Berita BorneoTribun: Djon Afriandi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan
Tampilkan postingan dengan label Djon Afriandi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Djon Afriandi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2026

Isu Keributan Pejabat Di Ring 1 Istana Dibantah Resmi Oleh Kopassus

Kopassus menegaskan isu keributan Ring 1 Istana yang viral di media sosial adalah hoaks dan tidak memiliki bukti valid. (Ilustrasi)
Kopassus menegaskan isu keributan Ring 1 Istana yang viral di media sosial adalah hoaks dan tidak memiliki bukti valid. (Ilustrasi)

Kopassus Tegaskan Isu Keributan Ring 1 Istana Hoaks, Publik Diminta Waspada Informasi Viral

JAKARTA — Satuan elit Komando Pasukan Khusus akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan pertikaian di lingkungan Ring 1 Istana.

Melalui keterangan resmi yang disampaikan oleh Divisi Penerangan Kopassus, narasi yang menyebut adanya konflik internal disebut tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta yang dapat diverifikasi.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui akun resmi penerangan Kopassus, pihak institusi menegaskan bahwa informasi yang beredar merupakan berita bohong atau hoaks.

Pihak penerangan menyatakan, penyebaran narasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik serta memicu kesalahpahaman terkait soliditas internal lembaga negara, termasuk lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan Istana Kepresidenan.

Unggahan klarifikasi tersebut juga menyertakan tangkapan layar percakapan media sosial yang diberi label “Fake News”, sebagai bentuk penegasan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta.

Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan narasi viral di platform Threads yang menyebut adanya dugaan pertikaian di lingkungan Ring 1 Istana.

Narasi tersebut turut menyeret nama sejumlah pejabat militer, termasuk Panglima Komando Pasukan Khusus, Djon Afriandi, serta Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Dalam unggahan viral tersebut, beredar klaim mengenai dugaan ketegangan yang disebut terjadi setelah agenda pertemuan di lingkungan Istana. Namun hingga saat ini, tidak terdapat bukti valid maupun pernyataan resmi yang mendukung klaim tersebut.

Pihak Kopassus menegaskan bahwa narasi tersebut hanya berupa cerita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kopassus mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang menyangkut institusi negara dan pejabat publik.

Langkah verifikasi terhadap sumber informasi dinilai penting untuk menghindari penyebaran kabar yang dapat menimbulkan keresahan publik.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi anonim yang tidak memiliki rujukan resmi atau bukti faktual.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana informasi yang belum tentu benar dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial.

Di era digital, narasi viral sering kali berkembang tanpa proses verifikasi, sehingga berpotensi membentuk persepsi publik yang keliru.

Pengamat komunikasi menilai bahwa fenomena semacam ini menegaskan pentingnya literasi digital serta tanggung jawab bersama dalam menjaga ruang informasi tetap sehat dan akurat.

FAQ

Apakah benar terjadi keributan di Ring 1 Istana?

Tidak. Pihak Kopassus telah menegaskan bahwa narasi tersebut adalah hoaks dan tidak memiliki bukti yang dapat diverifikasi.

Siapa saja yang disebut dalam isu viral tersebut?

Narasi yang beredar sempat menyebut nama Djon Afriandi dan Teddy Indra Wijaya, namun klaim tersebut telah dibantah secara resmi.

Dari mana asal isu tersebut?

Isu pertama kali muncul dari percakapan di media sosial, terutama platform Threads, yang kemudian menyebar luas.

Apa imbauan resmi dari Kopassus?

Masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya.

Mengapa hoaks seperti ini bisa cepat viral?

Karena media sosial memungkinkan penyebaran informasi secara cepat tanpa proses verifikasi, sehingga narasi sensasional mudah menarik perhatian publik.