Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Pemkab Bengkayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkab Bengkayang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2026

Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan

Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan
Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan. 

BENGKAYANG – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi adat sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya, perlindungan masyarakat adat, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Hal itu disampaikan Darwis saat menghadiri kegiatan Ngarantek Sawa' Bahu ke-10 yang digelar di Ramin Adat Banua Lumar, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Selasa (9/6). 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkayang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, lembaga adat, tokoh masyarakat, para donatur, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini,” kata Darwis.

Menurut dia, tema perlindungan masyarakat adat yang diangkat dalam pelaksanaan Ngarantek Sawa' Bahu tahun ini memiliki makna penting karena mengingatkan seluruh pihak bahwa adat, budaya, dan kearifan lokal tidak dapat dipisahkan dari peran masyarakat adat yang selama ini menjaga serta mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Ia mengatakan tanpa peran masyarakat adat, berbagai nilai luhur, pengetahuan tradisional, bahasa daerah, serta warisan budaya berpotensi hilang seiring perkembangan zaman.

Bagi masyarakat Dayak Bakati Lumar, lanjut Darwis, Ngarantek Sawa' Bahu bukan sekadar seremoni adat, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan terhadap warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan
Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan. 

“Melalui tradisi ini kita diingatkan akan pentingnya kebersamaan, gotong royong, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Darwis menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya mempertahankan keberadaan tradisi, tetapi memastikan generasi muda terus mengenal, mempelajari, dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, hilangnya budaya sering kali bukan disebabkan perubahan zaman, melainkan karena generasi penerus tidak lagi mengenal dan melestarikannya.

Karena itu, tradisi seperti Ngarantek Sawa' Bahu menjadi ruang penting untuk proses pembelajaran dan pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Selain itu, pengakuan dan perlindungan masyarakat adat juga tidak hanya berkaitan dengan identitas budaya, tetapi juga penghargaan terhadap peran masyarakat adat sebagai penjaga kearifan lokal yang mengajarkan nilai kebersamaan, musyawarah, penghormatan terhadap sesama, serta keseimbangan hubungan antara manusia dan alam.

“Nilai-nilai tersebut merupakan kekayaan yang sangat berharga bagi daerah kita,” katanya.

Darwis juga menekankan bahwa tradisi Ngarantek Sawa' Bahu mengingatkan masyarakat akan eratnya hubungan masyarakat Dayak dengan sektor pertanian.

Melalui tradisi tersebut, kata dia, para leluhur telah mewariskan nilai kerja keras, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap alam sebagai sumber kehidupan.

“Kemajuan tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh karakter dan kearifan masyarakatnya,” ujar Darwis.

Ia berharap Ngarantek Sawa' Bahu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap adat dan budaya sekaligus mendorong generasi muda untuk menjaga serta melanjutkan warisan leluhur.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Lumar, Esidorus, mengatakan Ngarantek Sawa' Bahu merupakan tradisi yang menandai dimulainya masa tanam baru bagi masyarakat Dayak di wilayah tersebut.

“Kalau Ngarantek Sawa' Bahu tahun 2026 dilaksanakan hari ini, artinya kita memasuki tahun tanam baru periode 2026–2027,” katanya.

Menurut Esidorus, tradisi masyarakat Dayak tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian. Namun selama ini berbagai kegiatan budaya lebih banyak menonjolkan fase pascapanen, seperti pesta padi baru, naik dango, hingga penutupan masa panen.

Sebaliknya, Ngarantek Sawa' Bahu justru mengangkat nilai budaya yang berkaitan dengan tahapan awal pertanian atau sektor hulu, mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman.

“Di sektor hulu inilah persoalan pertanian paling banyak terjadi dan perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini antara lain penyempitan lahan pertanian, alih fungsi lahan menjadi perkebunan, dampak perubahan iklim yang memicu gagal panen, menurunnya minat generasi muda menjadi petani, serta berkurangnya produktivitas pertanian.

Karena itu, melalui Ngarantek Sawa' Bahu, masyarakat didorong untuk kembali menghidupkan semangat bercocok tanam melalui pola tanam serentak guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Menurut Esidorus, bercocok tanam bagi masyarakat Dayak tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menjaga keberlanjutan benih lokal, melestarikan plasma nutfah, dan mempertahankan keberlangsungan tradisi budaya.

“Kalau kita meninggalkan bercocok tanam, maka berbagai tradisi yang berkaitan dengan padi dan pertanian lambat laun juga akan hilang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bengkayang secara simbolis menyerahkan sejumlah perlengkapan pertanian berupa parang, tugal, dan benih kepada masyarakat sebagai simbol dimulainya masa tanam baru sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Kegiatan Ngarantek Sawa' Bahu ke-10 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang kehidupan masyarakat Dayak di Kabupaten Bengkayang.

Kamis, 07 Mei 2026

Gawai Naik Dango Bengkayang Dinilai Penting Jaga Identitas Budaya Dayak

Sebastianus Darwis mendorong pelestarian Gawai Dayak Naik Dango di Bengkayang sebagai upaya menjaga identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi. (FOTO ILUSTRASI)
Sebastianus Darwis mendorong pelestarian Gawai Dayak Naik Dango di Bengkayang sebagai upaya menjaga identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi. (FOTO ILUSTRASI)

BENGKAYANG - Perayaan Gawai Dayak Naik Dango kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Momentum budaya tahunan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pesta adat pascapanen, tetapi juga dinilai sebagai upaya mempertahankan identitas budaya Dayak di tengah derasnya pengaruh modernisasi.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan pelestarian budaya daerah harus terus dijaga agar nilai tradisi leluhur tidak hilang seiring perkembangan zaman. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Gawai Dayak Naik Dango ke-3 tingkat Kecamatan Monterado, Kamis.

Sebastianus Darwis menyebut Gawai Naik Dango menjadi bagian penting dalam pemajuan kebudayaan daerah. Tradisi tersebut juga dianggap selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Menurut Sebastianus Darwis, keberadaan budaya lokal memiliki peran besar dalam menjaga karakter masyarakat adat sekaligus memperkuat identitas bangsa yang berakar pada tradisi.

