Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Sintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sintang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2026

Upaya Penyelamatan Gagal, Remaja 17 Tahun Tenggelam di Danau Biru Sintang

Remaja 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan terlepas dari pegangan warga yang berusaha menyelamatkannya. (Foto ilustrasi)
Remaja 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan terlepas dari pegangan warga yang berusaha menyelamatkannya. (Foto ilustrasi)

SINTANG - Seorang remaja berusia 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilaporkan tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan berusaha diselamatkan warga yang berada di sekitar lokasi.

Korban sebelumnya terlihat dalam kondisi membutuhkan bantuan. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan.

Upaya Penyelamatan Gagal, Remaja 17 Tahun Tenggelam di Danau Biru Sintang
Remaja 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan terlepas dari pegangan warga yang berusaha menyelamatkannya.

Salah seorang warga bahkan berhasil menjangkau korban dan sempat memegang tubuhnya. Namun nahas, korban terlepas dari pegangan saat proses penyelamatan berlangsung.

Korban kemudian tenggelam dan menghilang di perairan Danau Biru Sintang.

Informasi yang diperoleh menyebutkan korban merupakan warga Baning, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Sebelum tenggelam, korban sempat meminta tolong kepada warga yang berada di sekitar lokasi.

Upaya Penyelamatan Gagal, Remaja 17 Tahun Tenggelam di Danau Biru Sintang
Remaja 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan terlepas dari pegangan warga yang berusaha menyelamatkannya.

Meski warga telah berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, korban tidak berhasil dipertahankan dan akhirnya hilang di dalam danau.

Sabtu, 13 Juni 2026

Warga Sungai Tebelian Tak Sungkan Curhat, Sosok Bhabinkamtibmas Ini Disebut Seperti Keluarga Sendiri

Bhabinkamtibmas Sungai Tebelian membangun kedekatan dengan warga melalui dialog santai di kedai kopi. Pendekatan humanis ini memperkuat kepercayaan dan menjaga kamtibmas.
Bhabinkamtibmas Sungai Tebelian membangun kedekatan dengan warga melalui dialog santai di kedai kopi. Pendekatan humanis ini memperkuat kepercayaan dan menjaga kamtibmas.

SINTANG - Sebuah kedai kopi sederhana di wilayah Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, menjadi tempat berlangsungnya percakapan hangat antara polisi dan masyarakat pada Sabtu, 13 Juni 2026. Tidak ada suasana formal maupun jarak yang membatasi. Hanya secangkir kopi, bangku kayu sederhana, dan obrolan akrab yang mengalir di antara seorang Bhabinkamtibmas dengan warga binaannya.

Pemandangan tersebut menggambarkan pendekatan humanis yang terus dibangun Polsek Sungai Tebelian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di tengah aktivitas sehari-hari warga, Bhabinkamtibmas memilih hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima.

Duduk berbaur bersama warga tanpa sekat formalitas, petugas kepolisian itu tampak berbincang santai sambil menikmati kopi. Sesekali ia memberikan senyuman dan isyarat jempol yang menunjukkan kedekatan dengan masyarakat. Suasana tersebut mencerminkan hubungan yang tidak hanya sebatas antara aparat dan warga, tetapi juga sebagai mitra yang saling mendukung dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

Bagi masyarakat, kehadiran polisi yang mudah diajak berdiskusi menjadi nilai tersendiri. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi langsung dinilai mampu membangun rasa percaya sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe menegaskan bahwa pendekatan persuasif merupakan salah satu cara efektif dalam menciptakan situasi yang aman di wilayah hukum Polsek Sungai Tebelian.

Menurutnya, polisi tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga harus mampu hadir sebagai bagian dari masyarakat. Melalui peran Bhabinkamtibmas, berbagai pesan terkait pencegahan kejahatan, kenakalan remaja, hingga bahaya judi online dapat disampaikan dengan lebih efektif karena dibangun di atas hubungan yang penuh kepercayaan.

“Melalui Bhabinkamtibmas, kami hadir di tengah-tengah masyarakat layaknya keluarga sendiri. Secangkir kopi ini bukan hanya minuman, tetapi simbol keterbukaan kami untuk mendengarkan aspirasi dan memberikan edukasi keamanan dengan cara yang paling manusiawi,” ujar IPDA Aprianus.

Ia juga menekankan bahwa sosok Bhabinkamtibmas yang rendah hati dan suka membantu menjadi aset berharga bagi kepolisian. Kehadiran mereka di lapangan sering kali menjadi jembatan antara masyarakat dan institusi kepolisian dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial maupun administrasi.

Pendekatan tersebut terbukti mendapat respons positif dari warga. Salah seorang warga yang ditemui mengaku merasa nyaman saat berdialog langsung dengan petugas kepolisian. Baginya, komunikasi yang terjalin terasa lebih seperti percakapan dengan teman atau saudara dibandingkan hubungan formal antara warga dan aparat.

Kedekatan semacam ini menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kolektif menjaga keamanan lingkungan. Ketika masyarakat merasa didengar dan dihargai, pesan-pesan kamtibmas pun lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah berbagai tantangan keamanan yang terus berkembang, peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian di tingkat masyarakat tetap menjadi elemen penting. Bukan hanya melalui penegakan aturan, tetapi juga lewat kehadiran, empati, dan komunikasi yang membangun kepercayaan.

Melalui langkah sederhana seperti berbincang di kedai kopi, Polsek Sungai Tebelian menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak selalu harus dilakukan dengan cara formal. Terkadang, secangkir kopi dan percakapan yang tulus justru menjadi jembatan terbaik untuk memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Sabtu, 09 Mei 2026

Sinergi Polri-Petani Sukseskan Panen Jagung Hibrida di Sintang

Foto: Panen Jagung Hibrida di Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang

SINTANG - Semangat kebersamaan dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional tampak kuat dalam kegiatan panen jagung hibrida di Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan panen di lahan seluas 1 hektare tersebut berlangsung meriah dan penuh antusias. Hamparan tanaman jagung yang menguning menjadi simbol keberhasilan kerja sama antara aparat kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani milenial dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Sintang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H., Kepala Desa Sungai Ukoi Yosef Jovi, Koordinator PPL Sungai Tebelian Lasino, PPL Desa Sungai Ukoi Fitri, PPL Desa Gurung Kempadik Azila, Ketua Poktan Milenial Amin, personel Polsek Sungai Tebelian, serta warga Desa Sungai Ukoi.

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolsek Sungai Tebelian bersama Kepala Desa Sungai Ukoi, personel Polsek, dan jajaran penyuluh pertanian turut langsung melakukan panen jagung hibrida. Setelah proses panen, kegiatan dilanjutkan dengan pemipilan jagung oleh Poktan Milenial.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” jelas Kapolsek.

