Berita BorneoTribun: Sambas hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan
Tampilkan postingan dengan label Sambas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sambas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2026

Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas

Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas
Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas.

Sambas – Perkumpulan Gemawan menyelenggarakan pelatihan advokasi bertema “Advokasi Kolaboratif: Memperkuat JaPeDas Kabupaten Sambas untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani” yang berlangsung di Hotel Pantura Sambas, Selasa (27/01/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 20 desa di Kabupaten Sambas, antara lain Desa Bakau, Parit Setia Setalik, Serindang, Matang Segarau, Seranggam, Sayang Sedayu, Sepadu, Singaraya, Sengawang, Tri Kembang, Penakalan, Parit Raja, Tri Mandayan, Gapura, Sungai Kelambu, Sekuduk, Merpati, dan Sungai Baru. 

Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas
Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas.

Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan advokasi kolaboratif guna mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh ini difasilitasi oleh tim Perkumpulan Gemawan dengan fokus pada penguatan strategi advokasi berbasis kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Peserta yang tergabung dalam Jaringan Petani Komoditas (JaPeDas) Kabupaten Sambas mendapatkan materi mengenai teknik negosiasi kebijakan, pemetaan isu pertanian, serta pembangunan aliansi strategis untuk memperjuangkan hak-hak petani dari tingkat desa hingga kabupaten. 

Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas
Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas.

Ketua JaPeDas Kabupaten Sambas, Tajudin, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah berbagi informasi, khususnya terkait isu-isu pertanian.

“Ke depan, kami berharap JaPeDas dapat lebih proaktif dalam mengadvokasi kepentingan petani, terutama di wilayah-wilayah sentra pertanian unggulan,” ujarnya.

Sementara itu, Deddy Wahab, Program Officer Perkumpulan Gemawan, menegaskan bahwa advokasi kolaboratif menjadi kunci dalam memperkuat posisi petani.

“Melalui pendekatan advokasi kolaboratif, JaPeDas Sambas diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Pelatihan ini bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring dan solidaritas antarpetani,” ungkapnya saat membuka kegiatan secara resmi. 

Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas
Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Hendro, peserta dari Desa Seranggam, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru dalam menyuarakan aspirasi petani secara efektif.

“Kami belajar bagaimana menyampaikan persoalan petani dengan tepat. Ini sangat membantu desa kami dalam menghadapi tantangan seperti akses pupuk dan pasar yang lebih adil,” katanya.

Dalam pelatihan ini juga digelar sesi simulasi dan bermain peran, di mana peserta melakukan praktik advokasi sebagai persiapan sebelum melakukan audiensi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas. Simulasi tersebut difokuskan pada isu-isu krusial yang kerap dihadapi petani, seperti sulitnya akses pupuk subsidi di lapangan.

Melalui simulasi ini, peserta dilatih memahami dinamika komunikasi dengan pejabat terkait, mengantisipasi berbagai respons, serta menyusun argumen berbasis kondisi riil petani. Peserta juga belajar membangun posisi tawar kolektif sekaligus memetakan tantangan yang dihadapi sebelum melakukan advokasi nyata.

Pelatihan advokasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Perkumpulan Gemawan dalam upaya pemberdayaan Jaringan Petani Komoditas (JaPeDas) di Kabupaten Sambas khususnya, dan Kalimantan Barat pada umumnya. Diharapkan, para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk melakukan advokasi di wilayah masing-masing serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sambas.

Selasa, 14 Oktober 2025

Geger di Sambas! Polisi Ditangkap Simpan Sabu dan Ekstasi, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Narkoba

Geger di Sambas! Polisi Ditangkap Simpan Sabu dan Ekstasi, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Narkoba

SAMBAS -- Seorang anggota Polres Sambas berinisial MR harus berurusan dengan hukum setelah kedapatan menyimpan 3,44 gram sabu dan 9,94 gram ekstasi di rumahnya. Kasus ini sontak menghebohkan publik, mengingat pelaku merupakan aparat penegak hukum yang seharusnya memberantas, bukan justru menyalahgunakan narkoba.

Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kasi Humas AKP Sadoko, menegaskan bahwa pihaknya akan memproses kasus ini secara tegas dan transparan, baik dari sisi etik maupun pidana.
“Ini bukti nyata komitmen kami dalam memberantas narkoba, tanpa pandang bulu,” ujar Sadoko pada Selasa (14/10/2025).

