Berita BorneoTribun: Lingkungan Bersih hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Bersih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Bersih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2026

Kota Palangka Raya Gelar Lomba Kampung Keren, Hadiah Capai Rp300 Juta

Lomba Kampung Keren Palangka Raya hadirkan hadiah hingga Rp300 juta untuk dorong lingkungan bersih, ekonomi maju, dan kolaborasi masyarakat.
Lomba Kampung Keren Palangka Raya hadirkan hadiah hingga Rp300 juta untuk dorong lingkungan bersih, ekonomi maju, dan kolaborasi masyarakat.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya terus memperkuat pengelolaan lingkungan demi menciptakan kawasan yang bersih, nyaman, dan berdaya saing. Salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Kampung Kolaborasi, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman (Keren).

Wali Kota Fairid Naparin menegaskan, lomba ini tidak sekadar ajang kebersihan, tetapi menjadi gerakan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Dalam lomba ini, kami melibatkan perguruan tinggi serta kolaborasi pentahelix yang ada di Kota Palangka Raya,” ujar Fairid, Kamis.

Ia menjelaskan, setiap perguruan tinggi akan membentuk tim yang kemudian dilaporkan ke pemerintah kota untuk ikut serta dalam program tersebut.

Tidak Sekadar Bersih, Tapi Berdampak Ekonomi

Lomba Kampung Keren dirancang lebih komprehensif. Penilaian tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup dampak ekonomi, keberagaman, hingga semangat partisipasi masyarakat.

Menurut Fairid, konsep ini bertujuan menciptakan efek berkelanjutan atau multiplier effect bagi masyarakat.

“Jadi, tidak hanya bersih secara lingkungan, tetapi juga ekonominya, keberagaman, semangat peserta, sehingga sesuai dengan visi misi kami,” jelasnya.

Hadiah Ratusan Juta Hingga Rp1 Miliar

Pemkot Palangka Raya menyiapkan hadiah yang cukup besar sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi peserta.

  • Juara 1: Rp300 juta

  • Juara 2: Rp200 juta

  • Juara 3: Rp100 juta

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan hadiah juara umum pada tahun 2029 sebesar Rp1 miliar bagi peserta yang konsisten menjaga kualitas lingkungan.

“Hadiah ini akan digunakan untuk memaksimalkan upaya menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” tambah Fairid.

Kolaborasi Dengan Bank Indonesia

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah yang siap terlibat sebagai bagian dari tim pendamping peserta dari perguruan tinggi.

Kolaborasi ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pendekatan pentahelix, yang menggabungkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Dorong Kesadaran Dan Keberlanjutan

Fairid berharap Lomba Kampung Keren tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan ini memiliki dampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Palangka Raya,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu Lomba Kampung Keren?
Lomba Kampung Keren adalah program Pemkot Palangka Raya untuk mendorong lingkungan bersih, ekonomi maju, dan kolaborasi masyarakat.

2. Berapa hadiah yang diberikan?
Hadiah mencapai Rp300 juta untuk juara 1, Rp200 juta juara 2, dan Rp100 juta juara 3. Ada juga hadiah Rp1 miliar untuk juara umum 2029.

3. Siapa saja yang terlibat dalam lomba ini?
Melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan dukungan dari Bank Indonesia.

4. Apa tujuan utama program ini?
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

5. Apakah lomba ini hanya soal kebersihan?
Tidak. Penilaian juga mencakup aspek ekonomi, keberagaman, dan partisipasi masyarakat.

Sabtu, 28 Maret 2026

Samarinda Perkuat Penanganan Sampah Dengan 10 TPS Modern Canggih

Samarinda siapkan 10 TPS modern berbasis insinerator ramah lingkungan dengan kapasitas hingga 600 ton sampah per hari, siap beroperasi 2026.
Samarinda siapkan 10 TPS modern berbasis insinerator ramah lingkungan dengan kapasitas hingga 600 ton sampah per hari, siap beroperasi 2026.

SAMARINDA -- Pemerintah Kota Samarinda makin serius menangani persoalan sampah yang selama ini jadi tantangan klasik di banyak daerah. Kali ini, pendekatan yang dipakai bukan cuma konvensional, tapi sudah naik level dengan sentuhan teknologi modern.

