Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Pedro Acosta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pedro Acosta. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2026

“Kami Bukan Mesin,” Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Setelah Dua Red Flag

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Usai Dua Red Flag

JAKARTA - Pembalap KTM, Pedro Acosta, mengkritik keputusan MotoGP melanjutkan balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah dua kali red flag di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu sore waktu setempat. Acosta menilai restart ketiga tidak diperlukan setelah dua insiden besar yang melibatkan beberapa rider.

Balapan MotoGP Catalunya sempat dihentikan pertama kali pada lap ke-12 dari total 24 putaran. Motor KTM milik Acosta mengalami masalah kelistrikan saat keluar dari Tikungan 9 menuju trek lurus belakang, yang membuat pembalap Alex Marquez menabraknya dari belakang.

Akibat kecelakaan tersebut, Alex Marquez mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta tidak mengalami cedera serius.

Tak lama setelah restart pertama dimulai, red flag kedua kembali dikibarkan usai insiden di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Balapan akhirnya dilanjutkan dalam format 12 lap. Fabio Di Giannantonio keluar sebagai pemenang, sementara Acosta justru gagal finis setelah terjatuh pada lap terakhir akibat kontak dengan Ai Ogura.

Acosta Soroti Faktor Keselamatan

Usai balapan, Acosta memilih tidak banyak membahas insidennya dengan Ogura. Ia justru menyoroti keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan setelah dua kecelakaan besar.

“Saya tidak ingin terlalu membahas balapan karena yang paling penting hari ini adalah Alex dan Johann. Setelah semua yang terjadi, syukurnya mereka baik-baik saja,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia menjelaskan motornya tiba-tiba kehilangan tenaga saat memimpin balapan.

“Di trek lurus saya dari posisi full gas tiba-tiba tidak punya throttle sama sekali. Semuanya berjalan sangat buruk hari ini,” ujarnya.

Menurut Acosta, restart ketiga seharusnya tidak dilakukan karena situasi di lintasan sudah terlalu berisiko.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag. Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” kata rider muda Spanyol tersebut.

Jorge Martin Sependapat

Komentar serupa juga datang dari pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai aspek kemanusiaan juga perlu dipertimbangkan setelah sejumlah kecelakaan besar terjadi.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

Meski demikian, Martin mengaku tetap mampu menjaga fokus saat balapan kembali dimulai dan merasa memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan kemenangan. 

MotoGP Catalunya 2026 menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini karena dua kali red flag dan sejumlah kecelakaan serius dalam satu hari.

Perdebatan mengenai keselamatan pembalap diperkirakan kembali menjadi sorotan setelah kritik terbuka dari Acosta dan Martin terhadap keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan.

Setelah Dua Kecelakaan Besar, Acosta Heran MotoGP Tetap Dilanjutkan

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

MotoGP Catalunya 2026 bukan hanya meninggalkan cerita soal kemenangan Fabio Di Giannantonio, tetapi juga memunculkan kembali perdebatan lama mengenai batas antara tontonan dan keselamatan pembalap.

Balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat, berlangsung penuh kekacauan setelah dua kali red flag dikibarkan akibat kecelakaan besar yang melibatkan sejumlah rider papan atas.

Di tengah situasi itu, suara paling keras datang dari pembalap KTM, Pedro Acosta. Rider muda Spanyol tersebut secara terbuka mempertanyakan keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan hingga restart ketiga.

Bukan tanpa alasan.

Insiden pertama terjadi ketika Acosta yang sedang memimpin balapan mengalami masalah kelistrikan pada motornya di trek lurus belakang. Motor KTM miliknya tiba-tiba kehilangan tenaga saat keluar dari Tikungan 9.

Situasi itu membuat Alex Marquez tak sempat menghindar dan menabrak Acosta dari belakang dengan kecepatan tinggi.

Kecelakaan tersebut berujung serius. Alex Marquez dilaporkan mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta selamat tanpa cedera berarti.

Namun drama belum berhenti.

Saat balapan kembali dimulai, kecelakaan besar kembali terjadi di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Red flag kedua pun kembali dikibarkan.

Dalam kondisi lintasan yang baru saja dipenuhi insiden besar dan ambulans yang keluar masuk area trek, MotoGP akhirnya tetap memutuskan balapan dilanjutkan dalam format 12 lap.

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Keputusan inilah yang kemudian memicu kritik Acosta.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Menurutnya, keselamatan pembalap seharusnya menjadi prioritas utama dibanding mempertahankan jalannya pertunjukan.

“Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” ujarnya.

Pernyataan Acosta langsung menarik perhatian karena jarang ada pembalap yang secara terbuka mengkritik keputusan race direction sesaat setelah balapan berlangsung.

Komentar senada juga disampaikan pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai sisi kemanusiaan juga perlu dipikirkan ketika kecelakaan besar terus terjadi dalam satu balapan.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

MotoGP selama ini dikenal sebagai salah satu ajang balap paling berisiko di dunia. Dalam beberapa musim terakhir, isu keselamatan pembalap terus menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal maupun cedera serius terjadi di berbagai kelas balap.

Karena itu, kritik dari Acosta dan Martin diperkirakan bakal memunculkan diskusi baru mengenai prosedur restart dan batas aman sebuah balapan untuk dilanjutkan.

Di sisi lain, MotoGP Catalunya 2026 akan dikenang bukan hanya karena hasil akhir balapan, tetapi karena momen ketika para pembalap mulai berbicara lebih keras soal keselamatan mereka sendiri di lintasan.

Kondisi Alex Marquez Usai Kecelakaan Besar Akhirnya Diungkap Gresini

Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.
Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.

JAKARTA - Alex Marquez mengalami cedera serius setelah terlibat kecelakaan besar pada MotoGP Catalunya, Minggu, saat balapan berlangsung di Sirkuit Catalunya. 

Pebalap Gresini Ducati itu mengalami beberapa patah tulang usai menabrak motor Pedro Acosta yang mengalami masalah teknis di tengah lomba.

Insiden terjadi pada lap ke-12 dari total 24 lap. Saat memimpin balapan, Pedro Acosta melambat akibat gangguan teknis di trek lurus belakang. 

Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak sempat menghindar dan menghantam bagian belakang motor KTM milik Acosta.

Benturan keras membuat Alex Marquez kehilangan kendali sebelum terjatuh dengan kecepatan tinggi. 

Pebalap asal Spanyol itu langsung mendapat penanganan di sisi lintasan sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tim Gresini Ducati kemudian mengonfirmasi kondisi terbaru Alex Marquez melalui pernyataan resmi. 

Mereka menyebut sang pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7.

“Pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan akan menjalani operasi malam ini. Retakan ringan pada vertebra C7 akan dievaluasi dalam beberapa hari ke depan,” tulis Gresini.

Beberapa jam setelah pernyataan tim keluar, Alex Marquez juga memberikan kabar langsung melalui media sosialnya. Ia memastikan kondisinya terkendali dan siap menjalani operasi.

“Semuanya terkendali!! Saya akan menjalani operasi malam ini, dan saya tidak bisa berada di tangan yang lebih baik. Terima kasih atas perhatian dan semua pesan dukungannya,” tulis Alex Marquez.

Kecelakaan tersebut juga menyebabkan serpihan motor Marquez mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Fabio di Giannantonio, Johann Zarco, dan Raul Fernandez.

Johann Zarco kemudian mengalami kecelakaan lain saat restart balapan dan kini mendapat perawatan akibat cedera pada kaki kiri. 

Sementara Fabio di Giannantonio tetap mampu melanjutkan balapan hingga memenangkan restart kedua meski sedang mengalami cedera tangan.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan terbesar dalam MotoGP Catalunya musim ini dan kembali menyoroti tingginya risiko balapan di kelas utama MotoGP.

Kecelakaan Alex Marquez Jadi Pengingat Keras Risiko MotoGP Modern

Foto inisden Alex Marquez.
Foto inisden Alex Marquez.

Kecelakaan besar yang dialami Alex Marquez di MotoGP Catalunya kembali menunjukkan betapa tipis batas antara persaingan dan bahaya di kelas utama balap motor dunia. Dalam hitungan detik, balapan yang berjalan kompetitif berubah menjadi insiden serius yang membuat pebalap Gresini Ducati itu harus dilarikan ke rumah sakit.

Insiden bermula saat Pedro Acosta yang sedang memimpin balapan tiba-tiba mengalami masalah teknis di trek lurus belakang. Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Tabrakan keras pun tak terelakkan.

Benturan itu membuat motor Ducati milik Alex terpental dan pecah berkeping-keping di lintasan. Sang pebalap kemudian terjatuh dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis di pinggir sirkuit.

Gresini Ducati memastikan Alex Marquez mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi sesegera mungkin.

Meski kondisinya cukup serius, Alex Marquez tetap memberikan kabar yang menenangkan kepada penggemar. Lewat media sosial, pebalap asal Spanyol itu memastikan situasi masih terkendali dan dirinya berada dalam penanganan terbaik.

Respons cepat tim medis MotoGP kembali menjadi sorotan positif dalam insiden ini. Dalam kecelakaan dengan kecepatan tinggi seperti yang terjadi di Catalunya, penanganan beberapa menit pertama sangat menentukan kondisi pebalap.

Kecelakaan Alex juga memicu efek berantai di lintasan. Serpihan motor mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Johann Zarco dan Fabio di Giannantonio. Zarco bahkan kembali mengalami kecelakaan saat restart dan harus menjalani perawatan akibat cedera kaki kiri.

