Berita BorneoTribun hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Minggu, 19 April 2026

Festival Daren Kanderang Tingang Jadi Ajang Pelestarian Budaya Barito Selatan

Festival Daren Kanderang Tingang di Barito Selatan menjadi wadah pelestarian budaya dan penguatan UMKM lokal, khususnya kerajinan anyaman rotan dan purun di Dusun Hilir.
Festival Daren Kanderang Tingang di Barito Selatan menjadi wadah pelestarian budaya dan penguatan UMKM lokal, khususnya kerajinan anyaman rotan dan purun di Dusun Hilir.

Barito Selatan — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya daerah melalui penyelenggaraan Festival Daren Kanderang Tingang (FDKT) yang digelar di Kelurahan Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Sabtu.

Festival ini bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan menjadi wadah penting dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Barito Selatan, Eko Hermansyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna strategis dalam menjaga identitas daerah.

“Kegiatan ini bukan hanya agenda seremonial, akan tetapi bentuk nyata pelestarian identitas daerah,” ujar Eko Hermansyah saat membuka kegiatan di Kelurahan Mangkatip.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia serta masyarakat Kecamatan Dusun Hilir yang terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Menurut Eko, Kecamatan Dusun Hilir memiliki potensi budaya dan ekonomi yang besar dan perlu dipromosikan secara berkelanjutan agar dikenal lebih luas oleh masyarakat luar daerah.

Salah satu daya tarik utama dalam festival ini adalah pameran hasil kerajinan anyaman tradisional berbahan rotan dan purun yang telah lama menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat.

Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi komoditas unggulan daerah.

“Produk kerajinan ini punya nilai estetika tinggi dan peluang pasar yang luas jika dikelola dengan baik,” jelasnya.

Kerajinan anyaman rotan dan purun selama ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Dusun Hilir, baik sebagai kebutuhan rumah tangga maupun produk bernilai ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menilai bahwa warisan budaya seperti anyaman tradisional perlu terus didorong agar berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Langkah ini diharapkan mampu membawa UMKM lokal naik kelas, dari sekadar produksi skala rumah tangga menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar regional bahkan nasional.

Selain itu, pengembangan sektor budaya juga dinilai mampu berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat jika dilakukan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Peran Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian Budaya

Selain aspek ekonomi, keterlibatan generasi muda menjadi perhatian penting dalam festival ini.

Pemerintah daerah menekankan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Eko Hermansyah mengajak generasi muda untuk memanfaatkan festival sebagai ruang belajar sekaligus ruang berkarya.

“Jadikan festival ini sebagai ruang belajar dan ruang berkarya. Budaya bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana kita membawa jati diri tersebut menuju masa depan,” pesannya.

Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diharapkan semakin mengenal teknik kerajinan tradisional, mencintai seni budaya daerah, serta bangga menggunakan produk lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap Festival Daren Kanderang Tingang dapat terus digelar secara rutin sebagai agenda tahunan daerah.

Tidak hanya sebagai sarana pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, serta pelaku UMKM, festival ini diyakini dapat menjadi daya tarik budaya sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Barito Selatan.

FAQ

1. Apa itu Festival Daren Kanderang Tingang (FDKT)?
Festival Daren Kanderang Tingang adalah kegiatan budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Selatan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan UMKM.

2. Di mana festival ini dilaksanakan?
Festival dilaksanakan di Kelurahan Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

3. Apa tujuan utama festival ini?
Tujuan utama festival adalah melestarikan budaya lokal, mempromosikan kerajinan tradisional, serta meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

4. Produk apa yang menjadi unggulan dalam festival?
Produk unggulan yang ditampilkan adalah kerajinan anyaman tradisional berbahan rotan dan purun.

5. Mengapa generasi muda dilibatkan dalam festival ini?
Generasi muda dilibatkan agar mereka memahami budaya lokal, menjaga tradisi, serta ikut mengembangkan produk budaya di masa depan.

Pertamina Salurkan Bantuan Budidaya Ikan Untuk BPK Di Banjarbaru

Pertamina Patra Niaga memperkuat ekonomi warga melalui Program Sigana Cekatan dengan bantuan budidaya ikan gurame bagi BPK di Banjarbaru.
Pertamina Patra Niaga memperkuat ekonomi warga melalui Program Sigana Cekatan dengan bantuan budidaya ikan gurame bagi BPK di Banjarbaru.

BANJARMASIN - Upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana terus dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

Melalui Program Sigana Cekatan, perusahaan menyalurkan bantuan sarana budidaya perikanan kepada Kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barokah Syamsudin Noor (BSN).

Program ini dijalankan oleh Aviation Fuel Terminal Syamsudin Noor sebagai bagian dari upaya terintegrasi antara pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang masih menjadi isu nasional di wilayah Kalimantan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota BPK

Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana.