Menurutnya, keberhasilan panen jagung hibrida tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani, pendampingan penyuluh pertanian, serta dukungan seluruh pihak yang terus bersinergi mengembangkan sektor pertanian di Kecamatan Sungai Tebelian.

“Panen ini menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita mampu menghasilkan produksi pertanian yang baik. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkesinambungan dan menjadi contoh bagi desa lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator PPL Sungai Tebelian Lasino mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen di Desa Sungai Ukoi. Menurutnya, hasil panen yang diperoleh cukup baik dan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para petani lainnya untuk terus meningkatkan produksi pertanian.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Sintang,” ungkapnya.

Minggu, 03 Mei 2026

Bupati Sintang Resmikan Agrowisata Persada Nusantara, Dorong Jadi Destinasi Wisata Edukasi

Foto: Persemian Agrowisata Persada Nusantara oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala didampingi Ketua Komisi V DPR RI Lasarus

SINTANG - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meresmikan Agrowisata Persada Nusantara di Desa Pandan, Kecamatan Sungai Tebelian, Sabtu (2/5/2026).

Agrowisata seluas 14 hektare ini dikelola Perkumpulan Karya Bangsa Sintang dan fokus pada pengembangan wisata sekaligus edukasi. 

Peresmian turut dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Wakil Ketua DPRD Sintang Yohanes Rumpak, Ketua Perkumpulan Karya Bangsa YAT Lukman Riberu, anggota Forkopimda, Forkopimcam, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tamu undangan.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menilai pembangunan agrowisata merupakan ide cerdas, namun harus dibangun dengan konsep inovatif dan kekinian.

“Saya mendukung lokasi ini. Saya mendorong agar tenaga kerja diambil dari warga sekitar supaya ada rasa memiliki. Pembangunan agrowisata harus memberi dampak bagi masyarakat. Jaga lokasi ini agar tetap ramah dan bebas dari aktivitas negatif. Silakan belajar pengelolaan agrowisata dari Pulau Jawa yang sudah maju,” tegasnya.

Lasarus juga berjanji membantu peningkatan jalan masuk agar akses lebih baik dan pengunjung makin ramai. Ia menitipkan pesan agar pengelola kelak membantu penambahan lahan makam Katolik yang berada di sebelah agrowisata.

“Saya tahu lokasi pemakaman ini ke depan semakin sulit. Kalau keuntungan sudah banyak, bantu penambahan tanah makam. Dan jangan ada toleransi terhadap kegiatan negatif, apalagi akan dibangun kapel di tempat ini. Jaga nama baik, karena ke depan banyak anak-anak akan berkunjung,” ucapnya.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan Agrowisata Persada Nusantara sebagai tempat wisata dan edukasi.

“Ke depan, Pemkab Sintang bisa melaksanakan kegiatan di tempat ini. Saya bangga Perkumpulan Karya Bangsa berani membangun lokasi wisata ini. Ini langkah berani,” ujarnya.

Bupati berpesan agar pengelola tetap kompak dan terus berinovasi. “Keberadaan agrowisata ini bisa menjadi penambah nilai tawar daerah. Terus bangun citra positif, perbarui fasilitas yang ada,” harapnya.

Ketua Perkumpulan Karya Bangsa Sintang YAT Lukman Riberu menyampaikan, alumni STKIP Persada Nusantara sudah mencapai 4.000 orang dan Persekolahan Nusantara Indah 11.000 orang. Hal itu menjadi modal besar pengembangan ke depan.

“Kami ke depan akan membangun kapel tempat berdoa dan _flying fox_, serta melaksanakan kegiatan rutin dua mingguan. Ke depan, kalau capek, bisa istirahat dan santai di sini. Dukungan masyarakat juga luar biasa. Kami sebenarnya sudah tanam 2.500 gaharu, sekarang tersisa seribuan batang,” ungkapnya.

Ketua Panitia Peresmian Leonardo Hendri Riberu menjelaskan, lokasi seluas 14 hektare ini dulunya tempat praktik mahasiswa pertanian dan ditanami karet.

“Pembangunan fasilitas sudah berjalan 11 bulan. Saat ini ada _coffee shop_, panggung hiburan, area terbuka hijau dan _camping ground_ berbasis alam, toko sembako, kolam pemancingan dan sarana edukatif perikanan,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan membangun _green house_ untuk kebun hidroponik dan pertanian modern, kolam renang dewasa dan anak, aula utama, serta _mini zoo_. “Kami juga akan kembangkan 1.000 pohon gaharu yang sudah ada,” tambah Leonardo. (Red)

Jumat, 17 April 2026

Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi

Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi.

SINTANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pedalaman. Salah satu fokus utama saat ini adalah pembenahan ruas jalan provinsi dan jembatan di Kabupaten Sintang.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, menunjukkan komitmen tersebut dengan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi infrastruktur yang membutuhkan perbaikan.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai dengan panjang lebih dari 100 kilometer. Jalan ini dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang konektivitas serta mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang.

Menurut Ria Norsan, pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi barang dan jasa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Infrastruktur ini sangat penting untuk memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, kita akan terus melakukan pembenahan,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Sintang.

Ia menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan dari desa hingga kota, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa kesenjangan.

“Kita ingin pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan,” tambahnya.

Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi
Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi.

Peninjauan tersebut juga bertujuan untuk memastikan bahwa program pembangunan yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, hasil dari kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap kondisi infrastruktur di daerahnya.

Ia menilai, perbaikan akses jalan akan memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian.

“Perbaikan akses jalan akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi.
Ria Norsan Dorong Pemerataan Infrastruktur di Pedalaman Sintang, Jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai Dibenahi.

Jumat, 06 Maret 2026

Polres Sintang Terbitkan DPO Terkait Peredaran Sabu 59 Kg

Polres Sintang Terbitkan DPO Terkait Peredaran Sabu 59 Kg
Polres Sintang Terbitkan DPO Terkait Peredaran Sabu 59 Kg.

SINTANG - Polres Sintang resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Yusuf alias Andi, yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 59 kilogram.

Yusuf alias Andi, warga Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalbar, berhasil kabur ke hutan saat mobil yang ditumpanginya dicegat warga. Pihak kepolisian telah menyebarkan flayer berisi foto dan ciri-ciri DPO ke seluruh polsek jajaran serta media sosial.

Polres Sintang Terbitkan DPO Terkait Peredaran Sabu 59 Kg
Polres Sintang Terbitkan DPO Terkait Peredaran Sabu 59 Kg.

Dari hasil penggeledahan di bagasi mobil, petugas menemukan tiga karung berisi tas ransel warna hijau dengan total 57 bungkus sabu seberat 59.850 gram atau 59,85 kilogram. Barang bukti disamarkan dalam plastik daun teh bermerek yang menyerupai paket produk asal China.

Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, menegaskan bahwa tidak ada penyimpangan sedikit pun dalam penanganan kasus ini. Barang bukti disimpan di tempat khusus yang tertutup dan dijaga ketat dengan sistem pengamanan tiga kunci berbeda.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang berhasil mengungkap peredaran. 

"Narkoba ini harus kita berantas sampai ke akar-akarnya. Tidak ada ampun. Ini merusak," tegasnya. (Tim)

Rabu, 04 Maret 2026

Krisantus Ajak GMII Jaga Harmoni dan Persatuan di Kalbar

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif

Pontianak, Kalbar -- Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII Gereja Misi Injili Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Hotel My Home Sintang, Selasa (3/3/2026). 

Agenda nasional gereja Protestan tersebut menjadi momentum penting memperkuat peran GMII dalam menjawab tantangan zaman sekaligus mempererat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Sidang Sinode VII ini dihadiri Bupati Sintang, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, jajaran Kepala OPD Pemprov Kalbar dan Pemkab Sintang, Forkopimda Kabupaten Sintang, para pendeta GMII se-Indonesia, serta perwakilan jemaat dari berbagai daerah. 

Mengusung tema Gereja Transformatif Melintasi Dinamika Zaman, forum ini menegaskan komitmen gereja untuk adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan sosial serta perkembangan teknologi informasi.

GMII dan Jejak Pelayanan di Indonesia

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Sebagai gereja Protestan yang berakar dari misi pekabaran Injil melalui Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII), GMII resmi berdiri pada 30 November 1984 di Kalimantan Barat. 

Awalnya bernama Gereja Pekabaran Injil Indonesia (GPII), kemudian melalui Persidangan Sinode Khusus 6–8 Mei 1993, nama tersebut berubah menjadi GMII.

Kini, GMII melayani jemaat yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia. Perjalanan panjang ini menunjukkan konsistensi gereja dalam pelayanan rohani, pembinaan umat, serta kontribusi sosial di tengah masyarakat majemuk.

Harapan Pemprov Kalbar untuk Sinode VII

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Dalam sambutannya, Krisantus Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Sintang sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut. Ia berharap Sidang Sinode VII mampu melahirkan keputusan strategis dan kepemimpinan yang visioner.

Menurutnya, gereja di era modern tidak cukup hanya berjalan mengikuti arus. Ia mengibaratkan bahwa saat ini bukan lagi zamannya kereta api uap, melainkan era kecepatan dan transformasi. Artinya, organisasi keagamaan perlu adaptif terhadap kemajuan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.

Krisantus juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dan kejernihan berpikir dalam memilih Ketua Umum dan jajaran pengurus sinode. Kepemimpinan yang terpilih diharapkan mampu membawa GMII semakin relevan, progresif, dan berdampak luas bagi jemaat maupun masyarakat.

Komitmen Harmoni dan Kebersamaan

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, berkomitmen menjaga harmoni keberagaman. Kalimantan Barat yang terdiri dari 24 suku harus terus dipersatukan dalam semangat kebersamaan tanpa sekat.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai gereja seperti kasih, keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta musyawarah sejalan dengan visi Kalbar yang religius dan demokratis. 

Sidang Sinode dinilai sebagai praktik demokrasi internal gereja yang patut diapresiasi karena mengedepankan kebersamaan dan hikmat dalam pengambilan keputusan.

Momentum ini diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi GMII secara internal, tetapi juga mempererat sinergi gereja dan pemerintah dalam membangun Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

FAQ

1. Apa itu Sidang Sinode GMII?
Sidang Sinode GMII adalah forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi Gereja Misi Injili Indonesia yang membahas arah kebijakan, program pelayanan, serta pemilihan kepemimpinan.

2. Di mana Sidang Sinode VII GMII 2026 digelar?
Diselenggarakan di Hotel My Home Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

3. Apa tema Sidang Sinode VII GMII?
Tema yang diangkat adalah Gereja Transformatif Melintasi Dinamika Zaman.

4. Apa harapan Pemprov Kalbar terhadap GMII?
Agar GMII menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang harmonis, religius, dan demokratis.

Sabtu, 28 Februari 2026

Buntut Penangkapan Tiga Pekerja PETI, Massa Labrak Mapolres Sintang Yang Berujung Kericuhan

Foto: Ratusan Massa Datangi Mapolres Sintang Buntut Penangkapan Tiga Pekerja PETI, Sabtu (28/2/2026)
Foto: Ratusan Massa Datangi Mapolres Sintang Buntut Penangkapan Tiga Pekerja PETI, Sabtu (28/2/2026)
SINTANG - Aksi ratusan massa sempat terjadi di Mapolres Sintang pada Sabtu (28/2) sore-malam menyusul penangkapan sejumlah pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang. Kericuhan dipicu ketidakpuasan para penambang yang mendatangi Mapolres Sintang untuk memprotes penangkapan rekan mereka oleh tim kepolisian.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu Sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Tiga orang pekerja PETI kemudian dilepaskan pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu (28/2/2026), setelah situasi di Mapolres sempat memanas.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa pihaknya melakukan penindakan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah hukum Sintang. 

"Kami hari ini melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah Sintang. Dalam kegiatan tersebut, kami sempat mengamankan beberapa orang," ujarnya.
Buntut Penangkapan Tiga Pekerja PETI, Massa Labrak Mapolres Sintang Yang Berujung Kericuhan
Foto: Ratusan Massa Datangi Mapolres Sintang Buntut Penangkapan Tiga Pekerja PETI, Sabtu (28/2/2026)

Situasi kemudian berkembang ketika sejumlah warga datang ke Polres Sintang untuk memberikan dukungan dan menyampaikan penolakan terhadap penertiban tersebut. Aksi massa tersebut sempat diwarnai kerusuhan. Namun, pihak kepolisian mengambil langkah diskresi untuk melepaskan tiga orang yang diamankan dengan catatan mereka tidak lagi melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin.

Polres Sintang akan memanggil sejumlah tokoh masyarakat serta pihak-pihak terkait untuk membuat komitmen bersama guna menghentikan aktivitas PETI di lokasi tersebut. Pemerintah Daerah dan DPRD Sintang turut hadir membantu meredam situasi. 

"Tadi Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala dan perwakilan DPRD juga hadir untuk membantu mediasi. Kami sepakat bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Sintang," pungkas Sanny Handityo. (Lai/Jek)

Senin, 23 Februari 2026

Gubernur Kalbar Tinjau Operasi Pasar di Sintang

Foto: Gubernur Kalbar, Ria Norsan Tinjau Operasi Pasar di Halaman Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Ulak Jaya, Jalan Mensiku Jaya, Sintang

SINTANG - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus, mendampingi Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., meninjau pelaksanaan Operasi Pasar atau Pasar Murah di Halaman Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Ulak Jaya, Jalan Mensiku Jaya Sintang pada Senin (23/2/2026).

Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, menjelaskan bahwa Operasi Pasar diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka membantu masyarakat Kabupaten Sintang menyambut bulan suci Ramadan. 

"Operasi Pasar ini juga kita laksanakan dalam rangka kita menekan angka inflasi. Supaya tidak terjadi inflasi yang tinggi, maka kita adakan pasar murah untuk masyarakat," terang H. Ria Norsan.

Pada operasi pasar tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar menyiapkan 1.000 paket yang terdiri dari gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, dan 1 karung beras kemasan 5 kg dengan harga Rp. 90.000. Ditambah ada 560 tabung gas 3kg dijual dengan harga Rp. 18.500.

Gubernur Kalbar menjelaskan bahwa harga jual di operasi pasar ini dibawah harga pasar. Misalnya, beras per karung di pasar Rp 120.000, kemudian disubsidi oleh Bulog menjadi Rp 90.000, dan disubsidi lagi oleh Pemprov Kalbar sehingga harganya menjadi Rp 50.000. (Pkp)

Sabtu, 31 Januari 2026

Kades di Sintang Terseret Kasus Pencurian Motor Warga, Fakta Lengkapnya Bikin Publik Terkejut

Kades di Sintang Terseret Kasus Pencurian Motor Warga, Fakta Lengkapnya Bikin Publik Terkejut
Kades di Sintang Terseret Kasus Pencurian Motor Warga, Fakta Lengkapnya Bikin Publik Terkejut. (Foto kamera CCTV)

SINTANG -- Bayangkan, orang yang seharusnya jadi panutan justru berurusan dengan hukum. Inilah yang membuat kasus ini langsung menyita perhatian publik di Kalimantan Barat. Seorang kepala desa aktif kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan aparat penegak hukum.

Seorang kepala desa (kades) berinisial SO di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, resmi diamankan pihak kepolisian. Ia diduga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor milik seorang warga muda.

Kasat Polairud Polres Sintang, Iptu Sutarji, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, SO saat ini sudah berada di Polres Sintang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Kami mengamankan seorang oknum kepala desa yang diduga melakukan pencurian sepeda motor. Proses hukum sedang berjalan di Polres Sintang,” ujar Iptu Sutarji, Jumat (30/1/2026).

Kronologi Hilangnya Motor Korban

Korban diketahui bernama Leju (19), warga Dusun Semareh Lawang, Kecamatan Ketungau Tengah. Peristiwa ini bermula pada Minggu malam (25/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, saat Leju berkeliling Kota Sintang menggunakan sepeda motornya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Leju singgah di penginapan terapung Lanting Sepadan, Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjung Puri. Setelah memarkirkan motornya di area parkiran penginapan, ia masuk untuk beristirahat.

Namun keesokan paginya, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, Leju terkejut mendapati sepeda motornya sudah raib. Ia langsung meminta penjaga penginapan mengecek rekaman CCTV.

“Dari rekaman CCTV terlihat seorang pria yang tidak dikenal membawa kabur sepeda motor korban,” jelas Sutarji.

Upaya pencarian sempat dilakukan Leju bersama pamannya, Tino Haikai, namun motor tersebut tak kunjung ditemukan. Merasa dirugikan, Leju akhirnya melapor ke Polres Sintang.

Kerugian Ditaksir Hampir Rp3 Juta

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil yang jika ditotal mencapai Rp2.846.000. Kerugian tersebut meliputi:

  • Sepeda motor: Rp2.500.000

  • STNK: Rp150.000

  • Helm: Rp100.000

  • Lain-lain: Rp96.000

  • Total kerugian: Rp2.846.000

Oknum Kades Resmi Jadi Tersangka

Setelah menerima laporan, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengidentifikasi pelaku. Fakta mengejutkan pun terungkap, pelaku berinisial SO ternyata menjabat sebagai kepala desa aktif di Kecamatan Ketungau Hulu.

“Pelaku sudah kami tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Barang bukti sepeda motor juga telah kami amankan,” tegas Sutarji.

SO kini dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Polisi Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum

Saat ini, Polres Sintang masih melanjutkan proses penyidikan, mulai dari pemeriksaan tersangka, gelar perkara, melengkapi berkas, hingga koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kami pastikan semua proses berjalan sesuai aturan. Siapa pun yang melanggar hukum akan diproses, tidak ada yang kebal hukum,” tutup Iptu Sutarji.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa jabatan bukan tameng dari hukum. Publik pun berharap proses hukum berjalan transparan demi keadilan dan kepercayaan masyarakat.

@borneotribun.com Diduga Terlilit Utang, Oknum Kepala Desa di Sintang Kalbar Curi Motor Warga Bayangkan, orang yang seharusnya jadi panutan justru berurusan dengan hukum. Inilah yang membuat kasus ini langsung menyita perhatian publik di Kalimantan Barat. Seorang kepala desa aktif kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan aparat penegak hukum. Seorang kepala desa (kades) berinisial SO di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, resmi diamankan pihak kepolisian. Ia diduga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor milik seorang warga muda. Kasat Polairud Polres Sintang, Iptu Sutarji, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, SO saat ini sudah berada di Polres Sintang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Kami mengamankan seorang oknum kepala desa yang diduga melakukan pencurian sepeda motor. Proses hukum sedang berjalan di Polres Sintang,” ujar Iptu Sutarji, Jumat (30/1/2026). EDITOR: HERI YAKOP Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@BorneoTribuncom https://www.youtube.com/@borneotribun https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #kepaladesa #pencurianmotor #sintang #kalimantanbarat #beritaviral ♬ suara asli - Borneotribun

Selasa, 27 Januari 2026

Wakil Bupati Sintang Dorong Perluasan Lahan Tanaman Jagung

Foto: Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny

SINTANG - Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, memimpin Rapat Koordinasi program ketahanan pangan jagung di desa pada Selasa, 27 Januari 2026 di Pendopo Wakil Bupati Sintang. Rapat tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang.

Rapat Koordinasi dilaksanakan dalam rangka memperluas lahan tanaman jagung dan meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Sintang di masa yang akan datang. Wakil Bupati Sintang menjelaskan persoalan selama ini seperti kurang baiknya ekosistem jagung, harga yang tidak baik, proses distribusi hasil panen, dan pengetahuan masyarakat dalam membudidayakan jagung.

"Untuk itu, kita perlu memperbaiki dan memberikan solusi dari masalah budi daya jagung. Biaya untuk menanam jagung sekitar 25-30 juta per hektar, mulai dari membuka lahan, membeli bibit, pupuk, sampai panen," ujar Wakil Bupati Sintang. 

