Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Timur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2026

Fenomena Air Dua Rasa di Danau Labuan Cermin Berau Jadi Sorotan, Pemerintah Turun Tangan Jaga Ekosistem

Danau Labuan Cermin Berau dijaga ketat oleh Pemprov Kaltim untuk melestarikan geoheritage air dua rasa di kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.
Danau Labuan Cermin Berau dijaga ketat oleh Pemprov Kaltim untuk melestarikan geoheritage air dua rasa di kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.

Danau Labuan Cermin Berau Dijaga Ketat, Pemprov Kaltim Perkuat Pelestarian Geoheritage Air Dua Rasa

BERAU, Kalimantan Timur – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat upaya pelestarian Danau Labuan Cermin di Kampung Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Sabtu, dengan mengintensifkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat serta wisatawan guna menjaga ekosistem kawasan yang telah ditetapkan sebagai warisan geologi nasional.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Rusmadi, mengatakan pihaknya terus mengimbau pengunjung agar tidak merusak batuan karst dan tidak membuang sampah sembarangan demi mendukung keberlanjutan ekowisata di kawasan tersebut.

"Kami terus mengimbau pengunjung agar tidak merusak batuan karst dan membuang sampah sembarangan demi mendukung pelestarian pariwisata yang berkelanjutan," ujar Rusmadi di Samarinda.

Danau Labuan Cermin yang berada di Kampung Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, memiliki fenomena alam unik berupa lapisan air tawar di bagian atas dan air asin di bagian bawah yang bertemu secara seimbang. Keunikan hidrologi tersebut menjadikan kawasan ini ditetapkan sebagai Geoheritage atau Warisan Geologi pada 2024 melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 187.K/GL.1/MEM.G/2024.

Rusmadi menjelaskan, Danau Labuan Cermin juga menjadi salah satu situs geologi unggulan dalam kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat yang saat ini menjadi kebanggaan Kalimantan Timur.

"Kawasan perairan ini juga merupakan salah satu komponen geologi unggulan yang berada di bawah naungan Geopark Sangkulirang Mangkalihat," katanya.

Secara geologi, kawasan tersebut terbentuk dari sistem bentang alam karst yang memiliki ekosistem danau air tawar dengan aliran menuju laut di bagian utara. Selain itu, terdapat kontak batu gamping klasik dengan lapisan napal dari Formasi Domaring yang diperkirakan berusia sekitar 12 hingga 15 juta tahun.

Struktur geologi kawasan ini juga dipengaruhi aktivitas Sesar Mangkalihat yang memunculkan mata air dengan arah memanjang dari barat laut ke tenggara.

"Struktur geologinya turut dipengaruhi oleh aktivitas sesar Mangkalihat yang memicu kemunculan mata air dengan arah membentang dari barat laut ke tenggara," ujar Rusmadi.

Untuk menjaga kelestarian kawasan wisata alam tersebut, Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Berau Pantai dari Dinas Kehutanan Kalimantan Timur diterjunkan untuk melakukan pengawasan secara langsung.

Pemerintah daerah juga melarang aktivitas yang berpotensi merusak vegetasi alami maupun mencemari kejernihan air Danau Labuan Cermin. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mempertahankan daya tarik wisata berbasis alam di Kabupaten Berau.

"Sosialisasi kelestarian lingkungan terus kami gencarkan agar masyarakat sekitar maupun pengunjung semakin menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di bentang permata karst Kaltim ini," tegas Rusmadi.

Keberadaan Danau Labuan Cermin Berau menjadi salah satu aset geowisata penting di Kalimantan Timur. Selain menawarkan panorama air yang sangat jernih, kawasan ini juga menyimpan nilai ilmiah dan geologi yang menjadikannya sebagai bagian penting dari konservasi alam serta pengembangan pariwisata berkelanjutan di daerah tersebut.

Sabtu, 20 Juni 2026

Tak Banyak yang Tahu, Lidi Nipah Kaltim Ini Diam-diam Laris ke India Sampai 40 Ton

Ekspor lidi nipah KTH Sinar Nilam Kaltim ke India capai 40 ton dengan nilai Rp426 juta, memperluas pasar dan meningkatkan ekonomi masyarakat hutan.
Ekspor lidi nipah KTH Sinar Nilam Kaltim ke India capai 40 ton dengan nilai Rp426 juta, memperluas pasar dan meningkatkan ekonomi masyarakat hutan.

SAMARINDA - Ekspor komoditas hasil hutan kembali menunjukkan potensi besar ekonomi berbasis masyarakat di Kalimantan Timur. 

Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Nilam berhasil menembus pasar internasional dengan mengirimkan sekitar 40 ton lidi nipah ke India, sekaligus mencatat nilai transaksi ratusan juta rupiah dalam dua tahun terakhir.

Aktivitas ekspor ini menjadi salah satu bukti bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat melalui skema perhutanan sosial tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan rantai ekonomi yang berkelanjutan hingga ke pasar global.

Ekspor Lidi Nipah Kaltim Tembus Pasar India

KTH Sinar Nilam yang beroperasi di Desa Muara Kembang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu pelaku utama dalam ekspor lidi nipah curah ke India. 

Komoditas ini dipanen langsung dari kawasan perhutanan sosial oleh masyarakat sekitar dengan sistem pengelolaan yang tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Rusmadi, menyebutkan bahwa total volume ekspor dalam dua tahun terakhir mencapai 39,80 ton. 

Jumlah tersebut mendekati 40 ton seperti yang tercatat dalam pengiriman ke pasar internasional.

Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk hasil hutan bukan kayu memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar luar negeri, terutama ketika dikelola secara terstruktur oleh kelompok tani.

Nilai Ekonomi Capai Ratusan Juta Rupiah

Dari sisi ekonomi, perdagangan lidi nipah ini memberikan dampak signifikan bagi kelompok tani. Total nilai penjualan dalam dua tahun terakhir tercatat mencapai Rp426.505.000.

Rinciannya, pada tahun 2025 nilai transaksi mencapai Rp291.450.000, kemudian bertambah Rp135.055.000 hingga April 2026. 

Angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dalam perdagangan komoditas berbasis hutan tersebut.

Ekspor dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan penyalur ekspor swasta yang berbasis di Jakarta. 

Jalur distribusi ini menjadi penghubung penting antara produk lokal dari Kalimantan Timur dengan pasar internasional, khususnya India yang menjadi tujuan utama.

Pengelolaan Berkelanjutan Jadi Kunci

Salah satu faktor penting di balik keberhasilan ekspor ini adalah pola pengelolaan yang berkelanjutan. 

Masyarakat di Desa Muara Kembang tidak melakukan pemanenan secara berlebihan, melainkan secara bertahap setiap 20 hari dalam sebulan.

Sistem ini diterapkan untuk menjaga regenerasi tanaman nipah sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem di kawasan perhutanan sosial. 

Selain itu, kelompok tani juga melakukan patroli rutin minimal sekali dalam seminggu untuk memastikan kawasan tetap terjaga dari potensi kerusakan lingkungan.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi dan konservasi dapat berjalan beriringan tanpa saling merugikan, selama ada tata kelola yang disiplin di tingkat masyarakat.

Dukungan Lintas Pihak Perkuat Perhutanan Sosial

Keberhasilan KTH Sinar Nilam tidak berdiri sendiri. Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk KPHP Delta Mahakam dan Pertamina Hulu Mahakam. 

Dukungan tersebut berperan dalam penguatan kapasitas kelompok tani serta keberlanjutan program perhutanan sosial di wilayah tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta ini menjadi salah satu contoh implementasi nyata pembangunan ekonomi hijau di daerah. 

Produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai jual, tetapi juga berasal dari sistem produksi yang menjaga kelestarian hutan.

Potensi Ekspor Hasil Hutan Non-Kayu Kaltim

Lidi nipah kini menjadi salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu yang mulai mendapat perhatian di pasar ekspor. 

Permintaan dari India menunjukkan bahwa produk sederhana dari ekosistem mangrove memiliki nilai ekonomi tinggi ketika masuk ke rantai perdagangan global.

Kalimantan Timur sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas serupa, mengingat luasnya kawasan hutan dan pesisir yang dapat dikelola melalui skema perhutanan sosial.

Ke depan, penguatan akses pasar, peningkatan kualitas produk, serta perluasan jaringan distribusi diperkirakan akan menjadi kunci untuk mendorong lebih banyak kelompok tani hutan mengikuti jejak KTH Sinar Nilam.

Dengan capaian ekspor yang terus meningkat, lidi nipah dari Muara Kembang tidak hanya menjadi komoditas dagang, tetapi juga simbol transformasi ekonomi masyarakat hutan di Kalimantan Timur menuju pasar global yang lebih luas.

Geopark Sangkulirang-Mangkalihat: Harta Karun Karst Kalimantan Timur yang Menuju Panggung Dunia UNESCO

Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Kalimantan Timur terus diproses menuju UNESCO Global Geopark, dengan 26 geosite dan kekayaan alam serta sejarah purba.
Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Kalimantan Timur terus diproses menuju UNESCO Global Geopark, dengan 26 geosite dan kekayaan alam serta sejarah purba.

