Berita BorneoTribun: Dayak Taman hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan
Tampilkan postingan dengan label Dayak Taman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dayak Taman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2026

Usai Kecelakaan Helikopter, Warga Dayak Taman Gelar Ritual Adat

Ritual adat Dayak Taman digelar pasca kecelakaan helikopter di Sekadau sebagai upaya memulihkan suasana kampung dan memperkuat solidaritas masyarakat.
Ritual adat Dayak Taman digelar pasca kecelakaan helikopter di Sekadau sebagai upaya memulihkan suasana kampung dan memperkuat solidaritas masyarakat.

SEKADAU - Suasana Kampung Hulu Peniti, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, tampak berbeda pada Jumat (24/4/2026). Warga berkumpul di halaman gereja kampung, bukan untuk acara biasa, melainkan menjalankan ritual adat yang diyakini mampu mengembalikan ketenangan setelah musibah kecelakaan helikopter beberapa waktu lalu.

Bagi masyarakat Dayak Taman, peristiwa kecelakaan udara yang melibatkan helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 registrasi PK-CFX bukan sekadar insiden teknis. Ada keyakinan bahwa musibah besar bisa memengaruhi keseimbangan kehidupan kampung, sehingga perlu dilakukan upaya pemulihan secara adat.

Itulah sebabnya ritual Mudas Buang Pamali Kampong digelar. Prosesi ini dipercaya sebagai cara membersihkan kampung dari hal-hal buruk sekaligus memohon perlindungan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan. Tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga aparat pemerintahan terlihat duduk berdampingan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca musibah bukan hanya urusan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Perwakilan kepolisian dari Polres Sekadau juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyampaikan bahwa pihaknya menghormati penuh pelaksanaan tradisi lokal tersebut.

Menurut Triyono, ritual adat seperti ini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

“Ritual adat ini menjadi bentuk doa bersama sekaligus cara masyarakat membersihkan kampung dari hal-hal yang dianggap membawa dampak buruk setelah musibah,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sejumlah sambutan dari unsur pemerintah kecamatan dan daerah. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada kepala desa sebagai bentuk apresiasi atas peran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kebersamaan.

Setelah rangkaian sambutan selesai, perhatian warga langsung tertuju pada prosesi adat. Tokoh adat memimpin jalannya ritual, sementara warga mengikuti dengan khidmat.

Momen tersebut terasa sakral bagi masyarakat setempat. Bagi mereka, ritual bukan sekadar simbol, melainkan cara menjaga hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi seperti Mudas Buang Pamali Kampong masih terus dijaga. Bagi masyarakat Dayak Taman, adat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pedoman dalam menghadapi berbagai peristiwa kehidupan.

Selain memulihkan kondisi spiritual, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk saling bertemu dan memperkuat solidaritas setelah musibah.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan instansi dalam kegiatan tersebut juga menjadi tanda dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Triyono menegaskan bahwa kepolisian akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang mengedepankan nilai kebersamaan dan menjaga stabilitas sosial.

“Nilai adat dan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat,” ujarnya.