Selain menjadi ungkapan syukur atas hasil panen padi, Gawai Dayak Naik Dango juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial masyarakat lintas etnis di Bengkayang. Pelaksanaan acara adat itu melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda hingga pemerintah daerah.

Sebastianus Darwis turut mengapresiasi pihak-pihak yang selama ini aktif menjaga keberlangsungan tradisi Dayak melalui kegiatan budaya rutin di Bengkayang.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga disebut terus memperluas ruang pelestarian budaya melalui berbagai agenda adat yang masuk Kalender Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026.

Beberapa agenda budaya yang telah dijadwalkan antara lain Nyabak Nitik Majaka Pade Bahu pada 22 Maret, Maka’ Ka’ Pongkot pada 5 April, Barape’ Sawa’ di Ramin Bantang pada 27 hingga 30 Mei, serta Nyabakng Sungkung pada 24 hingga 25 Juni.

Sebastianus Darwis menilai rangkaian kegiatan budaya tersebut tidak sekadar seremoni tahunan. Agenda adat itu diharapkan menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat multietnis sekaligus mengangkat kearifan lokal Bengkayang ke tingkat yang lebih luas.

Melalui pelestarian budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap tradisi Dayak tetap diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan budaya luar.

Sebastianus Darwis juga menyampaikan harapan agar Gawai Dayak Naik Dango tetap menjadi bagian penting kehidupan masyarakat adat dan terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga generasi mendatang.

FAQ

Apa Itu Gawai Dayak Naik Dango?

Gawai Dayak Naik Dango merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi yang melimpah.

Di Mana Gawai Dayak Naik Dango Digelar?

Perayaan tersebut digelar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, termasuk tingkat kecamatan seperti Monterado.

Mengapa Gawai Dayak Penting Dilestarikan?

Tradisi ini dinilai penting untuk menjaga identitas budaya Dayak, memperkuat nilai adat, dan mempertahankan kearifan lokal di tengah modernisasi.

Apa Saja Agenda Budaya Bengkayang Tahun 2026?

Beberapa agenda budaya yang masuk kalender kebudayaan 2026 antara lain Nyabak Nitik Majaka Pade Bahu, Maka’ Ka’ Pongkot, Barape’ Sawa’, dan Nyabakng Sungkung.

Siapa Yang Mendorong Pelestarian Budaya Dayak Di Bengkayang?

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menjadi salah satu tokoh yang aktif mendorong pelestarian budaya Dayak melalui agenda budaya daerah.

Selasa, 28 April 2026

Tradisi Maka Dio Bengkayang Jadi Penggerak Ekonomi dan Pangan Lokal

Perayaan Maka Dio di Bengkayang dimanfaatkan sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan berbasis budaya lokal dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa.
Perayaan Maka Dio di Bengkayang dimanfaatkan sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan berbasis budaya lokal dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang memanfaatkan momentum perayaan tahun baru padi Maka Dio ke-V sebagai sarana memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Kegiatan tersebut digelar di Desa Cipta Karya, Kabupaten Bengkayang, dan menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan bahwa pelaksanaan Maka Dio bukan sekadar tradisi budaya, melainkan bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian berbasis potensi lokal.

Menurut Sebastianus Darwis, pendekatan ketahanan pangan yang diterapkan di Bengkayang tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan hasil produksi pertanian. Pelestarian budaya serta pemanfaatan potensi lokal juga dipandang sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas pangan daerah.

Sebastianus Darwis menyampaikan bahwa perayaan Maka Dio menjadi ruang strategis untuk menghidupkan kembali nilai budaya sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat desa.

Pelaksanaan Maka Dio juga diarahkan sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Sebastianus Darwis berharap tradisi Maka Dio dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bengkayang untuk mengoptimalkan potensi lokal, khususnya pada sektor pangan dan pertanian.

Selain itu, keberhasilan program ketahanan pangan berbasis budaya dinilai sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Sebastianus Darwis menekankan bahwa keterlibatan semua unsur masyarakat akan menentukan keberlanjutan program tersebut dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Perayaan Maka Dio ke-V tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan masyarakat.

Sejumlah agenda digelar dalam kegiatan tersebut, di antaranya:

  • Pameran hasil pertanian lokal

  • Pertunjukan seni dan budaya tradisional

  • Kegiatan gotong royong masyarakat

Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas.

Selain sebagai ajang promosi hasil pertanian, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya masyarakat Bengkayang serta meningkatkan perekonomian berbasis sumber daya lokal.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang memastikan bahwa program berbasis kearifan lokal seperti Maka Dio akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan daerah.

Melalui pendekatan yang memadukan budaya, pertanian, dan ekonomi lokal, pemerintah daerah menargetkan terciptanya sistem pangan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan berdaya saing.

FAQ

Apa itu Maka Dio?
Maka Dio merupakan tradisi tahun baru padi yang menjadi bagian dari budaya masyarakat di Kabupaten Bengkayang.

Di mana pelaksanaan Maka Dio ke-V digelar?
Maka Dio ke-V dilaksanakan di Desa Cipta Karya, Kabupaten Bengkayang.

Apa tujuan utama perayaan Maka Dio?
Perayaan Maka Dio bertujuan memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal sekaligus melestarikan budaya daerah.

Siapa yang memimpin pelaksanaan program ini?
Program tersebut didukung langsung oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis bersama pemerintah daerah.

Apa manfaat kegiatan Maka Dio bagi masyarakat?
Kegiatan ini diharapkan meningkatkan ekonomi masyarakat, memperkuat sektor pertanian, serta menjaga identitas budaya lokal.

Senin, 27 April 2026

Sebastianus Darwis Tekankan Digitalisasi Dan Kolaborasi Di HUT Ke-27 Bengkayang

HUT ke-27 Bengkayang dimanfaatkan Bupati Sebastianus Darwis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pembangunan daerah mandiri dan berdaya saing.
HUT ke-27 Bengkayang dimanfaatkan Bupati Sebastianus Darwis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pembangunan daerah mandiri dan berdaya saing.

