Berita BorneoTribun: Pendidikan hari ini

CSS/JS FIT

Kode Recentpost Grid

BANNER - Geser keatas untuk melanjutkan

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2026

Gejolak Global Tekan APBN, Pendidikan Jarak Jauh Kembali Jadi Opsi Efisiensi

Gejolak global dan lonjakan harga energi mendorong efisiensi anggaran negara, termasuk penerapan PJJ bagi mahasiswa sebagai strategi menjaga stabilitas fiskal. Foto Ketua PP Pergunu, Dr. Romi Siswanto, M.Si.
Gejolak global dan lonjakan harga energi mendorong efisiensi anggaran negara, termasuk penerapan PJJ bagi mahasiswa sebagai strategi menjaga stabilitas fiskal. Foto Ketua PP Pergunu, Dr. Romi Siswanto, M.Si.

PONTIANAK - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak lagi dipandang sebagai konflik regional semata. Dampaknya menjalar hingga ke sektor energi, pangan, hingga kebijakan fiskal banyak negara, termasuk Indonesia. Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu ketidakpastian global yang berimbas langsung pada harga energi dan stabilitas ekonomi dunia.

Sejumlah proyeksi ekonomi internasional memperkirakan lonjakan harga energi global pada 2026. Harga minyak mentah jenis Brent diprediksi berada di kisaran 86 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,4 juta per barel (kurs asumsi Rp16.500 per dolar AS). Bahkan dalam skenario konflik yang berkepanjangan, harga dapat melonjak hingga 115 dolar AS per barel atau setara sekitar Rp1,9 juta per barel.

Tidak hanya energi, harga pupuk global diperkirakan meningkat hingga 31 persen. Kondisi tersebut berpotensi menekan sektor pertanian dan memperbesar risiko inflasi, terutama di negara berkembang yang masih bergantung pada impor bahan baku energi dan pangan.

Tekanan Global Dorong Lonjakan Beban Subsidi Energi

Indonesia turut merasakan tekanan akibat gejolak global tersebut. Ketergantungan terhadap energi impor membuat perubahan harga minyak dunia berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi sekitar Rp381,3 triliun pada 2026. Anggaran tersebut disusun dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia sekitar Rp1,15 juta per barel (setara 70 dolar AS).

Namun, jika konflik global terus berlanjut dan harga energi meningkat, kebutuhan subsidi energi berpotensi bertambah hingga sekitar Rp97,3 triliun (konversi dari 5,9 miliar dolar AS). Kondisi ini mempersempit ruang fiskal dan memaksa pemerintah melakukan langkah efisiensi pada berbagai sektor.

Selain subsidi energi, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah. Pada Maret 2026, rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.958 per dolar AS, dipengaruhi sentimen global yang cenderung menghindari risiko akibat konflik geopolitik.

Efisiensi Anggaran Sentuh Dunia Pendidikan Tinggi

Situasi fiskal yang ketat mendorong pemerintah menyesuaikan kebijakan di sektor pendidikan tinggi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara terbatas.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 yang membuka peluang pelaksanaan PJJ bagi mahasiswa semester lima ke atas serta mahasiswa pascasarjana.

Pendekatan ini dipandang rasional karena mahasiswa tingkat lanjut dinilai telah memiliki dasar akademik yang lebih kuat. Mata kuliah berbasis teori, seminar, dan diskusi dinilai lebih memungkinkan dilakukan secara daring.

Namun, kegiatan yang membutuhkan praktik langsung seperti laboratorium, bengkel, klinik, maupun studio tetap harus dilaksanakan secara tatap muka guna menjaga kualitas pembelajaran.

Belajar Dari Pengalaman Pandemi Covid-19

Penerapan pembelajaran jarak jauh bukan hal baru bagi Indonesia. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting tentang tantangan pendidikan daring.

Pada masa tersebut, banyak institusi pendidikan melakukan pembelajaran daring secara darurat tanpa perencanaan pedagogi yang matang. Proses belajar kerap berubah menjadi sekadar pemberian tugas tanpa interaksi bermakna antara dosen dan mahasiswa.

Sejumlah laporan internasional menunjukkan dampak serius terhadap capaian belajar. Indonesia tercatat mengalami penurunan kemampuan literasi hingga 40 persen dan numerasi hingga 56 persen selama masa pembelajaran jarak jauh darurat.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa PJJ membutuhkan sistem yang dirancang khusus, bukan sekadar memindahkan kelas tatap muka ke platform video daring.

Mutu Pendidikan Jadi Penentu Keberhasilan PJJ

Implementasi PJJ tidak dapat dilakukan secara instan. Perguruan tinggi harus memastikan kesiapan kurikulum, materi digital, metode evaluasi, serta interaksi pembelajaran yang efektif.

Setiap mata kuliah daring perlu dilengkapi dengan bahan ajar digital, forum diskusi, asesmen berbasis proyek, serta umpan balik yang terukur. Tanpa komponen tersebut, risiko penurunan kualitas pembelajaran menjadi sangat besar.

Regulasi nasional sebenarnya telah memberi dasar hukum bagi pelaksanaan PJJ. Aturan tersebut memungkinkan perguruan tinggi menyelenggarakan pembelajaran daring hingga 50 persen dari total beban studi tanpa izin khusus, selama mendapat persetujuan senat akademik.

Dengan kata lain, PJJ merupakan sistem pendidikan yang kompleks, bukan sekadar pilihan teknis untuk menghemat biaya operasional kampus.

Peran Pengalaman Nasional Dalam Pengembangan PJJ

Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan jarak jauh melalui Universitas Terbuka. Model pembelajaran yang telah berjalan selama puluhan tahun menunjukkan bahwa PJJ dapat menjadi solusi perluasan akses pendidikan tinggi.

Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan membutuhkan sistem yang terintegrasi, mulai dari kurikulum hingga evaluasi pembelajaran.

Langkah efisiensi fiskal akibat tekanan global memang tidak dapat dihindari. Namun, kebijakan tersebut perlu dijalankan secara hati-hati agar tidak mengorbankan mutu pendidikan.

PJJ Dipandang Sebagai Strategi Jangka Panjang

Kondisi global yang tidak menentu mendorong banyak negara menata ulang prioritas belanja publik. Dalam konteks Indonesia, pendidikan tetap menjadi sektor strategis yang harus dijaga kualitasnya.

Pembelajaran jarak jauh dapat menjadi solusi jangka panjang jika dirancang sebagai bagian dari transformasi pendidikan, bukan sekadar kebijakan darurat.

Di tengah tekanan ekonomi global, menjaga mutu pendidikan tinggi menjadi investasi penting untuk mempertahankan daya saing nasional di masa depan.

FAQ

1. Mengapa konflik global memengaruhi pendidikan di Indonesia?
Konflik global memicu kenaikan harga energi dan subsidi, sehingga pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran termasuk di sektor pendidikan.

2. Siapa yang dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ)?
Mahasiswa semester lima ke atas dan mahasiswa pascasarjana berpotensi mengikuti PJJ, tergantung kebijakan perguruan tinggi.

3. Apakah semua mata kuliah bisa dilakukan secara daring?
Tidak. Mata kuliah praktik seperti laboratorium dan klinik tetap membutuhkan pembelajaran tatap muka.

4. Apa risiko terbesar dari PJJ yang tidak dirancang dengan baik?
Risiko utama adalah penurunan kualitas pembelajaran atau learning loss.

5. Apakah PJJ akan menjadi sistem pendidikan masa depan?
PJJ berpotensi menjadi bagian penting pendidikan masa depan jika didukung sistem dan teknologi yang memadai.

Minggu, 26 April 2026

Jangkau Wilayah Terpencil di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Perluas Pendidikan Layanan Khusus

Jangkau Wilayah Terpencil di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Perluas Pendidikan Layanan Khusus
Jangkau Wilayah Terpencil di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Perluas Pendidikan Layanan Khusus.
Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Ria Norsan terus berupaya memperluas jangkauan Pendidikan Layanan Khusus (PLK) guna memastikan anak-anak di wilayah terpencil tetap memperoleh akses pendidikan. Program ini difokuskan pada daerah yang menghadapi kendala geografis, sosial, dan ekonomi sehingga sulit menjangkau pendidikan formal.