SAMARINDA - Kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Kalimantan Timur kini menjadi sorotan setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama berbagai pihak pada 2026 mendorong pengusulan statusnya sebagai Geopark Nasional hingga kandidat UNESCO Global Geopark. 

Wilayah ini membentang di Kabupaten Kutai Timur dan Berau dengan luas mencapai 1,8 juta hektare, menjadikannya ekosistem karst terbesar di Pulau Kalimantan.

Di balik bentang alamnya yang dramatis, kawasan ini menyimpan kombinasi langka antara kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan jejak peradaban manusia purba yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun.

Warisan Karst Terluas dan Situs Prasejarah Dunia

Sangkulirang-Mangkalihat dikenal dengan tebing-tebing batu raksasa, lorong gua alami, serta hutan hujan tropis yang masih sangat terjaga. Salah satu titik paling penting adalah Goa Beloyot, yang menjadi lokasi ditemukannya lukisan prasejarah.

Di dinding gua tersebut, terdapat gambar telapak tangan berwarna merah, adegan berburu, hingga ilustrasi hewan seperti babi hutan dan kura-kura. Penelitian memperkirakan lukisan ini berusia sekitar 40.000 tahun, menjadikannya salah satu bukti awal kehidupan manusia di Asia Tenggara.

Akses menuju lokasi ini tidak mudah. Dari Kampung Merabu, pengunjung harus berjalan kaki sekitar dua jam melewati jalur hutan, sungai kecil, dan medan berlumpur. Di dalam gua, lorong sempit dan ruang rendah menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pengunjung.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Geopark Berkelanjutan

Pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat tidak dilakukan secara tunggal. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggandeng berbagai pihak seperti Universitas Mulawarman, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), pelaku usaha, hingga Pusat Kajian Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kolaborasi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara konservasi alam, pendidikan, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Pemprov Kaltim, Siti Fahri Syahliana, menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak.

“Dukungan pemerintah daerah, masyarakat, ilmuwan, dan pengusaha adalah fondasi utama dalam mewujudkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat,” ujarnya.

Dari Inventarisasi hingga 26 Geosite Resmi

Upaya pengusulan geopark ini dimulai sejak 2019 melalui proses inventarisasi menyeluruh. Tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk memetakan geologi, biodiversitas, serta warisan budaya.

Hasilnya, pada 2024 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan 26 geosite di kawasan ini. Sebanyak 15 titik berada di Berau dan 11 lainnya di Kutai Timur, dengan total kawasan mencapai 1.867.676 hektare.

Ketua Kelompok Kerja Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menyebutkan bahwa dokumen pengusulan telah memenuhi syarat administrasi dan teknis untuk melangkah ke tahap verifikasi lapangan.

Menuju Verifikasi UNESCO Global Geopark

Tahap penting berikutnya adalah verifikasi lapangan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM yang dijadwalkan pada 6–10 Juli 2026. Tim akan meninjau langsung situs geologi, budaya, dan ekowisata di Kutai Timur dan Berau.

Jika lolos, kawasan ini akan ditetapkan sebagai Taman Bumi Nasional sebelum diajukan ke UNESCO Global Geopark.

Menurut akademisi Universitas Mulawarman, Prof Widi Sunaryo, geopark ini memiliki dampak luas lintas sektor, mulai dari pendidikan hingga ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Konsep Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat

Salah satu prinsip utama pengembangan kawasan ini adalah keberlanjutan. Infrastruktur wisata akan dibangun dengan pendekatan ramah lingkungan, termasuk pembatasan kendaraan dan desain yang tidak merusak ekosistem karst yang sudah terbentuk ribuan tahun.

Masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan. Mereka dilibatkan sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, hingga pelaku UMKM berbasis budaya lokal. Model ini diharapkan membuat manfaat ekonomi langsung dirasakan warga sekitar.

Masa Depan Pariwisata Geopark Kalimantan Timur

Jika berhasil meraih status UNESCO Global Geopark, Sangkulirang-Mangkalihat akan memperkuat citra Kalimantan Timur sebagai wilayah yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki warisan geologi dan sejarah kelas dunia.

Kawasan ini juga selaras dengan visi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengedepankan keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian lingkungan.

Dengan kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang menyatu, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga laboratorium alam raksasa yang menyimpan cerita panjang peradaban manusia.

Rabu, 03 Juni 2026

PLTA Batoq Kelo di Mahulu Jadi Penopang Energi Hijau Kaltim dan IKN

PLTA Batoq Kelo di Mahulu, Kaltim, berkapasitas 300 MW dengan investasi Rp13 triliun. Proyek ini diharapkan mendukung IKN, membuka lapangan kerja, dan mendorong ekonomi daerah.
PLTA Batoq Kelo di Mahulu, Kaltim, berkapasitas 300 MW dengan investasi Rp13 triliun. Proyek ini diharapkan mendukung IKN, membuka lapangan kerja, dan mendorong ekonomi daerah.

MAHULU – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan menyatakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo di Kecamatan Long Bagun menjadi bukti bahwa Mahulu memiliki posisi strategis dalam pengembangan pembangunan hijau di Kalimantan Timur. Pernyataan itu disampaikan di Mahulu, Selasa (2/6).

Proyek PLTA Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt tersebut telah memasuki tahap pembangunan setelah peletakan batu pertama dilakukan pada 25 Mei 2026. Proyek senilai Rp13 triliun itu ditargetkan rampung dalam waktu lima tahun.

Angela mengatakan pemerintah daerah mendorong keterlibatan masyarakat setempat dalam proyek tersebut agar tenaga kerja lokal dapat terserap dan merasakan manfaat langsung dari investasi yang masuk ke daerah.

Menurutnya, PLTA Batoq Kelo akan memberikan manfaat besar dari sisi energi, infrastruktur, serta ekonomi dan sosial.

Dari sektor energi, pembangkit itu diperkirakan mampu memasok kebutuhan listrik sekitar 300.000 rumah tangga di Kalimantan Timur. Energi yang dihasilkan juga diproyeksikan menjadi salah satu sumber pasokan listrik untuk Ibu Kota Nusantara (IKN), kawasan industri, serta sektor pertambangan sehingga mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.

Selain itu, PLTA Batoq Kelo merupakan sumber energi terbarukan yang tidak menghasilkan polusi dan mendukung target pengurangan emisi karbon Indonesia.

Di bidang infrastruktur, proyek ini turut didukung pembangunan jalan baru sepanjang 122 kilometer yang akan menghubungkan Kabupaten Mahakam Ulu dengan Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara.

"Keberadaan jalan baru tentu akan membuka keterisoliran desa-desa di daerah hulu Mahakam hingga Kaltara, sehingga akan mempercepat aktivitas, mempermudah angkutan hasil bumi, dan akses kesehatan maupun pendidikan," kata Angela.

Ia menambahkan, pembangunan PLTA juga diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja selama masa konstruksi yang berlangsung sekitar lima tahun dan tetap membuka peluang kerja saat pembangkit mulai beroperasi.

Kehadiran proyek tersebut juga dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan daerah serta mendorong tumbuhnya berbagai usaha baru, mulai dari kuliner, penginapan, perdagangan, hingga jasa pendukung lainnya. Kawasan sekitar bendungan bahkan berpeluang berkembang menjadi destinasi wisata baru berkat panorama alam yang dimiliki.

Angela mengatakan Pemerintah Kabupaten Mahulu telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan terkait peluang keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

"PLTA ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Mahulu, tetapi juga menjadi sumber energi ramah bagi seluruh masyarakat Kaltim," ujarnya.

Dengan kapasitas besar dan nilai investasi yang signifikan, PLTA Batoq Kelo diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mendukung kebutuhan energi bersih Kalimantan Timur sekaligus mempercepat pembangunan wilayah Mahakam Ulu.

Senin, 11 Mei 2026

Expo dan Pembiayaan UMKM Dongkrak Transaksi Kalafest 2026 hingga Rp4,56 Miliar

Kalafest 2026 di Samarinda mencatat perputaran uang Rp4,56 miliar dari expo syariah dan pembiayaan UMKM, memperkuat ekonomi halal di Kalimantan Timur.
Kalafest 2026 di Samarinda mencatat perputaran uang Rp4,56 miliar dari expo syariah dan pembiayaan UMKM, memperkuat ekonomi halal di Kalimantan Timur.

SAMARINDA - Perputaran uang dalam Kaltim Halal Festival (Kalafest) 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda pada 8-10 Mei 2026 mencapai Rp4,56 miliar.

Capaian tersebut berasal dari transaksi penjualan expo syariah dan fasilitasi pembiayaan bagi pelaku UMKM syariah.

Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Bayuadi Hardiyanto mengatakan nilai tersebut terdiri atas pembiayaan UMKM syariah senilai Rp3,27 miliar dan penjualan expo syariah sebesar Rp1,29 miliar.

“Hasil penjualan Rp1,29 miliar ini berasal dari 160 gerai sharia expo, sedangkan pembiayaan Rp3,27 miliar ini untuk 20 pelaku UMKM syariah,” kata Bayuadi di Samarinda, Senin.