BENGKAYANG - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Pemerintah Kabupaten Bengkayang dimanfaatkan sebagai ruang refleksi terhadap perjalanan pembangunan sekaligus penegasan arah kebijakan masa depan daerah.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menekankan pentingnya memperkuat kerja sama lintas sektor guna memastikan pembangunan berjalan konsisten menuju daerah yang mandiri dan berdaya saing.

Momentum peringatan HUT ke-27 Pemkab Bengkayang tahun 2026 berlangsung dengan kehadiran unsur pemerintah provinsi, kepala daerah se-Kalimantan Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur masyarakat.

Menurut Sebastianus Darwis, hari jadi daerah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi waktu penting untuk meninjau capaian pembangunan serta memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memajukan daerah.

Sebastianus Darwis menyampaikan bahwa perjalanan pembangunan Bengkayang merupakan kelanjutan dari perjuangan para pendiri daerah yang telah membangun fondasi pemerintahan hingga Bengkayang mampu berkembang seperti saat ini.

Tema peringatan HUT tahun ini, yaitu “Bengkayang Optimis dan Mandiri”, mencerminkan keyakinan pemerintah daerah terhadap masa depan pembangunan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Sebastianus Darwis menjelaskan bahwa optimisme tersebut didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan berbagai sektor strategis.

Kabupaten Bengkayang yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999 memiliki posisi penting sebagai daerah otonom dengan potensi sumber daya yang luas dan beragam.

Dalam periode pembangunan 2025–2029, pemerintah daerah mengusung visi “Sumber Daya Manusia Mantap Bengkayang Gemilang” sebagai fondasi dalam meningkatkan daya saing daerah.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menempatkan sejumlah sektor unggulan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Sebastianus Darwis menyebut sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan sebagai bidang prioritas yang terus diperkuat melalui berbagai program strategis.

Pengembangan sektor tersebut didukung oleh peningkatan mutu pendidikan, penguatan ekonomi lokal, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong pemanfaatan inovasi sebagai langkah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang usaha baru di tingkat lokal.

Transformasi digital menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bengkayang.

Sebastianus Darwis menilai digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas birokrasi.

Langkah digitalisasi diharapkan mampu mempercepat proses administrasi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.

Upaya tersebut juga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dari berbagai lapisan.

Sebastianus Darwis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan melalui kerja sama dan inovasi di berbagai bidang.

Dukungan dari tokoh masyarakat, pelaku usaha, aparatur sipil negara, serta insan pers dinilai memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Sebastianus Darwis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi nyata dalam kemajuan Kabupaten Bengkayang.

Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bengkayang diharapkan tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga menjadi pemicu semangat baru bagi masyarakat untuk terus berkarya.

Sebastianus Darwis berharap momentum tersebut mampu menumbuhkan inspirasi bagi generasi muda serta mendorong peningkatan prestasi di berbagai bidang.

Dengan semangat kolaborasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Bengkayang optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di masa mendatang.

FAQ

1. Apa tema HUT ke-27 Kabupaten Bengkayang tahun 2026?
Tema yang diusung adalah “Bengkayang Optimis dan Mandiri.”

2. Apa fokus utama pembangunan Bengkayang saat ini?
Fokus pembangunan meliputi sektor pertanian, perikanan, perdagangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

3. Mengapa digitalisasi penting bagi pemerintah daerah?
Digitalisasi membantu meningkatkan efisiensi layanan publik, transparansi birokrasi, dan daya saing daerah.

4. Apa visi pembangunan Bengkayang periode 2025–2029?
Visi pembangunan adalah “Sumber Daya Manusia Mantap Bengkayang Gemilang.”

5. Siapa yang menghadiri peringatan HUT ke-27 Bengkayang?
Acara dihadiri unsur pemerintah provinsi, kepala daerah se-Kalimantan Barat, Forkopimda, dan berbagai elemen masyarakat.

Oleh: Fran Asok

Sabtu, 25 April 2026

Rumah Joglo Di Bengkayang Disiapkan Jadi Ikon Wisata Dan Edukasi Budaya

Pemkab Bengkayang membangun Rumah Adat Joglo di Taman SDR sebagai pusat budaya dan destinasi wisata baru yang mendukung pelestarian budaya Jawa.
Pemkab Bengkayang membangun Rumah Adat Joglo di Taman SDR sebagai pusat budaya dan destinasi wisata baru yang mendukung pelestarian budaya Jawa.

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang mulai membangun Rumah Adat Joglo di kawasan Taman SDR (Sekayo Damai Raya) sebagai bagian dari strategi memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang baru di sektor pariwisata daerah.

Langkah ini tidak hanya menambah fasilitas fisik di ruang publik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat aktivitas budaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat lintas generasi.

Fokus Pada Ruang Interaksi Budaya

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menegaskan bahwa pembangunan rumah adat tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, keberadaan Joglo di kawasan taman kota diharapkan menjadi tempat bertemunya berbagai unsur budaya di tengah masyarakat yang beragam.

Ia menyebut, rumah adat tersebut dirancang untuk menjadi ruang interaksi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni, edukasi budaya, serta kegiatan sosial masyarakat.

Selain itu, pembangunan Joglo juga diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Disiapkan Jadi Pusat Budaya Masyarakat Jawa

Rumah Adat Joglo nantinya akan difungsikan sebagai pusat kegiatan budaya masyarakat Jawa yang tinggal di Bengkayang.

Beragam kegiatan seperti pertunjukan seni tradisional, pelatihan budaya, hingga kegiatan komunitas direncanakan berlangsung di lokasi tersebut.

Pemerintah daerah menilai, fasilitas ini akan memperkaya ragam budaya lokal serta menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Dengan demikian, keberadaan Joglo diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadikannya tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern.

Potensi Baru Untuk Pariwisata Daerah

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, menilai pembangunan Rumah Adat Joglo juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata di wilayah tersebut.

Menurutnya, pengembangan destinasi berbasis budaya memiliki peluang besar untuk menarik minat wisatawan, terutama yang tertarik dengan kekayaan tradisi lokal.

Selain memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata, kegiatan budaya yang berlangsung di Joglo juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Misalnya melalui penyediaan jasa, penjualan produk kerajinan, hingga kegiatan ekonomi kreatif lainnya.