Sejak tahun 2025, penguatan PLK semakin dioptimalkan sebagai bagian dari pemerataan pendidikan di Kalbar. Salah satu pelaksanaannya dilakukan oleh SMA Negeri 1 Sungai Raya Kepulauan yang membuka layanan belajar bagi anak-anak di Pulau Lemukutan dan wilayah sekitarnya.

Program ini bertujuan memberikan layanan pendidikan yang setara dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak yang terkendala jarak dan akses. Langkah tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan Gubernur Ria Norsan dalam meningkatkan mutu pendidikan serta literasi masyarakat di Kalimantan Barat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menjelaskan banyak anak di daerah kepulauan tidak dapat bersekolah karena harus menempuh perjalanan laut yang jauh dengan biaya tinggi.
Jangkau Wilayah Terpencil di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Perluas Pendidikan Layanan Khusus
Jangkau Wilayah Terpencil di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Perluas Pendidikan Layanan Khusus.
“Di wilayah seperti Pulau Lemukutan dan sekitarnya, tidak tersedia sekolah. Jika ingin bersekolah, anak-anak harus menyeberang dengan waktu tempuh lama dan biaya besar. Kondisi ini membuat banyak anak akhirnya tidak bersekolah,” ujarnya.

Sebagai solusi, Pemprov Kalbar melalui skema PLK membuka kelas cabang di Kantor Desa Pulau Lemukutan. Para guru dari SMA Negeri 1 Sungai Raya Kepulauan datang secara bergiliran setiap Minggu untuk mengajar.

“Untuk memastikan mereka tetap mendapatkan pendidikan, dibuka kelas cabang di kantor desa. Guru datang bergantian setiap minggu untuk mengajar. Meskipun belum maksimal, setidaknya anak-anak tetap bisa bersekolah. Saat ujian, mereka akan datang ke sekolah induk untuk mengikuti seluruh tahapan pembelajaran,” jelasnya.

Ke depan, perluasan akses melalui PLK akan terus dilakukan hingga tahun 2026 dengan menyasar lebih banyak wilayah terpencil di Kalbar.

“PLK ini hadir karena berbagai faktor, baik jarak, kondisi sosial ekonomi, maupun keterbatasan akses. Ke depan, kami akan terus mencari lokasi lain yang membutuhkan, agar akses pendidikan di wilayah terpencil semakin terbuka,” tambahnya.
Jangkau Wilayah Terpencil di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Perluas Pendidikan Layanan Khusus
Jangkau Wilayah Terpencil di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Perluas Pendidikan Layanan Khusus.
Sebelumnya, pada 2024, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar telah mendirikan dua unit PLK, yakni di Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang yang berinduk ke SMA Negeri 1 Sungai Raya Kepulauan, serta di Desa Pelita Jaya, Kabupaten Kubu Raya yang berinduk ke SMA Negeri 1 Kubu.

Kebijakan ini menunjukkan komitmen Pemprov Kalbar dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan merata, sehingga seluruh anak, termasuk yang berada di daerah terpencil, tetap memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

Jumat, 24 April 2026

Badut Polisi Jadi Daya Tarik Edukasi Keselamatan Di SDN 47 Penanjung

Polisi Sahabat Anak di SDN 47 Penanjung menghadirkan edukasi lalu lintas dan anti bullying dengan metode interaktif, membuat siswa belajar keselamatan secara menyenangkan.
Polisi Sahabat Anak di SDN 47 Penanjung menghadirkan edukasi lalu lintas dan anti bullying dengan metode interaktif, membuat siswa belajar keselamatan secara menyenangkan.

SEKADAU - Kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar dasar kembali digencarkan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Sekadau. Kali ini, program Polisi Sahabat Anak digelar di SDN 47 Penanjung, Jumat (24/4/2026), dengan pendekatan kreatif yang memadukan pembelajaran dan hiburan.

Suasana sekolah sejak pagi tampak berbeda. Puluhan siswa terlihat antusias menyambut kedatangan anggota kepolisian yang hadir dengan konsep interaktif, termasuk personel yang mengenakan kostum badut polisi. Pendekatan ini sengaja dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang santai sekaligus memudahkan anak-anak memahami materi keselamatan di jalan raya.

Kegiatan dipandu oleh Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Sekadau, AIPDA Yuni Iswandi, yang menyampaikan berbagai materi dasar tentang keselamatan berlalu lintas. Para siswa dikenalkan pada fungsi rambu-rambu, tata cara menyeberang jalan dengan benar, hingga pentingnya penggunaan helm saat berkendara.

Menurut AIPDA Yuni Iswandi, metode komunikasi yang ramah dan menyenangkan terbukti efektif dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada anak-anak usia sekolah dasar.

Ia menjelaskan, pendekatan melalui permainan dan simbol visual seperti kostum badut mampu meningkatkan perhatian siswa sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat dalam jangka panjang.

Selain fokus pada keselamatan berlalu lintas, kegiatan ini juga memuat pesan penting terkait pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya sikap saling menghormati, tidak melakukan kekerasan verbal maupun fisik, serta berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang tua.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus. Pendekatan humanis dinilai mampu membangun citra positif institusi sekaligus memperkuat kesadaran sosial sejak usia dini.

Antusiasme siswa semakin terlihat saat sesi permainan edukatif dan tanya jawab digelar. Banyak siswa berpartisipasi aktif, menjawab pertanyaan, serta menunjukkan pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.

Satlantas Polres Sekadau berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran disiplin berlalu lintas sejak dini serta membentuk karakter anak yang peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain. Selain itu, edukasi anti-bullying diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Kamis, 23 April 2026

Sebanyak 3.935 Siswa SD Di Palangka Raya Ikuti TKA 2026 Dalam Empat Gelombang

Sebanyak 3.935 siswa SD di Palangka Raya mengikuti TKA 2026 yang digelar dalam empat gelombang untuk mengukur capaian akademik sebelum melanjutkan ke jenjang SMP. (ilustrasi)
Sebanyak 3.935 siswa SD di Palangka Raya mengikuti TKA 2026 yang digelar dalam empat gelombang untuk mengukur capaian akademik sebelum melanjutkan ke jenjang SMP. (ilustrasi)

Palangka Raya — Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat sebanyak 3.935 siswa sekolah dasar (SD) akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah kota.

Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026, dengan sistem pembagian menjadi empat gelombang guna memastikan proses ujian berjalan tertib dan sesuai kapasitas masing-masing sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rachmad Winarso, menjelaskan pembagian jadwal menjadi beberapa gelombang dilakukan untuk menyesuaikan ketersediaan perangkat serta jumlah peserta di setiap satuan pendidikan.

Menurutnya, seluruh sekolah dasar di Kota Palangka Raya ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Data Dinas Pendidikan menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini melibatkan 122 sekolah dasar, baik negeri maupun swasta. Seluruh peserta merupakan siswa kelas VI yang akan segera menyelesaikan pendidikan di tingkat SD.

Dengan jumlah peserta yang cukup besar, pengaturan jadwal bertahap dinilai menjadi langkah strategis agar pelaksanaan ujian tetap kondusif dan terorganisasi.

TKA sendiri bertujuan untuk mengukur capaian akademik siswa pada sejumlah mata pelajaran inti sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebagai bagian dari persiapan, seluruh sekolah di Palangka Raya telah melaksanakan gladi bersih sebelum ujian utama dimulai.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis maupun administratif, termasuk penggunaan perangkat ujian serta kesiapan peserta.

Dengan adanya simulasi sebelumnya, diharapkan pelaksanaan ujian dapat berlangsung tanpa hambatan yang berarti.

Dalam pelaksanaan TKA tahun ini, peserta akan mengikuti ujian pada dua mata pelajaran utama, yakni:

  • Bahasa Indonesia

  • Matematika

Setiap mata pelajaran dikerjakan dalam waktu terpisah, sehingga siswa hanya mengerjakan satu mata pelajaran per hari. Dengan skema tersebut, seluruh rangkaian TKA bagi setiap peserta berlangsung selama dua hari.

Selain ujian akademik, kegiatan ini juga terhubung dengan program asesmen nasional.

Para siswa turut diminta mengisi survei karakter dan survei lingkungan belajar sebagai bagian dari upaya evaluasi pendidikan secara menyeluruh.