Di sisi lain, Fabio di Giannantonio justru berhasil memenangkan restart kedua meski balapan dalam kondisi cedera tangan. Hasil itu memperlihatkan bagaimana para pebalap MotoGP sering bertarung di tengah kondisi fisik yang tidak ideal.

MotoGP dalam beberapa musim terakhir memang semakin kompetitif. Jarak antarmotor sangat rapat, sementara kecepatan terus meningkat. Situasi itu membuat risiko kecelakaan besar selalu mengintai, terutama ketika terjadi gangguan teknis mendadak seperti yang dialami Acosta.

Insiden di Catalunya sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik atmosfer megah MotoGP, para pebalap tetap menghadapi risiko serius setiap kali lampu start dipadamkan.

Johann Zarco Ungkap Kondisinya Setelah Crash Menegangkan di MotoGP Catalunya

Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.

JAKARTA - MotoGP Catalunya 2026 berubah menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini setelah rangkaian kecelakaan besar terjadi di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat. 

Di tengah drama red flag dan insiden beruntun, nama Johann Zarco menjadi salah satu sorotan utama usai mengalami crash keras pada start ulang balapan.

Pebalap LCR Honda itu terlibat tabrakan dengan Luca Marini dan Francesco Bagnaia di Tikungan 1. Benturan terjadi hanya beberapa saat setelah balapan kembali dimulai menyusul kecelakaan sebelumnya yang melibatkan Pedro Acosta dan Alex Marquez.

Zarco langsung terjatuh dan terseret bersama motor Ducati milik Bagnaia. Situasi sempat membuat banyak pihak khawatir karena insiden terjadi di area padat pembalap dengan kecepatan tinggi.

Beruntung, kondisi Zarco tidak separah yang dikhawatirkan awalnya.

Dalam pernyataan yang ia unggah dari rumah sakit, Zarco mengaku lebih merasakan ketakutan dibanding cedera serius. Meski harus memakai penyangga leher dan menjalani observasi medis, pebalap asal Prancis itu masih bisa memberikan kabar secara langsung kepada penggemarnya.

“Lebih banyak rasa takut daripada cedera serius,” kata Zarco.

Pernyataan tersebut sedikit melegakan setelah balapan di Catalunya dipenuhi momen menegangkan. Tim LCR Honda kemudian memastikan Zarco mengalami cedera ligamen di bagian lutut serta retakan kecil pada fibula di area pergelangan kaki kiri.

Cedera itu tetap membuat Zarco harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Prancis untuk menentukan proses pemulihan berikutnya.

Namun drama Catalunya tidak berhenti di sana.

Sebelum insiden Zarco terjadi, balapan lebih dulu dihentikan akibat kecelakaan besar antara Pedro Acosta dan Alex Marquez di lintasan lurus antara Tikungan 9 dan 10. Motor KTM milik Acosta dilaporkan mengalami masalah teknis sebelum akhirnya memicu tabrakan keras.

Alex Marquez menjadi korban paling serius dalam rangkaian kecelakaan tersebut. Pebalap Gresini Racing itu dilaporkan mengalami beberapa patah tulang dan dijadwalkan menjalani operasi pada Minggu malam.

Rentetan insiden di Catalunya kini kembali memunculkan pertanyaan lama soal keamanan Tikungan 1 di Sirkuit Barcelona-Catalunya. 

Area tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik paling rawan dalam kalender MotoGP, terutama saat start dan restart ketika seluruh pembalap masih berdekatan.

Beberapa pihak mulai mendesak MotoGP melakukan evaluasi terhadap pendekatan tikungan tersebut agar risiko kecelakaan besar bisa diminimalkan pada balapan mendatang.

Di tengah persaingan ketat perebutan poin musim ini, balapan Catalunya justru menjadi pengingat bahwa keselamatan pebalap tetap menjadi isu paling penting di MotoGP modern.

Minggu, 17 Mei 2026

Pedro Acosta Akui Kurang Satu Lap Usai Finis Kedua di Sprint Catalunya

Pedro Acosta finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez dalam duel ketat hingga lap terakhir.
Pedro Acosta finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez dalam duel ketat hingga lap terakhir.

JAKARTA - Pedro Acosta gagal mempertahankan posisi terdepan dan harus puas finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya, Sabtu, setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez di Sirkuit Catalunya.

Pebalap KTM itu sempat mengawali balapan dengan baik usai mengonversi pole position menjadi pimpinan lomba. Namun, Acosta kehilangan posisi setelah disalip Alex Marquez dari Gresini Ducati dan Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia di pertengahan balapan.

Memasuki lap-lap akhir, Acosta kembali menemukan ritmenya ketika grip ban para rival mulai menurun. Ia berhasil merebut kembali posisi dari Fernandez sebelum memburu Marquez hingga garis finis.

Duel keduanya berlangsung sangat ketat dan menjadi salah satu finis terdekat dalam sejarah Sprint MotoGP. Acosta hanya terpaut 0,041 detik saat bendera finis dikibarkan.

“Sejujurnya saya hanya kurang satu lap lagi,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia mengaku sempat melihat peluang menyalip di Tikungan 10, area yang sebelumnya berhasil digunakannya untuk melewati Raul Fernandez. Namun jarak dengan Marquez dinilai masih terlalu jauh.

“Bagaimanapun, kami melakukan pekerjaan dengan baik. Kami menjalani balapan yang bagus dan meraih banyak poin dibanding musim lalu. Untuk itu kami harus senang,” ujarnya.

Acosta juga menilai performa KTM cukup kompetitif meski biasanya mengalami kesulitan saat menggunakan ban lunak di Sprint Race.

“Biasanya kami sedikit lebih menderita di Sprint dibanding balapan panjang. Tapi saya senang karena kami bisa mengelola ban soft dengan cukup baik, dan itu menjadi informasi penting untuk besok,” kata dia.

Menurut Acosta, performa motornya cukup cocok dengan kondisi lintasan Catalunya meski performanya sedikit menurun dibanding sesi pagi hari.

Ia juga mengakui Ducati dan Aprilia masih memiliki keunggulan dalam pengelolaan ban lunak, tetapi tetap optimistis menghadapi balapan utama.

“Hari esok adalah peluang bagus untuk kami,” ucap Acosta.

Hasil Sprint ini membuat Acosta kembali naik ke posisi ketiga klasemen MotoGP setelah unggul atas Fabio di Giannantonio. Pebalap VR46 Ducati tersebut juga tampil kuat di akhir balapan dan finis ketiga, hanya terpaut 0,457 detik dari kemenangan.

Jorge Martin Crash, Alex Marquez Menangi Sprint Thriller MotoGP Catalunya

Alex Marquez menang dramatis pada sprint MotoGP Catalunya usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih 0,041 detik, sementara Aprilia mengalami hasil buruk di Barcelona.
Alex Marquez menang dramatis pada sprint MotoGP Catalunya usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih 0,041 detik, sementara Aprilia mengalami hasil buruk di Barcelona.

JAKARTA - Pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez, memenangkan sprint race MotoGP Catalunya di Barcelona, Sabtu sore, usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih sangat tipis 0,041 detik. 

Balapan 12 lap itu berlangsung ketat hingga tikungan terakhir, sementara Aprilia mengalami hasil buruk setelah dua pembalap utamanya gagal bersinar.

Acosta yang memulai balapan dari pole position langsung memimpin sejak start. Pembalap KTM tersebut sempat menjaga posisi terdepan dalam beberapa lap awal sebelum disalip Marquez di Tikungan 1 pada awal lap keempat.

Setelah mengambil alih pimpinan lomba, Marquez sempat membuka jarak lebih dari enam persepuluh detik. 

Namun, Acosta mampu memangkas selisih pada lap-lap akhir dan terus memberi tekanan hingga garis finis.

Acosta beberapa kali mencoba mencari celah untuk menyalip, terutama di Tikungan 5 dan Tikungan 10. 

Namun, Marquez mampu mempertahankan racing line dan menutup peluang lawannya hingga finis.

Kemenangan itu menjadi kemenangan sprint pertama musim ini bagi Alex Marquez sekaligus salah satu finis sprint terketat dalam sejarah MotoGP.

Posisi ketiga diraih Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 Ducati setelah duel sengit melawan pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, di lap-lap terakhir.

Aprilia menjalani balapan yang sulit setelah Jorge Martin terjatuh saat berada di posisi keenam. 

Hasil Fernandez di posisi keempat menjadi pencapaian terbaik pabrikan Italia tersebut pada sprint race kali ini.

Pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, juga mengalami balapan berat. Pembalap Aprilia itu hanya finis kesembilan setelah menyalip Enea Bastianini di lap terakhir untuk merebut satu poin tambahan.

Sementara itu, insiden terjadi di awal lomba ketika Fabio Di Giannantonio bersenggolan dengan Brad Binder. Binder kemudian terjatuh dan menabrak Joan Mir yang tidak dapat menghindar. 

Steward memutuskan tidak ada tindakan lanjutan atas insiden tersebut.

Pembalap Ducati pabrikan, Francesco Bagnaia, tampil cukup impresif dengan naik dari posisi start ke-13 untuk finis keenam. 

Sedangkan Maverick Vinales gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami masalah teknis pada KTM Tech3 miliknya di lap ketujuh.