“Melalui Program Sigana Cekatan, kami tidak hanya mendorong kesiapsiagaan terhadap bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar Edi saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu.

Bantuan yang disalurkan berupa 15 sak pakan ikan gurame serta bibit gurame unggul. Seluruh bantuan diberikan langsung di lokasi budidaya milik kelompok BPK BSN di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Melalui dukungan tersebut, anggota BPK didorong untuk mengembangkan usaha budidaya ikan sebagai sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan.

Langkah ini dinilai penting agar para anggota tidak hanya bergantung pada aktivitas utama mereka dalam penanggulangan kebakaran.

Kesiapan Personel Didukung Penghasilan Tambahan

Edi menambahkan bahwa penguatan ekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan personel di lapangan.

Menurutnya, anggota BPK yang memiliki sumber penghasilan tambahan akan lebih fokus dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Harapannya, para anggota BPK dapat lebih fokus dan optimal dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka, karena didukung oleh sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan,” katanya.

Selain bantuan sarana budidaya, program ini juga dilengkapi dengan pendampingan dan monitoring berkala guna memastikan bantuan dimanfaatkan secara efektif.

Pendekatan tersebut bertujuan agar program mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kelompok penerima manfaat.

Respons terhadap Tantangan Karhutla Nasional

Pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dinilai relevan dengan tantangan nasional dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.

Kesiapan sumber daya manusia di tingkat komunitas menjadi kunci penting dalam mitigasi bencana.

Edi menegaskan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.

“Pertamina akan hadir melalui program-program TJSL yang tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui Program Sigana Cekatan, Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor berupaya menciptakan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Program ini juga menjadi contoh sinergi antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam menghadapi risiko bencana di wilayah rawan karhutla.

FAQ

Apa itu Program Sigana Cekatan?

Program Sigana Cekatan adalah inisiatif tanggung jawab sosial dari Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui kegiatan produktif.

Bantuan apa saja yang diberikan dalam program ini?

Bantuan berupa 15 sak pakan ikan gurame dan bibit gurame unggul untuk mendukung usaha budidaya ikan oleh anggota BPK.

Siapa penerima bantuan program ini?

Penerima bantuan adalah Kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barokah Syamsudin Noor di Banjarbaru.

Apa tujuan utama program ini?

Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Mengapa budidaya ikan dipilih sebagai program pemberdayaan?

Budidaya ikan dinilai memiliki potensi ekonomi berkelanjutan dan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi anggota kelompok.

Pemkot Banjarbaru Gelar Khitanan Massal Gratis Sambut Hari Jadi Ke-27 Kota

Pemkot Banjarbaru melalui RSD Idaman menggelar khitanan massal gratis dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru sebagai bentuk layanan sosial inklusif bagi masyarakat.
Pemkot Banjarbaru melalui RSD Idaman menggelar khitanan massal gratis dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru sebagai bentuk layanan sosial inklusif bagi masyarakat.

BANJARBARU — Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman menggelar kegiatan khitanan massal sebagai bentuk penguatan layanan sosial yang inklusif bagi masyarakat, Sabtu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Besar Lantai IV RSD Idaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru. Program ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarbaru, Sri Lailana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif RSD Idaman dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, kegiatan khitanan massal bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan anak.

“Program sunatan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial pemerintah untuk membantu dan meringankan beban masyarakat,” ujar Sri Lailana di Banjarbaru.

Program ini juga dinilai selaras dengan tema Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, yakni “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas”, yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama fasilitas layanan kesehatan berupaya mengambil peran strategis dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan medis berkualitas.

Khitanan massal juga menjadi salah satu bentuk layanan kesehatan preventif yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain itu, Sri Lailana turut menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka dalam proses khitan.

Menurutnya, khitan merupakan salah satu kewajiban penting dalam proses menuju kedewasaan anak, baik dari sisi kesehatan maupun sosial budaya.

“Para orang tua telah menuntaskan salah satu kewajiban dan hak penting bagi anak, ini menjadi bagian dari proses menuju kedewasaan,” katanya.

Sri Lailana juga menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak mulia di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional saat ini.

Ia berharap kegiatan sosial seperti khitanan massal dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan sunatan massal ini bermanfaat langsung bagi masyarakat, sehingga semarak Hari Jadi Kota Banjarbaru dirasakan oleh semua,” tutup Sri Lailana.

FAQ

1. Apa tujuan diadakannya khitanan massal di Banjarbaru?

Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan layanan khitan secara gratis serta mendukung pemerataan akses kesehatan bagi anak-anak.

2. Siapa penyelenggara kegiatan khitanan massal ini?

Kegiatan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman.

3. Kegiatan ini bagian dari peringatan apa?

Khitanan massal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.

4. Di mana lokasi pelaksanaan khitanan massal?

Kegiatan berlangsung di Aula Besar Lantai IV RSD Idaman Banjarbaru.

