Berita BorneoTribun: PT Dharma Inti Bersama hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label PT Dharma Inti Bersama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT Dharma Inti Bersama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2026

Kebersamaan Ramadan, PT Dharma Inti Bersama Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat Desa Pelapis

PT Dharma Inti Bersama menggelar buka puasa bersama di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, mempererat silaturahmi, dukung UMKM lokal, dan salurkan bantuan Ramadan bagi warga.
PT Dharma Inti Bersama menggelar buka puasa bersama di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, mempererat silaturahmi, dukung UMKM lokal, dan salurkan bantuan Ramadan bagi warga.

Pelapis, 26 Februari 2026 – Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum PT Dharma Inti Bersama (DIB) mempererat silaturahmi dengan masyarakat melalui kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan manajemen DIB, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta karyawan DIB yang sehari-hari tinggal dan beraktivitas bersama masyarakat Pelapis.

Dalam rangkaian acara, tausiah Ramadan yang disampaikan penceramah menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, semangat berbagi, serta memperkuat kepedulian sosial sebagai bagian dari nilai-nilai Ramadan.

“Ramadan mengajarkan bahwa keberkahan hadir melalui kebersamaan dan kepedulian. Ketika perusahaan dan masyarakat berjalan bersama, manfaatnya akan dirasakan lebih luas,” ujar ustaz dalam tausiahnya.

Warga Dusun Kelawar, Desa Pelapis, mengumpulkan produk UMKM ke posko CSR untuk di jual ke Pulau Penebang, Kamis (26/2/2026).
Warga Dusun Kelawar, Desa Pelapis, mengumpulkan produk UMKM ke posko CSR untuk di jual ke Pulau Penebang, Kamis (26/2/2026).

Kepala Dusun Kelawar, Wasmiyadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran DIB yang tidak hanya menjalankan kegiatan operasional, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial yang erat dengan masyarakat Pelapis melalui berbagai program pemberdayaan.

“Kami merasakan bahwa perusahaan hadir sebagai bagian dari masyarakat. Kegiatan seperti ini mempererat kebersamaan dan membuka ruang komunikasi yang baik. Kami berharap silaturahmi ini terus terjaga dan kerja sama antara DIB dan masyarakat semakin kuat pada masa mendatang,” ujarnya.

Sinergi yang baik antara perusahaan dan masyarakat juga terwujud melalui program pemasaran jajanan pasar produksi ibu-ibu Desa Pelapis selama bulan Ramadan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). Aneka jajanan yang dijajakan turut mewarnai ibadah puasa karyawan di Pulau Penebang, sehingga para pekerja tetap dapat menikmati takjil berbuka puasa dengan beragam pilihan menu.

Perwakilan manajemen DIB, Seno Ario Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Warga dan perwakilan PT Dharma Inti Bersama menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Darul Falah Dusun Kelawar, Kamis (26/2/2025). Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum PT Dharma Inti Bersama (DIB) mempererat silaturahmi dengan masyarakat Desa Pelapis.
Warga dan perwakilan PT Dharma Inti Bersama menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Darul Falah Dusun Kelawar, Kamis (26/2/2025). Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum PT Dharma Inti Bersama (DIB) mempererat silaturahmi dengan masyarakat Desa Pelapis. 

“Kegiatan buka puasa bersama ini kami selenggarakan di Dusun Kelawar, Dusun Jaya, dan Dusun Raya di Desa Pelapis pada 26 Februari hingga 1 Maret 2026. Pada momen Ramadan ini, DIB juga akan menyalurkan bantuan bagi para janda serta anak-anak yatim piatu di Desa Pelapis seperti tahun sebelumnya. Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, DIB berharap nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh di bulan Ramadan dapat semakin mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat serta menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan di masa mendatang.

Jumat, 06 Februari 2026

Kekayaan Masa Lampau Kayong Utara dan Inovasi Pendidikan Bertemu di Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan

Pelajar mengamati karya foto pada Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan di Kantor Dinas Pendidikan Kayong Utara, Selasa (3/2/2026).
Pelajar mengamati karya foto pada Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan di Kantor Dinas Pendidikan Kayong Utara, Selasa (3/2/2026). 
Sukadana, 3 Februari 2025Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara bersama Jurnalis Kayong Utara menggelar Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan sebagai upaya menghubungkan perkembangan serta inovasi pendidikan dengan kekayaan sejarah dan kebudayaan masa lalu Kayong Utara. Kegiatan ini dimulai pada Senin, 2 Februari 2026, dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan.

Gunawan, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kayong Utara, yang hadir mewakili Bupati Kayong Utara. Gunawan dalam pidato pembukaan acara mengatakan, pameran ini bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, melainkan jembatan penting yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kekayaan budaya Kayong Utara. 

Pada abad ke-16, di Sukadana pernah berdiri Kerajaan Sukadana, sebuah kerajaan Islam yang kuat dan makmur. Kerajaan ini menjalin hubungan dagang dengan berbagai wilayah, baik di dalam maupun di luar Nusantara. Sukadana dikenal sebagai penghasil tambang emas, perak, dan intan yang menjadi komoditas utama perdagangan. Selain itu, Kerajaan Sukadana memiliki pelabuhan berskala internasional yang berfungsi sebagai tempat transit kapal-kapal dagang dari Asia Timur dan Asia Selatan.
Kekayaan Masa Lampau Kayong Utara dan Inovasi Pendidikan Bertemu di Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan
Pelajar secara simbolis menerima bantuan sepatu dan seragam sekolah pada Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan di Kantor Dinas Pendidikan Kayong Utara, Selasa (3/2/2026).
“Melalui pameran ini, kita ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan pemahaman dan pelestarian kebudayaan lokal. Pendidikan membentuk kecerdasan intelektual, sementara kebudayaan membentuk karakter, jati diri, dan kehalusan budi pekerti, di era globalisasi yang serba modern ini, sangat penting bagi generasi muda untuk tidak hanya pintar, tetapi juga mengenal akar budayanya sendiri,” katanya.

Pameran Foto bertajuk “Pendidikan dan Kebudayaan: Momen Membangun Masa Depan” yang dilaksanakan pada 2–6 Februari 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara menampilkan karya-karya jurnalis yang merekam pendidikan, kebudayaan, serta benda-benda dan jejak sejarah lokal yang masih terjaga hingga kini.