Hasil TKA nantinya akan ditampilkan dalam bentuk nilai dan kategori capaian yang menunjukkan tingkat penguasaan materi siswa.

Setiap peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian ujian akan memperoleh sertifikat hasil TKA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan. Pencetakan sertifikat dilakukan oleh masing-masing sekolah.

Nilai yang diperoleh siswa dapat dimanfaatkan sebagai salah satu persyaratan dalam penerimaan murid baru (PMB) jenjang SMP atau MTs, khususnya melalui jalur prestasi.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya berharap pelaksanaan TKA tingkat SD tahun 2026 dapat berjalan tertib hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Para siswa juga diimbau untuk mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan, serta tetap percaya diri saat mengerjakan soal ujian.

Dengan kesiapan yang matang, diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh hasil optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Selasa, 21 April 2026

Motor Perpustakaan Keliling Mulai Layani Sekolah di Gunung Mas

Gunung Mas menambah motor perpustakaan keliling untuk memperluas akses literasi ke sekolah-sekolah dan meningkatkan minat baca siswa di wilayah yang sulit dijangkau.
Gunung Mas menambah motor perpustakaan keliling untuk memperluas akses literasi ke sekolah-sekolah dan meningkatkan minat baca siswa di wilayah yang sulit dijangkau.

Gunung Mas, Kalteng - Upaya mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Salah satu langkah terbaru adalah menghadirkan tambahan armada sepeda motor perpustakaan keliling untuk menjangkau wilayah yang sulit dilayani perpustakaan tetap.

Penambahan kendaraan roda dua tersebut merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional sebagai bagian dari program nasional peningkatan literasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunung Mas, Maria Efianti, menjelaskan bahwa kendaraan ini dirancang khusus untuk membawa berbagai koleksi buku bacaan yang dapat langsung diakses siswa di sekolah.

Menurut Maria, motor perpustakaan keliling dilengkapi rak atau boks penyimpanan yang mampu menampung beragam buku, mulai dari bacaan ringan hingga buku pengetahuan. Dengan desain tersebut, kendaraan ini dinilai efektif menjangkau daerah yang selama ini belum memperoleh layanan perpustakaan secara optimal.

Sejak mulai dioperasikan, motor perpustakaan keliling telah melakukan kunjungan rutin ke sejumlah sekolah dasar di wilayah Kuala Kurun. Beberapa sekolah yang telah menerima layanan antara lain SDN 2 Kuala Kurun, SDN 3 Kuala Kurun, SDN 4 Kuala Kurun, serta SDN 3 Tampang Tumbang Anjir.

Program ini tidak hanya menyasar sekolah yang dekat dengan pusat kota, tetapi juga diarahkan untuk menjangkau sekolah lain yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas literasi.

Selain sepeda motor perpustakaan keliling, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunung Mas sebelumnya telah mengoperasikan mobil perpustakaan keliling. Kehadiran tambahan armada roda dua membuat jangkauan layanan menjadi lebih fleksibel, terutama untuk wilayah dengan akses jalan terbatas.

Dengan strategi jemput bola ke sekolah-sekolah, pemerintah daerah berharap minat baca anak-anak dapat meningkat secara bertahap. Hal ini juga dinilai sebagai salah satu langkah penting dalam mendukung kualitas pendidikan masyarakat.

Program peningkatan literasi tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, yang menekankan pentingnya budaya membaca sejak usia dini.

Dari sisi sekolah, layanan perpustakaan keliling dinilai membawa dampak positif bagi siswa. Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 3 Tampang Tumbang Anjir, Martha Lina, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah.

Menurut Martha, kehadiran perpustakaan keliling membantu memperluas pilihan bacaan bagi siswa, terutama di sekolah yang memiliki keterbatasan koleksi buku.

Ia berharap kegiatan kunjungan perpustakaan keliling dapat terus berlanjut secara rutin agar manfaatnya semakin dirasakan oleh lebih banyak peserta didik.

Ke depan, pihak sekolah juga berharap layanan ini tidak hanya terbatas pada kunjungan sesekali, tetapi menjadi program berkelanjutan yang mampu mendorong kebiasaan membaca di lingkungan sekolah.

FAQ

Apa tujuan penambahan motor perpustakaan keliling di Gunung Mas?

Untuk memperluas jangkauan layanan literasi, terutama ke sekolah yang belum terlayani perpustakaan tetap.

Siapa yang memberikan bantuan motor perpustakaan keliling tersebut?

Motor perpustakaan keliling merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Sekolah mana saja yang sudah menerima layanan perpustakaan keliling?

Beberapa di antaranya adalah SDN 2 Kuala Kurun, SDN 3 Kuala Kurun, SDN 4 Kuala Kurun, dan SDN 3 Tampang Tumbang Anjir.

Apa manfaat utama program perpustakaan keliling bagi siswa?

Program ini membantu meningkatkan minat baca dan memperluas akses terhadap bahan bacaan berkualitas.

Apakah Gunung Mas hanya memiliki motor perpustakaan keliling?

Tidak. Selain motor, juga tersedia mobil perpustakaan keliling untuk melayani wilayah yang lebih luas.

Mahasiswa Indonesia–Filipina Perkuat Benteng Pesisir Lewat Penanaman Mangrove di Pulau Curiak

Kolaborasi ULM dan mahasiswa Filipina menanam mangrove di Pulau Curiak untuk melindungi pesisir, menjaga habitat bekantan, dan memperkuat konservasi lingkungan.
Kolaborasi ULM dan mahasiswa Filipina menanam mangrove di Pulau Curiak untuk melindungi pesisir, menjaga habitat bekantan, dan memperkuat konservasi lingkungan.

Barito Kuala, Kalsel - Kolaborasi lintas negara antara Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Iloilo Science and Technology (ISAT) University Filipina menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan lingkungan pesisir melalui aksi penanaman mangrove di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan mahasiswa kedua perguruan tinggi. Fokus utama kegiatan adalah memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus mendukung kelestarian habitat satwa liar, khususnya bekantan yang menjadi ikon fauna Kalimantan.

Ketua Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka Terpadu (MBKT) FKIP ULM, Raisa Fadila, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Menurutnya, ekosistem mangrove memiliki peran vital sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi serta sebagai habitat penting bagi berbagai spesies.

Program bertema “Penanaman Mangrove untuk Keberlanjutan Lingkungan” tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa Indonesia dan Filipina untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian alam berbasis komunitas.

Pulau Curiak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan ini dikenal sebagai wilayah konservasi bekantan dan memiliki ekosistem lahan basah yang sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Selain fokus pada konservasi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman pembelajaran lintas budaya bagi peserta internasional.

Kepala Unit Penunjang Akademik Bahasa ULM, Noor Eka Chandra, menyebutkan bahwa interaksi antara mahasiswa lokal dan internasional menjadi kesempatan penting untuk memperluas pemahaman budaya serta memperkenalkan konteks lingkungan khas Kalimantan.

Mahasiswa Filipina tidak hanya berpartisipasi dalam penanaman mangrove, tetapi juga mendapatkan pengenalan mengenai bahasa lokal dan karakteristik ekosistem lahan basah yang menjadi ciri khas wilayah Kalimantan Selatan.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun kesadaran global terhadap pentingnya konservasi lingkungan yang berkelanjutan.

Pulau Curiak diketahui memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, namun dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan serius akibat abrasi serta aktivitas manusia.

Kepala Pusat Konservasi Bekantan ULM sekaligus pendiri Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Dr Amalia Rezeki, menjelaskan bahwa mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir.

Mangrove mampu menahan gelombang laut, memperlambat laju abrasi, serta membantu menyerap karbon dari atmosfer. Selain itu, vegetasi ini juga menjadi tempat berlindung bagi berbagai flora dan fauna di kawasan pesisir.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dari kedua negara secara gotong royong menanam bibit mangrove di sejumlah titik yang mengalami kerusakan lingkungan.

Setelah kegiatan penanaman, peserta melanjutkan kegiatan dengan observasi habitat bekantan yang berada di kawasan konservasi Pulau Curiak.