5. Apa manfaat khitan bagi anak-anak?

Khitan bermanfaat untuk menjaga kebersihan organ reproduksi, mencegah infeksi, serta mendukung kesehatan anak dalam jangka panjang.

Irfan Bachdim Bahagia Dapat Jersei Rivaldo, Mimpi Masa Kecil Terwujud

Irfan Bachdim tukar jersei dengan Rivaldo usai laga Clash Of Legends di GBK. Momen ini jadi bukti mimpi masa kecilnya bertemu legenda sepak bola dunia.
Irfan Bachdim tukar jersei dengan Rivaldo usai laga Clash Of Legends di GBK. Momen ini jadi bukti mimpi masa kecilnya bertemu legenda sepak bola dunia.

Jakarta — Momen penuh nostalgia terjadi saat mantan pemain Timnas Indonesia, Irfan Bachdim, bertukar jersei dengan legenda sepak bola dunia, Rivaldo. Peristiwa ini terjadi usai laga sportainment Clash Of Legends yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu malam WIB.

Bagi Irfan, momen tersebut bukan sekadar tukar jersei biasa. Ia mengaku sangat terharu karena bisa bertemu langsung dengan sosok yang selama ini menjadi inspirasinya sejak kecil.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Irfan mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap sepak bola berawal dari kekagumannya terhadap legenda dunia seperti Patrick Kluivert saat masih bermain di Ajax Amsterdam.

Selain itu, ia juga mengidolakan dua legenda Brasil, yakni Ronaldo Nazario dan Rivaldo. "Terus terang aku mulai ada mimpi sepak bola karena ada Patrick Kluivert di Ajax dulu. Itu legenda saya. Dan tentu saja R9 (Ronaldo Nazario) sama Rivaldo ini sangat motivasi waktu aku kecil. So, aku sangat-sangat senang, bahagia, dan sangat-sangat terhormat," ujar Irfan.

Pengakuan tersebut memperlihatkan bagaimana mimpi masa kecil bisa menjadi kenyataan ketika seseorang terus berjuang di bidang yang dicintai.

Laga DRX World Legends Vs Barca Legends Berlangsung Meriah

Dalam pertandingan tersebut, Irfan tergabung bersama tim DRX World Legends yang menghadapi Barca Legends dalam laga hiburan bertajuk Clash Of Legends.

Pertandingan berlangsung meriah dan dipenuhi ribuan penonton yang antusias menyaksikan aksi para legenda sepak bola dunia. Meski tampil maksimal, DRX World Legends harus mengakui keunggulan Barca Legends yang berhasil menang dengan skor 3-0.

Meski gagal meraih kemenangan, Irfan mengaku tetap puas bisa menjadi bagian dari laga bersejarah tersebut.

Bagi Irfan, kesempatan bermain bersama para legenda dunia merupakan pengalaman yang sulit dilupakan. Ia menilai para pemain legenda tersebut memiliki sikap yang ramah dan rendah hati.

"Mereka sangat-sangat baik, humble, aku senang banget bisa main dan ketemu sama mereka," ujar Irfan.

Ia juga menambahkan bahwa pertandingan ini bukan hanya soal skor, tetapi tentang kebersamaan dan hiburan bagi masyarakat Indonesia yang rindu melihat aksi para legenda sepak bola dunia.

Clash Of Legends Jadi Hiburan Berkualitas Untuk Penggemar Sepak Bola

Ajang Clash Of Legends tidak hanya menghadirkan pertandingan menarik, tetapi juga menjadi hiburan berkualitas bagi para pecinta sepak bola Tanah Air. Kehadiran legenda internasional di Indonesia dinilai mampu memberikan inspirasi, khususnya bagi generasi muda yang bermimpi menjadi pesepak bola profesional.

Momentum seperti ini juga menunjukkan bahwa sepak bola memiliki kekuatan besar dalam menyatukan berbagai generasi dan latar belakang.

FAQ

1. Siapa Irfan Bachdim?
Irfan Bachdim adalah mantan pemain Tim Nasional Indonesia yang pernah bermain di beberapa klub Indonesia dan dikenal luas sebagai pemain serba bisa di lini serang.

2. Siapa Rivaldo?
Rivaldo adalah legenda sepak bola Brasil yang pernah bermain untuk Barcelona dan meraih penghargaan Ballon d'Or pada 1999.

3. Apa itu Clash Of Legends?
Clash Of Legends adalah pertandingan hiburan sepak bola yang mempertemukan tim legenda dunia untuk memberikan tontonan menarik bagi penggemar sepak bola.

4. Di mana pertandingan Clash Of Legends berlangsung?
Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

5. Berapa skor akhir pertandingan DRX World Legends vs Barca Legends?
Barca Legends menang dengan skor 3-0 atas DRX World Legends.