Melalui pameran foto ini, pengunjung diajak melihat bagaimana pendidikan berkembang di Kayong Utara tanpa melepaskan keterkaitannya dengan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masa lalu. Foto-foto yang ditampilkan menggambarkan berbagai aktivitas pendidikan, interaksi guru dan siswa, kegiatan ekstrakurikuler, serta ekspresi kebudayaan lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah.

Salah satu foto yang paling menyita perhatian para pelajar di Kayong Utara menampilkan anak-anak Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, yang sedang belajar di Taman Pendidikan Alquran. Gambar ini merefleksikan kuatnya sinergi antara masyarakat dan dunia usaha yang tumbuh di Kayong Utara, dengan memperlihatkan dukungan PT Dharma Inti Bersama selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) terhadap keberlangsungan Taman Pendidikan Alquran di desa tersebut.

Selain pameran foto, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi dan talkshow pendidikan, kuis interaktif, serta pemutaran film oleh CANOPI Indonesia. Seluruh rangkaian ini dirancang sebagai ruang edukasi dan refleksi tentang pentingnya pendidikan yang berakar pada kebudayaan, sekaligus responsif terhadap perkembangan zaman.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 80 pasang sepatu diserahkan kepada siswa kurang mampu. Selain sepatu, siswa juga menerima bantuan seragam dan tas sekolah. Bantuan ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan, agar siswa dapat mengikuti proses belajar dengan lebih layak dan bermartabat.

Ketua Jurnalis Kayong Utara (JKU), Muhammad Fauzi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan media dalam mendukung dunia pendidikan. Ia juga mendorong agar organisasi perangkat daerah lainnya dapat mencontoh Dinas Pendidikan dalam membangun sinergi kegiatan.

“Kehadiran kami dalam kegiatan ini merupakan kontribusi untuk kemajuan Kayong Utara. Media memiliki peran penting dalam menyambung informasi dan mendorong kolaborasi yang positif,” jelasnya.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara menggandeng berbagai mitra, di antaranya Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), Yayasan Palong, CANOPI, Lembaga Simpang Mandiri, Program KREASI, Bank Kalbar, serta PT Dharma Inti Bersama (DIB). (*)

Senin, 26 Januari 2026

Peran Emak-Emak Desa Pelapis Kuatkan Ekonomi Keluarga

Lele marinasi sebagai produk hasil dari pelatihan pengolahan budidaya ikan lele yang dibeli oleh Kawasan Industri Pulau Penebang.
Lele marinasi sebagai produk hasil dari pelatihan pengolahan budidaya ikan lele yang dibeli oleh Kawasan Industri Pulau Penebang.

Pelapis, Januari 2026 – Peran perempuan dalam mendorong perekonomian desa semakin terasa di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Ibu-ibu di desa ini tidak hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan produktif yang mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterlibatan mereka menjadi upaya nyata dalam memaksimalkan potensi wilayah pesisir sekaligus menambah pendapatan keluarga nelayan.

Salah satu tokoh perubahan tersebut adalah Suaibah, Ketua Kelompok Pengolahan Bakso Ikan Desa Pelapis. Ia menceritakan, sebelum adanya kegiatan pengolahan ikan, ibu-ibu nelayan tidak memiliki aktivitas produktif saat musim paceklik.

“Dulu kalau tidak ada ikan, kami hanya di rumah. Sekarang, kami bisa tetap bekerja dan punya penghasilan tambahan. Waktu bakso buatan kami terjual, kami merasa senang dan semakin semangat,” ujarnya.

Kesadaran akan pentingnya peran perempuan ini menjadi dasar bagi PT Dharma Inti Bersama (DIB), selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), dalam merancang program pemberdayaan masyarakat. Berbagai kegiatan dibuat khusus untuk melibatkan ibu-ibu Desa Pelapis sebagai pelaku utama UMKM. Salah satunya adalah pelatihan dan produksi bakso serta nugget ikan, yang diikuti oleh 64 istri nelayan dari tiga dusun. Dalam satu kali produksi, kelompok ini mampu menghasilkan sekitar 86 kilogram bakso dan 45 kilogram nugget ikan, yang seluruhnya diserap oleh kawasan industri di Pulau Penebang.

Selain pengolahan bakso dan nugget, perempuan Desa Pelapis juga aktif dalam pengolahan hasil budidaya ikan lele. Panen perdana pada awal Januari lalu menghasilkan sekitar 700 kilogram ikan lele. Hasil panen kemudian dimarinasi untuk memperpanjang masa simpan, dikemas secara vakum, dan dipasarkan ke Pulau Penebang. Dari kegiatan ini, sebanyak 1.040 kemasan produk olahan lele berhasil terjual ke KIPP.

Sundusiyah dan Misnah, ibu rumah tangga dari Dusun Kelawar, menyatakan senang dapat terlibat dalam kegiatan marinasi lele. Menurut mereka, kegiatan ini memberikan peluang baru bagi perempuan di desa.

“Kalau tidak musim ikan, kami tetap bisa beraktivitas dan membantu ekonomi keluarga. Usaha seperti ini bagus dan harus dicoba,” kata mereka.

Pada kesempatan panen perdana tersebut, Hendra Budjang, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kayong Utara, memberikan apresiasi kepada PT DIB dan tim CSR atas konsistensinya dalam membina masyarakat Desa Pelapis. Ia menilai desa ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki peternak lele di daerah lain, yaitu adanya kepastian pasar.

“Mari kita jadikan ini momentum, karena kelebihan Pelapis adalah kalau kita bekerja, yang membeli sudah ada (DIB). Alhamdulillah, yang membeli sudah ada, tinggal kesiapan masyarakatnya,” ujarnya.

Seno Ario Wibowo, Government Relation Manager DIB, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan di Desa Pelapis merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Program-program ini memberikan kesempatan bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan serta mengoptimalkan potensi lokal.

“Tidak perlu khawatir ikan lele ini akan dikemanakan. Kami menjamin pihak perusahaan akan membantu sepenuhnya terkait hasil panen. Ikan lele ini pasti akan kami serap,” tegasnya.

Seno menekankan bahwa perusahaan menempatkan perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi masyarakat pesisir.