Observasi ini memberikan pemahaman langsung mengenai keterkaitan antara mangrove dan kelangsungan hidup satwa liar di wilayah lahan basah.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pemahaman praktis tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Kolaborasi internasional seperti ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan konservasi berbasis pendidikan yang mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara dalam menjaga kelestarian alam.

FAQ

1. Di mana lokasi kegiatan penanaman mangrove dilakukan?
Kegiatan dilaksanakan di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, yang merupakan kawasan konservasi bekantan dan ekosistem lahan basah.

2. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Mahasiswa dan akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Indonesia dan Iloilo Science and Technology (ISAT) University Filipina.

3. Apa tujuan utama penanaman mangrove di Pulau Curiak?
Untuk memperkuat perlindungan pesisir dari abrasi, menjaga habitat bekantan, serta mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove.

4. Mengapa mangrove penting bagi wilayah pesisir?
Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang laut, menyerap karbon, serta menjadi habitat berbagai flora dan fauna.

5. Apa manfaat kegiatan ini bagi mahasiswa?
Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam konservasi lingkungan, pembelajaran lintas budaya, serta pemahaman tentang ekosistem lahan basah.

18 Sekolah Di Hulu Sungai Tengah Ikuti Pembinaan Menuju Adiwiyata Tahun 2026

Pemkab HST membina 18 sekolah calon Adiwiyata 2026 guna memperkuat budaya lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan di sekolah.
Pemkab HST membina 18 sekolah calon Adiwiyata 2026 guna memperkuat budaya lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan di sekolah.

HST, Kalsel - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mulai mengintensifkan pembinaan bagi sekolah yang diproyeksikan mengikuti Program Adiwiyata tahun 2026. Sebanyak 18 sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) kini masuk dalam tahap pendampingan awal.

Program ini tidak hanya berfokus pada pencapaian penghargaan, melainkan diarahkan untuk membentuk kebiasaan dan budaya lingkungan hidup yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Akmad Syafaat, menyampaikan bahwa pembinaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pihak di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya menghadirkan ruang hijau secara fisik, tetapi juga perlu menanamkan kesadaran lingkungan dalam perilaku sehari-hari dan kegiatan pembelajaran.

Pendekatan yang dilakukan dalam pembinaan Adiwiyata kini semakin menekankan perubahan perilaku warga sekolah. Hal ini mencakup kepala sekolah, guru, siswa, hingga komite sekolah.

Melalui program tersebut, sekolah didorong untuk memahami secara menyeluruh kriteria penilaian berdasarkan regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH Nomor 05 Tahun 2025/2026.

Selain pemahaman regulasi, sekolah juga diharapkan mampu menerapkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan, seperti:

  • Pengelolaan sampah berbasis kompos

  • Penghematan penggunaan energi listrik

  • Penggunaan air secara efisien

  • Integrasi edukasi lingkungan dalam proses belajar mengajar

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan sejak usia dini.

Sejauh ini, Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah memiliki puluhan sekolah yang berhasil meraih status Adiwiyata. Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa sedikitnya 47 sekolah di wilayah tersebut telah mendapatkan pengakuan sebagai sekolah peduli lingkungan.

Keberhasilan ini menjadi fondasi penting dalam memperluas gerakan sekolah ramah lingkungan ke lebih banyak satuan pendidikan.

Dengan adanya tambahan 18 calon sekolah baru, pemerintah daerah berharap jumlah sekolah Adiwiyata akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.

Pembinaan menuju sekolah Adiwiyata dinilai tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur sekolah serta pendampingan berkelanjutan dari tim pembina.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah dalam memenuhi seluruh persyaratan, sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

Lingkungan sekolah yang bersih dan asri diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendidikan, tetapi juga media pembelajaran yang mampu membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap alam.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah diharapkan mampu menjadi contoh praktik pendidikan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat daerah.

FAQ

Apa itu Program Adiwiyata?

Program Adiwiyata adalah program pemerintah yang bertujuan membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan edukasi dan pengelolaan lingkungan sekolah.

Berapa jumlah sekolah calon Adiwiyata di HST tahun 2026?

Sebanyak 18 sekolah dari tingkat SD hingga SMP di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengikuti pembinaan menuju Adiwiyata 2026.

Apa saja kegiatan dalam program Adiwiyata?

Kegiatan meliputi pengelolaan sampah, penghematan energi, penghematan air, serta pembelajaran lingkungan yang terintegrasi dalam kurikulum.

Berapa jumlah sekolah Adiwiyata di HST saat ini?

Saat ini terdapat sekitar 47 sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang telah meraih status Adiwiyata.

Mengapa program Adiwiyata penting bagi sekolah?

Program ini membantu membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan sejak usia dini.

Senin, 20 April 2026

Internet Gratis dan Bantuan SPP Jadi Prioritas, Ria Norsan Komitmen Majukan Pendidikan di Kalbar

Internet Gratis dan Bantuan SPP Jadi Prioritas, Ria Norsan Komitmen Majukan Pendidikan di Kalbar
Internet Gratis dan Bantuan SPP Jadi Prioritas, Ria Norsan Komitmen Majukan Pendidikan di Kalbar. 
Pontianak - Ria Norsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memajukan sektor pendidikan melalui sejumlah program prioritas. Salah satu langkah utama yang dijalankan adalah penyediaan internet gratis di sekolah-sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat daya saing generasi muda.

Menurut Ria Norsan, akses internet gratis bukan sekadar menghadirkan jaringan di lingkungan sekolah, tetapi menjadi bagian dari strategi besar mendorong transformasi digital pendidikan di Kalimantan Barat. Dengan dukungan konektivitas yang memadai, para siswa dan guru diharapkan dapat mengakses berbagai sumber ilmu pengetahuan secara lebih luas.

“Internet gratis di sekolah bukan hanya soal jaringan, melainkan membuka akses ilmu pengetahuan seluas-luasnya,” ujarnya.

Saat ini, program tersebut telah menjangkau sembilan sekolah di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Pemerintah provinsi menargetkan perluasan secara bertahap hingga seluruh sekolah di daerah itu dapat menikmati fasilitas serupa.

Ia menilai kehadiran internet gratis akan memberikan dampak besar terhadap proses belajar mengajar. Selain mempermudah akses materi pembelajaran, program ini juga membuka peluang bagi pelajar Kalbar untuk meningkatkan kemampuan dan bersaing secara positif di tingkat nasional maupun internasional.

Tak hanya fokus pada sarana digital, Pemprov Kalbar juga memberi perhatian terhadap siswa dari keluarga kurang mampu melalui bantuan subsidi SPP. Bantuan tersebut diberikan kepada 21.000 siswa tingkat SMA, SMK, dan SLB swasta yang tersebar di 274 sekolah di Kalimantan Barat.

Program subsidi ini bertujuan memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh pendidikan tanpa terkendala biaya. Pemerintah daerah ingin mencegah terjadinya putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak Kalimantan Barat yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,” kata Ria Norsan.

Langkah tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan tidak hanya terpusat pada sekolah negeri, tetapi juga mencakup sekolah swasta. Dengan dukungan sarana belajar dan bantuan biaya pendidikan, Pemprov Kalbar menempatkan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Sabtu, 18 April 2026

UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar

UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar.
PONTIANAK — Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat menggelar Seminar Nasional Energi Terbarukan dengan tema “Akselerasi Transisi Energi di Kalimantan Barat: Tantangan dan Peluang Investasi” di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (18/4). Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis bersama Dewan Energi Nasional, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Pertamina.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Prof. Dr. Sukino, M.Ag menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya hadir sebagai jembatan antara intelektualitas modern dan nilai-nilai Islam wasathiyah. Ia menilai isu energi terbarukan tidak hanya sebatas persoalan teknis dan ekonomi, tetapi juga merupakan amanah keagamaan.

“Transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan adalah esensi kemaslahatan umat. Dalam Islam, kita diajarkan untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi (la tufsidu fil ardh). Energi hijau adalah energi yang adil, yang memastikan anak cucu kita di masa depan masih bisa menghirup udara segar dan menikmati kekayaan alam Kalimantan Barat,” ujarnya.
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar. 
Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai dengan ramah tamah, dilanjutkan seminar nasional, dan akan ditutup dengan jalan sehat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan UNU Kalbar sebagai kampus yang inklusif dan progresif kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, SH yang hadir membuka kegiatan, menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap percepatan transisi energi. Menurutnya, posisi geografis Pontianak yang dilintasi garis khatulistiwa memberikan potensi besar bagi pengembangan energi surya, selain biomassa dan energi air.