Bagian Dari Pembangunan Berbasis Keberagaman

Pembangunan Rumah Adat Joglo di Taman SDR menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pendekatan berbasis keberagaman budaya dinilai penting untuk memastikan setiap kelompok masyarakat memiliki ruang untuk mengekspresikan identitas budayanya.

Dengan adanya fasilitas ini, pemerintah berharap pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi dan sektor pariwisata di Kabupaten Bengkayang.

FAQ

1. Di mana lokasi pembangunan Rumah Adat Joglo di Bengkayang?
Rumah Adat Joglo dibangun di kawasan Taman SDR (Sekayo Damai Raya), Kabupaten Bengkayang.

2. Apa tujuan pembangunan Rumah Adat Joglo tersebut?
Tujuannya untuk melestarikan budaya Jawa, menyediakan ruang kegiatan budaya, serta mendukung pengembangan pariwisata daerah.

3. Siapa yang menggagas pembangunan Rumah Adat Joglo di Bengkayang?
Pembangunan ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang dipimpin oleh Bupati Sebastianus Darwis.

4. Apa manfaat Rumah Adat Joglo bagi masyarakat?
Manfaatnya antara lain sebagai pusat kegiatan budaya, sarana edukasi, destinasi wisata, serta peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

5. Kapan pembangunan Rumah Adat Joglo dimulai?
Pembangunan dimulai dengan kegiatan peletakan batu pertama oleh pemerintah daerah pada hari Jumat.

Sabtu, 04 April 2026

TPS Dekat SD Amkur Bengkayang Dipindah, Ini Alasan Bupati

Relokasi TPS di Bengkayang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, Bupati pastikan lokasi baru lebih aman dan representatif.
Relokasi TPS di Bengkayang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, Bupati pastikan lokasi baru lebih aman dan representatif.

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mulai mengambil langkah konkret dalam penataan pengelolaan sampah dengan merencanakan relokasi tempat pembuangan sampah (TPS) dari kawasan depan SD Amkur Bengkayang ke lokasi yang lebih representatif.

Langkah ini dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, yang turun ke lapangan untuk meninjau calon lokasi baru TPS. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan lokasi yang dipilih tidak lagi berdampak pada aktivitas pendidikan maupun kesehatan lingkungan sekitar.

“Relokasi ini penting agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu, sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat,” ujar Sebastianus Darwis saat kunjungan di Bengkayang, Jumat.

Keluhan Warga Jadi Pertimbangan Utama

Dalam kunjungannya, Bupati juga menyempatkan berdialog langsung dengan warga sekitar. Sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan terkait keberadaan TPS yang selama ini berada terlalu dekat dengan fasilitas pendidikan.

Warga mengaku terganggu oleh bau tidak sedap yang kerap muncul, serta khawatir terhadap potensi dampak kesehatan, khususnya bagi siswa sekolah dasar.

Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

Fokus Pada Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu

Tak hanya relokasi, Pemkab Bengkayang juga berencana memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Mulai dari proses pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan sampah akan dibenahi agar lebih efektif dan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kami menciptakan tata kelola persampahan yang berkelanjutan dan mendukung lingkungan yang bersih, sehat, serta layak, khususnya di kawasan pendidikan,” tambahnya.

Target Lokasi Baru Segera Ditentukan

Pemerintah daerah menargetkan penentuan lokasi baru TPS dapat segera rampung setelah melalui kajian teknis yang matang serta mempertimbangkan masukan masyarakat.

Dengan langkah ini, diharapkan keberadaan TPS tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan bertanggung jawab.

FAQ

1. Kenapa TPS di dekat SD Amkur Bengkayang dipindahkan?
Karena lokasinya dinilai mengganggu aktivitas belajar serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akibat bau dan limbah.

2. Siapa yang menggagas relokasi TPS ini?
Relokasi ini digagas oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, sebagai bagian dari penataan lingkungan.

3. Apakah hanya relokasi TPS saja yang dilakukan?
Tidak. Pemerintah juga memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.

4. Kapan relokasi TPS akan dilakukan?
Masih dalam tahap kajian teknis dan penentuan lokasi baru dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

5. Apa manfaat relokasi TPS bagi masyarakat?
Lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan tidak mengganggu aktivitas pendidikan.

(Fran Asok)

Selasa, 31 Maret 2026

Cegah Learning Loss, Bengkayang Terapkan Sekolah Tatap Muka

Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi.
Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi. (Gambar ilustrasi)

Bengkayang, Kalbar — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang menegaskan seluruh sekolah wajib melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mencegah terjadinya learning loss atau penurunan kemampuan belajar siswa pascapandemi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Heru Pujiono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga kualitas pendidikan agar tetap optimal.

“Untuk memastikan kualitas pembelajaran, kita tegaskan tidak ada pembelajaran daring. Semua sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Heru usai menjadi pembina upacara di SMP Negeri 4 Bengkayang, Senin.

Fokus Pemulihan Dampak Pandemi

Menurut Heru, dampak pandemi COVID-19 masih dirasakan hingga saat ini, terutama dalam capaian akademik siswa. Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka dinilai sebagai solusi paling efektif.

“Dampak pandemi masih kita rasakan. Untuk menghindari semakin besarnya learning loss, maka pembelajaran tatap muka menjadi pilihan utama,” jelasnya.

Kebijakan ini juga selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pendidikan nasional.

Upacara Bendera Wajib Setiap Senin

Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah, seluruh satuan pendidikan di Bengkayang melaksanakan upacara bendera.

Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026, yang menginstruksikan:

  • Pelaksanaan upacara setiap hari Senin

  • Pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia

  • Menyanyikan lagu nasional

  • Penguatan karakter siswa

Lingkungan Sekolah Harus Aman dan Nyaman

Heru juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan asri.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” tegasnya.

Hal ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan berbasis karakter yang kini semakin diperkuat di tingkat daerah.

Optimalisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Selain pembelajaran tatap muka, sekolah juga didorong untuk mengoptimalkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

TKA menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur capaian belajar siswa sekaligus bahan evaluasi peningkatan mutu pendidikan.