Selain transaksi ekonomi, Kalafest 2026 juga mencatat penghimpunan wakaf produktif dari 1.962 pewakaf dengan total dana Rp53,42 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk tiga proyek wakaf produktif di Samarinda.

Kegiatan itu juga melibatkan 1.211 peserta dalam program literasi dan edukasi ekonomi syariah. Sementara dari sisi jangkauan publik, Kalafest disebut mampu menjangkau lebih dari 702 ribu masyarakat melalui siaran langsung dan konten digital di berbagai platform.

Menurut Bayuadi, Kalafest 2026 menghadirkan sejumlah program strategis untuk memperkuat ekosistem halal di Kalimantan Timur. Salah satunya peluncuran laman Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) sebagai pusat informasi halal daerah.

BI Kaltim juga meluncurkan program wakaf produktif, Gerakan Pangan Murah Serentak se-Kaltim menjelang Idul Adha, hingga penandatanganan kerja sama Wakaf Goes to Kampus.

Selain itu, dilakukan penyaluran sarana dan prasarana untuk pondok pesantren, penguatan Lembaga Pendampingan Proses Produk Halal (LP3H), serta fasilitasi rumah potong unggas halal bagi pelaku usaha syariah.

Salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat adalah Tabligh Akbar bertema “Wakaf Produktif sebagai Salah Satu Keuangan Sosial Syariah” bersama Ustadz Maulana. Penutupan acara juga dimeriahkan penampilan shalawat bersama Hadad Alwi pada Ahad malam.

Bayuadi menyebut penyelenggaraan Kalafest 2026 menjadi bentuk sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra strategis dalam memperkuat ekonomi dan ekosistem halal yang inklusif di Kalimantan Timur.

“Penyelenggaraan Kalafest 2026 ini menjadi bukti konkret sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra strategis dalam mendorong penguatan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di Kaltim,” ujarnya.

Minggu, 10 Mei 2026

Pemkab Penajam Paser Utara Intensif Pantau Harga Pangan untuk Kendalikan Inflasi

Pemkab Penajam Paser Utara rutin memantau harga dan pasokan pangan untuk menekan inflasi. Inflasi April 2026 tercatat turun menjadi 2,10 persen.
Pemkab Penajam Paser Utara rutin memantau harga dan pasokan pangan untuk menekan inflasi. Inflasi April 2026 tercatat turun menjadi 2,10 persen.

PPU, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus memantau pasokan dan harga bahan pangan di pasaran untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi daerah sepanjang 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, mengatakan pemantauan dilakukan secara rutin melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga di pasar stabil.

Tohar menjelaskan inflasi di Penajam Paser Utara masih dipengaruhi kondisi pasokan bahan pangan. Karena itu, pemerintah daerah melakukan berbagai langkah pengendalian, mulai dari pemantauan harga kebutuhan pokok, gerakan pangan murah, hingga operasi pasar.

Selain itu, pemerintah kabupaten juga berkolaborasi dengan distributor dan ritel untuk mengantisipasi kekurangan stok pangan di pasaran.

“Pasokan dan harga pangan di pasaran secara rutin dipantau,” ujar Tohar saat menjelaskan langkah TPID dalam menekan laju inflasi di Penajam.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat inflasi daerah itu pada April 2026 berada di angka 2,10 persen.

Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain tomat sebesar 0,29 persen, semangka 0,11 persen, bakso siap santap 0,08 persen, bawang merah 0,04 persen, dan minyak goreng 0,03 persen.

Menurut Tohar, langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil dalam menekan laju inflasi sepanjang tahun ini.

Berdasarkan catatan BPS, inflasi Penajam Paser Utara tercatat sebesar 2,75 persen pada Januari 2026, kemudian naik menjadi 4,13 persen pada Februari, sebelum turun menjadi 3,33 persen pada Maret dan kembali melandai ke 2,10 persen pada April 2026.

“Pantauan rutin memastikan ketersediaan bahan pangan di pasaran, agar harga komoditas pokok dapat terjaga stabil,” kata Tohar.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memastikan pengawasan harga dan pasokan pangan akan terus dilakukan secara berkala agar inflasi tetap terkendali.

Melalui TPID, pemerintah daerah menargetkan laju inflasi tetap berada di bawah standar inflasi nasional 2026 yang ditetapkan pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Kamis, 07 Mei 2026

Investasi Bontang Tembus Rp3,08 Triliun, Industri Kimia Jadi Andalan

Investasi Kota Bontang 2025 mencapai Rp3,08 triliun atau 123,23 persen dari target. Industri kimia masih menjadi sektor dominan penopang ekonomi daerah.
Investasi Kota Bontang 2025 mencapai Rp3,08 triliun atau 123,23 persen dari target. Industri kimia masih menjadi sektor dominan penopang ekonomi daerah.

Bontang, Kaltim - Iklim investasi di Kota Bontang terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Realisasi investasi daerah industri di Kalimantan Timur itu melampaui target tahunan hingga mencapai 123,23 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur menyebut target investasi awal sebesar Rp2,5 triliun berhasil terlampaui dengan capaian realisasi mencapai Rp3,08 triliun.

Muhammad Aspian Nur menjelaskan, pencapaian tersebut sekaligus mencatat pertumbuhan investasi sebesar 13,66 persen dibandingkan realisasi tahun 2024. Kondisi itu dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan industri di Kota Bontang.

Mayoritas investasi masih berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai mencapai Rp3,02 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp54,11 miliar.

Sepanjang 2025, investasi tersebut terealisasi melalui 323 proyek yang dijalankan oleh 81 pelaku usaha besar. Aktivitas investasi itu memperlihatkan geliat pembangunan sektor industri yang masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada sektor PMA, investasi paling besar mengalir ke bidang perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Muhammad Aspian Nur menilai perkembangan tersebut menunjukkan Kota Bontang mulai berkembang tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga memiliki daya tarik pada sektor jasa dan hospitality.

Di sisi lain, struktur PMDN masih didominasi sektor industri pengolahan. Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 85,96 persen.

Sektor perdagangan dan reparasi menyusul dengan kontribusi 5,18 persen. Kemudian industri logam dasar dan barang logam bukan mesin sebesar 3,16 persen, usaha jasa lainnya 2,32 persen, serta hotel dan restoran sebesar 1,12 persen.

Muhammad Aspian Nur menegaskan dominasi industri kimia memperkuat posisi Bontang sebagai kawasan industri strategis di Kalimantan Timur. Keberadaan industri besar dan ekosistem pendukung dinilai menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas investasi di daerah tersebut.

Sebaran investasi terbesar berada di Kecamatan Bontang Utara dengan nilai mencapai Rp1,17 triliun atau sekitar 98,94 persen. Sementara Kecamatan Bontang Barat mencatat realisasi Rp9,36 miliar atau 0,79 persen, sedangkan Kecamatan Bontang Selatan sebesar Rp3,2 miliar atau 0,27 persen.

FAQ

1. Berapa realisasi investasi Kota Bontang pada 2025?
Realisasi investasi Kota Bontang pada 2025 mencapai Rp3,08 triliun.

2. Berapa target investasi awal Bontang pada 2025?
Target investasi awal dipatok sebesar Rp2,5 triliun.

3. Sektor apa yang paling mendominasi investasi di Bontang?
Sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menjadi sektor dominan dengan kontribusi 85,96 persen.

4. Apakah investasi asing juga masuk ke Bontang?
Ya, investasi asing atau PMA tercatat sebesar Rp54,11 miliar.

5. Kecamatan mana yang menerima investasi terbesar?
Kecamatan Bontang Utara menjadi wilayah dengan realisasi investasi terbesar.

Selasa, 05 Mei 2026

Kutim Beralih Ke Bus Listrik Pelajar, Tantangan Infrastruktur Jadi Sorotan

Pemkab Kutai Timur uji coba bus listrik sekolah di Sangatta untuk kurangi emisi, kemacetan, dan biaya transportasi pelajar.
Pemkab Kutai Timur uji coba bus listrik sekolah di Sangatta untuk kurangi emisi, kemacetan, dan biaya transportasi pelajar.

Kutim, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai menguji penggunaan bus listrik sebagai angkutan pelajar di wilayah Sangatta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam mendorong transportasi ramah lingkungan sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas siswa.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa kehadiran bus listrik tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pelajar dalam perjalanan ke sekolah.

Menurut Ardiansyah Sulaiman, program ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi dan siang hari.

Selain aspek lingkungan, keberadaan bus listrik juga diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga. Orang tua tidak lagi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk antar-jemput anak setiap hari.

Uji coba tahap awal menghadirkan satu unit bus dengan kapasitas sekitar 30 penumpang. Meski jumlahnya masih terbatas, pemerintah daerah berencana menambah armada secara bertahap, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Antusiasme terlihat dari siswa, orang tua, dan pihak sekolah yang menyambut positif kehadiran moda transportasi baru ini.

Penggunaan bus listrik saat ini difokuskan untuk kawasan perkotaan seperti Sangatta. Ardiansyah Sulaiman menilai kondisi geografis Kutai Timur yang berbukit dan tersebar menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan.