Clash Of Legends Di GBK Bikin Ronaldo Nazario Terharu Oleh Fans Indonesia

Ronaldo Nazario terharu melihat sambutan meriah fans Indonesia saat Clash Of Legends di GBK Jakarta. Barca Legends menang 3-0 atas DRX World Legends.
Ronaldo Nazario terharu melihat sambutan meriah fans Indonesia saat Clash Of Legends di GBK Jakarta. Barca Legends menang 3-0 atas DRX World Legends.

Jakarta — Mantan bintang sepak bola dunia Ronaldo Nazario mengaku terharu melihat antusiasme luar biasa para penggemar sepak bola di Indonesia. Sambutan hangat yang ia terima sejak tiba di Tanah Air hingga pertandingan berlangsung menjadi momen yang tak terlupakan bagi legenda asal Brasil tersebut.

Ronaldo tiba di Indonesia dengan status pelatih DRX World Legends, yang berhadapan dengan Barca Legends dalam pertandingan sportainment bertajuk Clash of Legends. Laga tersebut digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu malam WIB dan sukses menyedot perhatian ribuan penonton.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Ronaldo mengungkapkan rasa haru dan kagumnya terhadap kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.

“Saya sudah bilang bahwa masyarakat Indonesia punya kegilaan terhadap sepak bola yang luar biasa. Saya juga terharu melihat sambutan yang saya dapat sepanjang saya di sini mulai dari hari sebelum pertandingan sampai malam hari ini,” ujar Ronaldo di Jakarta, Sabtu malam WIB.

Legenda sepak bola Brasil yang pernah dua kali menjuarai Piala Dunia itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh penggemar yang hadir langsung di stadion.

“Terima kasih sudah hadir ke stadion yang luar biasa ini. Semoga kita bisa berjumpa di lain kesempatan. Thank you, Indonesia,” tambahnya.

Dalam pertandingan tersebut, Barca Legends tampil solid dan berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas DRX World Legends dengan skor tiga gol tanpa balas. Pertandingan ini tidak hanya menghadirkan nostalgia bagi pecinta sepak bola, tetapi juga menjadi ajang hiburan yang menyatukan para legenda dunia dengan penggemar di Indonesia.

Atmosfer stadion yang penuh sorak-sorai membuat laga terasa spesial, meskipun bersifat hiburan. Banyak penonton terlihat antusias mengabadikan momen kehadiran legenda sepak bola dunia, termasuk Ronaldo yang menjadi sorotan utama sepanjang acara.

Kesuksesan acara ini juga mendapat apresiasi dari promotor penyelenggara. CEO Senyawa Entertainment, Reza Subekti, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pertandingan.

Menurut Reza, tingginya minat masyarakat menjadi motivasi untuk menghadirkan lebih banyak hiburan sepak bola berkualitas di masa mendatang.

“Ini menjadi pemacu semangat bagi kami untuk memberikan hiburan sepakbola terbaik bagi masyarakat tanah air,” kata Reza.

Kehadiran Ronaldo Nazario dan para legenda dunia lainnya kembali menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan basis penggemar sepak bola terbesar di dunia. Antusiasme fans tidak hanya terlihat saat pertandingan berlangsung, tetapi juga sejak kedatangan para pemain di Indonesia.

Fenomena ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi penyelenggaraan event sepak bola kelas dunia di Indonesia di masa depan, baik dalam bentuk pertandingan hiburan maupun kompetisi internasional.

FAQ

Siapa Ronaldo Nazario?
Ronaldo Nazario adalah legenda sepak bola asal Brasil yang pernah dua kali menjuarai Piala Dunia dan dikenal sebagai salah satu striker terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Apa itu Clash of Legends?
Clash of Legends adalah pertandingan sportainment yang mempertemukan tim legenda sepak bola dunia untuk memberikan hiburan kepada penggemar.

Di mana pertandingan berlangsung?
Pertandingan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Siapa pemenang pertandingan Barca Legends vs DRX World Legends?
Barca Legends menang dengan skor 3-0 atas DRX World Legends.

Siapa penyelenggara acara Clash of Legends?
Acara ini dipromotori oleh Senyawa Entertainment yang dipimpin oleh CEO Reza Subekti.

Kiper legendaris asal Prancis Sebastian Frey Ingin Kembali Liburan Ke Indonesia Usai Clash Of Legends

Sebastian Frey terkesan sambutan fans Indonesia saat Clash Of Legends di GBK dan berencana kembali berlibur ke Tanah Air setelah merasakan atmosfer luar biasa.
Sebastian Frey terkesan sambutan fans Indonesia saat Clash Of Legends di GBK dan berencana kembali berlibur ke Tanah Air setelah merasakan atmosfer luar biasa.

Jakarta — Kiper legendaris asal Prancis, Sebastian Frey, mengungkapkan rencananya untuk kembali berkunjung ke Indonesia, kali ini bukan untuk bertanding, melainkan berlibur. Hal tersebut disampaikan setelah dirinya merasakan sambutan hangat dari para penggemar sepak bola Tanah Air saat tampil dalam laga sportainment Clash Of Legends di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Frey mengaku sangat terkesan dengan atmosfer yang tercipta selama pertandingan berlangsung. Ia menyebut sambutan para penggemar Indonesia sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.