Komitmen Pemda Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap:

  • Kualitas pembelajaran meningkat

  • Ketertinggalan siswa dapat dipulihkan

  • Sistem pendidikan lebih stabil pascapandemi

“Kita berharap kebijakan ini dapat mempercepat pemulihan capaian belajar siswa,” tutup Heru.

FAQ

1. Apa itu learning loss?
Learning loss adalah penurunan kemampuan belajar siswa akibat terganggunya proses pendidikan, seperti saat pandemi COVID-19.

2. Apakah masih ada pembelajaran daring di Bengkayang?
Tidak. Dinas Pendidikan menegaskan semua sekolah wajib tatap muka penuh.

3. Mengapa tatap muka dianggap penting?
Karena interaksi langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa.

4. Apa itu TKA?
Tes Kemampuan Akademik adalah evaluasi untuk mengukur capaian belajar siswa.

5. Apa tujuan upacara setiap Senin?
Untuk membangun disiplin, nasionalisme, dan karakter siswa.

Oleh: Fran Asok

Kamis, 12 Maret 2026

Pemkab Bengkayang Fokus Penguatan Program Untuk Naikkan Skor KLA 2026

Pemkab Bengkayang menargetkan peningkatan skor Kabupaten Layak Anak 2026 melalui penguatan regulasi, anggaran ramah anak, dan peningkatan kapasitas SDM lintas sektor.
Pemkab Bengkayang menargetkan peningkatan skor Kabupaten Layak Anak 2026 melalui penguatan regulasi, anggaran ramah anak, dan peningkatan kapasitas SDM lintas sektor.

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menargetkan peningkatan skor dalam Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 melalui penguatan regulasi, penganggaran program ramah anak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia lintas sektor.

Staf Ahli Bupati Bengkayang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Erlianus, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antar organisasi perangkat daerah (OPD) guna memperkuat sistem perlindungan anak di daerah.

“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk meningkatkan capaian Kabupaten Layak Anak di Bengkayang,” kata Erlianus saat pertemuan koordinasi Evaluasi Mandiri KLA 2026 di Bengkayang, Rabu.

Ia menjelaskan, pada evaluasi tahun sebelumnya Kabupaten Bengkayang mencatatkan skor 674,04. Capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan berbagai perbaikan serta penguatan program perlindungan anak.

Menurutnya, pemerintah daerah telah memetakan sejumlah strategi guna meningkatkan capaian KLA. Salah satu langkah utama adalah penguatan regulasi yang berkaitan langsung dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Beberapa regulasi yang tengah disiapkan di antaranya Peraturan Bupati tentang Rute Aman Selamat Sekolah (RASS), kebijakan penanganan pekerja anak, serta aturan terkait pemberian makan bayi dan anak.

Selain regulasi, Pemkab Bengkayang juga menerapkan kebijakan penandaan anggaran ramah anak atau child budget tagging. Kebijakan ini bertujuan memastikan setiap OPD memiliki program yang mendukung upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak.

“Setiap OPD diharapkan memiliki minimal satu kegiatan yang mendukung program KLA, termasuk pengembangan ruang bermain ramah anak dan satuan pendidikan ramah anak,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan terkait Konvensi Hak Anak bagi aparatur pemerintah serta sertifikasi bagi pengelola instansi yang berkomitmen mewujudkan lingkungan ramah anak.

Di sisi lain, Pemkab Bengkayang mendorong penguatan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk lembaga masyarakat, media massa, dan dunia usaha guna memperluas dukungan terhadap program perlindungan anak.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembentukan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Peduli Anak. Forum tersebut diharapkan dapat mendukung pembiayaan berbagai program ramah anak melalui kolaborasi dengan sektor swasta.

Erlianus berharap berbagai langkah strategis tersebut mampu memperkuat sistem perlindungan anak secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan capaian indikator Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2026.

Minggu, 08 Maret 2026

Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dilaksanakan Di Perbatasan Bengkayang

Program Makan Bergizi Gratis mulai dilaksanakan di perbatasan Bengkayang, Kalimantan Barat untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Program Makan Bergizi Gratis mulai dilaksanakan di perbatasan Bengkayang, Kalimantan Barat untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

BENGKAYANG -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pemerintah daerah menargetkan program ini untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia (Sarawak), salah satunya di Kecamatan Ledo.

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, mengatakan program MBG menjadi langkah nyata pemerintah untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses gizi yang baik. Upaya ini juga dinilai penting untuk mendukung kesehatan serta kualitas pendidikan generasi muda di daerah perbatasan.

Menurutnya, anak-anak yang tinggal di wilayah perbatasan memiliki potensi besar untuk berkembang, namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah, terutama dalam hal pemenuhan gizi.

Program MBG Dukung Kesehatan Dan Pendidikan Anak

Syamsul Rizal menjelaskan program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi muda. Ia menegaskan bahwa anak-anak harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang baik di masa depan.

Pemenuhan gizi yang baik, kata dia, sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa di sekolah. Selain itu, asupan nutrisi yang cukup juga mendukung perkembangan fisik serta mental anak.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mendorong berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

Dilaksanakan Melalui SPPG Kecamatan Ledo

Program MBG di wilayah perbatasan Bengkayang mulai dijalankan sejak akhir Februari lalu. Pelaksanaannya dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Ledo.

Melalui program ini, para siswa mendapatkan makanan bergizi secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Selain itu, keterlibatan pihak sekolah serta masyarakat juga dinilai penting agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh para siswa.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menilai program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik di wilayah perbatasan. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Selasa, 30 Desember 2025

Air Sempat Tersendat, PUPR Bengkayang Bongkar Penyebab Masalah SPAM Desa Papan Uduk

Air Sempat Tersendat, PUPR Bengkayang Bongkar Penyebab Masalah SPAM Desa Papan Uduk
Air Sempat Tersendat, PUPR Bengkayang Bongkar Penyebab Masalah SPAM Desa Papan Uduk.

