Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Jamhuri Amir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jamhuri Amir. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2026

Delta Pawan Dominasi MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang, Matan Hilir Utara Jadi Tuan Rumah Berikutnya

Delta Pawan menjadi juara umum MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang 2026 yang ditutup Wakil Bupati Jamhuri Amir di Muara Pawan. Matan Hilir Utara ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ 2027.
Delta Pawan menjadi juara umum MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang 2026 yang ditutup Wakil Bupati Jamhuri Amir di Muara Pawan. Matan Hilir Utara ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ 2027.

KETAPANG - Kecamatan Delta Pawan berhasil meraih predikat juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026. Penetapan tersebut diumumkan saat penutupan MTQ yang dipimpin Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir di Kecamatan Muara Pawan, Selasa (16/6/2026) malam.

Gelar juara umum diberikan kepada Kecamatan Delta Pawan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim MTQ XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang yang menetapkan peserta terbaik pada seluruh cabang perlombaan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti perlombaan dengan menunjukkan kemampuan terbaik selama penyelenggaraan MTQ.

Ia menyampaikan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi dan berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan agar mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di ajang yang lebih tinggi.

"Selamat atas keberhasilan yang telah diraih. Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar dan berlatih sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang pada ajang yang lebih tinggi," ujar Jamhuri Amir.

Kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara, ia meminta agar tidak berkecil hati karena setiap proses yang dijalani merupakan bagian dari pembelajaran untuk meraih prestasi pada kesempatan berikutnya.

Jamhuri juga menyampaikan apresiasi kepada dewan hakim yang telah menjalankan tugas secara profesional dan objektif sehingga proses penilaian berlangsung akuntabel.

Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana membangun generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.

"Semoga melalui MTQ XXXIII ini kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an semakin meningkat dan nilai-nilai Qurani semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Penutupan MTQ XXXIII ditandai dengan penurunan bendera LPTQ oleh pasukan Paskibraka. Selanjutnya, bendera LPTQ diserahkan kepada Kecamatan Matan Hilir Utara yang akan menjadi tuan rumah MTQ XXXIV Tingkat Kabupaten Ketapang pada 2027.

Rangkaian acara penutupan turut dimeriahkan penampilan Juara I Tilawah Dewasa MTQ XXXIII serta penyanyi cilik Imam Robian dari SDN 2 Delta Pawan yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang seluruh cabang perlombaan.

Penutupan MTQ XXXIII Ketapang Berlangsung Lancar, Delta Pawan Sabet Juara Umum

Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menutup MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang di Muara Pawan. Delta Pawan ditetapkan sebagai juara umum, sedangkan MTQ 2027 digelar di Matan Hilir Utara.
Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menutup MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang di Muara Pawan. Delta Pawan ditetapkan sebagai juara umum, sedangkan MTQ 2027 digelar di Matan Hilir Utara.

KETAPANG - Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang di Kecamatan Muara Pawan, Selasa (16/6/2026) malam. Penutupan ditandai dengan penyerahan bendera LPTQ kepada Kecamatan Matan Hilir Utara sebagai tuan rumah MTQ XXXIV Tahun 2027, sementara Kecamatan Delta Pawan ditetapkan sebagai juara umum.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir mengajak masyarakat menjadikan semangat MTQ sebagai energi positif untuk membangun generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ bukan sekadar ajang mencari peserta terbaik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

Ia berharap nilai-nilai Al-Qur'an semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari dan silaturahmi yang terjalin selama pelaksanaan MTQ dapat terus terjaga.

Selain itu, Jamhuri memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti perlombaan dengan semangat dan sportivitas. Ia juga mengucapkan selamat kepada peserta yang berhasil meraih prestasi serta menyemangati peserta lainnya agar terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

"Semoga melalui MTQ XXXIII ini kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an semakin meningkat, nilai-nilai Qurani semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari, serta silaturahmi yang telah terjalin terus terpelihara," kata Jamhuri Amir.

Ketua I Panitia MTQ XXXIII, Sapwan Noor, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan berlangsung aman, tertib, dan lancar berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, serta masyarakat.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kelalaian, kesalahan, maupun kekurangan selama kegiatan berlangsung," ujar Sapwan.

Prosesi penutupan ditandai dengan penurunan bendera LPTQ oleh pasukan Paskibraka dan penyerahan bendera kepada Kecamatan Matan Hilir Utara sebagai tuan rumah MTQ XXXIV Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2027.

Berdasarkan keputusan dewan hakim, Kecamatan Delta Pawan berhasil meraih predikat Juara Umum MTQ XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026.