Hasil sprint ini membuat persaingan MotoGP Catalunya semakin terbuka menuju balapan utama, terutama setelah beberapa kandidat papan atas mengalami kendala sepanjang sprint race.

Senin, 30 Maret 2026

Marco Bezzecchi Ungkap Batas Kemampuan Usai Menang Dominan Di MotoGP Amerika

Marco Bezzecchi akui batas kemampuannya usai menang dominan di MotoGP Amerika 2026 dan pecahkan rekor lap terbanyak.
Marco Bezzecchi akui batas kemampuannya usai menang dominan di MotoGP Amerika 2026 dan pecahkan rekor lap terbanyak.

Performa luar biasa kembali ditunjukkan oleh Marco Bezzecchi dalam seri MotoGP Amerika 2026 di Circuit of The Americas (COTA). Meski tampil dominan saat balapan utama, pembalap Aprilia ini justru mengaku sempat menyentuh batas kemampuannya, terutama setelah insiden di sprint race sehari sebelumnya.

Pada sprint race hari Sabtu, Bezzecchi harus mengubur ambisinya setelah terjatuh saat berada di posisi kedua. Hasil tersebut membuatnya masih belum meraih kemenangan di format sprint sepanjang musim 2026.

Namun, situasi berbalik total di balapan utama. Bezzecchi tampil tanpa cela dan langsung mengambil alih posisi terdepan dari Pedro Acosta sejak lap pertama, meski sempat terjadi kontak di tikungan 11.

“Di sprint kemarin, kalian bisa lihat batas saya. Saat mencoba terlalu keras, jaraknya sangat tipis,” ujar Bezzecchi.

Ia menjelaskan bahwa mengendarai motor MotoGP selalu berada di ambang limit. Sedikit kesalahan saja bisa berujung fatal.

Duel Sengit Dan Momen Nyaris Bencana

Momen paling menegangkan terjadi saat Bezzecchi mencoba menyalip Acosta. Keduanya melebar di tikungan akibat dorongan angin, lalu kembali ke racing line secara bersamaan.

Kontak pun tak terhindarkan.

Akibat insiden tersebut, bagian belakang motor Aprilia milik Bezzecchi mengalami kerusakan. Meski begitu, ia tetap mampu melanjutkan balapan dengan performa impresif hingga finis pertama.

“Dengan ride-height device, sangat sulit menghindari kontak. Saya bahkan tidak tahu apakah motornya juga rusak atau tidak,” tambahnya.

Rekor Baru Lampaui Jorge Lorenzo

Kemenangan ini tidak hanya mempertegas dominasi Bezzecchi, tetapi juga mengukir sejarah baru. Ia kini memegang rekor lap terdepan terbanyak secara beruntun di MotoGP, melampaui catatan sebelumnya milik Jorge Lorenzo yang mencatatkan 103 lap.

Bezzecchi kini mencatatkan total 121 lap berturut-turut di posisi terdepan.

“Sulit menjelaskan perasaan ini. Saya bekerja keras seperti semua pembalap lain, tapi tidak pernah menyangka bisa mencapai ini,” ungkapnya.

Dari sudut pandang performa, kemenangan ini menunjukkan konsistensi dan mental kuat Bezzecchi setelah kegagalan di sprint. Secara teknis, penguasaan lintasan COTA dan keberanian mengambil risiko di awal balapan menjadi faktor kunci.

Namun, pengakuan soal “limit” menunjukkan bahwa dominasi tersebut bukan tanpa celah. Ini menjadi sinyal bahwa persaingan MotoGP 2026 masih sangat terbuka, terutama dengan munculnya talenta muda seperti Acosta.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Kenapa Bezzecchi gagal di sprint race?
Karena terjatuh saat mencoba mempertahankan posisi kedua.

2. Apa kunci kemenangan Bezzecchi di COTA?
Start agresif, overtake cepat di lap awal, dan konsistensi hingga finis.

3. Apa rekor baru yang dibuat Bezzecchi?
121 lap berturut-turut memimpin balapan, melampaui rekor sebelumnya.

4. Apakah insiden dengan Acosta berbahaya?
Ya, kontak cukup keras dan berpotensi menyebabkan crash bagi keduanya.

5. Apakah Bezzecchi tak terkalahkan musim ini?
Tidak, ia sendiri mengakui masih memiliki batas performa.

Jorge Martin Akui Kehabisan Cara Kejar Bezzecchi di MotoGP Amerika 2026

Jorge Martin akui gagal kejar Bezzecchi di MotoGP Amerika 2026 akibat strategi keliru, ban overheat, dan masalah fisik di lap akhir.
Jorge Martin akui gagal kejar Bezzecchi di MotoGP Amerika 2026 akibat strategi keliru, ban overheat, dan masalah fisik di lap akhir.

Austin – Balapan MotoGP Amerika Serikat 2026 di Circuit of The Americas (COTA) menghadirkan drama sengit di barisan depan. Jorge Martin akhirnya angkat bicara usai gagal mengejar Marco Bezzecchi dalam perebutan posisi teratas.

Pembalap asal Spanyol itu mengaku sudah mengerahkan seluruh kemampuannya, namun tetap tak mampu menandingi kecepatan rivalnya hingga garis finis.

Sejak awal balapan, Martin terlihat cukup nyaman berada di posisi ketiga. Situasi berubah ketika Pedro Acosta melakukan kesalahan, yang membuka peluang bagi Martin untuk naik posisi.

Namun momentum tersebut tidak sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

“Saya mencoba mendorong Marco sampai batasnya. Tapi saya rasa saya salah memahami situasi balapan,” ujar Martin kepada media.

Strategi Yang Berujung Bumerang

Martin mengungkapkan bahwa dirinya sempat memilih strategi bertahan di belakang dua pembalap terdepan. Ia mengira pendekatan itu akan lebih efektif untuk menyerang di akhir balapan.

Namun keputusan tersebut justru berdampak negatif.

Ban depan motornya mengalami overheat, yang membuat performanya menurun drastis.

“Saya pikir lebih baik berada di belakang Pedro dan Marco. Tapi ternyata ban depan saya terlalu panas dan saya tidak bisa melakukan apa pun,” jelasnya.

Meski sempat memperkecil jarak hingga kurang dari satu detik di lap-lap akhir, Martin tetap tidak mampu memberikan tekanan signifikan kepada Bezzecchi.

Kondisi Fisik Jadi Kendala

Masalah tak berhenti di strategi. Dalam tiga lap terakhir, Martin juga mengalami kendala fisik serius pada lengan kirinya.

Ia mengaku tidak lagi mampu melakukan pengereman maksimal, khususnya di tikungan 12 yang dikenal krusial di COTA.

“Saya sudah mendorong semaksimal mungkin. Tapi di tiga lap terakhir, saya harus menyerah karena lengan kiri saya benar-benar hancur,” katanya.

Kondisi tersebut membuat peluangnya untuk menyalip praktis hilang.

Bezzecchi Tampil Luar Biasa

Di sisi lain, performa Bezzecchi mendapat pujian langsung dari Martin. “Dia sangat cepat. Levelnya luar biasa hari ini,” ungkap Martin.

Kemenangan ini sekaligus menjadi pembuktian konsistensi Bezzecchi setelah sebelumnya gagal finis di sprint race akibat crash.

Klasemen Makin Ketat

Hasil balapan ini berdampak langsung pada klasemen sementara MotoGP 2026.

Martin sempat memimpin klasemen setelah memenangkan sprint race—yang menjadi kali pertama sejak 2024 ia kembali ke puncak.

Namun setelah finis di posisi kedua pada balapan utama, ia harus rela kembali turun ke posisi kedua.

Kini selisih poin antara Martin dan Bezzecchi hanya terpaut empat angka, menandakan persaingan gelar dunia semakin panas.

Dari sudut pandang teknis, kasus yang dialami Martin menunjukkan pentingnya manajemen suhu ban depan di lintasan seperti COTA yang memiliki banyak tikungan teknis. Selain itu, faktor fisik pembalap tetap menjadi penentu krusial di fase akhir balapan.

Sebagai catatan, kondisi “arm pump” atau kelelahan otot lengan memang sering menjadi kendala serius di MotoGP, terutama pada trek dengan pengereman berat.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Kenapa Jorge Martin gagal mengejar Bezzecchi?
Karena kombinasi strategi yang kurang tepat, ban depan overheat, dan masalah fisik pada lengan kiri.

2. Apa yang dimaksud overheat pada ban depan?
Kondisi di mana suhu ban terlalu tinggi sehingga grip berkurang dan motor sulit dikendalikan.

3. Apakah Martin sempat memimpin klasemen?
Ya, setelah memenangkan sprint race, namun kembali turun setelah balapan utama.

4. Seberapa dekat selisih poin mereka sekarang?
Hanya terpaut 4 poin, sangat ketat.

5. Apakah kondisi fisik sering memengaruhi pembalap MotoGP?
Sangat sering, terutama di lintasan teknis dengan banyak pengereman keras.

Sabtu, 28 Maret 2026

Maverick Vinales Jalani Operasi Bahu Setelah Mundur dari MotoGP AS

Maverick Vinales jalani operasi bahu setelah mundur dari MotoGP AS, fokus pemulihan agar bisa balapan 100% fit di Jerez pada April mendatang.
Maverick Vinales jalani operasi bahu setelah mundur dari MotoGP AS, fokus pemulihan agar bisa balapan 100% fit di Jerez pada April mendatang.