Ia juga mencontohkan budidaya jagung di Desa Mapan Jaya Kayan Hulu yang dikelola oleh BUMDes dan memiliki ternak ayam. 

"Kita akan dorong budidaya jagung ini di semua desa, dan harus ada improvisasi dari desa, sehingga ada siklus yang baik," tambahnya.

Wakil Bupati Sintang juga mengusulkan agar ada kerjasama dengan pemilik ternak ayam skala sedang dan besar di sekitar desa. 

"Jika ada masalah distribusi, Pemkab Sintang bisa memberikan subsidi biaya transportasi hasil panen jagung dari desa ke kabupaten," ujarnya. 

Ia juga meminta agar dana ADD (Alokasi Dana Desa) digunakan untuk program ketahanan pangan dan diarahkan ke budidaya jagung di desanya masing-masing.

Rakor dihadiri oleh 14 Camat, Polres Sintang, Bulog Sintang, dan OPD terkait. Wakil Bupati Sintang berharap bahwa dengan kerjasama dan dukungan dari semua pihak, program ketahanan pangan jagung di Kabupaten Sintang dapat berjalan dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selasa, 20 Januari 2026

Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang

Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.
Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.

Sintang – Lembaga Gemawan memfasilitasi Pelatihan Advokasi Jaringan Petani Komoditas yang digelar pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Aula Botani Dinas Pertanian Kabupaten Sintang.

Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengidentifikasi persoalan pertanian sekaligus meningkatkan kemampuan advokasi kepada para pemangku kepentingan.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan petani dari delapan desa di Kabupaten Sintang, yaitu Desa Linggam Permai, Benua Kencana, Sekujam Timbai, Kelam Sejahtera, Gurung Mali, Ransi Dakan, Dak Jaya, dan Mangat Baru. Kegiatan difasilitasi oleh Lani Ardiansyah dan dimoderatori oleh Natalia Kori.

Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.
Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.

Sejak sesi pembukaan, para peserta menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta memperkuat jejaring antarpetani lintas desa.

Pada sesi pertama, peserta dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan komoditas utama yang dikelola, yakni kacang tanah, jagung hibrida, padi, dan karet.

Melalui diskusi kelompok, para petani memetakan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan pupuk dan bibit, serangan hama dan penyakit tanaman, penggunaan alat pertanian yang masih sederhana, kondisi jalan usaha tani yang rusak, hingga keterbatasan akses pasar serta rendahnya harga jual komoditas.

Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.
Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.

Selain persoalan teknis, peserta juga menyoroti dampak perubahan iklim, belum tersedianya sistem irigasi yang memadai, serta menurunnya minat generasi muda untuk terlibat di sektor pertanian. Berbagai temuan tersebut kemudian dianalisis bersama untuk menentukan isu-isu prioritas yang dinilai penting dan mendesak untuk diperjuangkan melalui advokasi kebijakan.

Sesi kedua dilanjutkan dengan simulasi audiensi antara jaringan petani komoditas dan para pemangku kepentingan, seperti Kepala Desa, anggota DPRD, Bupati, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, pihak swasta, hingga tengkulak.

Dalam simulasi ini, petani secara langsung menyampaikan kebutuhan akan teknologi dan alat pertanian modern, pelatihan serta pendampingan berkelanjutan dari penyuluh pertanian lapangan, serta perbaikan infrastruktur jalan yang berdampak pada distribusi hasil panen dan stabilitas harga komoditas.

Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.
Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.

Melalui simulasi audiensi tersebut, peserta dilatih untuk menyampaikan aspirasi secara sistematis, berbasis data, dan berorientasi pada solusi.

Pemerintah desa dalam simulasi menyatakan kesiapan untuk mendampingi jaringan petani dalam melakukan audiensi ke tingkat pemerintah daerah, sementara perwakilan pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab persoalan pertanian, termasuk melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.
Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.

Perwakilan petani menilai pelatihan ini sangat bermanfaat karena mampu merepresentasikan persoalan nyata yang mereka hadapi sehari-hari di lapangan.

Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak petani di desa-desa lain di Kabupaten Sintang.

Sebagai tindak lanjut, jaringan petani komoditas berkomitmen untuk melengkapi data serta kebutuhan administrasi advokasi dalam waktu dua minggu ke depan, sekaligus mulai merencanakan pelatihan advokasi lanjutan di desa masing-masing. 

Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang
Gemawan Dorong Penguatan Advokasi Petani melalui Pelatihan Jaringan Komoditas di Sintang.

Lembaga Gemawan berharap pelatihan ini dapat memperkuat posisi tawar petani serta mendorong lahirnya kebijakan pertanian yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpihak pada petani kecil.

Sabtu, 25 Oktober 2025

Suara Petani Didengar, PT KAP Siap Lakukan Konversi Lahan Desember 2025

Suara Petani Didengar, PT KAP Siap Lakukan Konversi Lahan Desember 2025

SINTANG – Setelah melalui proses panjang, persoalan lahan antara petani Desa Sungai Buluh dan PT KAP akhirnya menemui titik terang. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Koperasi Produksi Betung Jaya, Desa Sungai Buluh, pada Selasa (23/9/2025), kedua pihak sepakat membuka kembali portal lahan yang sempat ditutup oleh warga.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh Kepala Desa Sungai Buluh, tokoh adat, tokoh masyarakat, pengurus Koperasi Betung Jaya, serta perwakilan dari PT KAP. Rapat tersebut menjadi forum penting untuk mencari solusi atas sengketa lahan dan tuntutan bagi hasil plasma yang selama ini menjadi sorotan warga.

Dalam hasil rapat, disepakati enam poin utama yang akan menjadi dasar penyelesaian bersama. Salah satunya adalah rencana pengajuan konversi lahan di Estate KD 4 dan KD 8 ke Dinas Perkebunan Kabupaten Sintang yang dijadwalkan pada Desember 2025.

Suara Petani Didengar, PT KAP Siap Lakukan Konversi Lahan Desember 2025

Selain itu, PT KAP juga menyatakan komitmennya untuk membantu perbaikan jembatan di blok G97 Desa Sungai Buluh, dengan material kayu yang akan disediakan oleh pihak desa. Tak hanya itu, pihak perusahaan juga akan melakukan verifikasi lapangan pada Oktober 2025 untuk memastikan lahan mana saja yang berhak menerima bagi hasil plasma.

Sementara itu, petani yang sebelumnya menutup akses lahan menyatakan kesediaannya untuk membuka kembali portal, sembari menunggu realisasi poin-poin kesepakatan tersebut. Namun, mereka menegaskan, jika hasil kesepakatan tidak dijalankan sebagaimana mestinya, portal lahan akan kembali ditutup.