Kasus ini bermula ketika MR tidak hadir dalam apel pagi pada 8 Oktober 2025. Kecurigaan pun muncul, hingga petugas mendatangi kediamannya untuk memeriksa. Saat penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa sabu dan ekstasi di kamar MR. Tak bisa berkelit, MR langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Sambas.

Kini, MR sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polda Kalimantan Barat. Polisi memastikan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk membongkar jaringan narkoba yang mungkin terlibat di balik kasus ini.
“Siapa pun yang terlibat, akan kami tindak tegas. Tidak ada yang kebal hukum,” tegas Sadoko.

Sebagai langkah pencegahan, Polres Sambas rutin menggelar tes urine bagi seluruh anggotanya dan memperkuat pengawasan internal, terutama di wilayah perbatasan yang rawan peredaran narkoba.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dengan ketegasan dan komitmen, diharapkan wilayah Sambas dan sekitarnya bisa terbebas dari ancaman barang haram yang merusak generasi muda.

Senin, 25 Agustus 2025

Sungai Sambas Menangis: Warga Sejangkung Kalbar Teriak soal Emas Ilegal di Hulu

Sambas - Sungai Sambas, yang jadi sumber kehidupan warga Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, sejak awal Juni 2025 berubah drastis. Air sungai yang dulunya jernih kini keruh kekuningan. Warga menduga penyebabnya adalah aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) di Kecamatan Ledo, Bengkayang, yang limbahnya mencemari aliran sungai.

Kondisi ini membuat 12 desa di sepanjang bantaran sungai terdampak. Air tak lagi layak diminum, memasak pun berbahaya. Bau logam tercium setiap kali ember dicelupkan ke sungai. Akibatnya, sejumlah warga mulai mengalami gatal-gatal dan iritasi kulit. Foto-foto air sungai yang berubah warna pun viral di media sosial, memicu keresahan luas.

Air Sungai Sambas berubah keruh kekuningan akibat dugaan pencemaran tambang emas ilegal di hulu, warga Sejangkung terpaksa membeli air bersih.
Air Sungai Sambas berubah keruh kekuningan akibat dugaan pencemaran tambang emas ilegal di hulu, warga Sejangkung terpaksa membeli air bersih. (Gambar ilustrasi AI)

Ketua Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Sejangkung, Roi’e Ali, menegaskan pencemaran ini bukan sekadar soal kualitas air, tapi soal masa depan masyarakat. “Pencemaran Sungai Sambas bukan hanya keruhnya air, tapi keruhnya masa depan. Jika sungai mati, maka matilah kami sebagai penjaga bantaran ini,” kata Roi’e dalam pertemuan bersama DPRD Sambas.

Pemerintah daerah pun mulai bergerak. Pada 15 Juli 2025, Pemkab Sambas melayangkan surat resmi ke Gubernur Kalimantan Barat. Disusul 18 Juli 2025, DPRD Sambas menggelar hearing dengan warga dan BKAD, menghasilkan tiga keputusan: layanan kesehatan tambahan di Puskesmas, pengawalan laporan ke tingkat provinsi, dan rencana audiensi lintas daerah dengan aparat hukum. Namun, langkah konkret di lapangan masih minim.

Sementara itu, hasil uji laboratorium sampel air yang diambil 20 Juli 2025 masih ditunggu. Pertemuan lanjutan di Kantor Bupati Bengkayang pada 31 Juli 2025 pun berakhir buntu, tanpa solusi tegas. Padahal, warga sudah lama kehilangan akses air bersih dan terpaksa membeli air galon dengan harga mahal.

Dampaknya makin nyata. Kasus penyakit kulit dan diare meningkat, ikan di sungai menyusut, dan biaya hidup warga melonjak. Tradisi turun-temurun mandi dan memasak di sungai pun hilang. Semua tanda menunjukkan bahwa aktivitas PETI di hulu, dengan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida, jadi biang kerok pencemaran.

Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2025 sudah menegaskan akan menindak tegas PETI, termasuk cukong dan pelindungnya. Namun, warga Sejangkung kini hanya bisa menunggu apakah janji itu benar-benar turun ke lapangan.

Sabtu, 02 Agustus 2025

Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta

Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta
Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta.

Pontianak, Kalbar – Kalau kamu sedang mencari tempat wisata yang belum banyak dijamah, alami, dan penuh kejutan indah, maka Pantai Temajuk Sambas adalah jawabannya.

Tempat ini bukan hanya sekadar pantai biasa, melainkan permata tersembunyi di ujung utara Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Sambas.

