Berita BorneoTribun: Nasrudin Labangka hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan
Tampilkan postingan dengan label Nasrudin Labangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasrudin Labangka. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2026

Transformasi Limbah Sawit Jadi Pupuk Organik Di Labangka Penajam Paser Utara

Desa Labangka bersama Uniba mengolah TKKS menjadi pupuk organik untuk meningkatkan ekonomi petani sawit sekaligus mengurangi limbah dan dampak lingkungan. (Ilustrasi)
Desa Labangka bersama Uniba mengolah TKKS menjadi pupuk organik untuk meningkatkan ekonomi petani sawit sekaligus mengurangi limbah dan dampak lingkungan. (Ilustrasi)

Petani Sawit Labangka Ubah Limbah TKKS Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi

PPU, Kaltim - Pemerintah Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bersama Universitas Balikpapan (Uniba) mendorong transformasi pengelolaan perkebunan sawit melalui pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi pupuk organik.

Langkah ini tidak hanya dipandang sebagai inovasi pertanian, tetapi juga strategi penguatan ekonomi desa berbasis ekonomi sirkular yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Desa Labangka, Nasrudin, menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kapasitas petani di tingkat desa.

“Pendampingan dari perguruan tinggi dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa,” ujar Nasrudin di Penajam, Minggu.

Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat menyambut baik program ini karena memberikan solusi nyata terhadap persoalan limbah perkebunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Limbah Sawit Jadi Peluang Baru

Wakil Rektor III Uniba Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Merry Krisdawati Sipahutar, menjelaskan bahwa TKKS memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik.

Menurutnya, sekitar 20 hingga 23 persen dari setiap tandan buah segar sawit menghasilkan limbah TKKS yang sebenarnya masih bernilai guna tinggi.

“Jika tidak dikelola, limbah ini berpotensi mencemari lingkungan. Namun jika dimanfaatkan, bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi petani,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan pupuk organik juga membantu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya semakin mahal, sekaligus memperbaiki struktur tanah yang menurun akibat penggunaan bahan kimia jangka panjang.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Program ini diharapkan mampu menekan biaya produksi perkebunan sawit sekaligus meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

Selain itu, model kerja sama ini juga diproyeksikan menjadi contoh pengelolaan limbah pertanian yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Kabupaten Penajam Paser Utara.

FAQ

  1. Apa itu TKKS dalam perkebunan sawit?
    TKKS adalah tandan kosong kelapa sawit yang tersisa setelah proses panen dan pengolahan buah sawit.

  2. Mengapa TKKS bisa dijadikan pupuk organik?
    Karena mengandung unsur organik yang dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.

  3. Apa manfaat program ini bagi petani?
    Mengurangi biaya pupuk, meningkatkan hasil panen, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

  4. Siapa yang terlibat dalam program ini?
    Pemerintah Desa Labangka dan Universitas Balikpapan (Uniba).

  5. Apakah program ini bisa diterapkan di daerah lain?
    Ya, program ini berpotensi menjadi model percontohan untuk desa lain di wilayah Penajam Paser Utara.