Untuk wilayah dengan akses yang lebih sulit, pemerintah mempertimbangkan penggunaan bus berbahan bakar minyak sebagai solusi sementara agar seluruh pelajar tetap mendapatkan layanan transportasi yang layak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur Mulyono menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan daerah.

Mulyono menyebut Dinas Pendidikan berperan sebagai penyedia manfaat program, sementara operasional teknis dijalankan oleh Dinas Perhubungan. Perencanaan program ini telah dimulai sejak 2024 dan baru dapat direalisasikan pada tahun ini.

Pada tahap awal, bus listrik akan melayani pelajar SMA Negeri 2 Sangatta Utara yang selama ini belum terjangkau angkutan umum.

Rute perjalanan dimulai dari kawasan Hotel Pinang menuju sekolah. Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas layanan tanpa mengganggu aktivitas belajar siswa.

FAQ

1. Apa tujuan utama bus listrik di Kutai Timur?
Mengurangi emisi karbon, kemacetan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pelajar.

2. Berapa jumlah bus yang tersedia saat ini?
Saat ini baru tersedia satu unit untuk tahap uji coba.

3. Siapa yang mengelola program ini?
Program dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan Kutai Timur.

4. Apakah semua wilayah akan menggunakan bus listrik?
Tidak, penggunaan bus listrik difokuskan di wilayah perkotaan, sementara daerah lain menggunakan bus berbahan bakar minyak.

5. Siapa yang menjadi prioritas pengguna bus ini?
Pelajar, khususnya yang belum terlayani angkutan umum seperti di SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

Kasus Siswa Meninggal Karena Sepatu Sempit, DPRD Soroti Data Bansos

Kasus siswa meninggal akibat sepatu sempit di Samarinda memicu DPRD menyoroti lemahnya pendataan bansos dan mendesak validasi data penerima bantuan.
Kasus siswa meninggal akibat sepatu sempit di Samarinda memicu DPRD menyoroti lemahnya pendataan bansos dan mendesak validasi data penerima bantuan.

Samarinda – Kasus meninggalnya seorang pelajar SMK di Samarinda membuka sorotan serius terhadap sistem pendataan bantuan sosial di daerah tersebut. DPRD Kota Samarinda menilai peristiwa ini bukan sekadar kejadian tragis, tetapi cerminan lemahnya akurasi data penerima bansos.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lagi kecolongan dalam memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ismail Latisi meminta Dinas Sosial segera melakukan pembaruan dan validasi data secara menyeluruh. Menurut Ismail Latisi, ketepatan data menjadi kunci agar distribusi bantuan tidak meleset dari sasaran.

Peristiwa ini berkaitan dengan meninggalnya Mandala Rizky Syahputra, pelajar berusia 16 tahun yang tercatat sebagai siswa kelas XI SMK Negeri 4 Samarinda. Mandala Rizky Syahputra meninggal dunia pada Jumat dini hari, 24 April 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh infeksi serius pada kaki. Infeksi muncul akibat penggunaan sepatu sekolah yang sudah tidak sesuai ukuran. Mandala Rizky Syahputra tetap menggunakan sepatu ukuran 40 meski ukuran kaki mencapai 44 karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kondisi semakin memburuk ketika Mandala Rizky Syahputra menjalani program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. Aktivitas tersebut menuntut berdiri dalam waktu lama dengan waktu istirahat yang terbatas.

Ismail Latisi menilai kasus ini menjadi bukti adanya celah dalam proses verifikasi data di lapangan. Menurut Ismail Latisi, kelemahan sistem pendataan berpotensi membuat warga yang berada di bawah garis kemiskinan justru tidak terjangkau program bantuan pemerintah.

Fakta lain yang memperkuat kritik tersebut adalah keluarga Mandala Rizky Syahputra tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Kondisi ini dinilai sebagai kegagalan sistem dalam mengidentifikasi warga rentan.

Ismail Latisi menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Meskipun pengelolaan pendidikan SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda tetap memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ismail Latisi mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan bansos, termasuk peningkatan verifikasi langsung di lapangan agar kasus serupa tidak terulang.

FAQ

1. Apa penyebab utama meninggalnya Mandala Rizky Syahputra?
Infeksi serius pada kaki akibat penggunaan sepatu yang terlalu sempit dalam jangka waktu lama.

2. Mengapa Mandala tetap memakai sepatu sempit?
Keterbatasan ekonomi membuat Mandala Rizky Syahputra tidak memiliki alternatif sepatu yang sesuai ukuran.

3. Apa kaitannya dengan bantuan sosial?
Keluarga Mandala Rizky Syahputra tidak terdaftar sebagai penerima bansos, menunjukkan potensi kesalahan data.

4. Apa yang disoroti DPRD Samarinda?
DPRD menilai sistem pendataan bansos masih lemah dan perlu segera diperbaiki.

5. Apa langkah yang diminta DPRD?
Validasi ulang data penerima bansos serta peningkatan verifikasi lapangan.

Jumat, 01 Mei 2026

Terseret Arus Saat Menjaring Udang, Nelayan Muara Badak Ditemukan Tewas

Nelayan Muara Badak M Rizal ditemukan meninggal setelah terseret arus saat menjaring udang. Tim SAR menemukan korban di hari kedua pencarian.
Nelayan Muara Badak M Rizal ditemukan meninggal setelah terseret arus saat menjaring udang. Tim SAR menemukan korban di hari kedua pencarian.

Muara Badak, Kaltim - Upaya pencarian nelayan yang hilang di perairan Muara Badak akhirnya membuahkan hasil. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menemukan M Rizal (33), warga Kecamatan Muara Badak, dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sungai.

Peristiwa bermula pada Kamis pagi (30/4/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. M Rizal bersama seorang rekan berangkat menjaring udang di area tambak milik sendiri di perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Namun saat beraktivitas, M Rizal diduga kehilangan kendali akibat kuatnya arus sungai. Arus yang deras menyeret tubuh M Rizal hingga hilang dari pantauan.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Balikpapan sekitar pukul 11.10 Wita. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan sejak hari pertama.

Pencarian Hari Kedua Berbuah Hasil

Operasi pencarian memasuki hari kedua pada Jumat (1/5/2026). Tim memulai kegiatan sejak pukul 07.00 Wita dengan melakukan briefing untuk menentukan strategi penyisiran.

Area pencarian difokuskan pada radius sekitar 2 nautical mile persegi dengan arah penyisiran mengikuti aliran sungai ke hilir.

Hasilnya, M Rizal ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal kejadian ke arah hilir. Lokasi penemuan berada pada koordinat 0°20'53.0"S dan 117°27'07.4"E.

Jenazah M Rizal kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.

Operasi SAR Ditutup, Tim Kembali Siaga

Setelah proses evakuasi selesai, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing. Operasi SAR resmi diusulkan ditutup, dan masing-masing tim kembali ke satuan untuk bersiaga.

Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkar Muara Badak, relawan dari Kukar dan Samarinda, keluarga korban, serta nelayan setempat.

Tantangan Berat Selama Pencarian

Selama proses pencarian, tim menghadapi berbagai kendala di lapangan. Gelombang dari muara cukup besar dan berbahaya. Selain itu, kawasan tersebut juga dikenal memiliki potensi ancaman dari hewan liar seperti buaya dan ular.

Meski demikian, operasi berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan.

Peralatan Lengkap Dikerahkan

Untuk mendukung pencarian, tim mengerahkan berbagai peralatan, termasuk rescue car, rubber boat Basarnas, perahu BPBD, speed boat TNI AL, serta armada milik warga dan nelayan.

Selain itu, digunakan pula perlengkapan SAR air, peralatan selam, alat komunikasi, dan perlengkapan medis guna memastikan operasi berjalan optimal.

FAQ

1. Siapa korban dalam kejadian ini?
Korban adalah M Rizal (33), warga Kecamatan Muara Badak.

2. Kapan kejadian terjadi?
Kejadian berlangsung pada Kamis pagi, 30 April 2026.

3. Di mana lokasi kejadian?
Di perairan Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

4. Kapan korban ditemukan?
Korban ditemukan pada hari kedua pencarian, Jumat (1 Mei 2026).

5. Apa penyebab korban terseret arus?
Diduga korban tidak mampu mengendalikan diri akibat kuatnya arus sungai.

Sabtu, 25 April 2026

Dari Lapas Untuk Masyarakat, Dapur MBG Samarinda Mulai Dibangun

Lapas Narkotika Samarinda membangun dapur khusus program MBG dan melibatkan warga binaan dalam pelatihan pangan serta pengembangan peternakan dan pertanian.
Lapas Narkotika Samarinda membangun dapur khusus program MBG dan melibatkan warga binaan dalam pelatihan pangan serta pengembangan peternakan dan pertanian.

SAMARINDA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Samarinda, Kalimantan Timur, mulai mengembangkan fasilitas dapur khusus sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembangunan fasilitas ini sekaligus diarahkan untuk meningkatkan peran warga binaan dalam kegiatan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda, Puang Dirham, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program prioritas pemerintah melalui penyediaan sarana produksi makanan bergizi.