“Dunia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim yang nyata. Pemerintah Kota Pontianak menyadari ketergantungan pada energi fosil harus mulai dikurangi secara bertahap,” tegasnya.

Bahasan juga menyinggung potensi cadangan uranium atau torium sekitar 24.120 ton di wilayah Melawi sebagai aset strategis masa depan. Ia berharap perguruan tinggi, termasuk UNU Kalbar, dapat berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya tersebut.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Perguruan tinggi bersama pemerintah harus bersinergi agar generasi muda memiliki kapasitas mengelola kekayaan alam ini sendiri,” tambahnya sebelum membuka acara secara resmi dengan pemukulan gong.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya anggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Dwi Astiani, Ketua STAKat Negeri Pontianak Alfeus Sunarso, serta perwakilan BPK Kalbar Chairil Sutanto.

Para pemateri sepakat bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian energi berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Dalam sesi diskusi, Dewan Energi Nasional juga memaparkan strategi transisi energi nasional, di mana energi nuklir mulai dipertimbangkan sebagai opsi strategis jangka panjang. Selain itu, kebijakan subsidi BBM dinilai perlu lebih tepat sasaran agar tidak membebani fiskal negara sekaligus mendorong percepatan peralihan ke energi terbarukan.

Seminar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, mahasiswa hingga pembuat kebijakan. Salah satu sorotan utama datang dari Dwi Astiani, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura.

Dalam paparannya, Prof. Dwi menegaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar sebagai “lumbung energi” berbasis biomassa. Menurutnya, ketersediaan limbah organik dari sektor kehutanan, pertanian, perkebunan hingga sampah perkotaan dapat menjadi tulang punggung transisi energi, khususnya di wilayah pedesaan.

Ia juga mengingatkan bahwa cadangan minyak bumi nasional diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 9 hingga 11 tahun ke depan. Ketergantungan pada energi fosil yang semakin menipis serta mahalnya biaya eksplorasi dinilai menjadi ancaman serius bagi ketahanan energi.

“Kita tidak boleh menunggu sampai bahan bakar fosil benar-benar habis. Harus ada energi pendamping yang dibangun dari sekarang, terutama untuk memastikan desa-desa dan kawasan pelosok tetap memiliki akses energi alternatif,” tegasnya di hadapan peserta seminar.

Lebih lanjut, Prof. Dwi menjelaskan bahwa biomassa memiliki keunggulan secara ekologis karena mampu menciptakan siklus karbon yang relatif netral. Emisi karbon dioksida (CO2) dari pembakaran biomassa dapat kembali diserap oleh vegetasi, sehingga tidak menyebabkan akumulasi gas rumah kaca seperti halnya energi berbasis batu bara.

Ia juga membagikan pengalaman saat mengunjungi Borås, yang berhasil mencapai kemandirian energi melalui pengelolaan sampah organik rumah tangga. Di kota tersebut, limbah diproses melalui teknologi digester dan termal untuk menghasilkan listrik dan energi pemanas bagi masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan energi biomassa, terutama terkait aspek logistik. Karakter limbah yang besar dan tersebar membuat biaya distribusi menjadi tinggi. Oleh karena itu, pendekatan desentralisasi melalui pembangunan pembangkit listrik biomassa skala kecil di tingkat lokal dinilai sebagai solusi paling efektif.

Menanggapi potensi konflik antara kebutuhan energi dan ketahanan pangan, Prof. Dwi mengingatkan pentingnya regulasi yang kuat. Ia menegaskan bahwa lahan produktif tidak boleh dikonversi untuk kepentingan energi.
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar. 
“Jika harga biomassa energi meningkat, orientasi produksi bisa bergeser dan mengancam pangan. Karena itu, negara harus hadir dengan aturan yang tegas. Pengembangan tanaman energi harus diarahkan ke lahan marjinal dan memaksimalkan limbah, bukan produk utama,” jelasnya.

Menutup paparannya, Prof. Dwi mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi hijau. Ia menilai transisi energi membuka peluang besar, mulai dari bisnis karbon, produksi pelet biomassa skala UMKM, hingga pengelolaan biogas komunal di desa.

“Limbah akan selalu ada setiap hari, sementara bahan bakar fosil akan habis. Pilihan ada di tangan kita. Anak muda harus berani mengambil peran dalam membangun kemandirian energi daerah,” pungkasnya. (tim liputan).

Kamis, 16 April 2026

Harmoni Sawit dan Masyarakat: Penelitian Magister Sosiologi Ungkap Kunci Stabilitas Sosial di Kabupaten Sambas

Harmoni Sawit dan Masyarakat: Penelitian Magister Sosiologi Ungkap Kunci Stabilitas Sosial di Kabupaten Sambas
Harmoni Sawit dan Masyarakat: Penelitian Magister Sosiologi Ungkap Kunci Stabilitas Sosial di Kabupaten Sambas.

PONTIANAK – Hubungan antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dan masyarakat lokal seringkali dipandang dari sudut pandang konflik.

Namun, sebuah penelitian terbaru dalam bidang sosiologi menunjukkan bahwa stabilitas dan harmoni dapat dicapai melalui penguatan ikatan sosial (social bond) yang tepat, bukan melalui pendekatan kekuatan atau keamanan semata.

Temuan ini disampaikan oleh Gunawan Wibisono, dalam ujian tesis Magister Sosiologi di Universitas Tanjungpura. Melalui studinya yang mendalam pada PT Agronusa Investama (ANI) - anak usaha Wilmar Grup- di Kabupaten Sambas, Gunawan berhasil memetakan bagaimana transformasi manajemen dan perubahan strategi sosial dapat meredam riak-riak konflik pasca-alih kelola perusahaan.

"Pengendalian sosial yang efektif di industri sawit saat ini harus bergeser dari paradigma represif ke paradigma persuasif-preventif," ujar Gunawan. Dalam penelitiannya, ia menggunakan teori Social Bond dari Travis Hirschi untuk membuktikan bahwa ketika masyarakat memiliki keterikatan emosional (attachment) dan kepentingan ekonomi yang nyata (commitment) melalui skema plasma, maka secara alami masyarakat akan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan.

Penelitian ini menyoroti keberhasilan PT ANI dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat melalui transparansi dan pelibatan aktif elit lokal (Kepala Desa dan Tokoh Adat). Hasil wawancara lapangan di Desa Semanga, misalnya, menunjukkan bahwa dialog rutin dan realisasi komitmen ekonomi menjadi "lem" yang merekatkan kembali hubungan yang sempat retak di masa lalu.

Rekomendasi Strategis

Sebagai praktisi yang telah malang-melintang di dunia korporasi, Gunawan memberikan rekomendasi konkret bagi industri: pembentukan forum komunikasi rutin sebagai sistem peringatan dini (early warning system) dan standardisasi program CSR yang berorientasi pada kemandirian masyarakat.

Profil Penulis: Menjembatani Korporasi dan Akademik

Gunawan Wibisono dikenal sebagai praktisi senior di industri perkebunan kelapa sawit dengan spesialisasi pada bidang Corporate Affairs, Hubungan Eksternal, dan Perizinan. Memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, ia kini melengkapi kepakarannya dengan gelar Magister Sosiologi.

Kombinasi antara pengalaman lapangan yang luas dan pemahaman teori sosiologi yang mendalam menjadikannya sosok yang unik di industrinya. Gunawan berkomitmen untuk terus menyuarakan pentingnya aspek kemanusiaan dan sosiologis dalam tata kelola industri strategis nasional.

"Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, dan hari ini adalah anugerah. Bagi saya, melakukan yang terbaik hari ini adalah dengan memberikan kontribusi pemikiran yang bermanfaat bagi harmonisasi industri dan masyarakat," pungkasnya.

Rabu, 15 April 2026

Ajang Talenta 2026 di Belitang Hulu Diikuti 34 SD, Gali Potensi Siswa

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau, Frans Dawal saat menghadiri pembukaan Ajang Talenta 2026 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Belitang Hulu

SEKADAU - Sebanyak 34 SD se-Kecamatan Belitang Hulu mengikuti Ajang Talenta tingkat kecamatan 2026. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau Frans Dawal di Belitang Hulu, Selasa (14/4/2026).

