Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Haji Kalsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haji Kalsel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Mei 2026

Calon Jamaah Haji Asal Kalteng Wafat Saat Dirawat di RS Al Noor Makkah

Jamaah haji asal Seruyan, Kalimantan Tengah, wafat di Makkah saat menjalani perawatan di RS Al Noor. PPIH Embarkasi Banjarmasin sampaikan duka dan imbau jamaah jaga kesehatan.
Jamaah haji asal Seruyan, Kalimantan Tengah, wafat di Makkah saat menjalani perawatan di RS Al Noor. PPIH Embarkasi Banjarmasin sampaikan duka dan imbau jamaah jaga kesehatan. (Foto ilustrasi)

SERUYAN - Satu calon haji asal Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, yang tergabung dalam Kloter 06 Embarkasi Banjarmasin dilaporkan wafat di Makkah, Arab Saudi, Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 18.48 Waktu Arab Saudi. 

Jamaah bernama Muhammad Darmawan (66) meninggal saat menjalani perawatan di RS Al Noor Makkah.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, membenarkan kabar duka tersebut di Banjarbaru, Jumat.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar PPIH serta kementerian agama, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Muhammad Darmawan. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Eddy.

Muhammad Darmawan berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Mariyamah Anang Gani. Almarhum kemudian dimakamkan di Pemakaman Al Shoraya 64, Mekkah, sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.

PPIH Embarkasi Banjarmasin bersama petugas kloter terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pihak terkait, mulai dari proses pemulasaraan hingga pemakaman jamaah di Tanah Suci.

Eddy juga menyampaikan doa serta penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dan keikhlasan menghadapi musibah tersebut.

“Semoga seluruh amal ibadah almarhum selama menjalankan ibadah haji diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Di tengah pelaksanaan musim haji 2026, PPIH kembali mengingatkan seluruh jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Arab Saudi. Cuaca ekstrem di Tanah Suci disebut menjadi tantangan bagi jamaah, khususnya lanjut usia.

“Kondisi cuaca di Tanah Suci cukup ekstrem sehingga jamaah diminta menjaga pola istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta tidak memaksakan diri dalam beraktivitas. Keselamatan dan kesehatan jamaah menjadi perhatian utama,” kata Eddy.

Hingga saat ini, Embarkasi Banjarmasin telah menerbangkan 15 kloter dengan total 5.389 jamaah ke Tanah Suci. Pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan 19 kloter, terdiri dari 14 kloter asal Kalimantan Selatan dan lima kloter dari Kalimantan Tengah.

Total jamaah calon haji Embarkasi Banjarmasin tahun ini mencapai 6.822 orang, dengan rincian 5.197 jamaah asal Kalimantan Selatan dan 1.561 jamaah asal Kalimantan Tengah.

Sabtu, 02 Mei 2026

Haji 2026: Eddy Khairani Pastikan Layanan Lansia Berjalan Optimal

Layanan haji lansia di Embarkasi Banjarmasin jadi prioritas. Eddy Khairani memastikan proses berjalan optimal dari asrama hingga boarding pesawat.
Layanan haji lansia di Embarkasi Banjarmasin jadi prioritas. Eddy Khairani memastikan proses berjalan optimal dari asrama hingga boarding pesawat.

BANJARMASIN – Pelayanan bagi jamaah calon haji (JCH) kategori lansia, uzur, dan disabilitas menjadi perhatian utama pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Embarkasi Banjarmasin. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Selatan, Dr H Eddy Khairani, memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pemantauan dilakukan langsung oleh Eddy Khairani di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kota Banjarbaru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian layanan, mulai dari kedatangan jamaah di asrama hingga proses keberangkatan di bandara, berjalan optimal.

Eddy Khairani menegaskan bahwa sistem pelayanan untuk jamaah prioritas telah dirancang secara menyeluruh. Pengaturan waktu keberangkatan, alur naik bus, hingga proses boarding pesawat disusun agar lebih tertib dan memberikan kenyamanan.

Pendampingan intensif juga diberikan oleh petugas layanan khusus di setiap kelompok terbang (kloter). Kehadiran petugas dinilai krusial dalam membantu jamaah yang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dari sisi fisik maupun psikologis.

Menurut Eddy Khairani, kerja tim layanan khusus menunjukkan dedikasi tinggi. Petugas tetap menjalankan tugas meski harus menghadapi keterbatasan waktu istirahat demi memastikan jamaah prioritas mendapat pendampingan maksimal.

Selain aspek teknis, pendekatan humanis menjadi kunci dalam pelayanan. Eddy Khairani mengingatkan seluruh petugas untuk mengedepankan empati, mengingat kondisi jamaah lansia dan disabilitas membutuhkan perhatian lebih dari sekadar prosedur administratif.

Evaluasi langsung dari jamaah juga menjadi tolok ukur kualitas layanan. Sejumlah jamaah menyampaikan kenyamanan selama proses keberangkatan, yang menjadi indikator positif bagi penyelenggara.

Koordinasi lintas sektor turut menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional. Sinergi antara petugas layanan khusus, transportasi, dan kesehatan terus diperkuat agar pelayanan semakin optimal.

Pada musim haji 2026, Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan memberangkatkan 19 kloter jamaah calon haji dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, dengan total 6.822 orang.

FAQ

1. Apa fokus utama layanan haji di Embarkasi Banjarmasin 2026?
Fokus utama adalah pelayanan bagi jamaah lansia, uzur, dan disabilitas agar lebih nyaman dan aman.

2. Siapa yang memantau langsung layanan tersebut?
Dr H Eddy Khairani turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pelayanan.

3. Bagaimana sistem pelayanan untuk jamaah prioritas?
Diatur mulai dari jadwal keberangkatan, naik bus, hingga boarding pesawat secara tertib dan terstruktur.

4. Berapa jumlah jamaah yang diberangkatkan tahun ini?
Sebanyak 6.822 jamaah dalam 19 kloter dari Kalsel dan Kalteng.

5. Apa peran petugas layanan khusus?
Memberikan pendampingan penuh sejak di asrama hingga naik pesawat, terutama bagi jamaah prioritas.