Kamis, 23 April 2026
Selasa, 03 Maret 2026
Kebersamaan Ramadan, PT Dharma Inti Bersama Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat Desa Pelapis
![]() |
| PT Dharma Inti Bersama menggelar buka puasa bersama di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, mempererat silaturahmi, dukung UMKM lokal, dan salurkan bantuan Ramadan bagi warga. |
Pelapis, 26 Februari 2026 – Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum PT Dharma Inti Bersama (DIB) mempererat silaturahmi dengan masyarakat melalui kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan manajemen DIB, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta karyawan DIB yang sehari-hari tinggal dan beraktivitas bersama masyarakat Pelapis.
Dalam rangkaian acara, tausiah Ramadan yang disampaikan penceramah menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, semangat berbagi, serta memperkuat kepedulian sosial sebagai bagian dari nilai-nilai Ramadan.
“Ramadan mengajarkan bahwa keberkahan hadir melalui kebersamaan dan kepedulian. Ketika perusahaan dan masyarakat berjalan bersama, manfaatnya akan dirasakan lebih luas,” ujar ustaz dalam tausiahnya.
![]() |
| Warga Dusun Kelawar, Desa Pelapis, mengumpulkan produk UMKM ke posko CSR untuk di jual ke Pulau Penebang, Kamis (26/2/2026). |
Kepala Dusun Kelawar, Wasmiyadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran DIB yang tidak hanya menjalankan kegiatan operasional, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial yang erat dengan masyarakat Pelapis melalui berbagai program pemberdayaan.
“Kami merasakan bahwa perusahaan hadir sebagai bagian dari masyarakat. Kegiatan seperti ini mempererat kebersamaan dan membuka ruang komunikasi yang baik. Kami berharap silaturahmi ini terus terjaga dan kerja sama antara DIB dan masyarakat semakin kuat pada masa mendatang,” ujarnya.
Sinergi yang baik antara perusahaan dan masyarakat juga terwujud melalui program pemasaran jajanan pasar produksi ibu-ibu Desa Pelapis selama bulan Ramadan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). Aneka jajanan yang dijajakan turut mewarnai ibadah puasa karyawan di Pulau Penebang, sehingga para pekerja tetap dapat menikmati takjil berbuka puasa dengan beragam pilihan menu.
Perwakilan manajemen DIB, Seno Ario Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kegiatan buka puasa bersama ini kami selenggarakan di Dusun Kelawar, Dusun Jaya, dan Dusun Raya di Desa Pelapis pada 26 Februari hingga 1 Maret 2026. Pada momen Ramadan ini, DIB juga akan menyalurkan bantuan bagi para janda serta anak-anak yatim piatu di Desa Pelapis seperti tahun sebelumnya. Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DIB berharap nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh di bulan Ramadan dapat semakin mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat serta menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan di masa mendatang.
Jumat, 06 Februari 2026
Kekayaan Masa Lampau Kayong Utara dan Inovasi Pendidikan Bertemu di Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan
![]() |
| Pelajar mengamati karya foto pada Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan di Kantor Dinas Pendidikan Kayong Utara, Selasa (3/2/2026). |
![]() |
| Pelajar secara simbolis menerima bantuan sepatu dan seragam sekolah pada Pameran Foto Pendidikan dan Kebudayaan di Kantor Dinas Pendidikan Kayong Utara, Selasa (3/2/2026). |
Senin, 26 Januari 2026
Peran Emak-Emak Desa Pelapis Kuatkan Ekonomi Keluarga
![]() |
| Lele marinasi sebagai produk hasil dari pelatihan pengolahan budidaya ikan lele yang dibeli oleh Kawasan Industri Pulau Penebang. |
Pelapis, Januari 2026 – Peran perempuan dalam mendorong perekonomian desa semakin terasa di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Ibu-ibu di desa ini tidak hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan produktif yang mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterlibatan mereka menjadi upaya nyata dalam memaksimalkan potensi wilayah pesisir sekaligus menambah pendapatan keluarga nelayan.
Salah satu tokoh perubahan tersebut adalah Suaibah, Ketua Kelompok Pengolahan Bakso Ikan Desa Pelapis. Ia menceritakan, sebelum adanya kegiatan pengolahan ikan, ibu-ibu nelayan tidak memiliki aktivitas produktif saat musim paceklik.
“Dulu kalau tidak ada ikan, kami hanya di rumah. Sekarang, kami bisa tetap bekerja dan punya penghasilan tambahan. Waktu bakso buatan kami terjual, kami merasa senang dan semakin semangat,” ujarnya.
Kesadaran akan pentingnya peran perempuan ini menjadi dasar bagi PT Dharma Inti Bersama (DIB), selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), dalam merancang program pemberdayaan masyarakat. Berbagai kegiatan dibuat khusus untuk melibatkan ibu-ibu Desa Pelapis sebagai pelaku utama UMKM. Salah satunya adalah pelatihan dan produksi bakso serta nugget ikan, yang diikuti oleh 64 istri nelayan dari tiga dusun. Dalam satu kali produksi, kelompok ini mampu menghasilkan sekitar 86 kilogram bakso dan 45 kilogram nugget ikan, yang seluruhnya diserap oleh kawasan industri di Pulau Penebang.
Selain pengolahan bakso dan nugget, perempuan Desa Pelapis juga aktif dalam pengolahan hasil budidaya ikan lele. Panen perdana pada awal Januari lalu menghasilkan sekitar 700 kilogram ikan lele. Hasil panen kemudian dimarinasi untuk memperpanjang masa simpan, dikemas secara vakum, dan dipasarkan ke Pulau Penebang. Dari kegiatan ini, sebanyak 1.040 kemasan produk olahan lele berhasil terjual ke KIPP.
Sundusiyah dan Misnah, ibu rumah tangga dari Dusun Kelawar, menyatakan senang dapat terlibat dalam kegiatan marinasi lele. Menurut mereka, kegiatan ini memberikan peluang baru bagi perempuan di desa.
“Kalau tidak musim ikan, kami tetap bisa beraktivitas dan membantu ekonomi keluarga. Usaha seperti ini bagus dan harus dicoba,” kata mereka.
Pada kesempatan panen perdana tersebut, Hendra Budjang, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kayong Utara, memberikan apresiasi kepada PT DIB dan tim CSR atas konsistensinya dalam membina masyarakat Desa Pelapis. Ia menilai desa ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki peternak lele di daerah lain, yaitu adanya kepastian pasar.
“Mari kita jadikan ini momentum, karena kelebihan Pelapis adalah kalau kita bekerja, yang membeli sudah ada (DIB). Alhamdulillah, yang membeli sudah ada, tinggal kesiapan masyarakatnya,” ujarnya.
Seno Ario Wibowo, Government Relation Manager DIB, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan di Desa Pelapis merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Program-program ini memberikan kesempatan bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan serta mengoptimalkan potensi lokal.
“Tidak perlu khawatir ikan lele ini akan dikemanakan. Kami menjamin pihak perusahaan akan membantu sepenuhnya terkait hasil panen. Ikan lele ini pasti akan kami serap,” tegasnya.
Seno menekankan bahwa perusahaan menempatkan perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi masyarakat pesisir.
“Sebagai perusahaan yang beroperasi dekat komunitas nelayan, kami memahami bahwa keberlanjutan ekonomi keluarga sangat bergantung pada kondisi alam yang dinamis. Karena itu, kami ingin memastikan para istri nelayan tetap memiliki sumber pendapatan, bahkan di luar musim tangkap,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan ekonomi masyarakat harus berbasis potensi lokal dan melibatkan seluruh anggota keluarga nelayan.
“Melalui pengolahan ikan air tawar, pembuatan bakso dan nugget, serta budidaya lele, perempuan dapat menjadi pelaku utama dalam menambah penghasilan keluarga. Ini merupakan bagian dari komitmen kami terhadap pemberdayaan masyarakat dan prinsip keberlanjutan,” pungkasnya.
Selain di bidang ekonomi, peran perempuan Desa Pelapis juga terlihat dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Ibu-ibu kader Posyandu di empat lokasi, bekerja sama dengan Puskesmas dan DIB, secara rutin melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak, disertai pemeriksaan dan sosialisasi kesehatan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Senin, 19 Januari 2026
Panen Lele di Pinggir Pantai, Harapan Baru Masyarakat Nelayan Desa Pelapis
![]() |
| Panen Lele di Pinggir Pantai, Harapan Baru Masyarakat Nelayan Desa Pelapis. |
Pelapis, 13 Januari 2025 - Setiap pagi dan sore, Suaka, warga Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara, punya kegiatan favorit: memberi makan lele di kolam terpal di samping rumahnya yang berada di pinggir pantai.
Kolam terpal ini adalah bagian dari Program CSR Bidang Peningkatan Ekonomi yang digagas masyarakat setempat bersama PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
“Waktu paling menyenangkan itu saat memberi umpan,” katanya suatu ketika. “Rasanya kalau bisa, tiap hari kasih makan terus. Senang saja melihat ikan-ikan itu berebut.”
Bagi Suaka, nelayan yang sejak kecil akrab dengan ombak dan jaring, kebiasaan baru itu awalnya terasa asing. Namun justru dari rutinitas sederhana itulah, sebuah perubahan pelan-pelan tumbuh. Perubahan yang pada Sabtu pagi, 10 Januari 2026, mencapai puncaknya: panen perdana budidaya ikan lele.
Setelah merawat ikan lele bersama rekan satu kelompoknya selama sekitar dua bulan, Suaka akhirnya merasakan panen perdana di awal Januari 2026.
Empat kolam terpal yang tersebar di tiga dusun akhirnya dipanen. Dari kolam-kolam sederhana itu, sekitar 700 kilogram ikan lele berhasil dihasilkan. Angka yang mungkin terdengar biasa bagi peternak besar, namun sangat berarti bagi masyarakat pesisir yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup sepenuhnya pada laut.
Bagi warga Pelapis, panen ini bukan sekadar soal kilogram dan rupiah. Ia menjadi bukti bahwa diversifikasi penghidupan, ternyata bisa diwujudkan. Di tengah cuaca laut yang kian sulit diprediksi, lele-lele di kolam terpal menjadi simbol alternatif, bahkan harapan.
Suaka berdiri di dekat kolam dengan senyum yang sulit disembunyikan. Tangannya sesekali menunjuk ikan-ikan yang bergerak lincah.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada perusahaan atas masukan dan program-program untuk masyarakat Pelapis,” ujarnya tulus. “Mudah-mudahan dengan adanya budidaya ikan air tawar di RT 3 ini bisa jadi tolok ukur bagi kawan-kawan di dua dusun lainnya.”
Perjalanan menuju panen perdana, diakuinya, tidak selalu mulus. Kualitas air yang berubah, risiko penyakit, hingga kekhawatiran ikan mati sempat menghantui. Namun pendampingan rutin dari tenaga lapangan DIB menjadi penopang penting. Air kolam dipantau, pakan diatur agar tidak berlebihan, dan masalah diatasi satu per satu.
“Airnya memang harus dijaga supaya tetap bagus, kadang juga ada timbul penyakit ikan,” cerita Suaka. “Tapi alhamdulillah, di kolam yang kami kelola ini ikan yang sakit cuma satu dua.”
Camat Kepulauan Karimata, Mikrad Abdi, yang turut hadir dalam panen perdana itu, memahami betul tantangan di balik keberhasilan tersebut. Mengajak nelayan tangkap mencoba usaha budidaya bukan perkara mudah. Laut sudah menjadi identitas, sekaligus sandaran hidup selama bertahun-tahun.
“Alhamdulillah, budi daya ikan tawar di Desa Pelapis ini hasilnya bagus,” ujarnya.
Menurut Mikrad, keberhasilan panen ini membuka peluang besar. Budidaya lele dapat menjadi sumber penghasilan tambahan saat cuaca laut tidak bersahabat. Lebih dari itu, pasarnya sudah jelas. Kawasan Industri Pulau Penebang siap menyerap hasil produksi.
“Kedepannya, produknya bisa diakomodir untuk konsumsi di Penebang,” jelasnya. “Ikan air tawar ini hal yang baru, tapi sekarang anak-anak sudah mau makan ikan air tawar. Produknya diambil untuk Penebang.”
Ia optimistis, jika dikelola dengan serius, usaha yang kini masih bersifat sampingan itu bisa tumbuh menjadi sumber penghasilan utama.
“Kan tidak selalu ke laut karena cuaca,” tambahnya. “Jadi budidaya lele ini bisa jadi penghasilan tambahan. Perekonomian masyarakat bisa meningkat.”
Apresiasi juga datang dari Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Hendra. Mantan Camat Kepulauan Karimata ini mengingatkan bahwa keberhasilan ini adalah awal dari proses panjang.
“Ibarat anak baru lahir, belajar merangkak itu butuh proses. Sekali dua kali gagal itu biasa,” katanya memberi motivasi. “Yang penting, kita belajar dan terus maju.”
Ia menilai Pelapis memiliki keunggulan yang belum tentu dimiliki peternak ikan di semua wilayah: kepastian pasar.
“Kalau kita bekerja, yang membeli sudah ada,” ujarnya merujuk pada KIPP. “Tinggal kesiapan masyarakatnya.”
Ke depan, ia mendorong pengembangan budidaya tidak berhenti pada pembesaran ikan, tetapi juga merambah pembibitan dan pembuatan pakan mandiri. Dengan begitu, rantai nilai ekonomi bisa semakin panjang dan manfaatnya lebih besar bagi masyarakat.
Dari sisi perusahaan, Government Relation Manager DIB, Seno Ario Wibowo, menyampaikan rasa syukur bisa menyaksikan langsung panen perdana tersebut.
“Tiba saatnya kita merasakan jerih payah dalam mengembangkan budidaya lele yang alhamdulillah berhasil,” ujarnya.
Seno menjelaskan, Seno menjelaskan, program ini dirancang sebagai bantalan ekonomi, terutama pada musim paceklik.
“Tidak perlu khawatir ikan lele ini akan dikemanakan,” tegasnya. “Kami menjamin hasil panen akan kami serap.”
Sabtu, 10 Januari 2026
KIPP Tingkatkan Kapasitas SDM Kalimantan Barat Lewat Pelatihan Bahasa Mandarin
![]() |
| KIPP Tingkatkan Kapasitas SDM Kalimantan Barat Lewat Pelatihan Bahasa Mandarin. |
Kamis, 18 Desember 2025
DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan
![]() |
| DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan. |
![]() |
| DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan. |
Jumat, 12 Desember 2025
Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang
![]() |
| Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang. |
![]() |
| Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang. |
Selasa, 09 Desember 2025
Cuci Tangan & Sikat Gigi Jadi Seru! DIB Care Bawa Edukasi Kesehatan ke Pelapis
![]() |
| Cuci Tangan & Sikat Gigi Jadi Seru! DIB Care Bawa Edukasi Kesehatan ke Pelapis. |
![]() |
| Cuci Tangan & Sikat Gigi Jadi Seru! DIB Care Bawa Edukasi Kesehatan ke Pelapis. |
Kamis, 20 November 2025
DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis
![]() |
| DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis. |
![]() |
| DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis. |
Selasa, 07 Oktober 2025
Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu
![]() |
| Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu. |
![]() |
| Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu. |
Senin, 08 September 2025
PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara
![]() |
| PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara. |
![]() |
| PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara. |
Kamis, 21 Agustus 2025
Bawa Semangat Baru bagi Nelayan dan Ibu Rumah Tangga Desa Pelapis
![]() |
| Bawa Semangat Baru bagi Nelayan dan Ibu Rumah Tangga Desa Pelapis. |
![]() |
| Bawa Semangat Baru bagi Nelayan dan Ibu Rumah Tangga Desa Pelapis. |


