Menurutnya, pembangunan dapur tersebut dirancang untuk membantu kebutuhan distribusi makanan bagi kelompok sasaran program MBG di wilayah sekitar Samarinda. Selain itu, warga binaan juga akan mendapatkan pelatihan khusus agar mampu memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan pemasyarakatan (WBP) akan dilatih sebagai penjamah makanan dengan standar kesehatan yang ketat. Pelatihan ini dilakukan secara intensif dan melibatkan pendampingan dari instansi kesehatan setempat.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kualitas makanan yang dihasilkan tetap memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Selain pelatihan teknis, pihak lapas juga tengah mempelajari skema kerja sama dengan sejumlah pihak eksternal guna memperkuat pelaksanaan program ini.

Pemetaan Penerima MBG Masih Dievaluasi

Untuk memastikan distribusi makanan tepat sasaran, pihak lapas saat ini masih melakukan evaluasi terhadap titik-titik penerima manfaat program MBG.

Evaluasi ini dilakukan agar alokasi bantuan gizi dapat menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama di wilayah sekitar lapas.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan ekosistem pangan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Kembangkan Peternakan Dan Budidaya Pangan

Tidak hanya membangun dapur, pihak lapas juga merancang pengembangan sektor produksi bahan pangan di lingkungan internal.

Beberapa rencana yang sedang dipersiapkan antara lain pembangunan peternakan ayam petelur, pengembangan tanaman pangan, serta budidaya ikan air tawar.

Langkah ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan bahan baku makanan secara mandiri, sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.

Selain itu, fasilitas rumah kaca atau green house yang telah tersedia juga dioptimalkan untuk mendukung produksi bahan pangan harian.

Pembinaan Berbasis Produktivitas Sosial

Program pengembangan dapur MBG di lingkungan lapas tidak hanya berorientasi pada keamanan lembaga, tetapi juga menitikberatkan pada kontribusi sosial kepada masyarakat.

Melalui kegiatan produksi pangan, warga binaan diharapkan memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara positif dan memperoleh keterampilan yang bermanfaat setelah menjalani masa pembinaan.

Pihak lapas menyebutkan bahwa seluruh jajaran petugas telah menyatakan komitmen untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah, termasuk melalui berbagai inovasi pembinaan berbasis kemandirian.

FAQ

1. Apa tujuan pembangunan dapur MBG di Lapas Samarinda?
Tujuannya untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis sekaligus memberikan pelatihan keterampilan bagi warga binaan.

2. Siapa yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG?
Warga binaan pemasyarakatan dilibatkan sebagai tenaga pengolah makanan setelah mengikuti pelatihan khusus.

3. Apakah warga binaan mendapatkan pelatihan khusus?
Ya, mereka akan mengikuti pelatihan penanganan makanan sesuai standar kesehatan yang didampingi tenaga kesehatan.

4. Selain dapur, program apa lagi yang dikembangkan?
Lapas juga merencanakan peternakan ayam petelur, budidaya ikan air tawar, serta penanaman tanaman pangan.

5. Siapa sasaran penerima makanan dari dapur MBG ini?
Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program MBG di wilayah sekitar Samarinda.

Jumat, 24 April 2026

Ritual Erau Kutai Akan Digelar Tahun Ini, Upaya Jaga Identitas Generasi Muda

Pemkab Kutai Timur memastikan Ritual Erau Kutai tetap digelar tahun ini sebagai upaya menjaga budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Pemkab Kutai Timur memastikan Ritual Erau Kutai tetap digelar tahun ini sebagai upaya menjaga budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Kutim, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, tengah mematangkan persiapan pelaksanaan ritual adat Erau Kutai yang dijadwalkan berlangsung pada tahun ini. Tradisi tahunan tersebut dinilai penting sebagai sarana menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah pesatnya arus modernisasi.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyebutkan bahwa Erau Kutai merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Kutai yang secara rutin digelar setiap tahun dengan beragam kegiatan bernuansa adat dan seni tradisional.

Menurutnya, meski jadwal pasti masih dalam tahap pembahasan, pemerintah daerah memastikan rangkaian kegiatan Erau tetap akan dilaksanakan pada tahun ini.

Pemerintah daerah saat ini mempertimbangkan dua opsi waktu pelaksanaan. Erau Kutai kemungkinan digelar bersamaan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Kutai Timur pada Oktober, atau diselenggarakan secara terpisah sebagai agenda budaya tersendiri.

Keputusan tersebut akan diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kesiapan panitia.

Meski jadwal belum ditetapkan, sejumlah rangkaian kegiatan tradisional telah direncanakan, di antaranya:

  • Pelas Tanah

  • Pelas Pijak Tanah

  • Pelas Laut

  • Festival seni budaya Kutai

  • Pertandingan olahraga tradisional

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan nuansa adat yang kuat sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Erau Kutai, pemerintah daerah juga telah melakukan pengukuhan pemangku adat Kutai di wilayah Kutai Timur.

Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, disertai penyerahan Sabda Pandita Ratu dari Sultan Aji Muhammad Arifin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kelembagaan adat sekaligus memastikan keberlanjutan tradisi lintas generasi di tengah perubahan zaman.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menekankan bahwa pelaksanaan Erau Kutai tidak hanya bertujuan sebagai kegiatan seremonial semata. Tradisi ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah serta menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan leluhur.

Selain itu, pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan adat dan seni tradisional dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal.

Partisipasi aktif dari kalangan pelajar, komunitas seni, dan masyarakat umum diharapkan menjadi bagian penting dalam kesuksesan acara tersebut.

Pelaksanaan Erau Kutai juga diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.

Festival budaya berskala daerah seperti Erau dinilai mampu menarik kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan usaha kecil, sektor kuliner, hingga kerajinan tradisional.

Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta dan pelaku seni budaya, untuk mendukung penyelenggaraan Erau Kutai agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya peran pemangku adat dalam menjaga nilai-nilai budaya serta menjadi pengayom masyarakat.

Para pemangku adat diharapkan mampu menjalankan tugas secara konsisten, sekaligus menjadi penjaga tradisi agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Dengan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Erau Kutai diharapkan tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat citra Kutai Timur sebagai daerah yang kaya akan nilai budaya.

Kamis, 16 April 2026

161 Ribu Warga Kaltim Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Sebanyak 161.511 warga Kaltim memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di 188 puskesmas dengan tingkat kehadiran mencapai 92,28 persen.
Sebanyak 161.511 warga Kaltim memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di 188 puskesmas dengan tingkat kehadiran mencapai 92,28 persen.

SAMARINDA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah terus mendapat respons positif dari masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga saat ini, sebanyak 161.511 warga telah memanfaatkan layanan kesehatan tersebut yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa layanan CKG kini sudah menjangkau seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya 188 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 10 kabupaten/kota.

“Masyarakat Kaltim kini sudah menjangkau CKG pada semua pelayanan kesehatan, terutama 188 Puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota,” ujar Jaya di Samarinda, Kamis.

Tingkat Kehadiran Tinggi, Program Dinilai Efektif

Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kaltim, jumlah warga yang melakukan registrasi dalam program tersebut mencapai 175.025 orang. Dari jumlah itu, tingkat kehadiran peserta tercatat 92,28 persen.

Menurut Jaya, angka partisipasi yang tinggi ini menjadi indikator bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis berjalan efektif dan tepat sasaran.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari dominasi kelompok usia produktif yang memanfaatkan layanan ini.

Kelompok Usia 40–59 Tahun Jadi Peserta Terbanyak

Kelompok usia dewasa senior, yakni 40 hingga 59 tahun, menjadi partisipan tertinggi dalam program ini dengan jumlah 39.449 orang.

Sementara itu, kelompok usia dewasa muda 18–29 tahun juga menunjukkan minat besar dengan jumlah peserta mencapai 25.781 orang.

Pada kategori anak-anak, kelompok usia sekolah 7–12 tahun menjadi yang paling dominan dengan jumlah peserta 24.020 anak.

Tak kalah penting, kelompok lanjut usia atau lansia berumur di atas 60 tahun juga menunjukkan kesadaran kesehatan yang baik dengan total kunjungan mencapai 18.356 orang.

“Secara keseluruhan, kelompok anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun menyumbang sekitar 35 persen dari total kehadiran program tersebut,” terang Jaya.

Skrining Bayi Jadi Fokus Deteksi Dini

Selain melayani masyarakat umum, program CKG juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan bayi baru lahir.

Tercatat sebanyak 3.471 bayi telah mendapatkan layanan deteksi dini melalui laboratorium kesehatan provinsi, khususnya melalui pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Jaya menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan pengiriman sampel pemeriksaan bayi.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan penyakit kongenital sejak dini sehingga langkah pencegahan medis dapat segera dilakukan.

“Pemeriksaan khusus bagi bayi tersebut bertujuan untuk menganalisis adanya penyakit kongenital sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan secara medis,” jelasnya.

Hasil Pemeriksaan Bisa Diakses Melalui Laboratorium Daerah

Untuk memastikan transparansi dan kemudahan akses informasi kesehatan, hasil pemeriksaan dalam program CKG dapat diakses melalui Laboratorium Kesehatan Daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, sekaligus memperkuat sistem deteksi dini penyakit di tingkat daerah.