Kesepakatan ini disahkan oleh Ketua Koperasi Betung Jaya Idut Asian, Ketua Pengawas KBJ, dan Pimpinan Operasional PT KAP Joko Prasetyo, dengan disaksikan langsung oleh perwakilan pemerintah desa dan tokoh masyarakat.

Langkah ini dinilai sebagai momen penting untuk memulihkan hubungan baik antara petani dan pihak perusahaan. Harapannya, kesepakatan ini tidak hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga menjadi awal baru bagi kerja sama yang lebih harmonis dan berkelanjutan di sektor perkebunan.

Senin, 08 September 2025

Penemuan Mayat Pria di Sintang Diduga Dery Desendi yang Hilang Sejak 5 September

SINTANG - Warga Sintang, Kalimantan Barat, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di Daerah Lempah Satu, Kecamatan Tempunak Kapuas, Kabupaten Sintang, Minggu (7/9/2025). 

Informasi tersebut pertama kali beredar melalui unggahan akun Facebook bernama Shenaa Tzhi di grup "Sintang Informasi". 

Penemuan ini langsung dikaitkan dengan laporan orang hilang atas nama Dery Desendi (21), warga Kelurahan Menyumbung Tengah, Kecamatan Sintang, yang dilaporkan hilang sejak 5 September 2025.

Penemuan Mayat Pria di Sintang Diduga Dery Desendi yang Hilang Sejak 5 September
Penemuan Mayat Pria di Sintang Diduga Dery Desendi yang Hilang Sejak 5 September.

Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu akun bernama Novensius Vicki turut mengunggah foto surat "orang hilang" yang dikeluarkan Polres Sintang. 

Dalam surat itu tercatat, Dery terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada 5 September mengenakan baju warna kuning, jaket kuning, dan celana panjang hitam. 

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah jasad yang ditemukan di Lempah Satu tersebut benar merupakan Dery.

Kamis, 07 Agustus 2025

Prakiraan Curah Hujan Sintang Agustus 2025: Waspadai Intensitas Menengah Hingga Tinggi di 14 Kecamatan

Prakiraan Curah Hujan Sintang Agustus 2025: Waspadai Intensitas Menengah Hingga Tinggi di 14 Kecamatan
Prakiraan Curah Hujan Sintang Agustus 2025: Waspadai Intensitas Menengah Hingga Tinggi di 14 Kecamatan.

SINTANG - Simak prakiraan curah hujan dan sifat hujan bulan Agustus 2025 untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Sintang dan Sekadau. Data lengkap dari BMKG Tebelian, cocok untuk perencanaan pertanian dan aktivitas luar ruang.

Cuaca Agustus 2025 di Sintang: Curah Hujan Menengah-Tinggi, Sifat Hujan Atas Normal

Masuk bulan Agustus 2025, cuaca di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, diperkirakan akan cukup basah. Data dari Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang menunjukkan bahwa sebagian besar kecamatan di wilayah ini akan mengalami curah hujan berkisar antara 201 hingga 400 mm. Kategorinya? Mulai dari menengah hingga tinggi—dengan sifat hujan diperkirakan Atas Normal.

Kalau kamu warga Sintang atau punya kegiatan di wilayah ini, informasi ini wajib banget disimak. Mulai dari petani, nelayan, pedagang, sampai traveler, semuanya bisa lebih siap menghadapi cuaca.

Sebelum masuk ke rincian per kecamatan, yuk kenalan dulu sama dua istilah penting dalam prakiraan cuaca:

Curah Hujan

Curah hujan adalah jumlah air hujan yang turun di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu. Satuan yang digunakan biasanya milimeter (mm).

  • 200–300 mm: Kategori menengah

  • 300–400 mm: Kategori tinggi

Sifat Hujan

Sifat hujan menunjukkan kondisi curah hujan dibandingkan dengan normalnya:

  • Bawah Normal: Lebih kering dari biasanya

  • Normal: Sesuai rata-rata tahunan

  • Atas Normal: Lebih basah dari biasanya

Tabel Prakiraan Curah dan Sifat Hujan Sintang Agustus 2025

Berikut ini data lengkap untuk 14 kecamatan di Kabupaten Sintang:

No Nama Kecamatan Curah Hujan (mm) Kategori Sifat Hujan
1 Ambalau 201 – 400 Menengah - Tinggi Atas Normal
2 Binjai Hulu 201 – 300 Menengah Atas Normal
3 Dedai 201 – 300 Menengah Atas Normal
4 Kayan Hilir 201 – 300 Menengah Atas Normal
5 Kayan Hulu 201 – 400 Menengah - Tinggi Atas Normal
6 Kelam Permai 201 – 300 Menengah Atas Normal
7 Ketungau Hilir 201 – 300 Menengah Atas Normal
8 Ketungau Hulu 201 – 300 Menengah Atas Normal
9 Ketungau Tengah 201 – 300 Menengah Atas Normal
10 Sungai Tebelian 201 – 300 Menengah Atas Normal
11 Sepauk 201 – 300 Menengah Atas Normal
12 Serawai 201 – 400 Menengah - Tinggi Atas Normal
13 Sintang (kota) 201 – 300 Menengah Atas Normal
14 Tempunak 201 – 300 Menengah Atas Normal

Sumber: Stasiun Meteorologi Tebelian, Sintang – Agustus 2025

Sekilas Tentang Sekadau: Curah Hujan Juga Menengah, Tapi...

Untuk kabupaten tetangga, Sekadau, kondisi cuacanya juga perlu diperhatikan.

  • Curah Hujan: 201 – 300 mm (kategori menengah)

  • Sifat Hujan: Atas Normal

Meskipun angka curah hujannya masih tergolong moderat, sifat hujan "Atas Normal" menunjukkan bahwa intensitas hujan berpotensi lebih sering atau lebih lama dari biasanya.

Apa Dampaknya untuk Warga dan Aktivitas Harian?

1. Pertanian dan Perkebunan

Buat petani di Sintang, ini saat yang tepat untuk:

  • Menyiapkan sistem drainase agar tidak ada genangan.

  • Waspada serangan hama yang meningkat saat kelembapan tinggi.

  • Cek ulang jadwal tanam agar tidak berbenturan dengan potensi hujan lebat.

2. Transportasi dan Logistik

Jalan-jalan tanah atau jalan desa bisa jadi licin dan tergenang. Aktivitas pengiriman logistik sebaiknya memperhatikan prakiraan harian.

3. Kesehatan Masyarakat

Hujan tinggi identik dengan peningkatan kasus demam berdarah, diare, dan penyakit berbasis air lainnya. Tetap jaga sanitasi!

4. Aktivitas Luar Ruangan

Bagi yang punya jadwal event, upacara adat, atau sekadar ingin liburan, pertimbangkan hari-hari dengan intensitas hujan ringan. Manfaatkan aplikasi cuaca harian.

