Iklan Tutup X

Rabu, 20 Mei 2026

Kick-Off KREASI Tahun II Digelar, Wabup Ketapang Soroti Tantangan Pendidikan di Daerah Luas

Ikuti kami:
Google
Wabup Ketapang Jamhuri Amir menghadiri Kick-Off Program KREASI Tahun Kedua dan mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Ketapang dan Kayong Utara.
Wabup Ketapang Jamhuri Amir menghadiri Kick-Off Program KREASI Tahun Kedua dan mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Ketapang dan Kayong Utara.

KETAPANG - Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menghadiri Kick-Off Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) Tahun ke-II bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Save the Children Indonesia, dan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya kembali pelaksanaan Program KREASI di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Dalam sambutannya, Jamhuri menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, tanggung jawab membangun pendidikan tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, hingga generasi muda.

"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bergerak bersama, tantangan sebesar apa pun akan lebih mudah kita hadapi," ujar Jamhuri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung keberlanjutan Program KREASI di Ketapang dan Kayong Utara. Menurutnya, program tersebut menjadi contoh nyata kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas tenaga pendidik.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menjalankan Program KREASI ini. Kehadiran program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita," katanya.

Jamhuri turut menyoroti tantangan pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Ketapang yang memiliki luas sekitar 31 ribu kilometer persegi, meliputi 20 kecamatan dan lebih dari 250 desa. Kondisi geografis tersebut membuat akses pendidikan di sejumlah wilayah masih terkendala jarak dan waktu tempuh.

"Kalau di Pulau Jawa mungkin 30 menit sudah bertemu kabupaten lain, di Ketapang bisa berjam-jam perjalanan baru sampai ke kecamatan. Karena itu kami merasa sangat terbantu dengan hadirnya Program KREASI ini," ungkapnya.

Selain mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, Program KREASI juga berfokus pada penguatan kapasitas guru melalui berbagai pendampingan dan inovasi pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Program KREASI Ketapang dan Kayong Utara menerima penghargaan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Barat atas sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran simbolis Program KREASI Tahun ke-2 melalui peletakan logo bersama para pimpinan dan mitra program, serta sesi foto bersama peserta dan tamu undangan.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Save the Children Indonesia, Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah, DPRD, kepala OPD, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta para pemangku kepentingan bidang pendidikan dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Menutup sambutannya, Jamhuri mengajak seluruh pemangku kepentingan mempertahankan semangat gotong royong untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi mendatang.

"Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan bangsa. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa masa depan Ketapang dan Indonesia ke depan," tutupnya.

Google Logo Follow
Wenny Lidia
Wenny Lidia
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.