Meski lokasinya cukup jauh dari hiruk pikuk kota, keindahan dan ketenangan yang ditawarkan pantai ini benar-benar sepadan.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tentang keunikan Pantai Temajuk, pesonanya, cara menuju ke sana, aktivitas seru yang bisa dilakukan, serta tips penting buat kamu yang ingin merencanakan liburan ke sana. 

Yuk, simak sampai habis!

Kenalan Dulu: Di Mana Sih Letak Pantai Temajuk Sambas Itu?

Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta
Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta.

Pantai Temajuk berada di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Desa ini terletak sangat dekat dengan perbatasan Malaysia, dan bahkan kamu bisa melihat negeri tetangga hanya dengan berjalan kaki beberapa menit dari pantai.

Karena posisinya yang berada di "ujung utara" Kalimantan, Temajuk disebut juga sebagai "Surga dari Perbatasan".

Lokasinya yang terpencil justru membuat Temajuk memiliki daya tarik tersendiri. Belum banyak wisatawan yang datang ke sini, sehingga kealamiannya masih sangat terjaga.

Pasir putih, laut biru, dan langit luas yang bersih jadi pemandangan utama setiap hari.

Keindahan yang Bikin Terpana: Apa Saja yang Bisa Dilihat di Pantai Temajuk?

1. Pantai yang Panjang dan Bersih

Pantai Temajuk punya garis pantai yang sangat panjang, bahkan mencapai 60 kilometer lebih.

Pasir putihnya lembut dan bersih, cocok buat jalan kaki santai sambil menikmati angin laut.

Ombaknya relatif tenang, jadi aman buat berenang atau sekadar main air.

2. Sunset dan Sunrise yang Spektakuler

Salah satu daya tarik utama Pantai Temajuk adalah matahari terbit dan tenggelamnya.

Karena garis pantainya panjang, kamu bisa memilih spot terbaik untuk menikmati pemandangan ini.

Warna langit yang berubah dari oranye ke ungu menciptakan suasana magis yang sayang banget kalau dilewatkan.

3. Konservasi Penyu

Tahukah kamu kalau Temajuk adalah salah satu tempat bertelurnya penyu hijau di Indonesia?

Pada musim tertentu (sekitar Mei hingga Agustus), kamu bisa menyaksikan momen langka penyu bertelur di malam hari.

Ada juga kegiatan pelepasan tukik (anak penyu) ke laut, yang biasanya diorganisir oleh warga dan komunitas lokal.

4. Batu Nenek: Spot Ikonik Pantai Temajuk

Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta
Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta.

Di salah satu sudut pantai, terdapat formasi batu besar yang unik dan dikenal sebagai Batu Nenek.

Tempat ini sering dijadikan spot foto karena pemandangannya yang estetik.

Ada mitos lokal yang menyelimuti batu ini, menambah unsur budaya dan cerita di balik pesona alamnya.

Cara Menuju ke Pantai Temajuk Sambas

Menuju Temajuk memang butuh sedikit perjuangan, tapi jangan khawatir, semua akan terbayar lunas begitu kamu sampai!

Dari Pontianak:

  1. Naik mobil pribadi atau travel menuju Sambas (sekitar 8–10 jam perjalanan darat).

  2. Dari Sambas, lanjutkan perjalanan ke Kecamatan Paloh.

  3. Dari Paloh, lanjut ke Desa Temajuk dengan kondisi jalan yang sebagian besar masih tanah dan berbatu.

Tips: Pakai kendaraan yang prima, sebaiknya mobil jenis SUV atau motor trail. Kalau mau lebih nyaman, kamu bisa menginap dulu di Sambas lalu lanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Pantai Temajuk

🏖️ Camping di Pinggir Pantai

Karena belum banyak penginapan, banyak wisatawan memilih untuk camping langsung di tepi pantai. Sensasi tidur dengan suara ombak dan langit penuh bintang adalah pengalaman yang sulit dilupakan.

🌊 Snorkeling dan Berenang

Meski fasilitas belum seperti di Bali atau Lombok, air laut di Temajuk sangat jernih. Kamu bisa membawa peralatan snorkeling sendiri dan menjelajah bawah lautnya.

🚴‍♂️ Bersepeda Menyusuri Pantai

Pantai yang panjang memungkinkan kamu untuk bersepeda di sepanjang garis pantai. Banyak spot yang instagramable!

📷 Berburu Foto

Dari sunrise, sunset, batu unik, hingga aktivitas warga lokal, semuanya bisa jadi bahan konten media sosial kamu.

Fasilitas dan Akomodasi: Sudah Sejauh Mana?