Ajang Talenta 2026 mencakup Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Pembukaan dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Frans Dawal mengapresiasi penyelenggaraan ajang ini sebagai wadah menggali potensi dan bakat siswa di bidang olahraga, seni, maupun akademik. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menciptakan SDM yang berkualitas, unggul, serta sehat jasmani.

“Ajang ini untuk menggali bakat dan potensi anak-anak di bidang olahraga, seni, dan intelektual melalui O2SN, FLS3N, serta lomba mata pelajaran berbasis digital,” ujarnya.

Ketua Panitia Ajang Talenta 2026 Sumaidi menjelaskan, kegiatan diikuti 34 SD se-Kecamatan Belitang Hulu. Tujuannya menjaring siswa berprestasi, berbakat, dan terampil di bidang studi, olahraga, serta keterampilan.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari potensi siswa-siswi yang berprestasi, berbakat, dan terampil di bidang tertentu,” kata Sumaidi.

Ia menambahkan, ajang ini juga menjadi kesempatan bagi pelajar menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berkompetisi secara sehat.

“Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuannya masing-masing sehingga dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan termotivasi untuk terus berprestasi dan mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu awal supaya siswa dapat berkompetisi dengan baik agar kelak mencapai cita-cita yang diinginkan,” ucap Sumaidi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, serta semangat sportivitas yang tinggi.

Rabu, 08 April 2026

86 SMP Di Bengkayang Ikuti TKA 2026, Libatkan 4.392 Siswa Secara Bertahap

Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)
Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)

BENGKAYANG - Sebanyak 86 sekolah menengah pertama (SMP/MTs) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026 yang digelar secara bertahap mulai 6 hingga 16 April 2026.

Pelaksanaan TKA tahun ini melibatkan 4.392 siswa kelas akhir dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mendorong digitalisasi pendidikan di daerah.

Mayoritas Sekolah Siap Gunakan Sistem Berbasis Teknologi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan bahwa sebagian besar sekolah sudah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi.

“Sebanyak 86 sekolah jenjang SMP berpartisipasi, dengan mayoritas telah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi. Ini menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan,” ujar Heru di Bengkayang, Selasa.

Ia menjelaskan, dari total sekolah peserta, 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sementara satu sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.

Dari sisi moda pelaksanaan, 75 sekolah telah menggunakan sistem daring (online) penuh, sedangkan 10 sekolah lainnya menggunakan semi-online, menyesuaikan kondisi jaringan dan infrastruktur di wilayah masing-masing.

TKA Digelar Dalam Empat Gelombang

Untuk memastikan kelancaran teknis pelaksanaan ujian, TKA tahun ini dibagi dalam empat gelombang pelaksanaan, yaitu:

  • Gelombang 1: 6–7 April 2026

  • Gelombang 2: 8–9 April 2026

  • Gelombang 3: 13–14 April 2026

  • Gelombang 4: 15–16 April 2026

Pembagian jadwal ini bertujuan menjaga stabilitas sistem serta mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul selama pelaksanaan ujian berlangsung.

112 Guru Dilibatkan Dalam Pengawasan Silang

Untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian, pengawasan dilakukan secara silang antar sekolah.

Sebanyak 112 guru pengawas disebar di berbagai lokasi ujian guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan secara objektif dan transparan.

“Pengawasan silang ini penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan objektif, transparan, dan akuntabel,” jelas Heru.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem evaluasi pendidikan yang diterapkan pemerintah daerah.

TKA SD Dijadwalkan Setelah SMP

Setelah pelaksanaan TKA jenjang SMP selesai, kegiatan serupa akan dilanjutkan pada jenjang sekolah dasar.

Pelaksanaan TKA SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, dengan melibatkan 264 sekolah dan 5.004 peserta.

Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA tahun 2026 di Kabupaten Bengkayang melibatkan:

  • 9.396 siswa dari jenjang SD dan SMP

  • 456 pengawas yang bertugas di berbagai lokasi ujian

TKA Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pendidikan

Menurut Heru, pelaksanaan TKA bukan sekadar evaluasi rutin, tetapi memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Hasil TKA akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkayang, sehingga program yang dirancang benar-benar berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama seluruh satuan pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan demi mencetak generasi Bengkayang yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan dukungan teknologi serta pengawasan yang ketat, pelaksanaan TKA diharapkan mampu memberikan gambaran akurat mengenai capaian akademik siswa di daerah tersebut.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa Itu Tes Kompetensi Akademik (TKA)?

Tes Kompetensi Akademik (TKA) adalah ujian yang bertujuan mengukur capaian akademik siswa secara komprehensif sebagai dasar evaluasi mutu pendidikan.

Berapa Jumlah Sekolah SMP Yang Mengikuti TKA 2026 Di Bengkayang?

Sebanyak 86 SMP/MTs di Kabupaten Bengkayang mengikuti pelaksanaan TKA Tahun 2026.

Berapa Jumlah Siswa Yang Mengikuti TKA SMP 2026?

Total 4.392 siswa kelas akhir SMP/MTs mengikuti pelaksanaan TKA tahun ini.

Apakah Semua Sekolah Menggunakan Sistem Online?

Tidak semuanya. Sebanyak 75 sekolah menggunakan sistem online penuh, sementara 10 sekolah menggunakan sistem semi-online.

Kapan TKA Untuk Jenjang SD Dilaksanakan?

TKA untuk jenjang SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.

Sabtu, 04 April 2026

Peran Mahasiswa Digenjot Lewat KKN Kolaboratif Bangun Desa Kaltim

Kaltim dorong pembangunan desa berkelanjutan lewat KKN Kolaboratif mahasiswa untuk percepatan SDGs Desa dan solusi nyata di masyarakat.
Kaltim dorong pembangunan desa berkelanjutan lewat KKN Kolaboratif mahasiswa untuk percepatan SDGs Desa dan solusi nyata di masyarakat.

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengakselerasi pembangunan desa berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi strategi nyata untuk mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.

Dalam keterangannya di Samarinda, Jumat, Puguh menjelaskan bahwa KKN Kolaboratif dirancang untuk mengintegrasikan kemampuan intelektual mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan di desa.

“Melalui KKN Kolaboratif, kami ingin memastikan kehadiran mahasiswa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini bukan sekadar rutinitas akademik,” ujar Puguh.

Kolaborasi Lintas Kampus Jadi Kunci

Program KKN Kolaboratif ini melibatkan berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Kalimantan Timur. Kolaborasi lintas kampus dinilai mampu menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam menyelesaikan persoalan di desa.

Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mahasiswa diharapkan bisa menghadirkan solusi konkret, mulai dari penguatan ekonomi desa, digitalisasi layanan, hingga pengembangan potensi lokal.

Pendekatan ini juga dinilai sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, yang menitikberatkan pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Desa Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Puguh menekankan bahwa desa merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, penguatan desa melalui kolaborasi antara pemerintah dan akademisi menjadi langkah strategis.

“Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan perangkat daerah, kita dapat mendorong transformasi desa yang lebih terarah,” tambahnya.

Program ini juga memperkuat fungsi pemerintahan desa, meningkatkan kualitas pendampingan masyarakat, serta membuka ruang inovasi lintas sektor.

Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Kehadiran mahasiswa melalui KKN Kolaboratif diharapkan tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan.

Beberapa fokus utama program ini meliputi:

  • Penguatan kapasitas aparatur desa

  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat

  • Pemanfaatan teknologi digital

  • Pengembangan potensi lokal berbasis kearifan

Dengan pendekatan tersebut, desa di Kaltim diharapkan mampu berkembang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu KKN Kolaboratif?
KKN Kolaboratif adalah program pengabdian mahasiswa yang melibatkan berbagai kampus untuk bekerja bersama membangun desa secara terintegrasi.

2. Apa tujuan program ini di Kaltim?
Untuk mempercepat pembangunan desa berkelanjutan dan mendukung pencapaian SDGs Desa.

3. Siapa yang terlibat dalam program ini?
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan perangkat desa.

4. Apa manfaat bagi masyarakat desa?
Mendapat pendampingan, inovasi program, serta solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan.