Lewat strategi inovatif, Pemkot Samarinda menyiapkan 10 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) modern yang dilengkapi insinerator ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan bisa jadi solusi konkret untuk mengurangi volume sampah sekaligus menjaga estetika kota.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan bahwa teknologi insinerator yang digunakan berbeda dari sistem pembakaran biasa.

“Insinerator ini tidak mengeluarkan asap ke udara. Semua hasil pembakaran dialirkan ke bawah dan difilter menggunakan air. Airnya pun sudah dipastikan memenuhi standar sebelum dilepas,” jelasnya usai meninjau TPS di Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, Jumat.

Teknologi Canggih, Minim Polusi

Salah satu keunggulan utama dari sistem ini adalah tanpa cerobong asap, sehingga risiko pencemaran udara bisa ditekan semaksimal mungkin. Ini jadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat soal dampak lingkungan dari teknologi pembakaran sampah.

Menurut Andi Harun, penanganan sampah ke depan tidak hanya fokus pada pengurangan volume, tapi juga harus memperhatikan tampilan kota agar tetap bersih dan nyaman.

Saat ini, 10 unit TPS modern tersebut sudah hampir rampung.

“Secara fungsi sudah siap. Tinggal penyelesaian kecil seperti taman dan administrasi. Insya Allah Mei atau sebelum Juni 2026 sudah bisa beroperasi penuh,” tambahnya.

Kapasitas Besar, Dampak Signifikan

Setiap unit insinerator memiliki kapasitas pengolahan sekitar 20 ton sampah per 8 jam. Jika dioperasikan dalam tiga shift, satu unit bisa mengolah hingga 60 ton sampah per hari.

Artinya, dengan 10 unit yang disiapkan, Samarinda berpotensi mengurangi hingga 600 ton sampah per hari. Angka ini tentu jadi langkah besar dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan.

Sejalan Tren Nasional Pengolahan Sampah

Apa yang dilakukan Samarinda ini ternyata sejalan dengan tren nasional dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi termal.

Saat ini, program insinerator di Indonesia berjalan lewat dua jalur utama:

1. Proyek Strategis Nasional (PSEL/PLTSa)

Fokus pada pengolahan sampah menjadi energi listrik di kota besar, seperti:

  • Surabaya (TPA Benowo)

  • Solo (PLTSa Putri Cempo)

  • Jakarta (FPSA wilayah Tebet)

  • Tangerang & Bekasi (TPS3R dan TPA Burangkeng)

  • Sulawesi Selatan (insinerator percontohan berizin lengkap)

2. Program Skala Kota/Kabupaten

Beberapa daerah juga bergerak mandiri, seperti:

  • Bandung dengan tambahan 25 unit insinerator

  • Yogyakarta dengan 4 unit pasca penutupan TPA Piyungan

  • Pekalongan dan Pasuruan yang mulai uji coba teknologi lokal

Selain itu, pemerintah melalui badan investasi Danantara menargetkan pembangunan fasilitas Waste to Energy di 33–34 daerah dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari.

Langkah Nyata Menuju Kota Bersih

Dengan hadirnya TPS modern berbasis insinerator ini, Samarinda menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Bukan cuma soal buang sampah, tapi bagaimana mengelolanya secara cerdas dan ramah lingkungan.

FAQ

1. Apa itu insinerator?
Insinerator adalah alat untuk mengolah sampah dengan cara dibakar menggunakan teknologi tertentu hingga volumenya berkurang drastis.

2. Apakah insinerator berbahaya bagi lingkungan?
Tidak, jika menggunakan teknologi modern seperti di Samarinda yang sudah dilengkapi sistem filtrasi dan tidak menghasilkan asap ke udara.

3. Kapan TPS modern di Samarinda mulai beroperasi?
Ditargetkan mulai beroperasi pada Mei atau sebelum Juni 2026.

4. Berapa kapasitas pengolahan sampahnya?
Satu unit bisa mengolah hingga 60 ton per hari, total 10 unit mencapai 600 ton per hari.

5. Apa manfaat utama program ini?
Mengurangi volume sampah, mengatasi krisis TPA, dan menjaga kebersihan serta estetika kota.