Karena tempat ini masih tergolong baru dan belum terlalu ramai, fasilitas di Pantai Temajuk memang belum lengkap. Namun, beberapa homestay milik warga sudah tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.

Fasilitas dasar yang tersedia:

  • Warung makan sederhana

  • Toilet umum

  • Beberapa homestay

  • Tempat parkir terbuka

Belum tersedia:

  • ATM (bawa uang tunai)

  • Minimarket besar

  • Sinyal internet yang stabil

Catatan penting: Jika kamu ingin ke sini, siapkan logistik dengan baik. Bawa air minum, makanan ringan, power bank, dan pastikan kendaraan dalam kondisi bagus.

Mengapa Harus ke Pantai Temajuk Sambas?

Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta
Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta.

Di tengah gempuran wisata modern dan serba cepat, Temajuk hadir seperti oase. Pantai ini menawarkan pengalaman kembali ke alam, jauh dari keramaian, penuh ketenangan dan kesederhanaan. Alamnya asli, penduduknya ramah, dan suasananya bikin betah.

Kalau kamu bosan dengan destinasi yang itu-itu saja, Temajuk adalah pilihan yang sangat layak dicoba. Bahkan banyak yang bilang, sekali ke Temajuk, pasti ingin kembali lagi.

Tips Liburan Nyaman ke Pantai Temajuk Sambas

  1. Datang di musim kemarau (Juni – September) untuk cuaca terbaik.

  2. Persiapkan kendaraan off-road atau sewa travel lokal yang sudah berpengalaman.

  3. Bawa uang tunai secukupnya, karena tidak ada ATM di dekat lokasi.

  4. Hormati alam dan budaya lokal – jangan buang sampah sembarangan dan hargai aturan adat setempat.

  5. Bawa perlengkapan pribadi seperti tenda, sleeping bag, dan peralatan mandi jika ingin camping.

Akhir Kata: Surga Itu Nyata, dan Namanya Temajuk

Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta
Pantai Temajuk Sambas: Surga Tersembunyi di Ujung Kalimantan yang Bikin Jatuh Cinta.

Liburan ke Pantai Temajuk Sambas bukan cuma soal mengagumi keindahan alam, tapi juga belajar tentang kehidupan yang sederhana, mencintai lingkungan, dan menikmati waktu tanpa tergesa-gesa. Di sini, kamu bisa merasakan apa itu benar-benar “lepas dari segala beban”.

Kalau kamu mencari ketenangan, petualangan, sekaligus pengalaman yang berkesan, maka Temajuk layak masuk ke daftar destinasi impianmu.

Ayo jelajahi ujung Kalimantan dan temukan surga kecil bernama Temajuk!

Jika kamu menyukai artikel ini, jangan lupa bagikan ke teman-temanmu dan tinggalkan komentar di bawah ya. Siapa tahu, liburanmu berikutnya bakal ke Pantai Temajuk!

Selasa, 18 Maret 2025

Tradisi Unik Menyambut Idul Fitri di Sambas, Meriah dan Penuh Makna!

Tradisi Unik Menyambut Idul Fitri di Sambas, Meriah dan Penuh Makna!
Tradisi Unik Menyambut Idul Fitri di Sambas, Meriah dan Penuh Makna. (Gambar ilustrasi)

SAMBAS - Idul Fitri selalu jadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Sambas, Kalimantan Barat. 

Nggak cuma jadi ajang untuk saling bermaafan, tapi juga ada berbagai tradisi unik yang bikin suasana Lebaran makin seru dan berkesan. 

Penasaran? Yuk, simak tradisi khas masyarakat Sambas dalam menyambut Idul Fitri!

1. Meriam Karbit, Dentuman Khas Sambas Saat Lebaran

Salah satu tradisi yang paling ditunggu adalah Meriam Karbit. Tradisi ini sudah ada sejak zaman dulu dan masih terus dilestarikan hingga sekarang. 

Meriam Karbit dibuat dari kayu besar atau besi yang diisi karbit, lalu dinyalakan hingga mengeluarkan suara dentuman keras.

Bukan cuma sekadar hiburan, Meriam Karbit juga jadi simbol kegembiraan menyambut Hari Raya. 

Biasanya, masyarakat berkumpul di pinggir sungai atau lapangan untuk menyaksikan dan meramaikan suasana dengan suara khas dari meriam ini. 

Pokoknya, kalau udah denger dentuman Meriam Karbit, tandanya Lebaran sudah dekat!