JAKARTA -- Maverick Vinales harus absen dari sisa seri MotoGP AS setelah mengumumkan akan menjalani operasi pada hari Selasa. Pembalap Tech3 KTM ini mengalami komplikasi pada bahu kiri yang cedera sejak Jerman Juli lalu.

Vinales menjelaskan bahwa sekrup yang dipasang setelah kecelakaan sebelumnya kini longgar dan harus dilepas.

“Setelah balapan di Brasil, saya merasakan sakit yang berbeda,” kata Vinales kepada MotoGP.com. “Saya melakukan CT scan, dan ternyata satu sekrup mulai keluar dari posisinya. Ini menyentuh jaringan dan menghambat kekuatan lengan saya. Jadi satu-satunya solusi adalah melepasnya.”

Pembalap asal Spanyol ini menambahkan bahwa dokter di sirkuit memperingatkan risiko cedera lebih parah jika ia tetap balapan dalam kondisi ini.

Penundaan seri MotoGP Qatar memberikan waktu bagi Vinales untuk pulih dan diperkirakan fit untuk seri berikutnya di Jerez pada 24–26 April.

“Operasinya tidak terlalu besar, hanya melepas sekrup dan membiarkan jaringan sembuh. Dua minggu dan saya bisa mulai latihan keras,” lanjut Vinales. “Tapi saya memilih lebih konservatif, kembali saat 100% fit dan bisa balapan di level saya. Kalau tidak, tidak ada artinya.”

Mengenai masa depan balapnya di 2027, Vinales menegaskan fokusnya tetap pada pemulihan penuh sebelum membuat keputusan.

“Sampai saya 100%, saya tidak punya opsi. Saya tidak mau balapan jika tidak fit sepenuhnya. Saya ingin di sini untuk menang, bukan sekadar ikut putaran,” tegasnya.

Sementara itu, rekan satu tim KTM, Pedro Acosta, dan Enea Bastianini dari Tech3 berhasil lolos langsung ke Qualifying 2 dengan finis di sepuluh besar pada latihan Jumat.

Marc Marquez Tercepat di Latihan Bebas US GP Meski Alami Kecelakaan Seram

Marc Marquez memimpin FP2 US GP setelah crash FP1. Simak performa, drama, dan rider tercepat lainnya di latihan bebas MotoGP COTA terbaru.
Marc Marquez memimpin FP2 US GP setelah crash FP1. Simak performa, drama, dan rider tercepat lainnya di latihan bebas MotoGP COTA terbaru.

JAKARTA -- Marc Marquez, sang juara dunia MotoGP, kembali bikin geger di United States Grand Prix (COTA). Meski sempat mengalami kecelakaan menegangkan di sesi FP1, rider pabrikan Ducati ini berhasil bangkit dan menutup hari sebagai yang tercepat di sesi latihan bebas.

Pada Jumat pagi, Marc Marquez mengalami highside dengan kecepatan 190 km/jam. Beruntung, ia hanya menderita memar di tangan dan bisa melanjutkan sesi latihan. Awal latihan bebas penuh drama, karena enam lap pertamanya dibatalkan akibat bendera kuning. 

Namun, Marc menunjukkan performa luar biasa di GP26-nya, mencatatkan waktu 2m00.927s dengan ban soft di menit-menit terakhir, menjadikannya yang tercepat hari itu.

Sesi satu jam itu sendiri dipenuhi kecelakaan: Fabio Di Giannantonio, Jorge Martin, Enea Bastianini, Franco Morbidelli, Pedro Acosta, dan Ai Ogura semuanya jatuh dalam 10 menit pertama. Total sembilan pembalap terjatuh saat suhu lintasan meningkat di sore hari.

Ai Ogura sempat diperiksa karena kecelakaan saat bendera kuning berkibar, tapi tidak ada sanksi lanjutan. Ogura justru finis kedua dengan 2m00.980s, sementara Di Giannantonio melengkapi podium tiga tercepat.

Pimpinan klasemen sementara Marco Bezzecchi finis keempat, diikuti Alex Marquez di posisi kelima meski sempat jatuh. Pedro Acosta berada di urutan keenam, diikuti Jorge Martin ketujuh. Pecco Bagnaia sempat tertinggal, tapi berhasil naik ke posisi kedelapan menjelang akhir sesi.

Rider Honda Luca Marini mengalami momen menegangkan di waktu terakhirnya, sementara Enea Bastianini dari Tech3 KTM berada di urutan kesembilan. Joan Mir hampir lolos ke Q2 dan akan bersaing di Q1 bersama Fermin Aldeguer dan Raul Fernandez.

Fabio Quartararo menjadi Yamaha tercepat di posisi 15, sedangkan Alex Rins tertinggal 2,1 detik dari Marc Marquez. Toprak Razgatlioglu dari Pramac mengalami kecelakaan dan menutup latihan di posisi 18.

Kejadian ini menegaskan bahwa MotoGP selalu penuh drama, bahkan untuk juara dunia seperti Marc Marquez. Dengan performa luar biasa di FP2, Marc siap kembali bersaing sengit di COTA untuk perebutan posisi pole dan podium.

Marc Marquez Alami Cedera Tangan Kiri dan Lengan Kanan di FP1 MotoGP AS

Marc Marquez alami cedera lengan kanan dan tangan kiri di FP1 MotoGP AS 2026, namun kembali ke lintasan setelah mendapat perban dan mengganti baju balap Ducati.
Marc Marquez alami cedera lengan kanan dan tangan kiri di FP1 MotoGP AS 2026, namun kembali ke lintasan setelah mendapat perban dan mengganti baju balap Ducati.

Pontianak, 28 Maret 2026 – Tim manajer Ducati, Davide Tardozzi, mengonfirmasi bahwa Marc Marquez mengalami benturan cukup keras pada lengan kanan dan tangan kiri saat kecelakaan di kecepatan 190 km/jam pada sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Amerika Serikat, Jumat lalu.

Kecelakaan terjadi di Turn 10 Circuit of the Americas (COTA) dalam 10 menit awal FP1. Marquez kehilangan kontrol bagian depan Desmosedici GP26 saat ban belakang sempat tergelincir, membuatnya meluncur ke gravel dan menabrak barrier pelindung.

Meski sempat lambat berdiri, Marquez akhirnya bisa berjalan sendiri dengan melepas sarung tangan kiri. Pebalap asal Spanyol ini memilih kembali ke pit Ducati menggunakan skuter alih-alih ke pusat medis, dan setelah mengganti baju balap serta mendapat perban di tangan kiri, Marquez kembali ke lintasan untuk 10 menit terakhir FP1.

Dalam sembilan lap, ia berhasil mencatat waktu tercepat keempat, hanya tertinggal 0,378 detik dari Pedro Acosta (KTM). Sementara itu, pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia), memulai FP1 di posisi kesembilan dan tetap menggunakan ban yang sama sepanjang sesi.

Marquez adalah juara MotoGP COTA tujuh kali, dengan kemenangan terakhir pada 2021. Saat ini ia berada di posisi kelima klasemen dunia, tertinggal 22 poin dari Bezzecchi, dan sebelumnya sempat mengalami masalah pada velg saat seri pembuka di Thailand.

Beberapa pebalap lain juga sempat kehilangan kontrol di Turn 10, namun berhasil tetap di atas motor. Sesi latihan sore akan dimulai pukul 15.00 waktu setempat (20.00 WIB).

FAQ

1. Apa penyebab kecelakaan Marc Marquez di FP1 MotoGP AS 2026?
Marquez kehilangan kontrol motor Desmosedici GP26 di Turn 10 setelah ban belakang tergelincir.

2. Bagaimana kondisi Marc Marquez setelah kecelakaan?
Marquez mengalami benturan di lengan kanan dan tangan kiri, namun bisa kembali ke lintasan setelah mendapat perban dan mengganti baju balap.

3. Siapa yang tercepat di FP1 MotoGP AS 2026?
Pebalap KTM, Pedro Acosta, mencatat waktu tercepat FP1.

4. Apa posisi Marc Marquez di klasemen sementara?
Marquez saat ini berada di posisi kelima, tertinggal 22 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi.

Senin, 23 Maret 2026

Duo Aprilia Pimpin Klasemen MotoGP 2026 Setelah Finish 1-2 di Brasil

Marco Bezzecchi dan Jorge Martin kuasai klasemen MotoGP 2026 usai GP Brasil. Bezzecchi menang keempat kali, Martin podium kedua, Pedro Acosta turun ke posisi tiga.
Marco Bezzecchi dan Jorge Martin kuasai klasemen MotoGP 2026 usai GP Brasil. Bezzecchi menang keempat kali, Martin podium kedua, Pedro Acosta turun ke posisi tiga.

Marco Bezzecchi dan Jorge Martin Bikin Heboh Klasemen MotoGP 2026

Jakarta – MotoGP Brasil 2026 menghadirkan drama seru di lintasan Interlagos! Marco Bezzecchi berhasil meraih kemenangan keempatnya secara beruntun, sementara rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, ikut meraih podium kedua. Kombinasi apik ini langsung membuat duo Aprilia mendominasi puncak klasemen sementara MotoGP 2026.

Bezzecchi kini memimpin dengan 56 poin, unggul 11 poin dari Martin yang menikmati hasil terbaiknya bersama Aprilia RS-GP26. Sementara itu, mantan pemimpin klasemen Pedro Acosta harus turun ke posisi ketiga dengan 42 poin.

