Berita BorneoTribun: Jose Mourinho hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Jose Mourinho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jose Mourinho. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2026

Benfica Bangkit Dari Dua Gol, Tahan Porto 2-2 Di Laga Panas Classico Portugal

Benfica menahan Porto 2-2 dalam laga Classico Primeira Liga setelah gol telat Leandro Barreiro menggagalkan kemenangan Porto yang sempat unggul dua gol.
Benfica menahan Porto 2-2 dalam laga Classico Primeira Liga setelah gol telat Leandro Barreiro menggagalkan kemenangan Porto yang sempat unggul dua gol.

JAKARTA -- Benfica harus puas berbagi poin dengan Porto setelah laga panas bertajuk Classico Portugal berakhir imbang 2-2. Gol telat Leandro Barreiro pada menit ke-88 menggagalkan kemenangan Porto yang sebelumnya sempat unggul dua gol di Estadio da Luz, Senin dini hari.

Hasil ini membuat Porto tetap berada di puncak klasemen Primeira Liga dengan keunggulan empat poin. Sementara Benfica berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di kompetisi domestik.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal, dengan kedua tim saling menekan dalam duel klasik dua raksasa sepak bola Portugal tersebut.

Porto Unggul Dua Gol Di Babak Pertama

Porto langsung menunjukkan agresivitas sejak menit awal. Mereka membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui Victor Froholdt.

Gol itu berawal dari pergerakan Froholdt yang berhasil menembus lini pertahanan Benfica. Meski tembakan pertamanya sempat ditepis kiper Anatoliy Trubin, ia dengan cepat menyambar bola muntah untuk membawa Porto unggul 1-0.

Tim tamu menggandakan keunggulan lima menit sebelum jeda. Gabri Veiga memberikan umpan terobosan kepada Oskar Pietuszewski yang berhasil melewati Nicolas Otamendi sebelum melepaskan tembakan keras kaki kiri yang tak mampu dihentikan Trubin.

Skor 2-0 untuk Porto bertahan hingga turun minum.

Benfica Bangkit Di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Benfica tampil lebih agresif dan meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69.

Serangan berawal dari tembakan Dodi Lukebakio yang membentur tiang kiri gawang Porto. Bola pantul kemudian dimanfaatkan Andreas Schjelderup yang langsung melepaskan tembakan keras ke bagian atas gawang untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Gol tersebut membangkitkan semangat Benfica untuk terus menekan pertahanan Porto di sisa pertandingan.

Gol Telat Barreiro Selamatkan Benfica

Ketika pertandingan tampak akan dimenangkan Porto, Benfica akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir laga.

Pada menit ke-88, Leandro Barreiro yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memanfaatkan umpan silang Franjo Ivanovic. Ia melepaskan tendangan voli akurat yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang dan gagal dijangkau kiper Diogo Costa.

Gol tersebut memastikan skor akhir 2-2 sekaligus menyelamatkan Benfica dari kekalahan di kandang sendiri.

Benfica Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

Hasil imbang ini memperpanjang rekor impresif Benfica di Primeira Liga. Mereka kini mencatat 40 pertandingan liga tanpa kekalahan.

Catatan tersebut menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Portugal sejak musim 1959-1960. Rekor panjang serupa sebelumnya pernah dicapai Porto dan Benfica sendiri dalam beberapa periode berbeda.

Meski demikian, pelatih Benfica Jose Mourinho masih belum mampu mengalahkan mantan klubnya tersebut. Dalam tiga pertemuan terakhir melawan Porto, Mourinho belum sekalipun meraih kemenangan.

Statistik Pertandingan

Secara statistik, Benfica sebenarnya lebih aktif menyerang sepanjang pertandingan.

Benfica mencatatkan 20 percobaan tembakan dengan expected goals (xG) sebesar 1,3. Sementara Porto menghasilkan 14 tembakan dengan nilai xG lebih tinggi, yakni 2,14.

Meski gagal mempertahankan keunggulan dua gol, Porto tetap mempertahankan posisi teratas klasemen dengan selisih empat poin dari para pesaingnya.

Hasil imbang dalam laga Classico ini menunjukkan ketangguhan mental Benfica yang mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol. Di sisi lain, Porto harus puas berbagi poin meski sempat berada di jalur kemenangan.

Persaingan di papan atas Primeira Liga pun dipastikan semakin ketat memasuki fase akhir musim.

Kamis, 29 Januari 2026

Drama 6 Gol di Liga Champions! Mourinho Murka Dikritik, Kiper Benfica Jadi Pahlawan di Detik Terakhir

Pelatih Benfica, Jose Mourinho
Pelatih Benfica, Jose Mourinho.

JAKARTA -- Bayangkan seorang kiper naik ke kotak penalti lawan di menit ke-98… lalu mencetak gol penentu hidup-mati timnya. Gila? Inilah yang terjadi di malam paling dramatis Liga Champions musim ini!