Selasa, 26 Mei 2026

Jelang Iduladha 1447 H, Pemkab Ketapang Tetap Bagikan 10 Sapi Kurban

Pemkab Ketapang menyalurkan 10 sapi kurban menjelang Iduladha 1447 H meski menghadapi efisiensi anggaran. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Jamhuri Amir kepada sejumlah masjid dan mushalla.
Pemkab Ketapang menyalurkan 10 sapi kurban menjelang Iduladha 1447 H meski menghadapi efisiensi anggaran. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Jamhuri Amir kepada sejumlah masjid dan mushalla.

KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang tetap menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penyerahan bantuan dilakukan Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir kepada pengurus Mushalla Al-Azhar di Desa Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Senin (25/5/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program rutin pemerintah daerah setiap menjelang Iduladha. Tahun ini, penyaluran dilakukan di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Selain Mushalla Al-Azhar, bantuan sapi kurban juga diserahkan secara simbolis kepada pengurus Masjid Babussalam Sindur di Desa Mekar Sari, Kecamatan Benua Kayong, Masjid Al Hidayah di Dusun Tanjung Perak, Kecamatan Nanga Tayap, serta Masjid Darul Muttaqin di Kecamatan Kendawangan. Masing-masing rumah ibadah menerima satu ekor sapi kurban.

Jamhuri Amir mengatakan penyaluran hewan kurban merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada masyarakat Muslim menjelang Iduladha dan telah menjadi agenda tahunan.

Namun, ia mengakui jumlah bantuan yang disalurkan tahun ini belum maksimal karena kemampuan keuangan daerah masih terbatas.

"Tahun ini Pemerintah Kabupaten Ketapang hanya mampu menyalurkan 10 ekor sapi kurban karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. Walaupun demikian, pemerintah tetap berupaya hadir dan berbagi dengan masyarakat," kata Jamhuri Amir.

Ia menegaskan keterbatasan anggaran tidak mengurangi komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan program yang menyentuh kebutuhan warga.

"Kami mohon maaf apabila pembangunan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Namun niat kami tetap sama, yakni mengabdi dan berupaya mensejahterakan masyarakat Kabupaten Ketapang," ujarnya.

Jamhuri juga menyampaikan pemerintah daerah akan terus mendorong perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Ketapang untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Ke depan kami berharap kondisi anggaran kembali normal sehingga pemerintah daerah dapat berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat," katanya.

Sementara itu, pengurus Mushalla Al-Azhar Desa Sampit mengapresiasi bantuan sapi kurban dari Pemerintah Kabupaten Ketapang dan berharap bantuan tersebut memberikan manfaat serta keberkahan bagi masyarakat penerima.

Meski jumlah bantuan tahun ini berkurang menjadi 10 ekor sapi akibat efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Ketapang memastikan program bantuan hewan kurban tetap berjalan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri sejumlah asisten, kepala perangkat daerah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, dan jajaran terkait.

Jumat, 22 Mei 2026

Upacara Harkitnas ke-118 Digelar di Ketapang, Pemerintah Tekankan Kedaulatan Negara

Pemkab Ketapang menggelar Upacara Harkitnas 2026 yang dipimpin Wakil Bupati Jamhuri Amir dengan penekanan pada kedaulatan digital, persatuan bangsa, dan perlindungan generasi muda.
Pemkab Ketapang menggelar Upacara Harkitnas 2026 yang dipimpin Wakil Bupati Jamhuri Amir dengan penekanan pada kedaulatan digital, persatuan bangsa, dan perlindungan generasi muda.

KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Ketapang, Rabu (20/5/2026). Upacara dipimpin Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir selaku inspektur upacara dan diikuti unsur Forkopimda, OPD, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali dengan penghormatan kepada inspektur upacara, laporan komandan upacara, hingga pengibaran Bendera Merah Putih oleh Purna Paskibraka Kabupaten Ketapang yang diiringi lagu Indonesia Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Jamhuri Amir membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Amanat itu menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan bangsa sejak berdirinya Boedi Oetomo pada 1908 sebagai tonggak lahirnya kesadaran nasional.

Disampaikan pula bahwa semangat kebangkitan nasional kini menghadapi tantangan baru. Selain menjaga kedaulatan wilayah, Indonesia juga dituntut memperkuat kedaulatan digital di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi global.

Peringatan Harkitnas 2026 mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", yang menekankan pentingnya perlindungan generasi muda sebagai fondasi masa depan Indonesia.

Dalam amanat tersebut juga dipaparkan sejumlah program strategis pemerintah, di antaranya program makan bergizi gratis, pemerataan akses pendidikan, penguatan layanan kesehatan, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga penyediaan beasiswa untuk mengurangi kesenjangan sumber daya manusia.