Tak kalah menarik, Fabio di Giannantonio dari VR46 naik tiga peringkat dan menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi keempat. Sedangkan juara bertahan Marc Marquez tertinggal 22 poin dari puncak jelang balapan berikutnya di COTA.

Gresini juga mencatat pencapaian positif. Alex Marquez dan Fermin Aldeguer berhasil meraih poin pertama mereka musim ini di Brasil. Johann Zarco menjadi pembalap Honda terbaik di posisi 11, sementara Fabio Quartararo (Yamaha) harus puas turun ke posisi 16 setelah sprint heroics-nya tidak diikuti poin di balapan utama.

Klasemen Sementara MotoGP 2026 – Setelah GP Brasil:

PosRiderTeamPointsDiff
1Marco BezzecchiAprilia Racing56-
2Jorge MartinAprilia Racing45-11
3Pedro AcostaRed Bull KTM42-14
4Fabio di GiannantonioVR46 Ducati37-19
5Marc MarquezDucati Lenovo34-22
6Ai OguraTrackhouse Aprilia33-23
7Raul FernandezTrackhouse Aprilia29-27
8Alex MarquezGresini Ducati13-43
9Brad BinderRed Bull KTM13-43
10Franco MorbidelliVR46 Ducati12-44
11Johann ZarcoCastrol Honda LCR12-44
12Luca MariniHonda HRC Castrol11-45
13Francesco BagnaiaDucati Lenovo10-46
14Fermin AldeguerGresini Ducati8-48
15Diogo MoreiraPro Honda LCR6-50
16Fabio QuartararoMonster Yamaha6-50
17Enea BastianiniKTM Tech35-51
18Alex RinsMonster Yamaha3-53
19Joan MirHonda HRC Castrol3-53

Legenda:
^X = Pembalap naik X posisi,
˅X = Pembalap turun X posisi,
= = Posisi tetap,

FAQ MotoGP 2026 – GP Brasil

Q: Siapa pembalap yang memimpin klasemen MotoGP 2026 saat ini?
A: Marco Bezzecchi memimpin klasemen dengan 56 poin, diikuti rekan setimnya Jorge Martin.

Q: Bagaimana performa pembalap Ducati di GP Brasil?
A: Fabio di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi 4, sementara Marc Marquez di posisi 5.

Q: Siapa rookie yang mencetak poin di GP Brasil?
A: Diogo Moreira dan Fermin Aldeguer berhasil meraih poin pertama mereka musim ini.

Minggu, 22 Maret 2026

Hasil Sprint Brasil 2026, Marquez Menang Acosta Masih Memimpin

Klasemen MotoGP 2026 usai Sprint Brasil: Pedro Acosta masih memimpin, Marc Marquez bangkit, dan persaingan gelar makin ketat.
Klasemen MotoGP 2026 usai Sprint Brasil: Pedro Acosta masih memimpin, Marc Marquez bangkit, dan persaingan gelar makin ketat.

JAKARTA -- Balapan Sprint MotoGP Brasil 2026 di Goiania menghadirkan drama dan perubahan penting di papan klasemen sementara. Meski finis di posisi kesembilan, Pedro Acosta masih mampu mempertahankan posisi puncak klasemen dunia MotoGP 2026.

Pebalap Red Bull KTM tersebut kini mengoleksi 33 poin, hanya unggul tipis dua angka dari Marco Bezzecchi yang terus menempel ketat di posisi kedua dengan 31 poin.

Sprint race yang sempat tertunda ini jadi momen krusial bagi banyak pebalap, termasuk Jorge Martin yang tampil impresif dan berhasil mengamankan posisi ketiga setelah mengalahkan rekan setimnya.

Marc Marquez Mulai Bangkit, Persaingan Makin Ketat

Salah satu sorotan utama datang dari Marc Marquez. Juara bertahan ini akhirnya meraih kemenangan pertamanya musim ini dan langsung naik dua posisi di klasemen.

Kini Marquez mengoleksi 21 poin, jumlah yang sama dengan Fabio di Giannantonio. Kebangkitan ini jadi sinyal kuat bahwa persaingan gelar belum bisa ditebak.

Di sisi lain, Raul Fernandez justru harus turun satu posisi ke peringkat keempat dengan 23 poin, sementara Ai Ogura tetap stabil di posisi kelima.

Yamaha Mulai Tunjukkan Taji

Kabar positif datang dari kubu Yamaha. Fabio Quartararo mencatat peningkatan signifikan setelah finis di posisi keenam hasil terbaik Yamaha musim ini sejauh ini.

Tambahan poin tersebut membuat Quartararo melonjak lima posisi ke peringkat 11 klasemen dengan total 6 poin.

Alex Marquez Akhirnya Pecah Telur

Setelah beberapa seri tanpa poin, Alex Marquez akhirnya membuka rekening poin musim ini dengan finis di posisi ketujuh. Ia kini mengoleksi 3 poin dan berada di posisi ke-15 klasemen.

Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Sprint Brasil

Berikut 10 besar klasemen sementara:

  1. Pedro Acosta – 33 poin

  2. Marco Bezzecchi – 31 poin (-2)

  3. Jorge Martin – 25 poin (-8)

  4. Raul Fernandez – 23 poin (-10)

  5. Ai Ogura – 22 poin (-11)

  6. Marc Marquez – 21 poin (-12)

  7. Fabio di Giannantonio – 21 poin (-12)

  8. Brad Binder – 13 poin (-20)

  9. Francesco Bagnaia – 10 poin (-23)

  10. Franco Morbidelli – 8 poin (-25)

Persaingan Gelar Makin Sulit Diprediksi

Dengan selisih poin yang sangat tipis di papan atas, MotoGP 2026 dipastikan bakal jadi salah satu musim paling kompetitif. Acosta memang masih memimpin, tapi tekanan dari Bezzecchi, Martin, hingga Marquez makin terasa.

Sprint Brasil ini seakan jadi turning point awal musim—di mana momentum mulai bergeser dan peta kekuatan berubah.

Kalau tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin klasemen akan terus berganti di tiap seri berikutnya.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)

1. Siapa pemimpin klasemen MotoGP 2026 saat ini?
Pedro Acosta masih memimpin dengan 33 poin.

2. Berapa selisih poin Acosta dengan posisi kedua?
Selisihnya hanya 2 poin dari Marco Bezzecchi.

3. Siapa pemenang Sprint Race Brasil 2026?
Marc Marquez meraih kemenangan pertamanya musim ini.

4. Apakah Yamaha sudah kompetitif di 2026?
Mulai menunjukkan peningkatan, terutama lewat Fabio Quartararo.

5. Apakah persaingan gelar sudah terlihat jelas?
Belum, karena selisih poin sangat tipis dan masih terbuka lebar.

Pedro Acosta Waspadai Cuaca Brasil, Prediksi Balapan MotoGP Jadi Seru

Pedro Acosta waspadai cuaca tak menentu di MotoGP Brasil dan prediksi balapan berlangsung seru penuh kejutan serta strategi tim yang menentukan hasil akhir.
Pedro Acosta waspadai cuaca tak menentu di MotoGP Brasil dan prediksi balapan berlangsung seru penuh kejutan serta strategi tim yang menentukan hasil akhir.

JAKARTA -- Balapan seri Brasil di ajang MotoGP diprediksi bakal berlangsung seru sekaligus penuh kejutan. 

Salah satu pembalap muda yang tengah jadi sorotan, Pedro Acosta, mengaku cukup waspada terhadap kondisi cuaca yang bisa mengubah jalannya lomba kapan saja. 

Ia menilai, faktor cuaca bisa menjadi “game changer” yang membuat balapan semakin sulit diprediksi, Minggu, (22/3/2026).

Acosta menyebut bahwa lintasan di Brasil memiliki karakter yang cukup menantang, terlebih jika diguyur hujan. 

Perubahan kondisi dari kering ke basah, atau sebaliknya, bisa memaksa pembalap dan tim untuk cepat beradaptasi, terutama dalam menentukan strategi ban dan setup motor.

Menurutnya, balapan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu justru bisa menghadirkan tontonan yang lebih menarik. 

Banyak hal tak terduga bisa terjadi, mulai dari kesalahan kecil hingga keputusan strategi yang menentukan hasil akhir. 

Inilah yang membuat dirinya memprediksi balapan akan berlangsung “fun”, meski tetap penuh tekanan.

Pembalap muda tersebut juga menegaskan bahwa dirinya akan fokus menjaga konsistensi sepanjang balapan. 

Ia sadar bahwa kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal, apalagi di lintasan yang menuntut konsentrasi tinggi seperti di Brasil.

Selain itu, Acosta mengingatkan bahwa persaingan di kelas utama MotoGP saat ini sangat ketat. Banyak pembalap berpengalaman yang siap memanfaatkan kondisi sulit untuk meraih hasil maksimal. 

Oleh karena itu, ia tak ingin terlalu gegabah dan memilih pendekatan yang lebih hati-hati.

Tim-tim MotoGP sendiri dipastikan akan bekerja ekstra dalam memantau perkembangan cuaca menjelang balapan. 

Data cuaca real-time akan menjadi kunci dalam menentukan strategi pit stop maupun pemilihan ban yang tepat.

Jika prediksi cuaca berubah-ubah benar terjadi, maka peluang podium akan semakin terbuka lebar bagi siapa saja. Tidak hanya pembalap unggulan, tetapi juga mereka yang mampu membaca situasi dengan cepat.