2. Arakan Obor, Pawai Cahaya yang Menakjubkan

Selain Meriam Karbit, ada juga Arakan Obor, yaitu pawai membawa obor yang diadakan saat malam takbiran. 

Tradisi ini biasanya dilakukan oleh anak-anak dan pemuda yang berjalan keliling kampung sambil mengumandangkan takbir.

Cahaya obor yang berderet membuat suasana malam takbiran jadi lebih sakral dan penuh semangat. 

Nggak jarang, arakan ini juga diiringi dengan tabuhan bedug, menciptakan suasana meriah yang khas banget di Sambas.

3. Saprahan, Tradisi Makan Bersama yang Sarat Makna

Lebaran di Sambas nggak lengkap tanpa Saprahan, yaitu tradisi makan bersama dengan cara lesehan. Biasanya, makanan khas seperti ketupat, rendang, opor ayam, dan lauk-pauk lainnya disajikan di atas daun pisang atau tampah besar, lalu disantap rame-rame.

Selain menikmati hidangan yang lezat, Saprahan juga jadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi. 

Duduk bersama tanpa sekat, semua orang bisa saling berbagi cerita dan kebahagiaan di hari kemenangan.

4. Silaturahmi dan Ziarah Kubur

Setelah sholat Idul Fitri, masyarakat Sambas punya tradisi untuk saling bersilaturahmi ke rumah sanak saudara dan tetangga. 

ini dikenal dengan sebutan sungkeman, di mana anak-anak meminta maaf kepada orang tua dan sesama saudara saling bermaafan.

Nggak cuma itu, ziarah ke makam keluarga juga jadi bagian penting dalam rangkaian Lebaran. Biasanya, masyarakat datang ke pemakaman untuk mendoakan arwah keluarga yang telah berpulang, sebagai bentuk penghormatan dan mengenang mereka.

5. Bagi-Bagi Duit Lebaran, Favorit Anak-Anak!

Nah, ini dia tradisi yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak: bagi-bagi uang Lebaran! Biasanya, orang yang sudah bekerja atau lebih tua akan memberikan amplop berisi uang kepada anak-anak sebagai tanda kasih sayang.

Keceriaan anak-anak terlihat jelas saat mereka mengumpulkan amplop dari para saudara dan tetangga. 

Tradisi ini bukan cuma soal uang, tapi juga tentang berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada yang lebih muda.

Itulah beberapa tradisi unik dalam menyambut Idul Fitri di Sambas. Momen Lebaran di sini bukan cuma tentang makanan enak dan baju baru, tapi juga tentang kebersamaan, keceriaan, dan menjaga warisan budaya yang telah ada sejak lama.

Buat kamu yang belum pernah merasakan suasana Lebaran di Sambas, wajib banget mampir dan ikut merasakan keseruannya! Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin!

Senin, 23 September 2024

Polres Sambas: Pelaku Pencurian Sepeda Motor Berhasil Ditangkap dalam Waktu Singkat

Polres Sambas: Pelaku Pencurian Sepeda Motor Berhasil Ditangkap dalam Waktu Singkat
Pelaku Pencurian Sepeda Motor Berhasil Ditangkap.
SAMBAS - Tim Srigala Gunung Gajah dari Unit Reskrim Polsek Pemangkat berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor, inisial ADR (41), hanya dalam waktu kurang dari empat jam setelah laporan diterima. Penangkapan ini terjadi di rumah pelaku di Dusun Kalang Bahu, Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas pada Minggu (22/09/2024).

Korban, VN (23), memarkir sepeda motor Jupiter Z1 berwarna hijau di Pasar Sentral Pemangkat. Namun, ketika kembali, korban mendapati sepeda motornya telah hilang. Kerugian yang dialami VN diperkirakan mencapai Rp 8.000.000. 

Barang bukti. Pelaku Pencurian Sepeda Motor Berhasil Ditangkap.
Setelah menerima laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Pemangkat yang dipimpin oleh AKP Muhammad bergerak cepat melakukan penyelidikan. 

Dalam waktu singkat, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya, dan sepeda motor curian juga berhasil diamankan sebagai barang bukti.

Kapolres Sambas, AKBP Sugiyatmo, S.I.K., melalui Kapolsek Pemangkat, AKP Ambril, S.H., M.A.P., menyampaikan pesan penting kepada masyarakat untuk selalu waspada dalam menjaga barang berharga. 

Ia juga mengingatkan bahwa langkah-langkah pencegahan, seperti memarkir kendaraan di tempat yang aman dan menggunakan kunci tambahan, dapat mengurangi risiko pencurian.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja. 