“Sebagai perusahaan yang beroperasi dekat komunitas nelayan, kami memahami bahwa keberlanjutan ekonomi keluarga sangat bergantung pada kondisi alam yang dinamis. Karena itu, kami ingin memastikan para istri nelayan tetap memiliki sumber pendapatan, bahkan di luar musim tangkap,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan ekonomi masyarakat harus berbasis potensi lokal dan melibatkan seluruh anggota keluarga nelayan.

“Melalui pengolahan ikan air tawar, pembuatan bakso dan nugget, serta budidaya lele, perempuan dapat menjadi pelaku utama dalam menambah penghasilan keluarga. Ini merupakan bagian dari komitmen kami terhadap pemberdayaan masyarakat dan prinsip keberlanjutan,” pungkasnya.

Selain di bidang ekonomi, peran perempuan Desa Pelapis juga terlihat dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Ibu-ibu kader Posyandu di empat lokasi, bekerja sama dengan Puskesmas dan DIB, secara rutin melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak, disertai pemeriksaan dan sosialisasi kesehatan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Senin, 19 Januari 2026

Panen Lele di Pinggir Pantai, Harapan Baru Masyarakat Nelayan Desa Pelapis

Panen Lele di Pinggir Pantai, Harapan Baru Masyarakat Nelayan Desa Pelapis
Panen Lele di Pinggir Pantai, Harapan Baru Masyarakat Nelayan Desa Pelapis.

Pelapis, 13 Januari 2025 - Setiap pagi dan sore, Suaka, warga Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara, punya kegiatan favorit: memberi makan lele di kolam terpal di samping rumahnya yang berada di pinggir pantai.

Kolam terpal ini adalah bagian dari Program CSR Bidang Peningkatan Ekonomi yang digagas masyarakat setempat bersama PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).

“Waktu paling menyenangkan itu saat memberi umpan,” katanya suatu ketika. “Rasanya kalau bisa, tiap hari kasih makan terus. Senang saja melihat ikan-ikan itu berebut.”

Bagi Suaka, nelayan yang sejak kecil akrab dengan ombak dan jaring, kebiasaan baru itu awalnya terasa asing. Namun justru dari rutinitas sederhana itulah, sebuah perubahan pelan-pelan tumbuh. Perubahan yang pada Sabtu pagi, 10 Januari 2026, mencapai puncaknya: panen perdana budidaya ikan lele.

Setelah merawat ikan lele bersama rekan satu kelompoknya selama sekitar dua bulan, Suaka akhirnya merasakan panen perdana di awal Januari 2026.

Empat kolam terpal yang tersebar di tiga dusun akhirnya dipanen. Dari kolam-kolam sederhana itu, sekitar 700 kilogram ikan lele berhasil dihasilkan. Angka yang mungkin terdengar biasa bagi peternak besar, namun sangat berarti bagi masyarakat pesisir yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup sepenuhnya pada laut.

Bagi warga Pelapis, panen ini bukan sekadar soal kilogram dan rupiah. Ia menjadi bukti bahwa diversifikasi penghidupan, ternyata bisa diwujudkan. Di tengah cuaca laut yang kian sulit diprediksi, lele-lele di kolam terpal menjadi simbol alternatif, bahkan harapan.

Suaka berdiri di dekat kolam dengan senyum yang sulit disembunyikan. Tangannya sesekali menunjuk ikan-ikan yang bergerak lincah.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada perusahaan atas masukan dan program-program untuk masyarakat Pelapis,” ujarnya tulus. “Mudah-mudahan dengan adanya budidaya ikan air tawar di RT 3 ini bisa jadi tolok ukur bagi kawan-kawan di dua dusun lainnya.”

Perjalanan menuju panen perdana, diakuinya, tidak selalu mulus. Kualitas air yang berubah, risiko penyakit, hingga kekhawatiran ikan mati sempat menghantui. Namun pendampingan rutin dari tenaga lapangan DIB menjadi penopang penting. Air kolam dipantau, pakan diatur agar tidak berlebihan, dan masalah diatasi satu per satu.

“Airnya memang harus dijaga supaya tetap bagus, kadang juga ada timbul penyakit ikan,” cerita Suaka. “Tapi alhamdulillah, di kolam yang kami kelola ini ikan yang sakit cuma satu dua.”

Camat Kepulauan Karimata, Mikrad Abdi, yang turut hadir dalam panen perdana itu, memahami betul tantangan di balik keberhasilan tersebut. Mengajak nelayan tangkap mencoba usaha budidaya bukan perkara mudah. Laut sudah menjadi identitas, sekaligus sandaran hidup selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah, budi daya ikan tawar di Desa Pelapis ini hasilnya bagus,” ujarnya.

Menurut Mikrad, keberhasilan panen ini membuka peluang besar. Budidaya lele dapat menjadi sumber penghasilan tambahan saat cuaca laut tidak bersahabat. Lebih dari itu, pasarnya sudah jelas. Kawasan Industri Pulau Penebang siap menyerap hasil produksi.

“Kedepannya, produknya bisa diakomodir untuk konsumsi di Penebang,” jelasnya. “Ikan air tawar ini hal yang baru, tapi sekarang anak-anak sudah mau makan ikan air tawar. Produknya diambil untuk Penebang.”

Ia optimistis, jika dikelola dengan serius, usaha yang kini masih bersifat sampingan itu bisa tumbuh menjadi sumber penghasilan utama.

“Kan tidak selalu ke laut karena cuaca,” tambahnya. “Jadi budidaya lele ini bisa jadi penghasilan tambahan. Perekonomian masyarakat bisa meningkat.”

Apresiasi juga datang dari Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Hendra. Mantan Camat Kepulauan Karimata ini mengingatkan bahwa keberhasilan ini adalah awal dari proses panjang.

“Ibarat anak baru lahir, belajar merangkak itu butuh proses. Sekali dua kali gagal itu biasa,” katanya memberi motivasi. “Yang penting, kita belajar dan terus maju.”

Ia menilai Pelapis memiliki keunggulan yang belum tentu dimiliki peternak ikan di semua wilayah: kepastian pasar.

“Kalau kita bekerja, yang membeli sudah ada,” ujarnya merujuk pada KIPP. “Tinggal kesiapan masyarakatnya.”