"Kalian memperlakukan kami seperti raja. Jadi terima kasih semuanya, kami sangat menikmatinya dan saya akan kembali lagi untuk berlibur lain kali," kata Frey kepada pewarta di Jakarta, Sabtu malam WIB.

Dalam laga bertajuk Clash Of Legends, tim DRX World Legends yang diperkuat Frey harus mengakui keunggulan Barcelona Legends setelah kalah dengan skor tiga gol tanpa balas di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Meski harus menerima kekalahan, Frey menegaskan bahwa hasil pertandingan bukan menjadi fokus utama. Menurutnya, momen bermain di hadapan puluhan ribu penggemar justru menjadi pengalaman paling berkesan selama kunjungannya di Indonesia.

"Sayangnya bagi kami, Barcelona menang, tapi tidak apa-apa. Kami sangat menikmati momen di sini di Indonesia karena kalian," ujar mantan penjaga gawang Parma tersebut.

Atmosfer penuh semangat dari para suporter Indonesia dinilai menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat para legenda sepak bola dunia merasa nyaman bermain di Tanah Air.

Frey yang pernah memperkuat sejumlah klub besar di Liga Italia, termasuk Fiorentina dan Parma, mengaku tidak terlalu terkejut dengan besarnya antusiasme penggemar sepak bola di Indonesia.

Menurut pria kelahiran Prancis itu, basis penggemar Liga Italia di Indonesia memang sudah lama dikenal sangat solid dan memiliki komunitas yang besar.

Ia menyebut kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola Eropa, khususnya Liga Italia, menjadi alasan mengapa banyak legenda sepak bola dunia merasa tetap dikenang oleh penggemarnya, meski telah lama pensiun dari dunia profesional.

Ajang sportainment seperti Clash Of Legends dinilai semakin diminati oleh penggemar sepak bola di Indonesia. Selain menghadirkan nostalgia, pertandingan yang mempertemukan legenda klub-klub besar dunia ini juga memberikan hiburan bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara pemain legendaris dan penggemarnya.

Kehadiran para legenda dunia juga berdampak positif bagi industri olahraga nasional, khususnya dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap sepak bola dan kegiatan olahraga secara umum.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para penggemar, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk terus menjadi tuan rumah berbagai ajang sportainment internasional di masa mendatang.

Rencana Sebastian Frey untuk kembali berlibur ke Indonesia juga menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata nasional. Kunjungan figur internasional, khususnya legenda olahraga, dapat membantu mempromosikan Indonesia sebagai destinasi wisata yang menarik di mata dunia.

Selain menikmati atmosfer sepak bola, para tamu internasional biasanya juga tertarik menjelajahi destinasi wisata populer seperti Bali, Lombok, hingga berbagai kawasan budaya di Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan promosi yang luas bagi negara.

FAQ

Siapa Sebastian Frey?
Sebastian Frey adalah mantan penjaga gawang legendaris asal Prancis yang dikenal saat memperkuat klub-klub Liga Italia seperti Fiorentina dan Parma.

Apa itu Clash Of Legends?
Clash Of Legends adalah pertandingan sportainment yang mempertemukan legenda sepak bola dunia dalam laga hiburan untuk penggemar.

Di mana pertandingan Clash Of Legends berlangsung?
Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Mengapa Sebastian Frey ingin kembali ke Indonesia?
Frey terkesan dengan sambutan hangat para penggemar sepak bola Indonesia dan ingin kembali untuk berlibur.

Apa dampak acara seperti Clash Of Legends bagi Indonesia?
Selain menghibur, acara ini membantu mempromosikan pariwisata, olahraga, dan meningkatkan citra Indonesia di mata internasional.

Geger Penemuan Benda Diduga Rudal Di Laut Takalar, Kini Diteliti Di Makassar

Aparat TNI AL dan polisi mengamankan benda mirip rudal yang ditemukan nelayan di Perairan Takalar dan kini diteliti di Makassar untuk memastikan tingkat bahayanya.
Aparat TNI AL dan polisi mengamankan benda mirip rudal yang ditemukan nelayan di Perairan Takalar dan kini diteliti di Makassar untuk memastikan tingkat bahayanya. (ilustrasi ai)

Takalar, Sulawesi Selatan — Aparat Kepolisian bersama TNI Angkatan Laut bergerak cepat mengamankan sebuah benda mencurigakan yang menyerupai rudal setelah ditemukan nelayan di Perairan Kepulauan Tanakeke, Kecamatan Mappasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Benda tersebut kini telah dibawa ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar untuk dilakukan penelitian lebih lanjut guna memastikan jenis dan tingkat bahayanya.