Jose Mourinho akhirnya bisa bernapas lega. Bahkan lebih dari itu, ia menuntut respek. Pelatih Benfica tersebut melontarkan pesan tegas kepada para pengkritiknya setelah membawa timnya lolos ke babak play-off Liga Champions lewat kemenangan sensasional 4-2 atas Real Madrid di Estadio da Luz.

Pertandingan ini bukan sekadar menang-kalah. Ini adalah laga penuh emosi, kartu merah, hujan gol, dan momen yang akan dikenang lama oleh fans Benfica.

Benfica Menang, Tapi Hampir Tersingkir

Benfica sebenarnya berada di ujung tanduk. Meski unggul 3-2 hingga masa injury time, posisi mereka belum aman. Gol pembuka Kylian Mbappe di menit ke-30 sempat membuat publik stadion terdiam, sebelum dibalas lewat dua gol Andreas Schjelderup dan satu gol dari Vangelis Pavlidis.

Namun Mbappe kembali mencetak gol dan membuat situasi jadi tegang. Real Madrid seolah siap mencuri momentum. Untungnya, dua kartu merah yang diterima Raul Asencio dan Rodrygo di menit-menit akhir mengubah arah pertandingan.

Dan di sinilah keajaiban terjadi.

Gol Kiper di Menit ke-98!

Saat Benfica mendapat tendangan bebas terakhir, semua mata tertuju pada satu sosok tak terduga: Anatoliy Trubin, sang penjaga gawang. Atas instruksi pelatih dan dorongan rekan-rekannya, Trubin maju ke kotak penalti lawan.

Bola melayang. Sundulan keras. GOL!

Estadio da Luz meledak. Gol Trubin di menit ke-98 memastikan kemenangan 4-2 dan mengantar Benfica finis di posisi ke-24 klasemen dari 36 tim—cukup untuk lolos ke play-off berdasarkan selisih gol, sekaligus menyingkirkan Marseille.

Mourinho: “Tolong, Sedikit Saja Respek”

Di tengah sorotan dan kritik yang menghujaninya—terutama karena Benfica tertinggal 10 poin dari Porto di klasemen Liga Portugal—Mourinho akhirnya angkat bicara.

“Saya cuma minta sedikit rasa hormat. Jangan bereaksi berlebihan. Tenang,” ujar Mourinho dengan nada khasnya.

“Benfica bisa kalah lagi, kami bisa disakiti lagi. Tapi yang saya minta cuma satu: respek untuk Benfica dan para pemainnya.”

Ucapan ini jelas ditujukan kepada para pengkritik yang meragukan kapasitasnya musim ini.

Rekor Spesial Mourinho

Kemenangan ini juga sangat personal bagi Mourinho. Ini adalah kemenangan pertamanya melawan Real Madrid sepanjang karier kepelatihannya, setelah lima percobaan sebelumnya selalu gagal.

Padahal, Madrid adalah tim yang paling sering ia hadapi tanpa pernah menang hingga malam bersejarah ini.

Menariknya, Benfica tampil sangat agresif sejak awal. Mereka melepaskan 14 tembakan di babak pertama, angka yang nyaris memecahkan rekor. Sepanjang sejarah Liga Champions sejak musim 2003/2004, Real Madrid hanya sekali menerima lebih banyak tembakan di babak pertama, yakni 15 tembakan saat melawan Juventus pada 2013.

Gol Kiper yang Masuk Sejarah

Gol Trubin bukan gol biasa. Ia menjadi kiper kelima dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak gol, menyusul nama-nama seperti Jorg Butt, Sinan Bolat, Vincent Enyeama, dan Ivan Provedel.

Mourinho sendiri mengakui malam itu sangat sulit dilupakan.

“Saya sering mengalami momen menit terakhir, menang atau kalah. Tapi situasi seperti ini… benar-benar gila,” katanya.

“Kami tahu satu gol lagi dari Madrid bisa menyingkirkan kami. Jadi kami ambil risiko. Dan gol itu… spektakuler. Kemenangan ini bersejarah, penting secara prestise, dan juga sangat berarti secara finansial untuk Benfica.”

Trubin: “Saya Bahkan Belum Sadar Situasinya”

Sang pahlawan, Anatoliy Trubin, mengaku tidak sepenuhnya menyadari betapa krusial momen tersebut.

“Awalnya saya belum sadar apa yang kami butuhkan. Tapi saat tendangan bebas, semua orang menatap saya dan menyuruh maju, termasuk pelatih,” ujar Trubin.

“Ini momen gila. Untuk Pavlidis, mencetak gol itu hal biasa. Tapi untuk saya… di usia 32 tahun, ini gol pertama saya seumur hidup. Rasanya tidak masuk akal.”

Kemenangan dramatis ini memastikan Benfica tetap hidup di Liga Champions. Tantangan belum selesaimereka berpotensi menghadapi Real Madrid lagi atau pemuncak Serie A, Inter Milan, di babak play-off.

Namun satu hal jelas: malam ini adalah milik Benfica, milik Mourinho, dan milik seorang kiper yang mencetak gol di saat paling mustahil.