Ke depan, ia mendorong pengembangan budidaya tidak berhenti pada pembesaran ikan, tetapi juga merambah pembibitan dan pembuatan pakan mandiri. Dengan begitu, rantai nilai ekonomi bisa semakin panjang dan manfaatnya lebih besar bagi masyarakat.

Dari sisi perusahaan, Government Relation Manager DIB, Seno Ario Wibowo, menyampaikan rasa syukur bisa menyaksikan langsung panen perdana tersebut.

“Tiba saatnya kita merasakan jerih payah dalam mengembangkan budidaya lele yang alhamdulillah berhasil,” ujarnya.

Seno menjelaskan, Seno menjelaskan, program ini dirancang sebagai bantalan ekonomi, terutama pada musim paceklik.

“Tidak perlu khawatir ikan lele ini akan dikemanakan,” tegasnya. “Kami menjamin hasil panen akan kami serap.”

Sabtu, 10 Januari 2026

KIPP Tingkatkan Kapasitas SDM Kalimantan Barat Lewat Pelatihan Bahasa Mandarin

KIPP Tingkatkan Kapasitas SDM Kalimantan Barat Lewat Pelatihan Bahasa Mandarin
KIPP Tingkatkan Kapasitas SDM Kalimantan Barat Lewat Pelatihan Bahasa Mandarin.
Pontianak, Januari 2026 – Sebanyak 140 peserta yang dinyatakan lolos seleksi Operation Development Program (ODP) akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bahasa Mandarin secara intensif selama tiga bulan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara investor Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Penebang, Confucius Institute Universitas Tanjungpura (Untan), dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama (STBHB). Kurikulum pelatihan disusun secara khusus dan aplikatif untuk menjawab kebutuhan industri di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).

Direktur Confucius Institute Untan, Ina, S.E., M.Ed., dalam acara penandatanganan kesepakatan program pelatihan tersebut menyampaikan bahwa bahasa Mandarin saat ini merupakan salah satu kompetensi utama dalam komunikasi global. Dengan sistem pembelajaran yang terstruktur, ilmiah, serta didukung frekuensi latihan yang proporsional, peserta diharapkan mampu mencapai target keterampilan bahasa Mandarin kejuruan sesuai kebutuhan industri.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan STBHB, Dr. Hartono Azas, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi kepada pihak swasta yang berinvestasi di Kabupaten Kayong Utara. Ia menilai penguasaan bahasa Mandarin menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi era hilirisasi aluminium yang terhubung dengan mitra internasional, khususnya Tiongkok. Menurutnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme tenaga kerja sekaligus mendorong terjadinya alih teknologi dan alih pengetahuan kepada putra-putri daerah, terutama dari Kabupaten Kayong Utara.

Government Relations KIPP, Sumarno, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap bersaing di tingkat global. Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi penting dalam rantai nilai industri yang dijalankan perusahaan. Karena itu, KIPP tidak hanya melakukan rekrutmen, tetapi juga berinvestasi dalam peningkatan kapasitas generasi muda Kalimantan Barat agar mampu tumbuh dan berkembang bersama perusahaan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra institusi pendidikan yang telah mendukung terselenggaranya program ini.

Selama tiga bulan, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan intensif di Pontianak dengan materi bahasa Mandarin dasar hingga menengah, percakapan teknis dan bisnis, pengenalan budaya kerja, serta persiapan ujian standar internasional. Kemampuan peserta ditargetkan setara Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì (HSK) tingkat 2 atau HSK tingkat 3 dasar.

Setelah menyelesaikan pelatihan bahasa, peserta akan melanjutkan pelatihan ke Tiongkok untuk mendalami pengoperasian mesin smelter dan refinery atau ditempatkan langsung di Pulau Penebang sebagai operator atau engineer sesuai kebutuhan operasional perusahaan. Peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan masih akan melanjutkan tugas kerja selama sekurang-kurangnya satu setengah hingga dua tahun di posisi yang relevan dengan pelatihan guna memastikan terjadinya alih pengetahuan, kesinambungan kompetensi, serta dampak ekonomi bagi daerah asal peserta.

Program pelatihan bahasa ini melengkapi inisiatif KIPP dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat. Pada September 2025, PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola KIPP memberikan beasiswa kepada 15 mahasiswa asal Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Penerima beasiswa tidak hanya memperoleh bantuan biaya pendidikan, tetapi juga biaya hidup.

Penyerahan beasiswa dilakukan oleh pimpinan PT DIB, Rasnius Pasaribu, dan disaksikan Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, di Pontianak. “Investasi hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. Pendidikan menjadi kunci penting dalam memajukan daerah,” ujar Rasnius.

Kamis, 18 Desember 2025

DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan

DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan
DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan.

Pelapis, Kayong Utara, Desember 2025 - Upaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan pesisir terus dilakukan di Desa Pelapis, Kecamatan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Sebanyak 64 ibu rumah tangga dari tiga dusun mengikuti pelatihan pengolahan hasil perikanan yang diinisiasi PT Dharma Inti Bersama (DIB), guna meningkatkan keterampilan mengolah ikan hasil tangkapan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pelatihan ini diikuti peserta dari Dusun Kelawar sebanyak 28 orang, Dusun Jaya 22 orang, dan Dusun Raya 14 orang. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan peserta dari semua dusun di desa Pelapis, yang mencerminkan besarnya minat untuk mengembangkan usaha olahan ikan sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga.

Kegiatan pelatihan dipandu oleh tenaga ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan didukung tim CSR DIB yang aktif mendampingi program pemberdayaan masyarakat di Desa Pelapis. Berdasarkan evaluasi pasca pelatihan, para peserta dinilai telah mampu menghasilkan produk olahan ikan dengan kualitas yang baik, mulai dari bentuk, tekstur, hingga cita rasa, serta memenuhi standar mutu.
DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan
DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi PT DIB dengan Pemerintah Desa Pelapis dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat sesuai karakter wilayah pesisir. Seluruh produk hasil pelatihan telah memiliki jaminan pasar dan akan diserap oleh proyek Penebang yang tengah berjalan. Meski demikian, peluang pemasaran ke segmen yang lebih luas tetap terbuka dan akan dikembangkan secara bertahap seiring peningkatan kapasitas produksi dan kelengkapan perizinan.

