Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Jalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2026

Temui BPJN Kalbar, Bupati Ketapang Kawal Usulan Infrastruktur Jalan Strategis

Bupati Ketapang mengawal usulan pembangunan jalan kabupaten ke BPJN Kalbar melalui program IJD 2026 guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Ketapang mengawal usulan pembangunan jalan kabupaten ke BPJN Kalbar melalui program IJD 2026 guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

KETAPANG - Bupati Ketapang Alexander Wilyo menemui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat (5/6/2026), guna mengawal usulan pembangunan sejumlah ruas jalan kabupaten melalui skema pendanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Alexander Wilyo didampingi Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kabupaten Ketapang.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan usulan pembangunan jalan yang telah diajukan Pemerintah Kabupaten Ketapang dapat diverifikasi dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurut Alexander, sejumlah ruas jalan kabupaten memiliki peran strategis karena menjadi penghubung masyarakat dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi. Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga, distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menjelaskan, pertemuan dengan BPJN Kalbar merupakan tindak lanjut atas usulan resmi yang telah disampaikan melalui Sistem SITIA (Sinergitas, Transparansi, Integrasi, dan Akuntabel).

Pemkab Ketapang juga berharap usulan tersebut memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat mengingat keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam membiayai seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur.

"Sejumlah ruas jalan kabupaten memiliki peran penting sebagai jalur penghubung masyarakat dan pusat-pusat ekonomi. Karena itu, kami terus berupaya agar pembangunan jalan tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat," ujar Alexander Wilyo.

Ia menegaskan, pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi komitmen pemerintah daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah pedalaman.

"Kami ingin seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara adil, baik yang berada di wilayah perkotaan maupun pedalaman," katanya.

Selain berkoordinasi dengan BPJN Kalbar, Alexander berharap Anggota DPR RI Komisi V dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat turut mengawal usulan pembangunan jalan Kabupaten Ketapang agar menjadi prioritas di tingkat nasional.

Pemkab Ketapang menyatakan akan terus mengawal proses pengajuan hingga tahap penetapan, sehingga pembangunan ruas jalan yang diusulkan dapat segera direalisasikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sabtu, 09 Mei 2026

Krisantus Kurniawan Pastikan Jalan Suti Semarang Dibangun Pada 2026

Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang di Bengkayang guna memperkuat konektivitas dan distribusi hasil pertanian.
Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang di Bengkayang guna memperkuat konektivitas dan distribusi hasil pertanian.

BENGKAYANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan ruas Jalan Suti Semarang di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2026. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan provinsi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menyampaikan anggaran pembangunan jalan tersebut telah tersedia melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar.

Menurut Krisantus Kurniawan, pembangunan Jalan Suti Semarang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bengkayang.

“Kami sudah menganggarkan sekitar Rp15 miliar melalui Dinas PUPR untuk Jalan Suti Semarang,” ujar Krisantus Kurniawan di Bengkayang, Jumat.

Krisantus Kurniawan menegaskan Pemerintah Provinsi Kalbar tetap berkomitmen memperbaiki seluruh ruas jalan berstatus provinsi meskipun kemampuan anggaran daerah masih terbatas.

Perbaikan jalan dinilai penting untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, terutama distribusi barang dan hasil pertanian dari wilayah pedesaan menuju pusat perdagangan.

Pemerintah Provinsi Kalbar saat ini lebih memprioritaskan jalan yang dapat berfungsi secara optimal agar tetap bisa dilalui masyarakat dengan aman dan layak.

“Kami lakukan secara bertahap. Minimal jalan tetap fungsional sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu,” kata Krisantus Kurniawan.

Kabupaten Bengkayang sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penyangga sektor pangan di Kalimantan Barat. 

Karena itu, akses jalan yang memadai dianggap sangat penting untuk mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Peningkatan kualitas Jalan Suti Semarang juga diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan pedalaman Bengkayang.

FAQ

Berapa anggaran pembangunan Jalan Suti Semarang?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang.

Kapan pembangunan Jalan Suti Semarang dimulai?

Pembangunan direncanakan masuk dalam program anggaran tahun 2026.

Siapa yang menyampaikan informasi pembangunan jalan tersebut?

Informasi disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Mengapa Jalan Suti Semarang menjadi prioritas?

Jalan tersebut dinilai penting untuk mendukung konektivitas wilayah, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat Bengkayang.

Apa fokus utama Pemprov Kalbar dalam pembangunan jalan?

Pemprov Kalbar memprioritaskan jalan provinsi agar tetap fungsional dan bisa digunakan masyarakat dengan layak meski anggaran terbatas.

Kamis, 24 Juli 2025

Jalan Baru di Semuntai Belum Setahun Udah Rusak, Warga Kalbar : Ini Proyek Serius Kah Apa Cuma Main-Main?