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak lengah, terutama saat memarkir kendaraan di tempat umum.

Jumat, 23 Agustus 2024

Penanaman Pohon bersama Panji Petualang dari Conservation Action network di Desa Tri Mandayan

Penanaman Pohon bersama Panji Petualang dari Conservation Action network di Desa Tri Mandayan
Penanaman Pohon bersama Panji Petualang dari Conservation Action network di Desa Tri Mandayan.
SAMBAS – Polda Kalbar | Pada hari Kamis, 22 Agustus 2024, kegiatan peresmian penanaman pohon digelar di Taman Intuyut, Desa Tri Mandayan, Kecamatan Teluk Keramat. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB dan merupakan bagian dari Ekspedisi Khatulistiwa yang diselenggarakan oleh UPT KPH Sambas.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Teluk Keramat, DR Budi Iswanto, serta Tim Panji Petualang dari Conservation Action Network (CAN). Selain itu, turut serta dalam kegiatan ini Bhabinkamtibmas Desa Tri Mandayan, Bripka Dadan Wijaya, personel Koramil 07 Teluk Keramat, Badan Restorasi Gambut, Manggala Agni, dan berbagai komunitas lokal seperti Putra Fajar, Amphibi Reptil Indonesia, KUPS Hijau Daun Sungai Baru, dan lainnya.

Rangkaian acara dimulai dengan rombongan berkumpul di rumah Kepala Desa pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan menuju lokasi penanaman pada pukul 09.30 WIB, dan tiba di lokasi pada pukul 10.30 WIB. Kepala Desa membuka acara dan memimpin penanaman pohon bersama Tim Panji Petualang serta rombongan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan komunitas dalam mendukung penghijauan dan restorasi hutan di Kalimantan Barat.

Telkom Kalimantan Barat Berikan Bantuan Internet Gratis untuk Desa Wisata Temajuk

Telkom Kalimantan Barat Berikan Bantuan Internet Gratis untuk Desa Wisata Temajuk
Telkom Kalimantan Barat Berikan Bantuan Internet Gratis untuk Desa Wisata Temajuk.
SAMBAS - Telkom Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan bantuan berupa akses internet gratis untuk Desa Wisata Temajuk di Kabupaten Sambas, yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung pengembangan daerah perbatasan dan meningkatkan akses terhadap teknologi informasi.

General Manager Telkom Kalbar, Tedi Rukmantara, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan akses internet dan sarana penunjang lainnya. "Telkom sebagai BUMN tentunya sangat mendukung kemajuan daerah," ujar Tedi di Pontianak, Kamis.

Selain menyediakan layanan internet gratis melalui teknologi Starlink di Balai Desa Temajuk, Telkom Kalbar juga memberikan bantuan peralatan sekolah dan melakukan renovasi fasilitas umum di desa tersebut. 

"Semoga dengan bantuan Telkom Indonesia ini memberikan dampak positif terhadap pendidikan, teknologi, serta kemajuan wisata di Temajuk dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat," tambahnya.

Program bantuan ini merupakan bagian dari International Collaborative Community Service (ICCS) 2024 yang diinisiasi oleh Telkom University, bekerja sama dengan universitas mitra dari Malaysia dan Indonesia.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia ini sukses berlangsung sejak 13-20 Agustus 2024.

ICCS 2024 melibatkan kolaborasi antara Telkom University dengan tiga universitas mitra, yaitu i CATS University College dari Kuching, Malaysia, Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, dan Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) dari Indonesia.

Program ini bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat melalui berbagai program pemberdayaan dan teknologi.

Dalam acara tersebut, dilakukan serah terima beberapa hasil penting dari program ICCS, termasuk peluncuran dan serah terima pengelolaan website Desa Temajuk yang dihosting oleh Telkom University, 40 unit Google Cardboard, serta aplikasi bahasa Inggris pariwisata berbasis Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mempromosikan pariwisata lokal Desa Temajuk. 

"Pihak desa juga diberikan lisensi untuk menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut, yang diharapkan dapat memberdayakan komunitas setempat," ujar Tedi Rukmantara.

Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan Desa Wisata Temajuk, baik dari segi pendidikan, pariwisata, maupun pemberdayaan masyarakat lokal di wilayah perbatasan.