Produk utama yang dikembangkan dalam pelatihan ini meliputi bakso ikan dan nugget ikan. Selain pelatihan teknis pengolahan, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pengemasan produk, penerapan sanitasi dan higienitas produksi, serta perhitungan modal dan biaya usaha untuk memperkuat pemahaman aspek bisnis.

External Relation Manager PT Dharma Inti Bersama, Seno Ario Wibowo, mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. “Sebagai pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang, kami ingin memastikan masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan, memiliki sumber pendapatan tambahan di luar musim tangkap,” ujarnya.

Ia menambahkan, produk olahan yang dihasilkan saat ini telah mengantongi sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan tengah dalam proses pengurusan perizinan lanjutan. “Prioritas kami adalah sertifikasi halal. Selanjutnya, pengajuan izin BPOM direncanakan pada 2026 agar produk dapat dipasarkan lebih luas dan memenuhi standar keamanan pangan,” pungkasnya.

Jumat, 12 Desember 2025

Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang

Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang
Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang.
Pontianak, 12 Desember 2025 - Menjadi provinsi dengan luas terbesar kedua di Indonesia, serta potensi kekayaan alam yang dimiliki menjadikan Kalimantan Barat memiliki peluang dan tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah bagaimana putra daerah dapat terlibat dan berkontribusi dalam proses pembangunan dan pemanfaatan potensi yang dimiliki. Saat ini sesuai dengan Permenko No. 16/2025, terdapat sembilan kawasan industri di Pulau Kalimantan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Empat diantaranya berada di Kalimantan Barat.

Kondisi ini menunjukan bahwa saat ini dan kedepan pembangunan di Kalbar akan berjalan sangat masif. Pembangunan PSN dan beberapa proyek strategis pemerintah provinsi Kalbar tentu akan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan berlatar ilmu dan kemampuan di bidang teknik. Kebutuhan insinyur dari berbagai spesialisasi akan meningkat.

Merespon tantangan dan kebutuhan ini, PT Dharma Inti Bersama sebagai pengelola Kawasan Industri Penebang (KIPP) salah satu PSN di Kalimantan Barat melakukan program Operations Development Program (ODP). Program ini adalah bentuk inisiatif, perhatian dan kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM di Kalimantan Barat. Dengan keyakinan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi, talenta dan tenaga muda yang perlu didukung dan diberi kesempatan, kegiatan ODP ini menjadi bukti peran positif swasta terhadap pembangunan SDM daerah, tidak semata pembangunan fisik semata namun juga SDM yang akan membangunnya.
Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang
Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang.
Operations Development Program (ODP) dilakukan DIB sebagai upaya perusahan untuk memprioritaskan dan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja asli Kalimantan Barat. Di KIPP serapan tenaga kerja lokal menjadi prioritas. Kehadiran KIPP tidak hanya membangun industri, tetapi juga membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk maju dan bersama membangun daerah serta  meningkatkan kesejahteraan keluarga. ODP berlangsung pada awal Desember 2025, bertempat di Ruang Conference Universitas Tanjungpura (Untan), acara ini mampu mengumpulkan ratusan kandidat putra daerah dari berbagai kabupaten untuk selanjutnya akan mendapatkan pembekalan intensif berupa penguatan leadership, technical skill, hingga exposure ke praktik industri modern. Tidak hanya itu, program ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman belajar di luar negeri, seperti Tiongkok.

Antusiasme para peserta yang hadir saat Walk-in Interview ODP terlihat dari jumlah peserta yang hadir, namun juga dari cerita yang disampaikan dalam proses wawancara. Tidak hanya sekedar membawa CV, peserta yang hadir juga menunjukan tekad dan semangat untuk ambil bagian dalam pembangunan tanah kelahirannya. Bagi mereka, ODP yang dilakukan DIB bukan sekadar event. Ini adalah peluang untuk menjadi engineer muda di industri besar.

Di antara pelamar, ada yang menempuh perjalanan panjang, naik kapal berjam-jam demi mengikuti proses rekrutmen. Beberapa di antara mereka bahkan sudah mencoba melamar berkali-kali sebelum akhirnya lolos seleksi.

“Program ini bisa mewujudkan mimpi saya sebagai seorang engineer. Saya berharap dapat mengembangkan karier di KIPP. Melalui ODP ini, para fresh graduate seperti saya punya kesempatan dan dipersiapkan untuk bersaing serta membangun jalur karir yang lebih jelas kedepannya,” ucap Robin, salah satu pelamar asal Kayong Utara.

Saat ini, 69 persen tenaga kerja yang terserap di KIPP adalah pekerja yang berasal dari Kalimantan Barat, dan angka akan terus diupayakan untuk meningkat. Dengan semakin banyak tenaga kerja setempat yang terserap, diharapkan menimbulkan multiplier effect bagi Kabupaten Kayong Utara, sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kayong Utara terus meningkat.

Selasa, 09 Desember 2025

Cuci Tangan & Sikat Gigi Jadi Seru! DIB Care Bawa Edukasi Kesehatan ke Pelapis

Cuci Tangan & Sikat Gigi Jadi Seru! DIB Care Bawa Edukasi Kesehatan ke Pelapis
Cuci Tangan & Sikat Gigi Jadi Seru! DIB Care Bawa Edukasi Kesehatan ke Pelapis.
KAYONG UTARA - Suasana tampak berbeda dari biasanya di halaman SDN 06 Pulau Meledang, Dusun Raya, Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata. Gelak tawa dan antusiasme siswa memenuhi kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diselenggarakan PT Dharma Inti Bersama (DIB) melalui program tanggung jawab sosial DIB Care. Program ini juga dilaksanakan di SDN 02 dan 07 Desa Pelapis, sebagai upaya membangun kebiasaan kesehatan sejak dini agar tumbuh kembang, konsentrasi belajar, serta produktivitas anak-anak di Desa Pelapis terbangun dengan baik.

Kegiatan ini menghadirkan pemaparan interaktif dari dr. Noni Priscilia, dokter perusahaan DIB, yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Desa Pelapis. Tidak hanya menyampaikan materi, edukasi dikemas dalam peragaan dan permainan yang membuat anak-anak terlibat aktif. Para siswa diajarkan cara menyikat gigi dan mencuci tangan yang baik dan benar, termasuk enam langkah mencuci tangan yang sederhana dan menyenangkan untuk diikuti.