BENGKAYANG - Masalah aliran air bersih di Desa Papan Uduk, Kabupaten Bengkayang, akhirnya mulai menemukan titik terang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkayang, Ir. Martin Pones, ST, menjelaskan secara terbuka penyebab utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di desa tersebut sempat tidak berjalan optimal.

Martin menyampaikan, dari hasil klarifikasi dan pengecekan awal di lapangan, ditemukan sejumlah kendala teknis yang cukup serius. Salah satunya adalah adanya banyak sumbatan di jalur pipa dari intake menuju bak reservoir.

“Sumbatan itu bukan hanya satu jenis, tapi campuran antara sampah dan batu. Ini yang membuat aliran air jadi terganggu,” jelasnya.

Tak hanya itu, kondisi geografis wilayah juga ikut berpengaruh. Jalur pipa dari intake ke reservoir melewati beberapa area berbukit. Akibatnya, udara terjebak di dalam pipa dan menghambat laju air menuju reservoir.

Namun kabar baiknya, setelah dilakukan pembersihan dan penanganan teknis di lokasi reservoir, aliran air kini sudah kembali lancar. Martin menyebut, air di reservoir bahkan sudah terisi lebih dari setengah kapasitas.

“Kalau dilihat langsung di reservoir, air sudah berjalan dengan baik. Akses menuju jaringan perpipaan dan sambungan rumah juga sudah kita buka,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, tim PUPR akan memastikan distribusi air benar-benar sampai ke rumah warga. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan air bisa tersalurkan secara maksimal ke seluruh Sambungan Rumah atau SR.

Air Sempat Tersendat, PUPR Bengkayang Bongkar Penyebab Masalah SPAM Desa Papan Uduk

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Kepala Desa Papan Uduk, masih ada beberapa titik sambungan rumah yang alirannya belum lancar. Dari total 249 SR yang terdata, terdapat sekitar 12 titik yang masih mengalami kendala.

Menanggapi hal tersebut, Martin langsung meminta pihak pelaksana proyek untuk segera melakukan perbaikan di titik-titik bermasalah. Ia menegaskan, pelayanan air bersih harus benar-benar tuntas sebelum proyek dinyatakan selesai.

“Selama pelayanan SR belum sepenuhnya normal, saya belum akan menerbitkan persetujuan akhir. Semua sambungan rumah harus benar-benar terlayani,” tegasnya.

Sementara, rasa syukur dan apresiasi datang dari masyarakat di tiga desa di Kabupaten Bengkayang. Warga Desa Sukataru, Desa Godang Damar, dan Desa Papan Uduk secara terbuka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang, khususnya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat, terutama terkait pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga.

Penulis: Fran Asok

Minggu, 27 Oktober 2024

Sekda Bengkayang Buka Sesi Tes CAT SKD CPNS Tahun 2024 di Hotel Kapuas Dharma

Sekda Bengkayang Buka Sesi Tes CAT SKD CPNS Tahun 2024 di Hotel Kapuas Dharma
Sekda Bengkayang Buka Sesi Tes CAT SKD CPNS Tahun 2024 di Hotel Kapuas Dharma.
BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melaksanakan kegiatan Seleksi Kompetisi Dasar Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2024 hari pertama di Tilok BKN Pontianak tepatnya di Hotel Kapuas Darma.

Kegiatan SKD dengan metode CAT tersebut dikatehui akan di laksanakan selama dua hari yakni 27 Oktober - 28 Oktober 2024 yang di ikuti oleh 2.293 pelamar di Tilok BKN Pontianak yang di bagi menjadi 4 sesi dalam satu harinya.

Perlu diketahui, Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) CPNS 2024 Pemerintah Kabupaten Bengkayang sudah ketiga kalinya dilaksanakan di luar Kabupaten Bengkayang yang sebelumnya juga di lakukan di UPT BKN Pontianak dan kampus Polnep. Hal itu mengingat Pemerintah Kabupaten Bengkayang saat ini tidak melaksanakan tes CAT secara mandiri.

Bahkan untuk kali ini bukan Kabupaten Bengkayang saja ada beberapa kabupaten lainnya seperti hal nya Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Provinsi Kalbar dan Instansi vertikal dari kementerian juga ikut bergabung di tilok BKN Pontianak yang diselenggarakan di Kapuas Dharma dengan total ada 100 instansi. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Yustianus selaku Ketua Panitia Penerimaan CPNS Tahun 2024 dalam sambutannya, memberikan apresiasi dan motivasi kepada para Peserta tes CPNS yang sudah tepat waktu bahkan sebelum waktunya sudah berada di lokasi tes.

"Saya bangga sekali kepada calon calon pegawai yang akan melaksanakan tes di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang ini, saya lihat luar biasa semangatnya, pihak BKN saja sampai mengapresiasi juga," ujar Sekda Bengkayang. Minggu, 27 Oktober 2024.

Yustinus juga berterima kasih kepada panitia yang sudah mempersiapkan kegiatan ini secara matang, sehingga tertata baik dengan pelaksanaannya, dan ia berharap pelaksanaan tersebut berjalan lancar di dua hari kedepannya.

"Terimakasih panitia atas persiapannya dan saya juga berterimakasih kepada Pihak BKN yang sudah mempersilahkan kami untuk tes di lokasi ini. Kepada pejuang CPNS Kabupaten Bengkayang sekali lagi semangat semoga mendapatkan nilai maksimal dan selamat mengerjakan," tutup Yustianus.

(Tino)

Kamis, 30 Mei 2024

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang Berharap Penyegelan SDN 10 Tuba Pasak Segera Terselesaikan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono. (Borneotribun/Tino)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono. (Borneotribun/Tino)
BENGKAYANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono turut menangapi kejadian Penggembokan pagar SDN 10 Tuba Pasak di Dusun Tuba Pasak, Desa Tubajur,  Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang. Kamis, 30 Mei 2024.

Heru Pujiono menuturkan bahwa masalah tersebut sudah Dilaporkan oleh pihaknya ke Balai Dinas PUPR Kalimantan Barat yang menangani pekerjaan tersebut.

"Iya, kami sudah laporkan kejadian penyegelan itu, kami hanya menghimbau  masalah ini agar di selesaikan dengan komunikasi dengan pihak-pihak terkait," tutur Heru Pujiono saat di konfirmasi media ini melalui pesan singkat. Kamis, 30 Mei 2024.