Dengan segala faktor tersebut, seri Brasil kali ini diyakini akan menjadi salah satu balapan paling menarik di musim ini. 

Kombinasi antara skill pembalap, strategi tim, dan kondisi cuaca akan menjadi penentu utama siapa yang keluar sebagai pemenang.

Jumat, 21 November 2025

Masa Depan Pedro Acosta di MotoGP Terancam? Jorge Lorenzo Ungkap Syarat Kunci yang Menentukan Pilihannya

Jorge Lorenzo
Jorge Lorenzo.

JAKARTA - Masa depan Pedro Acosta di MotoGP kembali menjadi sorotan. Menurut legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, keputusan Acosta untuk bertahan atau meninggalkan KTM pada 2026 akan sangat ditentukan oleh performa pabrikan tersebut di musim depan.

Sepanjang awal musim 2025, Acosta beberapa kali mengeluhkan performa motor KTM RC16 yang dinilainya jauh tertinggal dari Ducati Desmosedici. Ia bahkan bukan pembalap KTM terbaik, karena lebih sering kalah cepat dari rekan setimnya, Maverick Vinales.

Masa Depan Pedro Acosta di MotoGP Terancam? Jorge Lorenzo Ungkap Syarat Kunci yang Menentukan Pilihannya
Pedro Acosta.

Namun memasuki pertengahan musim, performa Acosta mulai membaik meski KTM nyaris tidak memberikan pembaruan besar pada motornya. Sayangnya, peningkatan itu belum cukup membawa Acosta meraih kemenangan pertama di kelas utama. Ia menutup musim kedua di MotoGP tanpa satu pun kemenangan, membuat tekanan bagi KTM untuk menghadirkan motor kompetitif pada 2026 semakin besar.

Jorge Lorenzo menilai bahwa peluang Acosta bertahan di KTM sangat bergantung pada hasil yang ia dapatkan musim depan.

“Semua tergantung hasil,” ujar Lorenzo saat berbicara dalam siaran MotoGP saat tes Valencia. “Kalau Pedro mulai menang empat race berturut-turut, mungkin pikirannya berubah dan ia akan ingin tetap di KTM. Jadi semuanya kembali ke hasil.”

Bukan Acosta Saja yang Frustrasi – Quartararo Juga Alami Penurunan Drastis

Masa Depan Pedro Acosta di MotoGP Terancam? Jorge Lorenzo Ungkap Syarat Kunci yang Menentukan Pilihannya
Pedro Acosta.

Selain Acosta, Fabio Quartararo juga mengalami masa sulit bersama Yamaha sepanjang 2025. Ia belum kembali menang sejak balapan di Jerman tahun 2022. Meski menjadi pembalap Yamaha terbaik hampir di setiap seri, Quartararo tetap kesulitan bersaing untuk podium.

Ia bahkan mengumpulkan lebih banyak poin seorang diri dibandingkan tiga pembalap Yamaha lainnya sepanjang musim. Dua kali ia meraih pole position, namun itu pun tidak berbuah kemenangan.
Di Silverstone, Quartararo kehilangan posisi terdepan akibat masalah keandalan mesin, membuat kebuntuan performanya terasa makin menyakitkan.

Kondisi ini membuat Quartararo disebut-sebut semakin dekat dengan keputusan untuk pindah pabrikan pada 2027.

Masa Depan Pedro Acosta di MotoGP Terancam? Jorge Lorenzo Ungkap Syarat Kunci yang Menentukan Pilihannya
Pedro Acosta

Jorge Lorenzo memberikan pandangan menarik terkait situasi El Diablo.
“Dari ucapannya, terlihat ia memberi kesempatan pada Yamaha. Kontrak yang ia dapat juga sangat bagus secara finansial,” ujar Lorenzo.

“Tapi ketika kamu belum punya uang, kamu mencari uang. Setelah sudah punya uang, kamu ingin hasil. Sulit untuk mendapatkan semuanya sekaligus.”

Lorenzo menambahkan bahwa Ducati saat ini masih menjadi motor paling kompetitif, sehingga mereka tidak perlu menggelontorkan dana besar seperti pabrikan lain yang sedang tertinggal.

“Pada akhirnya pembalap harus memilih berdasarkan seberapa besar keinginan mereka untuk menang,” lanjutnya.

Yamaha Beralih ke Mesin V4 – Solusi atau Masalah Baru?

Mulai musim depan, Yamaha akan beralih dari mesin inline-four ke konfigurasi V4 setelah lebih dari dua dekade bertahan dengan konsep lama. Perubahan ini membuat Yamaha akhirnya berada satu jalur dengan sebagian besar pabrikan MotoGP lainnya.

Namun menurut Lorenzo, perubahan besar ini bukanlah solusi instan.

“Ini keputusan yang aneh karena mereka punya pengalaman panjang dengan inline-four. Tapi mungkin itulah alasan mereka tidak pernah punya mesin paling kuat,” jelasnya.

“Dengan V4, mereka bisa bersaing dari sisi top speed. Tapi mereka sangat kurang pengalaman dengan tipe mesin ini. Jadi pekerjaannya tidak akan mudah.”

Kamis, 16 Oktober 2025

Pedro Acosta Sebut MotoGP Australia Jadi Balapan Tersulit Tahun Ini: “Mental Benar-Benar Diuji!

Pedro Acosta Sebut MotoGP Australia Jadi Balapan Tersulit Tahun Ini: “Mental Benar-Benar Diuji!

JAKARTA - Pembalap muda KTM, Pedro Acosta, menyebut MotoGP Australia 2025 di Sirkuit Phillip Island sebagai balapan paling berat secara mental sepanjang musim ini. 

Pembalap berusia 21 tahun itu mengaku siap tampil habis-habisan demi meraih podium pertamanya di kelas utama di sirkuit legendaris tersebut.

Pengalaman Kurang Menyenangkan di Phillip Island Tahun Lalu

Acosta kembali ke Australia dengan semangat baru setelah tahun lalu mengalami momen pahit di Phillip Island. Pada musim 2024, ia gagal memulai balapan utama akibat kecelakaan hebat saat sprint race.

“Jujur, tahun lalu bukan pengalaman yang menyenangkan. Saya kehilangan banyak waktu di lintasan dan tidak sempat mencatat banyak putaran,” kenangnya. “FP2 waktu itu juga basah, sesi kualifikasi jadi berantakan.”

Tekad Bangkit dan Fokus di Musim 2025

Datang ke Phillip Island kali ini, Acosta membawa modal kuat setelah finis di posisi kedua pada MotoGP Indonesia 2025. Ia menilai motor KTM kini semakin kompetitif di sirkuit dengan karakter cepat dan mengalir seperti Assen, Silverstone, dan Phillip Island.

“Balapan ini jelas yang paling berat secara mental. Tidak banyak sirkuit di dunia di mana kamu bisa melaju secepat itu di dekat laut dengan angin sekencang itu,” ujarnya pada konferensi pers, Kamis (16/10).

“Tapi kami akan berusaha menikmatinya. Ini memang bukan trek terbaik saya, tapi KTM semakin membaik di lintasan semacam ini. Target kami adalah menjaga konsistensi dan berjuang di lima besar tanpa membuat kesalahan seperti di sprint race sebelumnya.”

Situasi Balapan Tak Terduga

Menariknya, balapan MotoGP Australia tahun ini diprediksi akan sangat tidak terduga. Beberapa pembalap papan atas seperti Marc Marquez, Jorge Martin, dan Maverick Vinales dipastikan absen karena cedera. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Acosta untuk mencetak kemenangan pertamanya di kelas utama.

“Semoga saja keberuntungan berpihak pada kami,” ucap Acosta optimis. “Pada 2023 Brad Binder sempat bertarung untuk kemenangan, dan tahun lalu juga bersaing di tiga besar. Kami akan lihat bagaimana akhir pekan ini berjalan.”

Fokus pada Performa dan Konsistensi

Acosta menegaskan, fokus utamanya bukan hanya kemenangan, tetapi bagaimana bisa tampil konsisten dan menuntaskan balapan dengan sempurna.

“Kami akan mulai latihan besok dan melihat bagaimana perasaan saya dengan motor. Jika semuanya bisa kami satukan dengan baik, akhir pekan ini bisa jadi bagus untuk kami. Tapi seperti biasa, saya tidak mau berekspektasi berlebihan,” tutupnya dengan senyum.

Pedro Acosta datang ke MotoGP Australia 2025 dengan semangat tinggi dan tekad membuktikan diri. Setelah pengalaman pahit di Phillip Island tahun lalu, kini pembalap muda ini siap menghadapi tantangan berat dengan fokus penuh dan keyakinan bahwa hasil manis akan datang jika kerja keras terus dijaga.

Dengan absennya para pembalap top, pintu menuju kemenangan pertama Pedro Acosta di MotoGP tampak semakin terbuka lebar.

Minggu, 20 Juli 2025

Pedro Acosta Bangkit! KTM Akhirnya Podium Lagi di Tengah Krisis dan Drama RC16

Pedro Acosta Bangkit! KTM Akhirnya Podium Lagi di Tengah Krisis dan Drama RC16
Pedro Acosta Bangkit! KTM Akhirnya Podium Lagi di Tengah Krisis dan Drama RC16.