Antusias siswa semakin terlihat saat mereka mempraktikkan setiap langkah sambil bercanda bersama teman-temannya. Setelah sesi edukasi selesai, para siswa menerima sikat dan pasta gigi anak untuk mendukung pembiasaan praktik kesehatan di rumah.

“Ketika anak-anak terbiasa menjaga kebersihan diri, risiko penyakit seperti diare, cacingan, ISPA, dan karies gigi dapat ditekan. Ini berdampak langsung pada konsentrasi belajar, kehadiran di sekolah, hingga pertumbuhan fisik mereka,” jelas dr. Noni. “Anak yang sehat adalah anak yang lebih siap menyerap pelajaran dan berkembang optimal. Edukasi ini bukan sekadar langkah pencegahan, tetapi intervensi perilaku sejak dini agar menjadi budaya di keluarga dan lingkungan.”

Program edukasi PHBS ini merupakan hasil kolaborasi antara PT DIB dan Puskesmas Desa Pelapis sebagai bentuk sinergi sektor swasta dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak usia sekolah.
Cuci Tangan & Sikat Gigi Jadi Seru! DIB Care Bawa Edukasi Kesehatan ke Pelapis
Cuci Tangan & Sikat Gigi Jadi Seru! DIB Care Bawa Edukasi Kesehatan ke Pelapis.
Seno Ario Wibowo, External Relation Manager PT Dharma Inti Bersama, menegaskan bahwa edukasi PHBS merupakan kegiatan rutin dari DIB Care yang dilaksanakan setiap bulan sebagai bagian dari komitmen perusahaan kepada masyarakat sekitar kawasan industri. “Pada pelaksanaan perdana ini, sebanyak 138 anak telah menerima manfaat langsung. Melalui DIB Care, kami ingin memastikan anak-anak di wilayah ini mendapatkan akses edukasi dan layanan kesehatan dasar secara gratis dan berkelanjutan,” ungkap Seno.

Edukasi PHBS melengkapi berbagai kegiatan kesehatan yang telah dijalankan DIB Care sebelumnya, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin dan pemberian makanan tambahan. Dengan pendekatan yang edukatif dan preventif, DIB berharap dapat berkontribusi menghadirkan generasi Pelapis yang sehat, cerdas, dan produktif.

Di tengah gugusan pulau Karimata, dari halaman sekolah sederhana hingga ruang kelas masa depan, kebiasaan kecil seperti mencuci tangan dan menjaga kebersihan menjadi langkah penting menuju kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi penerus Pelapis.

Kamis, 20 November 2025

DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis

DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis
DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis.
Sukadana (Borneo Tribun) — Di tengah musim tangkap ikan yang menjadi periode paling dinantikan nelayan kelong di Desa Pelapis, PT Dharma Inti Bersama (PT DIB) menyalurkan bantuan puluhan unit lampu celup bawah air kepada sekitar 130 nelayan. Bantuan ini diyakini mampu meningkatkan efektivitas penangkapan ikan dan cumi di perairan Kepulauan Karimata.

Momentum penyerahan bantuan ini menjadi sangat tepat, karena nelayan Desa Pelapis tengah memasuki musim puncak penangkapan ikan, di mana aktivitas di kelong meningkat tajam. Pada periode ini, keberhasilan menangkap ikan sangat ditentukan oleh kelengkapan alat tangkap, termasuk pencahayaan yang memadai untuk menarik gerombolan ikan berkumpul di sekitar kelong.

Lampu celup, alat bantu cahaya bawah air, kini menjadi teknologi yang semakin banyak digunakan oleh nelayan di berbagai daerah. Beberapa nelayan dampingan CSR PT DIB yang telah lebih dulu mencobanya melaporkan kenaikan hasil tangkapan yang cukup signifikan, terutama pada ikan teri dan cumi-cumi, dua komoditas utama nelayan kelong di Desa Pelapis.
DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis
DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis.
Lampu celup diterima sekitar 130 orang nelayan dari tiga dusun, yakni Dusun Raya, Dusun Jaya, dan Dusun Kelawar. Para nelayan yang hadir menyambut bantuan ini dengan antusias, mengingat alat ini langsung dapat digunakan dalam musim tangkap yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun mendatang.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Kepulauan Karimata, Saruji, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT DIB.

“Kami dari Kecamatan Pulau Karimata mengucapkan terima kasih kepada DIB atas bantuan lampu celup ini. Semoga alat ini membantu meningkatkan hasil tangkap nelayan di kelong. Sekarang awal musim kelong dan beberapa masyarakat sudah mulai dapat hasil. Mudah-mudahan dengan lampu celup, hasilnya bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Para nelayan juga merasakan manfaat awal dari teknologi ini. Tomo, nelayan setempat, mengatakan lampu celup memberikan peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil pada musim yang hanya datang sekali setahun.

“Banyaknya hasil tangkapan tergantung banyak hal. Tapi kalau alat lengkap dan tempatnya pas, bisa lebih maksimal. Saya lihat kelong teman yang sudah pakai lampu celup, ikan teri langsung berputar mengelilinginya. Harapannya, ikan makin banyak masuk setelah pakai alat ini,” tuturnya. 

External Relation Manager PT DIB, Seno Ario Wibowo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari CSR Bidang Ekonomi yang ditujukan untuk mendukung optimalisasi perikanan tangkap masyarakat pesisir.

“Bantuan lampu celup ini kami berikan agar nelayan bisa memanfaatkan musim tangkap secara maksimal. PT DIB berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Pelapis melalui alat tangkap yang efektif dan ramah lingkungan. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan langsung pada musim ini,” kata Seno.

Menurutnya, program ini tidak hanya berhenti pada distribusi alat, tetapi akan dilanjutkan dengan pendampingan teknis dan monitoring penggunaan, agar alat dapat bekerja optimal dan memberikan hasil yang konsisten bagi nelayan.

Program optimalisasi perikanan tangkap ini, yang dilengkapi dengan pengembangan budidaya ikan air tawar melalui kolam akuaponik serta kegiatan pengolahan hasil laut oleh kelompok ibu-ibu di Desa Pelapis, merupakan bagian dari program CSR PT DIB. Inisiatif ini menjadi wujud sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat perekonomian di Kayong Utara, khususnya di Desa Pelapis.  ***

Selasa, 07 Oktober 2025

Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu

Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu
Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu.
Sukadana (Borneo Tribun) – Dalam upaya meningkatkan kesehatan bayi dan balita serta mencegah stunting, PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melakukan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan balita di Desa Pelapis. 

