Berita BorneoTribun: Puskesmas Marau hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Marau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Marau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2026

Imbas Keracunan Massal, Operasional Dapur MBG Yayasan Surya Gizi Lestari Ditutup

kepala BGN Region Kalimantan Barat Agus Kurniawi saat memberikan keterangan Pers beberapa waktu lalu di RSUD Agoesdjam Ketapang. (Borneotribun/Muzahidin)
Kepala BGN Region Kalimantan Barat Agus Kurniawi saat memberikan keterangan Pers beberapa waktu lalu di RSUD Agoesdjam Ketapang. (Borneotribun/Muzahidin)

Ketapang (BorneoTribun) – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari untuk sementara dihentikan hingga penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa siswa dan guru menemukan penyebab pastinya.

Dapur MBG yang berlokasi di Desa Riam Batu Gading, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang ini telah beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani sebanyak 1.859 penerima manfaat.

Kepala BGN Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, mengonfirmasi penutupan sementara SPPG tersebut.

“SPPG tersebut kami hentikan sementara operasionalnya hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan keluar,” katanya, Kamis (05/02/2026).

Saat ini, pihak MBG bersama SPPG Ketapang Marau Riam Batu Gading fokus melakukan pendataan serta pengobatan terhadap siswa dan guru yang dirawat di Puskesmas Marau. Seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelenggara.

“Atas nama Kepala MBG Region Kalbar, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, para siswa, dan orang tua yang terdampak. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi kami ke depan,” ucapnya.

Korban kasus keracunan massal siswa dan guru di SMP Negeri 1, SMA Negeri 1, dan SMK Negeri 1 Kecamatan Marau, Ketapang, pada Kamis (05/02/2026) terus bertambah.

Data awal hingga pukul 16.00 WIB Kamis sore, korban yang dirawat di Puskesmas setempat tercatat sebanyak 162 orang. Namun hingga pukul 20.00 WIB, berdasarkan informasi dari perangkat desa di Marau, jumlah tersebut meningkat menjadi 227 orang.

Kasus keracunan massal ini diduga terjadi setelah siswa dan guru mengonsumsi menu MBG berupa nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi putih dan wortel, serta puding. Menu perkedel tahu diduga menjadi sumber permasalahan.

Penulis: Muzahidin

@borneotribun.com Imbas Keracunan Massal Dapur MBG Resmi Ditutup? Ketapang (Borneo Tribun) – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari untuk sementara dihentikan hingga penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa siswa dan guru menemukan penyebab pastinya. Dapur MBG yang berlokasi di Desa Riam Batu Gading, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang ini telah beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani sebanyak 1.859 penerima manfaat. Kepala BGN Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, mengonfirmasi penutupan sementara SPPG tersebut. “SPPG tersebut kami hentikan sementara operasionalnya hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan keluar,” katanya, Kamis (05/02/2026). Reporter: Muzahidin Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@BorneoTribuncom https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #beritaviral #keracunanmassal #ketapang #beritatiktok #mbg ♬ suara asli - Borneotribun

Keracunan Massal MBG di Marau Ketapang Terus Bertambah, Perkedel Tahu Diduga Jadi Sumber

Foto salah satu siswa korban dugaan keracunan MBG di Marau Ketapang
Foto salah satu siswa korban dugaan keracunan MBG di Marau Ketapang.

Ketapang (Borneo Tribun) – Jumlah korban keracunan massal yang menimpa siswa dan guru di SMP Negeri 1, SMA Negeri 1, dan SMK Negeri 1 Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, terus bertambah. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (05/02/2026).

Berdasarkan data awal hingga pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 162 orang dirawat di Puskesmas setempat. Namun, hingga pukul 20.00 WIB, jumlah korban meningkat menjadi 227 orang. Data tersebut diperoleh dari informasi perangkat desa di Keca. matan Marau.

Kasus keracunan massal ini diduga terjadi setelah para siswa dan guru mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi putih dan wortel, serta puding. Dari menu tersebut, perkedel tahu diduga menjadi sumber penyebab keracunan.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, dugaan sementara mengarah pada menu perkedel tahu,” ujar Kepala Program BGN Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, kepada wartawan, Kamis sore.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengatakan pihaknya menerima laporan keracunan massal sekitar pukul 10.00 WIB. Para siswa dan guru mengeluhkan mual, muntah, sakit perut, hingga diare setelah menyantap hidangan MBG.

“Para korban dibawa ke Puskesmas sekitar pukul 10.00 pagi dalam kondisi muntah-muntah, pusing, dan sebagian mengalami diare. Yang jelas, mereka mengalami dehidrasi,” jelas Feria.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang telah mengerahkan lima tim untuk menangani kasus keracunan massal makanan MBG di Kecamatan Marau.

“Kami telah mengerahkan lima tim, yakni dari Dinas Kesehatan Ketapang, Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, Puskesmas Suka Mulia, dan Puskesmas Marau,” tegasnya.

Penulis: Muzahidin

@borneotribun.com Keracunan Massal MBG Marau Ketapang Korban Tembus 227 Ketapang (Borneo Tribun) – Jumlah korban keracunan massal yang menimpa siswa dan guru di SMP Negeri 1, SMA Negeri 1, dan SMK Negeri 1 Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, terus bertambah. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (05/02/2026). Berdasarkan data awal hingga pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 162 orang dirawat di Puskesmas setempat. Namun, hingga pukul 20.00 WIB, jumlah korban meningkat menjadi 227 orang. Data tersebut diperoleh dari informasi perangkat desa di Kecamatan Marau. Kasus keracunan massal ini diduga terjadi setelah para siswa dan guru mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi putih dan wortel, serta puding. Dari menu tersebut, perkedel tahu diduga menjadi sumber penyebab keracunan. Reporter: Muzahidin Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@BorneoTribuncom https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #keracunanmassal #mbg #ketapang #marau #beritaviral ♬ suara asli - Borneotribun