Kamis, 08 Agustus 2024

Tutup Pelatihan MPA di Kabupaten Sambas, Lani Ardiansyah: ‘Kami Sangat Siap Berkolaborasi dengan Para Pihak’

Tutup Pelatihan MPA di Kabupaten Sambas, Lani Ardiansyah: ‘Kami Sangat Siap Berkolaborasi dengan Para Pihak’
Tutup Pelatihan MPA di Kabupaten Sambas, Lani Ardiansyah: ‘Kami Sangat Siap Berkolaborasi dengan Para Pihak’.
SAMBAS – Pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mempertajam keahlian masyarakat ditingkat tapak yang merasakan dampak ketika terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sasar Empat (4) Desa yang ada di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat diantaranya Desa Sengawang, Teluk Kaseh, Semate, dan Merubung.

Kegiatan yang diprakarsai Gemawan ini berlangsung selama dua hari mulai 06-07 Agustus 2024, di Aula Kantor Desa Sengawang, Kecamatan Teluk Keramat. Menghadirkan BPBD Sambas, UPT KPH Wilayah Sambas, Manggala Agni, dan GRID mengiringi jalannya pelatihan sebagai narasumber tiap kapasitasnya masing-masing.

Tutup Pelatihan MPA di Kabupaten Sambas, Lani Ardiansyah: ‘Kami Sangat Siap Berkolaborasi dengan Para Pihak’
Tutup Pelatihan MPA di Kabupaten Sambas, Lani Ardiansyah: ‘Kami Sangat Siap Berkolaborasi dengan Para Pihak’.
Akrab disapa Ucup selaku Project Manager inisiatif pencegahan dan pengelolaan kebakaran hutan dan lahan di tingkat tapak menyampaikan ini adalah bagian dari sesi kegiatan peningkatan kapasitas untuk masyarakat peduli api.

Jadi, beberapa kegiatan ini juga kita sudah lakukan di Kabupaten Mempawah. Kegiatan ini awalnya kita sudah melakukan assessment, terus kita sudah melakukan pemetaaan kemarin untuk melihat dan mengidentifikasi kawasan yang terbakar pada kurun waktu tahun-tahun sebelumnya, ini masuk di pelatihan peningkatan kapasitas untuk masyarakat peduli api,” ucap Lani Ardiansyah.

Tutup Pelatihan MPA di Kabupaten Sambas, Lani Ardiansyah: ‘Kami Sangat Siap Berkolaborasi dengan Para Pihak’
Tutup Pelatihan MPA di Kabupaten Sambas, Lani Ardiansyah: ‘Kami Sangat Siap Berkolaborasi dengan Para Pihak’.
“Jadi memang program ini diperuntukan di Kabupaten Mempawah dan Sambas. Untuk di Kabupaten Sambas sendiri memang kita coba satukan karena mengingat masih satu lanskap,” sambungnya.

Lani mengatakan ke depan kita akan berkomunikasi lebih aktif untuk saling memberikan informasi terkait kebakaran hutan dan lahan, juga tentunya dalam pelatihan ini kan banyak sekali pengetahuan yang kita dapat bersama mulai dari materi dari KPH, BPBD, Global Geografi Indonesia, Manggala Agni dan tentunya yang utama Bapak-Bapak, Ibu-ibu juga memberikan banyak pengetahuan sekali dengan bekerja kelompok bersama,” jelas Lani dalam sesi penutupan pelatihan MPA di Desa Sengawang.

Ia menyebut informasi ini sebenarnya, setelah ini kita akan adakan workshop ditingkat Kabupaten, Bapak Ibu workshop tingkat kabupaten, nanti kita coba mengundang banyak pihak disitu, upaya kita untuk membentuk kolaborasi bersama. "Karena bicara soal kebakaran hutan dan lahan adalah masalah bersama. Ini bukan hanya masalah masyarakat Desa Semata, Sengawang, Teluk Kaseh, dan Merubung melainkan ini adalah masalah kita bersama,” ujar Lani.

Tutup Pelatihan MPA di Kabupaten Sambas, Lani Ardiansyah: ‘Kami Sangat Siap Berkolaborasi dengan Para Pihak’
Tutup Pelatihan MPA di Kabupaten Sambas, Lani Ardiansyah: ‘Kami Sangat Siap Berkolaborasi dengan Para Pihak’.
Lebih lanjut Ucup berujar, jadi memang perlu kerjasama antar pihak kita memiliki peranan dan fungsinya masing-masing untuk membersamai kita dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan agar ke depan tidak terjadi lagi, jadi jangan sampai kita setiap tahun ini menjadi agenda tahunan, asal kebakaran hutan mulai sibuk lagi sebenarnya tugas MPA juga bukan hanya memadamkan api mulai dari pembasahan dan lain sebagainya masih banyak lagi, karena memang ini adalah organisasi yang dibentuk oleh Desa banyak sekali kerja-kerja MPA sebenarnya bukan hanya sekadar tugasnya memadampkan api,” urainya.