Program ini terlaksana berkat kolaborasi PT DIB dengan Puskesmas dan Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di tiga Dusun di Desa Pelapis. Sedikitnya 100 bayi dan balita menerima paket makanan tambahan berupa; susu UHT, biskuit, telur rebus dan kacang hijau.

Ketua Kader Posyandu Strawberry Dusun Jaya Desa Pelapis, Jumailian mengungkapkan rasa syukurnya dan berterimakasih kepada PT DIB atas terlaksananya program PMT. Program ini menurutnya dapat menambah asupan gizi anak-anak di Desa Pelapis. Hal senada disampaikan oleh Ema Nurhajah, Ketua Kader Posyandu Mangga Harum Dusun Kelawar. 

“Dengan adanya pemberian makanan tambahan ini pemenuhan protein bagi anak-anak di Pelapis dapat meningkat”. Semoga program ini bisa berjalan terus demikian harapnya. 
Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu
Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu.
Tenaga kesehatan Puskesmas Desa Pelapis, Agung Prasetyo, S.Kep. menyambut baik program PMT yang dilakukan PT DIB. Menurutnya dengan adanya program PMT di semua dusun di Desa Pelapis terbukti meningkatkan jumlah kunjungan ibu dan anak ke Posyandu, sehingga program ini turut mendukung pencapaian program-program pemerintah lainnya seperti sosialisasi dan penyuluhan kesehatan, pemantauan kesehatan dan vaksinasi. 

“Program ini menjadi daya tarik masyarakat untuk mau datang ke Posyandu, yang tadinya kunjungan hanya dihadiri belasan orang sekarang meningkat menjadi puluhan. Dengan kunjungan ibu dan anak ke Posyandu, maka berat dan tinggi anak dapat termonitor dengan baik, dan jika ada anak atau balita yang teridentifikasi kurang dalam tumbuh kembang baik tinggi maupun berat badan akan segera mendapat konsultasi dan pendampingan khusus dari ahli gizi di Puskesmas Pelapis”. Kegiatan ini adalah bentuk sinergis swasta dan pemerintah sejalan dengan program nasional Ayo ke Posyandu, demikian pungkasnya.

PT DIB memiliki komitmen terhadap generasi penerus Desa Pelapis, selain program PMT, perusahaan juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Desa Pelapis yang sedang menempuh pendidikan jenjang S1 baik yang berkuliah di Kota Pontianak maupun Kabupaten Ketapang. Pada tahap pertama ada 15 orang yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan per semester dan biaya kos tahunan hingga 8 semester (4 tahun). 

Dengan demikian para mahasiswa asal Desa Pelapis bisa belajar dengan tenang, tanpa terbebani pikiran biaya, dan fokus menyelesaikan studi hingga selesai dan menjadi agen perubahan Kayong Utara. Bantuan beasiswa secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, di Pontianak, pada Jumat 19 September 2025.

Seno Ario Wibowo, External Relation Manager PT DIB mengatakan, program PMT dan beasiswa adalah wujud komitmen perusahaan dalam membangun kapasitas sumber daya manusia di Desa Pelapis, 

“Kami percaya bahwa kesehatan dan gizi yang baik bagi anak dan balita adalah fondasi penting bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program kesehatan dan pendidikan, kami berharap bisa memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pelapis." kata Seno.

Serangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan/corporate social responsibility (CSR) telah dilakukan DIB sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara berkala perusahaan menggelar kegiatan DIB Care yang memfokuskan pada bidang kesehatan berupa penyuluhan, konsultasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan umum. Dukungan terhadap ekonomi masyarakat pesisir juga dilakukan melalui pelatihan teknologi penangkapan ikan, budidaya perikanan, dan pengolahan hasil laut.

Senin, 08 September 2025

PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara

PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara
PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara.
Sukadana - PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), kembali menggelar program DIB Care sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap kondisi kesehatan masyarakat. 

Selama tiga hari, sejak 21 Agustus hingga 23 Agustus 2025, DIB Care II menjangkau 125 orang warga dari tiga dusun di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Program tanggung jawab sosial lingkungan (corporate social responsibilty/CSR) ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya hidup sehat, sekaligus menyediakan akses layanan kesehatan gratis bagi warga.

Kegiatan DIB Care II ini fokus pada masalah kesehatan yang umum dihadapi warga Desa Pelapis sesuai evaluasi DIB Care I, yaitu hipertensi atau tekanan darah tinggi. 
PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara
PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara.

Melalui diskusi kesehatan bertajuk "Kenali & Kendalikan Hipertensi: Kunci Hidup Sehat," Tim kesehatan PT PT Dharma Inti Bersama, dr. Haryo Wibowo, MH.Kes., menjelaskan bahwa tingginya kasus hipertensi terkait dengan pola hidup dan pola makan sehari-hari. 

Menurutnya, pola makan yang kurang bervariasi, terutama minimnya konsumsi sayur dan buah, menjadi salah satu penyebab utama. Karena itu, diskusi ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga agar dapat mengendalikan faktor-faktor risiko tersebut demi hidup yang lebih sehat.

"Berdasarkan pengakuan warga, ketersediaan sayur dan buah di Desa Pelapis memang masih minim. Karena itu, saya menyarankan warga untuk mulai mengembangkan hobi bercocok tanam agar pasokan serta asupan sayur dan buah dapat bertambah dan bervariasi," jelas dr. Haryo.

Selain menyarankan agar warga menambah variasi makanan, dr Haryo mengajak warga untuk mengelola stres, tidak merokok, dan beristirahat yang cukup. Ia juga menyarankan warga untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta berolahraga secara rutin untuk menjaga tubuh tetap bugar.

Bersamaan dengan diskusi kesehatan, tim DIB Care bersama Puskesmas mengadakan layanan pemeriksaan, konsultasi, dan pengobatan gratis. Dari 125 warga yang diperiksa, 35 orang terdiagnosis hipertensi, selain dari sakit maag (dispepsia), sakit kepala akut (tension headache), dan ISPA. 