Dirinya juga menghimbau semoga permasalahan yang timbul antara pihak warga penyedia material dan PT Kreasindo Putra Bangsa tersebut, jangan sampai menganggu psikologis guru dan murid dalam melakukan proses pembelajaran di sekolah.

"Kami juga sangat menghargai pihak-pihak yang bermasalah supaya mari kita sama-sama mencari jalan keluar masalahnya antar kedua belah pihak. Dan juga bagaimana kejadian ini tidak menggangu proses KBM, karena sebentar lagi anak-anak akan melaksanakan ulangan sehingga psikologis mereka jagan sampai terganggu," tutup Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono.

Penulis: Tino

Sabtu, 28 Oktober 2023

Pemkab Bengkayang Bentuk 37 Desa Bersih Narkoba

Pemkab Bengkayang Bentuk 37 Desa Bersih Narkoba.
BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang, Kalimantan Barat saat ini telah membentuk 37 desa bersih narkoba (bersinar) sebagai langkah nyata dan andil dalam memberantas peredaran narkoba di daerah tersebut.

“Hingga saat ini sudah 37 desa bersinar dari 122 yang ada di Kabupaten Bengkayang hingga 2023. Itu bentuk nyata dan komitmen Pemkab Bengkayang untuk memberantas narkoba. Target tahun depan sisanya 87 desa,” ujar Kabid Kesbangpol Kabupaten Bengkayang, Paping, saat dihubungi di Bengkayang, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa dibentuknya desa bersinar untuk memerangi narkoba melalui pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di daerah pedesaan. Menurutnya desa mempunyai kewenangan dalam membina masyarakat secara langsung.

"Kemudian desa dapat melakukan perlindungan dari gangguan ketenteraman dan ketertiban di desa agar terciptanya situasi yang aman, nyaman dan tentram di desa. Kami mengharapkan dukungan dan komitmen semua pihak dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. Selain itu, perlu adanya sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait dampak dan bahaya dari narkoba," kata dia.

Sementara itu, Kapolres Bengkayang Teguh Nugroho menerangkan dalam memberantas narkoba pihaknya sedang mencoba membangun sebuah sistem pencegahan dan konsep bagaimana caranya seseorang takut untuk mengedarkan narkoba untuk masuk ke Kabupaten Bengkayang.

“Artinya kalau hanya fokus melakukan pengungkapan kasus narkoba, itu bukan merupakan solusi,” kata Teguh.

Ia juga menyatakan bahwa saat ini di jajaran Polsek sedang melaksanakan razia barang-barang yang masuk dari Negara Malaysia sebagai upaya pencegahan adanya peredaran narkoba. Ia meminta para Camat dapat berkolaborasi bersama Kapolsek untuk melakukan razia.

“Kejahatan Narkotika ini merupakan kejahatan transnasional crime. Semoga dengan adanya program desa bersinar diharapkan Kabupaten Bengkayang bisa bebas dan bersih dari Narkoba. Kami berkomitmen terkait pencegahan dan pemberantasan Narkoba untuk mewujudkan Kabupaten Bengkayang yang bersih dan bebas dari Narkoba,” tegas Teguh. (**)

Minggu, 24 September 2023

Pemkab Bengkayang Dorong Pertumbuhan IKM di Perbatasan Malaysia

Pemkab Bengkayang Dorong Pertumbuhan IKM di Perbatasan Malaysia.
BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terus berupaya meningkatkan kapasitas industri kecil dan menengah (IKM) di daerah perbatasan dengan Malaysia, tepatnya di Jagoi Babang. Langkah ini bertujuan untuk memberdayakan para pelaku usaha IKM agar semakin mampu bersaing dalam dunia produksi.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Bengkayang, Yan, mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan merupakan salah satu strategi yang diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui dukungan dari Kementerian Perindustrian, khususnya Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), pelatihan ini mencakup beberapa bidang kunci.

"Pelatihan kami sasar untuk bidang-bidang seperti pembuatan berbagai anyaman dari rotan, servis elektronik, serta pengolahan rempah dan minuman herbal dari tanaman tradisional. Kami juga memberikan pelatihan dalam pembuatan pupuk organik bebas pestisida dan kemampuan digital," jelas Yan.

Menurut Yan, peningkatan kapasitas pelaku usaha di wilayah perbatasan ini juga diarahkan untuk mendukung pembukaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang. "Ketika PLBN ini dibuka, secara otomatis akan menjadi pintu masuk antara dua negara. Kami berharap bahwa para pelaku usaha akan siap menghadapinya, dan kami berharap pelatihan ini akan meningkatkan kreativitas, inovasi, serta keterampilan teknis mereka untuk mengembangkan usaha mereka," tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan PLBN Jagoi Babang, saat ini masih menunggu peresmian dari pemerintah pusat. Pembangunan fisik PLBN tersebut telah selesai, dan kini tersedia dalam dua zona utama.

Zona inti mencakup berbagai fasilitas seperti bangunan inti, car wash, power house, gudang sita, tempat penampungan sementara sampah (TPS), gerbang Tasbara, pos pemeriksaan imigrasi, toilet, dan peralatan X-ray. Di sisi lain, zona penunjang 1 melibatkan bangunan wisma dan fasilitas bagi pegawai, sementara zona penunjang 2 mencakup bangunan masjid, kapel, pasar, dan terminal mini.

Dengan semakin dekatnya pembukaan PLBN Jagoi Babang, pemerintah daerah terus melakukan persiapan agar wilayah perbatasan ini dapat mendukung perkembangan ekonomi dan perdagangan yang lebih luas antara Indonesia dan Malaysia.

(Tim Liputan)

Kamis, 10 Agustus 2023

Dinkes PPKB Kabupaten Bengkayang Berupaya Cegah Penyebaran DBD

Ilustrasi.
BENGKAYANG – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam rangka mengatasi wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Arya H.M.Purba, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kabupaten Bengkayang, mengungkapkan bahwa langkah pencegahan DBD ditekankan melalui berbagai bentuk komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.