“Nanti kedepannya kita bisa melakukan budidaya pertanian, memanfaatkan lahan, jadi ketika lahan yang tadi itu sebagian besar kalau kita lihat yang kebakaran itu kan lahan yang kosong, tapi ketika lahan itu menjadi produktif insyaallah lahan itu bisa dijaga bersama,” pungkas Lani Ardiansyah mengakhiri.

Didominasi Kelompok Perempuan, Masyarakat Empat Desa di Kabupaten Sambas dapatkan Pelatihan untuk MPA

Didominasi Kelompok Perempuan, Masyarakat Empat Desa di Kabupaten Sambas dapatkan Pelatihan untuk MPA
Didominasi Kelompok Perempuan, Masyarakat Empat Desa di Kabupaten Sambas dapatkan Pelatihan untuk MPA.
SAMBAS – Seri inisiatif pencegahan dan pengelolaan kebakaran hutan dan lahan dilangsungkan selama dua hari mulai 06-07 Agustus 2024 di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Kegiatan pelatihan untuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat tapak yang digagas oleh Gemawan ini melibatkan Empat (4) Desa diantaranya Sengawang, Teluk Kaseh, Semate, Merubung, dan didominasi oleh Kelompok Perempuan, dan dipusatkan di Aula Kantor Desa Sengawang, Kecamatan Teluk Keramat.

Didominasi Kelompok Perempuan, Masyarakat Empat Desa di Kabupaten Sambas dapatkan Pelatihan untuk MPA
Didominasi Kelompok Perempuan, Masyarakat Empat Desa di Kabupaten Sambas dapatkan Pelatihan untuk MPA.
BPBD Sambas, UPT KPH Wilayah Sambas, Manggala Agni, dan GRID mengiringi jalannya pelatihan sebagai narasumber tiap kapasitasnya masing-masing.

"Kegiatan ini sebenarnya lebih kepada membuat wacana yang lebih besar tentang kesiapsiagaan rencana kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Sambas pada umumnya," kata Cik Dedi sapaan hangat Dedi Wahab dalam wawancaranya di sela-sela pelatihan MPA.

Kegiatan ini juga mengikutkan perempuan yang secara aktif mendorong kemudian mengagendakan kelompok untuk membuat semacam wacana bahwa mereka juga terdampak kebakaran hutan dan lahan. “Kegiatan ini dilakukan untuk MPA di Empat Desa, diantaranya Desa Merubung, Desa Teluk Kaseh, Desa Sengawang, dan Desa Semata," jelasnya lagi.

Didominasi Kelompok Perempuan, Masyarakat Empat Desa di Kabupaten Sambas dapatkan Pelatihan untuk MPA
Didominasi Kelompok Perempuan, Masyarakat Empat Desa di Kabupaten Sambas dapatkan Pelatihan untuk MPA.
Dedi menyampaikan untuk hari kedua ini kita membuat rencana kerja atau program aksi MPA setiap desa termasuk kelompok Perempuan sebagai bentuk dukungan logistik gitu. "Kemudian kita juga nanti ada SOP dan praktek singkat tentang pemadaman dan penanganan kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Harapan kita sebenarnya lebih kepada bagaimana isu kebakaran hutan ini adalah bagian dari integrasi dari kepentingan mereka. "Kepentingan mereka dalam mengantisipasi, memitigasi kebakaran hutan dan lahan yang menjadi trendnya di daerah kawasan gambut di tingkat tapak,” ujar Dedi.

Para perwakilan Perempuan masyarakat peduli api dari empat desa telah mendapatkan materi selama pelatihan. “Pelatihan pemadaman lahan gambut, materi cara bagaimana menanggulangi pemadaman api di lahan gambut, materi struktur organisasi, dan juga membuat program kerja,” ujar Wideni Perempuan MPA asal Desa Teluk Kaseh.

Wideni menyampaikan yang sedang kita lakukan sekarang yaitu praktek bagaimana memadamkan api yang efektif dan efesien. Jadi dari pelatihannya ini, imbuh Wideni, kami khususnya yang mengikuti pelatihan ini dapat mengambil ilmu-ilmu yang telah diberikan dan kami juga dapat memberikan serta menerapkannya kepada masyarakat.