Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau Ke-XV Tahun 2026

SEKADAU - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak masyarakat Dayak untuk membatasi konsumsi minuman beralkohol dalam perayaan Gawai. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XV Kabupaten Sekadau di Betang Youth Center, Selasa 21 Juli 2026 kemarin.

Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa tradisi minum dalam budaya Dayak tidak boleh dimaknai sebagai ajang untuk berlomba-lomba hingga mabuk. Menurutnya, leluhur Dayak mengajarkan bahwa minuman tradisional hanya menjadi bagian dari ritual adat, bukan untuk dikonsumsi secara berlebihan.

“Minum itu bukan sampai mati. Jangan diperlombakan mabuk. Leluhur kita mengajarkan bahwa minum itu sebagai salah satu prasyarat ritual dalam proses budaya,” ujarnya.

Wagub Krisantus berharap pesan tersebut dapat dipahami seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar perayaan Gawai tetap berlangsung khidmat, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Dayak. 

"Khusus generasi muda, mari kita rayakan gawai Dayak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya kita Dayak," tukasnya. (Tim/Rh)

Editor: R. Hermanto


Selasa, 21 Juli 2026

Hari Kedua Karhutla di Sungai Ambawang, Camat Jurin Ajak Warga Bersatu Cegah Kebakaran Lahan

Foto: Camat Sungai Ambawang, Jurin, S.E, Tinjau Lokasi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun Lintang Batang, Desa Persiapan Lintang Batang, Desa Induk Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun Lintang Batang, Desa Persiapan Lintang Batang, Desa Induk Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, masih terus ditangani oleh tim gabungan. Memasuki hari kedua, petugas bersama masyarakat berjibaku memadamkan api yang kini bergeser ke arah timur setelah sebelumnya berhasil dikendalikan di sekitar kawasan pemakaman.

Camat Sungai Ambawang, Jurin, S.E, mengatakan sejak kebakaran terjadi pada Senin sore, pemerintah kecamatan langsung menetapkan langkah tanggap darurat dengan melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari masyarakat, TNI, Polri, perangkat desa, relawan hingga pihak perusahaan.

"Sejak kemarin sore kami langsung melakukan tanggap darurat. Bersama masyarakat, TNI, Polri, perangkat desa, dan seluruh unsur terkait kami bersinergi melakukan pemadaman. Hari ini api di lokasi pemakaman sudah berhasil dipadamkan, namun titik api bergeser ke arah timur sehingga proses pemadaman masih terus dilakukan," ujar Jurin, Selasa 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan peralatan pemadam seperti selang serta minimnya sumber air. Meski demikian, proses pemadaman tetap berjalan berkat dukungan pemadam swasta dari Ambawang, masyarakat yang bergotong royong secara swadaya, serta bantuan dari perusahaan KSP.

Menurut Jurin, status siaga masih diberlakukan karena masih terdapat sejumlah titik api yang berpotensi kembali membesar. Petugas akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman.

Jurin menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Kubu Raya Nomor 46 Tahun 2026 tentang kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan. Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang berisiko tinggi terhadap terjadinya karhutla.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, apa pun jenis tanaman yang akan ditanam. Menurutnya, langkah pencegahan menjadi kunci utama agar kebakaran tidak semakin meluas.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang juga mengimbau masyarakat yang memiliki hobi memancing untuk sementara waktu menghentikan aktivitas memancing di sejumlah lokasi rawan kebakaran. Pemerintah desa akan menerbitkan surat edaran larangan sementara karena adanya dugaan sumber api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pemancing.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kami juga meminta masyarakat untuk sementara tidak memancing di lokasi-lokasi rawan karena ada indikasi sumber api berasal dari puntung rokok yang ditinggalkan," tegas Jurin.

Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, relawan, dan masyarakat terus terjaga hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan kebakaran tidak meluas. (Tim/Jm)

Editor: R. Hermanto


Sambut Hari Anak Nasional 2026, Bandara Supadio Ajak Ratusan Siswa Kenali Profesi dan Keselamatan di Bandara

Foto: Bandara Supadio Ajak Ratusan Siswa Kenali Profesi dan Keselamatan di Bandara

KUBU RAYA - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio Pontianak menggelar kegiatan bertajuk Program InJourney Community Care. Mengusung tema "Pengenalan Profesi dan Keselamatan di Lingkungan Bandara", kegiatan edukatif ini dihadiri oleh General Manager Bandara Supadio beserta Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, kepala sekolah, guru pendamping, serta ratusan siswa-siswi dari SDN 39 dan MIS Miftahul Ulum Desa Limbung.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan berbagai profesi di bandara, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, menginspirasi semangat belajar, serta menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini kepada generasi penerus bangsa.

"Selama ini mungkin anak-anak kita hanya melihat pesawat lepas landas dan mendarat dari kejauhan. Namun di balik itu semua, ada banyak insan bandara yang bekerja dengan penuh tanggung jawab memastikan setiap penerbangan berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan mimpi mereka agar berani bercita-cita setinggi langit," ujar General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti.

Sebagai bentuk komitmen nyata kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), manajemen Bandara Internasional Supadio turut menyerahkan bantuan berupa paket tas sekolah dan alat tulis kepada seluruh siswa peserta. Bantuan ini diharapkan mampu memberikan dorongan semangat baru bagi anak-anak dalam menempuh pendidikan sehari-hari.

Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya serta jajaran guru pendamping yang hadir turut mengapresiasi inisiatif kolaboratif ini. Kehadiran para siswa di lingkungan bandara memberikan wawasan baru yang sangat berharga yang tidak didapatkan di ruang kelas biasa.

Menutup rangkaian acara pembukaan, manajemen berpesan kepada seluruh anak-anak peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, aktif bertanya, dan menjadikan pengalaman hari ini sebagai batu loncatan untuk meraih cita-cita di masa depan apabila ingin berkarir di industri penerbangan dan kebandarudaraan. (Tim)