JAKARTA - Setelah melewati musim dingin yang penuh gejolak akibat krisis keuangan dan performa buruk motor RC16, KTM akhirnya bisa bernapas lega. Momen kebangkitan ini datang di Sirkuit Brno tempat yang belum mereka cicipi kemenangan sejak Brad Binder menorehkan sejarah dengan RC16 pada 2020.

Pedro Acosta, bintang muda KTM yang sebelumnya sempat frustrasi karena tak bisa mengulang performa cemerlang di musim debutnya, kini kembali bersinar. Di Sprint Race, Acosta sukses finis kedua di belakang Marc Marquez. Tak hanya itu, Enea Bastianini dari tim Tech3 juga berhasil membawa satu lagi motor RC16 naik podium. Dua KTM di podium? Sudah lama tak terjadi!

Saat balapan utama, Acosta tampil konsisten. Ia terus menempel ketat Marco Bezzecchi dari Aprilia dan sempat jadi ancaman serius untuk posisi kedua. Meski tak berhasil menyalip, Acosta mampu mempertahankan posisinya dari serangan gila-gilaan Francesco Bagnaia di akhir lomba.

“Aku senang banget bisa dapat podium dua kali berturut-turut,” ujar Acosta ke TNT Sports. “Awal musim tuh kacau banget. Target udah ada, tapi semuanya terasa hilang begitu aja. Tapi kita kerja keras dari awal, dan hasilnya mulai kelihatan.”

Balapan di Brno jadi momen penting bagi KTM, karena ini adalah podium pertama mereka sejak Maverick Vinales gagal di Qatar. Buat Acosta, ini juga podium pertama sejak Grand Prix Thailand tahun lalu yang diguyur hujan deras.

Acosta juga mengakui kalau suasana di garasi KTM sempat tegang. “Nggak gampang di Austria, bukan cuma buat pabrikannya, tapi juga buat aku dan tim. Aku berterima kasih banget ke KTM dan kru. Mereka yang harus tahan emosi dan sikap jelekku pas aku lagi frustrasi!”

Ia pun tak menutupi adanya ‘drama internal’. “Bayangin aja, dua karakter keras – aku dan KTM – saling dorong dan adu argumen. Tapi hasilnya? Kami nggak pernah nyerah, dan sekarang kita lihat sendiri hasilnya.”

Rider berusia 21 tahun ini juga bercerita soal tekanan besar di akhir balapan. Bagnaia datang dengan kecepatan tinggi, sementara ban depan Acosta mulai aus.

“Kita sedikit terlalu maksa di awal, mungkin itu bikin ban cepat habis. Tapi pas ada kesempatan seperti ini — yang selama musim ini bisa dibilang langka banget ya harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” jelas Acosta.

Sekarang, Acosta dan KTM menatap balapan berikutnya di kandang mereka sendiri, Red Bull Ring, dengan semangat baru.

“Kita tahu di mana yang harus dibenahi. Beberapa komponen baru akan datang. Kita lihat nanti, apa yang bisa kita bawa ke Red Bull Ring,” tutup Acosta penuh optimisme.

Pedro Acosta Akhirnya Tersenyum Lagi, Meski Podium Brno Penuh Teka-Teki

Pedro Acosta Akhirnya Tersenyum Lagi, Meski Podium Brno Penuh Teka-Teki
Pedro Acosta Akhirnya Tersenyum Lagi, Meski Podium Brno Penuh Teka-Teki.

JAKARTA - Setelah mengalami awal musim terburuk dalam kariernya, Pedro Acosta akhirnya kembali tampil gemilang di Sprint MotoGP Republik Ceko. Meski finish di podium terasa manis, pembalap muda Red Bull KTM ini menyadari bahwa beberapa lap yang ia pimpin tidak sepenuhnya murni hasil pertarungan.

Di balapan Sprint yang hanya berlangsung 10 lap, Acosta awalnya berada di posisi ketiga. Namun situasi mulai berubah saat Francesco Bagnaia secara mengejutkan membiarkannya menyalip di lap kelima, disusul Marc Marquez yang melakukan hal serupa di lap keenam. Aksi dua pembalap Ducati Lenovo ini menimbulkan tanda tanya besar, terutama karena keduanya dikenal sebagai pejuang tangguh di lintasan.

“Saya sudah curiga,” ujar Acosta kepada MotoGP.com setelah balapan. “Tidak biasa Pecco dan Marc membiarkan Anda lewat begitu saja. Tapi saya tetap berusaha maksimal di setiap lap, fokus untuk tidak bikin kesalahan. Hasilnya lumayan bagus.”

Perjuangan dari Titik Terendah

Bagi Acosta, podium di Brno bukan sekadar hasil baik ini adalah titik balik. Ia menyebut awal musim 2025 sebagai “masa tergelap” dalam kariernya di MotoGP, apalagi setelah harus menjalani operasi lengan usai balapan di Le Mans.

“Jelas ini start terburuk yang pernah saya alami di musim mana pun. Jadi bisa kembali ke podium rasanya luar biasa,” katanya. “Memang saat memimpin itu agak ‘palsu’, karena saya tahu ada alasan lain di baliknya. Tapi tetap menyenangkan bisa berada di depan untuk beberapa lap.”

Meski sadar bahwa keunggulannya terjadi karena strategi tekanan ban dari Ducati, Acosta tetap menunjukkan performa solid dan menciptakan jarak aman dari pembalap di posisi ketiga dan keempat.

“Kalau kita abaikan Marc, saya rasa saya yang paling kompetitif di lintasan. Jadi saya bangga dengan pencapaian ini,” ucapnya penuh keyakinan.

Marquez Lebih Cepat, Tapi Acosta Tak Mau Kalah

Ketika ditanya soal kecepatan Marc Marquez, Acosta mengakui kehebatan rivalnya tersebut. Menurutnya, sebelum mundur ke posisi dua, Marquez menunjukkan pace luar biasa.

“Anda cukup lihat ritmenya sebelum dia melepas posisi pertama. Jelas dia punya keunggulan dibanding yang lain,” katanya.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Acosta. Ia tetap berusaha mengejar dan belajar banyak dari pengalaman bertarung dengan para seniornya.

Grip Sirkuit Jadi Kunci RC16 Bersinar

Keberhasilan Acosta di Sprint Brno juga tak lepas dari performa motor KTM RC16 yang kali ini benar-benar maksimal. Menurut Acosta, aspal baru di sirkuit Brno memberikan grip ekstra yang sangat membantu timnya.

“Grip yang tinggi seperti ini benar-benar menguntungkan kami. Tapi tentu tidak semua trek akan seperti ini. Jadi kami sudah punya gambaran jelas apa yang harus ditingkatkan sebelum balapan di Austria nanti,” jelasnya.

Acosta yang berbagi podium dengan rekan setim KTM, Enea Bastianini, menegaskan bahwa kini saatnya mereka tetap tenang dan fokus menjaga momentum positif ini.

Sabtu, 28 Juni 2025

Pedro Acosta Ungkap Tantangan di MotoGP Belanda: Cuaca Dingin Bikin Banyak Pebalap Jatuh!

Pedro Acosta Ungkap Tantangan di MotoGP Belanda: Cuaca Dingin Bikin Banyak Pebalap Jatuh!
Pedro Acosta Ungkap Tantangan di MotoGP Belanda: Cuaca Dingin Bikin Banyak Pebalap Jatuh!

Assen, Belanda – Pebalap muda bertalenta dari tim pabrikan KTM, Pedro Acosta, mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi para rider saat sesi latihan bebas hari Jumat di MotoGP Belanda 2025. 

Hari pertama yang penuh insiden tersebut menyisakan banyak catatan, terutama soal kondisi lintasan dan ban depan medium yang dianggap jadi penyebab beberapa kecelakaan.

Kondisi Lintasan yang Sulit Diprediksi

Sesi latihan diwarnai dua bendera merah setelah Ai Ogura dan Lorenzo Savadori mengalami kecelakaan. Bahkan Marc Marquez pun tak luput dari insiden, terjatuh ke gravel dan membuat suasana makin tegang.

Pedro Acosta, yang jadi pembalap KTM tercepat hari itu, menjelaskan bahwa ban depan medium jadi salah satu penyebab utama para pembalap kesulitan menjaga grip, terutama karena cuaca di Assen yang dingin dan berangin.

"Saya sempat tiga kali mencoba dengan ban depan medium. Sulit banget buat naikkan suhu ban dan bikin motor terasa normal," kata Acosta.

"Rasanya aneh. Tapi ya, kita harus tetap lanjut. Kondisinya dingin dan berangin, mirip tahun lalu."

Performa Apik Acosta di Hari Pertama

Berbeda dengan tahun lalu saat ia hanya menempati posisi ke-15 di hari Jumat, kali ini Pedro Acosta tampil mengesankan. Ia berhasil mencatatkan waktu tercepat ketiga, hanya kalah dari Fabio Quartararo dan Alex Marquez.

Posisi ini menjadikannya pembalap KTM tercepat hari itu, mengungguli Maverick Vinales yang berada di posisi kedelapan.

"Mungkin kami sekarang lebih tenang. Motor juga lebih stabil," ujar Acosta.

"Dan saya punya lebih banyak pengalaman dibanding tahun lalu. Di trek seperti ini saya jadi lebih kalem."

Adaptasi Gaya Balap dan Harapan KTM

Pedro juga menjelaskan bahwa performanya meningkat karena dirinya dan tim fokus memperbaiki gaya balap yang sebelumnya kurang cocok untuk trek-trek seperti Assen, Mugello, dan Silverstone.