"Kami selalu berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan DBD," katanya saat dihubungi di Bengkayang pada hari Rabu.

Salah satu upaya edukasi yang dilakukan adalah terkait dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Langkah PSN ini melibatkan pendekatan 3M plus, yaitu menguras tempat-tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat tersebut, serta menimbun barang-barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

"Apart dari itu, kami juga fokus pada upaya pencegahan seperti pengasapan, terutama di wilayah-wilayah yang dilaporkan mengalami penularan. Hingga saat ini, kami berhasil menjaga situasi DBD tetap terkendali. Meskipun demikian, kami terus melakukan berbagai langkah pengendalian untuk mencegah penyebaran lebih lanjut," jelas Arya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Januari hingga awal Agustus 2023, tercatat sebanyak 60 kasus DBD di wilayah tersebut. Mayoritas kasus terjadi di Kecamatan Bengkayang dengan jumlah 15 kasus.

"Apa yang kami catat adalah 8 kasus pada Januari 2023, 4 kasus pada Februari dan Maret, 2 kasus pada April, 11 kasus pada Mei, 15 kasus pada Juni, 13 kasus pada Juli, dan 3 kasus pada awal Agustus," ungkapnya.

Arya juga mengimbau warga Bengkayang untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan berbagai penghalang atau alat anti-nyamuk, serta melakukan langkah penggunaan larvasida.

"Jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala DBD, segera bawa ke fasilitas layanan kesehatan, baik Puskesmas maupun rumah sakit, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," tambahnya.

(Tim Redaksi)

Kamis, 27 April 2023

Gawai Dayak Maka' Dio II Tahun 2023 Di Desa Cipta Karya

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis membuka Gawai Dayak Maka' Dio II Tahun 2023 di Dusun Ketiat, Desa Cipta karya, Kecamatan Sungai Betung.
Bengkayang, Kalbar - Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis membuka rangkaian kegiatan Gawai Dayak Maka' Dio II Tahun 2023 di Dusun Ketiat, Desa Cipta karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Kamis (27/4/2023). 

Pada hari ini kita melaksanakan Gawai Dayak  maka' Dio yang kedua di Desa Wisata Cipta Karya dalam keadaan sehat.

Mengawali sambutannya, Sebastianus Darwis mengajak masyarakat Dayak Bakti untuk senantiasa, memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa, karena atas kasih dan karunianya sehingga dalam keadaan sehat walafiat, guna mengikuti acara Maka Dio ke 2.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis secara langsung mengucapkan selamat kepada pihak panitia dan stakeholder yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Maka'dio ke 2 ini, karena ini merupakan wujud nyata dari kecintaan kita untuk tetap melestarikan adat dan budaya kita yang sudah turun temurun dilaksanakan khususnya dayak bakati yang ada di kecamatan sungai betung, kabupaten bengkayang.

"Jangan sampai masyarakat adat kurang peduli dengan adat istiadat dan bahkan melupakan adat dikarenakan beralih dengan budaya modern, karena jika tidak di organisir dan dipelihara dengan baik maka akan hilang dengan sendirinya dengan teknologi seperti saat ini," Katanya.

Oleh derasnya perkembangan
apa lagi mengingat kabupaten bengkayang adalah pintu masuk terdekat dengan serawak malaysia, disini kita tunjukkan bahwa dayak pada umumnya dan masyarakat dayak bakati pada khususnya harus berdaulat untuk bebas aktif, harus mandiri, dan berkepribadian dalam berbudaya ketika orang menghilangkan adat dan budayanya maka akan kehilangan jati dirinya, 

Untuk itu harus bisa di pelihara dan di jaga adat dan budaya di desa cipta karya,kecamatan sungai betung, kabupaten bengkayang ini, pelaksanaan event budaya ini juga merupakan upaya untuk mendukung pencapaian visi pemerintah kabupaten bengkayang yaitu Kabupaten Bengkayang maju, mandiri, sejahtera dan berdaya saing ditopang pemerintahan yang bersih dan terbuka'.

"Acara maka dio ini adalah bentuk ungkapan syukur masyarakat Dayak Bakati kepada Jubata atas hasil panen yang selama ini terus menerus dilaksanakan, harapan kami agar kegiatan ini berjalan untuk tahun-tahun berikutnya," Ungkapnya.

Bupati juga mengatakan akan terus dievaluasi dan berbenah agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, dan melihat salah satu keunggulan dari sektor pariwisata yang dimiliki desa wisata cipta karya ini perlu sentuhan dan promosi agar dapat di kemas dalam 1 paket wisata yang menciptakan keunggulan yang menjadi mascot desa cipta karya agar semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional.

" Ini semua dalam upaya mendatangkan pengunjung local dan luar negeri untuk menambah income bagi masyarakat dan bisa menciptakan masyarakat untuk lebih kreatif dan mandiri. Ini juga tentu merupakan keberhasilan yang harus kita apresiasi," Pungkasnya Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis.

Hadir pada Acara Gawai Dayak di desa cipta karya, kecamatan sungai betung, kabupaten bengkayang diantaranya Pj. Walikota Singkawang,Drs.H Sumastro.M.Si, Bupati Murung Raya, Perdi M Yosep, Wakil Bupati Kabupaten Bengakayang, Drs H Syamsul Rizal,Besrta Istri, Dandim 1202/Singkawang diwakili Kasdim Msyor Inf Sugiono, Kapolres Bengkayang, diwakili oleh Kapolsek Sungai Betung, Ipda Parisni, Pj Sekda Bengkayang Drs Ahmad Priyono, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Ibu Neneng, Ketua DPRD Bengkayang, Fransiskus.M.Pd, Anggota DPRD Ibu Sarina, Jajaran OPD Pemerintahan Kabupaten Bengkayang, Camat Bengkayang, Heri setiono.S.STP.,M.Si, Camat Sungai Betung, Pj.Danramil 01/Bengkayang, Pelda Yovinus Weto, Kepala Desa Se-Kecamatan Sungai Betung, Tokoh Agama, Tokoh adat dan Tokoh masyarakat Kabupaten Bengkayang.


(Rinto Andreas/Hermanto)