Di sektor kesehatan, pemerintah terus memperluas layanan cek kesehatan gratis agar masyarakat memperoleh akses pelayanan yang lebih merata. Sementara di bidang ekonomi, penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Saat membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital, Jamhuri Amir menyampaikan bahwa semangat kebangkitan nasional telah mengubah arah perjuangan bangsa.

"Semangat 1908 menjadi titik transformasi perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomatik demi mewujudkan kedaulatan yang bermartabat," ujar Jamhuri.

Amanat tersebut juga menekankan pentingnya perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), termasuk kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

"Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan benar-benar berpihak pada masa depan generasi muda," lanjut amanat tersebut.

Peringatan Harkitnas ke-118 di Kabupaten Ketapang ditutup dengan sesi foto bersama Wakil Bupati, Forkopimda, dan para tamu undangan sebagai simbol kebersamaan. Melalui peringatan ini, pemerintah kembali mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, meningkatkan literasi digital, serta mendukung pembangunan yang berorientasi pada masa depan generasi muda.

Rabu, 20 Mei 2026

Kick-Off KREASI Tahun II Digelar, Wabup Ketapang Soroti Tantangan Pendidikan di Daerah Luas

Wabup Ketapang Jamhuri Amir menghadiri Kick-Off Program KREASI Tahun Kedua dan mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Ketapang dan Kayong Utara.
Wabup Ketapang Jamhuri Amir menghadiri Kick-Off Program KREASI Tahun Kedua dan mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Ketapang dan Kayong Utara.

KETAPANG - Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menghadiri Kick-Off Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) Tahun ke-II bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Save the Children Indonesia, dan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya kembali pelaksanaan Program KREASI di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Dalam sambutannya, Jamhuri menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, tanggung jawab membangun pendidikan tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, hingga generasi muda.

"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bergerak bersama, tantangan sebesar apa pun akan lebih mudah kita hadapi," ujar Jamhuri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung keberlanjutan Program KREASI di Ketapang dan Kayong Utara. Menurutnya, program tersebut menjadi contoh nyata kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas tenaga pendidik.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menjalankan Program KREASI ini. Kehadiran program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita," katanya.

Jamhuri turut menyoroti tantangan pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Ketapang yang memiliki luas sekitar 31 ribu kilometer persegi, meliputi 20 kecamatan dan lebih dari 250 desa. Kondisi geografis tersebut membuat akses pendidikan di sejumlah wilayah masih terkendala jarak dan waktu tempuh.

"Kalau di Pulau Jawa mungkin 30 menit sudah bertemu kabupaten lain, di Ketapang bisa berjam-jam perjalanan baru sampai ke kecamatan. Karena itu kami merasa sangat terbantu dengan hadirnya Program KREASI ini," ungkapnya.

Selain mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, Program KREASI juga berfokus pada penguatan kapasitas guru melalui berbagai pendampingan dan inovasi pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Program KREASI Ketapang dan Kayong Utara menerima penghargaan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Barat atas sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran simbolis Program KREASI Tahun ke-2 melalui peletakan logo bersama para pimpinan dan mitra program, serta sesi foto bersama peserta dan tamu undangan.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Save the Children Indonesia, Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah, DPRD, kepala OPD, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta para pemangku kepentingan bidang pendidikan dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Menutup sambutannya, Jamhuri mengajak seluruh pemangku kepentingan mempertahankan semangat gotong royong untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi mendatang.

"Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan bangsa. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa masa depan Ketapang dan Indonesia ke depan," tutupnya.

Selasa, 19 Mei 2026

Ketapang Perkuat Pendapatan Asli Daerah, Wabup Dorong Kinerja Seluruh OPD

Pemkab Ketapang mengoptimalkan PAD melalui rapat koordinasi yang dipimpin Wabup Jamhuri Amir untuk memperkuat kemandirian fiskal dan mendukung pembangunan daerah berkelanjutan.
Pemkab Ketapang mengoptimalkan PAD melalui rapat koordinasi yang dipimpin Wabup Jamhuri Amir untuk memperkuat kemandirian fiskal dan mendukung pembangunan daerah berkelanjutan.

KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang mulai mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kemandirian fiskal dan mendukung pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir saat memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD di Aula Kantor Bupati Ketapang, Selasa (18/5/2026).

Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Ketapang Repalianto, Asisten II Setda Ketapang Syamsul Islami, Staf Ahli Bupati Darma, Kepala Badan Pendapatan Daerah Devie Frantito, Sekretaris DPRD Ketapang Agus Hendri, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Dalam arahannya, Jamhuri Amir menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh perangkat daerah untuk memaksimalkan potensi penerimaan daerah. Upaya tersebut difokuskan pada sektor pajak, retribusi, serta pengelolaan aset daerah.