Jumat, 18 Juli 2025

Warisan Tak Ternilai: Wagub Kalbar Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Dayak di Tengah Gempuran Zaman

Warisan Tak Ternilai: Wagub Kalbar Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Dayak di Tengah Gempuran Zaman
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Sintang – Budaya adalah jati diri, dan jati diri tak boleh hilang begitu saja. Itulah pesan mendalam yang disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat menghadiri Pekan Gawai Dayak (PGD) Sintang ke-12 yang berlangsung meriah di Rumah Betang Tampun Juah, Desa Jerora Satu, pada Rabu, 16 Juli 2025.

Dengan penuh rasa syukur, Krisantus menyampaikan bahwa bisa hadir di tengah masyarakat adat Dayak merupakan sebuah berkah yang luar biasa. Baginya, acara budaya seperti ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk menyatukan hati dan kembali mengenang akar budaya yang diwariskan para leluhur.

“Kita patut bersyukur masih diberi kesehatan dan kekuatan untuk berkumpul di acara penuh makna ini. Gawai Dayak bukan hanya hiburan, tapi bentuk syukur atas karir, kesehatan, dan seluruh berkat yang telah kita terima selama satu tahun terakhir,” ujarnya dengan semangat.

Gawai Dayak: Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Wujud Syukur dan Identitas

Gawai Dayak, yang rutin diselenggarakan setiap tahun, adalah salah satu acara budaya terbesar yang sangat ditunggu oleh masyarakat. Dalam acara ini, masyarakat adat Dayak tak hanya menampilkan seni dan budaya, tetapi juga menunjukkan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Wakil Gubernur Kalbar menegaskan bahwa gawai memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar makan minum atau musik tradisional.

“Gawai Dayak adalah bentuk penghormatan terhadap budaya leluhur. Ini bukan acara seremonial biasa, tapi warisan spiritual yang punya nilai tinggi bagi masyarakat Dayak,” tegas Krisantus.

Tantangan Budaya di Era Modern: Tetap Eksis di Tengah Arus Teknologi

Satu hal yang jadi perhatian serius adalah bagaimana budaya lokal bisa tetap eksis di tengah kemajuan zaman. Di era digital dan globalisasi seperti sekarang, sangat mudah bagi budaya tradisional tergeser oleh budaya luar. Krisantus mengingatkan, jika kita lengah, budaya bisa hilang dan hanya menjadi cerita.

“Kalau kita tidak jaga budaya kita sendiri, lama-lama bisa punah. Budaya adalah identitas, dan identitas adalah harga diri. Kalau kita kehilangan itu, kita kehilangan segalanya,” katanya dengan penuh ketegasan.

Oleh karena itu, ia mendorong agar seluruh masyarakat, terutama generasi muda, tak hanya bangga dengan budaya Dayak, tapi juga aktif melestarikannya lewat berbagai cara — mulai dari ikut kegiatan adat, belajar bahasa daerah, hingga menggunakan media sosial untuk memperkenalkan budaya ke dunia.

Apresiasi atas Perubahan Positif: Infrastruktur Meningkat, Semangat Bertambah

Kehadiran Krisantus juga menjadi momen untuk melihat langsung perkembangan fasilitas di lokasi acara. Salah satu yang mendapat sorotan adalah perbaikan halaman Rumah Betang Tampun Juah, yang kini sudah rapi dan disemen.

“Saya ingat dulu kalau pakai sepatu putih ke sini pasti kotor karena becek. Tapi sekarang sudah dibeton, ini menunjukkan bahwa panitia dan masyarakat punya komitmen untuk membuat Gawai Dayak semakin baik setiap tahun,” ucapnya sambil tersenyum puas.

Perbaikan ini tak hanya mempermudah pelaksanaan acara, tapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan keinginan bersama untuk memajukan budaya Dayak secara menyeluruh.

Komitmen Pemprov Kalbar: Budaya Dayak Harus Mendunia

Tak berhenti di acara lokal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mendorong agar Gawai Dayak bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional. Krisantus mengatakan, pelestarian budaya bukan hanya tugas satu kelompok, tapi tanggung jawab semua pihak.

Sebagai bentuk dukungan nyata, ia pun menyerahkan bantuan secara simbolis kepada panitia PGD Sintang ke-12 yang diterima langsung oleh Ketua Panitia. Bantuan ini diharapkan bisa mendorong semangat panitia dan masyarakat dalam menggelar kegiatan budaya yang lebih meriah dan bermutu di tahun-tahun mendatang.

Menjaga Budaya Adalah Menjaga Masa Depan

Dalam suasana penuh kearifan lokal dan semangat persaudaraan, pesan yang dibawa Wakil Gubernur Kalbar terasa sangat kuat: budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tapi fondasi masa depan. Apa jadinya kita jika kehilangan akar dan identitas? Karena itu, menjaga budaya adalah investasi untuk generasi yang akan datang.

Acara Gawai Dayak ke-12 di Sintang ini bukan hanya perayaan, tapi juga bentuk cinta yang tulus kepada tradisi, nilai, dan warisan luhur yang tak ternilai harganya. Semoga semangat ini terus menyala di hati masyarakat Kalimantan Barat dan Indonesia pada umumnya.

Senin, 17 Maret 2025

Ketua PWI Kalbar Kundori Sebut Pers Mendukung Pembangunan Ekonomi Hijau

Ketua PWI Kalbar Kundori Sebut Pers Mendukung Pembangunan Ekonomi Hijau 
Ketua PWI Kalbar Kundori Sebut Pers Mendukung Pembangunan Ekonomi Hijau.
SINTANG - Peran media dalam konteks pembangunan ekonomi hijau dan ketahanan pangan sangat penting, terutama dalam edukasi, advokasi, serta penyebaran informasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. 

Hal itu diungkapkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat, Kundori saat menjadi pembicara di acara Silaturahmi Para Pihak Menuju Ekonomi Hijau di Kabupaten Sintang di Rumah Adat Melayu Sintang, Minggu (16/3/2025) sore.

Acara secara Live RRI Sintang ini digelar kolaborasi Pemkab, RRI, FKMS dan PWI dengan dipandu Host Taufik.

"Media berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekonomi hijau dan ketahanan pangan," ungkap Kundori. 

Melalui pemberitaan yang informatif, media dapat memperkenalkan konsep pertanian berkelanjutan, pemanfaatan energi terbarukan, serta praktik ramah lingkungan yang mendukung ketahanan pangan.

"Media membantu mempublikasikan berbagai program dan kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah daerah, komunitas, maupun sektor swasta dalam mendukung ekonomi hijau dan ketahanan pangan. Ini mendorong partisipasi masyarakat serta memperkuat kolaborasi antarpihak,"urai Kundori alumni Magister Ilmu Politik Untan Pontianak ini.