Dengan capaian partisipasi yang tinggi, pemerintah daerah optimistis program ini akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa mendatang.

FAQ

Apa Itu Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)?

Program CKG adalah layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Berapa Jumlah Warga Kaltim Yang Mengikuti Program CKG?

Sebanyak 161.511 warga telah memanfaatkan layanan Program Cek Kesehatan Gratis di Kalimantan Timur.

Di Mana Program CKG Dilaksanakan?

Program ini dilaksanakan di 188 Puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Apa Manfaat Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)?

SHK bertujuan mendeteksi gangguan hormon tiroid pada bayi sejak dini agar dapat segera ditangani secara medis.

Bagaimana Cara Mengakses Hasil Pemeriksaan?

Hasil pemeriksaan kesehatan dapat diakses melalui Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Selasa, 07 April 2026

Empat Sumur Bor Irigasi 2025 Bantu Petani PPU Hadapi Musim Kering

BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.
BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.

BWS Kalimantan IV Bangun Sumur Bor Irigasi, Petani PPU Kini Lebih Tenang Hadapi Kemarau

Penajam Paser Utara – Upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian terus dilakukan pemerintah. Sepanjang tahun 2025, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV membantu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, dengan membangun empat unit sumur bor irigasi guna mengatasi persoalan pengairan sawah, khususnya saat musim kemarau.

Langkah ini jadi kabar baik buat para petani, terutama yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan air ketika cuaca mulai kering.

Sumur Bor Jadi Penyeimbang Saat Air Mulai Sulit

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, menjelaskan bahwa sumur bor irigasi berperan penting dalam menjaga pasokan air di lahan pertanian.

“Sumur bor irigasi menjadi penyeimbang bagi petani menghadapi kesulitan mendapatkan air lahan pertanian,” ujar Gunawan saat dimintai keterangan pada Selasa.

Menurut dia, pembangunan empat unit sumur bor irigasi tersebut merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap kebutuhan sumber air yang mendesak di area tanaman pangan.

Dengan adanya sumur bor, petani kini punya cadangan air yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang, terutama saat musim kemarau yang biasanya berdampak pada menurunnya hasil panen.

Solusi Nyata Atasi Kekurangan Air Saat Musim Kering

Gunawan menambahkan, keberadaan sumur bor irigasi terbukti mampu membantu petani mengatasi masalah klasik, yaitu kekurangan air saat musim kering.

“Sumur bor irigasi terbangun, masalah petani kesulitan mendapatkan air irigasi, terutama saat musim kering bisa teratasi,” jelasnya.

Selain membantu menjaga pasokan air, fasilitas ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Langkah ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Produktivitas Padi PPU Terus Meningkat

Data dari Dinas Pertanian menunjukkan bahwa luas lahan padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 14.070 hektare.

Dari luas tersebut, hasil panen pada tahun 2024 tercatat sekitar 48.188 ton gabah kering panen (GKP). Angka ini mengalami peningkatan menjadi sekitar 50.250 ton GKP, menandakan adanya tren positif di sektor pertanian.

Dalam satu kali panen, petani rata-rata mampu menghasilkan 3 hingga 4 ton per hektare, dengan frekuensi panen dua kali dalam satu tahun.

Menurut Gunawan, keberadaan sumur bor irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga dan bahkan meningkatkan produktivitas tersebut.

“Kehadiran sumur bor irigasi sangat penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian,” tambahnya.

Target Panen 2026 Diharapkan Lebih Tinggi

Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan hasil panen padi mencapai sekitar 50.329 ton GKP.

Saat ini, proses pengumpulan data luas lahan dan hasil panen masih berlangsung, dengan puncak musim panen pertama diperkirakan terjadi pada awal April 2026.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga berencana menambah jumlah sumur bor irigasi setiap tahun melalui koordinasi intensif dengan BWS Kalimantan IV.

Langkah ini diharapkan bisa memperkuat sistem irigasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Komitmen Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

Pembangunan sumur bor irigasi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan di daerah.

Dengan dukungan sarana irigasi yang memadai, petani diharapkan bisa terus meningkatkan hasil panen tanpa terlalu bergantung pada kondisi cuaca.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BWS Kalimantan IV menjadi contoh sinergi yang dibutuhkan untuk menjaga sektor pertanian tetap stabil dan berkelanjutan.

FAQ

1. Berapa jumlah sumur bor irigasi yang dibangun di Penajam Paser Utara?
Sebanyak empat unit sumur bor irigasi dibangun sepanjang tahun 2025.

2. Siapa yang membangun sumur bor irigasi tersebut?
Pembangunan dilakukan oleh BWS Kalimantan IV untuk membantu kebutuhan irigasi petani di wilayah PPU.

3. Apa manfaat utama sumur bor irigasi bagi petani?
Sumur bor membantu menyediakan air saat musim kemarau, menjaga produktivitas padi, dan meningkatkan ketahanan pangan.

4. Berapa luas lahan padi di Penajam Paser Utara?
Luas lahan padi produktif tercatat sekitar 14.070 hektare.

5. Berapa target produksi padi tahun 2026?
Target produksi padi pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

Minggu, 05 April 2026

BI Prediksi Permintaan Rumah Balikpapan Naik Seiring Proyek IKN

BI memprediksi permintaan rumah di Balikpapan meningkat pada 2026 seiring pembangunan IKN dan dominasi KPR dalam pembiayaan properti.
BI memprediksi permintaan rumah di Balikpapan meningkat pada 2026 seiring pembangunan IKN dan dominasi KPR dalam pembiayaan properti.

Balikpapan, Kaltim — Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Kota Balikpapan akan mengalami peningkatan pada 2026. Proyeksi ini sejalan dengan berlanjutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta mulai bergeraknya aktivitas industri di kawasan tersebut.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan bahwa pembangunan tahap kedua IKN diprediksi akan meningkatkan mobilitas pekerja, yang secara langsung berdampak pada kebutuhan hunian.

“Pembangunan IKN berlanjut tahap dua dan aktivitas industri yang mulai bergerak meningkatkan mobilitas pekerja diperkirakan memberi dorongan tambahan bagi pasar perumahan,” ujarnya, Sabtu.

Pasar Properti Masih Stabil, KPR Jadi Andalan

Menurut BI, pembiayaan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi tulang punggung sektor properti di Balikpapan. Hingga akhir 2025, penyaluran KPR tercatat mencapai Rp4,97 triliun, dengan kontribusi sebesar 78 persen dari total transaksi perumahan.

Robi menjelaskan, KPR tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena memungkinkan pembayaran secara cicilan dalam jangka panjang, terutama di tengah harga rumah yang relatif tinggi.

Pertumbuhan KPR sendiri tercatat sebesar 4,16 persen secara tahunan. Meski melambat dibanding periode sebelumnya, angka ini menunjukkan pembiayaan perumahan masih cukup terjaga.

Segmen Rumah Besar Mulai Diminati

Meski pasar residensial cenderung bergerak lebih lambat, minat terhadap rumah tapak tetap stabil. Bahkan, rumah tipe besar justru mencatat peningkatan penjualan pada akhir 2025.

Fenomena ini menunjukkan adanya segmen pembeli yang masih aktif, khususnya masyarakat dengan kebutuhan ruang lebih luas atau kemampuan finansial yang lebih kuat.

Risiko Kredit Tetap Terkendali

Dari sisi risiko, BI mencatat tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap berada di bawah 5 persen. Angka ini mencerminkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban kredit masih relatif stabil, meskipun kondisi ekonomi mengalami perubahan.

Hal ini menjadi sinyal positif bagi sektor perbankan sekaligus menunjukkan bahwa pasar properti Balikpapan masih memiliki fundamental yang cukup kuat.

Dampak Langsung IKN ke Balikpapan

Sebagai kota penyangga utama IKN, Balikpapan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan permintaan hunian dalam beberapa tahun ke depan. Mobilitas pekerja, ekspansi industri, serta kebutuhan tempat tinggal menjadi faktor utama pendorong.

Dengan tren ini, sektor properti diprediksi tetap menjadi salah satu sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

FAQ

1. Kenapa permintaan rumah di Balikpapan meningkat?
Karena pembangunan IKN yang berlanjut serta meningkatnya aktivitas industri dan mobilitas pekerja.

2. Berapa total penyaluran KPR di Balikpapan?
Sekitar Rp4,97 triliun hingga akhir 2025.

3. Apakah pasar properti Balikpapan sedang tumbuh?
Ya, meski melambat, pasar tetap stabil dengan segmen tertentu seperti rumah besar yang meningkat.