5. Apakah program ini hanya untuk mahasiswa?
Tidak. Program ini juga berdampak langsung pada pemerintah desa dan masyarakat luas.

Kamis, 02 April 2026

Kanwil Kemenag Kalsel Tingkatkan Layanan Inklusi Di Lebih 500 Madrasah

Kemenag Kalsel perkuat pendidikan inklusi di madrasah untuk siswa berkebutuhan khusus dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan layanan.
Kemenag Kalsel perkuat pendidikan inklusi di madrasah untuk siswa berkebutuhan khusus dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan layanan.

BANJARMASIN – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat implementasi pendidikan inklusi di lingkungan madrasah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus, mendapatkan layanan pendidikan yang adil dan berkualitas.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H Muhammad Tambrin, menegaskan bahwa penguatan pendidikan inklusi menjadi prioritas penting, mengingat jumlah satuan pendidikan madrasah di wilayah tersebut mencapai lebih dari 500 unit dari berbagai jenjang.

Menurutnya, upaya ini telah diawali melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bunda Inklusi kabupaten/kota, kepala seksi pendidikan madrasah, hingga kelompok kerja madrasah.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan madrasah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adil, dan terbuka bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali,” ujarnya di Banjarmasin, Rabu.

Tambrin menekankan bahwa pendidikan inklusi tidak bisa berjalan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi anak berkebutuhan khusus.

Kolaborasi tersebut mencakup kerja sama dengan kepolisian, lembaga perlindungan anak, serta instansi terkait lainnya. Fokusnya tidak hanya pada pendidikan, tetapi juga aspek perlindungan, kesehatan, dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan siswa mendapatkan perlindungan maksimal serta hak-haknya terpenuhi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala madrasah agar memberikan perhatian khusus terhadap siswa berkebutuhan khusus. Pengawasan akan terus dilakukan guna memastikan implementasi berjalan optimal di lapangan.

“Saya tegaskan seluruh pihak harus memberikan atensi khusus. Ini akan terus kami pantau,” tegas Tambrin.

Selain itu, setiap satuan kerja diminta untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang aksesibilitas dan kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Langkah ini sejalan dengan prinsip pendidikan inklusi yang menekankan kesetaraan akses dan kesempatan belajar bagi semua anak, tanpa diskriminasi.

Dengan penguatan ini, Kemenag Kalsel berharap madrasah dapat menjadi lingkungan pendidikan yang lebih terbuka, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh peserta didik.

FAQ

1. Apa itu pendidikan inklusi di madrasah?
Pendidikan inklusi adalah sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua siswa, termasuk yang berkebutuhan khusus, untuk belajar bersama dalam lingkungan yang sama.

2. Mengapa pendidikan inklusi penting?
Karena memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi, serta membangun lingkungan yang lebih toleran.

3. Apa langkah Kemenag Kalsel dalam mendukung inklusi?
Melalui koordinasi lintas sektor, peningkatan fasilitas, serta pengawasan terhadap layanan pendidikan di madrasah.

4. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
Kemenag, pemerintah daerah, kepolisian, lembaga perlindungan anak, serta pihak sekolah.

5. Apa manfaat pendidikan inklusi bagi siswa?
Meningkatkan kepercayaan diri, akses pendidikan, serta kesempatan berkembang bagi siswa berkebutuhan khusus.

Selasa, 31 Maret 2026

Cegah Learning Loss, Bengkayang Terapkan Sekolah Tatap Muka

Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi.
Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi. (Gambar ilustrasi)

Bengkayang, Kalbar — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang menegaskan seluruh sekolah wajib melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mencegah terjadinya learning loss atau penurunan kemampuan belajar siswa pascapandemi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Heru Pujiono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga kualitas pendidikan agar tetap optimal.

“Untuk memastikan kualitas pembelajaran, kita tegaskan tidak ada pembelajaran daring. Semua sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Heru usai menjadi pembina upacara di SMP Negeri 4 Bengkayang, Senin.

Fokus Pemulihan Dampak Pandemi

Menurut Heru, dampak pandemi COVID-19 masih dirasakan hingga saat ini, terutama dalam capaian akademik siswa. Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka dinilai sebagai solusi paling efektif.

“Dampak pandemi masih kita rasakan. Untuk menghindari semakin besarnya learning loss, maka pembelajaran tatap muka menjadi pilihan utama,” jelasnya.

Kebijakan ini juga selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pendidikan nasional.

Upacara Bendera Wajib Setiap Senin

Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah, seluruh satuan pendidikan di Bengkayang melaksanakan upacara bendera.

Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026, yang menginstruksikan:

  • Pelaksanaan upacara setiap hari Senin

  • Pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia

  • Menyanyikan lagu nasional

  • Penguatan karakter siswa

Lingkungan Sekolah Harus Aman dan Nyaman

Heru juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan asri.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” tegasnya.

Hal ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan berbasis karakter yang kini semakin diperkuat di tingkat daerah.

Optimalisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Selain pembelajaran tatap muka, sekolah juga didorong untuk mengoptimalkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

TKA menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur capaian belajar siswa sekaligus bahan evaluasi peningkatan mutu pendidikan.

Komitmen Pemda Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap:

  • Kualitas pembelajaran meningkat

  • Ketertinggalan siswa dapat dipulihkan

  • Sistem pendidikan lebih stabil pascapandemi

“Kita berharap kebijakan ini dapat mempercepat pemulihan capaian belajar siswa,” tutup Heru.

FAQ

1. Apa itu learning loss?
Learning loss adalah penurunan kemampuan belajar siswa akibat terganggunya proses pendidikan, seperti saat pandemi COVID-19.

2. Apakah masih ada pembelajaran daring di Bengkayang?
Tidak. Dinas Pendidikan menegaskan semua sekolah wajib tatap muka penuh.

3. Mengapa tatap muka dianggap penting?
Karena interaksi langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa.

4. Apa itu TKA?
Tes Kemampuan Akademik adalah evaluasi untuk mengukur capaian belajar siswa.

5. Apa tujuan upacara setiap Senin?
Untuk membangun disiplin, nasionalisme, dan karakter siswa.

Oleh: Fran Asok

Minggu, 29 Maret 2026

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Mempawah — Gemawan menyelenggarakan workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas terhadap Krisis Iklim” selama dua hari, pada 27–28 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Workshop ini melibatkan kelompok perempuan muda dari tiga desa, yakni Desa Sekabuk, Desa Bumbun, dan Desa Suak Barangan. Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Sadaniang yang diwakili Sekretaris Camat, serta kepala desa dan perangkat desa dari ketiga wilayah tersebut.

Rahma, pegiat Gemawan, menyampaikan bahwa workshop dan modul ini merupakan bagian akhir dari rangkaian Program REDA yang telah berjalan selama kurang lebih dua tahun di Kabupaten Mempawah. Program tersebut dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Mempawah, Kapuas Hulu dan Kubu Raya. Untuk Mempawah ada di 3 desa yaitu Sekabuk, Bumbun, dan Suak Barangan yang ke semua itu adalah kecamatan Sadaniang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mensosialisasikan hasil riset yang telah dilakukan selama program berjalan. Penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengetahui bahwa proyek ini tidak hanya sebatas penelitian, tetapi juga menghasilkan temuan dan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan bersama,” ujar Rahma.

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Ia menjelaskan bahwa selain memaparkan hasil riset, Gemawan juga menyusun modul pelatihan kepemimpinan perempuan muda, khususnya dalam upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat komunitas. Workshop ini diikuti oleh sekitar tiga puluhan peserta dari tiga desa, dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan dukungan pemerintah setempat.

Lebih lanjut, Rahma menyampaikan bahwa riset yang dilakukan mencakup kajian mengenai kepemimpinan perempuan muda dalam proses mitigasi perubahan iklim, serta analisis perubahan tutupan lahan (land cover) di wilayah desa. Hasil kajian ini menunjukkan berbagai dinamika perubahan lingkungan yang terjadi di ketiga desa tersebut.

“Melalui program ini, kami juga mendorong perempuan muda untuk lebih aktif mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim,” tambahnya.