"Kami sedang mengembangkan gaya balap saya, mencoba cara-cara baru saat di atas motor."

Performa hari pertama yang solid ini memberi harapan bagi KTM, terutama jika dibandingkan dengan performa buruk mereka di Assen tahun lalu.

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, saat kami gagal total dari FP1 sampai balapan hari Minggu, hari Jumat ini bisa dibilang cukup oke."

Pedro juga menegaskan pentingnya menjaga konsistensi hingga balapan utama:

"Kita harus tetap seperti ini. Besok kita perlu cek race pace, karena penting banget untuk sprint race dan balapan hari Minggu."

Kunjungan Tak Terduga ke Markas Ducati

Sebelum tiba di Belanda, Acosta sempat menyempatkan diri menjadi turis dan berkunjung ke Borgo Panigale, markas Ducati di Italia. Meski sempat mengundang spekulasi soal masa depannya, Acosta menegaskan bahwa kunjungan itu murni untuk melihat motor legendaris Casey Stoner di museum Ducati.

"Saya cuma pengin lihat motor klasiknya Casey Stoner. Nggak ada yang lain kok."

Acosta Makin Matang, KTM Punya Harapan

Performa Pedro Acosta di MotoGP Belanda hari Jumat menunjukkan perkembangan besar dari tahun sebelumnya. 

Meskipun cuaca dingin dan kondisi lintasan menyulitkan banyak pebalap, Acosta tampil solid dan konsisten. 

Dengan mental yang lebih tenang dan motor yang lebih stabil, Acosta bisa jadi kunci sukses KTM musim ini.

Minggu, 08 Juni 2025

Klarifikasi Marc Marquez dan Pedro Acosta soal Kontak di MotoGP Sprint Aragon

Klarifikasi Marc Marquez dan Pedro Acosta soal Kontak di MotoGP Sprint Aragon
Klarifikasi Marc Marquez dan Pedro Acosta soal Kontak di MotoGP Sprint Aragon.

JAKARTA -- Di balapan sprint MotoGP Aragon, terjadi insiden kontak antara Marc Marquez dari tim Ducati dan Pedro Acosta dari KTM. Nah, kedua pembalap ini sudah kasih penjelasan mereka tentang kejadian tersebut, dan seru banget buat disimak!

Jadi ceritanya, waktu start sprint race, Marquez dan Acosta sempat bersentuhan saat masuk ke Tikungan 1. Tapi lucunya, nggak ada yang mau saling menyalahkan. Marquez bilang ini cuma "insiden balap biasa."

Menurut Marquez, dia sempat agak terlambat dan harus mengerem dengan sangat keras. Kenapa? Karena kalau nggak, bagian depan dan belakang motor nggak akan pas posisi optimalnya. Dia juga bilang, insiden kayak gini biasanya terjadi kalau ada pembalap yang startnya kurang bagus, lalu pembalap lain datang dengan kecepatan lebih tinggi. Apalagi di Tikungan 1 Aragon yang terkenal tricky, jadi wajar kalau begini.

Sementara itu, Acosta punya pandangan lain tapi nggak jauh beda. Dia bilang Marquez nggak dapat start terbaik, dan dia datang dengan kecepatan cukup kencang. Mungkin Marquez mau ke kiri, tapi Acosta datang tiba-tiba dan mereka pun saling bersenggolan. "Itu cuma situasi balap biasa, nggak ada yang aneh," kata Acosta santai.

Meski begitu, Marquez tetap berhasil finis di posisi pertama di sprint race hari Sabtu, walaupun sempat turun ke posisi empat setelah insiden itu. Dia juga sempat membahas soal spesifikasi motornya yang menurut dia berbeda dibanding motor Ducati versi 2024 milik Alex Marquez dan Fermin Aldeguer yang cukup kompetitif.

Sekarang, Marc Marquez memimpin klasemen MotoGP dengan selisih 24 poin dari adiknya, Alex Marquez. Sementara itu, Pedro Acosta yang start dari posisi kelima, berhasil mempertahankan posisi tersebut dan menjadi pembalap non-Ducati terbaik di sprint race ini.

Jadi, intinya insiden di Tikungan 1 itu memang bagian dari dinamika balap, nggak ada yang sengaja atau saling nyalahin. Justru keduanya tetap menunjukkan performa hebat di lintasan!

Minggu, 25 Mei 2025

VR46 MotoGP Masih Evaluasi Line-up 2026, Pedro Acosta Masuk Radar Tim Valentino Rossi

VR46 MotoGP Masih Evaluasi Line-up 2026, Pedro Acosta Masuk Radar Tim Valentino Rossi
VR46 MotoGP Masih Evaluasi Line-up 2026, Pedro Acosta Masuk Radar Tim Valentino Rossi.

JAKARTA - Manajer tim VR46 MotoGP, Pablo Nieto, menyatakan bahwa pihaknya belum mengambil keputusan akhir terkait susunan pembalap untuk musim MotoGP 2026. Hal ini disampaikan di tengah semakin santernya rumor yang mengaitkan pembalap muda Spanyol, Pedro Acosta, dengan tim milik Valentino Rossi tersebut.

Tim VR46 menjadi salah satu dari empat tim MotoGP yang saat ini memiliki kursi kosong untuk musim 2026. Saat ini, hanya Franco Morbidelli yang memiliki kontrak hingga akhir musim 2025. Morbidelli sendiri merupakan lulusan Akademi VR46 dan memiliki ikatan kuat dengan proyek yang dibangun oleh Valentino Rossi.

Pedro Acosta Masuk Dalam Radar Tim-Tim Besar

Nama Pedro Acosta belakangan semakin sering disebut-sebut dalam bursa transfer pembalap MotoGP 2026. Meskipun Acosta masih memiliki kontrak dengan KTM, performa tim yang kurang memuaskan musim ini membuat sang pembalap dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi lain.

Selain VR46, Acosta juga dikaitkan dengan tim pabrikan Honda untuk musim 2026. Namun, kepastian mengenai kemungkinan kepindahan tersebut masih belum jelas. Rumor terbaru bahkan menyebutkan bahwa Jorge Martin, yang berada di bawah manajemen yang sama dengan Acosta, tengah berupaya memutus kontraknya bersama Aprilia untuk bisa bergabung dengan HRC.

Dalam wawancara eksklusif dengan media Inggris Crash.net saat Grand Prix Inggris di Silverstone, Pablo Nieto mengakui adanya ketertarikan terhadap Pedro Acosta. Namun, ia menegaskan bahwa semua tim di paddock MotoGP juga menunjukkan minat yang sama terhadap juara dunia Moto3 2021 tersebut.

“Masih terlalu awal untuk membahas line-up musim 2026,” ujar Nieto. “Kami harus fokus terlebih dahulu pada pembalap yang kami miliki saat ini. Dengan fokus penuh, kami percaya bisa meraih hasil yang positif.”

VR46 Siap Buka Peluang untuk Pembalap Non-Akademi

Sejak awal berdiri, proyek VR46 MotoGP dikenal sebagai tim yang mengandalkan pembalap dari Akademi VR46. Namun pada musim lalu, tim ini membuka lembaran baru dengan merekrut Fabio Di Giannantonio, pembalap yang bukan berasal dari akademi tersebut. Langkah ini menandai perubahan pendekatan dalam rekrutmen pembalap.

“Ketika pembalap top ingin bergabung dengan tim kami, itu artinya kami sudah melakukan pekerjaan yang baik,” kata Nieto. “Proyek Akademi VR46 sejak awal bertujuan membawa pembalap muda dari level Moto3 atau kejuaraan nasional Spanyol menuju MotoGP. Kami telah berhasil mewujudkan itu.”

Saat ini, VR46 memiliki empat pembalap jebolan akademi yang bersaing di MotoGP dan satu pembalap di Moto2, yaitu Celestino Vietti. Menurut Nieto, keberhasilan tersebut membuktikan efektivitas sistem pengembangan yang mereka jalankan.

“Kami akan terus membuka pikiran dalam memilih pembalap terbaik, baik dari dalam maupun luar Akademi,” tegasnya.

Posisi Franco Morbidelli Masih Belum Pasti

Franco Morbidelli, yang saat ini menempati posisi keempat di klasemen sementara MotoGP 2025, masih belum mendapat kepastian mengenai masa depannya bersama VR46. Meskipun memiliki kedekatan emosional dengan proyek VR46, pembalap asal Italia tersebut belum memperoleh perpanjangan kontrak hingga saat ini.

Dengan meningkatnya minat terhadap Pedro Acosta dan kondisi pasar pembalap MotoGP yang dinamis, posisi Morbidelli bisa saja tergeser jika VR46 memutuskan untuk merekrut nama baru untuk musim 2026.

VR46 Masih Pertimbangkan Banyak Faktor untuk MotoGP 2026

Hingga saat ini, VR46 masih dalam tahap evaluasi terkait formasi pembalap mereka untuk MotoGP musim 2026. Ketertarikan terhadap Pedro Acosta diakui oleh tim, namun belum ada keputusan resmi yang diambil. VR46 juga menunjukkan pendekatan baru yang lebih terbuka terhadap pembalap non-akademi, menandakan strategi yang lebih fleksibel ke depannya.

Keputusan akhir akan sangat bergantung pada performa pembalap musim ini, dinamika pasar, serta peluang yang tersedia di antara tim-tim besar MotoGP.