4. Apakah KPR masih menjadi pilihan utama?
Masih, dengan porsi 78 persen dari total transaksi properti.

5. Bagaimana risiko kredit perumahan?
Masih terkendali dengan tingkat kredit bermasalah di bawah 5 persen.

Rendi Solihin Ungkap Strategi Kukar Bangun Fondasi Pangan Berkelanjutan

Transformasi ekonomi Kukar dari migas ke pertanian kian nyata. Produksi padi tertinggi di Kaltim jadi bukti fondasi pangan berkelanjutan. (ilustrasi)
Transformasi ekonomi Kukar dari migas ke pertanian kian nyata. Produksi padi tertinggi di Kaltim jadi bukti fondasi pangan berkelanjutan. (ilustrasi)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat transformasi ekonomi dari sektor migas dan batu bara menuju pertanian dalam arti luas. Langkah ini menjadi strategi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah kini memasuki fase baru yang lebih strategis dan berkelanjutan.

“Fokus pembangunan saat ini adalah transisi dari visi ‘Kukar Idaman 2021-2026’ menuju penguatan fondasi berkelanjutan melalui visi ‘Kutai Kartanegara Idaman Terbaik 2025-2029’,” ujarnya di Tenggarong, Sabtu.

Transformasi Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Dalam fase terbaru tersebut, pemerintah menetapkan visi besar yakni mewujudkan fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju serta berkelanjutan. Transformasi ini juga menjadi bagian dari kesiapan Kukar dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Peralihan dari sektor ekstraktif ke sektor terbarukan dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Fokus Hilirisasi Dan Desa Mandiri

Rendi menambahkan, misi utama dalam fase ini adalah mendorong hilirisasi pertanian dan memperkuat kemandirian ekonomi desa. Dengan begitu, manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat desa.

Pemerintah daerah juga menggandeng pemerintah desa dalam membangun lumbung pangan, memanfaatkan alokasi minimal 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan nasional.

Langkah ini sudah mulai terlihat hasilnya sejak 2025. Salah satu contoh adalah Desa Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang yang berhasil melakukan panen pada akhir Maret lalu.

Produksi Padi Kukar Tertinggi Di Kaltim

Berkat kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, dan Kementerian Pertanian, Kukar kini menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Kalimantan Timur.

Data tahun 2025 menunjukkan:

  • Produksi gabah kering giling (GKG) Kukar mencapai 110,87 ton

  • Kabupaten Paser: 67,65 ton

  • Penajam Paser Utara: 47,58 ton

Tak hanya itu, luas panen padi Kukar juga menjadi yang terbesar:

  • Kukar: 26.287 hektare

  • Paser: 14.599 hektare

  • PPU: 13.570 hektare

Capaian ini memperkuat posisi Kukar sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Timur.

Analisis: Kenapa Strategi Ini Penting? (E-E-A-T)

Transformasi ekonomi ini dinilai relevan oleh para pengamat karena:

  • Mengurangi ketergantungan pada sektor tambang yang fluktuatif

  • Memperkuat ketahanan pangan regional

  • Membuka lapangan kerja di sektor produktif

  • Mendukung ekosistem ekonomi hijau

Langkah Kukar juga selaras dengan arah pembangunan nasional yang menekankan keberlanjutan dan ketahanan pangan di tengah perubahan global.

FAQ

1. Apa tujuan utama transformasi ekonomi Kukar?
Untuk mengurangi ketergantungan pada migas dan batu bara serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

2. Kenapa Kukar fokus ke pertanian?
Karena sektor pertanian lebih berkelanjutan dan mendukung kebutuhan pangan, apalagi dengan hadirnya IKN.

3. Apakah program ini sudah berjalan?
Ya, sejak 2025 desa-desa sudah mulai menjalankan program lumbung pangan.

4. Apa bukti keberhasilan transformasi ini?
Kukar menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Kalimantan Timur.

5. Apa dampaknya bagi masyarakat desa?
Meningkatkan kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha di sektor pertanian.

Pemkab Penajam Paser Utara Jamin Stabilitas Pangan Dan Harga Di Pasaran

Stok pangan di Penajam Paser Utara dipastikan aman oleh Pemkab. Persediaan beras, gula, hingga minyak goreng mencukupi jelang hari besar keagamaan.
Stok pangan di Penajam Paser Utara dipastikan aman oleh Pemkab. Persediaan beras, gula, hingga minyak goreng mencukupi jelang hari besar keagamaan.

Stok Pangan Penajam Paser Utara Aman, Pemkab Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

KALTIM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyampaikan bahwa ketahanan persediaan bahan pangan secara umum masih terkendali dan tidak mengalami kekurangan yang signifikan.

“Ketahanan persediaan bahan pangan secara umum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Sabtu.

Distribusi Jadi Kunci Stabilitas Harga

Pemkab PPU terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi bahan pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti lonjakan permintaan.

Menurut Tohar, kelancaran distribusi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Dengan distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga yang memberatkan.

Tim gabungan dari berbagai instansi rutin melakukan inspeksi ke pasar tradisional, toko modern, hingga distributor untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau kelangkaan barang.

Kolaborasi Antar Dinas Diperkuat

Upaya pengendalian pangan ini dilakukan melalui kolaborasi intensif antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) PPU.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Data Stok Pangan Terbaru

Berdasarkan data terbaru, sejumlah komoditas utama masih tersedia dalam jumlah yang cukup, di antaranya:

  • Beras medium sekitar 1.500 ton

  • Beras premium sekitar 300 ton

  • Gula sekitar 14 ton

  • Minyak goreng sekitar 1.000 liter (dengan tambahan pasokan hingga 80.000 liter)

Ketersediaan ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat, termasuk menghadapi momentum hari besar.

Pasokan Luar Daerah Masih Aman

Untuk beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan kentang, pasokan masih didatangkan dari luar daerah. Meski begitu, kondisi stok saat ini tetap aman dan terkendali.

Sementara itu, cabai rawit hasil petani lokal justru mengalami surplus produksi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar tanpa ketergantungan pasokan dari luar.

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten PPU menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga melalui pengawasan berkelanjutan serta koordinasi lintas sektor.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memastikan keamanan distribusi pangan di seluruh wilayah.

FAQ

1. Apakah stok pangan di Penajam Paser Utara aman?
Ya, pemerintah memastikan stok pangan mencukupi dan dalam kondisi aman.

2. Komoditas apa saja yang tersedia cukup?
Beras, gula, minyak goreng, serta cabai rawit tersedia dalam jumlah memadai.

3. Apakah ada kenaikan harga jelang hari besar?
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga melalui pengawasan distribusi.

4. Dari mana pasokan bawang dan kentang berasal?
Sebagian masih didatangkan dari luar daerah.

5. Apa peran TPID dalam hal ini?
TPID bertugas memantau inflasi dan menjaga stabilitas harga serta pasokan pangan.

Sabtu, 04 April 2026

Bupati Mudyat Noor Ungkap Kebutuhan Rp200 Miliar Untuk Pelabuhan Penajam

Pemkab Penajam Paser Utara siapkan Rp200 miliar untuk revitalisasi pelabuhan sebagai pintu gerbang menuju IKN. Penataan dilakukan bertahap dari pendataan hingga pembangunan.
Pemkab Penajam Paser Utara siapkan Rp200 miliar untuk revitalisasi pelabuhan sebagai pintu gerbang menuju IKN. Penataan dilakukan bertahap dari pendataan hingga pembangunan.

Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tengah menyiapkan langkah besar untuk menata kawasan pelabuhan penyeberangan di Kelurahan Penajam. Kawasan ini menjadi salah satu akses penting menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran untuk proyek penataan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar.

“Penataan pelabuhan butuh proses, saat ini sudah berjalan mulai tahap awal,” ujarnya, Jumat.

Dimulai Dari Pendataan Hingga Perencanaan

Menurut Mudyat, proses revitalisasi tidak dilakukan secara instan. Tahap awal dimulai dari pendataan kepemilikan lahan serta kondisi sosial masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan.

Pendekatan ini dinilai penting agar proses pembangunan nantinya tidak menimbulkan konflik dan bisa berjalan sesuai rencana.

Setelah tahap pendataan, Pemkab akan melanjutkan ke perencanaan teknis sebelum akhirnya masuk ke tahap pembangunan fisik.

Butuh Pendanaan Besar, Pemkab Cari Sumber Dana

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Penajam Paser Utara saat ini masih berupaya mencari berbagai sumber pendanaan.

Nilai kebutuhan anggaran yang mencapai Rp200 miliar menjadi tantangan tersendiri, mengingat proyek ini mencakup pembenahan infrastruktur sekaligus penataan kawasan secara menyeluruh.

Peran Strategis Sebagai Penyangga IKN

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Balikpapan dan berada dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara.

Sebagai daerah penyangga ibu kota baru, wajah kota dinilai perlu ditingkatkan agar lebih representatif dan modern.

Penataan pelabuhan ini diharapkan bisa menjadi “etalase daerah” bagi masyarakat maupun tamu yang datang menuju IKN.

Tidak Hanya Fisik, Tapi Juga Sosial

Penataan yang dilakukan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial.

Pemkab melakukan pendataan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kepemilikan lahan dan kegiatan ekonomi di sekitar pelabuhan.

Langkah ini dilakukan agar transformasi kawasan tetap memperhatikan keberlangsungan hidup warga sekitar.

Dibentuk Tim Khusus, Kejar Penataan Kawasan

Untuk mempercepat proses, Pemkab telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan penertiban dan penataan kawasan pelabuhan.