Rahma berharap hasil workshop dan modul yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi perempuan muda, tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi pemerintah desa dan kecamatan dalam menyusun kebijakan berbasis data dan kebutuhan lokal.

“Kami berharap hasil ini bisa menjadi bahan bagi pemerintah desa untuk ditindaklanjuti, baik dalam bentuk kebijakan maupun program di tingkat desa. Selain itu, kelompok perempuan muda yang telah terbentuk di tiga desa ini diharapkan dapat terus berkembang dan tidak berhenti setelah program berakhir,” jelasnya.

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Ia juga menyoroti kondisi lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti musim kemarau panjang, keterbatasan akses air bersih, serta dampak kabut asap yang dirasakan langsung oleh warga. Situasi ini menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas komunitas, khususnya perempuan muda, dalam menghadapi krisis iklim.

Sebagai penutup, Rahma berharap modul pelatihan yang telah disusun dapat menjadi alat pembelajaran berkelanjutan bagi generasi muda.

“Modul ini diharapkan dapat digunakan oleh perempuan muda untuk melatih dan mengedukasi generasi lainnya agar lebih sadar dan terlibat dalam upaya mitigasi perubahan iklim,” pungkasnya.

Sabtu, 28 Maret 2026

SMAN 10 Samarinda Cetak 32 Siswa Diterima Kampus Luar Negeri

32 siswa SMAN 10 Samarinda berhasil menembus kampus dunia dengan 88 LoA. Program Garuda Transformasi jadi kunci sukses tembus universitas global.
32 siswa SMAN 10 Samarinda berhasil menembus kampus dunia dengan 88 LoA. Program Garuda Transformasi jadi kunci sukses tembus universitas global.

Samarinda – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kalimantan Timur. Sebanyak 32 siswa SMA Negeri 10 Samarinda berhasil menembus berbagai kampus bergengsi internasional dengan total perolehan 88 Letter of Acceptance (LoA).

Pencapaian ini menjadi lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencatat empat siswa diterima di perguruan tinggi luar negeri.

Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari implementasi Program Garuda Transformasi yang diterapkan di sekolah tersebut.

“Peningkatan signifikan dari awalnya hanya empat siswa menjadi 32 anak ini merupakan buah nyata dari ekosistem baru melalui Program Garuda Transformasi,” ujarnya di Samarinda, Jumat.

Ekosistem Baru Dorong Prestasi Global

Program Garuda Transformasi menghadirkan pendekatan sistematis dalam mempersiapkan siswa menembus kampus internasional. Berbagai fasilitas disediakan, mulai dari tes resmi dan prediksi IELTS serta SAT, hingga bimbingan konseling khusus.

Tak hanya itu, sekolah juga melibatkan alumni sebagai konsultan pendidikan untuk membantu siswa memahami proses seleksi global.

Pendampingan dilakukan secara intensif, termasuk sesi personal one-on-one, revisi detail surat rekomendasi, hingga penyediaan dokumen administratif seperti rapor berbahasa Inggris.

Seleksi Ketat Hingga Lolos 32 Siswa

Proses seleksi dimulai sejak pertengahan Desember 2025. Dari total 49 siswa yang mengikuti seleksi internal, sebanyak 34 siswa melanjutkan ke tahap pendaftaran ke universitas luar negeri.

Dari jumlah tersebut, 32 siswa dipastikan telah mengantongi LoA, dengan potensi jumlah yang masih terus bertambah.

Ubah Budaya Akademik Sekolah

Made menjelaskan bahwa sebelum adanya program ini, siswa yang melanjutkan ke luar negeri umumnya mengandalkan inisiatif pribadi dan dukungan orang tua.

Kini, sekolah telah memiliki ekosistem terstruktur yang secara aktif membimbing siswa menuju perguruan tinggi luar negeri (PTLN).

“Kehadiran Program Garuda Transformasi ini mengubah wajah budaya akademik sekolah,” jelasnya.

Diterima di Kampus Top Dunia

Para siswa tersebut diterima di berbagai universitas ternama di negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Belanda, hingga Selandia Baru.

Beberapa kampus bergengsi yang menerima siswa SMAN 10 Samarinda antara lain:

  • University of Toronto

  • Monash University

  • University of Utah

  • Wageningen University

Program studi yang dipilih pun beragam dan relevan dengan kebutuhan global, mulai dari sains data, teknik, ilmu lingkungan, hingga bidang kesehatan.

Harapan Ke Depan

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Indonesia untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu bersaing di level internasional.

Selain itu, capaian ini juga membuktikan bahwa dengan sistem yang tepat, siswa daerah mampu bersaing di panggung global.

FAQ (PERTANYAAN UMUM)

1. Apa itu Letter of Acceptance (LoA)?
LoA adalah surat resmi dari universitas yang menyatakan bahwa seorang siswa diterima sebagai mahasiswa.

2. Apa Program Garuda Transformasi?
Program ini adalah inisiatif sekolah untuk membangun sistem pembinaan siswa agar mampu menembus perguruan tinggi luar negeri.

3. Berapa jumlah LoA yang diraih siswa SMAN 10 Samarinda?
Total ada 88 LoA yang diraih oleh 32 siswa.

4. Negara mana saja tujuan siswa?
Amerika Serikat, Kanada, Australia, Belanda, dan Selandia Baru.

5. Apa kunci keberhasilan siswa?
Pendampingan intensif, fasilitas tes internasional, serta ekosistem pendidikan yang terstruktur.

Jumat, 27 Maret 2026

Kolaborasi Pemkot dan ICDN Diperkuat Untuk Kemajuan Singkawang

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dorong ICDN jadi mitra strategis pembangunan inklusif, fokus pada pendidikan, SDM, dan kebhinekaan masyarakat.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dorong ICDN jadi mitra strategis pembangunan inklusif, fokus pada pendidikan, SDM, dan kebhinekaan masyarakat.

Singkawang, Kalbar – Wali Kota Tjhai Chui Mie mendorong penguatan peran Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Dewan Pengurus Daerah ICDN Kota Singkawang di ruang kerja wali kota, Jumat, di Singkawang.

Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030.

“Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030,” ujar Tjhai Chui Mie.

Komitmen ICDN Untuk Pembangunan Daerah

Dalam pertemuan tersebut, ICDN menyampaikan komitmennya untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Fokus utama meliputi sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas cendekiawan Dayak.

Langkah ini dinilai penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal, khususnya di kalangan masyarakat Dayak di wilayah Singkawang dan sekitarnya.

Peran Strategis ICDN Di Mata Pemerintah

Tjhai Chui Mie menyambut positif kehadiran pengurus baru ICDN. Ia menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran ICDN sebagai bagian dari elemen strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dorongan Kolaborasi Dan Inovasi Program

Pemerintah Kota Singkawang berharap sinergi dengan ICDN dapat terus diperkuat, terutama dalam merancang program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

Kolaborasi ini diharapkan mampu:

  • Meningkatkan kualitas pendidikan

  • Memperluas pemberdayaan masyarakat

  • Mendorong pengembangan SDM lokal

Perkuat Nilai Kebhinekaan Di Kota Toleran

Selain aspek pembangunan, Tjhai Chui Mie juga mendorong ICDN untuk turut memperkuat nilai kebhinekaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Sebagai kota yang dikenal toleran, Singkawang membutuhkan peran aktif berbagai organisasi untuk menjaga harmonisasi sosial.

“ICDN mampu berperan lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjaga harmonisasi sosial di Kota Singkawang,” ujarnya.

Dengan kolaborasi yang solid, ICDN diharapkan tidak hanya menjadi organisasi intelektual, tetapi juga motor penggerak pembangunan inklusif berbasis kearifan lokal.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu ICDN?
ICDN adalah organisasi yang mewadahi para cendekiawan Dayak untuk berkontribusi dalam pembangunan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

2. Apa tujuan audiensi ICDN dengan Wali Kota Singkawang?
Untuk silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru periode 2025–2030 serta menyampaikan komitmen pembangunan.

3. Apa fokus kontribusi ICDN di Singkawang?
Pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas SDM Dayak.

4. Kenapa ICDN dianggap penting oleh pemerintah?
Karena menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

5. Apa harapan Wali Kota terhadap ICDN?
ICDN diharapkan memperkuat kebhinekaan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga harmonisasi sosial.