Menurutnya, penguatan PAD menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuan pemerintah daerah membiayai berbagai program prioritas tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer dari pemerintah pusat.

Selain mengevaluasi capaian pendapatan daerah tahun berjalan, rapat juga membahas sejumlah potensi baru yang dinilai dapat dikembangkan untuk meningkatkan penerimaan daerah.

"Optimalisasi PAD harus dilakukan secara serius dan terukur agar pembangunan daerah berjalan maksimal dan berkelanjutan," kata Jamhuri Amir.

Wakil Bupati juga meminta seluruh OPD meningkatkan penyerapan anggaran serta memperkuat koordinasi antarinstansi agar target pendapatan daerah dapat tercapai secara optimal.

Langkah optimalisasi PAD ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ketapang.

Wakil Bupati Ketapang Apresiasi HUT GUDEP 42, Pramuka Dinilai Strategis Membina Generasi Muda

Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menghadiri HUT GUDEP 42 dan KKP 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan karakter, kepemimpinan, dan semangat gotong royong generasi muda.
Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menghadiri HUT GUDEP 42 dan KKP 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan karakter, kepemimpinan, dan semangat gotong royong generasi muda.
Ketapang – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) GUDEP 42 dan kegiatan Kelompok Kemah Penggalang (KKP) 2026 yang digelar pada Minggu (17/5/2026). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Peringatan HUT GUDEP 42 dan KKP 2026 berlangsung meriah dengan melibatkan anggota Pramuka, para pembina, serta generasi muda dari berbagai tingkatan.

Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai agenda pembinaan yang berfokus pada peningkatan disiplin, penguatan mental, kerja sama tim, dan semangat kebersamaan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk karakter serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan para peserta.

Selain menjadi peringatan hari jadi GUDEP 42, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat solidaritas antaranggota Pramuka sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Jamhuri Amir menilai kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang mandiri, tangguh, serta memiliki kepedulian sosial dan terhadap lingkungan.

Menurutnya, Gerakan Pramuka merupakan wadah strategis untuk menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat gotong royong kepada generasi muda di Kabupaten Ketapang.

Melalui peringatan HUT GUDEP 42 dan KKP 2026, diharapkan nilai-nilai kepramukaan terus berkembang sebagai bagian penting dalam membentuk generasi penerus yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Minggu, 05 April 2026

Ketua PCNU Ketapang Soroti Keterbukaan Pemkab dalam Membangun Komunikasi dengan Masyarakat

Ketua PCNU Ketapang mengapresiasi kinerja Bupati Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir dalam pembangunan infrastruktur serta mengajak masyarakat mendukung pembangunan daerah.
Ketua PCNU Ketapang mengapresiasi kinerja Bupati Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir dalam pembangunan infrastruktur serta mengajak masyarakat mendukung pembangunan daerah.

KETAPANG – Ketua Tanfidziyah PC Nahdlatul Ulama (PCNU) Ketapang, KH Abdullah Al Faqir, mengapresiasi kinerja Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir selama satu tahun terakhir. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (3/4/2026) sebagai bentuk dukungan terhadap arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Ketapang.

KH Abdullah Al Faqir menilai kepemimpinan Alexander Wilyo dan Jamhuri Amir memiliki arah yang jelas, terutama dalam mendorong percepatan ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur, khususnya akses transportasi.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan bukan merupakan kebijakan yang bersifat instan.

"Apa yang sudah dilakukan selama ini sangat baik. Upaya percepatan ekonomi dengan mendahulukan pembangunan infrastruktur, khususnya akses transportasi, merupakan langkah yang patut didukung bersama," ujarnya.

Selain pembangunan fisik, ia juga menyoroti keterbukaan Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Selama satu tahun terakhir, ruang dialog dinilai terus terbuka untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat.

Ia menilai komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam kepemimpinan karena pembangunan memerlukan kolaborasi seluruh pihak.

"Komunikasi yang terjalin dengan semua elemen merupakan bagian dari kepemimpinan yang baik. Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak," katanya.

KH Abdullah Al Faqir juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut berkontribusi melalui pemikiran dan dukungan terhadap pembangunan di berbagai sektor, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah disampaikan secara objektif, adil, dan tidak didasarkan pada sentimen pribadi.

"Kritik itu penting, tetapi harus adil dan berimbang. Dengan cara pandang yang jernih, kita bisa menilai mana yang sudah baik dan mana yang perlu diperbaiki," tegasnya.

Ke depan, Ketua PCNU Ketapang berharap Pemerintah Kabupaten Ketapang dapat terus menjaga progres pembangunan meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan daerah tetap berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.