Penemuan benda mencurigakan itu bermula saat seorang nelayan menemukan objek asing saat melaut di sekitar Pulau Tanakeke. Melihat bentuknya yang tidak biasa, nelayan tersebut langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat.

Kapolsek Mappakasunggu, Ipda Sumarwan, menjelaskan bahwa laporan dari nelayan langsung ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama personel TNI Angkatan Laut di wilayah Takalar.

Menurutnya, benda tersebut memiliki bentuk lonjong memanjang dengan panjang lebih dari satu meter dan berwarna biru, menyerupai sebuah rudal.

“Benda ini pertama kali ditemukan nelayan saat melaut di Pulau Tanakeke. Setelah itu dilaporkan ke Polsek, lalu kami koordinasi dengan TNI AL untuk diamankan,” ujarnya.

Setelah diamankan dari lokasi penemuan, benda tersebut dievakuasi menggunakan kapal menuju daratan. Selanjutnya, benda tersebut sempat diamankan sementara di Kantor Polsek Mappasuggu sebelum akhirnya diserahkan kepada personel TNI AL.

Benda mencurigakan itu kemudian dibawa menggunakan truk milik TNI Angkatan Laut menuju Markas Kodaeral VI di Kota Makassar untuk dilakukan pemeriksaan dan penelitian secara menyeluruh.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar keamanan dalam menangani benda asing yang berpotensi berbahaya.

Komandan Pos AL Takalar, Lettu Marinir Hamzah, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan jenis benda tersebut.

“Kami belum bisa menyimpulkan. Tapi, barang ini menyerupai bentuk rudal. Belum tahu persis seperti apa. Nanti hasil penelitian lebih lanjut mengenai benda ini akan disampaikan pimpinan kami,” ujarnya dalam keterangan video yang diterima, Sabtu.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah benda tersebut berbahaya atau berpotensi meledak.

“Soal itu belum bisa kita memberikan keterangan. Kami bawa dulu ke Kodaeral untuk diamankan, nanti pimpinan akan melakukan pemeriksaan dan penelitian,” tambahnya.

Menanggapi kejadian ini, aparat mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda asing yang ditemukan, terutama di wilayah pesisir atau laut.

Langkah paling aman adalah segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwajib seperti kepolisian atau TNI Angkatan Laut.

“Jika menemukan benda asing di mana pun, jangan diutak-atik. Segera dilaporkan ke pihak berwajib agar bisa ditangani dengan cepat dan aman,” kata Ipda Sumarwan.

Imbauan ini penting untuk menghindari risiko kecelakaan atau bahaya yang tidak diinginkan, terutama jika benda tersebut memiliki kandungan bahan berbahaya.

Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi dari aparat Kepolisian dan TNI Angkatan Laut yang terlibat langsung dalam proses pengamanan benda mencurigakan di Takalar. Informasi disajikan secara faktual tanpa spekulasi, menunggu hasil penelitian resmi dari pihak berwenang.

Pendekatan ini penting untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat, terpercaya, dan tidak menimbulkan kepanikan.

FAQ

1. Di mana benda mirip rudal ditemukan?
Benda tersebut ditemukan di Perairan Kepulauan Tanakeke, Kecamatan Mappasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

2. Apakah benda tersebut benar-benar rudal?
Belum dapat dipastikan. Saat ini benda tersebut masih dalam tahap penelitian oleh TNI Angkatan Laut di Makassar.

3. Apakah benda tersebut berbahaya?
Belum ada kepastian apakah benda tersebut berbahaya atau bisa meledak. Hasil resmi akan diumumkan setelah pemeriksaan selesai.

4. Siapa yang pertama menemukan benda tersebut?
Seorang nelayan yang sedang melaut di sekitar Pulau Tanakeke.

5. Apa yang harus dilakukan jika menemukan benda serupa?
Segera laporkan ke pihak kepolisian atau TNI AL dan jangan menyentuh atau memindahkan benda tersebut.

Sabtu, 18 April 2026

UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar

UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar.
PONTIANAK — Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat menggelar Seminar Nasional Energi Terbarukan dengan tema “Akselerasi Transisi Energi di Kalimantan Barat: Tantangan dan Peluang Investasi” di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (18/4). Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis bersama Dewan Energi Nasional, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Pertamina.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Prof. Dr. Sukino, M.Ag menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya hadir sebagai jembatan antara intelektualitas modern dan nilai-nilai Islam wasathiyah. Ia menilai isu energi terbarukan tidak hanya sebatas persoalan teknis dan ekonomi, tetapi juga merupakan amanah keagamaan.

“Transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan adalah esensi kemaslahatan umat. Dalam Islam, kita diajarkan untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi (la tufsidu fil ardh). Energi hijau adalah energi yang adil, yang memastikan anak cucu kita di masa depan masih bisa menghirup udara segar dan menikmati kekayaan alam Kalimantan Barat,” ujarnya.
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar. 
Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai dengan ramah tamah, dilanjutkan seminar nasional, dan akan ditutup dengan jalan sehat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan UNU Kalbar sebagai kampus yang inklusif dan progresif kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, SH yang hadir membuka kegiatan, menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap percepatan transisi energi. Menurutnya, posisi geografis Pontianak yang dilintasi garis khatulistiwa memberikan potensi besar bagi pengembangan energi surya, selain biomassa dan energi air.

“Dunia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim yang nyata. Pemerintah Kota Pontianak menyadari ketergantungan pada energi fosil harus mulai dikurangi secara bertahap,” tegasnya.

Bahasan juga menyinggung potensi cadangan uranium atau torium sekitar 24.120 ton di wilayah Melawi sebagai aset strategis masa depan. Ia berharap perguruan tinggi, termasuk UNU Kalbar, dapat berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya tersebut.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Perguruan tinggi bersama pemerintah harus bersinergi agar generasi muda memiliki kapasitas mengelola kekayaan alam ini sendiri,” tambahnya sebelum membuka acara secara resmi dengan pemukulan gong.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya anggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Dwi Astiani, Ketua STAKat Negeri Pontianak Alfeus Sunarso, serta perwakilan BPK Kalbar Chairil Sutanto.

Para pemateri sepakat bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian energi berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Dalam sesi diskusi, Dewan Energi Nasional juga memaparkan strategi transisi energi nasional, di mana energi nuklir mulai dipertimbangkan sebagai opsi strategis jangka panjang. Selain itu, kebijakan subsidi BBM dinilai perlu lebih tepat sasaran agar tidak membebani fiskal negara sekaligus mendorong percepatan peralihan ke energi terbarukan.

Seminar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, mahasiswa hingga pembuat kebijakan. Salah satu sorotan utama datang dari Dwi Astiani, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura.

Dalam paparannya, Prof. Dwi menegaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar sebagai “lumbung energi” berbasis biomassa. Menurutnya, ketersediaan limbah organik dari sektor kehutanan, pertanian, perkebunan hingga sampah perkotaan dapat menjadi tulang punggung transisi energi, khususnya di wilayah pedesaan.

Ia juga mengingatkan bahwa cadangan minyak bumi nasional diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 9 hingga 11 tahun ke depan. Ketergantungan pada energi fosil yang semakin menipis serta mahalnya biaya eksplorasi dinilai menjadi ancaman serius bagi ketahanan energi.

“Kita tidak boleh menunggu sampai bahan bakar fosil benar-benar habis. Harus ada energi pendamping yang dibangun dari sekarang, terutama untuk memastikan desa-desa dan kawasan pelosok tetap memiliki akses energi alternatif,” tegasnya di hadapan peserta seminar.

Lebih lanjut, Prof. Dwi menjelaskan bahwa biomassa memiliki keunggulan secara ekologis karena mampu menciptakan siklus karbon yang relatif netral. Emisi karbon dioksida (CO2) dari pembakaran biomassa dapat kembali diserap oleh vegetasi, sehingga tidak menyebabkan akumulasi gas rumah kaca seperti halnya energi berbasis batu bara.

Ia juga membagikan pengalaman saat mengunjungi Borås, yang berhasil mencapai kemandirian energi melalui pengelolaan sampah organik rumah tangga. Di kota tersebut, limbah diproses melalui teknologi digester dan termal untuk menghasilkan listrik dan energi pemanas bagi masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan energi biomassa, terutama terkait aspek logistik. Karakter limbah yang besar dan tersebar membuat biaya distribusi menjadi tinggi. Oleh karena itu, pendekatan desentralisasi melalui pembangunan pembangkit listrik biomassa skala kecil di tingkat lokal dinilai sebagai solusi paling efektif.

Menanggapi potensi konflik antara kebutuhan energi dan ketahanan pangan, Prof. Dwi mengingatkan pentingnya regulasi yang kuat. Ia menegaskan bahwa lahan produktif tidak boleh dikonversi untuk kepentingan energi.
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar
UNU Kalbar, DEN dan Pertamina Gelar Seminar Nasional, Soroti Potensi Biomassa sebagai Masa Depan Energi Kalbar. 
“Jika harga biomassa energi meningkat, orientasi produksi bisa bergeser dan mengancam pangan. Karena itu, negara harus hadir dengan aturan yang tegas. Pengembangan tanaman energi harus diarahkan ke lahan marjinal dan memaksimalkan limbah, bukan produk utama,” jelasnya.

Menutup paparannya, Prof. Dwi mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi hijau. Ia menilai transisi energi membuka peluang besar, mulai dari bisnis karbon, produksi pelet biomassa skala UMKM, hingga pengelolaan biogas komunal di desa.

