Drama 6 Gol di Liga Champions! Mourinho Murka Dikritik, Kiper Benfica Jadi Pahlawan di Detik Terakhir

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Kamis, 29 Januari 2026

Drama 6 Gol di Liga Champions! Mourinho Murka Dikritik, Kiper Benfica Jadi Pahlawan di Detik Terakhir

Pelatih Benfica, Jose Mourinho
Pelatih Benfica, Jose Mourinho.

JAKARTA -- Bayangkan seorang kiper naik ke kotak penalti lawan di menit ke-98… lalu mencetak gol penentu hidup-mati timnya. Gila? Inilah yang terjadi di malam paling dramatis Liga Champions musim ini!

Jose Mourinho akhirnya bisa bernapas lega. Bahkan lebih dari itu, ia menuntut respek. Pelatih Benfica tersebut melontarkan pesan tegas kepada para pengkritiknya setelah membawa timnya lolos ke babak play-off Liga Champions lewat kemenangan sensasional 4-2 atas Real Madrid di Estadio da Luz.

Pertandingan ini bukan sekadar menang-kalah. Ini adalah laga penuh emosi, kartu merah, hujan gol, dan momen yang akan dikenang lama oleh fans Benfica.

Benfica Menang, Tapi Hampir Tersingkir

Benfica sebenarnya berada di ujung tanduk. Meski unggul 3-2 hingga masa injury time, posisi mereka belum aman. Gol pembuka Kylian Mbappe di menit ke-30 sempat membuat publik stadion terdiam, sebelum dibalas lewat dua gol Andreas Schjelderup dan satu gol dari Vangelis Pavlidis.

Namun Mbappe kembali mencetak gol dan membuat situasi jadi tegang. Real Madrid seolah siap mencuri momentum. Untungnya, dua kartu merah yang diterima Raul Asencio dan Rodrygo di menit-menit akhir mengubah arah pertandingan.

Dan di sinilah keajaiban terjadi.

Gol Kiper di Menit ke-98!

Saat Benfica mendapat tendangan bebas terakhir, semua mata tertuju pada satu sosok tak terduga: Anatoliy Trubin, sang penjaga gawang. Atas instruksi pelatih dan dorongan rekan-rekannya, Trubin maju ke kotak penalti lawan.

Bola melayang. Sundulan keras. GOL!

Estadio da Luz meledak. Gol Trubin di menit ke-98 memastikan kemenangan 4-2 dan mengantar Benfica finis di posisi ke-24 klasemen dari 36 tim—cukup untuk lolos ke play-off berdasarkan selisih gol, sekaligus menyingkirkan Marseille.

Mourinho: “Tolong, Sedikit Saja Respek”

Di tengah sorotan dan kritik yang menghujaninya—terutama karena Benfica tertinggal 10 poin dari Porto di klasemen Liga Portugal—Mourinho akhirnya angkat bicara.

“Saya cuma minta sedikit rasa hormat. Jangan bereaksi berlebihan. Tenang,” ujar Mourinho dengan nada khasnya.

“Benfica bisa kalah lagi, kami bisa disakiti lagi. Tapi yang saya minta cuma satu: respek untuk Benfica dan para pemainnya.”

Ucapan ini jelas ditujukan kepada para pengkritik yang meragukan kapasitasnya musim ini.

Rekor Spesial Mourinho

Kemenangan ini juga sangat personal bagi Mourinho. Ini adalah kemenangan pertamanya melawan Real Madrid sepanjang karier kepelatihannya, setelah lima percobaan sebelumnya selalu gagal.

Padahal, Madrid adalah tim yang paling sering ia hadapi tanpa pernah menang hingga malam bersejarah ini.

Menariknya, Benfica tampil sangat agresif sejak awal. Mereka melepaskan 14 tembakan di babak pertama, angka yang nyaris memecahkan rekor. Sepanjang sejarah Liga Champions sejak musim 2003/2004, Real Madrid hanya sekali menerima lebih banyak tembakan di babak pertama, yakni 15 tembakan saat melawan Juventus pada 2013.

Gol Kiper yang Masuk Sejarah

Gol Trubin bukan gol biasa. Ia menjadi kiper kelima dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak gol, menyusul nama-nama seperti Jorg Butt, Sinan Bolat, Vincent Enyeama, dan Ivan Provedel.

Mourinho sendiri mengakui malam itu sangat sulit dilupakan.

“Saya sering mengalami momen menit terakhir, menang atau kalah. Tapi situasi seperti ini… benar-benar gila,” katanya.

“Kami tahu satu gol lagi dari Madrid bisa menyingkirkan kami. Jadi kami ambil risiko. Dan gol itu… spektakuler. Kemenangan ini bersejarah, penting secara prestise, dan juga sangat berarti secara finansial untuk Benfica.”

Trubin: “Saya Bahkan Belum Sadar Situasinya”

Sang pahlawan, Anatoliy Trubin, mengaku tidak sepenuhnya menyadari betapa krusial momen tersebut.

“Awalnya saya belum sadar apa yang kami butuhkan. Tapi saat tendangan bebas, semua orang menatap saya dan menyuruh maju, termasuk pelatih,” ujar Trubin.

“Ini momen gila. Untuk Pavlidis, mencetak gol itu hal biasa. Tapi untuk saya… di usia 32 tahun, ini gol pertama saya seumur hidup. Rasanya tidak masuk akal.”

Kemenangan dramatis ini memastikan Benfica tetap hidup di Liga Champions. Tantangan belum selesaimereka berpotensi menghadapi Real Madrid lagi atau pemuncak Serie A, Inter Milan, di babak play-off.

Namun satu hal jelas: malam ini adalah milik Benfica, milik Mourinho, dan milik seorang kiper yang mencetak gol di saat paling mustahil.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.