Warga Dusun Kelawar, Desa Pelapis, Sumiati, mengaku sangat terbantu dengan adanya program DIB Care. Ia berharap layanan konsultasi kesehatan dan pengobatan gratis dapat terus berlangsung.

"Pengobatan gratis ini bagus dan sangat membantu, apalagi karena di Dusun Kelawar belum ada tenaga kesehatan yang menetap. Harapannya, pada kegiatan DIB Care berikutnya jenis obat yang tersedia bisa lebih banyak, dan waktu pelaksanaannya diperpanjang,” ujar Sumiati.

Seno Ario Wibowo, External Relation Manager PT Dharma Inti Bersama, menyatakan DIB Care adalah wujud kepedulian perusahaan pada masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang.

"Kami yakin bahwa masyarakat yang sehat akan mendorong produktivitas dan kesejahteraan. Melalui peningkatan akses layanan kesehatan, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi Desa Pelapis," kata Seno.

DIB terus berkomitmen untuk menjalankan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara perusahaan dan lingkungan sekitar.

Kamis, 21 Agustus 2025

Bawa Semangat Baru bagi Nelayan dan Ibu Rumah Tangga Desa Pelapis

Bawa Semangat Baru bagi Nelayan dan Ibu Rumah Tangga Desa Pelapis
Bawa Semangat Baru bagi Nelayan dan Ibu Rumah Tangga Desa Pelapis.
Sukadana - Semangat baru kini mulai tumbuh di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara. Melalui program tanggung jawab sosial (CSR), PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), menghadirkan serangkaian program yang menyentuh kehidupan masyarakat peningkatan teknologi penangkapan ikan, budidaya perikanan, hingga pengolahan hasil tangkapan laut.

Selama ini, nelayan Desa Pelapis mengandalkan kelong untuk mencari ikan menggunakan lampu yang dipasang di atas permukaan air. Untuk meningkatkan hasil tangkapan, terutama pada masa paceklik seperti saat ini, DIB bersama tim akademisi dari IPB memperkenalkan penggunaan lampu celup bawah air.

Dalam uji coba yang dilakukan bersama nelayan Desa Pelapis, penggunaan lampu celup ini mendatangkan tangkapan ikan yang jumlahnya lebih banyak.

Didin Komarudin, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, timnya bersama DIB menawarkan teknologi penangkapan baru yang telah terbukti efektif di kalangan nelayan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. 

Adapun untuk diversifikasi alat tangkap, Didin dan timnya memperkenalkan bubu lipat yang lebih praktis untuk menangkap rajungan, serta alat tangkap krendet dan gillnet.
Bawa Semangat Baru bagi Nelayan dan Ibu Rumah Tangga Desa Pelapis
Bawa Semangat Baru bagi Nelayan dan Ibu Rumah Tangga Desa Pelapis.
“Awalnya penuh tantangan, karena nelayan Pelapis sudah bertahun-tahun menggunakan lampu kelong di atas permukaan air dan bubu kotak. Namun setelah tiga hari, mulai ada yang berkata ‘Kami siap, Pak’. Itu tanda nelayan Desa Pelapis terbuka pada inovasi yang kami perkenalkan. Saya optimistis teknologi ini bisa meningkatkan hasil tangkapan mereka,” ujar Didin.

Lebih lanjut Didin menjelaskan, selain menawarkan inovasi teknologi penangkapan ikan, program CSR DIB juga memperkenalkan budidaya ikan dalam kolam-kolam besar dengan akuaponik yang merupakan metode pembesaran ikan sekaligus penanaman sayur. 

“Ini bukan untuk mengganti tradisi melaut, tapi menambah sumber penghasilan. Jika sudah terbiasa, bisa melanjutkan ke kolam berdiameter lima meter. Jadi ada tambahan ekonomi untuk keluarga di Pelapis,” jelasnya.

Syarif Ali Al-Haddad, nelayan dari Dusun Jaya, mulai menaruh harapan. Ia mengaku tertarik dengan pelatihan budidaya akuaponik ini.

“Sayur cukup sulit didapat di Pelapis karena harus dipasok dari luar. Kalau akuaponik ini bisa diterapkan, tentu sangat membantu. Saya berharap pembinaan ini terus berlanjut sampai warga paham dan bisa yakin bahwa apa yang mereka pelajari, apa yang disampaikan para dosen, bisa diterapkan sebagai penunjang ekonomi keluarga,” katanya.

Para ibu rumah tangga di Desa Pelapi juga menjadi penerima manfaat program CSR DIB dan tak kalah bersemangat. Mereka mendapat pelatihan membuat berbagai olahan hasil laut, seperti bakso ikan, nugget, kerupuk, dan roti. Mereka semangat mengolah aneka ikan yang umumnya diabaikan karena nilai ekonomis rendah dan berharap pelatihan ini menjadi jalan baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Yessi, ibu rumah tangga di Dusun Kelawar, mengaku gembira bisa mendapatkan ilmu baru. “Biasanya kami hanya masak ikan dengan cara sederhana. Tadi kami coba buat bakso dan nugget dengan cara yang berbeda dan lumayan berhasil. Kami berharap nanti bisa produksi lebih banyak, asal ada yang membeli supaya usaha ini jalan terus,” ungkapnya penuh harap.

Program ini, kata Yessi, disambut baik oleh warga karena DIB berkomitmen membantu menyerap produk olahan masyarakat, sehingga ibu-ibu tidak lagi bingung mencari pasar.

External Relation Manager DIB, Seno Ario Wibowo, menegaskan bahwa program pelatihan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, selain memfasilitasi pelatihan dan memberikan bantuan peralatan untuk nelayan, DIB juga telah menambah tenaga lapangan yang setiap hari akan mendampingi warga Desa Pelapis dalam penerapan program inovasi teknologi penangkapan ikan, budidaya perikanan, dan pengolahan hasil tangkapan laut.

“Kami ingin masyarakat Desa Pelapis tumbuh bersama dengan hadirnya KIPP. Pendidikan, keterampilan, hingga peningkatan ekonomi keluarga adalah fokus kami. Harapan kami, dengan adanya program ini, masyarakat semakin sejahtera,” pungkas Seno. (*).