“Limbah akan selalu ada setiap hari, sementara bahan bakar fosil akan habis. Pilihan ada di tangan kita. Anak muda harus berani mengambil peran dalam membangun kemandirian energi daerah,” pungkasnya. (tim liputan).

KNKT ungkap dua faktor maraknya kecelakaan dari kendaraan niaga

Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan yang melibatkan kendaraan niaga di Indonesia masih banyak terjadi karena faktor manusia dan juga lalainya perawatan yang dilakukan untuk kendaraan operasional yang mereka gunakan.

Hal ini perlu adanya ketegasan yang jelas dari pihak perusahaan dan juga produsen kendaraan-kendaraan niaga di Indonesia untuk memberikan edukasi terkait pentingnya perawatan kendaraan secara berkala.

“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh,” kata Senior Investigator Ahmad Wildan melalui keterangan resminya, di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, Training Division Head HMSI, Pieter Andre menjelaskan bahwa pengemudi memiliki tanggung jawab yang cukup besar, sehingga pihaknya memberikan kegiatan edukasi terkait keselamatan berkendara bagi driver kendaraan niaga.

“Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” ucap Pieter Andre.

Keterlibatan dan juga kolaborasi antara pihak seperti ATPM, regulator dan operator, menjadi kunci sukses agar terjadinya penurunan angka kecelakaan yang diakibatkan oleh kendaraan niaga di Indonesia.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana juga menjelaskan bahwa perekrutan pengemudi tidak bisa dipilih secara sembarang. Perlu adanya seleksi yang ketat untuk mengurangi kejadian yang serupa di kemudian hari.

“Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan,” kata dia.

Pewarta : Chairul Rohman/ANTARA

Kalbar di Ambang Lompatan Energi Bersih

Foto: Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Muhammad Kholid Syeirazi, M.Si., didampingi Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, S.H., serta Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino, M.Ag

PONTIANAK – Dorongan kuat untuk meninggalkan energi fosil dan beralih ke energi baru terbarukan (EBT) mengemuka dalam seminar di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (18/4).

Seminar menghadirkan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Muhammad Kholid Syeirazi, M.Si., Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, S.H., serta Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino, M.Ag.

Dalam paparannya, Dr. Kholid menegaskan Indonesia tidak bisa terus bergantung pada energi fosil yang cadangannya kian menipis dan berdampak buruk bagi lingkungan. Ia menyebut cadangan minyak nasional tersisa 11 tahun, gas bumi 14 tahun, dan batu bara sekitar 36 tahun.

“Jika tidak segera dilakukan percepatan transisi energi, risiko krisis energi bisa terjadi dan berdampak pada stabilitas nasional,” ujarnya.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong teknologi rendah karbon seperti carbon capture and storage (CCS) untuk menangkap emisi karbon dan menyimpannya kembali ke perut bumi. Meski masih mahal, teknologi ini diyakini akan semakin ekonomis seiring berkembangnya pasar energi terbarukan.

Dr. Kholid juga menekankan pentingnya edukasi energi sejak dini, khususnya bagi mahasiswa. Menurutnya, indikator kemajuan bangsa tidak hanya dari besarnya konsumsi energi, tetapi dari efisiensi dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi.

“Semakin efisien penggunaan energi, semakin tinggi kompleksitas dan kualitas ekonomi suatu negara,” jelasnya.

Kalimantan Barat dinilai potensial untuk energi surya karena berada di jalur khatulistiwa. Namun pemanfaatan PLTS masih terkendala investasi, teknologi, dan penyimpanan energi.

“PLTS harus didukung sistem baterai agar dapat menyuplai listrik secara stabil, termasuk saat malam hari ketika beban puncak terjadi,” tambahnya.

Kontribusi PLTS dalam bauran energi nasional baru sekitar 3 persen. Hal ini dipengaruhi harga energi fosil yang masih relatif murah karena subsidi, sehingga energi bersih belum sepenuhnya kompetitif. Karena itu, ia mendorong rasionalisasi subsidi energi dengan mengalihkan dukungan dari energi fosil ke energi hijau.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan, Pemkot mulai mendorong penggunaan energi terbarukan, salah satunya lewat pemasangan lampu jalan tenaga surya.

“Edukasi kepada masyarakat terus kami lakukan agar penggunaan energi bersih semakin meningkat,” katanya.

Selain surya, potensi energi nuklir juga diperhitungkan. Kalimantan Barat, khususnya Melawi, memiliki cadangan uranium yang berpotensi untuk pengembangan PLTN di masa depan.

Secara nasional, Indonesia menargetkan bauran EBT 70 persen pada 2060. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat.

Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino menegaskan perguruan tinggi punya peran strategis mendukung pengembangan energi bersih, meski saat ini masih skala terbatas.

“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mempercepat transisi energi di daerah,” ujarnya.

Seminar ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa, tentang pentingnya energi yang efisien dan ramah lingkungan demi masa depan berkelanjutan. (Jm)