Jalan Baru di Semuntai Belum Setahun Udah Rusak, Warga Kalbar : Ini Proyek Serius Kah Apa Cuma Main-Main?
Jalan Baru di Semuntai Belum Setahun Udah Rusak. (Foto Tim)

Kalbar – Kamek heran betul! Jalan dari Sanggau ke Sekadau, lewat Semuntai, yang katanya proyek peningkatan jalan, baru juga kelar ndak sampai setahun, sekarang udah bergelombang aja.

Pengendara yang lewat situ banyak ngeluh, jalan jadi ndak nyaman dan bahaya, apalagi kalau hujan atau malam hari. Macam jalan tua yang udah lama rusak, padahal ini masih baru.

Lah Kenak Bisa Camtu?

Dari pantauan di lapangan, permukaan jalan udah mulai turun-turun, ada yang tinggi sebelah kiri-kanan, bikin motor bisa oleng, mobil pun miring-miring. Ini ndak main-main, nyawa orang taruhannya kalau lewat jalan ginik.

Katanya Gara-Gara Timbunan Ndak Standar

Dengar kabar dari warga dan sumber setempat, timbunan yang dipakai buat jalan ini ndak sesuai spesifikasi. Bahkan, materialnya diambil dari daerah Sungai Kunyit, deket-deket SPBU Semuntai.

Masalahnya, tanah dari situ tuh lembut, ndak cocok dijadikan bahan timbunan. Kalau udah dari dasar aja salah, ndak heran kalau atasnya cepat rusak.

Dulu Pernah Ditegur Anggota DPR RI

Bahkan waktu pengerjaan masih jalan, Pak Lasarus dari DPR RI pernah lewat dan langsung protes, karena lihat cara kerja di lapangan ndak beres.

Media sempat ketemu sama Pak Masri, yang jadi perwakilan pelaksana proyek, dan jawaban beliau bikin warga makin bingung. Beliau bilang, “Memang udah salah dari awal, termasuk perencanaannya.”

Nah loh. Lah kalo udah tau salah, kenapa dilanjutkan? Ini proyek negara loh, bukan proyek coba-coba.

Warga Minta Pemerintah Ndak Tutup Mata

Sekarang warga mulai ribut. Mereka minta pemerintah pusat maupun daerah segera turun tangan buat periksa ulang proyek ini.

Kontraktornya harus dipanggil, materialnya dicek ulang, dan harus jelas siapa yang tanggung jawab. Karena jalan ini penting banget, jalur utama penghubung daerah. Jangan dibiarkan rusak kayak gini.

Jalan rusak begini bukan cuma masalah kenyamanan, tapi udah masuk ke ranah keselamatan. Pemerintah jangan nunggu viral dulu baru bergerak.

Kalau proyeknya dari awal udah bermasalah, lebih baik dibuka ke publik, biar jelas. Jangan disimpan-simpan, nanti warga makin ndak percaya. (Tim)

Rabu, 16 Agustus 2023

Bupati Kapuas Hulu Perkuat Pembangunan Infrastruktur dengan Peluncuran Proyek Jalan

Bupati Kapuas Hulu Perkuat Pembangunan Infrastruktur dengan Peluncuran Proyek Jalan.
KAPUAS HULU - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, dengan bangga meluncurkan proyek penanganan long segment ruas jalan Simpang Silat (Miau Merah) – Nanga Silat di Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Peluncuran ini diadakan pada hari Senin, 14 Agustus 2023, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan informasi dan mendemonstrasikan komitmen mereka terhadap pembangunan infrastruktur yang lebih baik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan bersejarah ini, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menjelaskan bahwa peluncuran ini adalah langkah nyata dalam kelanjutan pembangunan ruas jalan yang sangat dinantikan, yakni ruas jalan Simpang Silat (Miau Merah) – Nanga Silat di Kecamatan Silat Hilir.

Dia menyampaikan bahwa tujuan dari peluncuran ini adalah untuk memberi tahu masyarakat tentang perkembangan terbaru dalam proyek ini serta untuk memastikan bahwa pemerintah benar-benar berkomitmen dalam mengimplementasikan program pembangunan ini.

Selama tiga tahun masa kepemimpinannya, yakni sejak tahun 2021 hingga 2023, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menjelaskan bahwa pemerintah setempat telah konsisten mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ruas jalan Simpang Silat (Miau Merah) – Nanga Silat ini.

Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap peningkatan infrastruktur yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat dan wilayah sekitarnya.

Masyarakat setempat dan pihak terkait dengan antusias menerima pengumuman ini, karena pembangunan ruas jalan ini diharapkan akan memberikan aksesibilitas yang lebih baik, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan adanya penanganan ruas jalan yang lebih baik, diharapkan pula dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dan memfasilitasi aktivitas ekonomi.

Dengan langkah berani ini, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menjadikan proyek penanganan ruas jalan Simpang Silat (Miau Merah) – Nanga Silat sebagai bukti konkret dari komitmen pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Peluncuran ini tidak hanya menandai langkah maju dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi cerminan dari visi pemerintah untuk menciptakan wilayah yang lebih maju dan berkembang.

(Tim red)