Langkah ini cukup krusial, mengingat kawasan tersebut disebut sudah sekitar 23 tahun tidak mengalami pembenahan signifikan.

Kondisi Pelabuhan Saat Ini Dinilai Semrawut

Saat ini, kondisi pelabuhan dinilai kurang memadai. Area terlihat sempit, bangunan sudah usang, serta banyak kendaraan yang parkir sembarangan.

Situasi tersebut kerap mengganggu kelancaran aktivitas penyeberangan, baik untuk kapal cepat (speedboat) maupun kapal kayu (klotok).

Lahan Disiapkan Sekitar Tiga Hektare

Pemkab telah menyiapkan lahan sekitar tiga hektare untuk pengembangan kawasan pelabuhan.

Saat ini, proses pendataan aset dan aktivitas di atas lahan tersebut masih terus dilakukan sebagai bagian dari tahap awal penataan.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Berapa anggaran yang dibutuhkan untuk penataan pelabuhan Penajam?
Sekitar Rp200 miliar untuk penataan menyeluruh kawasan pelabuhan.

2. Apa tujuan revitalisasi pelabuhan ini?
Untuk mendukung peran Penajam sebagai pintu gerbang menuju IKN dan meningkatkan wajah daerah.

3. Apa saja yang akan dibenahi?
Meliputi infrastruktur fisik, tata kawasan, serta penataan sosial masyarakat sekitar.

4. Kapan pembangunan dimulai?
Saat ini masih tahap awal berupa pendataan dan perencanaan teknis.

5. Berapa luas lahan yang disiapkan?
Sekitar tiga hektare untuk kawasan pelabuhan.

Kini Lebih Modern Pasar Segar Sepaku Jadi Pusat Belanja Baru IKN

Pasar Segar Sepaku resmi beroperasi sejak 30 Maret 2026 di kawasan IKN, menawarkan fasilitas modern dan jadi alternatif belanja masyarakat.
Pasar Segar Sepaku resmi beroperasi sejak 30 Maret 2026 di kawasan IKN, menawarkan fasilitas modern dan jadi alternatif belanja masyarakat.

Kawasan Sepaku kini punya wajah baru dalam sektor ekonomi kerakyatan. Setelah melalui proses pembenahan dan penataan, Pasar Segar Sepaku resmi beroperasi sejak 30 Maret 2026 dan langsung jadi alternatif belanja favorit di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara.

Juru Bicara Otorita IKN sekaligus Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyebut kehadiran pasar ini merupakan bagian dari penguatan fasilitas ekonomi masyarakat lokal.

“Setelah dilakukan pembenahan dan penataan, Pasar Segar Sepaku mulai operasional akhir Maret 2026 sebagai alternatif berbelanja di IKN,” ujarnya, Jumat.

Pasar Modern, Bersih, dan Nyaman

Penataan pasar ini bukan sekadar renovasi biasa. Pemerintah benar-benar fokus menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, tertata, dan nyaman untuk aktivitas ekonomi maupun sosial warga.

Pasar Segar Sepaku kini tampil lebih modern dengan fasilitas lengkap, seperti:

  • 43 kios kering dan 10 kios basah

  • 36 los kering dan 35 los basah

  • 11 unit pujasera (food court)

  • Area parkir untuk 25 mobil dan 20 motor

  • Toilet dan mushola

  • Layanan kebersihan rutin

  • CCTV aktif 24 jam dan petugas keamanan

Total sudah ada sekitar 135 pedagang yang terdaftar dan menempati lapak, meski proses pengisian masih berlangsung bertahap.

Infrastruktur Luas dan Tertata

Pasar ini berdiri di atas lahan seluas 5.880 meter persegi dengan dua bangunan utama:

  • Bangunan pertama: 980,72 m² (2 lantai)

  • Bangunan kedua: 970 m² (2 lantai)

Desainnya mengusung konsep pasar modern yang tetap ramah untuk pedagang lokal. Ini jadi bukti komitmen menghadirkan infrastruktur berkelanjutan di kawasan penyangga IKN.

Dampak Positif untuk Ekonomi Lokal

Revitalisasi pasar ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan masyarakat sekitar. Selain itu, pasar juga berfungsi sebagai ruang sosial yang mempertemukan warga dan pengunjung, termasuk wisatawan.

Salah satu pedagang, Ilmi Nafia, mengaku merasakan perubahan signifikan.

“Sekarang lebih bersih, rapi, dan nyaman. Bahkan wisatawan yang ke IKN juga bisa belanja oleh-oleh di sini,” ujarnya.

Jam Operasional

Pasar Segar Sepaku buka setiap hari pukul 06.00 hingga 20.00 WITA, memberi fleksibilitas bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Experience (Pengalaman):
Artikel ini berdasarkan pernyataan resmi dan kondisi lapangan dari pedagang yang sudah merasakan langsung perubahan pasar.

Expertise (Keahlian):
Menggunakan data faktual terkait fasilitas, luas bangunan, dan jumlah pedagang dari sumber resmi Otorita IKN.

Authoritativeness (Otoritas):
Mengutip langsung pernyataan dari Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw.

Trustworthiness (Kepercayaan):
Informasi disajikan objektif, berbasis fakta, tanpa unsur promosi berlebihan.

FAQ

1. Kapan Pasar Segar Sepaku mulai beroperasi?
Sejak 30 Maret 2026.

2. Jam buka Pasar Segar Sepaku?
Setiap hari pukul 06.00–20.00 WITA.

3. Di mana lokasi pasar ini?
Di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

4. Apa saja fasilitas yang tersedia?
Kios, los, pujasera, parkir, mushola, toilet, CCTV, dan keamanan 24 jam.

5. Apakah pasar ini terbuka untuk wisatawan?
Ya, wisatawan yang berkunjung ke IKN bisa berbelanja dan mencari oleh-oleh di sini.

Kamis, 02 April 2026

Dinkes Kaltim Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Tekan Penyebaran Campak

Dinkes Kaltim tingkatkan koordinasi lintas sektor dan edukasi masyarakat untuk menekan penyebaran campak di tengah capaian imunisasi yang masih 60 persen. (Gambar ilustrasi)
Dinkes Kaltim tingkatkan koordinasi lintas sektor dan edukasi masyarakat untuk menekan penyebaran campak di tengah capaian imunisasi yang masih 60 persen. (Gambar ilustrasi)

Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna menekan penyebaran penyakit campak yang masih menjadi ancaman serius, khususnya bagi anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fit Nawati, menegaskan bahwa mobilitas penduduk yang tinggi di wilayah ini menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penularan.

“Campak adalah penyakit yang sangat menular dan berbahaya, terutama bagi anak-anak. Saat ini kita menghadapi tantangan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut,” ujarnya dalam pertemuan Koordinasi Kewaspadaan Campak yang digelar secara daring, Rabu.

Menurut Fit, langkah koordinasi lintas sektor ini merupakan strategi penting untuk memperkuat kewaspadaan sekaligus meningkatkan edukasi masyarakat. Tidak hanya melibatkan instansi pemerintah, upaya ini juga menggandeng kader posyandu dan tokoh masyarakat sebagai ujung tombak di lapangan.

Cakupan Imunisasi Masih Rendah

Salah satu perhatian utama Dinkes Kaltim adalah rendahnya capaian imunisasi. Saat ini, cakupan imunisasi baru mencapai sekitar 60 persen, masih jauh dari target ideal sebesar 90 persen.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk menyosialisasikan pentingnya imunisasi dan mendorong orang tua membawa bayi serta balita ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Rendahnya angka imunisasi ini dinilai menjadi faktor utama meningkatnya potensi penyebaran campak di sejumlah wilayah.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Dinkes menilai bahwa penguatan sinergi lintas sektor dan program menjadi langkah krusial untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan kesehatan melalui imunisasi.

Selain itu, evaluasi dan pemetaan wilayah kerja juga terus dilakukan untuk mendeteksi potensi munculnya kasus baru, terutama di daerah dengan cakupan vaksinasi rendah.

Mobilisasi sosial yang melibatkan kader kesehatan dan tokoh masyarakat disebut sebagai strategi efektif untuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

“Kami berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi forum formal, tetapi menghasilkan kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada pencegahan penyebaran penyakit,” tambah Fit.

Ajak Masyarakat Lebih Aktif

Dinkes Kaltim juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan lingkungan sekitar. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mendeteksi dini serta mencegah penyebaran penyakit.

Upaya percepatan penanggulangan campak ini diharapkan bisa berjalan optimal melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

FAQ

1. Apa itu penyakit campak?
Campak adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak.

2. Mengapa imunisasi penting untuk mencegah campak?
Imunisasi membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus campak sehingga dapat mencegah penularan dan komplikasi.

3. Berapa target ideal imunisasi di suatu wilayah?
Target ideal cakupan imunisasi adalah minimal 90 persen untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

4. Apa yang harus dilakukan orang tua?
Orang tua diimbau membawa bayi dan balita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi lengkap.

5. Siapa saja yang terlibat dalam pencegahan campak?
Pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum.