![]() |
| KIPP Tingkatkan Kapasitas SDM Kalimantan Barat Lewat Pelatihan Bahasa Mandarin. |
Pontianak, Januari 2026 – Sebanyak 140 peserta yang dinyatakan lolos seleksi Operation Development Program (ODP) akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bahasa Mandarin secara intensif selama tiga bulan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara investor Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Penebang, Confucius Institute Universitas Tanjungpura (Untan), dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama (STBHB). Kurikulum pelatihan disusun secara khusus dan aplikatif untuk menjawab kebutuhan industri di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
Direktur Confucius Institute Untan, Ina, S.E., M.Ed., dalam acara penandatanganan kesepakatan program pelatihan tersebut menyampaikan bahwa bahasa Mandarin saat ini merupakan salah satu kompetensi utama dalam komunikasi global. Dengan sistem pembelajaran yang terstruktur, ilmiah, serta didukung frekuensi latihan yang proporsional, peserta diharapkan mampu mencapai target keterampilan bahasa Mandarin kejuruan sesuai kebutuhan industri.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan STBHB, Dr. Hartono Azas, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi kepada pihak swasta yang berinvestasi di Kabupaten Kayong Utara. Ia menilai penguasaan bahasa Mandarin menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi era hilirisasi aluminium yang terhubung dengan mitra internasional, khususnya Tiongkok. Menurutnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme tenaga kerja sekaligus mendorong terjadinya alih teknologi dan alih pengetahuan kepada putra-putri daerah, terutama dari Kabupaten Kayong Utara.
Government Relations KIPP, Sumarno, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap bersaing di tingkat global. Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi penting dalam rantai nilai industri yang dijalankan perusahaan. Karena itu, KIPP tidak hanya melakukan rekrutmen, tetapi juga berinvestasi dalam peningkatan kapasitas generasi muda Kalimantan Barat agar mampu tumbuh dan berkembang bersama perusahaan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra institusi pendidikan yang telah mendukung terselenggaranya program ini.
Selama tiga bulan, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan intensif di Pontianak dengan materi bahasa Mandarin dasar hingga menengah, percakapan teknis dan bisnis, pengenalan budaya kerja, serta persiapan ujian standar internasional. Kemampuan peserta ditargetkan setara Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì (HSK) tingkat 2 atau HSK tingkat 3 dasar.
Setelah menyelesaikan pelatihan bahasa, peserta akan melanjutkan pelatihan ke Tiongkok untuk mendalami pengoperasian mesin smelter dan refinery atau ditempatkan langsung di Pulau Penebang sebagai operator atau engineer sesuai kebutuhan operasional perusahaan. Peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan masih akan melanjutkan tugas kerja selama sekurang-kurangnya satu setengah hingga dua tahun di posisi yang relevan dengan pelatihan guna memastikan terjadinya alih pengetahuan, kesinambungan kompetensi, serta dampak ekonomi bagi daerah asal peserta.
Program pelatihan bahasa ini melengkapi inisiatif KIPP dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat. Pada September 2025, PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola KIPP memberikan beasiswa kepada 15 mahasiswa asal Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Penerima beasiswa tidak hanya memperoleh bantuan biaya pendidikan, tetapi juga biaya hidup.
Penyerahan beasiswa dilakukan oleh pimpinan PT DIB, Rasnius Pasaribu, dan disaksikan Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, di Pontianak. “Investasi hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. Pendidikan menjadi kunci penting dalam memajukan daerah,” ujar Rasnius.