Selanjutnya, media berperan sebagai kontrol sosial dengan mengawasi pelaksanaan kebijakan, program, serta penggunaan dana dalam proyek pembangunan berkelanjutan. 

"Melalui pemberitaan investigatif dan laporan mendalam, media membantu memastikan transparansi dan akuntabilitas,"katanya.

Lebih lanjut, Kundori menegaskan,
media menyediakan ruang dialog antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya terkait isu-isu ekonomi hijau dan ketahanan pangan.

"Ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pengembangan kebijakan yang inklusif,"ujarnya.

Kundori menambahkan, dengan menjalankan fungsi ini, media berperan sebagai jembatan informasi yang memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

"Dengan tujuan dalam mewujudkan Kabupaten Sintang yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing di bidang ekonomi hijau dan ketahanan pangan,"pungkas Kundori.***

Senin, 19 Agustus 2024

Pasangan HERO Rayakan HUT RI Ke-79 Bersama Warga RT 05 Kampung Ladang Sintang

Pasangan HERO Rayakan HUT RI Ke-79 Bersama Warga RT 05 Kampung Ladang Sintang
Pasangan HERO Rayakan HUT RI Ke-79 Bersama Warga RT 05 Kampung Ladang Sintang.
SINTANG – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sintang, Heri Jambri dan Supranto, yang dikenal dengan sebutan HERO, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-79 bersama masyarakat RT 05 Kelurahan Kampung Ladang, Sintang, pada Minggu (18/8/2024). 

Acara yang meriah ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat yang antusias menyambut kehadiran pasangan HERO. Momentum ini dimanfaatkan oleh Supranto, bakal calon Wakil Bupati Sintang, untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat setempat sekaligus meminta doa, restu, dan dukungan untuk pencalonannya sebagai Wakil Bupati Sintang pada Pilkada mendatang.

Dalam sambutannya, Supranto menegaskan kesiapan dirinya untuk maju bersama Heri Jambri sebagai pasangan calon pemimpin Kabupaten Sintang.

Supranto juga mengajak masyarakat Kampung Ladang untuk mendukung pasangan HERO dengan harapan besar membawa perubahan positif bagi Sintang.

“Saya mohon doa, restu, dan dukungan dari masyarakat Kampung Ladang untuk pasangan HERO,” ungkap Supranto dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan meriah oleh warga yang hadir.

Supranto juga menegaskan visi HERO untuk mewujudkan "Sintang Emas" (Ekonomi Maju, Adil Sejahtera), yang menjadi tujuan utama pasangan ini dalam membangun Kabupaten Sintang. 

Supranto menekankan pentingnya melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik dan melakukan perbaikan pada hal-hal yang masih kurang.

“Pasangan HERO ingin melanjutkan hal-hal baik dan memperbaiki yang kurang dengan program-program yang dapat mewujudkan Sintang Emas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Supranto juga memberikan doorprize dan kostum voli sebagai bentuk dukungan untuk acara peringatan HUT RI yang diselenggarakan oleh masyarakat RT 05. 

Kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara pasangan HERO dan warga Kampung Ladang.

Pasangan HERO, yang terdiri dari Heri Jambri sebagai calon Bupati dan Supranto sebagai calon Wakil Bupati, telah mendapatkan dukungan dari lima partai politik, yaitu Partai Hanura, PAN, PPP, Partai Demokrat, dan PKS. 

Heri Jambri berharap, dukungan ini akan semakin kuat dengan bergabungnya Partai PDIP dan Partai Golkar, serta berharap partai-partai lain seperti Partai Nasdem, Partai Gerindra, dan PKB juga mau berkoalisi.

“Kami tidak memilih kawan atau lawan, semua adalah kawan bagi pasangan HERO,” kata Heri Jambri, menutup sambutan dengan semangat kebersamaan yang tinggi.

Dengan dukungan yang semakin meluas, pasangan HERO optimistis dapat meraih kemenangan dalam Pilkada Sintang dan mewujudkan Kabupaten Sintang yang lebih baik. 

(Alex)

Kamis, 15 Agustus 2024

Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di Sintang Lancar Meski Sungai Surut

Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di Sintang Lancar Meski Sungai Surut
Area Manager Communication & CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicrandra.
SINTANG - PT Pertamina Patra Niaga, subholding dari PT Pertamina (Persero) yang bertanggung jawab atas penyaluran energi ke masyarakat, menegaskan bahwa penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sintang tetap berjalan lancar, meskipun menghadapi tantangan distribusi akibat kondisi sungai yang surut.

Menurut Arya Yusa Dwicrandra, Area Manager Communication & CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi lapangan saat ini. 

“Masyarakat Sintang tetap mendapatkan BBM, khususnya Pertalite, meskipun ada perubahan jalur distribusi,” jelas Arya dalam keterangan yang diberikan di Pontianak pada Rabu.

Alih Suplai BBM untuk Atasi Tantangan Distribusi

Untuk menghadapi tantangan akibat surutnya sungai, Pertamina melakukan alih suplai BBM dari Terminal BBM Jobber Sanggau, yang sebelumnya didistribusikan melalui Fuel Terminal Sintang. 

Perubahan jalur ini dimulai sejak 26 Juli 2024, dan menyebabkan waktu tempuh distribusi ke SPBU di Sintang menjadi lebih lama. 

"Biasanya distribusi dari FT Sintang ke SPBU hanya memakan waktu 1-3 jam, namun sekarang butuh 5-8 jam karena harus melalui rute yang lebih jauh dari Sanggau," kata Arya. 

Meski begitu, Arya menegaskan bahwa jumlah BBM yang disalurkan tetap sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh BPH Migas untuk wilayah Sintang.

BBM Pertalite Tetap Tersedia

Arya mengungkapkan bahwa hingga 11 Agustus 2024, penyaluran BBM Pertalite di Kabupaten Sintang mencapai 33.479 KL, atau sekitar 58 persen dari kuota yang telah ditetapkan. 

Pertamina juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar meski ada kendala cuaca.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar stok di SPBU tetap stabil. 

“Stok Pertalite masih tersedia, dan pengiriman ke SPBU dilakukan secara berkala,” ujar Arya.

Komitmen Pertamina Patra Niaga

Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri. 

Pertamina juga menyediakan layanan kontak melalui Pertamina 135 untuk pemesanan BBM dan LPG (produk non-subsidi), serta memberikan informasi dan menerima masukan dari konsumen.

Dengan strategi yang tepat, Pertamina Patra Niaga memastikan masyarakat Sintang tetap mendapatkan suplai BBM meskipun dihadapkan pada tantangan distribusi akibat kondisi alam. 

“Pertamina tetap berkomitmen melayani kebutuhan energi masyarakat dengan menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi,” tutup Arya.